p-Index From 2021 - 2026
8.684
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Kebidanan JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA JURNAL SISTEM INFORMASI BISNIS Jurnal Kesehatan Masyarakat JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Populasi Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Media Medika Muda Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Amerta Nutrition Manuju : Malahayati Nursing Journal EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Jurnal Kesehatan Unnes Journal of Public Health Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Jurnal Ners KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research JOURNAL LA MEDIHEALTICO MAHESA : Malahayati Health Student Journal Interdisciplinary Social Studies Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU Journal of Social Research Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Eduvest - Journal of Universal Studies Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Proceeding Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Jurnal Info Kesehatan Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

Factors Related to Work Performance of Village Midwives in Applying Informed Choice and Informed Consent in Contraception Service in North Minahasa District Amelia Donsu; Cahya Tri Purnami; Tjondrorini Tjondrorini
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 1, No 2 (2013): Agustus 2013
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.973 KB) | DOI: 10.14710/jmki.1.2.2013.143-152

Abstract

Penerapan informed choice dan informed consent merupakan  upaya  untuk  meningkatkan cakupan  dan  kualitas  pelayanan  KB.  Penerapan  informed  choice dan informed  consent di Kabupaten Minahasa Utara belum optimal dilihat dari menurunnya cakupan peserta KB aktif empat   tahun terakhir dan peningkatan drop out penggunaan alat kontrasepsi.   Tujuan penelitian  adalah  menganalisis faktor–faktor yang berhubungan  dengan  kinerja  bidan  desa dalam penerapan informed choice dan informed  consent pada pelayanan  kontrasepsi  di  Kabupaten Minahasa Utara. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan crossectional.Cara pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Populasi adalah 100 bidan desa di Kabupaten Minahasa Utara. Lima puluh responden dipilih secara  random  dari  bidan  desa  yang  memenuhi kriteria  inklusi  dan  eksklusi  pada  tiap puskesmas. Analisis data dilakukan dengan   uji chi-square dan regresi  logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata umur responden 34 tahun, dengan rerata masa kerja 11 tahun,  pendidikan  responden  sebagian  besar  D III  Kebidanan.  Motivasi,  fasilitas,  persepsi beban  kerja  dan  kinerja  sudah  baik  tetapi  pengetahuan  masih  kurang  dalam  hal  pemahaman  istilah langkah konseling SATUTUJu dan cara pengisian   formulir   informed consent. Supervisi  masih  kurang  karena  belum  dilakukan  secara  rutin. Faktor  yang  berhubungan dengan kinerja adalah motivasi (ρ= 0,048), fasilitas (ρ=0,001)   dan   persepsi   supervisi (ρ=0,001). Faktor  yang  berpengaruh secara  bersama-sama  terhadap  kinerja  adalah  persepsi supervisi (ρ=0,001).  Motivasi,  fasilitas  dan persepsi supervisi  berhubungan  dengan  kinerja bidan   desa   dalam   penerapan informed choice dan informed consent pada   pelayanan kontrasepsi. Faktor yang paling kuat berpengaruh terhadap kinerja adalah persepsi supervisi. Application  of  informed  choice  and  informed consent  constituted  an  effort  to  increase coverage  and  quality  of  family  planning  (KB)  service.  Application  of informed  choice  and informed consent in North Minahasa district was not optimum. It could be seen from the facts that  coverage  of  active  KB  participants  decreased  in  the  last  four  years,  and the number of people  who  dropped  out  from  using  contraceptive device  increased.  Objective  of  the  study was to analyze factors related to work performance of village midwives in applying informed choice and informed consent in contraception service in North Minahasa district. This was an observational-analytical  study  with  cross  sectional  approach.  Data  were  collected  through interview  guided  by  questionnaire.  Study  population  was  100  village  midwives  in  North Minahasa.  Fifty  respondents  were  selected  randomly  from  all  primary  healthcare  centers village  midwives  who  fulfilled  inclusion  and  exclusion criteria.  Chi-square test and logistic regression  were  applied  in  the  data  analysis. Results  of  the  study  showed  that  mean  of respondents’  age  was  34  years,  mean  of  respondents’  duration  of  work  was  11  years,  and most  of  respondents’  education was D III Kebidanan.  Motivation,  facilities,  perception  on workload,  and  work  performance  were  good. However, knowledge  was  still  insufficient  specifically on understanding term for counseling step ‘SATUTUJU’ and on the method to fill informed consent  form. Supervision was still inadequate  due  to  no  routine supervision activity. Factors related to work performance were motivation (ρ= 0.048), facility (ρ= 0.001), and perception on  supervision (ρ= 0.001). Factor that, in common, influenced work   performance were perception on supervision (ρ= 0.001). Motivation, facility, and perception on supervision were related with work performance of village midwives in applying informed choice and informed consent in the contraception service. The strongest factor affecting work performance was perception on supervision.
Analisis Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Kepuasan Belajar dalam Menyelesaikan Tugas Akhir di Masa Pandemi COVID-19 Cahya Tri Purnami; Atik Mawarni; Hanifa Maher Denny
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2022): April Pages 1601- 3200
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i2.2409

Abstract

Salah satu kegiatan mahasiswa untuk dapat menyelesaikan studinya adalah membuat tugas akhir. Pandemi corona virus-19 (COVID-19) telah mengubah banyak kegiatan masyarakat dan munculnya kebijakan yang dilakukan pemerintah di berbagai negara, termasuk di bidang pendidikan baik pembelajaran maupun tugas akhir. Sebanyak 82,4% mahasiswa  menganggap model pembelajaran tersebut lebih menyulitkan dibandingkan dengan pembelajaran seperti biasa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei, dengan pendekatan deskriptif analitik, dilakukan pada tahun 2020. Sebagai responden adalah   mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir sebanyak 242 dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan secara umum terdapat 30,2% menyatakan tidak puas untuk bimbingan tugas akhir dilakukan secara daring. Menggunakan uji Chi Square terdapat hubungan beberapa variable seperti usia (p=0,001 < 0,05), status pernikahan  (p=0,001 < 0,05), aktifitas pekerjaan dengan kepuasan dalam mengikuti bimbingan tugas akhir secara daring dengan kekuatan asosiasi yang lemah. Disarankan perlu adanya strategi khusus dalam bimbingan tugas akhir secara daring sehingga mahasiswa tidak merasa bosan untuk mengikuti  bimbingan
ANALISIS KINERJA MAHASISWA DALAM PENDAMPINGAN IBU HAMIL RISTI DI KOTA SEMARANG TAHUN 2014 Dea Amarilisa Adespin; Sri Achadi Nugraheni; Cahya Tri Purnami
Media Medika Muda Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Maternal Mortality Rate (MMR) in Semarang is one of the top five highest MMR in Central Java.As the effort to decrease MMR, Public Health Service (DKK) of Semarang had been colaborated with educational institution to envolved the midwifery student for mentoring high risk mother. Initial studies showed that the program did not work effectively. The objectives of this study was to analyze performance and to find out factors that related to midwivery student’s performance on mentoring high risk mother.Methods: This is a quantitative study used cross sectional design which envolved 115 respondents in Semarang.Data were collected by conducting interview using a structured questionnaire to analyze performance and related factors (knowledge, institution, location of duty, reward, supervision, facilities, attitude, and motivation).  Data were analyzed by using Rank spearman, Chi square and Logistic Regression.Results: This study showed that most of the respondents were good on knowledge (50.4%), perception of reward (60.9%), supervision (59.1%), facilities (58.3%), attitude (66.1%), motivation (89.6%) and performance (53.9%). The results of bivariate analysis showed that knowledge (0.001), reward (p=0.001), supervision (p=0.001), facilities (p=0.002), attitude (p=0.001) and motivation (p=0.001) had positive association with midwivery student’s performance on mentoring high risk mother. Meanwhile, institution (p=0.741) and location of duty (p=0.933) had no association with student performance. Furthermore, the result of multivariate analysis demonstrated that supervision, facilities and attitute jointly influenced midwivery student’s performances on mentoring high risk mother.Conclusion: There were positive relationship between performance with knowledge, reward, supervision, facilities, attitude and motivation.Keywords: Performances, Mentoring, High risk
ANALISIS SPASIAL KASUS KEMATIAN BALITA Seftika Indra Murhanda Putri; Cahya Tri Purnami; Farid Agushybana; Yudhy Dharmawan
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.989 KB)

Abstract

Angka Kematian Balita (AKABA) di Kabupaten Wonogiri berada pada angka 11.39 per 1000 kelahiran hidup. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kejadian kematian balita adalah aksesibilitas geografis. Aplikasi sistem informasi yang dapat digunakan untuk mengelola data kesehatan dan menggambarkan masalah kesehatan berbasis geografis dengan visualisasi peta adalah menggunakan aplikasi sistem informasi geografis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis distribusi spasial kasus kematian balita di Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian case study. Sampel penelitian yang memenuhi kriteria sebanyak 96 kasus, yang diperoleh dari total populasi (115 kasus). Analisis penelitian dilakukan secara univariat, dan spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 75% kasus kematian balita terjadi pada kelompok umur bayi, umur ibu beresiko, dan orang tua berpendidikan dasar, serta lebih dari 50% tingkat pendapatan orang tua berada di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK). Lebih dari 50% kasus kematian terjadi pada jarak ke fasilitas kesehatan tingkat pertama ≥ 3 KM, dan lebih dari 75% kasus terjadi pada jarak ke rumah sakit dan tempat rujukan terakhir ≥ 5 KM. Persebaran kasus kematian balita banyak terjadi di wilayah dataran tinggi, sedangkan persebaran fasilitas kesehatan banyak tersebar di wilayah yang dekat dengan pusat pemerintahan kabupaten yang padat penduduk. Jangkauan fasilitas kesehatan terhadap kasus kematian balita banyak terjadi pada radius lebih 5 KM. Kasus kematian balita pada tahun 2018 lebih banyak terjadi pada daerah yang memiliki jangkauan ke fasilitas kesehatan lebih dari standar.
HUBUNGAN KUALITAS INFORMASI SISTEM REKAM MEDIS RAWAT JALAN ELEKTRONIK DENGAN KEPUASAN PENGGUNA DI RSUD Dr. (H.C) Ir. SOEKARNO Muhammad Hadiyanto; Cahya Tri Purnami; Atik Mawarni
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 8, No 6 (2020): NOVEMBER
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.222 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v8i6.28383

Abstract

Sistem informasi rekam medis memegang peran yang sangat besar dalam pemenuhan keperluan kesehatan, untuk itu harus bisa menghasilkan informasi yang berkualitas. Adanya perbedaan jumlah kunjungan pada sistem informasi rekam medis dengan data manual yaitu pada jumlah kunjungan yang dibuat petugas, menjadikan sistem informasi kesehatan tersebut tidak mampu menghasilkan kualitas informasi  yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat hubungan kualitas Informasi dengan kepuasan pengguna sistem informasi rekam medis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional  pada akhir bulan desember  2019. Sampel pada penelitian merupakan total populasi, yaitu semua pengguna SIRM  sebanyak 90 pengguna sistem informasi rekam medis. Analisis data secara deskriptif dan analitik menggunakan uji statistic chi square. Hasil uji statistik responden sebagian besar pengguna sistem informasi berumur 21 – 30 tahun (51,11%), tingkat pendidikan Akademi / D3  (75,56%), masa kerja lebih dari 7 tahun  (42,22 %), dan pengguna sistem informasi rekam medis di unit  Poliklinik  (28,89 %), didapatkan ada hubungan yang signifikan antara kepuasan kualitas informasi rekam medis ( relevan (p = 0,001), akurat (p = 0,001), penyajian informasi (p = 0,001)) dengan kepuasan pengguna sistem informasi rekam medik di RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno 2020. Sebagai kesimpulan, kualitas informasi yang dihasilkan SIRM mengenai relevansi, akurasi dan penyajian informasi memiliki hubungan positif dengan kepuasan pengguna. Disarankan kualitas informasi perlu dievaluasi secara periodik sehingga pengguna tetap merasa puas terhadap SIMRM
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG COVID-19 DAN KETERSEDIAAN INFORMASI DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL MELAKUKAN PEMERIKSAAN ANC (ANTENATAL CARE) DI PUSKESMAS MENDIK TAHUN 2021 Zainal Arifin; Sri Winarni; Atik Mawarni; Cahya Tri Purnami
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 10, No 2 (2022): MARET
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.077 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v10i2.33110

Abstract

The Covid-19 pandemic, which has been active in Indonesia since early March 2020, has become a serious threat to all groups, including pregnant women, who are at a high risk of contracting the COVID-19 virus, particularly to the fetus they are carrying. Pregnant women require continuous knowledge and information in order to avoid anxiety. The goal of this study was to see if there was a link between pregnant women's knowledge and availability of information and their level of anxiety when performing ANC (Antenatal care) examinations. Observational study using a cross-sectional approach. This study's population consisted of 169 pregnant women, with a sample of 61 pregnant women drawn using a simple random sampling method. The findings revealed that 82.0% of pregnant women aged 17-45 years old (Mean: 28.31 and SD: 5.9), did not work, 32.8% of pregnant women with good knowledge did not experience anxiety, and 31.1% of pregnant women did not experience anxiety. Knowledgeable pregnant women have mild anxiety, and 3.3% of knowledgeable pregnant women have moderate anxiety. The Spearmen Rank correlation test results revealed that there was no relationship between knowledge (p value = 0.641 r = 0.061) and information availability (p value = 0.582 r = -0.072) and the level of anxiety of pregnant women during ANC (Antenatal care) examinations at the Mendik Health Center. It is hoped that with good knowledge and sufficient information can filter the right information and recommended that pregnant women consult with health workers diligently in order to obtain knowledge and information about pregnancy services.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI Muslimahtun Baadiah; Sri Winarni; Atik Mawarni; Cahya Tri Purnami
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 9, No 3 (2021): MEI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.524 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v9i3.29340

Abstract

Menstrual cycle disorders experienced by adolescents aged 15-24 years need to be vigilant because the disorder can indicate ovulation or infertility problems and anemia. The purpose of the study was to analyze the relationship of physical activity and anxiety levels with menstrual cycle disorders. This research is quantitative research with cross sectional study methods. The population in this study was 346 second semester students with a sample of 83 students. Sample determination using a simple random sampling method. Data collection using polls distributed through google form. Data analysis was conducted univariate and bivariate through pearson product moment correlation test. The results of this study showed that most of the respondents were 19 years old and from Java. Most respondents had menstrual disorders (85.5%), physical activity in the mild category (53.0%) and experienced mild levels of anxiety (60.2%). Correlation test results showed a weak positive relationship between physical activity variables and menstrual cycle disorders (p value=0.032 r=0.236), but anxiety levels were not associated with menstrual cycle disorders (p value=0.613 r=-0.056). The conclusion is that there is a weak positive relationship between mild physical activity and menstrual cycle disorders (p value = 0.032, r=0.236). It is recommended that students increase physical activity with routine. For example doing running, aerobic exercise, cycling and swimming. 
KEJADIAN DROP OUT ALAT KONTRASEPSI HORMONAL PADA WANITA PASANGAN USIA SUBUR DI WILAYAH KECAMATAN SEMARANG TIMUR KOTA SEMARANG TAHUN 2018 Theresia Christiarini Kuntalawati; Cahya Tri Purnami; R. Djoko Nugroho; Farid Agushybana
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 8, No 2 (2020): MARET
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.712 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v8i2.26288

Abstract

The contraceptive drop out rate in East Semarang District is the highest among other district in Semarang City. This study aims to describe the characteristic of women of childbearing age couple in the event of contraceptive drop out. This study uses explanatory research methods and cross sectional study design with a population of 1065 people who stop using contraception in 2018. Study sample taken by simple random sampling of 63 women of childbearing age couples. The results that contraceptive drop out occurs most frequently in women of childbearing age who are of an unhealthy reproductive age (50,8%), advanced education level (77,8%), not working (81,0%), have a good level of knowledge (63,0%), and low parity (77,8%).
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT JIWA DAERAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG DWI RIKI; Yudhy Dharmawan; Farid Agushybana; Cahya Tri Purnami
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 8, No 1 (2020): JANUARI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.627 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v8i1.26064

Abstract

Pendaftaran pasien rawat jalan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih menggunakan sistem manual. Berdasarkan analisa PIECES ditemukan permasalahan seperti petugas pendaftaran pasien rawat jalan memerlukan waktu lebih dari standar yang ditetapkan oleh kemenkes untuk proses pendaftaran pasien. Petugas juga mengalami kesulitan ketika mencari kembali data pasien karena penyimpanan basis data pasien berupa kartu. Selain itu, data pasien rawat jalan yang tidak lengkap karena tidak ada peringatan pada saat input data pasien. Tujuan penelitian adalah mengembangkan sistem iinformasi ipendaftaran rawat ijalan yang idapat digunakan iuntuk imendukung ipelayanan yang lebih optimal. Pengembangan sistem informasi ini dapat mendeteksi jumlah pasien jiwa dan pasien umum. Selain itu dapat melihat langsung jumlah sepuluh penyakit terbanyak perperiode. Pengujian sistem menggunakan uji black box. Metode ini berfokus pada masukkan data dan tampilan sistem, sehingga jika masukkan data tidak sesuai dengan apa yang diharapkan maka sistem gagal. Hasil pengujian menggunakan black box menunjukkan sistem pendaftaran rawat jalan dapat berjalan dengan baik. Analisis data dilakukan analisis bivariat (t-test). Hasil uji T perbedaaan waktu pendaftaran sebanyak dua ratus dua belas pasien menunjukkan ρ=0,001 (ρ<0,05). Hasil uji coba pengembangan sistem informasi rawat jalan menunjukkan pendaftaran pasien membutuhkan waktu selama tiga menit dan kelengkapan data pasien seratus persen.
Analisis Evaluasi Sistem Informasi P-Care dengan Metode Hot-Fit Model pada Puskesmas di Indonesia : Literature Review: Analysis of the Evaluation P-Care Information System Using the Hot-Fit Model Method at Health Centers in Indonesia : Literature Review Fitriani; Cahya Tri Purnami; Agung Budi Prasetjo
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 5: MAY 2022 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.578 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i5.2280

Abstract

Latar Belakang: Kerangka evaluasi sistem informasi kesehatan harus mempertimbangkan manusia dan organisasi. Selain itu, sistem informasi kesehatan juga perlu didukung dan dilengkapi dengan teknologi. Organisasi di bidang kesehatan harus memiliki kemampuan untuk mempersiapkan pekerja atau staf untuk beradaptasi dengan teknologi baru atau perubahan yang mungkin terjadi. HOT-Fit memiliki tiga aspek dan dimensi yang berbeda di setiap aspeknya. Dalam aspek teknologi, ada tiga dimensi: (1) kualitas sistem; (2) kualitas informasi; (3) kualitas layanan. Dalam aspek manusia, ada dua dimensi: (1) penggunaan sistem; dan (2) kepuasan pengguna. Dalam aspek organisasi, ada dua dimensi: (1) struktur; dan (2) lingkungan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai analisis evaluasi system informasi dengan metode Hot-Fit di puskesmas Indonesia. Metode: Untuk menyusun informasi dalam artikel ini yakni dengan melakukan pencarian dan penyaringan sumber artikel yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan, yakni referensi merupakan jurnal yang bersumber dari Google Scholar dan atau Sinta dengan maksimal tahun penerbitan yaitu 10 tahun terakhir dengan topik serupa yakni Analisis Evaluasi Sistem Informasi P-Care dengan Metode Hot-Fit Model pada Puskesmas di Indonesia Hasil: Review dari berbagai artikel penelitian sebelumnya terkait dengan evaluasi system informasi dengan metode Hot-Fit di Puskesmas di Indonesia menghasilkan berbagai informasi, diantaranya yaitu bahwa penerapan dari sistem manajemen informasi pelayanan kesehatan yang menggunakan human organization fit model (Hot-Fit model) di berbagai pusat kesehatan di Indonesia memiliki berbagai tantangan, hambatan, kesulitan dan kendalanya masing-masing. Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti berusaha untuk memberikan perbaikan rekomendasi terhadap sistem manajemen informasi pelayanan kesehatan agar bisa menjadi lebih baik kedepannya. Adapun upaya-upaya yang dilakukan diantaranya: merekomendasikan upaya perbaikan sistem, pelatihan terhadap staff yang bekerja dengan system, mengembangkan fitur aplikasi agar sistem lebih menarik dan memudahkan rekapitulasi data, modifikasi dan peningkatan terbaru dalam kualitas system, pemantauan dan evaluasi penggunaan rutin, membuat kebijakan tentang proses penulisan dan keakuratan input data, membuat buku petunjuk yang mudah dipahami serta berbagai upaya-upaya perbaikan lainnya. Kesimpulan: Penerapan dari sistem manajemen informasi pelayanan kesehatan yang menggunakan human organization fit model (Hot-Fit model) di berbagai tempat pusat kesehatan memiliki berbagai tantangan, hambatan, kesulitan dan kendalanya masing-masing.
Co-Authors A., Oktarisa Khairiyah Afifah, Aini Ula Agung Budi Prasetijo Agung Budi Prasetijo, Agung Budi Agung Budi Prasetjo Agung Budi Prasetjo Aileen, Sophie Al Asyary Alfi Fairuz Asna Amalia, Sani Khoirul Amelia Donsu Amni Zarkasyi Rahman, Amni Zarkasyi Andini , Karisa Anisa Nur Cahyanti Antono Suryoputro Apoina Kartini Apoina Kartini Asep Hermawan Atidipta, Santi Atik Mawarni Atik Mawarni Ayun Sriatmi Azhari , Novi Julia Bachtiar, Yusrial Bagoes Widjanarko Bambang Edi Warsito Budi Utomo Budiyono Budiyono Choirunissa, Risza Chumair, Nisrina Ocktalifa Cintya, Ranindyta Elda Daru Lestantyo DASUKI DASUKI Dea Amarilisa Adespin Delfia, Fila Denny, Hanifa Maher Dessy Lutfiasari Dewi, Aulia Ulfah Mutiara Dharminto Dharminto Dharminto Dharminto Dina Bisara Dini Fitri Damayanti Diwian Jaya Putra, I Putu Okta Djauharoh A. Hadie Doni Lasut Dustar, Ghinanissa Azzahra DWI RIKI Dwi Sulistyawati Dwi Sutiningsih Efa Nugroho Eko Sediyono Eko Wigiantoro Elyzabeth Sylviana Girsang Farid Agushybana Farid Agushybana Farid Farid Agushybana Fatiha Tasyakurrisma, Adisa Fauzirra Dhiya Azhar, Aghitsa Fila Delfia Fitriani Fitriani Gunawan, Novia Riansari Hadina Eka Camalia Hamdan Syah Alam Hanifa Maher Denny, Hanifa Maher Harahap, Ana Pujianti Harlen Yunita Heri Nugroho Husna, Eriana Mayasari Imawan, Satria Aji Indarwati, Novi Indarwati, Novi Inneke Elysia Lavender Johnston, Caroline Kahowi, Yustina Oru Khairiyah, Oktarisa Komariyatun Komariyatun Krisnamurti Krisnamurti Kristawansari, Kristawansari Kristina Kristina Kurniawati, Yacinta Puji Kusumastuti, K Kusworo Adi Laksmono Widagdo Laksmono Widagdo Lina Dwi Yoga Pramana Lina Dwi Yoga Pramana Lucia Ratna Kartika Lucia Ratna Kartika Wulan M Rokhis Khomarudin, M Rokhis Mar Atul Mahmudah Maria Holly Herawati Mariyana, Kristin Martha Irene Kartasurya Martini Martini Mas’udah Mas’udah Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Mercy Joice Kaparang Moh. Hasyim Purwadi Muhamad Anja Ahul Alaiha Kavit Muhammad Azinar Muhammad Hadiyanto Muhammad Priyatna, Muhammad Muhdar Muhdar Murdiyanti, Dwi Retno Muslimahtun Baadiah Naila Fauziatin Naintina Lisnawati Nashihah, Prenati Ninik Dwi Ambarwati Noer Endah Pracoyo Nofa Martina Ariani, Nofa Martina Noor Edi Widya Sukoco Novia Handayani Novita Wulandari Nur Endah Wahyuningsih Nuridzin, Dion Zein Oktavia Beni Kujariningrum Paramesti, Hayu Retno Permani, Fadilah Pujiningtyas Pramesti, Shinta Dwi Surya Prasetijo , Agung Budi Prasetyono, Thifal Zakiyyah Priyadi Nugraha P Putra, I Putu Okta Diwian Jaya Putri , Ulfa Ariska Qatrannada, Shabrina Arifia R. Djoko Nugroho Raden Djoko Nugroho, Raden Djoko Rafiludin, Mohammad Zen Raflizar Raflizar Reni Murnita Rina Sri Widayati Rivaldi Indra Nugraha Rizal Kurniawan Rizki Anna L Rofifatun Nisa Rona, Elfa Salma Salma Seftika Indra Murhanda Putri Septo Pawelas Arso Septo Pawelas Arso Setyoningsih, Rr. Devi Noviana Sigit Setyono Sri Achadi Nugraheni Sri Achadi Nugraheni Sri Winarni Sri Winarni Sri Winarni Suci Ramadhani, Suci Sudiro Sudiro Sudiro Sudiro Sugeri, Rauf Azhar Sugiarto, Puput Supratikta, Hadi Suryawati, Chriswardhani Suteja, Mentari Nur Farida Sutiyono Sutiyono Sutopo Patria Jati Syamsulhuda BM Sylviana Girsang, Elizabeth Taufik, Opik Ternate, Elvicta Venteysa Theresia Christiarini Kuntalawati Titi Suherni Titus, Irto Tjahjono Kuntjoro Tjondrorini Tjondrorini Tjondrorini, T U. Evi Nasla Viera Juniver Thenu Vina Estetika Pakpahan Wawan Kurniawan Wicaksono, Firston Arfiansyah Wijaya, M. Indra Hadi Winarni , Sri Winarni Wirnani, Sri Wulandari, Nunung Yokbeth Kareth Yudhy Dharmawan Yudhy Dharmawan Yuliani Setyaningsih Zahra, Anandalia Athaya Zahroh Shaluhiyah Zainal Arifin Zulaeha A. Amdadi