Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS SUPLEMENTASI MIKRONUTRIEN PADA IBU HAMIL ANEMIA TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN (HB) DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Pamungkas, Catur Esty; makmun, indriyani; Rospia, Evi Diliana; Cahyaningtyas, Dwi Kartika; nurbaety, Baiq; wd, siti mardiyah; Lestari, Cahaya Indah; Listi, Iqro Suryati; Firliani, Firliani
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram Vol 10, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/mj.v10i2.33125

Abstract

Kekurangan zat besi saat hamil menyebabkan cadangan zat besi menipis, sehingga sulit bagi ibu hamil untuk mendapatkan zat besi yang cukup dari cadangan makanan selama kehamilannya. Saat ini upaya suplementasi difokuskan pada penyediaan zat besi, asam folat, yodium, kalsium, dan beberapa formulasi mikronutrien [1] untuk mengatasi ibu hamil anemia. Penelitian ini bertujuan melihat efektivitas suplementasi mikronutrien terhadap peningkatan kadar Hb ibu hamil anemia. Metode penelitian Quasi eksperiment dengan pemberian intervensi dan membandingkan kelompok ibu hamil yang diberikan suplementasi mikronutrien dan kelompok ibu hamil yang diberikan tablet fe asam folat. Hasil kelompok intervensi tablet fe didapatkan peningkatan kadar hemoglobin 0,54 pada ibu hamil anemia. Pada kelompok intervensi mikronutrien didapatkan peningkatan kadar Hb lebih tinggi sebanyak 1,35 dan hubungan yang signifikan pada pemberian suplementasi mikronutrien terhadap peningkatan kadar hb ibu hamil.
Antibacterial Activity Test of Ethanol Extract of Palm Leaves (Catharantus roseus) Against Staphylococcus aureus and Escherichia coli Bacteria Fitriana, Yuli; Iradhatullah, Sri Putriani; Sugara, Taufan Hari; Hendriyani, Irmatika; Nurbaety, Baiq; Faisal, Muhammad
THRIVE Health Science Journal Vol. 2 No. 2 (2025): September
Publisher : Balai Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56566/thrive.v2i2.424

Abstract

Ethanol extract of virgin palm leaves (Catharantus roseus) contains active compounds that have potential as natural antibacterial. This study aims to test the antibacterial activity of the extract against Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. The leaves of the tread are extracted using the maceration method with a 70% ethanol solvent. The extraction results showed a yield of 6.1% and the identification of compound content showed the presence of alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and phenols. The antibacterial test was carried out by disc diffusion method using concentrations of 60%, 80%, and 100%. Antibacterial activity was tested by calculating the resulting inhibition zones against both types of bacteria. The results showed that in Staphylococcus aureus bacteria, the concentration of 100% resulted in an inhibition zone of 11.66 mm which was classified as strong. In contrast, in Escherichia coli bacteria, the same concentration resulted in an inhibition zone of 2.66 mm which was in the weak category. This difference in effectiveness is due to the cell wall structure of gram-positive and gram-negative bacteria. The results of this study identified that ethanol extract of virgin leaves has a greater potential for gram-positive bacteria than gram-negative. The ethanol extract of virgin leaves demonstrated antibacterial activity against both Staphylococcus aureus and Escherichia coli, with stronger effects observed against S. aureus.
PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN LEUKEMIA AKUT DEWASA DENGAN FEBRILE NEUTROPENIA SETELAH PEMBERIAN KEMOTERAPI AGRESIF DI RUMAH SAKIT KANKER DHARMAIS JAKARTA Nurbaety, Baiq; Perwitasari, Dyah Aryani; Andalusia, Rizka
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 11 No. 2: September 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v11i2.1877

Abstract

Pasien dengan penyakit leukemia pada umumnya rentan terhadap infeksi dan apabila terkena infeksi seringkali sulit diatasi. Pemilihan antibiotika harus berdasarkan hasil kultur, pola resistensi serta guideline yang ada karena mikroorganisme dan sensitivitasnya terhadap antibiotika senantiasa berubah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotika pada pasien dewasa dengan leukemia akut yang mengalami febrile neutropenia setelah pemberian kemoterapi di RS Kanker Dharmais Jakarta. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional deskriptif dengan pengambilan data pasien secara retrospektif dan prospektif periode bulan Januari - Mei 2014. Data semua pasien yang memenuhi kriteria inklusi diambil dari catatan rekam  medis pasien. Pada penelitian ini terdapat 18 episode febrile neutropenia pada pasien dewasa dengan leukemia akut. Pengggunaan antibiotika empirik monoterapi ditemukan sejumlah 10 episode (55,56%) dan yang terbanyak digunakan adalah sefepim (27,78%) sedangkan penggunaan antibiotika empirik kombinasi ditemukan sejumlah 8 episode (44,44%) dan yang terbanyak adalah kombinasi sefepim dengan amikasin (22,22%). Pada 16 episode (88,89%)  regimen antibiotika yang digunakan telah sesuai dengan guideline terbaru dari IDSA, NCCN dan Panduan  Tatalaksana Febrile Neutropeni / Demam Neutropenia pada Pasien Kanker. Antibiotika empirik yang digunakan sesuai dengan hasil kultur adalah sebesar 66,67%. Durasi antibiotika yang diberikan pada pasien febrile neutropenia adalah 6 sampai 34 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien yang mengalami keberhasilan terapi sebanyak 16 episode (88,89%). 
Sosialisasi dan edukasi dapatkan, gunakan, simpan dan buang (DAGUSIBU) obat di SMAN 10 Mataram Baiq Nurbaety; Taufan Hadi Sugara; Yuli Fitriana; Melati Permata Hati; Nur Furqani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23935

Abstract

AbstrakPengelolaan obat di masyarakat mulai dari prosedur mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang sisa obat tidak boleh dianggap remeh, karena jika salah melakukan pengelolaan obat, maka akan berakibat sangat fatal bagi diri kita sendiri atau konsumen obat. Pengetahuan siswa SMAN 10 Mataram masih rendah tentang penggunaan obat yang rasional. Pemahaman siswa masih kurang dalam memahami obat apa saja yang boleh dibeli tanpa resep dan harus memakai resep dokter danpengelolaan obat dirumah seperti cara menyimpan obat dengan benar dan membuang obat yang telah rusak atau kadaluarsa. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi terkait DAGUSIBU kepada siswa SMAN 10 Mataram. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah, pemberian brosur dan metode pre - post test dalam bentuk kuesioner. Subyek pengabdian kepada masyarakat ini adalah siswa SMAN 10 Mataram. Instrumen yang digunakan adalah power point, brosur dan kuesioner. Berdasarkan hasil pretest dan posttest dari kegiatan yang dilakukan dapat dilihat terjadi peningkatan pengetahuan siswa SMAN 10 Mataram tentang DAGUSIBU dari nilai rata-rata pretest peserta adalah 75% (Cukup) meningkat menjadi 87,72% (Baik) pada saat posttest. Hal ini menunjukkan bahwa para peserta dapat menerima edukasi yang diberikan dengan baik. Kata kunci: sosialisasi; edukasi; siswa; DAGUSIBU AbstractManagement of medicines in the community, starting from procedures for obtaining, using, storing and disposing of remaining medicines, should not be taken lightly, because if you mismanage medicines, it will have very fatal consequences for ourselves or medicine consumers. SMAN 10 Mataram students' knowledge is still low regarding the rational use of drugs. Students' understanding is still lacking in understanding what medicines can be purchased without a prescription and must use a doctor's prescription and manage medicines at home, such as how to store medicines properly and dispose of medicines that have been damaged or expired. This community service activity aims to provide information related to DAGUSIBU to students of SMAN 10 Mataram. The methods used in this activity are the lecture method, giving brochures and the pre-post test method in the form of a questionnaire. The subjects of this community service are students of SMAN 10 Mataram. The instruments used were power points, brochures and questionnaires. Based on the results of the pretest and posttest from the activities carried out, it can be seen that there was an increase in SMAN 10 Mataram students' knowledge about DAGUSIBU from the average pretest score of participants being 75% (Fair) increasing to 87.72% (Good) at the time of the posttest. This shows that the participants can receive the education provided well. Keywords: socialization; education; student; DAGUSIBU
Edukasi pengelolaan limbah obat dalam rumah tangga di Desa Labuapi Baiq Nurbaety; Yuli Fitriana; Dzun Haryadi Ittiqo; Taufan Hari Sugara; Nur Furqani; Baiq Leny Nopitasari; Risma Widia Ningsih; Rosdiawati Rosdiawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27944

Abstract

AbstrakLimbah medis merupakan limbah yang mengandung bahan atau kandungan yang dapat menginfeksi seseorang atau makhluk hidup di sekitarnya. Pada umumnya, masyarakat belum mengetahui bahwa pengolahan limbah medis dan limbah rumah tangga memiliki perbedaan. Pembuangan obat dan sediaan farmasi lain secara tidak tepat akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti obat dijual kembali secara ilegal dan disalahgunakan, terutama jika obat dibuang dalam kemanasan aslinya. Masyarakat di Desa Labuapi masih banyak yang belum memahami tentang cara pembuangan limbah obat rumah tangga dengan baik dan benar. Masyarakat yang menangani obat yang rusak/kadaluwarsa dengan cara dibuang ke tempat sampah rumah tangga dan penyimpanan obat yang tidak terpakai dilakukan hingga mencapai tanggal kadaluwarsa. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk  memberikan  informasi pengelolaan limbah obat rumah tangga di Desa Labuapi. Peserta yang terlibat dalam pengabdian ini sejumlah 23 orang yang terdiri dari perwakilan ibu rumah tangga, kader dan karang taruna. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah, pemberian leaflet, booklet dan metode pre - post test dalam bentuk kuesioner. Subyek pengabdian kepada masyarakat ini adalah masyarakat Desa Labuapi. Berdasarkan hasil pretest dan posttest dari kegiatan tersebut dapat dilihat terjadi peningkatan  pengetahuan  masyarakat Desa Labuapi tentang pengelolaan limbah obat rumah tangga. Pada saat pretest nilai rata-rata peserta adalah 43,47% yang dalam kategori kurang sedangkan pada saat posttest nilai rata-rata peserta meningkat menjadi 78,69% yang dalam kategori Baik. Hal ini menunjukkan bahwa para peserta dapat menerima edukasi yang diberikan dengan baik. Kata kunci: pengelolaan; limbah obat; rumah tangga; desa labuapi AbstractMedical waste is waste that contains materials or ingredients that can infect a person or living creatures around them. In general, people do not know that the processing of medical waste and household waste is different. Improper disposal of medicines and other pharmaceutical preparations will result in undesirable things such as illegal resale of medicines and misuse, especially if the medicines are thrown away in their original packaging. Many people in Labuapi Village still do not understand how to dispose of household medicinal waste properly and correctly. People handle damaged/expired medicine by throwing it in the household trash and storing unused medicine until it reaches the expiry date. The aim of this community service activity is to provide information on household drug waste management in Labuapi Village. There were 23 participants involved in this service consisting of representatives of housewives, cadres and youth organizations. The methods used in this activity are the lecture method, giving leaflets, booklets and the pre-post test method in the form of a questionnaire. The subjects of this community service are the people of Labuapi Village. Based on the pretest and posttest results from this activity, it can be seen that there has been an increase in the knowledge of the Labuapi Village community regarding household drug waste management. During the pretest the participants' average score was 43.47% which was in the poor category, while during the posttest the participants' average score increased to 78.69% which was in the Good category. This shows that the participants can receive the education provided well. Keywords: management; medicinal waste; household; labuapi village
Uji Analgesik Ekstrak Akar Tunjuk Langit (Helminthostachys zeylanica L.) Pada Mencit Putih Jantan (Mus musculus) Yuli Fitriana; Irmatika Hendriyani; Abdul Rahman Wahid; Rasmiwati Rasmiwati; Sri Putriani Iradhatullah; Muhammad Faisal; Baiq Nurbaety; Taufan Hari Sugara
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2025): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v5i1.991

Abstract

Akar tunjuk langit (Helminthostachys zeylanica L.) merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat tradisional dimana di dalamnya terkandung senyawa-senyawa flavonoid, fenolik dan saponin yang mempunyai aktifitas biologis, diantaranya adalah efek analgetik dengan menghambat sintesis enzim siklooksigenase 2 (COX-2). Penelitian ini betujuan untuk mengetahui efek analgesik dari ekstrak Akar Tunjuk Langit (Helminthostachys zeylanica L.) pada Mencit putih jantan (Mus musculus). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental Laboratorium dengan menggunakan 28 ekor Mencit putih jantan yang terbagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol positif (Asam Mefenamat), kontrol negatif (CMC- Na 0,5%), kontrol base line (minum add libitum) dan kelompok perlakuan ekstrak akar tunjuk langit dengan variasi dosis yaitu 100, 200 dan 300 mg/kgBB secara peroral, setelah 30 menit diberikan rangsangan kimia asam asetat 0,5 ml secara intraperitoneal. Pengujian dilakukan selama 3 hari. Parameter yang diamati adalah geliat mencit tiap 5 menit selama 60 menit. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan One- S Kolmogorov-Smirnov test, One Way Anova dan Post Hoc test (LSD) dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil skrining fitokimia ekstrak akar tunjuk langit didapat bahwa pada pengujian metabolit sekunder flavonoid, saponin dan fenol menunjukkan hasil positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persen daya analgetik dosis 100 mg/kgBB (25,77% ± 2,56), dosis 200 mg/kgBB (24,04% ± 0,78), dosis 300 mg/kgBB (29,18% ± 5,71) dan dosis Asam Mefenamat (58,48% ± 3,54). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak akar tunjuk langit dosis 300 mg/KgBB merupakan dosis terbaik sebagai analgetik dalam menurunkan nyeri pada mencit yang diinduksi asam asetat dengan nilai 29,18% ± 5,71 proteksi tetapi berbeda signifikan dengan dosis Asam Mefenamat.
Hubungan Tingkat Pengetahuan terhadap Sikap Penggunaan Obat Tradisional pada Masyarakat di Dusun Wage Desa Batujai Kabupaten Lombok Tengah Nurul Aulia Hidayati; Baiq Nurbaety; Baiq Lenysia Puspita Anjani; Cyntiya Rahmawati; Yuli Fitriana; Aprilian Syaifullah Wisnu Nugroho; Taufan Hari Sugara
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.37261

Abstract

Obat tradisional merupakan ramuan berbahan alam yang telah digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat Indonesia. Penggunaan obat tradisional masih banyak dijumpai di wilayah pedesaan, termasuk di Dusun Wage Desa Batujai Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan terhadap sikap penggunaan obat tradisional pada masyarakat. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 100 responden dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan responden berada pada kategori baik (58%), cukup (41%), dan kurang (1%). Sikap responden didominasi kategori negatif (55%). Hasil uji Rank Spearmank didapatkan nilai p value < 0,1 (0,000) dan kekuatan korelasi sebesar R = -0,378.  Nilai tersebut menunjukkan adanya hubungan negatif dengan kekuatan korelasi cukup, yang berarti semakin baik tingkat pengetahuan responden, maka sikap terhadap penggunaan obat tradisional cenderung semakin kritis. Edukasi berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan penggunaan obat tradisional yang rasional, aman, dan berbasis informasi yang tepat.
EDUKASI PENGENALAN JENIS TANAMAN HERBAL KEPADA MASYARAKAT DI DESA KEKERI LOMBOK BARAT Irmatika Hendriyani; yuli fitriana; abdul rahman wahid; baiq leny nopitasari; anna pradiningsih; baiq nurbaety; nursela hijriani; muhammad faisal; sintha puspitasari; baiq lenysia puspita anjani; cyntiya rahmawati; widayatul khairi; Safwan safwan
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.30246

Abstract

ABSTRAK                                                                            Tanaman herbal memiliki potensi besar sebagai alternatif pengobatan alami yang aman dan ekonomis. Namun, pemahaman masyarakat tentang jenis dan manfaat tanaman herbal masih tergolong rendah. Oleh karena itu, kegiatan edukasi pengenalan jenis tanaman herbal kepada masyarakat di Desa Kekeri, Lombok Barat, dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai manfaat, identifikasi, dan pengolahan tanaman herbal. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan, demonstrasi praktik, dan diskusi interaktif. Evaluasi efektivitas kegiatan dilakukan melalui kuesioner yang diberikan kepada 20 peserta, dengan aspek yang dinilai meliputi pemahaman materi, keterampilan membedakan jenis tanaman herbal, kesiapan dalam mengolah tanaman herbal, relevansi materi, metode penyampaian, ketersediaan fasilitas, dan tingkat kepuasan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat efektif, dengan rata-rata persentase skor sebesar 88,57%. Rincian hasil evaluasi meliputi pemahaman manfaat tanaman herbal (88%), kemampuan membedakan jenis tanaman herbal (84%), kesiapan dalam mengolah tanaman herbal (80%), relevansi materi (94%), metode penyampaian (90%), ketersediaan fasilitas (86%), dan tingkat kepuasan peserta (92%). Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa edukasi ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat terkait tanaman herbal. Rekomendasi untuk kegiatan selanjutnya adalah menambah sesi praktik dan penyediaan bibit tanaman herbal agar masyarakat dapat langsung menerapkan ilmu yang diperoleh. Kata kunci: Edukasi, Tanaman Herbal, Pengenalan, Masyarakat, Evaluasi. ABSTRACTHerbal plants hold great potential as a safe and economical alternative for natural medicine. However, public understanding of the types and benefits of herbal plants remains relatively low. Therefore, an educational program on the identification and recognition of herbal plants was conducted in Kekeri Village, West Lombok, to enhance community awareness and knowledge regarding the benefits, identification, and processing of herbal plants. The methods employed in this program included lectures, practical demonstrations, and interactive discussions. The effectiveness of the program was evaluated using questionnaires distributed to 20 participants, assessing aspects such as comprehension of the material, ability to differentiate types of herbal plants, readiness to process herbal plants, relevance of the material, delivery methods, availability of facilities, and participant satisfaction. The evaluation results indicate that the program was highly effective, with an average score percentage of 88.57%. Specifically, the evaluation scores were as follows: understanding the benefits of herbal plants (88%), ability to differentiate types of herbal plants (84%), readiness to process herbal plants (80%), relevance of the material (94%), delivery methods (90%), availability of facilities (86%), and participant satisfaction (92%). Based on these findings, it can be concluded that this educational program successfully improved community understanding and skills related to herbal plants. Future recommendations include adding more practical sessions and providing herbal plant seedlings to enable participants to apply the knowledge gained directly. Keywords: Education, Herbal Plants, Recognition, Community, Evaluation.
Hubungan Pengetahuan tentang Diare dan Perilaku Ibu Balita dalam Swamedikasi di Desa Beber, Batukliang, Lombok Tengah Baiq Nurbaety; Rosdiawati Rosdiawati; Nurul Qiyaam; Nur Furqani
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.32092

Abstract

Swamedikasi adalah proses pengobatan yang dilakukan sendiri oleh seseorang mulai dari pengenalan gejala sampai pemilihan dan penggunaan obat. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan dan penyakit ringan yang sering dialami masyarakat seperti demam, pusing, nyeri, batuk, influenza, maag, kecacingan, penyakit kulit dan diare. Diare merupakan suatu keadaan yang tidak normal atau tidak seperti biasanya ditandai dengan peningkatan volume cair serta frekuensi buang air besar tiga kali atau lebih dalam sehari yang disebabkan karena infeksi, malabsorbsi, makanan dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan pengetahuan tentang diare dan perilaku ibu balita dalam swamedikasi. Metode penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional, serta menggunakan teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 82 ibu balita dan dilaksanakan pada 27 juni – 30 juli 2024 dengan cara pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukan ibu balita memiliki tingkat pengetahuan yang cukup sebanyak 48 (58,5 %) dan perilaku cukup 37 (45,1%). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku ibu dalam swamedikasi diare pada balita dengan nilai signifikan p = 0,000 (p-value < 0,05).
Hubungan Polifarmasi dengan Potensi Terjadinya Interaksi Obat pada Pasien Congestive Heart Failure (CHF) di RSUD Provinsi NTB Baiq Leny Nopitasari; Nursela Hijriani; Baiq Nurbaety; Baiq Lenysia Puspita Anjani
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.30878

Abstract

Pasien Congestive Heart Failure (CHF) umumnya menderita penyakit penyerta lain sehingga membutuhkan berbagai macam obat dalam terapinya atau disebut polifarmasi, yang berpotensi terjadi interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan polifarmasi dengan potensi interaksi obat. Desain penelitian menggunakan cross sectional dan pengambilan data secara retrospektif  periode bulan November - Desember 2023. Jumlah sampel sebanyak 30 sampel yang dianalisis menggunakan drug interactions checker (medscape) dan analisis statistik menggunakan Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan obat CHF terbanyak yaitu furosemid dan spironolakton (16,5%). Penggunaan obat Non-CHF terbanyak yaitu clopidogrel dan atorvastatin (24,1%). Adapaun, kejadian interaksi obat sebanyak  99% mengalami interaksi dibandingkan tidak berinteraksi. Mekanisme interaksi obat farmakodinamika (34,4%) lebih banyak dibandingkan farmakokinetika. Tingkat keparahan monitor (moderat) (96%) lebih banyak dibandingkan minor dan mayor. Kesimpulan yaitu tidak terdapat hubungan antara polifarmasi dengan potensi interaksi obat pada pasien CHF dengan nilai Sig sebesar 0,719 (p-value> 0,05) dan, nilai korelasi sebesar -0,037 yang berarti bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut sangat lemah.
Co-Authors Abdul Rahman Wahid Abdul Rahman Wahid Abdul Rahman Wahid Affandi, Rizal Agus Suprianto Akbar, Shah Iqbal Ikraman Alvi Kusuma Wardani Ana Setia Haeroni Anak Agung Gede Sugianthara Anisa Anisa Anna Pradiningsih Anna Pradiningsih Anna Pradiningsih Aprilian Syaifullah Wisnu Nugroho Arif Rahman Baiq Dwigita Wahyu Izzati Baiq Leny Nopitasari Baiq Leny Nopitasari Baiq Leny Nopitasari Baiq Leny Nopitasari Baiq Lenysia Puspita Anjani Baiq Lenysia Puspita Anjani Baiq Lenysia Puspita Anjani, Baiq Lenysia Puspita Baiq Rizki Hardiani Bimantika, Fara Mutia Catur Esty Pamungkas Cyntiya Rahmawati Cyntiya Rahmawati Dwi Kartika Cahyaningtyas Dyah Aryani Perwitasari Dzun Haryadi Ittiqo Ekarani Suryaningsih Eko Satria Putra Firliani, Firliani Furqoni, Nur Hafni Zuhroh Hapsari, Yunita Hendriyani, Irmatika Iche Rahma Saputri Ida Ayu Tiara Dita Igayatni, Rahayu Indah Rahmawati Indri Natasari Indriyani Makmun, Indriyani Intan Sahira Iradhatullah, Sri Putriani Irmatika Hendriyani Isti Aulia Febrianti Ittiqo, Dzun Haryadi Lestari, Cahaya Indah Listi, Iqro Suryati Mahacita Andanalusia Maharani, Anggina Putri Nabila Mardiyah WD, Siti Mayada, Silhiyatun Melati Permata Hati Muhammad Faisal Muhammad Faisal Nadya Silva Rosa Nopitasari B. L. Nopitasari, Baiq Leny Novianti Novianti Nur Fauziah Nur Furqani Nur Furqoni NURSELA HIJRIANI Nurul Aulia Hidayati Nurul Qamariah Rista Andaruni Nurul Qiyaam, Nurul Pamungkas C. E. Pamungkas, Catur Esty Partini, Tien Pradiningsih, Anna Purnama Supyan Assauri Putra, Eko Satria Putri Jeniti Putu Gede Suriya Gunawan Rahmawati, Cyntiya Rasmiwati Rasmiwati Rasmiwati, Rasmiwati Rendy Alya Praja Rihhadatul Aisy Risma Widia Ningsih Rizka Andalusia Rizka Andalusia Rosdiawati Rosdiawati Rospia, Evi Diliana Rozali Bayu Sugarda Safwan Safwan Safwan Safwan Santi Safitri Saptahadi, Lalu Iman Saputra, Yoga Dwi Shah Iqbal Ikraman Akbar Sintha Puspitasari Siti Mardiyah WD Sri Putriani Iradhatullah Sugara, Taufan Hadi Taufan Hadi Sugara Taufan Hari Sugara Tien Partini Uswaton Hasanah Wahid, Abdul Rahman Wardani, Alvi Kusuma WD, Siti Mardiyah widayatul khairi Widayatul Khairi Wirawan Adikusuma Yuli Fitriana Yuli Fitriana Yuli Fitriana Yuli Fitriani