Claim Missing Document
Check
Articles

Sosialisasi dan edukasi dapatkan, gunakan, simpan dan buang (DAGUSIBU) obat di SMAN 10 Mataram Baiq Nurbaety; Taufan Hadi Sugara; Yuli Fitriana; Melati Permata Hati; Nur Furqani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23935

Abstract

AbstrakPengelolaan obat di masyarakat mulai dari prosedur mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang sisa obat tidak boleh dianggap remeh, karena jika salah melakukan pengelolaan obat, maka akan berakibat sangat fatal bagi diri kita sendiri atau konsumen obat. Pengetahuan siswa SMAN 10 Mataram masih rendah tentang penggunaan obat yang rasional. Pemahaman siswa masih kurang dalam memahami obat apa saja yang boleh dibeli tanpa resep dan harus memakai resep dokter danpengelolaan obat dirumah seperti cara menyimpan obat dengan benar dan membuang obat yang telah rusak atau kadaluarsa. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi terkait DAGUSIBU kepada siswa SMAN 10 Mataram. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah, pemberian brosur dan metode pre - post test dalam bentuk kuesioner. Subyek pengabdian kepada masyarakat ini adalah siswa SMAN 10 Mataram. Instrumen yang digunakan adalah power point, brosur dan kuesioner. Berdasarkan hasil pretest dan posttest dari kegiatan yang dilakukan dapat dilihat terjadi peningkatan pengetahuan siswa SMAN 10 Mataram tentang DAGUSIBU dari nilai rata-rata pretest peserta adalah 75% (Cukup) meningkat menjadi 87,72% (Baik) pada saat posttest. Hal ini menunjukkan bahwa para peserta dapat menerima edukasi yang diberikan dengan baik. Kata kunci: sosialisasi; edukasi; siswa; DAGUSIBU AbstractManagement of medicines in the community, starting from procedures for obtaining, using, storing and disposing of remaining medicines, should not be taken lightly, because if you mismanage medicines, it will have very fatal consequences for ourselves or medicine consumers. SMAN 10 Mataram students' knowledge is still low regarding the rational use of drugs. Students' understanding is still lacking in understanding what medicines can be purchased without a prescription and must use a doctor's prescription and manage medicines at home, such as how to store medicines properly and dispose of medicines that have been damaged or expired. This community service activity aims to provide information related to DAGUSIBU to students of SMAN 10 Mataram. The methods used in this activity are the lecture method, giving brochures and the pre-post test method in the form of a questionnaire. The subjects of this community service are students of SMAN 10 Mataram. The instruments used were power points, brochures and questionnaires. Based on the results of the pretest and posttest from the activities carried out, it can be seen that there was an increase in SMAN 10 Mataram students' knowledge about DAGUSIBU from the average pretest score of participants being 75% (Fair) increasing to 87.72% (Good) at the time of the posttest. This shows that the participants can receive the education provided well. Keywords: socialization; education; student; DAGUSIBU
Edukasi pengelolaan limbah obat dalam rumah tangga di Desa Labuapi Baiq Nurbaety; Yuli Fitriana; Dzun Haryadi Ittiqo; Taufan Hari Sugara; Nur Furqani; Baiq Leny Nopitasari; Risma Widia Ningsih; Rosdiawati Rosdiawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27944

Abstract

AbstrakLimbah medis merupakan limbah yang mengandung bahan atau kandungan yang dapat menginfeksi seseorang atau makhluk hidup di sekitarnya. Pada umumnya, masyarakat belum mengetahui bahwa pengolahan limbah medis dan limbah rumah tangga memiliki perbedaan. Pembuangan obat dan sediaan farmasi lain secara tidak tepat akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti obat dijual kembali secara ilegal dan disalahgunakan, terutama jika obat dibuang dalam kemanasan aslinya. Masyarakat di Desa Labuapi masih banyak yang belum memahami tentang cara pembuangan limbah obat rumah tangga dengan baik dan benar. Masyarakat yang menangani obat yang rusak/kadaluwarsa dengan cara dibuang ke tempat sampah rumah tangga dan penyimpanan obat yang tidak terpakai dilakukan hingga mencapai tanggal kadaluwarsa. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk  memberikan  informasi pengelolaan limbah obat rumah tangga di Desa Labuapi. Peserta yang terlibat dalam pengabdian ini sejumlah 23 orang yang terdiri dari perwakilan ibu rumah tangga, kader dan karang taruna. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah, pemberian leaflet, booklet dan metode pre - post test dalam bentuk kuesioner. Subyek pengabdian kepada masyarakat ini adalah masyarakat Desa Labuapi. Berdasarkan hasil pretest dan posttest dari kegiatan tersebut dapat dilihat terjadi peningkatan  pengetahuan  masyarakat Desa Labuapi tentang pengelolaan limbah obat rumah tangga. Pada saat pretest nilai rata-rata peserta adalah 43,47% yang dalam kategori kurang sedangkan pada saat posttest nilai rata-rata peserta meningkat menjadi 78,69% yang dalam kategori Baik. Hal ini menunjukkan bahwa para peserta dapat menerima edukasi yang diberikan dengan baik. Kata kunci: pengelolaan; limbah obat; rumah tangga; desa labuapi AbstractMedical waste is waste that contains materials or ingredients that can infect a person or living creatures around them. In general, people do not know that the processing of medical waste and household waste is different. Improper disposal of medicines and other pharmaceutical preparations will result in undesirable things such as illegal resale of medicines and misuse, especially if the medicines are thrown away in their original packaging. Many people in Labuapi Village still do not understand how to dispose of household medicinal waste properly and correctly. People handle damaged/expired medicine by throwing it in the household trash and storing unused medicine until it reaches the expiry date. The aim of this community service activity is to provide information on household drug waste management in Labuapi Village. There were 23 participants involved in this service consisting of representatives of housewives, cadres and youth organizations. The methods used in this activity are the lecture method, giving leaflets, booklets and the pre-post test method in the form of a questionnaire. The subjects of this community service are the people of Labuapi Village. Based on the pretest and posttest results from this activity, it can be seen that there has been an increase in the knowledge of the Labuapi Village community regarding household drug waste management. During the pretest the participants' average score was 43.47% which was in the poor category, while during the posttest the participants' average score increased to 78.69% which was in the Good category. This shows that the participants can receive the education provided well. Keywords: management; medicinal waste; household; labuapi village
Co-Authors Abdul Rahman Wahid Abdul Rahman Wahid Affandi, Rizal Agus Suprianto Akbar, Shah Iqbal Ikraman Alvi Kusuma Wardani Ana Setia Haeroni Anak Agung Gede Sugianthara Anisa Anisa Anna Pradiningsih Anna Pradiningsih Arif Rahman Baiq Dwigita Wahyu Izzati Baiq Leny Nopitasari Baiq Leny Nopitasari Baiq Leny Nopitasari Baiq Leny Nopitasari Baiq Lenysia Puspita Anjani Baiq Lenysia Puspita Anjani, Baiq Lenysia Puspita Bimantika, Fara Mutia Catur Esty Pamungkas Cyntiya Rahmawati Dwi Kartika Cahyaningtyas Dyah Aryani Perwitasari Dzun Haryadi Ittiqo Ekarani Suryaningsih Eko Satria Putra Firliani, Firliani Furqani, Nur Furqoni, Nur Hafni Zuhroh Hapsari, Yunita Hardiani, Baiq Rizki Hendriyani, Irmatika Iche Rahma Saputri Ida Ayu Tiara Dita Igayatni, Rahayu Indah Rahmawati Indri Natasari Indriyani Makmun, Indriyani Intan Sahira Iradhatullah, Sri Putriani Irmatika Hendriyani Isti Aulia Febrianti Ittiqo, Dzun Haryadi Lestari, Cahaya Indah Listi, Iqro Suryati Mahacita Andanalusia Maharani, Anggina Putri Nabila Mardiyah WD, Siti Mayada, Silhiyatun Melati Permata Hati Muhammad Faisal Nadya Silva Rosa Nopitasari B. L. Nopitasari, Baiq Leny Novianti Novianti Nur Fauziah Nur Furqani Nur Furqoni NURSELA HIJRIANI Nurul Qamariah Rista Andaruni Nurul Qiyaam, Nurul Pamungkas C. E. Pamungkas, Catur Esty Partini, Tien Pradiningsih, Anna Purnama Supyan Assauri Puspitasari, Sintha Putra, Eko Satria Putri Jeniti Putu Gede Suriya Gunawan Rahma Nanda Muriani Rahmawati, Cyntiya Rasmiwati, Rasmiwati Rendy Alya Praja Rihhadatul Aisy Risma Widia Ningsih Rizka Andalusia Rizka Andalusia Rosdiawati Rosdiawati Rosdiawati, Rosdiawati Rospia, Evi Diliana Rozali Bayu Sugarda Safitri, Santi Safwan Safwan Safwan Safwan, Safwan Saptahadi, Lalu Iman Saputra, Yoga Dwi Shah Iqbal Ikraman Akbar Siti Mardiyah WD Sugara, Taufan Hadi Taufan Hadi Sugara Taufan Hari Sugara Tien Partini Uswaton Hasanah Wahid, Abdul Rahman Wardani, Alvi Kusuma WD, Siti Mardiyah Widayatul Khairi Wirawan Adikusuma Yuli Fitriana Yuli Fitriana Yuli Fitriani