Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai-Nilai Sosial Budaya dalam Tradisi Grebeg Besar Demak Dwi Lutfah Barliana; Mazidatun Ni’mah; Al Fauza Khasan Mubarok; Rizziq Abdillah Fahmi; Ahmad Kholis Ubaidillah; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6242

Abstract

Tradisi Grebeg Besar Demak merupakan warisan budaya yang tetap dipertahankan di tengah perubahan sosial masyarakat. Rangkaian ritualnya menampilkan ekspresi religius, kohesi sosial, dan penghormatan terhadap warisan Kesultanan Demak. Fenomena ini menunjukkan bahwa tradisi masih berperan penting sebagai rujukan nilai sosial budaya dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai sosial budaya yang tercermin dalam ritual Grebeg Besar Demak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data penelitian diperoleh dari jurnal-jurnal ilmiah, artikel penelitian terdahulu, laporan budaya, dan dokumen akademik terkait Grebeg Besar serta kajian tradisi Jawa. Analisis data dilakukan melalui proses kategorisasi, interpretasi isi, dan penarikan kesimpulan berdasarkan hasil sintesis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Grebeg Besar memuat nilai religiusitas yang tampak dalam prosesi penjamasan pusaka dan doa bersama; nilai gotong royong melalui peran kolektif masyarakat pada setiap tahapan ritual; nilai solidaritas yang muncul dari interaksi antarwarga dan pengunjung; serta nilai pelestarian identitas budaya melalui simbol-simbol warisan Kesultanan Demak. Kajian literatur ini menegaskan bahwa Grebeg Besar berfungsi sebagai sarana pemeliharaan kohesi sosial dan kesinambungan budaya lokal. Penelitian ini terbatas pada analisis berbasis referensi, sehingga penelitian lanjutan perlu melibatkan studi lapangan agar pemahaman mengenai praktik dan makna aktual tradisi dapat lebih komprehensif.
Perkembangan Museum Kretek Kudus sebagai Identitas Budaya Lokal Nabilatuzzahra’; Siti Nafisah; Listya Mella Amalia; Siti Khozainul Muna; Mohammad Ainun Najib; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6244

Abstract

Penurunan minat Masyarakat  untuk berkunjung ke Museum Kretek Kudus dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan, hal ini menjadi perhatian sosial yang cukup mencolok. Hal ini disebabkan karena museum ini menyimpan sejarah panjang industri kretek yang telah lama membentuk karakter sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Kudus. Kondisi ini menunjukkan bahwa peran museum dalam menjaga identitas lokal belum bisa dimaksimalkan secara baik. Dari situ, penelitian ini dilakukan untuk meneliti perkembangan Museum Kretek Kudus sejak didirikan hingga saat ini, serta menganalisis kontribusi museum dalam memperkuat identitas budaya masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan melakukan observasi langsung pada 6 November 2025 dan meninjau berbagai literatur terkait museum, sejarah industri kretek, serta upaya pelestarian budaya. Semua data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara sistematis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Kretek tidak hanya menyimpan berbagai artefak seperti alat produksi, arsip sejarah, foto dokumentasi, dan diorama pembuatan kretek, tetapi juga menjalankan peran edukatif melalui penyebaran narasi budaya dan sejarah industri kretek kepada generasi muda. Museum ini berfungsi sebagai pengingat kolektif masyarakat, melindungi budaya material, memperkenalkan nilai-nilai kerja dan solidaritas sosial yang ada di Kudus, serta memperkuat identitas masyarakat sebagai “Kota Kretek.” Penelitian ini menyimpulkan bahwa Museum Kretek Kudus memegang peran penting dalam menjaga budaya lokal, sehingga keberlanjutan museum ini perlu didukung oleh pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat agar tetap relevan di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
PENERAPAN MEDIA PODCAST DALAM PEMBELAJARAN IPS SEBAGAI SARANA PENGUATAN LITERASI DIGITAL SISWA KELAS VIII DI MTS BUSTANUL ULUM Hanif Al Faruq; Luthfi Ahmad Syahrul; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6248

Abstract

Penelitian ini bertujuan menelaah penerapan media pembelajaran berbasis podcast dalam pembelajaran IPS sebagai sarana penguatan literasi digital siswa kelas VIII di MTs Bustanul Ulum. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menggambarkan proses, pengalaman, dan dinamika interaksi yang muncul selama pembelajaran berlangsung. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap guru serta siswa, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa podcast dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi pembelajaran yang menggabungkan aktivitas mendengarkan, refleksi, dan diskusi kelas sehingga menciptakan suasana belajar yang lebih dialogis dan kontekstual. Penggunaan podcast terbukti meningkatkan motivasi, memperkuat keterlibatan siswa, dan mengembangkan kemampuan literasi digital melalui kegiatan mengakses, menganalisis, dan memproduksi konten audio sederhana. Siswa menjadi lebih kritis dalam memilih informasi, lebih percaya diri mengemukakan pendapat, serta lebih terampil menggunakan perangkat digital untuk keperluan belajar. Temuan ini menegaskan bahwa podcast dapat berfungsi sebagai media pembelajaran yang adaptif, relevan dengan karakteristik generasi digital, dan mampu menjembatani konsep-konsep sosial dengan pengalaman nyata siswa di lingkungan mereka.
Tradisi Ampyang Maulid Sebagai Sarana Pelestarian Nilai Sosial – Religius dan Identitas Budaya Masyarakat Loram Kulon Frida Amalia Ramadhani; Alia Shafa Noria; Richa Jauharatuz Zahroh; Muhammad Choirul Anwar; Alfin Zakaria Firmansyah; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6263

Abstract

Tradisi Ampyang Maulid di Loram Kulon menghadapi tantangan modernisasi dan penurunan pemahaman budaya generasi muda, mendesak pelestarian nilai sosial-religius dan identitas lokal di tengah ancaman komodifikasi serta resistensi sebagian kelompok. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi tradisi dalam pelestarian nilai serta mengungkap strategi agar warisan ini tetap relevan. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang melibatkan peneliti terjun langsung ke lokasi di Desa Loram Kulon untuk mengumpulkan informasi, penelitian ini menemukan bahwa revitalisasi pasca-2010 melalui integrasi Loram Expo berhasil menguatkan ekonomi dan solidaritas warga. Tradisi ini efektif menginternalisasi nilai gotong royong dan spiritualitas sekaligus mengukuhkan identitas melalui kolaborasi lintas elemen, meski masih dihadapkan pada tantangan perbedaan pandangan keagamaan dan pelanggaran ketertiban yang memerlukan kajian lanjutan mengenai strategi edukasi kultural yang lebih efektif bagi generasi mendatang.
Nilai-nilai IPS dalam Tradisi Baratan di Kalinyamat Jepara sebagai Media Pendidikan Karakter Religius dan Gotong Royong Astna Rif’atun Najihah; Natasyafaus Samawati; Wilda Fatchiyatur Rohmah; Isna Zahrotul Ma’wa; Isna Khoirun Nisa; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6266

Abstract

Fenomena sosial di masyarakat menunjukkan bahwa tradisi lokal semakin memudar akibat arus modernisasi yang menggeser praktik budaya turun-temurun. Di tengah perubahan tersebut, masyarakat Kalinyamat Jepara masih mempertahankan Tradisi Baratan sebagai bentuk pelestarian identitas kolektif. Tradisi ini menjadi fakta sosial yang merefleksikan kuatnya nilai kebersamaan, religious, dan kohesi sosial dalam kehidupan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang terkandung dalam tradisi tersebut dapat dijadikan media pendidikan karakter religious dan gotong royong. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis berbagai sumber pustaka seperti jurnal ilmiah, artikel, dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Baratan mengandung lima nilai utama IPS, yaitu nilai sosial dan budaya, nilai sejarah dan kearifan lokal, nilai ekonomi dan gotong royong, nilai agama dan spiritualisme, serta nilai norma dan tata tertib sosial. Tradisi ini menjadi media efektif dalam pembentukan karakter religious dan gotong royong karena melibatkan doa bersama, pawai obor, ziarah, dan kerja sama masyarakat. keterlibatan generasi muda dalam tradisi ini memperkuat pendidikan karakter berbasis kearifan lokal yang menumbuhkan sikap toleransi, tanggung jawab, serta kepedulian sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa Tradisi Baratan tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga berfungsi sebagai sumber belajar kontekstual dalam pendidikan IPS.
Fenomenologi Penggunaan Coffee Shop sebagai Ruang Belajar Mahasiswa dalam Meningkatkan Konsentrasi Belajar Amelia Safitri; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6271

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk memahami bagaimana coffee shop berperan sebagai ruang belajar alternatif bagi mahasiswa UIN yang membutuhkan suasana belajar yang lebih fleksibel dan nyaman. Coffee shop semakin sering dipilih mahasiswa sebagai tempat mengerjakan tugas, membaca, atau berdiskusi, terutama ketika ruang belajar formal tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada pengalaman belajar mahasiswa yang secara aktif memanfaatkan coffee shop sebagai ruang belajar. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi di beberapa coffee shop yang sering dikunjungi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa coffee shop memberikan suasana yang mendukung konsentrasi melalui kenyamanan fisik, pencahayaan yang hangat, musik latar yang lembut, serta fasilitas seperti Wi-Fi dan akses listrik. Keberadaan pengunjung lain yang juga sedang bekerja terbukti memberi dorongan psikologis bagi mahasiswa untuk tetap produktif. Selain itu, fleksibilitas ruang dan waktu membuat mahasiswa lebih mudah menyesuaikan ritme belajar dengan kebutuhan pribadi. Lingkungan yang santai juga mendorong munculnya ide-ide baru dan membantu mengurangi kejenuhan dalam proses belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa coffee shop tidak hanya berfungsi sebagai tempat alternatif, tetapi juga membentuk kebiasaan belajar baru yang lebih dinamis, mandiri, dan berkelanjutan. Temuan ini memberikan gambaran bahwa ruang belajar yang adaptif dan nyaman semakin penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tuntutan akademik yang terus berkembang.
IMPLEMENTASI MODEL INQUIRY LEARNING MELALUI KEGIATAN KELOMPOK EKSPLORATIF DALAM MENINGKATKAN KETERLIBATAN DAN MOTIVASI BELAJAR IPS Rinjani Setyo Negoro; Riko Faisal Akbar; Nailah Farasifa; Ahmad Zaim Fasuha; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6276

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Inquiry Learning melalui kegiatan kelompok eksploratif serta menafsirkan kontribusinya terhadap keterlibatan dan motivasi belajar siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Latar belakang penelitian berangkat dari rendahnya partisipasi siswa akibat dominasi metode konvensional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dilaksanakan di SMP Negeri 1 Mijen, Kabupaten Demak, dengan subjek guru IPS dan 32 siswa kelas VII C. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan bahwa penerapan Inquiry Learning berbasis kelompok eksploratif meningkatkan partisipasi aktif, rasa ingin tahu, dan motivasi intrinsik siswa melalui pembelajaran yang otonom, kolaboratif, dan kontekstual. Keberhasilan dipengaruhi oleh peran guru sebagai fasilitator serta dukungan sumber belajar yang relevan, sedangkan kendala utama meliputi keterbatasan waktu dan dinamika kelompok yang belum seimbang. Penelitian ini menegaskan bahwa Inquiry Learning tidak hanya memperkuat aspek kognitif, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial dan afektif siswa dalam pembelajaran IPS abad ke-21.
Kearifan Lokal dan Nilai Pendidikan Sosial di Kompleks Menara Kudus Agung Umar Setyawan; Muhammad Rizal Firdaus; Muhammad Abdul Majid; Muhammad Yusuf Arjuna; Muhammad Nashichul Umam; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6280

Abstract

Kompleks Menara Kudus menyimpan kekayaan kearifan lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber pembelajaran IPS di sekolah sekitar, padahal nilai-nilai sosial yang hidup dalam tradisi masyarakat memiliki potensi besar untuk memperkuat pembentukan karakter dan kesadaran multikultural siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk kearifan lokal di Kompleks Menara Kudus dan menganalisis relevansinya sebagai sumber pembelajaran IPS. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pengurus YM3SK, dan dokumentasi tradisi masyarakat, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompleks Menara Kudus memiliki beragam praktik kearifan lokal yang kaya nilai sosial, meliputi tradisi Buka Luwur yang mengekspresikan kolektivitas, larangan menyembelih sapi sebagai wujud toleransi antaragama, aktivitas ziarah yang mendorong ekonomi lokal, serta tradisi Ta'sis Masjid dan Dandangan yang memperkuat kebersamaan. Nilai-nilai toleransi, gotong royong, solidaritas, dan empati dalam tradisi tersebut sangat relevan untuk pembelajaran IPS kontekstual yang membangun kesadaran sosial dan identitas budaya siswa. Keterbatasan penelitian terletak pada fokus lokasi tunggal dan minimnya data empiris mengenai dampak terhadap pencapaian belajar siswa, sehingga diperlukan penelitian lanjutan berupa pengembangan modul pembelajaran dan studi eksperimental untuk menguji keefektifannya.
Tradisi Perang Nasi Sebagai Warisan Budaya yang Menguatkan Nilai Sosial Masyarakat di Desa Jleper, Kabupaten Demak Faiqotul Ilma Aulia; Revi Amala Shahwa; Azwar Anas Bachtiar H; Zulfa Lailil Maghfiroh; Chalisa Ziana; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6281

Abstract

Tradisi Perang Nasi dan Sedekah Bumi di Desa Jleper merupakan fenomena alam dan warisan budaya lokal yang masih dilestarikan masyarakat sebagai wujud syukur atas hasil panen yang sekaligus jadi sarana memperkuat solidaritas sosial disana. Kedua tradisi ini tidak hanya berfungsi sebaga ekspresi budaya tetapi juga merefleksikan nilai kebersamaan, gotong royong dan identitas komunitas yang terjalin antar generas. Penelitian ini bertujuan mengkaji nilai sosial dan reprentasi kesyukuran yang terkandung dalam tradisi perang nasi dansedekah bumi serta menela’ah relevansiya dalam prespektif hukum-hukum islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif etnografi dengan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan study literattur. Obyek penlitian adalah masyarakat Desa Jleper, dengan berupa pedoman wawancara, dokumentasi, catatan lapangan, dan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua tradisi tersebut berperan sebagai perekat sosial, penguat identitas budaya, serta media pelestarian nilai adat, dan secara substansial tidak bertentangan dengan hukum Islam karena berorientasi pada ungkapan syukur dan kemaslahatan sosial. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada cakupan informan dan kurangnya dokumentasi historis tertulis, sehingga penelitian lanjutan diperlukan untuk memperluas cakupan analisis dan memperdalam aspek historisnya.   
Co-Authors Abdul Karim Abdul Qowim Abida Fitriani Achmad Ansori Muktar Adik Rommiyati Afifatut Thohiroh Agung Umar Setyawan Agus Miftah Ahmad Febrizan Ahmad Kasyfin Nur Ahmad Kholis Ubaidillah Ahmad Zaenal Abidin Ahmad Zaim Fasuha Aida Lathifa Mumtaza Ainun Rahman Ainun Wahayuningtiyas Al Fauza Khasan Mubarok Alfeni Puji Lestari Alfin Zakaria Firmansyah Alia Shafa Noria Alifatur Nur Awwaliyah Amelia Nurun Nahar Amelia Safitri Ananda Siska Khoirunnisa Aniqotus Suroyya Annida Lailli Alayya Arsita Mutiara Nadila Aruna Dwi Fadhlillah Astna Rif’atun Najihah Aula Zabidatus Syarifah Aulia Niswati Avina Imma Amalia Azwar Anas Bachtiar H Binta Atiul Azka Cahaya Adinda Printahayu Cahyani Dwi Arsanti Chalisa Ziana Choiratun Hisan Destina Marta Fiani Diah Nor Khofifah Diaz Ananda Nifa Amelia Dita Zakiyatul Lathifa Dito, Achmad Faizal Dito Farezi Durrotun Nashikhah Dwi Lutfah Barliana Dyah Novitasari Eva Dwi Yanti Evi Noor Yanti Faikhotur rohmah Fainanu Zuhaida Faiqotul Ilma Aulia Faiz Ulwan Zaky Faizuna Tathmainnul Qulub Fauzi Fauzi Fa’izah Ainun Nufa Febrianti Ika Rachmawati Febrina Nur Hikmah Fiki Khikmatul Ulya Firky Afriza Firza Amelia Putri Fita Puji Mutnaim Fitia Nuraini Fitrotul Maymona Frida Amalia Ramadhani Fuja Farricha Marfiya Ula Gayuh Aroyani Habibullah Ikhsani Hanif Al Faruq Hidayah, Noor Saidatul Hidayatul Luthfiyah HIDAYATUL UMMAH Icha Khusnul Mawaddah Ilya Ainun Nasihah Imarotun Nisa Inayatul Khoirun Nisa Intan Rahmalina Intani Istiana Putri Isak Maulidah Isna Khoirun Nisa Isna Zahrotul Ma’wa Istiqomatul Mutmainah Karimah, Lutfiyatul Karina Puji Lestari Khofifatus Saniyah Laela Akhda Awalya Laila Qothrun Nada Linda Arum Sanjaya Linda Nurul Amaliyah Listya Mella Amalia Lu'lu' Choirun Nur Fadzillah Luqman Abdurrauf Lusi Damayanti Luthfi Ahmad Syahrul Maulida Afi Noor Khalimah Mazidatun Ni’mah Melinda Puspita Mellya Prasetiya Ningrum Miftakhul Fadlilah MIFTAKHUL FIRDAUS Millatul Lailiyah Mochamad Miftakhul Afif Mohammad Ainun Najib Muhammad Abdul Majid Muhammad Alfin Syirojuddin Muhammad Badruddin Muhammad Choirul Anwar Muhammad Fachri Tajul Arifin Muhammad Fathul Mujib Muhammad Imam Taqiyyuddin Muhammad Jodi Prasetiyo Muhammad Nashichul Umam Muhammad Rafiqul Usman Muhammad Rizal Firdaus Muhammad Vicky Yakhya Muhammad Yusuf Arjuna Muhimmatul Alya Muhyi, Thohiroh Nur Muhyi Nabilatuzzahra’ Nada, Aizzatin Nafisatur Rohmah Naila Az Zahra Nailah Farasifa Naily Avida Defiana Najwatus Salma Natasyafaus Samawati Nur Ainun Fauzul Muna Nur Eka Safitri Nur Eka Tsamrotun Ni’mah Nur Faizaturrofiqoh Nurul Ainia NURUL ISTIQOMAH Nurul Rizqinatul Silvi Prawira Setya Aji Putri Nur Syafaah Rafi Hidayat Rahma Auliani Rahma Fitri Nor Wijayanti Rahma Fitriyani Resti Astuti M. P Revi Amala Shahwa Richa Jauharatuz Zahroh Riko Faisal Akbar Riko Putra Perdana Rindang Viqriani Rinjani Setyo Negoro Riska Noor Oktaviani Risma Amalia Rizkia Arijaya Rizziq Abdillah Fahmi Rodhotul Jannah Rodliyah Hidayati Rosita Anggraeni Rosita Dwi Rahmawati Ruhaniyatun Nimah Salma Alvina Salwatul ‘Aisyi Setyawati, Risti Sharita Ramadhanti Shifa Cholifiannida Silvia Emil Siti Alfina Rohmawati Siti Karomatun Nadziroh Siti Khozainul Muna Siti Nafisah Siti Nur Anisah Siti Wulandari sofa, Laili Sofa Syarif Hidayatur Rizqi Umi Rosyidah uzziah, Badiatul Vani Dwi Safitri Vega Ariyanti Wafiq Maulana Ibrahim Waqdahtur Rohmaniyah Wilda Fatchiyatur Rohmah Winda irmalia sari winda, Winda Irmalia Sari Windi Tri Antika Windy Windayanti Yuni Suprapto, Yuni Zulfa Lailil Maghfiroh Zulia Kharissatul Zumna Zulia Rohmah Choirun Nisa Zuyina Ulfa