Claim Missing Document
Check
Articles

AMPLIFIKASI GEN COI PADA SAMPEL LEBAH TANPA SENGAT DI LAMPUNG TENGAH: ANALISIS SECARA KUALITATIF Andriyani, Yuliana; Priyambodo, Priyambodo; Rustiaati, Elly Lestari; Pratami, Gina Dania; Ashari, Minanti Mayda; Srihanto, Eko Agus; Pratiwi, Dian Neli; Adelia, Ersa Imelda; Azzahra, Laila Salwa; Lestari, Septi Wahyu; Sandra, Shifa
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 no 2 periode februari - september 2025 ( continues)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i2.5539

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang tinggi dengan iklim tropis yang dimilikinya. Lebah tanpa sengat berhabitat di daerah tropis dan memiliki keanekaragaman yang tinggi dan menghasilkan produk madu dan propolis serta telah banyak dibudidayakan. Lampung Tengah sebagai salah satu daerah yang memiliki lokasi budidaya lebah tanpa sengat, dipilih sebagai lokasi penelitian. Penelitian telah dilakukan dengan analisis molekuler menggunakan penanda molekuler gen COI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hasil amplifikasi gen COI pada empat individu lebah tanpa sengat yang dikoleksi di Lampung Tengah. Analisis molekuler telah dilakukan melalui proses ekstraksi, amplifikasi, elektroforesis, dan visualisasi DNA. Kualitas DNA diketahui melalui pita DNA yang terbentuk pada proses elektroforesis gel agarosa 1% dan divisualisasikan di bawah sinar ultraviolet. Hasil amplifikasi gen COI pada empat individu lebah tanpa sengat memiliki kualitas pita DNA yang baik dengan panjang base pair berkisar antara 600 – 750bp.
ANALISIS HASIL AMPLIFIKASI SAMPEL INDIVIDU LEBAH TANPA SENGAT BERDASARKAN GEN COI DI LAMPUNG TIMUR Ashari, Minanti Mayda; Priyambodo, Priyambodo; Rustiati, Elly Lestari; Pratami, Gina Dania; Andriyani, Yuliana; Srihanto, Eko Agus; Pratiwi, Dian Neli; Azzahra, Laila Salwa; Adelia, Ersa Imelda; Sandra, Shifa; Lestari, Septi Wahyu; Ramadan, Viki
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 no 2 periode februari - september 2025 ( continues)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i2.5540

Abstract

Lebah tanpa sengat masuk ke dalam suku meliponidae dan merupakan lebah yang tidak menggunakan daya sengat sebagai alat pertahanan diri melainkan gigitan dan kerumunan apabila berada dalam bahaya. Indonesia memiliki keragaman jenis lebah tanpa sengat dan telah ditemukan sekitar 52 jenis yang tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Timor, Sulawesi, Ambon, Maluku dan Irian Jaya. Dari beragam jenis lebah tanpa sengat yang ditemukan di Indonesia menunjukkan bahwa adanya keragaman genetik yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis hasil amplifikasi secara kualitatif dari DNA lebah tanpa sengat berdasarkan gen COI. Penelitian dilaksanakan pada rentang bulan Oktober 2024 - Januari 2025. Tahapan dalam penelitian ini meliputi pengambilan sampel, ekstraksi dan amplifikasi DNA. Hasil ekstraksi dan amplifikasi diuji dengan mengggunakan elektroforesis. Berdasarkan analisis kualitatif menggunakan gel agarose 1%, keempat sampel lebah tanpa sengat berhasil diekstraksi DNAnya. Ukuran panjang DNA dari masing-masing sampel lebah tanpa sengat diketahui berkisar antara 600-700bp dari hasil uji kualitatif setelah amplifikasi DNA.
AMPLIFIKASI GEN N-METHYLTRANSFERASE KOPI ROBUSTA DI PERKEBUNAN KOPI RAKYAT WIYONO LAMPUNG: AMPLIFIKASI GEN N-METHYLTRANSFERASE KOPI ROBUSTA DI PERKEBUNAN KOPI RAKYAT WIYONO LAMPUNG Lestari, Septi Wahyu; Rustiati, Elly Lestari; Priyambodo, Priyambodo; Wahyuningsih, Sri; Sandra, Shifa; Winarno, Winarno; Thesalonika, Natasya; Febriansyah, Muhammad; Ashari, Minanti Mayda; Andriyani, Yuliana; Afandi, Aril; Maharani, Annisa Lidya; Pratiwi, Dian Neli; Srihanto, Eko Agus; Suhada, Suhada; Permatasari, Nindy
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 no 2 periode februari - september 2025 ( continues)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i2.5544

Abstract

Kopi robusta (Coffea canephora) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang umum ditanam di Indonesia karena memiliki nilai ekonomis tinggi. Kabupaten Pesawaran menjadi salah satu daerah di Lampung yang banyak mengusahatanikan kopi robusta dalam skala perkebunan rakyat. Isolasi dan amplifikasi gen menjadi langkah awal dalam analisis molekuler untuk mengetahui keragaman gen pada kopi robusta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil isolasi dan amplifikasi DNA daun kopi robusta dari perkebunan kopi rakyat Pesawaran, Lampung. Isolasi DNA dari 5 sampel daun kopi robusta telah dilakukan mengacu pada protokol kit isolasi DNA dari Geneaid Genomic DNA Mini Kit (Plant). Hasil ekstraksi kemudian diamplifikasi menggunakan primer N-methyltransferase dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Visualisasi hasil ekstraksi dan amplifikasi dilakukan menggunakan elektroforesis gel agarosa 1%. Visualisasi atas hasil ekstraksi telah menunjukkan diperolehnya ekstrak DNA yang baik. Visualisasi atas hasil amplifikasi menunjukkan telah diperolehnya fragmen DNA sepanjang 600bp.
STUDI FENOMENA GENETIKA POPULASI MELALUI ANALISIS PROPORSI GOLONGAN DARAH MAHASISWA SARJANA DAN DIPLOMA FAKULTAS MIPA UNILA BERDASARKAN SISTEM ABO Nugraha, M. Aqwam; Priyambodo, Priyambodo
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 no 2 periode februari - september 2025 ( continues)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i2.5624

Abstract

Pengetahuan atas sistem penggolongan darah ABO sangat penting sebagai upaya pengenalan diri lebih komprehensif dan bentuk upaya antisipatif dalam kondisi darurat medis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proporsi golongan darah dan frekuensi alel mahasiswa sarjana dan diploma FMIPA Unila berdasarkan sistem ABO. Penelitian telah dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan informed consent secara daring. Dari 3.244 total mahasiswa, didapatkan informasi bahwa 384 mahasiswa telah mengetahui golongan darahnya. Proporsi tertinggi golongan darah mahasiswa sarjana dan diploma FMIPA Unila adalah O dengan persentase 36,72%, diikuti dengan golongan darah B (28,13%), golongan darah A (25,52%) dan golongan darah AB (9,64%). Berdasarkan formulasi perhitungan Hukum Hardy-Weinberg, diketahui bahwa frekuensi alel A, B, dan O berturut-turut adalah 0,18; 0,21; dan 0,61.
Phylogenetic Construction of Stingless Bees in Bandar Lampung based on 16S rRNA Gene Priyambodo, Priyambodo; Rustiati, Elly Lestari; Pratiwi, Dian Neli; Susanto, Alvin Wiwiet; Srihanto, Eko Agus; Saswiyanti, Enny
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 15 No 2 (2024): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v15i2.24589

Abstract

Stingless bees are one of the honey-producing groups that are currently in increasing demand. The significant rise in honey demand necessitates research into the variety of stingless bee species that have the potential to produce high-quality honey in large quantities. This study aims to determine the genetic relationship of stingless bees from two colonies in Rajabasa, Bandar Lampung. Samples were collected from two different colonies in Rajabasa, Bandar Lampung. Molecular analysis was conducted, including DNA extraction, amplification, DNA sequencing, and phylogenetic analysis using the 16S rRNA gene. The study assessed homology values, genetic distance, and the phylogenetic map. The results indicated that the individual samples, GB1 and GB2, found in Bandar Lampung, were closely related to the species Heterotrigona itama. This was confirmed by the query value of both samples being 100%, with similarity values of 96.99% and 97.20%, respectively. The genetic distance analysis, visualized in the phylogenetic map, also shows that the two samples are close relatives of Heterotrigona itama.ABSTRAK: Lebah tanpa sengat menjadi salah satu kelompok penghasil madu yang saat ini makin banyak diminati masyarakat. Peningkatan kebutuhan madu yang signifikan, memerlukan penelitian tentang ragam spesies lebah tanpa sengat yang potensial dalam menghasilkan madu yang berkualitas prima dalam jumlah yang melimpah. Penelitian ini telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kedekatan genetik lebah tanpa sengat dari dua koloni di Rajabasa, Bandar Lampung. Sampel diambil dari dua koloni yang berbeda di Rajabasa, Bandar Lampung. Analisis molekuler telah dilakukan dengan tahapan ekstraksi DNA, amplifikasi DNA, sekuensing DNA, dan dilanjutkan dengan analisis filogenetik dengan menggunakan gen 16S rRNA. Analisis dilakukan untuk mengetahui nilai homologi, jarak genetik, dan peta filogenetik. Hasil menunjukkan bahwa individu sampel GB1 dan GB2 yang ditemukan di Bandar Lampung mempunyai kedekatan dengan spesies Heterotrigona itama. Hal ini ditunjukkan dengan nilai query keduanya sebesar 100% dan nilai similarity masing-masing adalah 96,99% dan 97,20%. Analisis jarak geneti yang divisualisasi dalam peta filogenetik juga menunjukkan bahwa kedua sampel yang diperoleh merupakan kerabat dekat dari Heterotrigona itama.
Induksi Poliploid Planlet Pisang Kepok Batu Dengan Media Kultur Jaringan Sabana, Amaliya; Ernawiati, Eti; Priyambodo, Priyambodo; Agustrina, Rochmah
ORGANISMS: JOURNAL OF BIOSCIENCES Vol. 2 No. 1 (2022): Organisms: Journal of Biosciences
Publisher : Pusat HKI, Paten, dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/organisms.v2i1.10243

Abstract

Colchicine is often used in plant breeding to induce mutations and produce polyploid plants with superior traits. Cytologically polylpoid plants have variations in shape, number of chromosomes and larger cell sizes. The use of colchicine in kepok batu bananas is expected to produce polyploid banana kepok batu plants. The purpose of this study was to determine the effect of colchicine compounds on mitotic abnormalities, changes in chromosome number, decreased mitotic index, and the number and length of roots in banana kepok batu plantlets formed on tissue culture media. The research was carried out at the Botanical Laboratory, Department of Biology, FMIPA Unila. This study compared cytology with the squash method between root tip cells of banana kepok batu plantlets after the addition of 0.1% colchicine with controls. Data were analyzed descriptively and displayed in the form of tables and bar charts. The results showed that administration of 0.1% colchicine resulted in mitotic abnormalities (mitotic abnormalities) and increased the number of chromosomes in the control 2n=3x or 33 and 0.1% colchicine treatment, namely 2n=3x+6 or 39. The mitotic index decreased, but averaged – the average number of roots was more and their size was longer than the control. From these results it can be concluded that the administration of 0.1% colchicine was able to induce polyploid cells in banana kepok batu plantlets.AbstrakKolkisin sering digunakan dalam pemuliaan tanaman untuk menginduksi mutasi dan menghasilkan tanaman poliploid dengan sifat unggul. Secara sitologi tanaman polilpoid memiliki variasi bentuk, jumlah kromosom serta ukuran selnya lebih besar. Penggunaan kolkisin pada pisang kepok batu diharapkan dapat menghasilkan tanaman pisang kepok batu poliploid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senyawa kolkisin terhadap abnormalitas mitosis, perubahan jumlah kromosom, penurunan indeks mitosis, serta jumlah dan panjang akar pada planlet pisang kepok batu yang terbentuk pada media media kultur jaringan. Pelaksanaan penelitian di Laboratorium Botani Jurusan Biologi FMIPA Unila. Penelitian ini membandingkan sitologi dengan metode squash antara sel ujung akar planlet pisang kepok batu setelah penambahan kolkisin 0,1% dengan kontrol. Data dianalisis secara deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk tabel serta diagram batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kolkisin 0,1% memunculkan kelainan mitosis (abnormalitas mitosis) serta meningkatkan jumlah kromosom pada kontrol 2n=3x atau 33 dan perlakuan kolkisin 0,1% yaitu 2n=3x+6 atau 39. Indeks mitosisnya menurun, namun rata – rata jumlah akar lebih banyak dan ukurannya lebih panjang dibandingkan dengan kontrol. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian kolkisin 0,1% mampu menginduksi sel – sel poliploid pada planlet pisang kepok batu.
Linking Artificial Intelligence and Insect Genetics for Coffee Plantation Research: A Bibliometric Perspective Priyambodo, Priyambodo; Parabi, M. Iqbal; Rustiati, Elly Lestari; Permatasari, Nindy; Amrullah, Syarif Hidayat; 'Aliyah, Siti Hamidatul
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4.9996

Abstract

Artificial intelligence (AI) has advanced rapidly over the past two decades, creating opportunities to address ecological and agricultural challenges by integrating computational methods with genetics. This study aims to map the scientific landscape of research at the intersection of AI, insect population genetics, and coffee agroecosystems. A bibliometric analysis was conducted using the Scopus database, covering publications from 1978 to 2025 and employing co-occurrence, co-authorship, centrality, and co-citation analyses supported by VOSviewer for visualization. The results show a significant growth in publications since 2010, with the United States and Brazil as leading contributors, while collaborations among influential authors and institutions have shaped three main clusters: ecology and agroecosystem management, insect–pest interactions and biological control, and genetics with molecular approaches to plant metabolism. The co-citation network further highlights the integration of pest ecology, biodiversity conservation, and the economic value of pollinators as central themes. These findings indicate that AI–genetics integration is increasingly pivotal for sustainable coffee management, with future research directions emphasizing predictive modeling of pest and pollinator dynamics under climate variability, alongside investigations into soil microbiomes and pollinator health to enhance resilience in coffee production systems.
Qualitative Analysis of Partial 16S rRNA Amplicon of Mitochondrial Gene of Stingless Bees in Pesawaran Priyambodo, Priyambodo; Rustiati, Elly Lestari; Pratiwi, Dian Neli; Susanto, Alvin Wiwiet; Imtitsal, Aulia; Fahrezi, Aditya; Febriansyah, Muhammad; Kusuma, Andriyani Wijaya; Srihanto, Eko Agus; Saswiyanti, Enny; Sidik, Mahfud; Sa'uddah, Lousanja D.; Lestari, Indah Ayu; Yani, Ani Andri; Ramadhan, Viki
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 1 (2023): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i1.6470

Abstract

Pesawaran is one of the areas that has the potential to cultivate stingless bees as producers of honey and propolis. This study was aimed at qualitatively analysing partial amplicons of the 16S rRNA gene from individuals found at the research site. The research was performed from April to September 2023 in an explorative approach. Based on the exploration that has been done in Harapan Jaya Village, Way Ratai District, Pesawaran Regency, individual stingless bees were obtained from 5 different colonies. Individual samples of stingless bees were further extracted and amplified by commercial kits. Each individual from 5 different colonies has successfully obtained its DNA amplicons. Based on qualitative analysis using 1% agarose gel, the size of the partial gene ranged from 400bp to 500bp. This result is in accordance with the data contained in the genbank, where the 16S rRNA gene size is more than 500bp. Therefore, it has been concluded that the size of the partial amplicons of the 16S rRNA gene of individual stingless bees from the 5 colonies that were obtained is actually in range of the size of the 16S rRNA gene of stingless bees that have been recorded in the genbank.
Analisis Komparatif Keragaman Serangga Tanah Diurnal pada Perkebunan Kopi Berdasarkan Prediksi AI dan Eksplorasi Lapangan Afandi, Aril; Winarno, Winarno; Suhada, Suhada; Maharani, Annisa Lidya; Safitri, Anggi; Saputri, Nur Ayu; Rhamadaningtyas, Nabila Aulia; Soegiharto, Yolande Cathleya; Apriani, Vivin; Fitrisyah, Asyifa Zahara; Pratama, M. Idris Afta; Vega, Cindy Ameliya; Pawaka, Arrahmaan Syah; Saputra, Rama Arsalta Bara; Amrullah, Syarif Hidayat; Parabi, M. Iqbal; Rustiati, Elly Lestari; Pratami, Gina Dania; Permatasari, Nindy; Priyambodo, Priyambodo
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10 nomor 4 tahun 2025 Terbit Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i4.7121

Abstract

Soil insects play a crucial role in maintaining ecosystem balance and supporting soil fertility, particularly within coffee plantation ecosystems. This study aims to analyze the diversity of soil insects by comparing results from artificial intelligence (AI)-based predictions and field explorations to obtain a comprehensive understanding of community structure. The research was conducted in a smallholder coffee plantation located in Wiyono Village, Pesawaran Regency, Lampung. Field data were collected using the pitfall trap method, while AI-based predictions were generated utilizing a dataset derived from 14 relevant scientific publications. Data analysis employed the Shannon-Wiener diversity index (H′) to evaluate differences between predicted and observed results. The findings revealed that the AI-based prediction estimated an H′ value of 1.787 (moderate diversity), whereas the field exploration yielded an H′ value of 0.428 (low diversity). This discrepancy is influenced by dataset limitations, species dominance, and selectivity inherent in the sampling method. The results highlight the importance of integrating AI-based predictive approaches with field validation to enhance the accuracy of biodiversity assessments. This study contributes to the development of AI-driven prediction models and supports sustainable management of coffee plantation ecosystems.
Pengembangan dan Peningkatan Konektivitas Angkutan Barang di Jawa Timur Priyambodo, Priyambodo
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 3 (2016): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v28i3.599

Abstract

Kesiapan insfrastruktur transportasi angkutan barang di Jawa Timur sangat penting untuk memperlancar arus barang, jasa, dan manusia.Sehingga tercipta iklim investasi yang kondusuf dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi konektivitas angkutan barang di Jawa Timur.Apa hambatan dan solusi terkait dengan pengembangan konektivitas angkutan barang serta bagaimana strategi mengembangkan dan meningkatkan konektivitas angkutan barang di Jawa Timur. Dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif hasil penelitian ini menyebutkan bahwa konekvitas angkutan barang di Jawa Timur masih belum bisa memenuhi harapan masyarakat karena terbatasnya sarana transportasi seperti misalnya beberapa kabupaten belum memiliki terminal angkutan barang.Ases jalan ke tempat tujuan sering terganggu dengan adanya kemacetan di jalan yang disebabkan oleh volume kendaraan yang meningkat serta adanya pasar tumpah, kondisi jalan yang rusak dan berlubang serta juga adanya biaya-biaya yang tidak resmi selama melakukan pengiriman barang.Pertumbuhan panjang jalan dan sistem transportasi angkutan masal tidak sebanding dengan pertambahan jumlah kendaraan bermotor.Angkutan barang dengan menggunakan angkutan kereta api belum terwujud dengan baik. Volume lalu lintas cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Untuk itu direkomendasikan, yaitu, pertama, mengupayakan agar pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota duduk bersama mensinkronkan kebijakan transportasinya. Kedua, segera merealisasikan dan memfungsikan terminal angkutan barang.Ketiga, segera merealisasikan pembangunan jalan lingkar dan jalan tol. Keempat, melakukan perbaikan jalan dan pelebaran jalan baik oleh pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten dan kota serta meninjau kondisi kelas-kelas jalan.
Co-Authors 'Aliyah, Siti Hamidatul Adelia, Ersa Imelda Adhiak, Annisa Nur Adhiak Afandi, Aril Afifi, Mohammad Hafizh Agus Srihanto, Eko Aliyah, Ni’matul Aliyah Apriani, Vivin Apriliasari, Messy Armando, M Zona Bintang Ashari, Minanti Mayda Aspita Laila Az Zahra, Flora Bintang Azmi, Sevira Nur Azzahra, Laila Salwa Azzaid, Fahrez Isnanta Baruno, Agustiawan Djoko Brumadyadisty, Garry Buhani Buhani Busman, Hendri Busman DEDI CANDRA Devi Krismuniarti, Elisabeth Djoko Baruno, Agustiawan Eko Agus Srihanto, Eko Agus Elly Lestari Rustiati Endah Setyaningrum, Endah Erdi Suroso Erika Diana Risanti Ernawiati, Eti Fahrezi, Aditya Farid, Muhammad Faiz Fathiyya, Naila Nur Fauziah, Lu'lu' Kholidah Febriansyah, Muhammad Fitrisyah, Asyifa Zahara Gina Dania Pratami, Gina Dania Heri Satria Ikhsanudin, Ahmad Ikhsanudin, Ahmad Ikhsanudin Imtitsal, Aulia Indah Ayu Lestari, Indah Ayu Jani Master, Jani John Hendri JOKO SUSANTO Junaidi Junaidi Koentjoro, Dani Djati Krismuniarti, Elisabeth Devi Kurniasih, Vidyanti Kusuma, Andriyani Wijaya Lestari Rustitati, Elly Lestari, Septi Wahyu Liza Angeliya Lumbanraja, Favorisen R Maharani, Annisa Lidya Maisuri Hardani, Maisuri Manik, Lastiarma Master, Jani Master Melya Riniarti Mohammad Kanedi, Mohammad Mutia, Aprila Nayla, Azza Dera Rahma Neli Pratiwi, Dian Nevrettia Christantyawati, Nevrettia Niken Satuti Nur Handayani Novianasari, Tika Nugraha, M. Aqwam Nuning Nurcahyani Nurmayanti, Sri Parabi, M. Iqbal Pawaka, Arrahmaan Syah Permatasari, Nindy Pratama, M. Idris Afta Pratama, Ngakan Putu Agung Dharma Pratama Pratiwi, Dian Neli Priyanatha, Dzulfikar Yusuf Priyanatha, Dzulfikar Yusuf Priyanatha Priyanto, Davit Agus Putri, Desma Ramadhina Qoyima, Allafia Raden Mohamad Herdian Bhakti Ramadan, Viki Ramadhan, Viki Rhamadaningtyas, Nabila Aulia Rinawati Rinawati Rochmah Agustrina Romanda, Fitka Royani, Vika Aulia Rusitati, Elly Lestari Rustiaati, Elly Lestari Sa'uddah, Lousanja D. Sabana, Amaliya Safitri, Anggi Sandra, Shifa Saputra, Rama Arsalta Bara Saputri, Nur Ayu Sari, Resti Puspa Kartika Saswiyanti, Enny Sa’uddah, Lousanja Dira Sidik, Mahfud Simatupang, Dwi Rani Asfarini Siringo-ringo, Regina Stephani Mesina Sismita Sari, Sismita Sitorus, Justin S Sitorus Slamet Riyadi Soegiharto, Yolande Cathleya Sufa, Siska Armawati Suhada Suhada, Suhada SUMADI SUMADI Susandi, Waryoko Susanto, Alvin Wiwiet Syarif Hidayat Amrullah Taufik, Nadya Syifa Thesalonika, Natasya Utoyo, Laji Vega, Cindy Ameliya Vika Aulia Royani Virnarenata, Elsa Wan Abbas Zakaria Warsono Warsono Winarno Winarno WR, Dilla Joedi Yani, Ani Andri Yanti Yulianti Yuliana Andriyani ‘Aliyah, Siti Hamidatul