Claim Missing Document
Check
Articles

FENOMENA PENEBANGAN HUTAN SECARA LIAR TERHADAP LINGKUNGAN DAN UPAYA PENEGAKAN HUKUM DI DESA NGAPUS KECAMATAN JAPAH BLORA Riko Putra Perdana; Abida Fitriani; Dany Miftah M. Nur
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 5 (2024): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i5.1338

Abstract

Illegal loging adalah suatu tindakan sengaja atau secara sadar yang dilakukan oleh sekelompok orang atau individu dengan merusak kekayaan alam yakni penebangan hutan secara liar. Sepert di salah satu daerah yang terletak di blora tepatnya di desa ngapus kecamatan japah. Menurut warga sekitar kasus tersebut sering terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai apa penyebab, dampak, dan solusi yang dapat dikerahkan untuk kasus illegal loging. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif, yakni dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi guna mendapatkan data yang valid. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penyebab illegal loging di desa ngapus adalah karena faktor ekonomi dan sosial. Dampak dari kasus teersebut menyebabkan terjadinya beberapa bencana yang tidak diinginkan oleh warga desa ngapus, japah, blora.
Tradisi Golok-golok Menthok Dalam Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Klumpit Gebog Kudus Ainun Rahman; Muhammad Alfin Syirojuddin; Dany Miftah M. Nur
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2024): April
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i4.1369

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengkaji bagaimana Tradisi tersebut mampu merekatkan interaksi antarwarga Kudus. Juga untuk mengajak para pembaca agar terus mempertahankan tradisi kebudayaan dari leluhur. Penelitian ini memiliki latar belakang masalah mengenai keberagaman tradisi yang ada dalam memperingati hari kelahiran Nabinya. Masyarakat Kota kudus Khususnya Desa Klumpit Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus dalam memperingati hari kelahiran Nabi melaksanakan sebuah tradisi yakni golok-golok Menthok. Tradisi ini diperingati untuk mengenang Jasa Nabi Muhammad yang membantu orang-orang pada zaman dahulu keluar dari jaman kebodohan. Golok-golok   Menthok   ini   memiliki maksud ketika melaksanakan ibadah hendaknya diresapi kedalam hati dengan keimanan yang tajam. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu dengan metode lapangan, untuk memperoleh data digunakan metode wawancara, observasi terhadap obyek penelitian masyarakat dan tokoh agama Desa Klumpit. Hasil Penelitian ini adalah Tradisi golok-golok menthok ini merupakan tradisi para leluhur untuk mensyukuri atau menghormati kelahiran Nabi Muhammad yang telah membebaskan ummat manusia dari zaman jahiliyyah. Tradisi ini mengajarkan kita untuk hidup bersosial dengan sikap moderasi beragama dan tidak membeda- bedakan orang lain).
Problematika Sampah dan Upaya Masyarakat Menjaga Kebersihan Lingkungan dengan Memanfaatkan Sampah Menjadi Sebuah Kerajinan di Desa Besito, Gebog, Kudus Maulida Afi Noor Khalimah; Ahmad Febrizan; Dany Miftah M. Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 1 No. 5 (2024): Juni
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v1i5.1310

Abstract

Sampah merupakan permasalahan masyarakat yang sangat sulit diatasi dan menimbulkan kesusahan bagi masyarakat, seperti yang terjadi di Desa Besito. Permasalahan sampah merupakan permasalahan yang tak  ada habisnya selama manusia masih hidup, sampah terus-menerus dihasilkan. Timbulnya sampah selalu bebarengan dengan pertumbuhan penduduk. Semakin meningkatnya angka penduduk maka sampah yang dihasilkan pun semakin meningkat. Sampah seringkali dilihat sebagai benda yang mengganggu, kotorr, berbau, susah terurai di bawah tanah, mengiritasi mata, dan berbahaya bagi kesehatan. Kebersihan lingkungan merupakan konsep masyarakat yang sehat dan lingkungan yang asri. Oleh karena itu, harus dijaga dengan baik dan tepat, dengan memperhatikan kesehatan masyarakat dan keindahannya tempat tinggal serta makhluk hidup lain. Berbagai inisiatif telah dilakukan untuk mengatasi masalah ini, termasuk pembentukan kelompok masyarakat untuk membuat kerajinan tangan dari bahan limbah pilihan. Tujuan dari kegiatan pelatihann adalah untuk memberikan terampil tangan dan berlatih pada pemanfaatan sampah/sampah plastik di bidang seni dan kerajinan mulai dari teknik desain, pencetakan, pemilahan sampai akhir, serta memastikan masyarakat tahu tentang cara pembuangan sampah yang tepat adalah melakukan kegiatan kreatif. Hal ini akan menciptakan lingkungan yang bersih dan menjadi contoh lingkungannya yang baik di Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.
Dampak Keberadaan Objek Wisata Candi Sukuh Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat di Desa Berjo Kabupaten Karanganyar Dany Miftah M. Nur; Muhammad Jodi Prasetiyo; Risma Amalia
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1138

Abstract

Indonesia adalah negara yang terdapat banyak candi dari candi Budhha maupun Hindu salah satunya yaitu Candi Sukuh. Objek wisata Candi Sukuh ini terletak di Kabupaten Karanganyar, Candi sukuh ini menjadi obyek wisata dan tempat peribadatan bagi agama Hindu yang ada di karanganyar bahkan juga banyak orang yang hidupnya bergantung pada wisatawan Candi Sukuh terutama warga desa berjo, kehidupan sosial ekonomi warga desa berjo tak lepas dari adanya tempat wisata Candi Sukuh yang mana mereka berprofesi menjadi pedagang maupun tukang ojek di sekitar wisata Candi Sukuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pembangunan Candi Sukuh dalam bidang sosial ekonomi masyarakat Desa Berjo. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini fokus pada analisis data primer dan data sekunder. Data primer mencakup informasi yang diperoleh melalui wawancara dan observasi dengan biro pariwisata, pengelola Candi Sukuh, dan masyarakat sekitar Candi Sukuh. Menurut hasil penelitian, sebelum Candi Sukuh menjadi objek wisata sejarah, masyarakat sekitar umumnya bermata pencaharian agraris, dan taraf hidup sosial ekonomi relatif rendah. Namun setelah Candi Sukuh menjadi objek wisata, kehidupan sosial ekonomi masyarakat mengalami perubahan besar, khususnya di Desa Berjo, dengan peningkatan pendapatan dan potensi desa yang lebih baik. Sayangnya, kurangnya perhatian pemerintah terhadap pengembangan objek wisata Candi Sukuh berujung kekecewaan, Khususnya distribusi pembangunan yang tidak merata. Pemeliharaan jalan merupakan hal yang penting dan perlu mendapat perhatian pemerintah untuk memudahkan wisatawan mengunjungi objek wisata tersebut.
ANALISIS DAMPAK USAHA PEMBUATAN GENTENG TERHADAP KONDISI LINGKUNGAN DAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DESA NGEMBALREJO Millatul Lailiyah; Febrina Nur Hikmah; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1141

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat ngembalrejo yang terganggu akibat adanya industri pembuatan genteng dengan lokasi yang dekat dengan pemukiman warga. Pembuatan genteng tersebut berada pada lokasi desa Ngembalrejo Kecamatan Bae Kabupaten Kudus. Sehingga kawasan Ngembalrejo memang terkenal sebagai daerah industry pembuatan genteng. Dengan bahan baku yang tidak dapat diperbaharui hingga bahan untuk pembakaran pembuatan genteng akhirnya muncul berbagai dampak yang mempengaruhi masyarakat sekitar Kawasan desa Ngembalrejo. Munculnya dampak tersebut disebabkan dari factor bahan pembakaran tebu dan sampah plastik limbah dari PT. Pura, sehingga dapat menciptakan resiko dan dampak bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat. Sehingga dalam penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis dampak yang terjadi yang disebabkan adanya industri pembuatan genteng desa Ngembalrejo. Dengan menggunakan teknik wawancara dengan Ibu Imro’atul Nasihah sebagai pengusaha industri pembuatan genteng serta wawancara penduduk sekitar hingga penduduk kos dan observasi atau pengamatan pada lokasi yang terdampak hingga lokasi pembuatan genteng, dengan Teknik tersebut kami mengumpulkan data dengan semaksimal mungkin.
Eksistensi Penghayat Kepercayaan Sapta Darma Di Desa Mayong Lor kabupaten Jepara Naily Avida Defiana; Rindang Viqriani; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1146

Abstract

Agama yang diakui di Indonesia hanyalah Islam, Budha, Hindu, Konghucu, Katolik, Protestan, dan Hindu, menurut Undang-Undang Nomor 1 PNPS Tahun 1965. Kebijakan-kebijakan tersebut mempunyai dampak yang sangat merugikan bagi penghayat kepercayaan salah satunya Sapta Darma. Namun penghayar Sapta Darma di Desa mayong Lor tetap eksis sampai sekarang. Tujuan penelitian ini yaitu menelusuri alasan mengapa Sapta Darma di Desa Mayong Lor tetap eksis sampa sekarang dan bagaimana interaksi antara warga muslim sekitar dengan penghayat kepercayaan Sapta Darma. Peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dalam penelitian ini. Metodologi studi kasus dikombinasikan dengan penelitian kualitatif deskriptif.Peneliti menggunakan penelitian literatur, wawancara, dan observasi sebagai metode pengumpulan data. Lokasi penelitian yaitu di Sanggar Sapta Darma di Kecamatan Mayong Lor Kabupaten Jepara. Wawancara dilakukan dengan ketua sanggar Sapta Darma Mayong Lor. Berdasarkan hasil penelitian kepercayaan Sapta Darma masih eksis dikarenakan mereka melakukan agenda pembinaan rutin, ikut berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan di desa, dan menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekitar.
Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat Lokal di Desa Wisata Colo Kudus Amelia Nurun Nahar; Alifatur Nur Awwaliyah; Lusi Damayanti; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1163

Abstract

Pariwisata berbasis masyarakat telah menjadi fokus utama dalam pengembangan destinasi wisata di Indonesia yang kaya akan budaya dan alamnya. Tulisan ini mengulas konsep "Membangun bersama masyarakat" sebagai kunci pembangunan pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini mengeksplorasi pengembangan Desa Wisata Colo di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sebagai contoh nyata dari prinsip pariwisata berbasis masyarakat. Desa ini berhasil mengintegrasikan atraksi alam dan kekayaan budaya dengan keterlibatan aktif masyarakat. Selain fokus pada Makam Sunan Muria, Desa Wisata Colo juga mengembangkan atraksi alam seperti Bukit Sepuser dan Bukit Puteran. Keberhasilan Desa Wisata Colo tercermin dalam peningkatan popularitas dan jumlah kunjungan wisatawan, menurut data BPS Kabupaten Kudus. Partisipasi masyarakat terjadi dalam berbagai bentuk, termasuk penyusunan inovasi paket wisata, swadaya pembangunan fasilitas ibadah, dan menjaga kebersihan jalur wisata. Faktor pendorong internal dan eksternal, seperti kesadaran akan peluang ekonomi, latar belakang agama, dan dukungan dari pemerintah serta pihak swasta, memainkan peran penting dalam mendorong partisipasi masyarakat. Penelitian ini menyoroti bahwa pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Desa Wisata Colo tidak hanya memberikan dampak positif terhadap ekonomi lokal tetapi juga menjaga keaslian budaya dan lingkungan. Ini menawarkan wawasan mendalam tentang pengembangan pariwisata yang memberdayakan masyarakat lokal, menciptakan keberlanjutan, dan mempromosikan ciri khas budaya dan alam Indonesia.
NILAI-NILAI TRADISI KIRAB REBO WEKASAN DESA JEPANG SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS di MTsN 2 KUDUS Dany Miftah M. Nur; Agus Miftah; Luqman Abdurrauf
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1177

Abstract

Tradisi Kirab Rebo Wekasan adalah salah satu tradisi budaya yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia, khususnya Jawa. Kirab ini biasanya dilaksanakan pada hari Rabu Pon dalam penanggalan Jawa, Kirab Rebo Wekasan menjadi sarana untuk memperkenalkan dan mempertahankan warisan budaya Jawa.Kirab ini dapat menjadi sumber informasi mengenai sejarah dan perkembangan masyarakat di masa lampau. Peserta kirab dapat memberikan penjelasan mengenai makna simbol-simbol yang ada dalam kirab serta latar belakang historis tradisi tersebut. Hal ini memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk memahami warisan budaya dan sejarah lokal mereka. Dalam mata pelajaran IPS, tradisi Kirab Rebo Wekasan dapat menjadi sumber pembelajaran yang menarik. Guru dapat mengajak siswa untuk mempelajari nilai-nilai sosial, budaya, dan sejarah yang ditampilkan dalam tradisi ini. Selain itu, siswa juga dapat mengembangkan keterampilan penyelidikan dan analisis mereka dengan mempelajari lebih lanjut tentang asal-usul tradisi dan dampaknya pada kehidupan masyarakat.. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menunjukkan secara utuh nilai tradisi Rebo Wekasan di Desa Jepang Mejobo Kudus sebagai sumber pembelajaran IPS. Sementara pendekatan yang diterapkan  yaitu pendekatan fenomenologi yang merupakan jenis penelitian kualitatif dengan melihat serta mendengarkan secara terperinci serta melibatkan pemahaman individual terkait pengalaman pengalamanya.
Budaya Santri (Ngaji, Ngabdi, Dan Ngabekti) Menjadi Karakteristik Peserta Didik Madrasah Aliyah Darul Ulum Mochamad Miftakhul Afif; Muhammad Rafiqul Usman; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1178

Abstract

Karakter adalah ciri khas yang dimiliki oleh suatu benda atau individu sedangkan karakteristik adalah ciri atau fitur yang digunakan sebagai identifikasi. Artinya segala sesuatu yang berdominan individual pasti memiliki identitas tersendiri, entah dalam segi fisik maupun watak, akan tetapi karakteristik lebih mengarah kepada watak dan sikap yang ada didalam diri manusia. Terlebih dalam dunia pendidikan yang merupakan wadah dari pembentukan generasi bangsa, pastinya karakter itu dapat terbentuk melalui jalur ini. Seperti halnya di Madrasah Aliyah Darul Ulum Kudus yang merupakan sekolahan berdominan pondok pesantren, sehingga budaya pondok pesantren pun diterapkan dalam sekolahan tersebut yakni ngaji, ngabdi, dan ngabekti yang menjadi karakteristik peserta didiknya. Tentunya ketiga kata tersebut merupakan budaya dari pondok pesantren dimana segala sesuatu yang ada di Pondok Pesantren memiliki keterkaitan antara Ngaji, Ngabdi, dan Ngabekti. Seperti halnya ketika santri melaksanakan hal itu, niscaya mereka akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat lagi berkah. Hal ini menjadi kontroversi dalam lingkup lembaga pendidikan formal, sebab dalam pendidikan formal, Ngaji itu hanya menjadi formalitas belaka atau menjadi ciri khas dari Madrasah Aliyah itu sendiri yang cenderung berlebel Lembaga Pendidikan Islam.
Pemanfaatan Kearifan Lokal Sebagai Pengembangan Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus Hidayatul Ummah; Nur Eka Safitri; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1184

Abstract

Wisata Rahtawu ialah salah satu bentuk wisata alam yang berkembang lebih lambat. Desa Rahtawu, tujuan wisata potensial, terletak di sebelah Colo Tourism, yang menawarkan pengunjung akses ke keajaiban alam termasuk air terjun dan sungai dengan pemandangan gunung yang masih jernih dan mempesona. Desa Rahtawu memiliki potensi yang harus ditingkatkan agar lebih menarik bagi wisatawan, antara lain wista colo. Metode yang digunakan bersifat deskriptif dan didukung oleh analisis kualitatif dan teknik analitik. Temuan analisis tersebut melibatkan sejumlah narasumber yang relevan sebagai pemangku kepentingan dalam pertumbuhan pariwisata Desa Rahtawu. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa para narasumber memilih untuk memperbaiki diri dan bergabung dengan pariwisata Colo sebagai alternatif untuk mengembangkan Desa Rahtawu. Unsur pariwisata yang dapat memberikan prioritas pengaruh dalam pengembangan pariwisata Desa Rahtawu adalah tempat yang nyaman, unsur transportasi, akomodasi dan promosi sedangkan yang terakhir mengutamakan unsur pengunjung. Pengembangan prioritas utama yang dilakukan adalah memperbaiki daya tarik wisata yang ada serta menyediakan sarana dan prasarana untuk menunjang pariwisata. Tujuan dari penelitian ini adalah agar pembaca dapat mengetahui permasalahan dalam pengembangan pariwisata di Desa Rahtawu
Co-Authors Abdul Karim Abdul Qowim Abida Fitriani Achmad Ansori Muktar Adik Rommiyati Afifatut Thohiroh Agung Umar Setyawan Agus Miftah Ahmad Febrizan Ahmad Kasyfin Nur Ahmad Kholis Ubaidillah Ahmad Zaenal Abidin Ahmad Zaim Fasuha Aida Lathifa Mumtaza Ainun Rahman Ainun Wahayuningtiyas Al Fauza Khasan Mubarok Alfeni Puji Lestari Alfin Zakaria Firmansyah Alia Shafa Noria Alifatur Nur Awwaliyah Amelia Nurun Nahar Amelia Safitri Ananda Siska Khoirunnisa Aniqotus Suroyya Annida Lailli Alayya Arsita Mutiara Nadila Aruna Dwi Fadhlillah Astna Rif’atun Najihah Aula Zabidatus Syarifah Aulia Niswati Avina Imma Amalia Azwar Anas Bachtiar H Binta Atiul Azka Cahaya Adinda Printahayu Cahyani Dwi Arsanti Chalisa Ziana Choiratun Hisan Destina Marta Fiani Diah Nor Khofifah Diaz Ananda Nifa Amelia Dita Zakiyatul Lathifa Dito, Achmad Faizal Dito Farezi Durrotun Nashikhah Dwi Lutfah Barliana Dyah Novitasari Eva Dwi Yanti Evi Noor Yanti Faikhotur rohmah Fainanu Zuhaida Faiqotul Ilma Aulia Faiz Ulwan Zaky Faizuna Tathmainnul Qulub Fauzi Fauzi Fa’izah Ainun Nufa Febrianti Ika Rachmawati Febrina Nur Hikmah Fiki Khikmatul Ulya Firky Afriza Firza Amelia Putri Fita Puji Mutnaim Fitia Nuraini Fitrotul Maymona Frida Amalia Ramadhani Fuja Farricha Marfiya Ula Gayuh Aroyani Habibullah Ikhsani Hanif Al Faruq Hidayah, Noor Saidatul Hidayatul Luthfiyah HIDAYATUL UMMAH Icha Khusnul Mawaddah Ilya Ainun Nasihah Imarotun Nisa Inayatul Khoirun Nisa Intan Rahmalina Intani Istiana Putri Isak Maulidah Isna Khoirun Nisa Isna Zahrotul Ma’wa Istiqomatul Mutmainah Karimah, Lutfiyatul Karina Puji Lestari Khofifatus Saniyah Laela Akhda Awalya Laila Qothrun Nada Linda Arum Sanjaya Linda Nurul Amaliyah Listya Mella Amalia Lu'lu' Choirun Nur Fadzillah Luqman Abdurrauf Lusi Damayanti Luthfi Ahmad Syahrul Maulida Afi Noor Khalimah Mazidatun Ni’mah Melinda Puspita Mellya Prasetiya Ningrum Miftakhul Fadlilah MIFTAKHUL FIRDAUS Millatul Lailiyah Mochamad Miftakhul Afif Mohammad Ainun Najib Muhammad Abdul Majid Muhammad Alfin Syirojuddin Muhammad Badruddin Muhammad Choirul Anwar Muhammad Fachri Tajul Arifin Muhammad Fathul Mujib Muhammad Imam Taqiyyuddin Muhammad Jodi Prasetiyo Muhammad Nashichul Umam Muhammad Rafiqul Usman Muhammad Rizal Firdaus Muhammad Vicky Yakhya Muhammad Yusuf Arjuna Muhimmatul Alya Muhyi, Thohiroh Nur Muhyi Nabilatuzzahra’ Nada, Aizzatin Nafisatur Rohmah Naila Az Zahra Nailah Farasifa Naily Avida Defiana Najwatus Salma Natasyafaus Samawati Nur Ainun Fauzul Muna Nur Eka Safitri Nur Eka Tsamrotun Ni’mah Nur Faizaturrofiqoh Nurul Ainia NURUL ISTIQOMAH Nurul Rizqinatul Silvi Prawira Setya Aji Putri Nur Syafaah Rafi Hidayat Rahma Auliani Rahma Fitri Nor Wijayanti Rahma Fitriyani Resti Astuti M. P Revi Amala Shahwa Richa Jauharatuz Zahroh Riko Faisal Akbar Riko Putra Perdana Rindang Viqriani Rinjani Setyo Negoro Riska Noor Oktaviani Risma Amalia Rizkia Arijaya Rizziq Abdillah Fahmi Rodhotul Jannah Rodliyah Hidayati Rosita Anggraeni Rosita Dwi Rahmawati Ruhaniyatun Nimah Salma Alvina Salwatul ‘Aisyi Setyawati, Risti Sharita Ramadhanti Shifa Cholifiannida Silvia Emil Siti Alfina Rohmawati Siti Karomatun Nadziroh Siti Khozainul Muna Siti Nafisah Siti Nur Anisah Siti Wulandari sofa, Laili Sofa Syarif Hidayatur Rizqi Umi Rosyidah uzziah, Badiatul Vani Dwi Safitri Vega Ariyanti Wafiq Maulana Ibrahim Waqdahtur Rohmaniyah Wilda Fatchiyatur Rohmah Winda irmalia sari winda, Winda Irmalia Sari Windi Tri Antika Windy Windayanti Yuni Suprapto, Yuni Zulfa Lailil Maghfiroh Zulia Kharissatul Zumna Zulia Rohmah Choirun Nisa Zuyina Ulfa