Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan tentang Cara Pengolahan Sampah di Desa Simpang 1 Kecamatan Simpang Raya, Sulawesi Tengah: Counseling on How to Process Waste in Simpang 1 Village, Simpang Raya District, Central Sulawesi Amalia Nurul Magfirah; Bambang Dwicahya; Erni Yusnita Lalusu
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data dari Making Oceans Plastic Free (2017) menyatakan rata rata ada 182,7 Milliar kantong plastic digunakan di Indonesia setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, bobot total sampah kantong plastic di Indonesia mencapai 1.278.900 ton per tahunnya. Permasalahan sampah terus terjadi karena minimnya penegakan hukum dan anggaran pengelolaan, serta tidak adanya panduan kemitraan. Masih banyak Masyarakat desa simpang 1 yang tidak memilah sampah yaitu sebesar 96,7%, masih banyak Masyarakat desa simpang 1 yang belum memiliki tempat sampah yaitu sebesar 50,5%, masih banyak Masyarakat desa simpang 1 yang membuang sampah ke Sungai sebesar 2,2%, dan masih banyak Masyarakat desa simpang 1 yang belum menutup tempat sampah yaitu sebesar 75%. Kegiatan penyuluhan tentang Pengolahan Smpah bertujuan untuk menyadarkan Masyarakat betapa pentingnya mengolah sampah serta memilah sampah baik Organik, Non-Organik, maupun Sampah B3. Untuk sasaran berlaku pada masyarakat umum, dan target berjumlah sebanyak 50 orang, sumber dana dari mahasiswa, waktu & tempat pelaksanaan pada hari Senin, 24 Juli 2023 dan bertempatkan di Balai Desa Simpang 1. Namun, karena Sebagian target tidak mencapai 50 orang pada saat penyuluhan di Balai Desa Simpang 1, Maka akan dilaksanakan nya lagi di tempat lain yaitu bertempatkan di Gereja Efrata Simpang 1, dan untuk Sebagian target, Saya melakukan nya secara Door to Door.  Data from Making Oceans Plastic Free (2017) states that an average of 182.7 billion plastic bags are used in Indonesia every year. Of this amount, the total weight of plastic bag waste in Indonesia reaches 1,278,900 tons per year. Waste problems continue to occur due to the lack of law enforcement and management budgets, as well as the absence of partnership guidelines. There are still many people in Simpang 1 village who do not sort their waste, namely 96.7%, there are still many people in Simpang 1 village who do not have trash bins, namely 50.5%, there are still many people in Simpang 1 village who throw rubbish into the river, which is 2.2 %, and there are still many people in Simpang 1 village who have not closed the trash cans, namely 75%. The outreach activity on Waste Processing aims to make the public aware of the importance of processing waste and sorting waste into organic, non-organic and hazardous waste. For the target, it applies to the general public, and the target is 50 people, the source of funds is from students, the time & place for the implementation is Monday, July 24 2023 and takes place at the Simpang 1 Village Hall. However, because some of the targets did not reach 50 people during the counseling at the Simpang 1 Village Hall, then it will be carried out again in another place, namely at the Efrata Simpang 1 Church, and for some targets, I will do it door to door.
Gambaran Penanganan Sampah dan Kepadatan Lalat di Pasar Pagimana : Overview of Waste Handling and Fly Density in Pagimana Market Muhammad Irzandi Arifai; Kanan, Maria; Sakati, Sandy Novriyanto; Otoluwa, Anang Samudera; Dwicahya, Bambang
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 3 No. 3 (2025): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v3i3.266

Abstract

Sampah saat ini menjadi masalah penting bagi tatanan kebijakan Nasional dan daerah di Indonesia. Keberadaan sampah dapat memberikan pengaruh Kesehatan bagi masyarakat karena sampah merupakan sarana dan sumber penularan penyakit. Pengaruh sampah terhadap Kesehatan secara tidak langsung dapat berupa penyakit bawaan vektor yang berkembang biak di dalam sampah salah satunya lalat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penangan sampah mulai dari gambaran penanganan sampah, pengumpulan sampah, pengangkutan sampah dan kepadatan lalat di Pasar Pagimana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan jumlah 51 sampel, dibagi menjadi pedagang ikan 26 sampel, pedagang sayur 13 sampel, dan pedagang asongan 12. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa proses pemilahan sampah dari 25 sampel tidak dilakukan, wadah sampah meski kedap air, namun tidak tertutup. Proses pengumpulan sampah sebanyak 26 pedagang (50,98%) dikumpulkan sendiri dan dibawa pulang untuk  diolah. Pengangkutan sampah dilakukan setiap hari jumat dari pasar ke TPA. Kepadatan lalat di Pasar Pagimana yaitu tinggi dengan nilai 31 (60,78%) rendah sebanyak 20 (39,22%). Berdasarkan hasil tersebut, diharapkan para pedagang sebaiknya melakukan pemilahan sampah, meyediakan wadah sampah tertutup, lalu proses pengangkutan sampah sebaiknya dilakukan sekali setiap hari, serta memperhatikan lokasi berdagang khususnya pedagang ikan yang basah dan mengundang datangnya lalat.  Waste is currently an important problem for national and regional policies in Indonesia. The presence of waste can have a health impact on the community because waste is a means and source of disease transmission. The indirect effect of waste on health can be vector-borne diseases that breed in the waste, one of which is flies. This research aims to obtain an overview of waste handlers starting from descriptions of waste handling, waste collection, waste transportation and fly density at Pagimana Market. The method used in this research is descriptive, with a total of 51 samples, divided into 26 fish traders, 13 samples of vegetable traders, and 12 hawkers. The results of the research showed that the process of sorting waste from 25 samples was not carried out, although the waste containers were watertight, they were not closed. In the waste collection process, 26 traders (50.98%) collected it themselves and took it home to be processed. Waste transportation is carried out every Friday from the market to the landfill. The density of flies at Pagimana Market was high with a value of 31 (60.78%) and low at 20 (39.22%). Based on these results, it is hoped that traders should sort waste, provide closed waste containers, then the process of transporting waste should be carried out once every day, and pay attention to trading locations, especially fish traders, that are wet and attract flies.
Gambaran Kepadatan Larva Aedes sp. di Kelurahan Maahas: Overview of Aedes sp. Larvae Density in Maahas Village Dwicahya, Bambang; Bujana, I Kadek Sinta; Sakati, Sandy Novriyanto; Syahrir, Muhammad; Kanan, Maria
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 1 (2025): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i1.338

Abstract

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai jumlah kasus DBD di kelurahan Maahas Februari 2019 – Juli 2024 sebanyak 11 kasus. Kelurahan Maahas merupakan salah satu wilayah yang sepanjang 4 tahun terakhir selalu memiliki kasus DBD. Tujuan kami adalah untuk mengetahui gambaran kepadatan larva nyamuk Aedes sp. di Kelurahan Maahas. Metode penelitian ini menggambarkan kepadatan larva Aedes sp. dengan Jenis penelitian Observasional Deskriptif yang dilakukan di Kelurahan Maahas pada bulan Juni-Juli 2024. Populasi dalam penelitian ini sebanyak  1.268 rumah dengan sampel 295 rumah dan metode pengambilan data  menggunakan teknik Random Sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan Nilai House Index (HI) 25% dengan tingkat kepadatan sedang, Container Index (CI) 7,96% dengan tingkap kepadatan sedang, Breteau Index (BI) 4,8% dengan tingkat kepadatan rendah, ABJ 75% ≥ 95% dengan status tidak bebas jentik dan nilai HRI 0,17 dan BRI 0,83 maka nilai Maya Indeks (MI) berada pada kategori tinggi. Kesimpulan penelitian ini memberikan wawasan tentang kontribusi kepadatan larva Aedes sp terhadap kejaadian DBD di suatu wilayah. Penelitian di masa mendatang harus membahas terkait hubungan antara variabel (HI, CI, BI, ABJ dan MI) denga kejadian DBD yang pada akhirnya memajukan pengetahuan di bidang kesehatan internasional. Based on data from the Banggai Regency Health Office, the number of DHF cases in Maahas Village from February 2019 to July 2024 was 11 cases. Maahas Village is one of the areas that has always had DHF cases in the last 4 years. Our goal is to determine the density of Aedes sp. mosquito larvae in Maahas Village. This research method describes the density of Aedes sp. larvae with the type of Descriptive Observational research conducted in Maahas Village in June-July 2024. The population in this study was 1,268 houses with a sample of 295 houses and the data collection method used the Random Sampling technique. The analysis used is univariate analysis. The results of the study showed that the House Index (HI) value was 25% with a moderate density level, Container Index (CI) 7.96% with a moderate density window, Breteau Index (BI) 4.8% with a low density level, ABJ 75% ≥ 95% with a status of not free from larvae and HRI values ​​​​of 0.17 and BRI 0.83, so the Maya Index (MI) value is in the high category. The conclusion of this study provides insight into the contribution of Aedes sp larval density to the incidence of dengue fever in an area. Future research should discuss the relationship between variables (HI, CI, BI, ABJ and MI) with the incidence of dengue fever which ultimately advances knowledge in the field of international health.
Gambaran Kepadatan Larva Aedes sp. di Kelurahan Hanga-hanga Permai: Overview of Aedes sp. Larvae Density in Hanga-hanga Permai Village Ardiata, Ketut; Dwicahya, Bambang; Kanan, Maria
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 1 (2025): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i1.339

Abstract

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai jumlah kasus DBD di kelurahan Maahas Februari 2019 – Juli 2024 sebanyak 11 kasus. Kelurahan Hanga-Hanga Permai merupakan salah satu wilayah yang sepanjang 4 tahun terakhir selalu memiliki kasus DBD. Tujuan kami adalah untuk mengetahui gambaran kepadatan larva nyamuk Aedes sp. di Kelurahan Hanga-Hanga Permai. Metode Penelitian ini menggambarkan kepadatan larva Aedes sp. dengan Jenis penelitian Observasional Deskriptif yang dilakukan di Kelurahan Hanga-Hanga Permai pada bulan Juni-Juli 2024. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 400 rumah dengan sampel penelitian 400 rumah dan metode pengambilan data menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil: Nilai House Index (HI) 27% dengan tingkat kepadatan sedang, Container Index (CI) 16% dengan tingkat kepadatan sedang, Breteau Index (BI) 94% dengan tingkat kepadatan tinggi, ABJ 73% ≥ 95% dengan status tidak bebas jentik dan nilai HRI 0,28 dan BRI 0,71 maka nilai Maya Indeks (MI) berada pada kategori tinggi. Sebagai kesimpulan, penelitian ini memberikan wawasan tentang kontribusi kepadatan larva Aedes sp. terhadap kejadian DBD di suatu wilayah. Penelitian di masa mendatang harus membahas terkait hubungan antara variabel (HI, CI, BI, ABJ dan MI) denga kejadian DBD yang pada akhirnya memajukan pengetahuan di bidang kesehatan internasional. Based on data from the Banggai Regency Health Office, the number of DHF cases in Maahas Village from February 2019 to July 2024 was 11 cases. Hanga-Hanga Permai Village is one of the areas that has always had DHF cases in the last 4 years. Our aim was to determine the density of Aedes sp. mosquito larvae in Hanga-Hanga Permai Village. Method: This study describes the density of Aedes sp. larvae with a Descriptive Observational research type conducted in Hanga-Hanga Permai Village in June-July 2024. The population in this study was 400 houses with a research sample of 400 houses and the data collection method used inclusion and exclusion criteria. The analysis used was univariate analysis. Results: House Index (HI) value of 27% with moderate density, Container Index (CI) 16% with moderate density, Breteau Index (BI) 94% with high density, ABJ 73% ≥ 95% with status not free of larvae and HRI value of 0.28 and BRI 0.71 then the Maya Index (MI) value is in the high category. Conclusion: In conclusion, this study provides insight into the contribution of Aedes sp larval density to the incidence of dengue fever in an area. Future research should discuss the relationship between variables (HI, CI, BI, ABJ and MI) with the incidence of dengue fever which ultimately advances knowledge in the field of international health.
Gambaran Penyelenggaraan Pengelolaan Limbah Cair Rumah Sakit X, Kabupaten Banggai Kepulauan : Overview of the Implementation of Liquid Waste Management at Hospital X, Banggai Islands Regency Bauntal, Severianus; Kanan, Maria; Dwicahya, Bambang
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 1 (2025): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i1.340

Abstract

Kegiatan rumah sakit menghasilkan limbah cair memiliki beban cemaran yang dapat menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan hidup yang dapat mengakibatkan penyakit pada manusia. Oleh karena itu, air limbah perlu dilakukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan agar kualitasnya memenuhi baku mutu air limbah yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran Penyelenggaraan Pengelolaan Limbah Cair di Rumah Sakit X. Jenis penelitian adalah survei yang bersifat deskriptif dengan ruang lingkup berupa Unit Pengolahan Air Limbah (IPAL), Fasilitas Penunjang, Penaatan Frekuensi, Penaatan Kualitas Limbah dan Penaatan Pelaporan. Objek dalam penelitian ini adalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan petugas pengelola limbah cair. Data diperoleh dengan cara wawancara, observasi dengan menggunakan lembar observasi yang berpedoman pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 7 Tahun 2019 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit dan dianalisa secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa Rumah Sakit Xsudah memiliki Unit Pengolahan Air Limbah dan ditempatkan pada lokasi yang tepat, namun saat ini tidak berfungsi karena mengalami kerusakan. Berdasarkan fasilitas penunjang IPAL, dimana sudah dilengkapi dengan bak pengambilan air limbah, alat ukur debit air limbah, tetapi tidak terdapat pagar pengaman IPAL, titik koordinat IPAL, dan fasilitas keselamatan IPAL. Penataan frekuensi, penataan kualitas limbah, dan penataan pelaporan semuanya tidak dilakukan karena IPAL dalam keadaan rusak, sehingga tidak beroperasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penyelenggaraan pengelolaan limbah cair Rumah Sakit Xsaat tidak memenuhi syarat karena tidak sesuai dengan Permenkes Nomor 7 Tahun 2019. Hospital activities that produce liquid waste have a pollution load that can cause pollution to the environment that can cause disease in humans. As a result, waste water must be treated before being released into the environment to ensure that it meets the waste water quality criteria established by the applicable laws and regulations. The goal of this study is to gain an overview of the Liquid Waste Management Implementation at the X Hospital. This is a descriptive survey with a scope that includes Waste Water Treatment Units, Supporting Facilities, Frequency Compliance, Waste Quality Compliance, and Reporting Compliance. The Waste Water Treatment Plant (WWTP) and the liquid waste management officer are the subjects of this study. Data was collected through interviews and observations utilizing observation sheets in accordance with the Minister of Health's Regulation No. 7 of 2019 on Hospital Environmental Health Requirements, and was analyzed descriptively. Based on WWTP supporting facilities, which include waste water collection tanks and waste water discharge monitoring instruments, but no WWTP safety fence, WWTP coordinate points, or WWTP safety facilities. Because the WWTP is in disrepair and hence not operational, the frequency arrangement, waste quality management, and reporting system do not match the criteria.The study's findings show that the implementation of liquid waste management at the X Hospital does not satisfy the standards because it does not comply with the Permenkes No. 7 of 2019.
Program Sosialisasi tentang Pengelolaan Sampah berbasis Komunitas di Desa Lambangan Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai: Socialization Program on Community-Based Waste Management in Lambangan Village, Pagimana District, Banggai Regency Anne, Suci; Dwicahya, Bambang
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v4i1.346

Abstract

            Pengelolaan sampah yang efektif merupakan salah satu indikator penting dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan bersih, terutama di wilayah pedesaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas di Desa Lambangan, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai. Metode pengabdian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, yang melibatkan tokoh masyarakat, aparat desa, serta anggota komunitas pengelola sampah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 66% dan terbentuknya kelompok swadaya ‘Bank Sampah Lambangan Bersih’. Kegiatan ini memberikan dampak nyata berupa peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah rumah tangga. Meskipun terdapat keterbatasan dalam sarana prasarana dan dukungan teknis, semangat gotong royong dan kesadaran lingkungan masyarakat cukup tinggi. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pengelolaan sampah berbasis komunitas di Desa Lambangan berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, namun masih memerlukan pendampingan berkelanjutan dan dukungan kebijakan dari pemerintah daerah. Effective waste management is a crucial indicator for creating a healthy and clean environment, particularly in rural areas. This community service project aims to examine the community-based waste management system in Lambangan Village, Pagimana District, Banggai Regency. The community service used a descriptive qualitative method with a case study approach. Data were obtained through in-depth interviews, field observations, and documentation, involving community leaders, village officials, and members of the waste management community. The results of the project indicate a 66% increase in community knowledge and the formation of the "Clean Lambangan Waste Bank" self-help group. This project has had a tangible impact in the form of increased community participation in household waste sorting. Despite limitations in infrastructure and technical support, the community's spirit of mutual cooperation and environmental awareness is quite high. This project concluded that community-based waste management in Lambangan Village has the potential to become a model for community empowerment in creating a clean and healthy environment, but still requires ongoing mentoring and policy support from the local government.
Program Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat tentang Sistem Pembuangan Air Limbah (SPAL) Sehat di Desa Lambangan : Community Education and Empowerment Program on Healthy Wastewater Disposal Systems in Lambangan Village Priwibowo, Aditya; Dwicahya, Bambang
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v4i1.347

Abstract

Sistem Pembuangan Air Limbah (SPAL) merupakan komponen penting dalam menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah penyebaran penyakit berbasis air. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya sistem pembuangan air limbah (SPAL) yang sehat di Desa Lambangan, Kecamatan Pagimana. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, diskusi interaktif, serta evaluasi pre-test dan post-test kepada 50 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dari 22% menjadi 76% dan sikap positif meningkat menjadi 100%. Kegiatan ini juga menghasilkan komitmen pemerintah desa untuk menyusun Peraturan Desa tentang SPAL. Program ini berkontribusi terhadap upaya peningkatan sanitasi lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat di tingkat komunitas. The Wastewater Disposal System (SPAL) is a crucial component in maintaining environmental health and preventing the spread of water-borne diseases. This community service activity aims to increase public knowledge and awareness of the importance of a healthy wastewater disposal system (SPAL) in Lambangan Village, Pagimana District. Implementation methods included outreach, interactive discussions, and pre- and post-test evaluations with 50 participants. Results showed an increase in community knowledge from 22% to 76%, and positive attitudes to 100%. This activity also resulted in the village government's commitment to developing a Village Regulation on SPAL. This program contributes to efforts to improve environmental sanitation and promote clean and healthy living behaviors at the community level.
Edukasi Masyarakat Menuju Lingkungan Bebas Rokok di Desa Lambangan Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai: Public Education Towards a Smoke-Free Environment in Lambangan Village, Pagimana District, Banggai Regency Samadi, Salsabilah; Dwicahya, Bambang
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v4i1.348

Abstract

Kebiasaan merokok di lingkungan masyarakat pedesaan masih menjadi tantangan dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat dan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai bahaya merokok serta mendorong terbentuknya kawasan bebas rokok di Desa Lambangan, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test terhadap 50 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dari 36% menjadi 88% pada kategori “baik”, serta munculnya inisiatif warga untuk menetapkan balai desa dan posyandu sebagai area bebas rokok. Program ini efektif meningkatkan kesadaran masyarakat dan diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan desa tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Smoking in rural communities remains a challenge in maintaining public health and creating a clean and healthy environment. This community service program aims to increase public knowledge and awareness of the dangers of smoking and encourage the establishment of smoke-free areas in Lambangan Village, Pagimana District, Banggai Regency. The implementation method included interactive outreach, group discussions, and evaluation through pre- and post-tests with 50 participants. Results showed an increase in community knowledge from 36% to 88% in the "good" category, as well as the emergence of community initiatives to designate village halls and integrated health posts (Posyandu) as smoke-free areas. This program effectively raised public awareness and is expected to form the basis for developing village policies on Smoke-Free Areas (KTR).
Program Penyuluhan Masyarakat dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Desa Lambangan Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai : Community Education Program in Dengue Hemorrhagic Fever Prevention in Lambangan Village, Pagimana District, Banggai Regency yulfarisna, Iin; Dwicahya, Bambang
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v4i1.350

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting, terutama di daerah tropis seperti Indonesia. Desa Lambangan termasuk wilayah yang memiliki faktor risiko tinggi, seperti banyaknya genangan air, rendahnya penggunaan kelambu, dan kebiasaan menyimpan pakaian tergantung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Desa Lambangan dalam pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Metode yang digunakan adalah penyuluhan edukatif partisipatif disertai evaluasi pre-test dan post-test terhadap 50 peserta. Materi yang diberikan mencakup pengenalan DBD, cara penularan, serta penerapan gerakan 3M Plus. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dari 46% menjadi 78% (kategori baik), dan sikap positif terhadap perilaku pencegahan mencapai 100%. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan DBD dan diharapkan berlanjut melalui pembentukan Peraturan Desa tentang pengendalian vektor. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a significant public health problem, particularly in tropical regions like Indonesia. Lambangan Village is an area with high-risk factors, such as frequent standing water, low mosquito net use, and the habit of hanging clothes. This community service activity aims to increase the knowledge and awareness of the Lambangan Village community regarding dengue fever (DHF) prevention. The method used was participatory educational outreach, accompanied by pre- and post-test evaluations for 50 participants. The material provided covered an introduction to dengue fever, its transmission methods, and the implementation of the 3M Plus movement. The activity results showed an increase in community knowledge from 46% to 78% (good category), and positive attitudes towards preventive behavior reached 100%. This activity was effective in increasing community understanding of dengue fever prevention and is expected to continue through the establishment of a Village Regulation on vector control. 
Program Penyuluhan Gizi Seimbang bagi Wanita Usia Subur di Desa Lambangan, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai: Balanced Nutrition Education Program for Women of Childbearing Age in Lambangan Village, Pagimana District, Banggai Regency Bilbina, Arzeti; Dwicahya, Bambang
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v4i1.351

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran Wanita Usia Subur (WUS) tentang gizi seimbang dan pencegahan Kekurangan Energi Kronik (KEK). Kegiatan dilaksanakan di Desa Lambangan, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, dengan metode penyuluhan partisipatif dan evaluasi melalui pre-test dan post-test terhadap 50 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan gizi dari 72% menjadi 100% dan sikap positif mencapai 100%. Kegiatan ini efektif meningkatkan kesadaran gizi dan mendorong perubahan perilaku konsumsi pangan bergizi seimbang di kalangan WUS. This community service activity aims to increase knowledge and awareness of women of childbearing age (WUS) regarding balanced nutrition and the prevention of Chronic Energy Deficiency (CED). The activity was carried out in Lambangan Village, Pagimana District, Banggai Regency, using a participatory counseling method and evaluation through pre-tests and post-tests on 50 participants. The results of the activity showed an increase in nutritional knowledge from 72% to 100% and a positive attitude reaching 100%. This activity effectively increased nutritional awareness and encouraged changes in behavior towards balanced nutritious food consumption among WUS.
Co-Authors A. Arsunan Arsin Agus Bintara Birawida Alkaff, Firas F. Alkaff, Sylmina D. Amalia Nurul Magfirah Andi Muhammad Yusuf, Andi Muhammad Anne, Suci Anwar Mallongi Ardiata, Ketut Balebu, Dwi Wahyu Bauntal, Severianus Bilbina, Arzeti Bujana, I Kadek Sinta Bustanul Arifin Caca Sudarsa Cice Morintoh cindy suruata Deddy Alif Utama Dewi Presinta Dwi Wahyu Balebu Ekaputri, Risky Febriyani Febriyani firdaus wen wen paeh Firdawati Datua Adam Fitrianty Sutadi Lanyumba Fitriyanti Sutadi Gayatri, Sri hafiudin lasompo Hamatia, Sriyusita Hamid, Firdaus Hasanuddin Ishak Herawati Herawati Herawati Herawati Ida Leida Maria Intari, Luky Dwi Irfandi Jeri Margito Julianti, Ni Komang Kaliki, Lidya Kiasan, Intan Permatasari Kundondung, Jeinlavenia Kurniawan, Muh D. LA DEE, MUSTAKIM Lalusu, Erni Yusnita Lanyumba, Fitrianty Sutadi Lisa Handayani Lisda Makka, Asmaul Husna Maria Kanan Marselina Sattu Meliani, Harnum Monoarfa, Yustiyanty Muhammad Irzandi Arifai Muhammad Syahrir Nanggele, Yulianti Clarita Nursin, Widyah Purnama Nur’aini, Intan Otoluwa, Anang Samudera Padmawati, Retna S. Perwitasari, Dyah A. Postma, Maarten J. Priwibowo, Aditya R. Rokhman, Muhammad Ramadanti, Mifthy Ramli Ramli Ramli Ramli Ramli Ramli Rasuane Noor Rauf, Saidah Reflin Mamitoho Rida Risky Ekaputri S. Otoluwa, Anang Sakati, Sandi Novryanto Sakati, Sandy Novriyanto Salamah, Sovia Samadi, Salsabilah Sapae, Reynaldi Siti Hutami Dinianingsih H Siti Umi Kalsum Sofyan Huraerah Sombeng, Supardi Sudarsa, Caca Supardi Sombeng Susi Angriani Thirayo, Yunita Sari Tiak, Agnesria Ningsi Tofan, Moh Tongko, Mirawati Wowor, Jilian Stevani yulfarisna, Iin Yulia Salaan Yuliet Yuliet Yunita Sari Thirayo Yurike Kuewa Zulkarnain Zulkarnain