p-Index From 2021 - 2026
10.024
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Kebidanan JURNAL SISTEM INFORMASI BISNIS Jurnal Kesehatan Masyarakat JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Populasi Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Media Medika Muda Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Amerta Nutrition EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Jurnal Kesehatan Unnes Journal of Public Health Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Jurnal Ners Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research JOURNAL LA MEDIHEALTICO MAHESA : Malahayati Health Student Journal Interdisciplinary Social Studies Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU Journal of Social Research Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Journal of Hospital Administration and Management (JHAM) Promotor: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Proceeding Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Jurnal Info Kesehatan Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesian Journal of Global Health Research
Claim Missing Document
Check
Articles

Factors Affecting Village Midwives Work Performance in Conducting Early Detection of High Risk Pregnancy in the Antenatal Care in South Bengkulu District Harlen Yunita; Tjahjono Kuntjoro; Cahya Tri Purnami
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 1, No 2 (2013): Agustus 2013
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.887 KB) | DOI: 10.14710/jmki.1.2.2013.%p

Abstract

Pelayanan antenatal adalah memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan janinnya sesuai standar minimal 7T serta minimal empat kali pemeriksaan selama kehamilan. Standar waktu tersebut untuk menjamin perlindungan kepada ibu hamil, berupa deteksi dini faktor risiko, pencegahan dan penanganan komplikasi. Berdasarkan cakupan Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak (PWS-KIA), angka kematian ibu dan bayi serta survei awal terhadap bidan desa disimpulkan bahwa masih rendahnya kineja bidan desa.Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja bidan desa dalam deteksi dini resiko tinggi ibu hamil pada pelayanan antenatal. Jenis penelitian bersifat explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur danobservasi. Populasi penelitian adalah bidan desa, dengan sampel 93 responden diambil denganteknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan 73,1% bidan desa pada rentangumur 25-35 tahun dan 37,6% rentang masa kerja 36-60 bulan. Analisis bivariat dengan tabulasisilang dan uji Pearson Product Moment menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengankinerja yaitu pengetahuan (ρ=0,000), motivasi (ρ=0,004), persepsi supervisi bidan koordinator(ρ=0,016), persepsi beban kerja (ρ=0,047). Analisis multivariat dengan uji regresi logistikberganda menunjukkan adanya pengaruh bersama-sama variabel pengetahuan dan saranaprasarana dengan nilai signifikansi 0,000 dan R2 0,394, berarti 39,4% variabel kinerja dapatdijelaskan oleh variasi dari kedua variabel tersebut. Dinas Kesehatan Kabupaten diharapkanmemberi pelatihan, melengkapi sarana prasarana bidan desa sebelum bekerja di desa,membentuk tim atau panitia sebagai wadah konsultasi. Puskesmas agar melengkapi saranapendokumentasian, kepala puskesmas dan bidan koordinator aktif mengadakan pembinaan. Antenatal care provided health service for pregnant women and their fetuses according to theminimum standard of 7T, and minimum of four examinations during pregnancy. These standards were intended to assure protection to pregnant women, such as risk factors early detection,complication prevention and management. Based on the coverage of maternal and children local area monitoring (PWS-KIA), maternal and infant mortality rates, and preliminary survey to village midwives, it was concluded that work performance of village midwives was still inadequate. Objective of this study was to identify factors affecting work performance of village midwives in conducting early detection of high risk pregnancy in the antenatal care. This was an explanatory research with cross sectional approach. Data were collected using structuredquestionnaire and observation. Study population was village midwives. Samples consisted of 93respondents who were selected using simple random sampling technique. Results of the studyshowed that 73.1% of village midwives’ age were in the range of 25-35 years old, and 37.6% of village midwifes duration of work were in the range of 36-60 months. Bivariate analysis withcross tabulation and Pearson Product Moment test indicated that variables related to workperformance were knowledge (p= 0.000), motivation (p= 0.004), perception on supervision ofcoordinator midwives (p= 0.016), and perception on workload (p= 0.047). Multivariate analysisusing multivariate logistic regression test indicated common effect of knowledge and facilitiesvariables with significance value of 0.000 and r 2 = 0.394; it meant that 39.4% of workperformance variable could be explained by variation of those two variables. District healthoffice is expected to provide training, to complete facilities for village midwives before startingto work in the village; to form team or committee as a consultation place. Puskesmas is expected to complete documentation facilities; head of puskesmas and coordinator midwives are advised to actively doing supervision.
Supervisi dan Ketersediaan Buku KIA Terhadap Penggunaan Buku KIA oleh Bidan Desa Muhdar Muhdar; Cahya Tri Purnami; Titi Suherni
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 7, No 3 (2019): Desember 2019
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.7.3.2019.7-14

Abstract

The high MMR of the government issued a Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia concerning the MCH Handbook, stating that the MCH Handbook is a tool for early detection of disorders or health problems for mothers and children, so that when the MCH handbook is not utilized properly it will be difficult to detect early on mothers and child. The purpose of this study was to determine factors: perception of supervision and availability of MCH books influenced the use of MCH books. This type of observational quantitative research is cross sectional. The population of all village midwives is 124 people who work in 16 puskesmas working areas in Kolaka Regency. Sampling was done by simple rondom sampling method, obtained as many as 55 people who met the inclusion and exclusion criteria. The analysis uses moment or sperman’s rho product analysis, and multivariate analysis with linear regression test. Results: perception perception variables with Pearson's R. correlation test obtained r = 0.244 and p = 0.73 where the value of p> 0.05 means that there is no significant relationship between perception of supervision with the use of the MCH handbook. Variable availability of MCH books with the Spearman correlation test, s Rho obtained r = 0.157 and p = 0.25 where p> 0.05, which means there is no significant relationship between the availability of MCH books with the use of MCH books. Conclusion: the study found that the perception of supervision and provision of MCH books did not significantly influence the use of MCH books in antenatal services by village midwives in Kolaka District. Suggestions Kolaka District Health Office needs to increase the role of periodic supervision and procurement of MCH books in accordance with the target number and availability of MCH books at health service sites.
Correlation between Quality of Nutritional Workers Services and Patient’s Satisfaction in Nutritional Services for Inpatient at Kajen General Hospital of Pekalongan District Eko Wigiantoro; Martha Irene Kartasurya; Cahya Tri Purnami
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 1, No 3 (2013): Desember 2013
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1079.875 KB) | DOI: 10.14710/jmki.1.3.2013.%p

Abstract

Pelayanan petugas gzi pada pasien rawat inap kelas III di RSUD Kajen Kabupaten belum sesuai harapan karena masih ada ketidakpuasan pasien/ keluarga pasien dalam hal pemberian makan yang tidak tepat waktu, tampilan makanan tidak menarik dan pelayanan petugas gizi yang kurang peduli, kurang tanggap dan kurang ramah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi tentang mutu pelayanan petugas gizi dengan kepuasan pasien dalam pelayanan gizi di rawat inap kelas III. Jenis penelitian adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur. Variabel bebas adalah persepsi kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati dan bukti langsung, variabel terikat adalah kepuasan pasien dalam pelayanan gizi. Jumlah sampel sebanyak 135 subjek diperoleh dengan teknik consecutive sampling. Analisis data menggunakan analisis korelasi Spearman Rank untuk analisis bivariat dan regresi linier ganda untuk analisis multivariat. Hasil penelitian menunjukan 59,3% persepsi kehandalan, baik, 61,5% ketanggapan, baik, 56,3% jaminan,, baik, 50,4% empati baik dan 65,2 % bukti langsung, baik serta 58,5% persepsi kepuasan, puas terhadap pelayanan gizi. Hasil analisis bivariat menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati dan bukti langsung terhadap kepuasan pasien dalam pelayanan gizi (p < 0,05 ). Hasil analisis mulitvariat menunjukan faktor yang berpengaruh paling kuat terhadap kepuasan pasien adalah persepsi bukti langsung (B=0,230). Disarankan kepada manajemen rumah sakit untuk meningkatkan pembinaan, pelatihan custumer service pada petugas gizi Nutritionist services to third-class inpatients in Kajen district general hospital (RSUD) of Pekalongan district were not according to what was expected. This was cause by unsatisfaction of patients or their family members regarding: meals that were not served in time; meal presentation that was not interesting; and nutritional staffs who did not care, were not responsive, and were unpolite. Objective of this study was to identify association between perception on service quality of nutritional staffs and patient satisfation toward nutritional service in the third-class inpatient rooms.  This was an analytical survey with cross sectional approach. Data were collected through interview guided by structured questionnaire. Independent variables were perception on validity, responsiveness, assurance, emphaty, and direct evidences. Dependent variable was patient satisfactory toward nutritional services. The number of study samples was 135 subjects selected using consecutive sampling. Data analysis was done by applying Spearman Rank correlation for bivariate analysis, and by applying multiple linier regression for multivariate analysis. Results of the study showed that 59.3% of respondent’s perception on validity were good; 61.5% of respondent’s perception on responsiveness were good; 56.3% respondent’s perception on assurance were good; 50.4% respondent’s perception on empathy were good, 65.2% of respondent’s perception on direct evidence were good; and 58.5% of respondent’s satisfaction were satisfactory toward nutritional service. Results of bivariate analysis showed significant associations between patient satisfaction toward nurtritional service and validity, responsiveness, assurance, empathy, and direct evidence (p< 0.05). Result of multivariate analysis showed that the most influencing factor toward patient satisfaction was perception on the direct evidence (B= 0.230). Hospital management is suggested to improve customer service assistance and training to nutritional staffs.
Analysis on the Implementation of Community Empowerment by Midwives to Support Delivery Planning and Complication Prevention Program (P4K) at Primary Healthcare Centers in Kediri Dessy Lutfiasari; Cahya Tri Purnami; Lucia Ratna Kartika
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 2, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.51 KB) | DOI: 10.14710/jmki.2.1.2014.%p

Abstract

AbstrakImplementasi P4K bisa berjalan apabila bidan pelaksana dapat memberdayakan masyarakat untuk melaksanakan P4K. Namun Implementasi P4K di Kota Kediri khususnya dalam pemberdayaan masyarakat masih dibawah target yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kota Kediri. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan implementasi kegiatan pemberdayaan masyarakat oleh bidan untuk mendukung P4K di Puskesmas Kota Kediri tahun 2011.Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Juli 2011, dilakukan di seluruh Puskesmas Kota Kediri. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang bersifat kualitatif dengan pendekatan cross sectional. Data yang digunakan adalah data primer dengan menggunakan teknik indepth interview serta menggunakan data sekunder. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan content analysis (analisis isi).Hasil penelitian menujukkan bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat yang tidak berjalan adalah tabulin dikarenakan banyaknya jaminan kesehatan untuk masyarakat, ukuran dasar dan tujuan kebijakan yang tidak jelas. Meskipun sumber daya manusia sudah sesuai namun tidak ada dana dan fasilitas khusus walaupun sudah ada bantuan dari gerdu sehati. Selaian itu manajeman kontrol yang tidak dijalankan oleh puskesmas dan pembinaan oleh bidan tanpa memiliki forum khusus menjadikan proses komunikasi antara kader dan masyarakat menjadi kabur. Walaupun sikap bidan positif dalam menjalankan tanggung jawabnya jika tidak ditunjang dengan dukungan dari masyarakat maka tidak akan berjalan.Saran yang dapat diberikan kepada Dinas Kesehatan adalah perlu dibuatnya ukuran dasar dan tujuan kebijakan yang jelas tentang pelaksanaan P4K serta pelatihan bidan dan kader secara berkala tentang pemberdayaan masyarakat. Fungsi kontrol yang baik harus dijalankan oleh Puskesmas serta peningkatan komunikasi yang dilakukan oleh bidan untuk menjalankan kegiatan pemberdayaan masyarakat. AbstractImplementation of delivery planning and complication prevention program (P4K) could run if midwives could empower people to do P4K. However, implementation of P4K in Kediri city particularly in community empowerment was still below the target set by Kediri city health office. The objective of this study was to explain implementation of community empowerment by midwives to support P4K at primary healthcare centers in Kediri city, in 2011. This study was conducted in May – July 2011 in all primary healthcare centers in Kediri city. This was a qualitative study with cross sectional approach. Primary data were collected through in- depth interview technique, and secondary data were also used. Content analysis method was applied in the data analysis. Results of the study showed that tubulin was the community empowerment activity that was not implemented due to many options for health insurance in the community; basic indicator, purpose of the policy were not clear. Although human resources was appropriate, and there was a support from gerdu sehati; however, there was no funding and special facilities. Additionally, control management was not performed by primary healthcare center; supervision by midwife did not provide special forum for communication between cadres and people in the community. Although attitude of midwives was positive in doing their responsibilities but there was no support from the community, as a result the program would not run. Suggestions for district health office are to make clearly basic indicator and policy objective regarding P4K implementation; to conduct routine training for midwives and cadres regarding community empowerment. Primary healthcare center has to implement good control function; to improve communication done by midwives to implement community empowerment activities.
Factors Associated to the Performance of Village Midwives in the Institutionalization of Local Area Monitoring in Maternal and Child Health (MCH- LAM) at Majalengka District West Java Province Wawan Kurniawan; Cahya Tri Purnami; Lucia Ratna Kartika Wulan
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 2, No 3 (2014): Desember 2014
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.876 KB) | DOI: 10.14710/jmki.2.3.2014.%p

Abstract

Upaya pemantauan cakupan pelayanan KIA yang dikenal dengan Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak (PWS-KIA) merupakan salah satu tugas bidan. Pelaksanaan PWS-KIA dengan baik dapat digunakan untuk melakukan tindak lanjut dan perbaikan pelayanan KIA. Namun berdasarkan data pelaksanaan PWS-KIA tahun 2011 hanya 40% bidan yang melakukan tahapan kegiatan PWS KIA secara lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja Bidan Desa dalam Pelembagaan PWS-KIA di Wilayah KabupatenMajalengka Provinsi Jawa Barat Tahun 2011. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pengumpulan data secara cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua bidan desa yang ada di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, yaitu 360 bidan tersebar di 31 Puskesmas dengan sampel sebanyak 190 secara simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi menggunakan kuesioner dan lembar pengamatan serta analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kurang dari setengahnya (42,1%) Kinerja Bidan Desa dalam pelembagaan PWS-KIA kurang baik. Dari hasil analisis didapatkan variabel yang berhubungan dengan kinerja bidan dalam pelembagaan PWS-KIA di wilayah Kabupaten Majalengka Tahun 2011 adalah pengetahuan, ketersediaan sarana dan fasilitas PWS-KIA, pembinaan Kepala Puskesmas, dukungan Kepala Desa (nilai p < 0,05). Secara bersama-sama variabel yang berpengaruh paling besar adalah dukungan/ketersediaan sarana dan fasilitas PWS KIA dengan nilai exp (â)=9,784 (nilai p =0,000). Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kab. Majalengka/Puskesmas, dalam rangka meningkatkan kinerja bidan desa dalam pelembagaan PWS-KIA adalah memberikan dukungan sarana dan fasilitas PWS-KIA berupa penyediaan buku pedoman PWS-KIA, alat tulis/perlengkapan kantor, peralatan komputer; pelatihan pengelolaan data PWS-KIA berbasis komputer; pembekalan bidan desa pada awal tugas; dan supervisi oleh Kepala Puskesmas kepada bidan desa; serta koordinasi kepada Kepala Desa maupun kepada Camat dalam rangka dalam pelembagaan PWS-KIA. Monitoring effort on maternal and child health (KIA) service coverage known as local area monitoring of maternal and child health (PWS-KIA) was one of midwives duties. Good implementation of PWS-KIA could be used to follow up and improve KIA service. However, based on PWS-KIA implementation data in 2011, only 40% midwives who performed complete steps of PWS-KIA activities. Objective of this study was to analyze factors related to work performance of midwives to institutionalize PWS-KIA in Majalengka district area of West Java province, 2011. This was an observational study, and data was collected cross sectionally. Study population was all village midwives who resided in the work area of Majalengka district health office. These 360 midwives were distributed in 31 primary healthcare centers. Samples were 190 midwives. They were selected using simple random sampling method. Data collection was done through interview and observation using questionnair and observation form. Univariate, bivariate, and multivariate analysis were applied in the data analysis. Results of the study showed that work performance of less than a half (42.1%) of village midwives who institutionalized PWS-KIA was inadequate. Variables related to work performance of midwives who institutionalized PWS-KIA in Majalengka district area in 2011 were knowledge, availability of PWS- KIA facility, supervision of the head of puskesmas, and village leader support (p< 0.05). The most influencing variables was support/ the availability of PWS-KIA facilities (exp (â)= 9.784, p= 0.000). Suggestions for Majalengka district health office or primary healthcare centers are to provide PWS-KIA facility support to improve work performance of village midwives who institutionalized PWS-KIA; the support is in the form of providing PWS-KIA guideline books, stationery, computer devices; to conduct training on computer based PWS-KIA management data; to provide training for village midwives in their first duty; to conduct supervision by the head of primary healthcare center to village midwives; .to conduct coordination with village leader and sub district leader for PWS-KIA institutionalization.
Factors Related to the Implementation of Infection Prevention Procedures on Normal Delivery Cares in Pati District (Study on Normal Delivery Care Trained Midwives) Ulin Nafiah; Cahya Tri Purnami; Lucia Ratna Kartika Wulan
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 2, No 2 (2014): Agustus 2014
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.53 KB) | DOI: 10.14710/jmki.2.2.2014.%p

Abstract

AbstrakAKI di Kabupaten Pati tahun 2011 meningkat lagi menjadi 24 kasus (116.17/100.000 KH) dengan penyebab langsung kematian ibu masih saja didominasi oleh perdarahan 3 kasus (12.5%), infeksi 2 kasus (8.33%), hipertensi 8 kasus (33.33%), eklamsi 1 kasus. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis beberapa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan tindakan pencegahan infeksi pada pertolongan persalinan oleh bidan desa pasca pelatihan asuhan persalinan normal di Kabupaten Pati.Jenis penelitian observasional dengan pendekatan  cross sectional  Populasi adalah seluruh bidandesa pasca pelatihan APN. Jumlah sempel 69 bidan desa pasca pelatihan APN dipilih secara  purposive dengan kriteria inklusi. Pengumpulan data dengan kuesioner terstruktur dan observasi langsung. Data dianalisis secara kuantitatif dengan uji korelasi Chi-square dengan metode Yate Correction dan regresi logistik linear.Responden mempunyai pengetahuan baik (76,2%), responden mempunyai sikap baik (75,0%), responden mempunyai motivasi baik (71,4%), responden mempunyai persepsi terhadap supervisi baik (69,8%), responden mempunyai peralatan lengkap (70,8%), responden melaksanakan prosedur pencegahan infeksi dalam kategori baik (59,4%). Faktor yang mempengaruhi pelaksanaan prosedur pencegahan infeksi adalah pengetahuan (ρ = 0,001), sikap (ρ = 0,0001), motivasi (ρ = 0.004), supervisi (ρ = 0,046), peralatan (ρ = 0,008).Semua variabel (pengetahuan, sikap, motivasi, supervisi, dan peralatan) berpengaruh terhadap pelaksanaan prosedur pencegahan infeksi karena nilai signifikan dibawah 0.05 (p-value < 0.05) namun variabel yang paling berpengaruh adalah sikap (p-value = 0.000, Exp(B) =9.6000)  dan pengetahuan (p-value = 0.001, Exp(B) = 6.400).Kepada Dinas Kesehatan dan organisasi IBI Kabupaten Pati untuk memberikan pembinaan agar lebih meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan bidan desa yang terkait dengan tugas dan fungsi bidan lewat pelatihan-pelatihan, supervisi yang positif terutama tentang prosedur pencegahan infeksi pada pertolongan persalinan. AbstractMaternal mortality rate (AKI) in Pati district in 2011 increased to 24 cases (116.17/100000 live- births). Direct causes of maternal death were dominated by hemorrhage (3 cases or 12.5%), infection (2 cases or 8.33%), hypertension (8 cases or 33.33%), and eclamsia (1 case). Therefore, analysis of factors affecting the implementation of infection prevention actions in the delivery assisted by village midwives with post normal-delivery care (APN) training in Pati district was done. This was an observational study with cross sectional approach. The number of samples was 69 village midwives with post APN training. They were selected purposively according to the inclusion criteria. Data were collected through interview guided by structured questionnaire and through direct observation. Data were analyzed quantitatively by applying Chi Square test, Yate Correction, and linear logistic regression. Results of the study showed that respondents had good knowledge (76.2%), good attitude (75.0%), good motivation (71.4%), good perception on supervision (69.8%), complete instruments (70.8%), and good category for the implementation of infection prevention procedure (59.4%). Factors affecting the implementation of infection prevention procedure were knowledge (p= 0.001), attitude (p= 0.0001), motivation (p= 0.004), supervision (p= 0.046), instruments (p= 0.008). All variables (knowledge, attitude, motivation, supervision, and instruments) influenced the implementation of infection prevention procedure (p-value d” 0.05). However, the most influencing variables were attitude (p= 0.000, Exp(B) = 9.60) and knowledge (p= 0.001, Exp(B) = 6.40). Suggestions for district health office and IBI organization of Pati district are to give guidance to improve skills and knowledge of village midwives related to the job and function of midwives; it can be done through trainings, positive supervision mainly on infection prevention procedure in delivery assistance.
Factors Related to Work Performance of Village Midwives in Applying Informed Choice and Informed Consent in Contraception Service in North Minahasa District Amelia Donsu; Cahya Tri Purnami; Tjondrorini Tjondrorini
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 1, No 2 (2013): Agustus 2013
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.973 KB) | DOI: 10.14710/jmki.1.2.2013.143-152

Abstract

Penerapan informed choice dan informed consent merupakan  upaya  untuk  meningkatkan cakupan  dan  kualitas  pelayanan  KB.  Penerapan  informed  choice dan informed  consent di Kabupaten Minahasa Utara belum optimal dilihat dari menurunnya cakupan peserta KB aktif empat   tahun terakhir dan peningkatan drop out penggunaan alat kontrasepsi.   Tujuan penelitian  adalah  menganalisis faktor–faktor yang berhubungan  dengan  kinerja  bidan  desa dalam penerapan informed choice dan informed  consent pada pelayanan  kontrasepsi  di  Kabupaten Minahasa Utara. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan crossectional.Cara pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Populasi adalah 100 bidan desa di Kabupaten Minahasa Utara. Lima puluh responden dipilih secara  random  dari  bidan  desa  yang  memenuhi kriteria  inklusi  dan  eksklusi  pada  tiap puskesmas. Analisis data dilakukan dengan   uji chi-square dan regresi  logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata umur responden 34 tahun, dengan rerata masa kerja 11 tahun,  pendidikan  responden  sebagian  besar  D III  Kebidanan.  Motivasi,  fasilitas,  persepsi beban  kerja  dan  kinerja  sudah  baik  tetapi  pengetahuan  masih  kurang  dalam  hal  pemahaman  istilah langkah konseling SATUTUJu dan cara pengisian   formulir   informed consent. Supervisi  masih  kurang  karena  belum  dilakukan  secara  rutin. Faktor  yang  berhubungan dengan kinerja adalah motivasi (ρ= 0,048), fasilitas (ρ=0,001)   dan   persepsi   supervisi (ρ=0,001). Faktor  yang  berpengaruh secara  bersama-sama  terhadap  kinerja  adalah  persepsi supervisi (ρ=0,001).  Motivasi,  fasilitas  dan persepsi supervisi  berhubungan  dengan  kinerja bidan   desa   dalam   penerapan informed choice dan informed consent pada   pelayanan kontrasepsi. Faktor yang paling kuat berpengaruh terhadap kinerja adalah persepsi supervisi. Application  of  informed  choice  and  informed consent  constituted  an  effort  to  increase coverage  and  quality  of  family  planning  (KB)  service.  Application  of informed  choice  and informed consent in North Minahasa district was not optimum. It could be seen from the facts that  coverage  of  active  KB  participants  decreased  in  the  last  four  years,  and the number of people  who  dropped  out  from  using  contraceptive device  increased.  Objective  of  the  study was to analyze factors related to work performance of village midwives in applying informed choice and informed consent in contraception service in North Minahasa district. This was an observational-analytical  study  with  cross  sectional  approach.  Data  were  collected  through interview  guided  by  questionnaire.  Study  population  was  100  village  midwives  in  North Minahasa.  Fifty  respondents  were  selected  randomly  from  all  primary  healthcare  centers village  midwives  who  fulfilled  inclusion  and  exclusion criteria.  Chi-square test and logistic regression  were  applied  in  the  data  analysis. Results  of  the  study  showed  that  mean  of respondents’  age  was  34  years,  mean  of  respondents’  duration  of  work  was  11  years,  and most  of  respondents’  education was D III Kebidanan.  Motivation,  facilities,  perception  on workload,  and  work  performance  were  good. However, knowledge  was  still  insufficient  specifically on understanding term for counseling step ‘SATUTUJU’ and on the method to fill informed consent  form. Supervision was still inadequate  due  to  no  routine supervision activity. Factors related to work performance were motivation (ρ= 0.048), facility (ρ= 0.001), and perception on  supervision (ρ= 0.001). Factor that, in common, influenced work   performance were perception on supervision (ρ= 0.001). Motivation, facility, and perception on supervision were related with work performance of village midwives in applying informed choice and informed consent in the contraception service. The strongest factor affecting work performance was perception on supervision.
Analisis Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Kepuasan Belajar dalam Menyelesaikan Tugas Akhir di Masa Pandemi COVID-19 Cahya Tri Purnami; Atik Mawarni; Hanifa Maher Denny
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2022): April Pages 1601- 3200
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i2.2409

Abstract

Salah satu kegiatan mahasiswa untuk dapat menyelesaikan studinya adalah membuat tugas akhir. Pandemi corona virus-19 (COVID-19) telah mengubah banyak kegiatan masyarakat dan munculnya kebijakan yang dilakukan pemerintah di berbagai negara, termasuk di bidang pendidikan baik pembelajaran maupun tugas akhir. Sebanyak 82,4% mahasiswa  menganggap model pembelajaran tersebut lebih menyulitkan dibandingkan dengan pembelajaran seperti biasa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei, dengan pendekatan deskriptif analitik, dilakukan pada tahun 2020. Sebagai responden adalah   mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir sebanyak 242 dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan secara umum terdapat 30,2% menyatakan tidak puas untuk bimbingan tugas akhir dilakukan secara daring. Menggunakan uji Chi Square terdapat hubungan beberapa variable seperti usia (p=0,001 < 0,05), status pernikahan  (p=0,001 < 0,05), aktifitas pekerjaan dengan kepuasan dalam mengikuti bimbingan tugas akhir secara daring dengan kekuatan asosiasi yang lemah. Disarankan perlu adanya strategi khusus dalam bimbingan tugas akhir secara daring sehingga mahasiswa tidak merasa bosan untuk mengikuti  bimbingan
ANALISIS KINERJA MAHASISWA DALAM PENDAMPINGAN IBU HAMIL RISTI DI KOTA SEMARANG TAHUN 2014 Dea Amarilisa Adespin; Sri Achadi Nugraheni; Cahya Tri Purnami
Media Medika Muda Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Maternal Mortality Rate (MMR) in Semarang is one of the top five highest MMR in Central Java.As the effort to decrease MMR, Public Health Service (DKK) of Semarang had been colaborated with educational institution to envolved the midwifery student for mentoring high risk mother. Initial studies showed that the program did not work effectively. The objectives of this study was to analyze performance and to find out factors that related to midwivery student’s performance on mentoring high risk mother.Methods: This is a quantitative study used cross sectional design which envolved 115 respondents in Semarang.Data were collected by conducting interview using a structured questionnaire to analyze performance and related factors (knowledge, institution, location of duty, reward, supervision, facilities, attitude, and motivation).  Data were analyzed by using Rank spearman, Chi square and Logistic Regression.Results: This study showed that most of the respondents were good on knowledge (50.4%), perception of reward (60.9%), supervision (59.1%), facilities (58.3%), attitude (66.1%), motivation (89.6%) and performance (53.9%). The results of bivariate analysis showed that knowledge (0.001), reward (p=0.001), supervision (p=0.001), facilities (p=0.002), attitude (p=0.001) and motivation (p=0.001) had positive association with midwivery student’s performance on mentoring high risk mother. Meanwhile, institution (p=0.741) and location of duty (p=0.933) had no association with student performance. Furthermore, the result of multivariate analysis demonstrated that supervision, facilities and attitute jointly influenced midwivery student’s performances on mentoring high risk mother.Conclusion: There were positive relationship between performance with knowledge, reward, supervision, facilities, attitude and motivation.Keywords: Performances, Mentoring, High risk
ANALISIS SPASIAL KASUS KEMATIAN BALITA Seftika Indra Murhanda Putri; Cahya Tri Purnami; Farid Agushybana; Yudhy Dharmawan
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.989 KB)

Abstract

Angka Kematian Balita (AKABA) di Kabupaten Wonogiri berada pada angka 11.39 per 1000 kelahiran hidup. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kejadian kematian balita adalah aksesibilitas geografis. Aplikasi sistem informasi yang dapat digunakan untuk mengelola data kesehatan dan menggambarkan masalah kesehatan berbasis geografis dengan visualisasi peta adalah menggunakan aplikasi sistem informasi geografis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis distribusi spasial kasus kematian balita di Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian case study. Sampel penelitian yang memenuhi kriteria sebanyak 96 kasus, yang diperoleh dari total populasi (115 kasus). Analisis penelitian dilakukan secara univariat, dan spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 75% kasus kematian balita terjadi pada kelompok umur bayi, umur ibu beresiko, dan orang tua berpendidikan dasar, serta lebih dari 50% tingkat pendapatan orang tua berada di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK). Lebih dari 50% kasus kematian terjadi pada jarak ke fasilitas kesehatan tingkat pertama ≥ 3 KM, dan lebih dari 75% kasus terjadi pada jarak ke rumah sakit dan tempat rujukan terakhir ≥ 5 KM. Persebaran kasus kematian balita banyak terjadi di wilayah dataran tinggi, sedangkan persebaran fasilitas kesehatan banyak tersebar di wilayah yang dekat dengan pusat pemerintahan kabupaten yang padat penduduk. Jangkauan fasilitas kesehatan terhadap kasus kematian balita banyak terjadi pada radius lebih 5 KM. Kasus kematian balita pada tahun 2018 lebih banyak terjadi pada daerah yang memiliki jangkauan ke fasilitas kesehatan lebih dari standar.
Co-Authors A., Oktarisa Khairiyah Afifah, Aini Ula Agung Budi Prasetijo Agung Budi Prasetijo, Agung Budi Agung Budi Prasetjo Agung Budi Prasetjo Al Asyary Alfi Fairuz Asna Amelia Donsu Amni Zarkasyi Rahman, Amni Zarkasyi Anisa Nur Cahyanti Antono Suryoputro Antono Suryoputro Yudhy Dharmawan Apoina Kartini Apoina Kartini Aris Puji Widodo Arnia Rizkiana Asep Hermawan Atidipta, Santi Atik Mawarni Atik Mawarni Aulia Ulfah Mutiara Dewi Ayun Sriatmi Azhari , Novi Julia Bachtiar, Yusrial Bagoes Widjanarko Bambang Edi Warsito Budi Utomo Budiyono Budiyono Cahyanti, Anisa Nur Choirunissa, Risza Chriswardhani Suryawati Chumair, Nisrina Ocktalifa Cintya, Ranindyta Elda DASUKI DASUKI Dea Amarilisa Adespin Delfia, Fila Denny, Hanifa Maher Dessy Lutfiasari Dewi, Aulia Ulfah Mutiara Dharminto Dharminto Dharminto Dharminto Dina Bisara Dini Fitri Damayanti Diwian Jaya Putra, I Putu Okta Djauharoh A. Hadie Doni Lasut Dustar, Ghinanissa Azzahra Dwi Retno Murdiyanti DWI RIKI Dwi Sulistyawati Dwi Sutiningsih Efa Nugroho Eko Sediyono Eko Wigiantoro Elyzabeth Sylviana Girsang Emi Latifah Farid Agushybana Farid Agushybana Farid Farid Agushybana Fatiha Tasyakurrisma, Adisa Fauzirra Dhiya Azhar, Aghitsa Fila Delfia Fitriani Fitriani Hadina Eka Camalia Hamdan Syah Alam Harahap, Ana Pujianti Harlen Yunita Heri Nugroho Husna, Eriana Mayasari Imawan, Satria Aji Indarwati, Novi Indarwati, Novi Inneke Elysia Lavender Irianti, Gita Febri Johnston, Caroline Kahowi, Yustina Oru Karisa Andini Khairiyah, Oktarisa Komariyatun Komariyatun Krisnamurti Krisnamurti Kristawansari, Kristawansari Kristina Kristina Kujariningrum, Oktavia Beni Kurniawati, Yacinta Puji Kusumastuti, K Kusworo Adi Laksmono Widagdo Laksmono Widagdo Lina Dwi Yoga Pramana Lina Dwi Yoga Pramana Lucia Ratna Kartika Lucia Ratna Kartika Wulan M Rokhis Khomarudin, M Rokhis Mareta Adya Tiar Maria Holly Herawati Mariyana, Kristin Martha Irene Kartasurya Martha Irene Kartasurya Martini Martini Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Mercy Joice Kaparang Moh. Hasyim Purwadi Muhamad Anja Ahul Alaiha Kavit Muhammad Azinar Muhammad Hadiyanto Muhammad Priyatna, Muhammad Muhdar Muhdar Murdiyanti, Dwi Retno Muslimahtun Baadiah Naila Fauziatin Naintina Lisnawati Nashihah, Prenati Nasywa Hanifati Ninik Dwi Ambarwati Nisa , Rofifatun Noer Endah Pracoyo Nofa Martina Ariani, Nofa Martina Noor Edi Widya Sukoco Novia Handayani Novita Wulandari Nunung Wulandari Nur Endah Wahyuningsih Nuridzin, Dion Zein Oktavia Beni Kujariningrum Opik Taufik Permani, Fadilah Pujiningtyas Prasetijo , Agung Budi Prasetyono, Thifal Zakiyyah Putra, I Putu Okta Diwian Jaya Putri , Ulfa Ariska Qatrannada, Shabrina Arifia R. Djoko Nugroho Raden Djoko Nugroho, Raden Djoko Raflizar Raflizar Reni Murnita Rina Sri Widayati Rivaldi Indra Nugraha Rofifatun Nisa Rona, Elfa Rr. Devi Noviana Setyoningsih Salma Salma Sani Khoirul Amalia Seftika Indra Murhanda Putri Septo Pawelas Arso Septo Pawelas Arso Siti Fatimah Pradigdo Sri Achadi Nugraheni Sri Achadi Nugraheni Sri Winarni Sri Winarni Sri Winarni Sri Winarni Suci Ramadhani, Suci Sudiro Sudiro Sudiro Sudiro Sugeri, Rauf Azhar Sugiarto, Puput Sulicha Nurhayati Supratikta, Hadi Suteja, Mentari Nur Farida Sutiyono Sutiyono Sutopo Patria Jati Syamsulhuda BM Sylviana Girsang, Elizabeth Ternate, Elvicta Venteysa Theresia Christiarini Kuntalawati Titi Suherni Tjahjono Kuntjoro Tjondrorini Tjondrorini Tjondrorini, T Trifeni Damayanti Ruru U. Evi Nasla Ulin Nafiah Viera Juniver Thenu Vina Estetika Pakpahan Vitania Mutiara Sari Siregar Wawan Kurniawan Wicaksono, Firston Arfiansyah Wijaya, M. Indra Hadi Wirnani, Sri Wulandari, Nunung Yokbeth Kareth Yudhy Dharmawan Yudhy Dharmawan Zahra, Anandalia Athaya Zahroh Shahuliyah Zahroh Shaluhiyah Zainal Arifin Zulaeha A. Amdadi