Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Pharmasipha

STUDI HEPATOPROTEKTOR GULMA SIAM (Chromolaena odorata) PADA TIKUS YANG DIINDUKSI PARASETAMOL Endah Nurrohwinta Djuwarno; Widysusanti Abdulkadir; Muhammad Taupik
Pharmasipha: Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v4i2.4559

Abstract

Gulma siam (Kopasanda) merupakan jenis tumbuhan gulma dari famili Asteraceae yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan yang disebabkan oleh kandungan tinggi akan flavonoid dan adanya alkaloid, saponin, glikosida sianogenik, tanin dan asam fitat. Hati merupakan organ terbesar dan merupakan situs utama untuk metabolisme dan pengeluaran. Kerusakan hati dapat disebabkan paparan zat toksik (hepatotoksik) salah satunya parasetamol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol Chromolaena odorata terhadap penurunan enzim ALT dan AST pada mencit jantan yang diinduksi parasetamol serta konsentrasi optimalnya sebagai hepatoprotektor. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental laboratorium, hewan coba mencit jantan dikelompokkan menjadi 5 kelompok dengan jumlah 3 ekor setiap kelompok yang diinduksi ekstrak selama 7 hari, dan diberi parasetamol dosis toksik pada hari ke-8. Hari ke 1-7 kontrol positif diberi Curcuma Z dosis 1 mg, kontrol negatif diberi Na.Cmc 1%, dan setiap kelompok dosis 1,05, 1,47 dan 1,89 mg untuk mencit 30g. Mencit diambil darah selama 3 kali, sebelum pemberian ekstrak, hari ke-8 dan setelah pemberian pct untuk diukur kadar ALT dan AST. Uji statistik menggunakan One way Annova dengan pengujian LSD. Hasil uji menunjukkan ekstrak gulma siam dosis 35 mg, 49 mg dan 63 mg memiliki kadar rata-rata ALT 34,3 µL, 36 µL, 28,3 µL dan AST 73 µL, 76,67 µL, 55 µL. Kesimpulannya ekstrak etanol 70% Chromolaena odorata memiliki hepatoprotektor dengan konsentrasi paling efektif yaitu pada 1,89 mg dengan rerata ALT 28,3 µL dan AST 55 µL.
Studi Hepatoprotektor Gulma Siam (Chromolaena odorata) pada Tikus yang Diinduksi Parasetamol Endah Nurrohwinta Djuwarno; Widysusanti Abdulkadir; Muhammad Taupik
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v4i2.4559

Abstract

Gulma siam (Kopasanda) merupakan jenis tumbuhan gulma dari famili Asteraceae yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan yang disebabkan oleh kandungan tinggi akan flavonoid dan adanya alkaloid, saponin, glikosida sianogenik, tanin dan asam fitat. Hati merupakan organ terbesar dan merupakan situs utama untuk metabolisme dan pengeluaran. Kerusakan hati dapat disebabkan paparan zat toksik (hepatotoksik) salah satunya parasetamol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol Chromolaena odorata terhadap penurunan enzim ALT dan AST pada mencit jantan yang diinduksi parasetamol serta konsentrasi optimalnya sebagai hepatoprotektor. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental laboratorium, hewan coba mencit jantan dikelompokkan menjadi 5 kelompok dengan jumlah 3 ekor setiap kelompok yang diinduksi ekstrak selama 7 hari, dan diberi parasetamol dosis toksik pada hari ke-8. Hari ke 1-7 kontrol positif diberi Curcuma Z dosis 1 mg, kontrol negatif diberi Na.Cmc 1%, dan setiap kelompok dosis 1,05, 1,47 dan 1,89 mg untuk mencit 30g. Mencit diambil darah selama 3 kali, sebelum pemberian ekstrak, hari ke-8 dan setelah pemberian pct untuk diukur kadar ALT dan AST. Uji statistik menggunakan One way Annova dengan pengujian LSD. Hasil uji menunjukkan ekstrak gulma siam dosis 35 mg, 49 mg dan 63 mg memiliki kadar rata-rata ALT 34,3 µL, 36 µL, 28,3 µL dan AST 73 µL, 76,67 µL, 55 µL. Kesimpulannya ekstrak etanol 70% Chromolaena odorata memiliki hepatoprotektor dengan konsentrasi paling efektif yaitu pada 1,89 mg dengan rerata ALT 28,3 µL dan AST 55 µL.
Co-Authors ading ading alamsyah Ahmad Rifly Suleman Akuba, Juliyanti Amran, Rosmala Anasiru, Rayhan Firman Anggai, Rifka Anggraini Ariani H. Hutuba Ayu Maloho, Sity Nur Rahayu Maloho Bakari, Mohamad Fadly Damiti, Sukmawati Datu, Yunita Dhea Aulia Eyato Djuwarno, Endah Nurrowinta Dr. Apt. Hamsidar Hasan S.Si.,M.Si Edy Dharma Putra Duhe Ella H Tumaloto Endah Nurrohwinta Djuwarno Febriyanti Polontalo Fika Nuzul Ramadhani Gubali, Derina Dwifrila Ridhani Gunawan, Selvi Ayu Setiaarini Gustirandawati Husain Halid, Indriany Femina HARTONO HADJARATI Hasan, Muadz Hidayat Ahmad Hiola, Dewi Suryaningsi Hiola, Faramita Hippy, Fajria Indah Iman, Devansyah Irwan Irwan Ismail, Ulfatul Magfirah M. Jahja, Bariq Julianty Akuba Kahar, Putri Kartika Adhilia Kasim, Nurhayati Keku, Indeks Keku, Indeks S. Kujiman, Kerin Vivian La Ode Aman Lakoro, Siti Ruqaiyah Lamalani, Alia Nur Langoni, Anggriyani Latifah Rahman Liputo, Gusti Pandi M. Tantu, Nurtirsya Aprilyani Madania Madania . Madania, Madania Madania, Madania Magfirah Nur Cahyani Maharani, Adinda Mahdalena Sy Pakaya Makkulawu, Andi Manno, Mohamad Reski Mohamad Agil R Ismail Mohamad Aprianto Paneo Mohammad Adam Mustapa Mohi, Mega Agustiwi Monoarfa, Magfira Susilowati Muhammad Taupik Nasrun Pakaya Nur Ain Thomas Nur Alifia Karina Munafri Nur Rasdianah Nurhayati Bialangi Nurkamiden, Firman S. Oktia Woro Kasmini Handayani Pakaya, Adela Pakaya, Devina A.p Pakaya, Meri Isriani Pakaya, Susanti Papeo, Dizky Ramadani Papeo, Dizky Ramadani Putri Parulian, Boima Ramses Rahman, Muh. Nadzirul Rahmayani, Siti Farah Rauf, Shalwa Azahrah Robert Tungadi Saputro, Prio Adi Sitti Rahmadiana Akuba Sri Utami Suleman Ibrahim Suleman, Ahmad Teti Sutriyati Tuloli Tululi, Rahmatiya Wiwit Zuriati Uno Yambese, Alpiani Yusuf, Annisa Humaira Yusuf, Wahyuni Adrian Yuszda K Salimi