Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Material Handling dan Personal Protective Equitpment dalam Pencegahan Kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja pada Tenaga Kerja Bongkar Muat di Pelabuhan Banggai Laut : Overview of Material Handling and Personal Protective Equipment in the Prevention of Work Accidents and Occupational Diseases Among Dock Workers at Banggai Laut Port Kaliki, Lidya; Dwicahya, Bambang; Sakati, Sandy Novriyanto
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.393

Abstract

Kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja masih menjadi masalah kesehatan yang sering dijumpai pada tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di pelabuhan. Risiko ini meningkat akibat dominasi penggunaan manual handling serta rendahnya penerapan Personal Protective Equipment (PPE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran material handling dan penggunaan PPE dalam pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja pada TKBM di Pelabuhan Banggai Laut. Jenis penelitian adalah observasional deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh TKBM di Pelabuhan Banggai Laut berjumlah 173 orang, dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara menggunakan lembar observasi berupa kuesioner, kemudian diolah dengan SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden masih melakukan manual handling (73,4%), sedangkan yang menggunakan equipment/machine handling hanya 26,6%. Seluruh responden (100%) tidak menggunakan helm, kacamata pelindung, masker, dan penutup telinga. Namun, 68,2% responden menggunakan sarung tangan, meskipun tidak sesuai standar keselamatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa penerapan material handling berbasis mekanis dan penggunaan PPE pada TKBM di Pelabuhan Banggai Laut masih sangat rendah. Disimpulkan bahwa rendahnya pemanfaatan equipment handling dan minimnya penggunaan PPE meningkatkan risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja pada TKBM. Diharapkan pihak pelabuhan menyediakan PPE sesuai regulasi, serta melakukan pelatihan ergonomi dan K3 untuk meningkatkan keselamatan kerja.                   Work accidents and occupational diseases remain significant health problems frequently encountered among dock workers (TKBM) at the port. This risk increases due to the dominance of manual handling activities and the low implementation of Personal Protective Equipment (PPE). This study aims to describe material handling and the use of PPE in the prevention of work accidents and occupational diseases among TKBM at Banggai Laut Port. The type of research is descriptive observational. The study population consisted of all TKBM at Banggai Laut Port, totaling 173 workers, using a total sampling technique. Data were collected through observation and interviews using an observation sheet in the form of a questionnaire and then processed with SPSS version 20. The results showed that most respondents still performed manual handling (73.4%), while only 26.6% used equipment or machine handling. All respondents (100%) did not use helmets, protective glasses, masks, or ear protection. However, 68.2% of respondents used gloves, although not in accordance with safety standards. This condition indicates that the implementation of mechanical-based material handling and the use of PPE among TKBM at Banggai Laut Port is still very low. It can be concluded that the low utilization of equipment handling and the minimal use of PPE increase the risk of work accidents and occupational diseases among TKBM. It is recommended that the port authority provide PPE according to regulations and conduct ergonomic and occupational health and safety training to improve workplace safety.
Uji Laboratorium Efektivitas Ekstrak Daun Jarak Kepyar (Ricinus communis linn) sebagai Larvasida terhadap Larva Anopheles sp. : Laboratory Test of the Effectiveness of Castor Oil Plant (Ricinus communis linn) Leaf Extract as a Larvicide against Anopheles sp. Larvae Ramadanti, Mifthy; Dwicahya, Bambang; Syahrir, Muhammad
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.394

Abstract

Malaria merupakan penyakit endemik di Indonesia yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles sp. dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Upaya pengendalian larva umumnya menggunakan larvasida kimia, namun dapat berpotensi menimbulkan resistensi dan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif larvasida alami yang lebih aman dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun jarak kepyar terhadap mortalitas larva larval mortality. pada instar I – IV. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen sejati (true experiment) dengan rancangan Posttest Only Control Group Design. Sampel berupa larva larval mortality. instar I–IV sebanyak 25 ekor per kelompok. Ekstrak daun jarak kepyar diperoleh melalui metode maserasi dan diuji pada konsentrasi 453 ppm. Data mortalitas larva diamati setiap dua jam hingga 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan mortalitas rata-rata tertinggi terjadi pada instar I (45,3%) dan terendah pada instar IV (21,3%). Sehingga, konsentrasi 453 ppm belum efektif sebagai larvasida standar. Kesimpulannya, ekstrak daun jarak kepyar memiliki potensi sebagai larvasida nabati, tetapi pada konsentrasi ini belum optimal. Serta terdapat perbedaan mortalitas yang signifikan pada instar I, II, dengan instar III, IV. Disarankan penelitian lanjutan dengan variasi konsentrasi lebih tinggi dan waktu pengamatan diperpanjang untuk memperoleh efektivitas maksimal.                   Malaria is an endemic disease in Indonesia transmitted by Anopheles sp. mosquitoes and remains a public health problem. Larval control efforts generally use chemical larvicides, but these can potentially cause resistance and environmental pollution. Therefore, safer and more environmentally friendly natural larvicides are needed. This study aims to determine the effectiveness of castor bean leaf extract on larval mortality in instars I–IV. This study used a true experiment method with a Posttest Only Control Group Design. The sample consisted of 25 larvae of instar I–IV per group. The extract of castor bean leaves was obtained through the maceration method and tested at a concentration of 453 ppm. Larval mortality data were observed every two hours for up to 48 hours. The results showed that the highest average mortality occurred in instar I (45.3%) and the lowest in instar IV (21.3%). Therefore, the concentration of 453 ppm was not yet effective as a standard larvicide. In conclusion, castor bean leaf extract has potential as a botanical larvicide, but at this concentration it is not yet optimal. There was also a significant difference in mortality between instars I and II and III and IV. Further research with higher concentration variations and extended observation time is recommended to achieve maximum effectiveness.
Gambaran Sanitasi Dasar di Wilayah Kerja Puskesmas Bungin, Kecamatan Bokan Kepulauan : Overview of Basic Sanitation in the workin Area on the Bungin Public Health Center, Bokan Island Distric Rida; Dwicahya, Bambang; Monoarfa, Yustiyanty
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.395

Abstract

Kondisi sanitasi dasar yang buruk di Indonesia masih menjadi permasalahan kesehatan, termasuk di Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Banggai Laut. Akses jamban sehat di Banggai Laut hanya mencapai 73% pada tahun 2023, dengan kondisi di wilayah kerja Puskesmas Bungin yang lebih memprihatinkan, ditunjukkan dengan cakupan SPAL yang memenuhi syarat hanya 0,04% dan ketersediaan tempat sampah hanya 7% (data Triwulan I tahun 2024).Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran sanitasi dasar, meliputi ketersediaan dan kualitas air bersih, jamban, SPAL, dan tempat sampah di wilayah kerja Puskesmas Bungin, Kecamatan Bokan Kepulauan Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah 2.170 rumah di wilayah kerja Puskesmas Bungin, dengan sampel sebanyak 326 rumah. Pengambilan data dilakukan dengan data primer melalui observasi dan wawancara, serta data sekunder. Variabel yang diteliti mencakup gambaran sanitasi dasar yang meliputi air bersih, jamban sehat, Saluran Pembuangan Air Limbah, dan tempat sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran sanitasi dasar di wilayah kerja Puskesmas Bungin secara keseluruhan tidak memenuhi syarat dengan persentase 100%. Meskipun ketersediaan dan kualitas fisik air bersih memenuhi syarat, namun kondisi jamban sehat yang memenuhi syarat hanya 54,9%, dan kondisi SPAL serta tempat sampah sebagian besar tidak memenuhi syarat. Kesimpulan penelitian ini adalah gambaran sanitasi dasar di wilayah kerja Puskesmas Bungin Kecamatan Bokan Kepulauan Tahun 2025 100% masih dalam kategori Tidak Memenuhi Syarat. Disarankan kepada Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk menjadikan hasil ini sebagai acuan dalam upaya perbaikan sanitasi, serta meningkatkan edukasi masyarakat terkait kebersihan dan perilaku hidup sehat.                   Poor basic sanitation conditions in Indonesia remain a health problem, including in Central Sulawesi Province and Banggai Laut Regency. Access to healthy latrines in Banggai Laut only reached 73% in 2023, with conditions in the Bungin Community Health Center working area being even more concerning, indicated by the coverage of SPAL that meets the requirements of only 0.04% and the availability of trash bins only 7% (data from the first quarter of 2024). This study aims to obtain an overview of basic sanitation, including the availability and quality of clean water, latrines, SPAL, and trash bins in the Bungin This study used a descriptive design with a quantitative approach. The study population was 2,170 houses in the Bungin Community Health Center work area, with a sample of 326 houses. Data collection was carried out using primary data through observation and interviews, as well as secondary data. The variables studied included a description of basic sanitation which includes clean water, healthy latrines, wastewater drainage channels, and trash cans. The results of the study indicate that the description of basic sanitation in the Bungin Community Health Center work area as a whole does not meet the requirements with a percentage of 100%. Although the availability and physical quality of clean water meet the requirements, the condition of healthy latrines that meet the requirements is only 54.9%, and the condition of SPAL and trash cans mostly do not meet the requirements. The conclusion of this study is that the description of basic sanitation in the Bungin Community Health Center work area, Bokan Kepulauan District, in 2025 is 100% still in the category of Not Meeting Requirements. It is recommended that the Health Office and Community Health Center use these results as a reference in efforts to improve sanitation, as well as increase public education regarding cleanliness and healthy living behavior.
Penerapan Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit Berdasarkan Permenkes Nomor 66 Tahun 2016 di Rs Pratama Pagimana : Implementation of Occupational Safety and Health Standards in Hospital Based on the Minister of Health Regulation Number 66 of 2016 at Pratama Pagimana Hospital Nanggele, Yulianti Clarita; Dwicahya, Bambang; Thirayo, Yunita Sari
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.396

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) merupakan aspek penting dalam menjaga keselamatan tenaga kerja, pasien, pengunjung, dan lingkungan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan standar K3RS ber dasarkan Permenkes No. 66 Tahun 2016 di RS Pratama Pagimana. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional, yang dilakukan pada bulan oktober tahun 2025. Populasi penelitian mencakup seluruh tenaga kesehatan di RS Pratama Pagimana, dengan sampel yang diambil menggunakan teknik stratified sampling sebanyak 9 Unit. Data dikumpulkan melalui lembar observasi yang disusun berdasarkan delapan komponen K3RS sesuai dengan regulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan K3RS di RS Pratama Pagimana secara umum sudah mengacu pada ketentuan Permenkes No.66 Tahun 2016, Namun belum berjalan optimal sebesar 53%, pada aspek seperti keselamatan dan keamanan, pelayanan kesehatan kerja, pencegahan kebakaran, pengelolaan prasarana, dan kesiapsiagaan bencana masih perlu ditingkatkan. Adapun beberapa aspek yang sudah berjalan optimal sebesar 47%, yaitu pada aspek manajemen risiko K3RS, pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B3) serta pengelolaan peralatan medis. Hambatan utama berasal dari keterbatasan sarana, sumber daya manusia, serta kurangnya pelatihan dan sosialisasi rutin. Kesimpulan RS telah memiliki komitmen terhadap K3RS, namun diperlukan peningkatan dalam pengawasan, pembinaan, serta penyediaan sarana dan prasarana penunjang agar pelaksanaannya lebih optimal dan berkelanjutan. Hospital Occupational Safety and Health (K3RS) is an important aspect in maintaining the safety of workers, patients, visitors, and the hospital environment. This study aims to describe the implementation of K3RS standards based on Permenkes No. 66 of 2016 at Pratama Pagimana Hospital. This type of research is descriptive quantitative with an observational approach, which was conducted in October 2025. The study population included all health workers at Pratama Pagimana Hospital, with samples taken using stratified sampling techniques of 9 units. Data were collected through observation sheets compiled based on eight K3RS components in accordance with regulations. The results of the study indicate that the implementation of K3RS at Pratama Pagimana Hospital in general has referred to the provisions of the Minister of Health Regulation No. 66 of 2016, but has not been running optimally by 53%, in aspects such as safety and security, occupational health services, fire prevention, infrastructure management, and disaster preparedness still need to be improved. There are several aspects that have been running optimally by 47%, namely in the aspect of K3RS risk management, management of hazardous and toxic materials (B3) and management of medical equipment. The main obstacles come from limited facilities, human resources, and lack of routine training and socialization. Conclusion The hospital has a commitment to K3RS, but improvements are needed in supervision, guidance, and provision of supporting facilities and infrastructure so that its implementation is more optimal and sustainable.
Efektivitas Ekstrak Daun Jarak Kepyar (Ricinus communis linn) terhadap Mortalitas Larva Culex Sp.: Effectiveness of Castor Leaf Extract (Ricinus communis linn) on the Mortality of Culex sp. Larvae Makka, Asmaul Husna; Dwicahya, Bambang; Syahrir, Muhammad; Kanan, Maria; Utama, Deddy Alif
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.397

Abstract

Nyamuk Culex sp. merupakan salah satu vektor penyakit menular seperti filariasis yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Larva Culex sp. hidup di perairan yang mengandung bahan organik dan aktif memakan mikroorganisme serta kotoran organik. Upaya pengendalian larva umumnya menggunakan larvasida kimia, namun penggunaannya dalam jangka panjang dapat menimbulkan resistensi dan dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif larvasida alami yang lebih aman dan ramah lingkungan, salah satunya berasal dari tanaman jarak kepyar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun jarak kepyar terhadap mortalitas larva Culex sp. Penelitian menggunakan metode eksperimen sejati dengan rancangan Posttest Only Control Group Design. Sampel berupa larva Culex sp. instar III dan IV sebanyak 25 ekor per kelompok perlakuan. Ekstrak daun jarak kepyar dibuat dengan metode maserasi dingin dan diuji pada dua konsentrasi, yaitu 138 ppm dan 453 ppm, serta disertai kontrol positif dan negatif. Data mortalitas dianalisis menggunakan uji ANOVA dan Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortalitas larva meningkat seiring peningkatan konsentrasi, yaitu pada instar III sebesar 5,33% (138 ppm) dan 10,67% (453 ppm), sedangkan pada instar IV sebesar 4% (138 ppm) dan 8% (453 ppm). Analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi > 0,05, yang berarti tidak terdapat perbedaan nyata antar konsentrasi maupun antar instar. Kesimpulannya, ekstrak daun jarak kepyar belum efektif sebagai larvasida terhadap larva Culex sp. karena tingkat kematian masih di bawah nilai LC₅₀ dan LC₉₀. Disarankan penelitian lanjutan dengan konsentrasi ekstrak lebih tinggi, waktu paparan lebih lama, serta uji fitokimia untuk mengidentifikasi senyawa aktif yang berpotensi sebagai larvasida nabati. Culex sp. mosquitoes are one of the vectors of infectious diseases such as filariasis, which remains a public health problem in Indonesia. Culex sp. larvae live in waters containing organic matter and actively feed on microorganisms and organic waste. Larvae control efforts generally use chemical larvicides, but long-term use can cause resistance and negative impacts on the environment. Therefore, safer and more environmentally friendly natural larvicides are needed, one of which is derived from the castor bean plant. This study aims to determine the effectiveness of castor bean leaf extract on the mortality of Culex sp. larvae. The study used a true experimental method with a Posttest Only Control Group Design. Samples were 25 instar III and IV Culex sp. larvae per treatment group. The castor bean leaf extract was prepared using the cold maceration method and tested at two concentrations, namely 138 ppm and 453 ppm, and accompanied by positive and negative controls. Mortality data were analyzed using ANOVA and Mann–Whitney U tests. The results showed that larval mortality increased with increasing concentration, namely in instar III by 5.33% (138 ppm) and 10.67% (453 ppm), while in instar IV by 4% (138 ppm) and 8% (453 ppm). Statistical analysis showed a significance value > 0.05, which means there was no significant difference between concentrations or between instars. In conclusion, castor bean leaf extract is not yet effective as a larvicide against Culex sp. larvae because the mortality rate is still below the LC₅₀ and LC₉₀ values. Further research is recommended with higher extract concentrations, longer exposure times, and phytochemical tests to identify active compounds that have the potential as botanical larvicides.
Hubungan Kondisi Sarana Sanitasi Dasar dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Totikum Selatan Tahun 2025: The Relationship between Basic Sanitation Facilities Conditions and the Incidence of Stunting in the South Totikum Community Health Center Work Area in 2025 Kundondung, Jeinlavenia; Lalusu, Erni Yusnita; Dwicahya, Bambang
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.398

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan anak lebih rendah dibandingkan usia standarnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kondisi sarana air bersih, kondisi sarana jamban, kondisi sarana tempat sampah, kondisi sarana pembuangan air limbah dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Totikum Selatan Tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain case control serta Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu proportional sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kepala keluarga sebanyak 110 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis bivariat menggunakan uji Chi Square dan multivariat menggunakan regresi logistik dengan metode Backward LR. Hasil analisis bivariat menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara kondisi sarana jamban (p=0,007) dan kondisi sarana tempat sampah (p=0,023) dengan kejadian stunting. Sedangkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kondisi sarana pembuangan air limbah (p=0,074) dengan kejadian stunting. Analisis multivariat menggunakan Regresi logistik dengan metode Backward LR yaitu metode yang dilakukan secara bertahap dengan mengeluarkan variabel yang tidak signifikan hingga diperoleh model akhir. Hasil analisis multivariat menunjukan bahwa Kondisi sarana jamban adalah variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting dengan nilai (P=0,005, OR=3,110). Sanitasi dasar secara tidak langsung memengaruhi gizi balita. Sanitasi yang buruk dapat menimbulkan penyakit infeksi pada balita seperti diare dan cacingan yang dapat mengganggu proses pencernaan dalam proses penyerapan nutrisi, jika kondisi ini terjadi dalam waktu yang lama dapat mengakibatkan masalah stunting. Stunting is a chronic nutritional problem characterized by a child’s height being lower than the standard age. The purpose of this study was to determine the relationship betwen the condition of clean water facilities, the condition of toilet facilities, the condition of trash can facilities, the condition of wastewater disposal facilities with the incidence of stunting in the working area of the South Totikum Commuity Health Center in 2025. The type of research used was quantitative with a case control design and the sampling technique used was proportional sampling. The sample in this study was the head of the head of the family as many 110 respondents. Data analysis used was bivariate analysis using the chi square test and multivariate using logistic regression with the Backward LR method. The results of the bivariate analysis showed a significant relationship between the condition of toilet facilities (p=0,007) and the condition of trash can facilities (p=0,023) with the incidence of stunting. Meanwhile, there was no significant relationship between the condition of wastewater disposal facilities (p=0,074) with the incidenci of stunting. Multivariate analysis used logistic regression with the Backward LR method, a method carried out in stages by removing insignificant variables until the final model was obtained. The results of the multivariate analysis showed that the condition of toilet facilities was the most influential variable on stunting incidence, with a value of (p=0,005, OR=3,110). Basic sanitation indirectly affects toddler nutrition. Poor sanitation can cause infectious diseases in toddler, such as diarrhea and worms, which can interfere with the digestive process and nutrient absorption. If this condition persists for a long time, it can lead to stunting.
Efek Larvasida Daun Jarak Kepyar (Ricinus communis linn) pada Organisme non-target : Larvicidal Effect of Castor Leaves (Ricinus communis linn) on non-Target Organisms Dwicahya, Bambang; Arsin, A. Arsunan; Ishak, Hasanuddin; Hamid, Firdaus
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.405

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan, termasuk Indonesia. Tanaman jarak kepyar telah diketahui memiliki sifat larvasida terhadap larva nyamuk aedes pada beberapa penelitian, namun perlu dilakukan studi tentang pengaruh efek residu larvasida daun jarak kepyar untuk mengevaluasi risiko potensial dan efek jangka Panjang dan peninjauan ekstrak daun jarak kepyar terhadap organisme non-target. Metode penelitian  larvasida ekstrak daun jarak kepyar dilakukan menggunakan metode maserasi. Pembuatan ekstrak daun jarak kepyar menggunakan 4 jenis pelarut yang berbeda. Bahan Daun Jarak Kepyar dibagi menjadi dua yaitu daun muda dan daun tua. efek pada organisme non-target dilakukan pengamatan sampai pada hari ke-7 setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan efek ekstrak daun jarak (menggunakan 4 pelarut) baik daun muda maupun daun tua terhadap organisme non-target (ikan guppy) tidak menimbulkan mortalitas pada ikan selama 3 kali percobaan. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ekstrak daun jarak kepyar tidak menimbulkan efek mortalitas pada ikan guppy. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is still a significant health problem, including in Indonesia. The castor plant has been known to have larvicidal properties against aedes mosquito larvae in several studies, but a study is needed on the effect of residual effects of castor leaf larvicidal to evaluate potential risks and long-term effects and review of castor leaf extract on non-target organisms. Research method: castor leaf extract larvicidal was carried out using the maceration method. The manufacture of castor leaf extract used 4 different types of solvents. Castor leaf material was divided into two, namely young leaves and old leaves. the effect on non-target organisms was observed until the 7th day after treatment. The results showed that the effect of castor leaf extract (using 4 solvents) both young leaves and old leaves on non-target organisms (guppy fish) did not cause mortality in fish during 3 trials. The conclusion in this study is that castor leaf extract does not cause mortality in guppy fish.
Co-Authors A. Arsunan Arsin Alkaff, Firas F. Alkaff, Sylmina D. Amalia Nurul Magfirah Andi Muhammad Yusuf, Andi Muhammad Anne, Suci Ardiata, Ketut Balebu, Dwi Wahyu Bauntal, Severianus Bilbina, Arzeti Bujana, I Kadek Sinta Bustanul Arifin Caca Sudarsa Cice Morintoh cindy suruata Deddy Alif Utama Dewi Presinta Dwi Wahyu Balebu Ekaputri, Risky Febriyani Febriyani firdaus wen wen paeh Firdawati Datua Adam Fitrianty Sutadi Lanyumba Fitriyanti Sutadi Gayatri, Sri hafiudin lasompo Hamatia, Sriyusita Hamid, Firdaus Hasanuddin Ishak Herawati Herawati Herawati Herawati Intari, Luky Dwi Irfandi Jeri Margito Julianti, Ni Komang Kaliki, Lidya Kiasan, Intan Permatasari Kundondung, Jeinlavenia Kurniawan, Muh D. LA DEE, MUSTAKIM Lalusu, Erni Yusnita Lanyumba, Fitrianty Sutadi Lisa Handayani Lisda Makka, Asmaul Husna Maria Kanan Marselina Sattu Meliani, Harnum Monoarfa, Yustiyanty Muhammad Irzandi Arifai Muhammad Syahrir Nanggele, Yulianti Clarita Nursin, Widyah Purnama Nur’aini, Intan Otoluwa, Anang Samudera Padmawati, Retna S. Perwitasari, Dyah A. Postma, Maarten J. Priwibowo, Aditya R. Rokhman, Muhammad Ramadanti, Mifthy Ramli Ramli Ramli Ramli Rasuane Noor Rauf, Saidah Reflin Mamitoho Rida Risky Ekaputri S. Otoluwa, Anang Sakati, Sandy Novriyanto Salamah, Sovia Samadi, Salsabilah Sapae, Reynaldi Siti Hutami Dinianingsih H Siti Umi Kalsum Sofyan Huraerah Sudarsa, Caca Supardi Sombeng Susi Angriani Thirayo, Yunita Sari Tiak, Agnesria Ningsi Tofan, Moh Tongko, Mirawati Wowor, Jilian Stevani yulfarisna, Iin Yulia Salaan Yuliet Yuliet Yunita Sari Thirayo Yurike Kuewa Zulkarnain Zulkarnain