Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Hepatoprotektor Gulma Siam (Chromolaena odorata) pada Tikus yang Diinduksi Parasetamol Endah Nurrohwinta Djuwarno; Widysusanti Abdulkadir; Muhammad Taupik
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v4i2.4559

Abstract

Gulma siam (Kopasanda) merupakan jenis tumbuhan gulma dari famili Asteraceae yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan yang disebabkan oleh kandungan tinggi akan flavonoid dan adanya alkaloid, saponin, glikosida sianogenik, tanin dan asam fitat. Hati merupakan organ terbesar dan merupakan situs utama untuk metabolisme dan pengeluaran. Kerusakan hati dapat disebabkan paparan zat toksik (hepatotoksik) salah satunya parasetamol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol Chromolaena odorata terhadap penurunan enzim ALT dan AST pada mencit jantan yang diinduksi parasetamol serta konsentrasi optimalnya sebagai hepatoprotektor. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental laboratorium, hewan coba mencit jantan dikelompokkan menjadi 5 kelompok dengan jumlah 3 ekor setiap kelompok yang diinduksi ekstrak selama 7 hari, dan diberi parasetamol dosis toksik pada hari ke-8. Hari ke 1-7 kontrol positif diberi Curcuma Z dosis 1 mg, kontrol negatif diberi Na.Cmc 1%, dan setiap kelompok dosis 1,05, 1,47 dan 1,89 mg untuk mencit 30g. Mencit diambil darah selama 3 kali, sebelum pemberian ekstrak, hari ke-8 dan setelah pemberian pct untuk diukur kadar ALT dan AST. Uji statistik menggunakan One way Annova dengan pengujian LSD. Hasil uji menunjukkan ekstrak gulma siam dosis 35 mg, 49 mg dan 63 mg memiliki kadar rata-rata ALT 34,3 µL, 36 µL, 28,3 µL dan AST 73 µL, 76,67 µL, 55 µL. Kesimpulannya ekstrak etanol 70% Chromolaena odorata memiliki hepatoprotektor dengan konsentrasi paling efektif yaitu pada 1,89 mg dengan rerata ALT 28,3 µL dan AST 55 µL.
KERUPUK BERBAHAN LIMBAH KULIT UDANG DAN TULANG IKAN SEBAGAI PENCEGAH KOLESTEROL DAN SUMBER KALSIUM Abdulkadir, Widy Susanti; Ramadhani, Fika Nuzul; Pakaya, Susanti
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.49853

Abstract

Kulit udang dan tulang ikan seringkali dianggap masyarakat sebagai limbah makanan yang tidak memiliki manfaat. Kandungan kitin pada kulit udang serta kalsium pada tulang ikan dapat memiliki manfaat bagi tubuh sebagai pencegah kolesterol serta sumber kalsium yang tinggi. Pemanfaatan kulit udang dan tulang ikan yang diolah menjadi kerupuk dapat meningkatkan nilai tambah karena kerupuk merupakan jenis makanan ringan yang banyak diminati oleh berbagai kalangan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat kulit udang dan tulang ikan bagi kesehatan, serta memberikan keterampilan masyarakat dalam pengolahan kulit udang dan tulang ikan menjadi kerupuk. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mmberikan penyuluhan mengenai kandungan dan manfaat dari kulit udang dan tulang ikan serta melakukan praktek pembuatan kerupuk yang ditayangkan melalui video. Berdasarkan pengukuran tingkat pengetahuan peserta yang diukur pre dan post pemaparan materi menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan pengetahuan peserta dengan nilai rata-rata pre adalah 11,15 dan post 17,07. Hal ini menunjukkan bahwa peserta menyimak materi dengan seksama, mengerti, dan memahami setiap penjelasan dari tim pelaksana pengabdian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu PKK dalam pengolahan limbah kulit udang dan tulang ikan menjadi kerupuk yang disukai oleh semua umur dengan manfaat yang baik bagi kesehatan. Selain itu, kegiatan ini juga dapat mengurangi potensi pencemaran lingkungan akibat  limbah kulit udang dan tulang ikan. Shrimp shells and fish bones are often regarded as food waste. Chitin in shrimp shells and calcium in fish bones are nutritionally beneficial in providing a rich dietary calcium source and reducing cholesterol in the human body. Processed shrimp shells and fish bones that are turned into crackers can increase added value because crackers are a type of snack that is in great demand by various groups. This activity aimed to provide the public with an understanding of the benefits of shrimp shells and fish bones for health, as well as providing community skills in processing shrimp shells and fish bones into crackers. This activity was carried out by providing education about the contents and benefits of shrimp shells and fish bones as well as carrying out the practice of making crackers which was shown via video. Based on measurements of the participants' level of knowledge measured before and after the material presentation, it shows that there is a difference  in participants' knowledge with the average value pre being 11.15 and post 17.07. This shows that participants listened to the material carefully, and understood and comprehended every explanation from the service implementation team. This community service activity can increase the knowledge and skills of PKK in processing shrimp shell and fish bone waste into crackers which are liked by all ages with good benefits for health. Apart from that, this activity can also reduce the potential for environmental pollution due to shrimp shells and fish bone waste.
Senyawa Triterpenoid dari Ekstrak N-heksana Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.) dan Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Salimi, Yuszda; Bialangi, Nurhayati; Abdulkadir, Widysusanti; Parulian, Boima Ramses
Indonesian Journal of Chemical Research Vol 7 No 1 (2019): Edisi Bulan Juli (Edition For July)
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ijcr.2019.7-par

Abstract

Kelor plant (Moringa oleifera Lamk) is a plant that grows naturally in a tropical climate. During this decoction of pirdot leaves plants are used by the people as antimicroba. The purpose of this study was to isolate triterpenoid compound from ethyl acetate extract of kelor leaves. The sample extraction was performed by maceration method using methanol as a solvent. Fractionation used n-hexana and etil asetat as a solvent. The separation and purification of the compound was carried out by column chromatography method followed by stain pattern analysis with thin layer chromatography (TLC). Characterization and elucidation of pure compound structures using UV, IR, 1H-NMR, 12C-NMR, HSQC, HMBC, and 1H-1H COSY, and compared with various literatures. Based on the result of structural elusidation, the pure isolate obtained is a pentacyclic triterpenoid group compound with the molecular formula C30H50O and the name of 3-hydroxy, 20 (29) -en, lupenol. The triterpenoid compound of 3-hidroxy, 20 (29) -en, lupenol is the first isolated and reported from leaves of kelor plant.
Health Service Seeking Behavior in Suburban Communities Pakaya, Nasrun; Hadjarati, Hartono; Abdulkadir, Widy Susanti; Duhe, Edy Dharma Putra; Handayani, Oktia Woro Kasmini; Budiono, Irwan
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v20i2.50330

Abstract

Health problems in Indonesia today are the low health status of the community, among others, marked by high maternal mortality rates and infant mortality rates, on the other hand the use of health services is an important factor in determining health, which is influenced by geographical, economic and social aspects. The purpose of the study was to analyze the relationship between health service access factors and the determination of decisions on choosing family health services in suburban communities in Java and Outside Java. The method with a quantitative approach and support from qualitative data. The instrument consists of a questionnaire related to access to health services (geographic access, economic access, social access) related to the choice of health services. The population of families in the Sub-urban areas of Semarang and Gorontalo. Samples were taken using the accidental sampling technique, as many as 100 families. Data analysis with univariate, bivariate and multivariate analysis. The results of the study obtained significant differences in the decision to choose health services between the suburban communities of Semarang (Java) and Gorontalo (Outside Java), with a t-value of 4.284 and a sig value of 0.000. The difference lies in economic access. The choice of health services in suburban families in Java is more oriented towards choosing medical services such as hospitals and community health centers, while outside Java there are still quite a lot of families who choose traditional medicine as their health services.
Penerapan Model Intervensi Ezikrep (Edukasi Gizi Dan Kesehatan Reproduksi) Bagi Ibu Hamil Melalui Pendekatan Psikoemosional Sebagai Upaya Pencegahan Balita Stunting di Desa Persatuan Kecamatan Popayato Barat Kabupaten Pohuwato Abdulkadir, Widy Susanti; Suleman, Ibrahim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v3i3.27372

Abstract

Penerapan Model Intervensi EZIKREP dalam Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN Profesi Kesehatan) di Desa Persatuan, Kecamatan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato, menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai gizi, kesehatan reproduksi, dan pencegahan stunting. Intervensi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang pentingnya asupan gizi seimbang, kesehatan reproduksi, serta dukungan psikoemosional guna mengurangi risiko stunting pada balita. Metode pengabdian ini meliputi assessment awal, edukasi kelompok, dan monitoring berkala. Sebelum intervensi, hanya 57% ibu hamil yang mendapatkan edukasi gizi, dengan pemahaman tentang gizi seimbang hanya mencapai 43%. Setelah intervensi, seluruh ibu hamil (100%) menerima edukasi gizi, dengan peningkatan pemahaman hingga 86%. Partisipasi dalam edukasi kesehatan reproduksi meningkat dari 50% menjadi 93%, dan pemahaman tentang risiko stunting naik dari 36% menjadi 86%. Dukungan psikoemosional juga meningkat dari 29% menjadi 79%. Dampak nyata terlihat pada penurunan balita berisiko stunting dari 43% menjadi 14%. Kesimpulannya, intervensi EZIKREP dengan pendekatan holistik sangat efektif dalam mencegah stunting dan meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak. Disarankan agar program ini diperluas ke wilayah lain untuk meningkatkan kualitas kesehatan komunitas secara lebih luas.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN PROLANIS HIPERTENSI DI PUSKESMAS KOTA UTARA Kujiman, Kerin Vivian; Tuloli, Teti Sutriyati; Madania; Rasdianah, Nur; Abdulkadir, Widy Susanti
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i1.11312

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas batas normal yang dapat mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (morbiditas) dan juga angka kematian (mortalitas). Tekanan darah fase sistolik 140 mmHg menunjukkan fase darah yang sedang di pompa oleh jantung dan fase diastolik 90 mmHg menunjukkan fase darah yang kembali ke jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien prolanis hipertensi di Puskesmas Kota Utara. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pengambilan data sekunder pada rekam medik pasien hipertensi yang diberikan obat antihipertensi pada periode Januari hingga Juni 2024 dengan jumlah sampel sebanyak 42 pasien di Puskesmas Kota Utara Kota Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien prolanis hipertensi dominan diderita oleh pasien perempuan (62%) dan lebih banyak di rentang usia 55-69 tahun (50%). Penggunaan obat antihipertensi tunggal yang paling banyak yaitu amlodipin (82%) dan kombinasi yang paling banyak digunakan yaitu bisoprolol dan candesartan (20%). Ketepatan penggunaan obat pada pasien prolanis hipertensi yang sesuai dengan pedoman Kemenkes 2021 berdasarkan ketepatan obat sebesar 100% tepat obat, berdasarkan ketepatan dosis sebesar 86% tepat dosis, berdasarkan ketepatan aturan pakai sebesar 98% tepat aturan pakai.
Perngaruh Ekstrak Bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa) Sebagai Hepatoprotektorterhadap Kadar SGPT dan SGOT Abdulkadir, Widy Susanti; Akuba, Juliyanti; Hiola, Faramita; Papeo, Dizky Ramadani Putri; Gunawan, Selvi Ayu Setiaarini
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 1 No. 1 (2024): Volume 1, Edisi 1, Tahun 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v1i1.5

Abstract

Hati merupakan organ tubuh yang memiliki fungsi besar bagi pusat metabolisme tubuh manusia. Fungsi dari organ hati tersebut sebagai tempat menyimpan nutrisi dan juga vitamin serta melakukan detoksifikasi terhadap racun atau zat berbahaya. Tujuan penelitian ini yaitu utnuk mengetahui efektivitas dan dosis efektivitas ekstrak herbal Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa) sebagai hepatoprotektor pada tikus (Rattus norvegicus) yang diinduksikan Parasetamol dengan dosis toksik. Penelitin ini merupakan jenis penelitian Eksperimental untuk mengetahui efektivitas dari ekstrak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa) sebagai efek hepatoprotektor. Bunga Rosella di ekstraksi hingga menjadi ekstrak kental Bunga Rosella. Pelnguljian ini melnggulnakan selbanyak 15 elkor Tikus (Rattus norvegicus) yang dibagi melnjadi 5 kellompok perlakuan yaitul kellompok I diberikan Aquadest (kontrol negatif), kolompok II diberikan tablet Curkumin ( kontrol positif), kelompok III diberikan ekstrak Rosella (dosis 250 mg/kgBB), kelompok IV diberikan ekstrak Rosella (dosis 500 mg/kgBB), kelompok V diberikan ekstrak Rosella (dosis 750 mg/kgBB) dengam menggunakan metode pemberian secara oral. Sebelum diberikan perlakuan terlebih dahulu diukur kadar SGPT dan SGOT darah tikus. Hasil yang diperoleh yaitu dosis II (500 mg/kg BB) dosis III (750 mg/kg BB) dapat memperlihatkan efek hepatoprotektor pada tikus jantan (Rattus norvegicus).
Isolasi Dan Karakterisasi Mikroba Simbion Spons Axinella sp. Penghasil Enzim Ekstraseluler Di Kawasan Teluk Tomini Sebagai Antibakteri Pakaya, Mahdalena Sy.; Julyanty Akuba; Abdulkadir, Widy Susanti; Hiola, Faramita; Pakaya, Meri Isriani
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 1 No. 1 (2024): Volume 1, Edisi 1, Tahun 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v1i1.21

Abstract

Mikroba simbion adalah mikroba yang hidup menetap pada suatu inang, dan biasanya menghasilkan senyawa bioaktif yang sama seperti inangnya serta sebagai sumber enzim ekstraseluler seperti enzim protease yang dapat menghasilkan senyawa peptida yang dapat mengganggu membran bakteri sehingga memiliki efektivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi mikroba, serta menguji aktivitas antibakteri simbion spons penghasil enzim ekstraseluler dari kawasan Teluk Tomini. Metode yang digunakan adalah metode tanam langsung. Karakterisasi mikroba simbion meliputi makroskopik, mikroskopik dan uji aktivitas enzimatik, adapun pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram (Kirby-Bauer). Hasil isolasi mikroba simbion yang didapatkan sebanyak 2 isolat bakteri (BS 1 dan BS 2) dan 1 isolat jamur (JS). Hasil karakterisasi menunjukan karakteristik makroskopik dan mikroskopis yang berbeda dari ketiga isolat. Hasil uji aktivitas enzim ekstraseluler ketiga isolat memiliki nilai Indeks Aktivitas Enzim (IAE) dengan kategori zona hidrolitik kecil sampai besar. Hasil uji aktivitas antibakteri isolat BS 1 dan BS 2 masing-masing memiliki aktivitas penghambatan sebesar 4,09 mm (lemah) dan 13,258 mm (kuat) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Selain itu, isolat BS 1 dan BS 2 masing-masing memiliki aktivitas penghambatan sebesar 4,695 mm (lemah) dan sebesar 3,145 mm (lemah) terhadap bakteri Escherichia coli. Sedangkan isolat JS menunjukan aktivitas penghambatan sebesar 23,27 mm (sangat kuat) terhadap Staphylococcus aureus dan sebesar 18,33 mm (kuat) terhadap Escherichia coli.
EFEKTIVITAS EKSTRAK METANOL RUMPUT KNOP (HYPTIS CAPITATA JACQ.) SEBAGAI AGEN ANTI-INFLAMASI: STUDI IN VIVO Pakaya, Devina A.p; Abdulkadir, Widy Susanti; Aman, La Ode
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i1.2734

Abstract

Latar Belakang: Pengembangan agen antiinflamasi yang efektif sangat penting, dan tanaman obat menjadi sumber yang menjanjikan untuk mengatasi peradangan. Hyptis capitata, yang mengandung berbagai senyawa bioaktif, dipilih sebagai objek penelitian untuk mengevaluasi aktivitas antiinflamasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek ekstrak metanol daun Hyptis capitata pada mencit yang diinduksi inflamasi dengan karagenan. Metode: Pengujian dilakukan secara in vivo dengan menggunakan hewan uji mencit. Perlakuan yang diberikan yakni ekstrak metanol dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 20%, serta kontrol negatif (vaselin) dan kontrol positif (hidrokortison asetat 2,5%). Pembengkakan diukur dengan mengamati tebal lipatan edema pada punggung mencit setiap jam selama 5 jam, dan persentase inhibisi radang dihitung untuk menilai pengurangan inflamasi. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun Hyptis capitata memiliki efek antiinflamasi yang signifikan, dengan dosis 10% dan 20% memberikan penurunan edema dan inhibisi radang yang hampir setara dengan hidrokortison asetat. Ekstrak dengan dosis 5% menunjukkan efek yang lebih rendah tetapi tetap signifikan dalam mengurangi inflamasi. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol daun Hyptis capitata memiliki potensi sebagai agen antiinflamasi alami dan dapat digunakan sebagai alternatif terapi untuk inflamasi ringan hingga sedang.
Standarisasi Parameter Spesifik Dan Non Spesifik Simplisia Rumput Knop (Hyptis capitata Jacq.) Yambese, Alpiani; Abdulkadir, Widy Susanti; Hutuba, Ariani H.
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah, termasuk tanaman herbal seperti daun rumput knop ( Hyptis capitata Jacq. ), yang secara tradisional digunakan untuk mengobati luka terbuka, demam, dan diabetes. Melihat potensi dari tumbuhan tersebut memiliki peran penting dalam bidang kesehatan, maka perlu dilakukan upaya peningkatan kualitas dari obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan standarisasi parameter spesifik dan nonspesifik simplisia daun rumput knop ( Hyptis capitata Jacq).Metode: Metode Penelitian yang digunakan merupakan metode penelitian eksperimental. Parameter spesifik yang diuji meliputi identitas simplisia, uji makroskopik, mikroskopik, serta penentuan kadar senyawa terlarut dalam pelarut tertentu (air dan etanol). Parameter nonspesifik meliputi susut pengeringan, kadar air, kadar abu total, dan kadar abu tidak larut asam.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk simplisia rumput knop memiliki warna cokelat tua, rasa yang pahit dengan bau khas kopi. Hasil uji kadar sari larut air dan etanol masing-masing sebesar 16,206% dan 42,56%. Untuk parameter nonspesifik, pengeringan susut sebesar 6,413%, kadar air 6,42%, kadar abu total 9,985%, dan kadar abu tidak larut asam 0,53%.Kesimpulan: Semua parameter memenuhi standar yang ditetapkan oleh Depkes RI dan WHO, menandakan kualitas dan keamanan simplisia ini sebagai bahan baku obat tradisional.
Co-Authors ading ading alamsyah Ahmad Rifly Suleman Akuba, Juliyanti Amran, Rosmala Anasiru, Rayhan Firman Anggai, Rifka Anggraini Ariani H. Hutuba Ayu Maloho, Sity Nur Rahayu Maloho Bakari, Mohamad Fadly Damiti, Sukmawati Datu, Yunita Djuwarno, Endah Nurrowinta Dr. Apt. Hamsidar Hasan S.Si.,M.Si Edy Dharma Putra Duhe Ella H Tumaloto Endah Nurrohwinta Djuwarno Febriyanti Polontalo Fika Nuzul Ramadhani Gubali, Derina Dwifrila Ridhani Gunawan, Selvi Ayu Setiaarini Halid, Indriany Femina HARTONO HADJARATI Hasan, Muadz Herlina Jusuf Hiola, Dewi Suryaningsi Hiola, Faramita Hippy, Fajria Indah Iman, Devansyah Irwan Irwan Ismail, Ulfatul Magfirah M. Jahja, Bariq Julianty Akuba Kahar, Putri Kartika Adhilia Keku, Indeks S. Kujiman, Kerin Vivian La Ode Aman Lakoro, Siti Ruqaiyah Lamalani, Alia Nur Langoni, Anggriyani Latifah Rahman Liputo, Gusti Pandi Madania Madania . Madania, Madania Madania, Madania Magfirah Nur Cahyani Maharani, Adinda Mahdalena Sy Pakaya Manno, Mohamad Reski Mohamad Aprianto Paneo Mohammad Adam Mustapa Mohi, Mega Agustiwi Monoarfa, Magfira Susilowati Muhammad Taupik Nasrun Pakaya Nur Ain Thomas Nur Rasdianah Nurhayati Bialangi Nurkamiden, Firman S. Oktia Woro Kasmini Handayani Pakaya, Adela Pakaya, Devina A.p Pakaya, Meri Isriani Pakaya, Susanti Papeo, Dizky Ramadani Putri Parulian, Boima Ramses Rahman, Muh. Nadzirul Rahmayani, Siti Farah Robert Tungadi Sri Utami Suleman Ibrahim Suleman, Ahmad Teti Sutriyati Tuloli Tululi, Rahmatiya Vivie Indahwati, Vivie Wiwit Zuriati Uno Yambese, Alpiani Yusuf, Annisa Humaira Yusuf, Wahyuni Adrian Yuszda K Salimi