Claim Missing Document
Check
Articles

Program Penyuluhan Posyandu Asyik dan Bermanfaat di Desa Lambangan Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai: Community-Based Education Program on Fun and Beneficial Posyandu Activities in Lambangan Village, Pagimana District, Banggai Regency Lisda; Dwicahya, Bambang
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v4i1.352

Abstract

Posyandu merupakan layanan kesehatan berbasis masyarakat yang memiliki peran penting dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Namun, partisipasi masyarakat, khususnya ibu-ibu, dalam kegiatan posyandu seringkali masih rendah akibat kurangnya pemahaman dan minat terhadap manfaat kegiatan tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu melalui pendekatan edukatif yang interaktif dan menyenangkan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif berbasis partisipasi masyarakat dengan melibatkan kader posyandu, ibu balita, dan tenaga kesehatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test terhadap 50 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 37% menjadi 98% (kategori baik) dan sikap positif dari 96% menjadi 100%. Kegiatan ini efektif meningkatkan pemahaman, minat, dan keterlibatan masyarakat dalam pelayanan posyandu.   Posyandu (Integrated Health Post) is a community-based health service that plays a crucial role in improving maternal and child health. However, community participation, particularly among mothers, in Posyandu activities is often low due to a lack of understanding and interest in the benefits of these activities. This community service activity aims to increase community knowledge and participation in Posyandu activities through an interactive and enjoyable educational approach. The method used is interactive, community-based outreach involving Posyandu cadres, mothers of toddlers, and health workers. Evaluation was conducted using pre- and post-tests on 50 participants. The results showed an increase in participants' knowledge from 37% to 98% (good category) and positive attitudes from 96% to 100%. This activity effectively increased community understanding, interest, and involvement in Posyandu services.
Hubungan Sanitasi Dasar dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Lipulalongo Kabupaten Banggai Laut Tahun 2023: The Relationship between Basic Sanitation and Stunting Incidents in the Lipulalongo Community Health Center Working Area, Banggai Laut Regency in 2023 Yusuf, Andi Muhammad; Sakati, Sandy Novriyanto; Dwicahya, Bambang
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 2 No. 2 (2024): Buletin Kesehatan MAHASISWA Volume 2 Nomor 2 Januari 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v2i2.234

Abstract

Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan salah satu masalah Kesehatan yang angka kejadiannya cukup tinggi didunia. Hal ini disebabkan masih tingginya angka kesakitan dan angka kematian karenaISPA khususnya pneumonia. Kurangnya perhatian terhadap penyakit ini menyebabkan pneumonia menjadi pembunuh utama khususnya pada anak dibawah usia lima tahun (balita). Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran kondisi rumah berupa luas ventilasi, kepemilikan lubang asap, jenis lantai, jenis dinding dan hunian rumah pada rumah penderita ISPA di Kabupaten Banggai Laut. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif untuk menggambarkan kondisi fisik rumah balita penderita ISPA di Kabupaten Banggai Laut. Luas ventilasi rumah di Kabupaten Banggai Laut memenuhi syarat sebanyak 1 (1,2%) dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 82 (98,8%), jenis lantai rumah di Kabupaten Banggai Laut yang memenuhi syarat sebanyak 74 (89,2%) dan tidak memenuhi syarat yaitu 9 (10.8%). jenis dinding yang memenuhi syarat sebanyak 78 (94.0%) rumah dan tidak memenuhi syarat yaitu 5 (6.0%), kepadatan hunian rumah di Kabupaten Banggai Laut yang memenuhi syarat 77 (93%) rumah, Kepemilikan lubang asap rumah di Kabupaten Banggai Laut yang memiliki sebanyak 1(1.2%) rumah dan tidak memeiliki sebanyak 82 (98.8%) rumah.  Acute respiratory tract infection (ARI) is a health problem whose incidence rate is quite high in the world. This is due to the still high morbidity and mortality rates due to ISPA, especially pneumonia. Lack of attention to this disease causes pneumonia to become the main killer, especially in children under five years of age (toddlers). The research aims to get an overview of house conditions in the form of ventilation area, smoke hole ownership, floor type, wall type and house occupancy in houses of ISPA sufferers in Banggai Laut Regency. The type of research used in this research is descriptive to describe the physical condition of the homes of toddlers suffering from ISPA in Banggai Laut Regency. The ventilation area of houses in Banggai Laut Regency that meets the requirements is 1 (1.2%) and that does not meet the requirements is 82 (98.8%), the type of house floor in Banggai Laut Regency that meets the requirements is 74 (89.2%) and did not meet the requirements, namely 9 (10.8%). The types of walls that meet the requirements are 78 (94.0%) houses and those that do not meet the requirements are 5 (6.0%), the residential density of houses in Banggai Laut Regency that meets the requirements is 77 (93%) houses, Ownership of house smoke holes in Banggai Laut Regency that has 1 (1.2%) house and 82 (98.8%) houses do not own it.
Perilaku Penderita dalam Pencegahan dan Penularan Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Raya Kabupaten Banggai: Patient Behavior in the Prevention and Transmission of Tuberculosis in the Working Area of Simpang Raya Public Health Center, Banggai Regency Kalsum, Siti Umi; Herawati, Herawati; Dwicahya, Bambang
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 2 No. 2 (2024): Buletin Kesehatan MAHASISWA Volume 2 Nomor 2 Januari 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v2i2.235

Abstract

Tuberkulosis (TBC) adalah salah satu penyebab utama kematian di dunia dan tetap menjadi beban kesehatan masyarakat yang besar dibanyak negara berkembang. Hasil riset Kementrian Kesehatan Repubik Indonesia 2018, menyebutkan bahwa jumlah prevalensi Tuberkulosis paru klinis yang tersebar di seluruh indonesia yaitu 1,0%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku penderita tuberkulosis dalam pencegahan penularan TB paru di Wilayah kerja Puskesmas Simpang Raya Kabupaten Banggai Tahun 2023. Jenis penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi. Subyek penelitian yaitu penderita TB, keluarga penderita TB, dan pemegang program penyakit menular Puskesmas Simpang Raya. Metode yang digunakan ialah teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa telah ada pencegahan TB Paru di Wilayah kerja Puskesmas Simpang Raya Kabupaten Banggai, meliputi; menyediakan tempat dahak bagi penderita, membuka jendela setiap hari, menutup mulut saat bersin atau batuk, dan tidak merokok. Namun belum semua penderita melakukan pencegahan tersebut, dengan alasan tidak mengetahui pencegahan terhadap TB Paru. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa; Penderita TB Paru di Wilayah kerja Puskesmas Simpang Raya telah melakukan pencegahan penularan TB Paru dengan menyediakan tempat dahak, membuka jendela tiap hari, tidak menutup mulut saat bersin atau batuk, dan tidak merokok. Meskipun dalam penelitian ini, belum dilakukan sepenuhnya oleh semua penderita TB. Tuberculosis is one of the leading causes of death worldwide and remains a major public health burden in many developing countries. The results of research by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2018 stated that the prevalence of clinical pulmonary tuberculosis spread throughout Indonesia was 1.0%. The aim of this research is to determine the behavior of tuberculosis sufferers in preventing transmission of pulmonary TB in the work area of the Simpang Raya Public Health Center, Banggai Regency in 2023. This type of research uses qualitative research with a phenomenological approach. The research subjects were TB sufferers, families of TB sufferers, and holders of the Simpang Raya Community Health Center's infectious disease program. The method used is a purposive sampling technique. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results showed that there had been prevention of pulmonary TB in the Simpang Raya Public Health Center working area, Banggai Regency, including; provide a place for phlegm for sufferers, open windows every day, cover your mouth when sneezing or coughing, and don't smoke. However, not all sufferers take this precaution, because they do not know how to prevent pulmonary TB. The conclusion from this research is that; Pulmonary TB sufferers in the Simpang Raya Community Health Center work area have prevented the transmission of pulmonary TB by providing phlegm containers, opening windows every day, not covering their mouths when sneezing or coughing, and not smoking. Although this research was not carried out completely on all TB sufferers.
Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kepemilikan Jamban di Kelurahan Bunta II Kecamatan Bunta Kabupaten Banggai Tahun 2021: Factors influencing latrine ownership in Bunta II Village, Bunta District, Banggai Regency in 2021 Tiak, Agnesria Ningsi; Kanan, Maria; Dwicahya, Bambang; Sudarsa, Caca
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 2 No. 2 (2024): Buletin Kesehatan MAHASISWA Volume 2 Nomor 2 Januari 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v2i2.237

Abstract

Jamban keluarga merupakan sarana sanitasi dasar untuk menjaga kesehatan lingkungan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Masalah penyakit lingkungan pemukiman khususnya pada pembuangan tinja merupakan salah satu dari berbagai masalah kesehatan yang perlu mendapatkan prioritas. Pembuangan tinja perlu mendapat perhatian khusus karena merupakan salah satu bahan buangan yang banyak mendatangkan masalah dalam bidang kesehatan dan sebagai media bibit penyakit, seperti diare, typhus, muntaber, disentri, cacingan dan gatal-gatal. Selain itu dapat menimbulkan pencemaran lingkungan pada sumber air dan bau busuk serta estetik. Tujuan penelitian untuk mendapatkan gambaran tentang faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya kepemilikan jamban di Kelurahan Bunta II Kecamatan Bunta Kabupaten Banggai. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasinal Analitik dengan pendekatan Cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Bunta II Kecamatan Bunta. Populasi penelitian adalah semua rumah yang ada di Kelurahan Bunta II Kecamatan Bunta. Pengolahan dan analisis data hasil observasi kemudian diolah secara manual dan dikelompokan berdasarkan variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada pengaruh antara pendapatan dengan kepemilikan jamban dengan nilai p=0,235 (>0,05), tidak ada pengaruh antara ketersediaan air bersih dengan kepemilikan jamban dengan nilai p=0,223 (>0,05), tidak ada pengaruh antara peran petugas kesehatan dengan kepemilikan jamban dengan nilai p=0,723 (>0,05) dan ada pengaruh antara peran pemerintah kelurahan dengan kepemilikan jamban dengan nilai p=0,029 (<0,05). Diharapkan dapat bergotong-royong dalam membantu masyarakat dengan memberikan bantuan dana dalam pembuatan Jamban dan masyarakat dapat mengusulkan program bantuan jamban kepada pemerintah kelurahan dalam upaya untuk membantu pembuatan jamban. Family latrines are basic sanitation facilities to maintain environmental health in order to improve community health. The problem of disease in the residential environment, especially in the disposal of feces, is one of the various health problems that needs to be prioritized. Disposal of feces needs special attention because it is one of the waste materials that causes many problems in the health sector and acts as a breeding ground for diseases, such as diarrhea, typhus, vomiting, dysentery, worms and itching. Apart from that, it can cause environmental pollution in water sources and cause bad odors and aesthetics. The aim of the research is to get an idea of the factors that influence the low level of latrine ownership in Bunta II Village, Bunta District, Banggai Regency. The type of research used is analytical observational with a cross-sectional approach. The research was carried out in Bunta II Village, Bunta District. The research population was all houses in Bunta II Village, Bunta District. Processing and analysis of observation data is then processed manually and grouped based on research variables. The research results show that there is no influence between income and latrine ownership with a value of p=0.235 (>0.05), there is no influence between the availability of clean water and latrine ownership with a value of p=0.223 (>0.05), there is no influence between the role of health workers with latrine ownership with a value of p=0.723 (>0.05) and there is an influence between the role of sub-district government and latrine ownership with a value of p=0.029 (<0.05). It is hoped that we can work together to help the community by providing financial assistance in building latrines and the community can propose a latrine assistance program to the sub-district government in an effort to help build latrines.
Gambaran Penerapan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Puskesmas Biak : Overview of the Implementation of the Occupational Safety and Health Program at the Biak Community Health Center Nur’aini, Intan; Balebu, Dwi Wahyu; Dwicahya, Bambang
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 2 No. 2 (2024): Buletin Kesehatan MAHASISWA Volume 2 Nomor 2 Januari 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v2i2.238

Abstract

Data dari International Labour Organization, terdapat sebanyak 2,78 juta pekerja meninggal setiap tahun karena kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja Tahun 2018. Puskesmas merupakan suatu institusi yang mempunyai risiko berasal dari fisik, kimia, biologi, ergonomi dan psikososial. Untuk meminimalisir risiko akibat kerja maka perlu penerapan K3 di puskesmas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan K3 di puskesmas Biak. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kuantitaf. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas kesehatan di puskesmas Biak sebanyak 71 orang yang ada di area puskesmas Biak, dengan teknik sampel menggunakan total sampling, dengan mengambil seluruh populasi. Instrumen yang digunakan yaitu kuisioner, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 11 indikator standar K3 indikator yang telah diterapkan sebesar 5 indikator yaitu pemeriksaan kesehatan berkala, pemberian imunisasi, pembudayaan PHBS, pengelolaan sarana dan prasarana, pengelolaan peralatan medis. Dan tidak terpenuhi sebesar 6 indikator yaitu pengenalan potensi bahaya dan pengendalian risiko, penerapan kewaspadaan standar, penerapan prinsip ergonomi, kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat bencana termasuk kebakaran, pengelolaan B3 dan limbah B3, pengelolaan limbah domestik. Simpulan dalam penelitian ini penerapan K3 pada petugas kesehatan di wilayah kerja puskesmas Biak masuk dalam kriteria penilaian penerapan cukup baik. Saran bagi pihak puskesmas Biak wajib menyelenggarakan pemenuhan standar K3 sesuai Permenkes No 52 Tahun 2018 disemua fasyankes wajib menyelenggarakan standar K3.  Data from the International Labor Organization shows that 2.78 million workers died every year due to work accidents and work-related diseases in 2018. Community health centers are institutions that have risks originating from physical, chemical, biological, ergonomic and psychosocial factors. To minimize work-related risks, it is necessary to implement K3 in community health centers. The aim of this research is to determine the implementation of K3 in the Biak health center. This type of research is quantitative descriptive. The population in this study was all 71 health workers at the Biak health center in the Biak health center area, with a sampling technique using total sampling, taking the entire population. The instruments used were questionnaires, interviews and documentation. The results of this research show that of the 11 standard K3 indicators, 5 indicators have been implemented, namely periodic health checks, provision of immunizations, PHBS culture, management of facilities and infrastructure, management of medical equipment. And 6 indicators were not met, namely recognition of potential hazards and risk control, application of standard precautions, application of ergonomic principles, preparedness for emergency disaster conditions including fire, management of B3 and B3 waste, management of domestic waste. The conclusion in this research is that the application of K3 to health workers in the work area of ​​the Biak Community Health Center falls within the assessment criteria for fairly good implementation. Suggestions for Biak health centers are that they are required to fulfill K3 standards in accordance with Minister of Health Regulation No. 52 of 2018. All health facilities are required to implement K3 standards.
Kualitas Bakteriologis Peralatan Makan pada Rumah Makan Pelabuhan Rakyat Kabupaten Banggai Laut : Occupational Safety and Health Standards at Luwuk Regional Hospital Tofan, Moh; Kanan, Maria; Dwicahya, Bambang; Sakati, Sandy Novriyanto
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 2 No. 3 (2024): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v2i3.253

Abstract

Peralatan makan yang tidak bersih akan berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan kuman, penyebaran penyakit dan keracunan makanan. Oleh karena itu, tingkat kebersihan peralatan makanan haruslah dijaga terus supaya terhindar dari kontaminasi kuman pathogen serta cemaran zat lainnya. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran kualitas peralatan makan berdasarkan angka lempeng total (ALT) dan keberadaan Escherichia coli pada peralatan makan di Rumah Makan Pelabuhan Rakyat Kabupaten Banggai Laut Tahun 2022. Jenis Penelitian bersifat deskriptif dengan analisis Laboratorium. Pengambilan Sampel Usap Alat Makan menggunakan botol yang berisi fisiologis 0,85 %. Pemeriksaan Angka Lempeng Total menggunakan media Plate Count Agar (PCA), dan untuk mendeteksi keberadaan Escherichia coli menggunakan EC medium. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pemeriksaan angka kuman terdapat 12 atau (100%) sampel peralatan makan tidak memenuhi syarat kesehatan berdasarkan Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1096/MENKES/Per/VI/2011 bahwa angka kuman pada peralatan makan harus 0 Koloni/cm2. Sedangkan pemeriksaan keberadaan Escherichia coli pada peralatan makan menunjukan bahwa 4 (33,3%) sampel tidak memenuhi syarat kesehatan dan 8 (66,6%) sampel memenuhi syarat kesehatan. Bagi Instansi terkait agar dapat memberikan edukasi dalam proses pencucian dan penyimpanan peralatan makan yang memenuhi syarat kesehatan pada pemilik Rumah Makan Pelabuhan Rakyat Banggai Laut. Unclean eating utensils play a role in the growth and development of germs, the spread of diseases, and food poisoning. Therefore, the cleanliness level of food utensils must be continuously maintained to avoid contamination with pathogenic germs and other pollutants. The research aims to obtain an overview of the quality of eating utensils based on the total plate count (TPC) and the presence of Escherichia coli in the eating utensils at the Pelabuhan Rakyat Restaurant in Banggai Laut Regency in the year 2022. The study is descriptive with laboratory analysis. Sampling of Eating Utensil Swabs uses bottles containing 0.85% physiological saline. Total Plate Count examination uses Plate Count Agar (PCA) medium, and to detect the presence of Escherichia coli, EC medium is used. The study results indicate that in the germ count examination, 12 or (100%) of the eating utensil samples did not meet the health standards according to the Indonesian Minister of Health Regulation No. 1096/MENKES/Per/VI/2011 stating that the germ count on eating utensils should be 0 colonies/cm². Meanwhile, the examination for the presence of Escherichia coli in eating utensils showed that 4 (33.3%) samples did not meet health standards, and 8 (66.6%) samples met health standards. Relevant agencies should provide education on the process of washing and storing eating utensils that meet health standards to the owners of the Pelabuhan Rakyat Restaurant in Banggai Laut.
HUBUNGAN KONDISI RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANSAMAT KECAMATAN TINANGKUNG SELATAN KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2021 Syahrir, Muhammad; Dwicahya, Bambang; Hamatia, Sriyusita
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 2 (2022): Volume 13 No. 2 (2022)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v13i2.402

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang menular lewat udara yang disebabkan oleh bakteri gram-positif Mycobacterium tuberculosis (WHO, 2017). Sebagian besar kasus tuberkulosis lebih sering menyerang paru. Selain paru, tuberkulosis juga dapat menyerang organ lain seperti kelenjar limfe, pleura, tulang, sistem saraf pusat, saluran pencernaan, peritoneum, geritourinari, militer, dan pericard (Golden, dan Vikram, 2005). Menganalisis Hubungan Kondisi Sanitasi Rumah Dengan Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Mansamat Kematan Tianangkung Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian bersifat analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua penduduk di 7 desa Wilayah Kerja Puskesmas Mansamat. Sampel dalam penelitian ini penderita TB paru dan yang tidak penderita TB paru, teknik dalam pengambilan sampel tidak penderita menggunakan proporsional random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari lima variabel yang di analisis bivariat menggunakan aplikasi SPSS mempunyai nilai p value = > nilai α = 0,05, yang terdiri dari variabel Luas Ventilasi, Pencahayaan, Kelembaban, Jenis Lantai, Kepadatan Hunian. Dari hasil tersebut bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan terhadap Hubungan Kondisi Rumah Dengan Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Mansamat Kecamatan Tinangkung Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2021.
Daya Hambat Infusa Daun Dalundung (Clerodendrum fragrans) terhadap Pertumbuhan Escherichia Coli: Inhibitory Power of Dalundung (Clerodendrum fragrans) Leaf Infusion on the Growth of Escherichia Coli Meliani, Harnum; Kanan, Maria; Dwicahya, Bambang
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.390

Abstract

Daun dalundung merupakan salah satu tanaman lokal yang banyak dikonsumsi masyarakat Luwuk sebagai sayuran dan dipercaya memiliki khasiat obat tradisional. Analisis fitokimia menunjukkan bahwa daun ini mengandung berbagai metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan minyak atsiri yang berpotensi sebagai antibakteri alami yang mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri infusa daun dalundung terhadap pertumbuhan Escherichia coli secara in vitro, baik melalui metode difusi (sumuran) maupun metode dilusi (pengenceran bertingkat). Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental laboratorium dengan empat variasi konsentrasi infusa daun dalundung (22%, 16,5%, 11%, dan 5,5%) serta dua kontrol, yaitu kontrol positif (amoksisilin) dan kontrol negatif (akuades steril). Uji daya hambat dilakukan dengan metode difusi sumuran untuk mengukur zona hambat pertumbuhan bakteri, sedangkan metode dilusi digunakan untuk menentukan Konsentrasi Hambat Minimum dan Konsentrasi Bunuh Minimum. Data hasil pengamatan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menilai diameter zona hambat dan keberadaan pertumbuhan koloni pada setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusa daun dalundung memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli pada seluruh konsentrasi uji, dengan zona hambat tertinggi pada konsentrasi 16,5% sebesar 7,8 mm yang tergolong kategori sedang. Namun, uji dilusi menunjukkan bahwa tidak ada konsentrasi yang mencapai nilai KBM, sehingga efek antibakteri infusa daun dalundung bersifat bakteriostatik. Hasil ini menegaskan bahwa pelarut air hanya mengekstraksi senyawa polar seperti flavonoid dan tanin yang berperan dalam aktivitas penghambatan. Disarankan penelitian lanjutan menggunakan pelarut organik (etanol atau metanol), uji fitokimia kuantitatif, dan metode mikrodilusi spektrofotometri untuk memperoleh hasil yang lebih akurat dan potensi antibakteri yang optimal. Dalundung leaves are a local plant widely consumed by the Luwuk people as a vegetable and are believed to have traditional medicinal properties. Phytochemical analysis shows that these leaves contain various secondary metabolites such as flavonoids, tannins, saponins, alkaloids, and essential oils that have the potential to act as natural antibacterials that can inhibit the growth of microorganisms. Based on this, this study aims to determine the antibacterial activity of dalundung leaf infusion on the growth of Escherichia coli in vitro, both through the diffusion method (well) and the dilution method (multiple dilutions). This study used a laboratory experimental design with four variations in the concentration of dalundung leaf infusion (22%, 16.5%, 11%, and 5.5%) and two controls, namely a positive control (amoxicillin) and a negative control (sterile aquadest). The inhibitory test was carried out using the well diffusion method to measure the inhibition zone of bacterial growth, while the dilution method was used to determine the Minimum Inhibitory Concentration and Minimum Bactericidal Concentration. The observation data were analyzed descriptively quantitatively by assessing the diameter of the inhibition zone and the presence of colony growth in each treatment. The results showed that dalundung leaf infusion had antibacterial activity against E. coli at all test concentrations, with the highest inhibition zone at a concentration of 16.5% of 7.8 mm, which is classified as moderate. However, the dilution test showed that no concentration reached the MBC value, so the antibacterial effect of dalundung leaf infusion was bacteriostatic. These results confirm that the water solvent only extracts polar compounds such as flavonoids and tannins that play a role in inhibitory activity. Further research is recommended using organic solvents (Ethanol or Methanol), quantitative phytochemical tests, and spectrophotometric microdilution methods to obtain more accurate results and optimal antibacterial potential.
Gambaran Determinan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Karyawan di PT. Koninis Fajar Mineral: Description of Occupational Safety and Health Determinants for Employees at PT. Koninis Fajar Mineral Kiasan, Intan Permatasari; Sakati, Sandy Novriyanto; Dwicahya, Bambang; Tongko, Mirawati
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.391

Abstract

Industri pertambangan memiliki risiko keselamatan dan kesehatan kerja yang tinggi akibat paparan debu, bahan kimia, penggunaan alat berat, hingga kondisi lingkungan kerja yang tidak aman, implementasi K3 yang baik dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, nyaman sehingga dapat meningkatkan produktivitas pekerja (Almansyah, 2023). Berdasarkan data International Labour Organization (ILO), lebih dari 2,78 juta orang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan dan penyakit akibat kerja, serta sekitar 374 juta pekerja mengalami cedera non-fatal. Data Kementerian ESDM tahun 2021 mencatat 93 kecelakaan tambang dengan 11 korban meninggal, sedangkan di Kabupaten Banggai periode 2021–2024 di PT. Koninis terdapat 7–10 kasus kecelakaan kerja tiap tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Determinan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Karyawan Di PT. Koninis Fajar Mineral. Penelitian deskriptif. Populasi seluruh tenaga kerja berjumlah 50 orang menggunakan teknik total sampling. Data diolah menggunakan SPSS. Analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kapasitas kerja dengan kriteria baik berjumlah 37 orang (74%) dan kurang baik berjumlah 13 orang (26%), beban kerja dengan kriteria baik berjumlah 8 orang (16%) dan kurang baik berjumlah 42 orang (84%), lingkungan kerja fisik berdasarkan pengukuran pencahayaan area workshop 86,8 lux dan area preparasi 294 lux termasuk dalam kategori unsafety, kebisingan pada area workshop 78,44 dBA area preparasi 80,17 dBA termasuk kategori safety adapun suhu lingkungan kerja 27℃ termasuk kategori safety. Kesimpulannya, gambaran determinan K3 pada karyawan PT. Koninis Fajar Mineral masih kurang baik. Perusahaan diharapkan lebih memperhatikan kapasitas kerja, beban kerja, serta perbaikan kondisi lingkungan kerja untuk meminimalisir risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja.                   The mining industry has a high risk of occupational safety and health due to exposure to dust, chemicals, heavy equipment, and unsafe working conditions. Proper implementation of Occupational Safety and Health (OSH) can create a safe, healthy, and comfortable environment, thus improving worker productivity (Almansyah, 2023). According to the International Labour Organization (ILO), more than 2.78 million people die annually from work-related accidents and diseases, while about 374 million workers suffer non-fatal injuries. Data from the Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM) in 2021 reported 93 mining accidents with 11 deaths, while in Banggai Regency during 2021–2024, PT. Koninis recorded 7–10 accidents each year. This study aims to describe the determinants of OSH among employees at PT. Koninis Fajar Mineral. This descriptive study involved 50 workers using a total sampling technique. Data were processed with SPSS and analyzed univariately. The results showed that work capacity with good criteria was found in 37 workers (74%) and poor criteria in 13 workers (26%). Workload with good criteria was found in 8 workers (16%) and poor criteria in 42 workers (84%). Physical environment measurements showed lighting in the workshop at 86.8 lux and in preparation at 294 lux, categorized as unsafe; noise levels were 78.44 dBA in the workshop.
Unsafe Action pada Pekerja di PT Bone Perdana Konstruksi di Kecamatan Batui Selatan : Unsafe Action on Workers at PT Bone Perdana Konstruksi in Batui Selatan District Julianti, Ni Komang; Lanyumba, Fitrianty Sutadi; Dwicahya, Bambang
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.392

Abstract

Kecelakaan kerja umumnya disebabkan oleh unsafe action dan unsafe condition, yang masih sering terjadi akibat kurangnya pengetahuan dan pemahaman pekerja terhadap prinsip keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran unsafe action pada pekerja PT Bone Perdana Konstruksi di Kecamatan Batui Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan desain deskriptif. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini berjumlah 42 pekerja bagian produksi, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan perilaku unsafe action pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja bekerja dengan kriteria aman (safety) yaitu sebanyak 41 orang (97,6%), sedangkan 1 orang (2,4%) masih menunjukkan perilaku unsafe action. Perilaku berisiko yang masih ditemukan antara lain bekerja secara terburu-buru dan merokok di area kerja. Disimpulkan bahwa penerapan keselamatan kerja di PT Bone Perdana Konstruksi tergolong baik, namun perusahaan perlu meningkatkan pengawasan dan manajemen kerja guna meminimalkan potensi unsafe action yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja.                   Workplace accidents are generally caused by unsafe actions and unsafe conditions, which still frequently occur due to workers' lack of knowledge and understanding of occupational safety principles. This study aims to determine the description of unsafe actions among workers at PT Bone Perdana Konstruksi in Batui Selatan District. The type of research used is observational with a descriptive design. The population and sample in this study amounted to 42 production workers, with a total sampling technique. Data analysis was conducted univariately to describe the behavior of unsafe actions of workers. The results showed that most workers worked with safe criteria, namely 41 people (97.6%), while 1 person (2.4%) still exhibited unsafe actions. Risky behaviors that were still found included working in a hurry and smoking in the work area. It was concluded that the implementation of occupational safety at PT Bone Perdana Konstruksi was classified as good, but the company needs to improve work supervision and management to minimize the potential for unsafe actions that can cause workplace accidents.
Co-Authors A. Arsunan Arsin Agus Bintara Birawida Alkaff, Firas F. Alkaff, Sylmina D. Amalia Nurul Magfirah Andi Muhammad Yusuf, Andi Muhammad Anne, Suci Anwar Mallongi Ardiata, Ketut Balebu, Dwi Wahyu Bauntal, Severianus Bilbina, Arzeti Bujana, I Kadek Sinta Bustanul Arifin Caca Sudarsa Cice Morintoh cindy suruata Deddy Alif Utama Dewi Presinta Dwi Wahyu Balebu Ekaputri, Risky Febriyani Febriyani firdaus wen wen paeh Firdawati Datua Adam Fitrianty Sutadi Lanyumba Fitriyanti Sutadi Gayatri, Sri hafiudin lasompo Hamatia, Sriyusita Hamid, Firdaus Hasanuddin Ishak Herawati Herawati Herawati Herawati Ida Leida Maria Intari, Luky Dwi Irfandi Jeri Margito Julianti, Ni Komang Kaliki, Lidya Kiasan, Intan Permatasari Kundondung, Jeinlavenia Kurniawan, Muh D. LA DEE, MUSTAKIM Lalusu, Erni Yusnita Lanyumba, Fitrianty Sutadi Lisa Handayani Lisda Makka, Asmaul Husna Maria Kanan Marselina Sattu Meliani, Harnum Monoarfa, Yustiyanty Muhammad Irzandi Arifai Muhammad Syahrir Nanggele, Yulianti Clarita Nursin, Widyah Purnama Nur’aini, Intan Otoluwa, Anang Samudera Padmawati, Retna S. Perwitasari, Dyah A. Postma, Maarten J. Priwibowo, Aditya R. Rokhman, Muhammad Ramadanti, Mifthy Ramli Ramli Ramli Ramli Ramli Ramli Rasuane Noor Rauf, Saidah Reflin Mamitoho Rida Risky Ekaputri S. Otoluwa, Anang Sakati, Sandi Novryanto Sakati, Sandy Novriyanto Salamah, Sovia Samadi, Salsabilah Sapae, Reynaldi Siti Hutami Dinianingsih H Siti Umi Kalsum Sofyan Huraerah Sombeng, Supardi Sudarsa, Caca Supardi Sombeng Susi Angriani Thirayo, Yunita Sari Tiak, Agnesria Ningsi Tofan, Moh Tongko, Mirawati Wowor, Jilian Stevani yulfarisna, Iin Yulia Salaan Yuliet Yuliet Yunita Sari Thirayo Yurike Kuewa Zulkarnain Zulkarnain