Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Religius Melalui Program Character Building Pada Siswa Kelas VII SMP Immanuel Pontianak Alexius Aan; Syamsuri; Shilmy Purnama; Imran; Achmadi
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 5 No 6 (2025): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v5i6.4016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi penguatan pendidikan karakter religius melalui program character building pada siswa kelas VII SMP Immanuel Pontianak, penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data didalam penelitian ini adalah kepala unit SMP Immanuel bilingual class, gembala sekolah atau ketua tim character building, koordinator penggembalaan yayasan serta peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun tahapan analisis data dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data yang kemudian dijadikan sebagai dasar penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi penguatan pendidikan karakter religius melalui program character building dilaksanakan melalui tiga kegiatan yakni penyampaian materi, boardgames session, dan film session. Materi berfokus pada nilai-nilai religius seperti toleransi, persabatan, mencintai, lingkungan, boardgames untuk memperkuat nilai-nilai kerjasama. Film session memanfaatkan film bertema moral dan religius untuk menanamkan nilai percaya diri. Program ini berhasil diukur dengan lima indikator karakter religius yang dipakai berdasarkan kesesuaian dengan objek dan subjek penelitian: toleransi, kerjasama, persahabatan, percaya diri, dan mencintai lingkungan. Kegiatan diskusi, permainan, dan refleksi melalui film mendukung peningkatan nilai-nilai tersebut, dengan pendekatan interaktif yang mampu membangun keakraban dan kesadaran siswa terhadap pentingnya karakter religius dalam kehidupan yang nyata.
Strategi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal untuk Membangun Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Sosial, dan Pelestarian Lingkungan di Perbatasan Entikong, Indonesia-Malaysia Muhammad Nur Imanulyaqin; Imran Imran; Zuri Astari; Patrisia Rahayu Utami
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 14 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v14i3.101752

Abstract

This study examines community empowerment strategies based on local wisdom in the border area of Entikong, Sanggau Regency, West Kalimantan, Indonesia. The research focuses on three key dimensions—economic self-reliance, social resilience, and environmental sustainability. Using a qualitative and descriptive approach, data were gathered through in-depth interviews, participatory observations, and documentation involving village leaders, community institutions, and residents. The findings reveal that integrating local wisdom such as gotong royong (mutual cooperation), customary law, and traditional cultural practices strengthens social cohesion, enhances citizen participation, and promotes ecological balance. The Village Development Planning Forum (Musrenbang) functions as a participatory mechanism that aligns empowerment initiatives with community needs. However, challenges persist in product marketing and institutional capacity-building. The study concludes that local wisdom-based empowerment fosters sustainable community development when programs are socially and culturally adaptive. Theoretically, this research contributes to the discourse on culture-based empowerment within borderland studies, while practically, it offers a model for designing participatory and context-sensitive empowerment strategies applicable to other frontier regions.
Analisis Rasionalisasi Ritual Adat Mappacci Pada Masyarakat Etnis Bugis di Desa Jeruju Besar Munandar Munandar; Imran Imran; Iwan Ramadhan; Jagad Aditya Dewantara
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3145

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: rasionalisasi mappacci pada masyarakat etnis Bugis di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, rasionalisasi fungsi mappacci, dan rasionalisasi makna mappacci pada masyarakat etnis Bugis di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data diambil dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil wawancara dan observasi dengan 5 informan dibagi menjadi informan kunci dan informan pendukung. Data diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi mendalam serta menggunakan dokumen yang relevan dengan penelitian. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa rasionalisasi mappacci tradisional di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap memiliki beberapa prosesi, yaitu kedua mempelai yang duduk di atas lamming, membaca Al-barzanji dan Khatamul Qur'an, memasang pacci (daun pacar), dan membaca doa. -doa untuk ucapan selamat dan makan bersama rasionalisasi fungsi mappacci meliputi pedoman perilaku, kontrol sosial, dan identitas kelompok masyarakat Bugis di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya rasionalisasi makna mappacci tradisional meliputi aspek agama, budaya dan pendidikan.Kata Kunci: Rasionalisasi, Mappacci, Etnis Bugis AbstractThis research was conducted in Jeruju Besar Village, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency. The purpose of this research is to find out: the rationalization of the mappacci in the Bugis ethnic community in Jeruju Besar Village, Sungai Kakap District, the rationalization of the function of the mappacci, and the rationalization of the meaning of the mappacci in the Bugis ethnic community in Jeruju Besar Village, Sungai Kakap District. The research approach used is qualitative research using descriptive methods. Data were taken using observation, interview, and documentation methods. The results of interviews and observations with 5 informants were divided into key informants and supporting informants. The data were obtained using interview and in-depth observation techniques and using documents relevant to the research. From the results of the study it was found that the rationalization of the traditional mappacci in Jeruju Besar Village, Sungai Kakap District had several processions, namely the bride and groom sitting on a lamming, reading Al-barzanji and Khatamul Qur'an, installing pacci (henna leaves), and reading prayers. -prayers for congratulations and eat together rationalization of the function of the mappacci includes behavioral guidelines, social control, and group identity of the Bugis community in Jeruju Besar Village, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency rationalization of the meaning of the traditional mappacci includes aspects of religion, culture and education.Keyword: Rasionalisasi, Mappacci, Etnis Bugis
Analisis Rasionalisasi Nilai-Nilai Mitos Tradisi Bepapas Pada Masyarakat Melayu Sambas di Desa Tempapan Hulu Kabupaten Sambas Rino Rino; Imran Imran; Iwan Ramadhan; Jagad Aditya Dewantara
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3162

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosesi, fungsi, dan makna rasionalisasi nilai-nilai mitos tradisi bepapas pada masyarakat Melayu Sambas di Desa Tempapan Hulu, Kabupaten Sambas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Alat pengumpulan data adalah panduan observasi, panduan wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data, penarikan dan verifikasi kesimpulan, pengujian validitas data adalah ekstensi observasi, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi dalam tradisi bepapa Melayu Sambas di Desa Tempapan Hulu dibagi menjadi 3, yaitu proses awal, proses inti dan proses akhir. Proses awalnya adalah menyiapkan daun tertentu, kemudian diikat dan disatukan, setelah itu dimasukkan ke dalam air tepung beras yang telah dicampur dengan kasai langgir. Proses intinya adalah daun dipukuli sampai ke bagian-bagian tertentu dari tubuh seseorang dengan mulai membaca basmalah. Proses terakhir adalah membaca doa ucapan selamat, dan akhirnya makan jamuan makan. Fungsi tradisi bepapas terdiri dari beberapa fungsi seperti memperkuat hubungan persahabatan, membiasakan diri menghormati tamu, menumbuhkan sikap murah hati, menjaga nilai-nilai tradisional, sebagai sarana dakwah dalam nilai-nilai Islam, mengajarkan tentang ungkapan syukur, dan membiasakan diri hidup bersih. Makna tradisi bepapas terdapat pada alat dan bahan yang digunakan, seperti daun njuang, daun mentibar, daun mbali, air menolak bala bantuan, tepung beras (kasai), seribu daun, dan batok kelapa. Segala sesuatu yang terkandung dalam tradisi bepapas, baik dalam prosesi, fungsi, maupun maknanya, memiliki rasionalisasi mitos yang dapat diterima dengan akal dan dianggap logis oleh masyarakat umumKata Kunci: Rasionalisasi Mitos, Tradisi Bepapas, Melayu Sambas AbstractThis research aims to determine the procession, function, and meaning of the rationalization of the mythical values of the bepapas tradition in the Sambas Malay community in Tempapan Hulu Village, Sambas Regency. The research method used is descriptive qualitative. Data collection techniques used observation, interview, and documentation techniques. The data collection tools are observation guides, interview guides, and documentation. The data analysis techniques are data reduction, data presentation, conclusion drawing and verification, data validity testing was observation extension, and triangulation. The results showed that the procession in the Sambas Malay bepapas tradition in Tempapan Hulu Village was divided into 3, which are the initial process, the core process and the final process. The initial process is to prepare certain leaves, then they are tied and put together, after that they are put in rice flour water that has been mixed with kasai langgir. The core process is that the leaves are beaten to certain parts of a person's body by starting to read basmalah. The final process is reading a congratulatory prayer, and finally eating a banquet. The function of the bepapas tradition consists of several functions such as strengthening friendship relations, getting used to respecting guests, fostering a generous attitude, maintaining traditional values, as a means of da'wah in Islamic values, teaching about expressions of gratitude, and getting used to living clean. The meaning of the bepapas tradition is contained in the tools and materials used, such as njuang leaves, mentibar leaves, mbali leaves, water rejects reinforcements, rice flour (kasai), thousand leaves, and coconut shells. Everything contained in the bepapas tradition, both in its procession, function, and meaning, has a mythical rationalization that can be accepted by reason and is considered logical by the general publicKeywords: Rationalization of Myths, Bepapas Tradition, Malay Sambas
Penerapan Literasi Berbasis IT dalam Pembelajaran Melalui Media E-Book di SMPN 7 Sungai Raya Imran Imran; Okianna Okianna; Iwan Ramadhan; Riama Al Hidayah; Nining Ismiyani; Stella Prancisca; Daniel Daniel; Suriyanisa Suriyanisa; Sindi Nur Solidah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.4058

Abstract

AbstrakPada era industrial revolution atau revolusi industri 4.0 saat ini pekerjaan dapat menjadi lebih mudah dikarenakan adanya bantuan teknologi. Begitupun dalam proses belajar mengajar di sekolah dimana generasi saat ini yang disebut sebagai Generasi Z dapat dengan mudah mengupdate dan mendapatkan informasi dengan bantuan teknologi. Di tahun 2022 ini, kami akan melaksanakan PKM yang masih berkisar pada dunia pendidikan, khususnya pada pemanfaatan media pembelajaran digital di SMPN 7 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Program tahun ini dirancang sebagai upaya memfasilitasi dan membekali guru-guru di SMPN 7 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya dalam menggunakan media pembelajaran digital untuk menggali potensi dan mampu bersaing secara global di era revolusi ini. Program pemanfaatan Canva sebagai media pembelajaran digital terinspirasi dengan maraknya perkembangan teknologi terutama media pembelajaran digital di bidang pendidikan. Terfasilitasinya guru dengan pemanfaatan media digital Canva diharapkan untuk menggali potensi dan meningkatkan kreativitas guru yang akan berpengaruh pada peningkatan kualitas guru.Kata Kunci: Media Pembelajaran, Canva, Kualitas Guru
Workshop Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Pembuatan Bahan Ajar Elektronik di SMPN 7 Sungai Raya Iwan Ramadhan; Imran Imran; Riama Al Hidayah; Stella Prancisca; Nining Ismiyani; Okianna Okianna; Maria Oktavia Niken; Sinta Sinta; Juliantara Juliantara
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.4060

Abstract

AbstrakSemakin ketatnya persaingan di era global dan tuntunan persaingan di dunia kerja, sangat dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki ketrampilan dan mampu membangun dirinya sendiri serta bersama–sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. Kemajuan suatu bangsa dimasa akan datang sangatlah tergantung pada mutu pendidikan generasi muda saat ini, karena pemuda adalah ujung tombak dari kesuksesan suatu negara. Termasuk dalam profresionalisme guru tentu perlu adanya kemampuan berfikir lebih agar dapat bersaing untuk pendidikan global seperti saat sekarang ini. Terdapat banyak Pengertian Profesionalisme Guru menurut para ahli. Guru merupakan salah satu komponen penting dalam proses belajar mengajar. Seorang guru ikut berperan serta dalam usaha membentuk sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan.Kata Kunci: Profesionalisme Guru, Bahan Ajar
Pelatihan Teknis Pendekatan Pembelajaran Deep Learning bagi Guru-Guru di Kecamatan Entikong, Kawasan Perbatasan Indonesia-Malaysia Iwan Ramadhan; Imran Imran; Stella Prancisca; Zuri Astari; Adhalia Zatalini; Fauziah Sri Wahyuni; Patrisia Rahayu Utami; Muhammad Nur Imanulyaqin
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.6519

Abstract

Kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia seperti Kecamatan Entikong menghadapi tantangan dalam peningkatan mutu pendidikan akibat keterbatasan infrastruktur, fasilitas sarana dan prasarana serta pelatihan bagi guru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemahaman guru terhadap pendekatan Deep Learning untuk meningkatkan kompetensi pedadogik mereka sebagai guru perbatasan. Mitra kegiatan adalah guru-guru yang tergabung dalam PGRI Kecamatan Entikong sebanyak 32 orang. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode pelatihan klasikal. Secara spesifik, pelatihan ini menggunakan metode ceramah dan diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta. Sementara teknik observasi, wawancara, dan penyebaran angket digunakan sebagai umpan balik. Hasil tes menunjukkan peningkatan signifikan: skor rata-rata pre-test sebesar 64,1 meningkat menjadi 86,9 pada post-test, dengan tingkat kelulusan meningkat dari 50% menjadi 100%. Selain itu, umpan balik peserta menunjukkan skor kepuasan rata-rata 3,8 dari skala 5 atau sebesar 76%, menunjukkan respon positif terhadap materi dan pelaksanaan pengabdian. Peserta juga menunjukkan keterlibatan aktif selama pelaksanaan pengabdian berlangsung. Tantangan utama berupa keterbatasan waktu dan sarana pelatihan, namun dapat diatasi melalui strategi penyampaian materi yang aplikatif dan relevan. Dampak jangka panjang diharapkan mendorong perubahan praktik pembelajaran yang lebih bermakna dan adaptif terhadap tantangan lokal. Kegiatan ini memperkuat kontribusi akademik dosen terhadap dunia pendidikan di wilayah 3T dan mendukung implementasi pendekatan Deep Learning.  
Perubahan Sistem Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pada Masa Pandemi Covid 19: Perencanaan, Pelaksanaan, dan Hasil Pembelajaran Iwan Ramadhan; Stella Prancisca; Imran Imran
Sustainable Vol. 5 No. 1 (2022): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v5i1.2421

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas di SMAN 10 Pontianak. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif jenis deskriptif dengan mendeskripsikan hasil pengamatan dan wawancara dan di analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran di SMAN 10 Pontianak pada penerapan memiliki dua strategi, pertama: strategi pembelajaran tatap muka terbatas dengan jumlah siswa yang hadir ke sekolah sebanyak 50% serta waktu yang digunakan hanya 1 jam per mata pelajaran saja, kedua: strategi pembelajaran dengan sistem E-learning, semua siswa memiliki akun E-Learning untuk mengerjakan latihan soal dan pendalaman materi. Adapun fasilitas protokol kesehatan telah difasilitasi secara lengkap sesuai dengan arahan dari dinas kesehatan dan dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, kemudian persiapan guru dalam RPP dan impementasi pembelajaran menyesuaikan dengan situasi belajar pada masa pandemi serta hasil penilaian yang mengalami penurunan pada tiga aspek. Sehingga strategi pembelajaran tatap muka terbatas pada masa pandemi masih dihadapi dengan beebrapa permasalahahan yang dituntut untuk segera diambil langkah baru dari sekolah.
Implementation of Kurikulum Merdeka at SMA Negeri 1 Pontianak Iwan Ramadhan; Imran Imran; Suriyanisa Suriyanisa
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v21i2.68857

Abstract

The determination of the independent curriculum to become the national curriculum reflects the determination to adopt innovative approaches in teaching and adapt the curriculum to the changing needs of the times, as measured by assessment results, changes in student character, and competence in recent years. This research aims to determine the success of schools in adopting an independent curriculum. The research method used is a descriptive qualitative type to explore the curriculum implementation in the school environment and the intracurricular and co-curricular processes of SMA Negeri 1 Pontianak. Data collection techniques include observation of lessons and assessments, interviews with one sociology teacher and two teaching staff, and documentation. The research results on intracurricular and co-curricular intracurriculars regarding learning differentiation, and assessment were well conducted—measurable learning process activities from start to finish and assessment. Meanwhile, P5 activities are planned and carried out in detail to trigger students to develop their talents and potential in work and future challenges. Implementing differentiated learning and assessment and P5 went according to plan, and students at all levels achieved the P5 strengthening project.   Abstrak Penetapan Kurikulum Merdeka, menjadi kurikulum nasional mencerminkan tekad untuk mengadopsi pendekatan inovatif dalam pengajaran, serta menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan zaman yang terus berubah, terukur dari hasil asesmen, perubahan karakter dan kompetensi peserta didik beberapa tahun ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan sekolah mengadopsi Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif jenis deskriptif untuk mendalami penerapan kurikulum di lingkungan sekolah dan proses intrakurikuler dan kokurikuler SMA Negeri 1 Pontianak. Teknik pengumpulan data melalui observasi pada pembelajaran dan asesmen, wawancara 1 guru Sosiologi dan 2 tenaga pendidik, serta dokumentasi. Hasil penelitian pada intrakurikuler dan kokurikuler, Intrakurikuler menyangkut diferensiasi pembelajaran dan asesmen terlaksana sangat baik. Terukur dari aktivitas proses pembelajaran dari awal hingga akhir dan asesmen. Sedangkan kegiatan P5, terencana dan terlaksana secara detail sehingga memicu peserta didik mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki dalam dunia kerja dan tantangan ke depannya. Penerapan pembelajaran serta asesmen berdiferensiasi dan P5 berjalan sesuai rancangan dan peserta didik semua jenjang mampu mencapai ketercapaian projek penguatan P5. Kata Kunci: Implementasi kurikulum; intrakuriler; kokurikuler; Kurikulum Merdeka
Co-Authors Achmadi Agung Edi Rustanto Agung Wahyudi Agus Purwanto Agus Sikwan Ahmad Yani T Alberta Febiastri Alexius Aan Anindya Zalianty Benedictus Audy Andarto Bintang R. Simbolon Cary Chappel Cecep Wahyu Hoerudin Citra Aprilina Kartika Arti Daniel Daniel Daniel Daniel Darlingga Parassati Dewantara, Jagad Aditya Edwin Mirzachaerulsyah Efriani Efriani Eko Wahyu Junaidi Elisha Amelinda R Emita Emita Fadhira Utami Fera Feru Aryan Firmansyah, Haris GB. Sasya Febrianty Hadi Wiyono Hartiningsih Hartiningsih Heni Kuswati Hidayat Hidayat Husni Syahrudin I Ketut Suada Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ika Rahmatika Chalimi Indra Gunawan Iqbal Prathama Issrotien Nasroh Iwan Ramadhan Iwan Ramadhan Izhar Salim Juliantara Juliantara Kritiana Nawai Leha Safitri Linda Linda Lisa Ranti Mardiyanti Liyushiana, Liyushiana Maria Oktavia Niken Maria Ulfah Martono Martono Masitah Handayani Mega Cantik putri Aditya Melanie Mardani Melia Ramadanti Mia Aina Miftahul Ambariyah Mikha Aryanti Muhammad Agus Hardiansyah Muhammad Nur imanulyaqin Munandar Munandar Mutia Sartika Nabila Khairunnisa Natalia Sella Nining Ismiyani Nining Ismiyani Nuraini Asriati Okianna Okianna Patrisia Rahayu Utami Purnama, Shilmy Riama Al Hidayah Rijal Fauzi Rino Rino Rizki Setiawan Rokiaske Rokiaske Ryan Aldiansyah Akbar Sana Sana Shofwan Sindi Nur Solidah Sinta Sinta Siti Chintya Wulan Rajab Stella Prancisca Supriadi Supriadi Suriyanisa Suriyanisa Suriyanisa Suriyanisa Surya Pratama Sutoyo Budiharto Syamsuri Syamsuri Thomy Sastra Atmaja Tiya Sari Tri Wijaya Uray Rosa Febrianti Vincent Obedient W Vincent Obedly Wisely Wahyuni, Fauziah Sri Wanto Rivaie Warneri . Yusawinur Barella Zuri Astari