Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL KOOPERATIF TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL PEMBELAJARAN TEKS PUISI SISWA KELAS VIII SMP IT NURUL ILMI 2 KOTA JAMBI Azhary, Fitriyani; Harahap, Eddy Pahar; Yusra, Hilman; Purba, Andiopenta; Sinaga, Albertus
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i2.8849

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi pengaruh model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) terhadap hasil belajar mengidentifikasi unsur-unsur pembangun teks puisi siswa kelas VIII SMP IT Nurul Ilmi 2 Jambi dengan pendekatan quasi exsperiment design serta menerapkan pretest posttest. Populasi penelitian terdiri dari keseluruhan siswa di kelas VIII SMP yang terdiri dari 5 kelas dan sampel penelitian kelas ditetapkan pada kelas VIII D berjumlah 24 orang sebagai kelas kontrol dan kelas VIII E berjumlah 26 orang sebagai kelas eksperimen. Teknik analisis data terlebih dahulu melakukan uji prasyarat yang mana membutuhkan uji normalitas dan uji homogenitas kemudian setelah diketahui data normal dan homogen dilanjutkan dengan uji hipotesis (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan kelas eksperimen yang memperoleh rata-rata 88,65 sedangkan kelas kontrol tanpa perlakuan memperoleh rata-rata 75,42 berdasarkan uji t-test yang menunjukkan nilai sig. (2 tailed) 0,000 < 0,05 yang berarti ada perbedaan terhadap variabel yag diuji, maka model pembelajaran TGT dapat memberi pengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa mengidentifikasi unsur pembangun puisi kelas VIII SMP IT Nurul Ilmi 2 Jambi.Kata kunci: model TGT, hasil pembelajaran, teks puisi
Kesantunan Berbahasa pada Penutur Bahasa Kerinci di Desa Baru Sungai Tutung Kecamatan Air Hangat Timur : Language Politeness of Kerinci Language Speakers in Desa Baru Sungai Tutung Air Hangat Timur Subdistrict Sari, Welsa Laudia; Purba, Andiopenta; Yusra, Hilman
Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 3 (2025): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v9i3.2817

Abstract

This study aims to determine the forms of language politeness in Kerinci language speakers in Sungai Tutung Baru Village, Air Hangat Timur Subdistrict. This research uses a qualitative approach with descriptive research. The research data is in the form of speech from the Kerinci community in the New Village of Sungai Tutung, East Warm Water Subdistrict, Kerinci Regency. In the process of collecting data, researchers used several data collection techniques, namely using observation techniques, recording techniques used by researchers to record speaking activities, free techniques where researchers are not directly involved in speaking, and recording techniques to record data that are considered important and meet the criteria of language politeness principles in the communication process. This research uses Leech's politeness principle theory which includes six maxims: the maxim of wisdom, the maxim of generosity, the maxim of praise, the maxim of humility, the maxim of agreement and the maxim of sympathy. In his findings, the researcher found a form of politeness consisting of six maxims, namely the maxim of wisdom, the maxim of generosity, the maxim of praise, the maxim of humility, the maxim of agreement and the maxim of sympathy. The data generated in the speech of the Kerinci community in Sungai Tutung New Village in performing speech acts are 22 utterances of obeying principles which are divided into 4 utterances of the maxim of wisdom, 4 utterances of the maxim of generosity, 4 utterances of the maxim of praise, 2 maxims of humility, 2 maxims of agreement and 4 maxims of sympathy. Furthermore, it is found that the principle of violating manners is 3 utterances. 1 utterance violates the maxim of wisdom, 1 utterance violates the maxim of humility and 1 utterance violates the maxim of agreement.
Pelanggaran Prinsip Kesantunan dan Prinsip Kerja Sama dalam Wawancara Najwa Shihab dengan Anies dan Muhaimin di Kanal Youtube Gulo, Della Silvi; Purba, Andiopenta; Setyonegoro, Agus
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 9 No 2 (2024): Edisi November 2024
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v9i2.2143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana bentuk dan faktor pelanggaran prinsip kesantunan dan prinsip kerja sama dalam wawancara Najwa Shihab dengan Anies dan Muhaimin di Kanal Youtube. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data pada penelitian ini berupa seluruh tuturan dengan sumber dari tokoh-tokoh dalam dalam video Najwa Shihab, Anies, dan Muhaimin pada video di kanal youtube Najwa Shihab yang berjudul “Eksklusif : Blak-blakan Anies - Muhaimin Mata Najwa”. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak bebas libat cakap dengan teknik lanjutan yaitu teknik catat dan transkrip data. Data kemudian dianalisis dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil pada penelitian menunjukkan Pelanggaran prinsip kesantunan yang paling banyak dilakukan yaitu pada maksim maksim kebijaksanaan dan pujian yang didominasi oleh pewawancara, sedangkan pada pelanggaran prinsip kerja sama yang paling mendominasi adalah kedua narasumber dengan pelanggaran terbanyak pada maksim kuantitas dan maksim cara. Faktor pelanggaran kesantunan yang paling ditemukan yaitu memojokkan mitra tutur dan faktor pelanggaran prinsip kerja sama yang paling banyak ditemukan yaitu mengabaikan maksim
Kesantunan berbahasa masyarakat siulak mukai kabupaten kerinci Maharani, Putri; Akhyaruddin, Akhyaruddin; Yusra, Hilman; Purba, Andiopenta
FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 2 (2025): FRASA: JURNAL KEILMUAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/frasaunimuda.v6i2.3114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan penggunaan kesantunan berbahasa dalam masyarakat Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pragmatik dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui teknik simak libat cakap, rekam, dan catat terhadap tuturan masyarakat dalam berbagai konteks komunikasi sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kesantunan berbahasa masyarakat Siulak Mukai direalisasikan melalui berbagai ungkapan yang mencerminkan maksim kesantunan menurut teori Leech yang terdiri dari enam submaksim meliputi maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan, maksim simpati) dan penanda kesantunan menurut Rahardi (tolong, mohon, silakan, mari, ayo, biar, coba, harap, hendaknya, hendaklah, -lah, sudi kiranya, sudilah kiranya, sudi apalah kiranya). Kesantunan berbahasa ditunjukkan dalam bentuk penggunaan bahasa yang sopan dan santun, serta disesuaikan dengan konteks sosial dan hubungan antarpelaku tutur. Penelitian ini menegaskan pentingnya kesantunan dalam komunikasi masyarakat untuk menjaga keharmonisan dan efektivitas interaksi sosial, serta untuk menghindari terjadinya konflik antar sesama masyarakat sehingga komunikasi terjalin dengan baik dan lancar.
Analisis Kesantunan Berbahasa pada Penutur Bahasa Banjar di Desa Parit Gantung Tanjab Barat Mahrus, Mahrus; Purba, Andiopenta; Priyanto, Priyanto
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i2.818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk pematuhan dan pelanggaran maksim kesantunan dalam tuturan penutur Bahasa Banjar di Desa Parit Gantung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Bahasa Banjar yang masih aktif digunakan oleh masyarakat desa ini menjadi objek penting dalam pelestarian nilai-nilai budaya dan kebahasaan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui teknik simak, catat, rekam, dan libat cakap terhadap percakapan sehari-hari masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan adanya enam maksim kesantunan yang dipatuhi dan dilanggar oleh penutur, meliputi maksim kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, persetujuan, dan kesimpatian. Sebanyak delapan data tuturan mencerminkan pematuhan maksim, sementara enam lainnya menunjukkan pelanggaran. Faktor-faktor sosial, budaya, tujuan komunikasi, situasi, serta kondisi emosional turut memengaruhi bentuk tuturan yang digunakan. Temuan ini menegaskan bahwa kesantunan dalam berbahasa menjadi cerminan karakter dan nilai-nilai luhur masyarakat Banjar. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pelestarian bahasa daerah dan pengembangan kajian pragmatik dalam ranah lokal. 
Tindak Tutur Langsung Dan Tidak Langsung Pada Penutur Bahasa Melayu Jambi Di Desa Tantan Muaro Jambi: Kajian Sosiopragmatik Kasari, Devi; purba, Andiopenta; Priyanto, Priyanto
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i2.797

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  tindak tutur langsung dan literal, tidak  langsung dan tidak literal yang digunakan oleh penutur Bahasa Melayu Jambi di Desa Tantan Muaro Jambi dan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan tindak tutur tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitan ini adalah kualitatif dengan Teknik pengumpulan data obervasi partisipatif,pencatat,rekam. penelitian ini mengungkapkan bahwa dalam percakapan sehari-hari,penutur Bahasa melayu mengaplikasikan empat jenis tindak tutur tersebut sesuai dengan situasi yang ada. Hasil penelitian ini yaitu Tindak tutur langsung dan literal lebih mendominasi, digunakan dalam konteks informatif, praktis, dan komunikasi sehari-hari yang fungsional. Tindak tutur tidak langsung dan tidak literal berfungsi dalam konteks sosial, emosional, dan strategis, sering digunakan untuk menyampaikan kritik, sindiran, atau menjaga keharmonisan dalam percakapan.
IMPLEMENTASI MODEL EXPERIENTIAL LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI PADA SISWA KELAS VIII DI MTS LABORATORIUM UIN STS JAMBI Wulandary, Ryana Putri; Purba, Andiopenta; Setyonegoro, Agus; Wini, Lusia Oktri
Lintang Aksara Vol. 2 No. 1 (2023): Lintang Aksara
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jla.v2i1.32236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi model experiential learning dalampembelajaran menulis teks eksposisi pada siswa kelas VIII di MTs Laboratorium UIN STSJambi. Bedasarkan langkah-langkah model experiential learning yaitu pengalaman konkret,observasi reflektif, konseptualisasi abstrak, eksperimentasi aktif. Penelitian ini menggunakanmetode penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian ini berupa hasil wawancara penelitidengan guru bahasa indonesia dan hasil belajar siswa dalam kegiatan proses pembelajaranmenulis teks eksposisi dan sumber data berupa RPP dan bahan ajar yang berkaitan denganproses Langkah-Langkah pembelajaran experiential learning yang dilaksanakan.Pengambilan data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara dan tes.Nantinya data tersebut akan di analisis dengan cara, reduksi data, penyajian data danpenarik kesimpulan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa model experientiallearning merupakan sebuah model yang sangat cocok digunakan dalam pembelajaranmenulis teks eksposisi karena model tersebut menggunakan pengalaman peserta didik yangakhirnya dapat mempermudah pemahaman materi serta mengaktifkan peserta didik dalampembelajaran. Hal ini terbukti dengan hasil kerja peserta didik diatas KKM (KriteriaKetuntasan Minimal) Selain itu model experiential learning bukan hanya mengutamakanpengalaman peserta didik saja namun membuat pengalaman baru yang berkesan pada diripeserta didik.Kesimpulan penelitian ini meunjukkan bahwa implementasi model experientiallearning dalam pembelajaran menulis teks eksposisi di kelas VIII di MTs Laboratorium UINSTS Jambi berjalan sesuai dengan langkah-langkah model experiential learning.
Sosialisasi dan Pendampingan Masyarakat Suku Anak Dalam Jambi dalam Memperoleh Hak Administrasi Kependudukan Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013: (Socialization and Assistance for the Suku Anak Dalam Community in Jambi in Obtaining Civil Administration Rights in Accordance with Law Number 24 of 2013) Simaremare, Tohap Pandapotan; Sipahutar, Bernard; Simatupang, Gugun Manosor; Norawati, Rosinta; Harianja, Sri Indriani; Purba, Andiopenta; Kolo, Adriana; Indrayana, Boy
Jurnal JUPEMA Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025 (inprogress)
Publisher : Laboratorium Pembelajaran FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jupema.v4i2.49006

Abstract

The Suku Anak Dalam (SAD) community in Jambi, who largely live nomadically, face serious obstacles in accessing public services and social development. The main cause is the lack of essential population administration documents, such as ID cards (KTP), Family Cards (KK), and birth certificates. This condition limits their civil rights, even though Law No. 24 of 2013 concerning Population Administration clearly guarantees these rights for all citizens. This community service program was designed to address this problem by aiming to broaden the SAD's understanding of their population administration rights and to facilitate the process of obtaining these documents. This activity was implemented by the Universitas Jambi community service team, which also involved student participation through the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program. The program was focused in Sekaladi, Pelempang Village, Mestong District, Muaro Jambi Regency. The implementation methods included intensive socialization, personal assistance, and direct administrative support. The program's results show an increased understanding among the SAD community regarding the importance of population documents. Furthermore, the program successfully assisted many community members in obtaining ID cards, Family Cards, and birth certificates. The positive impact of possessing these documents is evident in their increased access to basic services such as healthcare, education, and social assistance programs. This program provides a tangible contribution to strengthening the civil rights of the SAD and supports the achievement of their social welfare. Abstrak. Masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) di Jambi, yang sebagian besar hidup nomaden, menghadapi kendala serius dalam mengakses layanan publik dan pembangunan sosial. Penyebab utamanya adalah ketiadaan dokumen administrasi kependudukan esensial, seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), dan akta kelahiran. Kondisi ini membatasi hak sipil mereka, meskipun Undang-Undang No. 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan secara jelas menjamin hak tersebut bagi seluruh warga negara. Program pengabdian ini dirancang untuk mengatasi masalah tersebut dengan tujuan memperluas wawasan SAD mengenai hak administrasi kependudukan dan memfasilitasi proses perolehan dokumen. Kegiatan ini diimplementasikan oleh tim pengabdian Universitas Jambi, yang turut melibatkan partisipasi mahasiswa melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Lokasi kegiatan difokuskan di Sekaladi, Desa Pelempang, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi intensif, pendampingan personal, dan bantuan administratif secara langsung. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat SAD mengenai pentingnya dokumen kependudukan. Lebih lanjut, program ini berhasil membantu banyak anggota komunitas dalam memperoleh KTP, KK, dan akta kelahiran. Dampak positif dari kepemilikan dokumen ini terlihat dari peningkatan akses mereka terhadap layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan program bantuan sosial. Program ini memberikan kontribusi nyata dalam penguatan hak sipil SAD dan mendukung pencapaian kesejahteraan sosial mereka.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS X SMKN 1 KOTA JAMBIbi Pranata, Ardi; Fitrah, Yundi; Purba, Andiopenta
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v9i2.823

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi dan implementasi kurikulum merdeka belajar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, serta kendala yang dihadapi pada penerapan kurikulum merdeka belajar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas X SMKN 1 Kota Jambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap implementasi kurikulum merdeka dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas X SMKN 1 Kota Jambi adalah positif atau baik. Perangkat dalam penerapan kurikulum merdeka belajar pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas X SMKN 1 Kota Jambi sudah lengkap, seperti modul ajar, buku teks pelajaran, dan video pembelajaran yang telah disusun sesuai dengan tahapan dalam penyusunan modul. Penerapan kurikulum merdeka belajar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas X SMKN 1 Kota Jambi sudah ada yang berjalan dengan optimal dan adapula yang masih harus ditingkat. Adapun aspek yang sudah terlaksana dengan baik adalah aspek komunikasi, disposisi dan struktur organisasi, sedangkan aspek yang harus ditingkatkan adalah aspek sumber daya, terutama sumber daya anggaran dan fasilitas.
CAMPUR KODE DALAM PENGGUNAAN BAHASA MELAYU JAMBI DI PASAR TRADISIONAL ATAS MUARO BUNGO Yuliyanti, Eva; Akhyaruddin, Akhyaruddin; Yusra, Hilman; Purba, Andiopenta
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v9i2.841

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja bentuk campur kode, fungsi campur kode, serta bahasa etnis mana yang menjadi penyumbang terjadinya fenomena campur kode di pasar tradisional Atas Muaro Bungo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data dari penelitian ini adaah percakapan atau dialog antara penjual dan pembeli yang terjadi ketika berinteraksi di pasar. Pengumpulan data dilakukan dengan mengamati, mencatat, dan merekam percakapan yang terjadi dilapangan. Teknik analisis data yang digunakan deskriptif kualitatif yang sesuai dengan teknik analisis data Miles Huberman (1984). Keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi teori. Hasil dari penelitian ini bahwa benar adanya terjadi peristiwa campur kode yang terjadi di pasar Atas Muaro Bungo. campur kode kata sebanyak 49 kata, campur kode frasa sebanyak 19 frasa, dan campur kode klausa belum di temukan dalam penelitian ini. Bahasa Melayu Jambi dan Minangkabau merupakan bahasa yang paling banyak dijumpai di pasar Tradisional Atas Muaro Bungo.