Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Efektivitas Antihiperglikemik Ekstrak Etanol Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) yang di Induksi Sukrosa pada mencit Jantan (Mus musculus) Abdulkadir, Widy Susanti; Akuba, Juliyanty; Rahman, Muh. Nadzirul; Damiti, Sukmawati
Madu : Jurnal Kesehatan Vol 13, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi DIV Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/mjk.13.1.67-75.2024

Abstract

Diabetes mellitus is a serious condition characterized by an increase in glucose levels (GDS) ≥ 200 mg/dL due to the body’s inability to produce the hormone insulin effectively. Many plants have antidiabetic properties, including the roselle (Hibiscus sabdariffa L.) flower, which has been rarely studied scientifically. This research aims to determine the most effective dose of ethanol extract of roselle flower for antihyperglycemic activity in male mice induced with a 90% sucrose solution. This research employs the Oral Sucrose Tolerance Test (OSTT) method. Activity tests in mice were conducted on 5 treatment groups: Group I was the negative control (Na-CMC 1% w/v), Group II was the positive control (acarbose), Group III received ethanol extract at a dose of 250 mg/kgBW, Group IV received ethanol extract at dose of 500 mg/kgBW, and Group V received ethanol extract at a dose of 750
GAMBARAN PENGGUNAAN CEFTRIAXONE SEBAGAI TERAPI DEMAM TIFOID DI RSUD M.M DUNDA LIMBOTO GORONTALO Gustirandawati Husain; Widy Susanti Abdulkadir; Hidayat Ahmad; Sitti Rahmadiana Akuba; Nur Alifia Karina Munafri; Mohamad Agil R Ismail; Dhea Aulia Eyato
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i2.3681

Abstract

Latar Belakang: Demam tifoid merupakan infeksi sistemik yang disebabkan oleh Salmonella Typhi, dengan angka kejadian tinggi di Indonesia. Penanganan klinis yang tepat sangat penting guna mencegah komplikasi serius. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan terapi antibiotik ceftriaxone pada pasien demam tifoid di RSUD Dunda Gorontalo Melalui studi kasus retrospektif terhadap seorang pasien perempuan berusia 20 tahun. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis berdasarkan gejala klinis, pemeriksaan penunjang, serta respons terhadap terapi. Pasien didiagnosis dengan demam tifoid berdasarkan hasil tes widal dan gejala klinis yang sesuai. Terapi yang diberikan meliputi ceftriaxone intravena, omeprazole, antrain, serta sucralfate dan dilanjutkan dengan antibiotik oral cefixime saat pasien dipulangkan. Hasil: Hasil menunjukkan adanya respons positif terhadap terapi dengan perbaikan klinis signifikan dalam waktu lima hari. Kesimpulan: Studi ini mendukung penggunaan ceftriaxone sebagai terapi lini pertama yang efektif untuk pasien demam tifoid dengan gejala sedang hingga berat, serta pentingnya pendekatan terapi kombinasi yang disesuaikan dengan kondisi klinis pasien untuk mendukung pemulihan optimal. Kata Kunci: Antibiotik, Ceftriaxone, Demam Tifoid
Evaluasi Penggunaan Obat GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) dan Potensi Interaksi Obat pada Pasien Rawat Inap di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Tahun 2024 M. Tantu, Nurtirsya Aprilyani; Abdulkadir, Widy Susanti; Tuloli, Teti Sutriyati
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.569

Abstract

Gaya hidup tidak sehat seperti merokok, konsumsi alkohol, obesitas, pola makan berlebihan, konsumsi kopi, stres, serta kebiasaan berbaring setelah makan dapat memicu terjadinya gangguan sistem pencernaan, salah satunya Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), yaitu kondisi refluks isi lambung ke esofagus secara berulang yang menimbulkan gejala dan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat GERD dan potensi interaksi obat pada pasien rawat inap di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Tahun 2024 dengan desain observasional deskriptif retrospektif terhadap 33 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien didominasi oleh perempuan (70%) dengan rentang usia terbanyak 18–40 tahun (82%), serta penggunaan obat terbanyak berasal dari golongan proton pump inhibitor (PPI), khususnya omeprazole (39%). Evaluasi penggunaan obat menunjukkan ketepatan pasien, obat, indikasi, dan dosis sebesar 100%. Potensi interaksi obat yang ditemukan didominasi oleh interaksi farmakokinetik pada fase absorpsi, terutama melibatkan sucralfat dengan obat oral lain, bersifat moderate, tidak ditemukan interaksi mayor, dan dapat dicegah melalui pengaturan waktu pemberian obat serta pemantauan klinis, sehingga terapi yang diberikan dinilai rasional dan relatif aman. Berdasarkan hasil penelitian di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe tahun 2024, penggunaan obat GERD telah memenuhi kriteria rasionalitas terapi (tepat pasien, obat, indikasi, dan dosis) dengan tingkat kesesuaian 100%, sementara potensi interaksi obat didominasi interaksi farmakokinetik pada fase absorpsi—terutama melibatkan sukralfat dengan obat oral lain—bersifat sedang (moderate), tanpa interaksi mayor, sehingga terapi relatif aman dan dapat dicegah melalui pengaturan waktu pemberian obat serta pemantauan klinis yang tepat.
Evaluasi Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Pengidap Hiperkolesterolemia Di Puskesmas Kota Selatan Saputro, Prio Adi; Abdulkadir, Widy Susanti; Manno, Mohamad Reski; Taupik, Muhammad; Anggai, Rifka Anggraini
-
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jrpi.v3i1.36623

Abstract

Hypercholesterolemia is a condition in which blood cholesterol levels exceed the normal range, representing a major public health concern. This condition is closely associated with cardiovascular diseases, which, according to the WHO (2018), are the leading cause of death worldwide. The increasing prevalence of high cholesterol in Indonesia is influenced by changes in diet and lifestyle. Medication adherence plays a crucial role in achieving therapeutic success and optimal health outcomes. This study aimed to determine the level of medication adherence among patients with hypercholesterolemia at Kota Selatan Public Health Center (Puskesmas). The study employed a quantitative descriptive design using a survey method. The population consisted of 61 patients, with 31 respondents selected as the sample. The instrument used was the Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8), and the data were analyzed using univariate analysis. The results showed that the level of medication adherence among patients was moderate, with 17 respondents (54,83%) categorized as adherent and 14 respondents (45,17%) as non-adherent. The highest adherence was observed among patients aged 24-44 years (100%), males (75%), those with a diploma or bachelor's education (86%), and those undergoing treatment for less than one year (67%). Overall, the level of medication adherence among patients with hypercholesterolemia at Kota Selatan Public Health Center was classified as moderate. Increased education and patient support are recommended, particularly for older adults, women, and those with education levels, to enhance treatmentt success.
Analysis of the Frequency of Antihypertensive Drug Use at the Outpatient and Inpatient Pharmacy Rauf, Shalwa Azahrah; Tuloli, Teti Sutriyati; Paneo, Mohamad Aprianto; Abdulkadir, Widy Susanti; Makkulawu, Andi
Jambura Nursing Journal Vol 8, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v8i1.34812

Abstract

The use of antihypertensive drugs at Faisal Islamic Hospital, Makassar, wasanalyzed in this study, considering the high prevalence of hypertension in Makassar, which reached 290,247 cases in 2020. Hypertension is a serious condition that requires appropriate management; thus, evaluating patterns of drug use in healthcare facilities is highly important. Specifically, this study focused on identifying the types, calculating the quantities, and analyzing the frequency of antihypertensive drug prescriptions at both outpatient and inpatient pharmacies during the period from February to April. The study employed a quantitative approach with a descriptive observational design and a retrospective case series method. Data were obtained from drug utilization reports and subsequently analyzed. To examine differences in the frequency of drug use across months, the Friedman test was applied using the SPSS statistical software. The findings revealed that 18 types of antihypertensive drugs were available at the hospital. Among them amlodipine 10 mg was the most frequently used, accounting for 27.54% of total prescriptions. Statistical analysis using the Friedman test yielded a significance value (Asymp. Sig) of 0.008. Since this value was lower than 0.05, it indicated a statistically significant difference in the frequency of antihypertensive drug use across different months. In conclusion, although amlodipine 10 mg was the predominant choice, significant variations were observed in the pattern of antihypersensitive drug use at Faisal Islamic Hospital, Makassar, during the study period.
Uji Efektivitas Estrak Daun Kelor (Moringa oleIfera L) Sebagai Penurun Kolesterol Pada Hewan Coba Mencit (Mus musculus) Kasim, Nurhayati; Abdulkadir, Widy Susanti; Papeo, Dizky Ramadani
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 11 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolesterol adalah senyawa lemak kompleks yang 80% dihasilkan dari dalam tubuh (organ hati) dan 20% sisanya dari luar tubuh (zat makanan). Asupan makanan dengan kandungan kolesterol tinggi berlangsung lama berakibat pada peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Daun kelor (Moringa oleifera L) merupakan salah satu tanaman yang diketahui mengandung senyawa flavonoid, tanin dan saponin yang mampu menurunkan kolesterol. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas ekstrak metanol daun kelor (Moringa oleifera L) dalam menurunkan kadar kolesterol pada mencit (Mus musculus). Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang diawali dengan ekstraksi secara maserasi, skrining fitokimia dan uji efek hiperkolesterolemia. Subjek penelitian terdiri dari 5 kelompok. Kelompok 1 yaitu kontrol negatif (Na-CMC 1%), kelompok 2 yaitu kontrol positif (Simvastatin 10 mg), kelompok 3 yaitu kelompok uji (Dosis 20 mg/kgBB), kelompok 4 yaitu kelompok uji (dosis 30 mg/kgBB), kelompok 5 yaitu kelompok uji (dosis 40 mg/kgBB). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L) mengandung senyawa falvonoid, tanin, saponin. Dari ketiga dosis yang digunakan, yang memiliki efektivitas sebagai antihiperkolesterolemia pada mencit kelompok 5 dengan dosis 40 mg/kgBB. Kata Kunci : Daun kelor, kolesterol, mencit, metanol
Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Bulawa Dalam Penggunaan Antibiotik Rasional Dengan Web Form Edukatif Abdulkadir, Widy Susanti; Keku, Indeks
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i1.36976

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional merupakan salah satu pemicu utama terjadinya resistensi antimikroba (antimicrobial resistance/AMR) yang berisiko menurunkan efektivitas terapi dan meningkatkan beban kesehatan masyarakat. Objektif pengabdian masyarakat ini adalah memperkuat literasi kesehatan digital masyarakat dalam mengambil keputusan yang tepat terkait kebutuhan antibiotik berdasarkan gejala yang dialami. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, mengenai penggunaan antibiotik yang rasional serta menekan praktik swamedikasi antibiotik yang tidak tepat. Metode pengabdian dilakukan melalui edukasi berbasis digital health literacy dengan memanfaatkan web form edukatif berjudul “Apakah Gejala Saya Memerlukan Antibiotik?”. Web form dirancang sebagai instrumen penilaian mandiri yang mengarahkan responden untuk mengenali gejala, memahami indikasi penggunaan antibiotik, dan mempertimbangkan kapan perlu konsultasi ke tenaga kesehatan. Evaluasi efektivitas intervensi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan responden sebelum dan setelah edukasi. Skor pengetahuan diklasifikasikan ke dalam kategori Kurang, Cukup, dan Baik. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna setelah intervensi. Pada pre-test, mayoritas responden berada pada kategori pengetahuan rendah (84,44%). Setelah edukasi melalui web form, distribusi tingkat pengetahuan bergeser, yaitu 44,44% responden berada pada kategori Baik dan 55% pada kategori Cukup, menandakan perbaikan pemahaman mengenai indikasi antibiotik dan risiko penggunaan tanpa resep. Simpulannya edukasi menggunakan web form berbasis literasi kesehatan digital terbukti efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang rasional dan berpotensi mengurangi swamedikasi antibiotik yang tidak tepat. Program ini berkontribusi pada upaya pengendalian AMR di Kabupaten Bone Bolango serta dapat direplikasi sebagai model edukasi kesehatan digital di wilayah lain dengan karakteristik serupa.
Co-Authors ading ading alamsyah Ahmad Rifly Suleman Akuba, Juliyanti Amran, Rosmala Anasiru, Rayhan Firman Anggai, Rifka Anggraini Ariani H. Hutuba Ayu Maloho, Sity Nur Rahayu Maloho Bakari, Mohamad Fadly Damiti, Sukmawati Datu, Yunita Dhea Aulia Eyato Djuwarno, Endah Nurrowinta Dr. Apt. Hamsidar Hasan S.Si.,M.Si Edy Dharma Putra Duhe Ella H Tumaloto Endah Nurrohwinta Djuwarno Febriyanti Polontalo Fika Nuzul Ramadhani Gubali, Derina Dwifrila Ridhani Gunawan, Selvi Ayu Setiaarini Gustirandawati Husain Halid, Indriany Femina HARTONO HADJARATI Hasan, Muadz Hidayat Ahmad Hiola, Dewi Suryaningsi Hiola, Faramita Hippy, Fajria Indah Iman, Devansyah Irwan Irwan Ismail, Ulfatul Magfirah M. Jahja, Bariq Julianty Akuba Kahar, Putri Kartika Adhilia Kasim, Nurhayati Keku, Indeks Keku, Indeks S. Kujiman, Kerin Vivian La Ode Aman Lakoro, Siti Ruqaiyah Lamalani, Alia Nur Langoni, Anggriyani Latifah Rahman Liputo, Gusti Pandi M. Tantu, Nurtirsya Aprilyani Madania Madania . Madania, Madania Madania, Madania Magfirah Nur Cahyani Maharani, Adinda Mahdalena Sy Pakaya Makkulawu, Andi Manno, Mohamad Reski Mohamad Agil R Ismail Mohamad Aprianto Paneo Mohammad Adam Mustapa Mohi, Mega Agustiwi Monoarfa, Magfira Susilowati Muhammad Taupik Nasrun Pakaya Nur Ain Thomas Nur Alifia Karina Munafri Nur Rasdianah Nurhayati Bialangi Nurkamiden, Firman S. Oktia Woro Kasmini Handayani Pakaya, Adela Pakaya, Devina A.p Pakaya, Meri Isriani Pakaya, Susanti Papeo, Dizky Ramadani Papeo, Dizky Ramadani Putri Parulian, Boima Ramses Rahman, Muh. Nadzirul Rahmayani, Siti Farah Rauf, Shalwa Azahrah Robert Tungadi Saputro, Prio Adi Sitti Rahmadiana Akuba Sri Utami Suleman Ibrahim Suleman, Ahmad Teti Sutriyati Tuloli Tululi, Rahmatiya Wiwit Zuriati Uno Yambese, Alpiani Yusuf, Annisa Humaira Yusuf, Wahyuni Adrian Yuszda K Salimi