Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI BIJAK MENGGUNAKAN ANTIBIOTIK PADA MASYARAKAT DI PASAR BAMBU BUNJERUK Cyntiya Rahmawati; Baiq Leny Nopitasari; Baiq Nurbaety; Baiq Lenysia Puspita Anjani; Safwan Safwan; Anna Pradiningsih; Nur Furqani; Iche Rahma Saputri; Ida Ayu Tiara Dita; Indah Rahmawati; Indri Natasari; Intan Sahira; Isti Aulia Febrianti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14588

Abstract

ABSTRAKSwamedikasi oleh masyarakat seringkali pada obat keras, termasuk antibiotik yang seharusnya didapatkan dengan resep dokter. Berdasarkan hasil riset di Indonesia menyatakan bahwa proporsi masyarakat yang menyimpan obat keras tanpa resep cukup tinggi, di antaranya termasuk antibiotik. Penggunaan antibiotik tanpa resep dokter dapat menyebabkan masalah kesehatan, yaitu tujuan pengobatan tidak tercapai bahkan terjadi resistensi bakteri. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada masyarakat di Pasar Bambu Bunjeruk menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat masih kurang tentang penggunaan antibiotik. Sehingga perlu dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk edukasi Bijak menggunakan antibiotik pada masyarakat di Pasar Bambu Bunjeruk dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penggunaan antibiotik yang benar. Metode yang digunakan adalah metode interaktif melalui CBIA (Cara Belajar Insan Aktif), yang dilakukan dengan ceramah dan memberikan brosur BIJAK menggunakan antibiotik. Sebelum dan sesudah edukasi, peserta diminta untuk mengisi kuesioner pengetahuan dan sikap terkait penggunaan antibiotik. Didapatkan hasil bahwa terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang Bijak menggunakan antibiotik dari pengetahuan kurang menjadi pengetahuan baik. Selain itu, terjadi peningkatan sikap masyarakat tentang Bijak menggunakan antibiotik dari sikap cukup menjadi sikap baik. Kata kunci: edukasi; antibiotik; bijak; peningkatan pengetahuan; pasar bambu bunjeruk ABSTRACTSelf-medication by the community is often on strong drugs, including antibiotics that should be obtained with a doctor's prescription. Based on the results of research in Indonesia, it is stated that the proportion of people who store strong drugs without a prescription is quite high, including antibiotics. The use of antibiotics without a doctor's prescription can cause health problems, namely, the goal of treatment is not achieved and even bacterial resistance occurs. Based on the results of observations made on the community at the Bunjeruk Bamboo Market, shows that the level of public knowledge is still lacking about the use of antibiotics. So it is necessary to carry out community service activities in the form of education on the wise use of antibiotics in the community at the Bunjeruk Bamboo Market to increase people's knowledge and attitudes toward the correct use of drugs. The method used is an interactive method through CBIA (Active Human Learning Method), which is carried out with lectures and giving BIJAK brochures using antibiotics. Before and after education, participants were asked to fill out a knowledge and attitude questionnaire regarding the use of antibiotics. The results showed that there was an increase in public knowledge about the wise use of antibiotics from less knowledge to good knowledge. In addition, there has been an increase in people's attitudes about the wise use of antibiotics from a moderate attitude to a good attitude. Keywords: education; antibiotics; wisdom; increase in knowledge; bunjeruk bamboo market
SOSIALISASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA GRIYA DALAM PEMANFAATAN DAUN KELOR MENJADI OLAHAN SEDIAAN GUMMY CANDIES (YUPPI) YANG BERNILAI EKONOMIS Yuli Fitriana; Irmatika Hendriyani; Dzun Haryadi Ittiqo; Nur Furqani; Baiq Nurbaety; Abdul Rahman Wahid; Melati Permata Hati; Taufan Hari Sugara
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15322

Abstract

ABSTRAKNutrceutical dapat didefinisikan sebagai makanan (bagian dari makanan) yang memberikan manfaat medis atau kesehatan, termasuk pencegahan dan atau pengobatan penyakit.  Salah satu bentuk sediaan nutrceutical ialah Soft candy. Tanaman yang sering dijumpai dan cukup tinggi untuk menangkal radikal bebas adalah tanaman daun kelor. Metode yang digunakan dalam pembuatan soft candy dari daun kelor adalah mengekstraksi dengan menggunakan metode maserasi yang akan diambil ekstraknya untuk dijadikan soft candy. Perlakuan uji terhadap soft candy antara lain uji flavonoid, organoleptis, dan fisika. Dalam uji flavanoid potif mengandung flavonoid pada sediaan soft candy. Kata kunci: soft candy; kelor; flavonoid ABSTRACTNutrceutical can be defined as food (part of food) that provides medical or health benefits, including the prevention and or treatment of disease. One of the nutrceutical dosage forms is soft candy. Plants that are often found and are tall enough to ward off free radicals are Moringa leaves. The method used in making soft candy from Moringa leaves is extraction using the maceration method which will be extracted to make soft candy. The test treatment for soft candy includes flavonoid, organoleptic, and physical tests. In the positive flavanoid test it contains flavonoids in soft candy preparations. Keywords: soft candy; moringa; flavonoid
Pengaruh Label Visual Risiko Merokok Terhadap Sikap Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram Cyntiya Rahmawati; Baiq Leny Nopitasari; Baiq Nurbaety; Nurul Qiyaam; Novianti Novianti
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 2 (2023): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i2.13173

Abstract

Label visual rokok saat ini berupa gambar risiko yang merupakan stimulus yang akan disikapi oleh konsumen rokok, yaitu merokok dapat menimbulkan berbagai penyakit. Perilaku merokok juga dilakukan di kalangan mahasiswa. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh label visual risiko merokok terhadap sikap mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram sebanyak 1.254 berdasarkan persentase kebiasaan merokok dengan jenis kelamin laki-laki di NTB sebesar 30,65% dengan sampel yang digunakan sebanyak 93 orang. Analisis data menggunakan metode analisis Regresi linier. Hasil dari penelitian ini menunjukan, terdapat pengaruh yang signifikan antara Label Visual Risiko Merokok terhadap Sikap Mahasiswa dengan pengaruh sebesar 40,8% dengan hubungan yang kuat antara keduanya yaitu 0,639. Kemudian dari tiga aspek sikap yang diteliti, terdapat pengaruh yang signifikan antara label visual dengan sikap kognitif dengan pengaruh sebesar 41,8% dengan hubungan yang kuat antara keduanya yaitu 0,647. Selanjutnya terdapat pengaruh yang signifikan pula antara label visual dengan sikap konatif dengan pengaruh sebesar 13,4% dengan hubungan yang rendah antara keduanya yaitu 0,366. Tetapi tidak ada pengaruh yang signifikan antara label visual dengan sikap afektif yang hanya berpengaruh 1,2% dengan hubungan yang sangat rendah yaitu 0,110.
EDUKASI PEMILIHAN DAN PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL YANG AMAN PADA MASYARAKAT DI DUSUN GUNUNG KOMAK DESA SETILING, LOMBOK TENGAH Baiq Lenysia Puspita Anjani; Cyntiya Rahmawati; Wirawan Adikusuma; Safwan Safwan; Uswaton Hasanah; Putu Gede Suriya Gunawan; Baiq Nurbaety; Nur Furqani; Baiq Leny Nopitasari; Anna Pradiningsih; Irmatika Hendriyani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.17830

Abstract

ABSTRAKObat tradisional yang beredar harus memenuhi persyaratan khasiat, keamanan, dan penandaan. Banyak beredar obat tradisional yang tidak teregistrasi terutama yang dijual secara online. Rendahnya pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai informasi tentang pemilihan dan penggunaan obat tradisional yang aman, ditambah dengan banyaknya informasi kurang tepat yang beredar melalui media sosial merupakan tantangan baru bagi Tenaga Kefarmasian untuk melakukan edukasi tentang pemilihan dan penggunaan obat tradisional yang aman. Adanya kejadian yang tidak diharapkan dari kesalahan pemilihan dan penggunaan obat tradisional juga menjadi faktor penting untuk melakukan edukasi pada masyarakat. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi kepada Masyarakat tentang obat tradisional. Pelaksanaan pra kegiatan meliputi survei lokasi kegiatan di Dusun Gunung Komak, proses pembuatan dan pencetakan leaflet. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada hari Minggu, 10 September 2023 bertempat di Dusun Gunung Komak. Leaflet yang telah disiapkan didistribusikan kepada peserta kegiatan. Pada tahap pasca kegiatan dilakukan evaluasi hasil dengan tanya jawab dan pengisian pertanyaan pre-intervensi dan post-intervensi tentang obat tradisional oleh Masyarakat. Edukasi Pemilihan dan Penggunaan Obat Tradisional yang Aman ini menunjukkan hasil yang baik terlihat dari adanya kenaikan nilai pada post-intervensi dibandingkan dengan pra-intervensi. Edukasi obat tradisional ini membuka wawasan Masyarakat tentang bagaimana memilih dan menggunakan obat tradisional yang aman. Pengetahuan tentang obat tradisional ini juga akan meminimalisir kejadian penyalahgunaan obat dan perederaan obat ilegal yang belum terdaftar BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Kata kunci: obat tradisional; edukasi; dusun gunung komak desa setiling ABSTRACTCirculating folk remedies must meet the requirements of efficacy, safety and marking. Many traditional medicines are circulating that are not registered, especially those sold online. The low public understanding and awareness of information about the selection and use of safe traditional medicines, coupled with the large amount of inappropriate information circulating through social media is a new challenge for Pharmaceutical Personnel to educate about the selection and use of safe traditional medicines. The unexpected occurrence of errors in the selection and use of traditional medicine is also an important factor for educating the public. The purpose of this activity is to educate the public about traditional medicine. The pre-activity implementation includes a survey of the location of activities in Gunung Komak Hamlet, the process of making and printing leaflets. The activity will be carried out on Sunday, September 10, 2023 at Gunung Komak Hamlet. The prepared leaflets were distributed to the participants of the activity. In the post-activity stage, evaluation of the results was carried out with questions and answers and filling in pre-intervention and post-intervention questions about traditional medicine by the community. This Education on the Selection and Use of Safe Traditional Medicine shows good results as seen from the increase in post-intervention scores compared to pre-intervention. This traditional medicine education opens people's insight on how to choose and use safe traditional medicines. Knowledge of traditional medicine will also minimize the incidence of drug abuse and illegal drug circulation that has not been registered with BPOM (Food and Drug Supervisory Agency). Keywords: traditional medicine; education; gunung komak hamlet setiling village
EDUKASI PEMILIHAN PRODUK KOSMETIK YANG AMAN DAN HALAL DI KALANGAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH MATARAM Hati, Melati Permata; Nurbaety, Baiq; Fitriana, Yuli; Furqoni, Nur; Sugara, Taufan Hadi; Wahid, Abdul Rahman; Ittiqo, Dzun Haryadi
Journal of Community Empowerment Vol 2, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/joce.v2i2.20332

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Kosmetika merupakan salah satu produk farmasi yang digunakan oleh semua kalangan dan pengguna kosmetika terbanyak adalah generasi milenial. Permintaan pasar akan kosmetik terus meningkat, hal ini mendorong berkembangnya industri kosmetika di Indonesia. Sehingga jenis dan merk kosmetika yang beredar di pasar terus meningkat termasuk kosmetika ilegal yang mengandung bahan berbahaya yang dilarang penggunaannya dalam  kosmetika. Generasi milenial akrab dengan dunia media sosial dan akun jual beli barang online merupakan salah satu konsumen kosmetika yang perlu mendapatkan edukasi tentang cara memilih kosmetika yang aman dan halal. Oleh karena itu, tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk mengedukasi pentingnya memilih  kosmetik  yang  aman  dan  halal  kepada  mahasiswa  di  Universitas Muhammadiyah Mataram khususnya mahasiswa program studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) yang diharapkan lebih bertemu dengan orang banyak di dalam dunia pekerjaannya. Sosialisasi ini dilakukan dengan pretes, pemberian leaflet, edukasi secara langsung dan postes kepada 20 mahasiswa. Keberhasilan kegiatan ini didapatkan dengan membandingkan hasil pretes dan postes peserta terhadap pengetahuan mengenai pemilihan kosmetik yang halal dan tersertifikasi BPOM. Kegiatan ini dinilai berhasil memperbaiki pengetahuan mengenai pemilihan produk kosmetik yang halal dan tersertifikasi BPOM semua partisipan dengan nilai rata-rata postes lebih tinggi dibandingkan pretes yaitu dengan hasil rata-rata pretes(90) dan postes(96,6). Kata kunci: Kosmetik ilegal; generasi milenial ABSTRACTCosmetics are a kind of pharmaceutical product that is used in all generations and millennials made up the largest share of consumers. The cosmetic product market in Indonesia has widespread increased along with the large of consumers. This condition also invited the presence of unethical market businesses that provide illegal cosmetic products with harmless components product in the Indonesian cosmetic market, including the online market. Based on this problem, the millennial generation must know how to choose halal and BPOM-labeled cosmetic products. Therefore, it is important to conduct socialization in the millennial generation. This study was educated and socialized students in Fisipol Universitas Muhammadiyah Mataram who will be working in large social communication. 20 participants were given a leaflet, pre-test, direct material presentation and post-test to 20 participants. The results of their level of understanding about choosing halal and BPOM-labeled cosmetic products was comparing means score pretest and posttest. This study reported the posttest means score (96,6) is higher than the pretest means score (90) so that education and socialization improved participant understanding in choosing halal and BPOM-labeled products. Keywords: illegal cosmetics; millennial generation  
Hamil usia muda dan stunting pada balita usia 12-59 bulan di Kabupaten Lombok Timur Catur Esty Pamungkas; Siti Mardiyah WD; Baiq Nurbaety
Jurnal Kebidanan Vol 10, No 2 (2021): August 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jk.10.2.2021.141-148

Abstract

Stunting mengindikasikan masalah gizi kronis  yang berlangsung lama. Kejadian stunting berhubungan dengan berbagai macam faktor salah satunya kehamilan saat muda. Prevalensi stunting di Kabupaten Lombok Timur meningkat yaitu sebesar 34,6% pada tahun 2016 menjadi 35,1% pada tahun 2017. Kehamilan saat muda meningkatkan kejadian stunting pada balita, hal ini dikaitkan dengan kebutuhan nutrisi selama hamil dan bayi yang dikandungnya. Kehamilan saat muda berdampak pada prilaku ibu saat mengasuh bayi, perilaku ibu postpartum serta kesehatan bayi dan anak, sehingga mempengaruhi pertumbuhan anak dan berakibat stunting. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kehamilan usia muda dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan. Metode penelitian ini menggunakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 789 responden pada anak balita usia 12-59 bulan dengan teknik consecutive sampling. Analisis uji statistik menggunakan analisis bivariate dengan Chi Square dan multivariate menggunakan uji regresi logistik dengan tingkat kemaknaan 5% dan CI 95%. Hasil penelitian didapatkan ibu hamil saat usia muda (< 21 tahun) sebanyak 136 responden (17%), hamil usia muda memiliki hubungan bermakna dengan kejadian stunting dengan mengontrol variabel pendapatan keluarga, dan jumlah anggota keluarga dengan nilai OR 1.59 (CI 95%: 1.086-2.328). Pendapatan keluarga menjadi variabel dominan dalam penelitian ini dengan nilai OR 2.246 (1.472-3.427).
PENCEGAHAN WITHDRAWAL SYNDROMES DENGAN EDUKASI PENGGUNAAN ANTISPIKOTIK DI RSJ MUTIARA SUKMA Anna Pradiningsih; Baiq Leny Nopitasari; Nurul Qiyaam; Cyntiya Rahmawati; Safwan Safwan; Baiq Nurbaety; Baiq Lenysia Puspita Anjani; Widayatul Khairi; Rihhadatul Aisy; Rendy Alya Praja; Purnama Supyan Assauri; Rozali Bayu Sugarda
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.20150

Abstract

ABSTRAKAntipsikotik merupakan golongan obat yang digunakan untuk gangguan psikotik. Penarikan obat yang tiba-tiba yang memicu efek samping obat dapat dikatakan dengan gejala putus obat atau Withdrawal Syndromes. Tujuan kegiatan pengabdian untuk memberikan edukasi terkait pengetahuan gejala putus obat antipsikotik. Metode yang digunakan yakni ceramah menggunakan alat peraga leaflet namun sebelumnya terlebih dahulu diberikan 10 pertanyaan mengenai edukasi untuk pre test setelah itu diberikan post test, target kegiatan yakni pasien yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit RSJ Mutiara Sukma. Hasil kegiatan di dapatkan 21 pasien penggunaan antipsikotik yang terdiri dari 17 pasien laki-laki dan 4 pasien perempuan, didapatkan persentase pretest sebesar 62.86% jawaban yang sesuai sedangkan persentase post test sebesar 68.09%, sedangkan selisih persentase yang didapatkan sebesar 5.23%. Kesimpulan didapatkan pemberian edukasi dapat meningkatkan pengetahuan tentang putus obat penggunaan antipsikotika sebesar 5,23%. Kata kunci: putus obat; antipsikotik ABSTRACT Antipsychotics are a class of drugs used for psychotic disorders. Abrupt withdrawal of medication that triggers side effects can be referred to as withdrawal syndromes. The purpose of this community service activity is to provide education related to the knowledge of antipsychotic withdrawal symptoms. The method used is a lecture using visual aids such as leaflets, preceded by a pre-test consisting of 10 questions about education. Afterward, a post-test is administered to patients undergoing inpatient care at Mutiara Sukma Mental Hospital. The results of the activity revealed 21 patients using antipsychotics, comprising 17 male patients and 4 female patients. The pretest percentage was 62.86% correct answers, while the post-test percentage was 68.09%, resulting in a difference of 5.23%. In conclusion, education can improve knowledge about antipsychotic withdrawal by 5.23%. Keywords: withdrawal syndromes; antipsychotics
Anti Inflammatory And Anti Bacterial Activity Of Sumbawa Oil Sugara, Taufan Hari; Nurbaety, Baiq
Pharmaciana Vol. 8 No. 2 (2018): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v8i2.8010

Abstract

Sumbawa oil is a traditional ingredient that known as local wisdom of the island society of Sumbawa. It is believed to treat wounds, sprains, rheumatism, thrush and toothache. This study aims to determine the the effectiveness of anti-inflammatory and antibacterial activity of sumbawa oil products based on the types of raw materials and its phytochemical compounds. There are 3 stages in this research, consists of collecting various trademark of sumbawa oil product, determining type of raw material and analysis of phytochemical compound, followed by pharmacological activity test (Anti-inflammatory and antibacterial). Anti-inflammatory test was performed by observing the decrease of percentage inflammation of 21 white rats in 7 groups of egg white injection treatment. Antibacterial test using TSA method by observing the inhibition zone against S. aureus and E. coli bacteria. The results showed that Sumbawa oil products are known to contain secondary metabolite compounds of saponins, Triterpenoids, steroids and Flavonoids. All samples of Sumbawa oil products showed anti-inflammatory activity based on a decrease in the percentage of inflammation in the white rats leg for 6 hours of observation. Sumbawa oil also shows antibacterial activity in the strong category and has a wide spectrum because it can inhibit the growth of gram positive and negative bacteria each of 11,83-14,67 mm and 10,67-12,33 mm.  This study concluded that Sumbawa oil was shown to have antiinflamatory and antibacterial activity even though its value was still lower than standard drug.
Pengaruh Pelayanan Informasi Obat Terhadap Tingkat Pengetahuan Beyond Use Date Obat Nurbaety, Baiq; Rahmawati, Cyntiya; Anjani, Baiq Lenysia Puspita; Akbar, Shah Iqbal Ikraman
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 3, No 2 (2022): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v3i2.9680

Abstract

ABSTRAKPada setiap rumah biasanya orang menyimpan obat sebagai persediaan atau merupakan sisa dari pemakaian sebelumnya. Sebelum menggunakan obat salah satu hal yang menjadi patokan obat tersebut masih layak digunakan adalah Expired Date (ED). ED merupakan batas waktu penggunaan obat setelah diproduksi oleh pabrik, sebelum kemasannya dibuka. Dalam praktiknya tidak jarang terjadi salah pengertian terkait tanggal kadaluawarsa obat setelah kemasan dibuka. Beyond Use Date merupakan batas waktu penggunaan obat diracik atau disiapkan atau setelah kemasan primernya dibuka atau rusak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian informasi obat melalui leaflet terhadap tingkat pengetahuan masyarakat terkait beyond use date. Penelitian ini dirancang dengan desain ekperimental dengan pemberian kuesioner pre dan post pemberian informasi obat dengan leaflet pada mahasiswa ISMAKES Kota Mataram yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi yang dianalisis dengan metode Paired Sampels t-test. Berdasarkan hasil penelitian pada 35 responden didapatkan tingkat pengetahuan saat pretest yaitu baik sebesar 51.43%, cukup 45.715 dan kurang 2.86% sedangkan saat post pemberian informasi terjadi peningkatan tingkat pengetahuan responden yaitu baik sebesar 82.86%, cukup sebesar 17.14% dan kurang 0%. Hasil analisis menggunakan uji paired sampels T-Test menunjukkan nilai sig. 0.000 yang artinya terdapat pengaruh pada pemberian pelayanan informasi obat tentang BUD terhadap tingkat pengetahuan responden. Kata kunci : Tingkat Pengetahuan; Beyond Use Date; Obat.ABSTRACTIn every house, people usually store drugs as supplies or are left over from previous use. Before using a drug, one of the things that determines whether the drug is still suitable for use is the Expired Date (ED). ED is the time limit for the use of drugs after they are produced by the factory, before the packaging is opened. In practice, it is not uncommon for misunderstandings to occur regarding the expiration date of the drug after the packaging is opened. Beyond Use Date is the time limit for using the drug to be formulated or prepared or after the primary packaging is opened or damaged. The purpose of this study was to determine the effect of providing drug information through leaflets on the level of public knowledge regarding beyond use date. This study was designed with an experimental design by giving pre and post questionnaires giving drug information with leaflets to ISMAKES students in Mataram City who met the inclusion and exclusion criteria which were analyzed using the Paired Samples t-test method. Based on the results of the research on 35 respondents, it was found that the level of knowledge at the pretest was good at 51.43%, sufficient was 45,715 and less was 2.86%, while at the time of post giving information there was an increase in the level of knowledge of respondents, namely good at 82.86%, sufficient at 17.14% and less than 0%. The results of the analysis using the paired samples T-Test show the sig value. 0.000 which means that there is an influence on the provision of drug information services about BUD on the level of knowledge of respondents.Keywords : Knowledge Level; Beyond Use Date; Medicine
Evaluation of Adverse Drug Reactions (ADRs) in Breast Cancer Patients Who Received Doxorubicin, Cyclophosphamide (AC) and Doxorubicin, Cyclophosphamide, Paclitaxel (AC-T) Chemotherapy at West Nusa Tenggara Provincial Hospital Baiq Lenysia Puspita Anjani; Baiq Nurbaety; Baiq Leny Nopitasari; Rahma Nanda Muriani
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v11i22024.253-259

Abstract

Background: Chemotherapy is commonly used to treat breast cancer (BC). Chemotherapy may cause ADRs in patients, affecting their physical and psychological wellbeing. Objective: To understand the adverse drug reaction (ADR) profile in patients with breast cancer who received AC-T and AC chemotherapy at the West Nusa Tenggara Provincial Hospital. Methods: This observational study used cross-sectional data collected from medical records and direct interviews with the patients between May and June. Probability categories were measured using the Naranjo algorithm questionnaire, causality categories were measured using a causality flowchart, and the severity level of ADRs was determined using the Common Terminology Criteria for Adverse Events (CTCAE) 5.0. Results: The probability results for the AC-T regimen were as follows: possible (10 %), probable (54.44 %), and definite (35.56 %). whereas The AC regimen showed categories of possible (6.67%), probable (63.33%), and definite (30%). The causality results for the AC-T regimen were categorized as unlikely (1.11%), possible (12.22%), probable (25.56%), or certain (61.11%), whereas those for the AC regimen were categorized as possible (6.67%), probable (43.33%), or certain (50%). The most common ADRs were alopecia and nausea, with the highest probability in the probable category for AC-T (54.44%) and AC (63.33%), respectively. Conclusion: Respondents who received the AC-T regimen experienced more severe ADRs in terms of hematologic disorders (anemia, leukopenia, and thrombocytopenia) and symptoms of nausea, pain, and fever than those who received the AC regimen.
Co-Authors Abdul Rahman Wahid Abdul Rahman Wahid Affandi, Rizal Agus Suprianto Akbar, Shah Iqbal Ikraman Alvi Kusuma Wardani Ana Setia Haeroni Anak Agung Gede Sugianthara Anisa Anisa Anna Pradiningsih Anna Pradiningsih Arif Rahman Baiq Dwigita Wahyu Izzati Baiq Leny Nopitasari Baiq Leny Nopitasari Baiq Leny Nopitasari Baiq Leny Nopitasari Baiq Lenysia Puspita Anjani Baiq Lenysia Puspita Anjani, Baiq Lenysia Puspita Bimantika, Fara Mutia Catur Esty Pamungkas Cyntiya Rahmawati Dwi Kartika Cahyaningtyas Dyah Aryani Perwitasari Dzun Haryadi Ittiqo Ekarani Suryaningsih Eko Satria Putra Firliani, Firliani Furqani, Nur Furqoni, Nur Hafni Zuhroh Hapsari, Yunita Hardiani, Baiq Rizki Hendriyani, Irmatika Iche Rahma Saputri Ida Ayu Tiara Dita Igayatni, Rahayu Indah Rahmawati Indri Natasari Indriyani Makmun, Indriyani Intan Sahira Iradhatullah, Sri Putriani Irmatika Hendriyani Isti Aulia Febrianti Ittiqo, Dzun Haryadi Lestari, Cahaya Indah Listi, Iqro Suryati Mahacita Andanalusia Maharani, Anggina Putri Nabila Mardiyah WD, Siti Mayada, Silhiyatun Melati Permata Hati Muhammad Faisal Nadya Silva Rosa Ningsih, Risma Widia Nopitasari B. L. Nopitasari, Baiq Leny Novianti Novianti Nur Fauziah Nur Furqani Nur Furqoni NURSELA HIJRIANI Nurul Qamariah Rista Andaruni Nurul Qiyaam, Nurul Pamungkas C. E. Pamungkas, Catur Esty Partini, Tien Pradiningsih, Anna Purnama Supyan Assauri Puspitasari, Sintha Putra, Eko Satria Putri Jeniti Putu Gede Suriya Gunawan Rahma Nanda Muriani Rahmawati, Cyntiya Rasmiwati, Rasmiwati Rendy Alya Praja Rihhadatul Aisy Rizka Andalusia Rizka Andalusia Rosdiawati, Rosdiawati Rospia, Evi Diliana Rozali Bayu Sugarda Safitri, Santi Safwan Safwan Safwan Safwan, Safwan Saptahadi, Lalu Iman Saputra, Yoga Dwi Shah Iqbal Ikraman Akbar Siti Mardiyah WD Sugara, Taufan Hadi Taufan Hari Sugara Tien Partini Uswaton Hasanah Wahid, Abdul Rahman Wardani, Alvi Kusuma WD, Siti Mardiyah Widayatul Khairi Wirawan Adikusuma Yuli Fitriana Yuli Fitriana Yuli Fitriani