Claim Missing Document
Check
Articles

Pelanggaran Kesantunan Berbahasa pada Acara Rakyat Bersuara: Orang Besar di Balik Gaduh Ijazah Jokowi: Violation of Language Politeness at the People's Voice Event: The Big Man Behind the Jokowi Diploma Uproar Wahyuni, Suci Sri; Purba, Andiopenta; Pratama, Deri Rachmad; Akhyaruddin, Akhyaruddin
Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 4 (2025): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v9i4.3264

Abstract

This study aims to describe the forms of language politeness violations found in the Rakyat Bersuara program entitled "The Big Man Behind the Noise of Jokowi's Diploma." This study uses a pragmatic approach with a descriptive qualitative research type. The data for this study are speeches containing violations of language politeness. The data source for this study is the Rakyat Bersuara program, July 30, 2025 edition, entitled "The Big Man Behind the Noise of Jokowi's Diploma" on the INEWS YouTube channel. The data collection technique in this study uses the listening and note-taking method. Data validity is checked using the theory and method triangulation technique. This study uses Leech's (1993) politeness theory as the basis for analysis. The data analysis technique in this study uses the Miles and Huberman interactive model which includes three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study showed that there were violations of politeness in six maxims, namely 2 violations of the maxim of wisdom, 1 violation of the maxim of generosity, 5 violations of the maxim of praise, 1 violation of the maxim of humility, 1 violation of the maxim of agreement, and 2 violations of the maxim of sympathy. Violations of politeness in language were used to defend arguments, to attack interlocutors who disagreed, and also to enhance one's positive image and to maximize losses to interlocutors.
Bentuk dan Makna Pilihan Kata Marah Bahasa Toba di Desa Kampung Baru Tanjung Jabung Barat: Kajian Sosiolinguistik Panjatan, Vera Sari; Purba, Andiopenta; Yusra, Hilman; Akhyaruddin, Akhyaruddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5881

Abstract

Bahasa Batak Toba merupakan salah satu bahasa daerah di Indonesia yang masih aktif digunakan oleh masyarakatnya, baik di daerah asal maupun di wilayah perantauan. Bahasa ini merepresentasikan identitas sosial, sistem nilai, dan cara berpikir masyarakat Batak Toba yang dikenal tegas, terbuka, serta lugas dalam bertutur. Bahasa Batak Toba memiliki kekhasan dalam mengekspresikan emosi, khususnya melalui pilihan kata saat marah yang sarat nilai sosial dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna konotatif, serta faktor sosial yang memengaruhi pilihan kata marah dalam bahasa Batak Toba yang digunakan oleh masyarakat batak di Desa Kampung Baru, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data berupa tuturan lisan yang diperoleh melalui teknik simak bebas libat cakap, pencatatan, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilihan kata marah dalam bahasa Batak Toba terbagi ke dalam tiga bentuk, yaitu kata, frasa, dan ungkapan. Berdasarkan referensinya, pilihan kata tersebut mengacu pada keadaan, binatang, makhluk halus, benda-benda, bagian tubuh, kekerabatan, aktivitas, dan profesi. Makna yang terkandung dalam pilihan kata marah bersifat konotatif dan berfungsi sebagai sarana ekspresi emosi, penegasan sikap, serta penguatan relasi sosial, baik dalam bentuk kecaman, sindiran, maupun candaan bernuansa marah. Selain itu, faktor sosial seperti gender, usia, pendidikan, dan pekerjaan terbukti berpengaruh terhadap variasi bentuk dan makna pilihan kata marah. Temuan ini menunjukkan bahwa bahasa makian dalam bahasa Batak Toba tidak semata-mata bersifat kasar, melainkan merupakan fenomena sosiolinguistik yang mencerminkan adaptasi budaya penutur di lingkungan perantauan.
Implementation of the Scaffolding Approach in Teaching Popular Scientific Article Writing to Eighth-Grade Students at MTsN 2 Bungo Aini, Zulfa Fitri; Setyonegoro, Agus; Priyanto, Priyanto; Purba, Andiopenta
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 02 (2026): Maret: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v5i02.2597

Abstract

Writing is a complex language skill because it requires mastery of structure, idea development, and accurate linguistic rules. In the context of the Independent Curriculum, the ability to write popular scientific articles is crucial for strengthening the literacy of junior high school (SMP/MTs) students. However, classroom learning practices still show low structural regularity and idea development due to minimal gradual guidance. This study aims to describe the implementation of the scaffolding approach in teaching popular scientific articles to eighth-grade students at MTsN 2 Bungo and identify supporting and inhibiting factors. This study used a qualitative research type with an instrumental case study design. Data were obtained through learning observations, document analysis of 32 student articles, and interviews with teachers and students. Then, they were analyzed descriptively through stages of reduction, categorization, and thematic interpretation with triangulation of sources and techniques. The results showed that scaffolding was implemented gradually through providing intensive assistance in the initial stage, simplifying tasks, providing examples and feedback, and reducing assistance (fading). Most students were able to structure texts in a more organized manner, develop ideas logically, and show improvements in linguistic aspects and writing independence. It was concluded that the scaffolding approach effectively improves the quality of the writing process and products while encouraging students' learning independence, and is relevant to the learning principles in the Independent Curriculum.
MAKNA SIMBOLIK TRADISI LISAN DALAM ADAT ISTIADAT PERKAWINAN MASYARAKAT MELAYU Agustina, Amelia; Akhyaruddin, Akhyaruddin; Saputra, Ade Bayu; Purba, Andiopenta
INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 7 Number 1 February 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/indonesia.v0i0.82610

Abstract

customs in Tanjung Jabung Timur Regency, Indonesia. This study used a qualitative method with a literature review. The main source of data is the book Adat Istiadat Perkawinan dan Hukum Adat Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Marriage Customs and Local Customary Law in Tanjung Jabung Timur Regency) by Effendi (2018), which contains documentation of traditional marriage Seloko. Data analysis was conducted using Roland Barthes' semiotic theory through the stages of signifier, signified, denotative meaning, and connotative meaning. The validity of the data was strengthened through source and technique triangulation by confirming with local customary institutions. The results of the study show that seloko in the traditional marriage procession contains various symbolic meanings related to responsibility, family honor, deliberation, ethics in household management, wisdom, solidarity, and respect for parents. Each stage of the tradition, from merisik to hari labuh, contains seloko that reinforces cultural messages and strengthens the identity of the Malay community. This study confirms that seloko is not merely an oral tradition but also a representation of local wisdom that is still relevant to the community’s social life.
Implikatur Percakapan Sindiran Pada Komunitas Batak Toba Parsahutaon Dos Roha Lintas Timur Perumahan Aurduri: Kajian Pragmatik Simangunsong, Susi Susanti; Purba, Andiopenta; Priyanto, Priyanto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam bentuk lingual, satuan pragmatis, dan implikasi pragmatis dari implikatur percakapan sindiran yang digunakan dalam komunitas Batak Toba Parsahutaon Dos Roha Lintas Timur Perumahan Aurduri. Sindiran merupakan salah satu strategi komunikasi tidak langsung yang sering digunakan dalam interaksi sosial masyarakat Batak Toba untuk menyampaikan kritik, teguran, atau evaluasi tanpa menimbulkan konflik terbuka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik untuk memahami makna tuturan berdasarkan konteks penggunaannya. Data penelitian berupa tuturan lisan berbahasa Batak Toba yang diperoleh melalui teknik simak libat cakap, perekaman, dan pencatatan lapangan guna menjamin keaslian dan kealamian data. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan mengacu pada teori implikatur percakapan Grice (1975) serta prinsip kesantunan Leech (1983) sebagai kerangka analisis utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sindiran dalam komunitas tersebut dominan direalisasikan dalam bentuk kalimat deklaratif, namun juga ditemukan penggunaan kalimat interogatif retoris dan imperatif tidak langsung yang mengandung makna implisit. Secara pragmatis, tuturan sindiran berfungsi sebagai tindak tutur asertif untuk menyatakan penilaian, direktif tidak langsung untuk memengaruhi perilaku, serta ekspresif untuk menyampaikan perasaan penutur. Implikasi pragmatis yang muncul menunjukkan bahwa sindiran berperan penting sebagai mekanisme kontrol sosial yang efektif dalam menjaga kesantunan, memperkuat norma sosial, serta mempertahankan keharmonisan hubungan interpersonal dalam komunitas Batak Toba.
Co-Authors Aat Ruchiat Nugraha Adrias Adrias Agus Setyonegoro Agustina, Amelia AHMAD, MUHLIS Aini, Zulfa Fitri Akbar, Oky Akhyaruddin Akhyaruddin, Akhyaruddin Albertus Sinaga Anggrawan Janur Putra Ardi Pranata Aswan, Dara Mutiara Azhary, Fitriyani Boy Indrayana Deri Rachmad Pratama, Deri Rachmad Dila Nurzafti, Kharisma Eddy Pahar Harahap Eko Kuntarto Febrianti, Sena Gulo, Della Silvi Harap, Eddy Pahar Harianja, Sri Indriani Harisnawati Harjono, Harry Soedarto Hary Soedarto Harjono Herman Budiyono Hilman Yusra Ilmi, Hidayatun Nur Isti Wahyuningsih Junita Yosephine Sinurat Kamaruddin Kamaruddin Kamarudin Kamarudin Kasari, Devi Kolo, Adriana Lini, Saplini Maharani, Faiga Aulia Mahrus Mahrus, Mahrus Manurung, Helen Mayasari, Ajeng Widya Muhelya, Wahyunda Narayanti, Putu Satya Nazhifah Nazurty Nazurty Ningsih, Arum Gati Norawati, Rosinta Novita Sari Nurfadilah Nurfadilah Panjatan, Vera Sari Priyanto Priyanto Putri Maharani Rachmad Pratama, Deri Rachmahtika, Rachmahtika Rahmadani, Laila Despi Rahmawati, Rahmawati Ramadanti, Sintia Rustam Rustam Saputra, Ade Bayu Sari, Welsa Laudia Setiyadi, Bradley Sihotang, Rina Oktaviana Simangunsong, Susi Susanti Simanjuntak, Yerlina Simaremare, Tohap Pandapotan Simarmata, Dicky Anthony Yohannes Simatupang, Gugun Manosor Sinaga, Maria Br Sipahutar, Bernard Sitohang, Rinawati Sonia, Adelia Gita Wahyuni, Suci Sri Weni Yulastri Widayan, Pramugita Wini, Lusia Oktri Wulandary, Ryana Putri Yani, Dwi Fitri Yoga Mestika Putra Yuliyanti, Eva Yulmiati M.Pd S.S Yundi Fitrah Yusra D Yusra D. Yusra Dewi