This Author published in this journals
All Journal RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) International Journal of Education BAHASA DAN SASTRA Jurnal Arbitrer LOKABASA IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Tawarikh : Journal of Historical Studies Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Jaladri : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Journal on Education KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra) Jurnal Masyarakat dan Budaya Linguistik Indonesia Magistra Andalusia : Jurnal Ilmu Sastra Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia REiLA: Journal of Research and Innovation in Language Loa : Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan SAGA: Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics Al-Fathin: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Lexeme : Journal of Linguistics and Applied Linguistics Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Edusentris: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran DIMASATRA Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda HUMAN: Journal of Social Humanities and Science Aksara Jurnal Panalungtik Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Ranah: Jurnal Kajian Bahasa JENTERA: Jurnal Kajian Sastra
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS RAGAM BAHASA PADA MASYARAKAT MULTILINGUAL DI PASAR PRAPATAN KABUPATEN MAJALENGKA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Afif, Deyaha; Isnendes, Retty; Kurniawan, Eri
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i3.12621

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian sosiolinguistik yang bertujuan untuk mengidentifikasi ragam bahasa yang muncul dalam interaksi jual-beli pada masyarakat multilingual di pasar Prapatan, Kabupaten Majalengka. Adapun metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yakni deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data simak libat cakap, wawancara dan dokumentasi. Teori penelitian yang digunakan yakni Ragam Bahasa berdasarkan tingkat keformalannya menurut Martin Joos (1967) dengan teori faktor munculnya ragam bahasa menurut Holmes (1992). Hasil dari penelitian ini menunjukan ada tiga ragam bahasa yang muncul dari interaksi jual-beli tersebut yakni 1) ragam usaha (consultative) yang menunjukan adanya tujuan komunikasi untuk mencapai kesepakatan jual-beli, 2) ragam santai (casual) & ragam usaha (consultative) menunjukan komunikasi yang didukung kedekatan personal para penutur dengan tujuan kesepakatan jual-beli, dan 3) ragam akrab (intimate) & ragam usaha (consultative) menunjukan komunikasi yang dilatarbelakangi adanya hubungan kekeluargaan antara salah satu penutur dengan tujuan akhir mencapai kesepakatan jual-beli. Sementara faktor pendukung munculnya ragam bahasa yang ditemukan dari penelitian ini yakni berdasarkan 1) status sosial, 2) jenis kelamin, 3) usia, dan 4) etnis.Kata Kunci: Sosiolinguistik, ragam bahasa, multilingual, pasar tradisional
CONTEXTUALIZATION OF ISLAMIC EDUCATION VALUES IN THE USE OF THE WORD CHICKEN IN BANJAR PROVERBS Mubarok, Ahmad; Isnendes, Retty; Kurniawan, Eri
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 04 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v13i04.7006

Abstract

Background: This research is motivated by the rich cultural heritage of the Banjar community and the significance of proverbs as a medium for imparting moral and educational values. Understanding the Islamic values embedded in these proverbs enhances the appreciation of local wisdom and education. Purpose: This study aims to reveal the values of Islamic education contained in the use of the chicken lexicon in the Banjar proverb and explain the function of the Banjar proverb as a medium for Islamic value education in the Banjar community. Method: The research method used is a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected from two main books that document Banjar proverbs, namely Peribahasa Banjar Urang Banjar’ and  ‘Kamus Peribahasa Banjar’. The analysis was carried out by matching and interpreting 196 Banjar proverbs using the chicken lexicon, as well as interviews with cultural and literary sources of Banjar. Result: The results of the study show that Banjar proverbs that use the chicken lexicon contain various Islamic educational values, such as the value of faith (tawakal), sharia value (professionalism), and the value of morality (courage, compassion, humility, insight, hard work, and tolerance). Conclusion: The conclusion of this study is that the Banjar proverb with chicken lexicon is able to convey the values of Islamic education in a relevant and contextual way, strengthen cultural identity, and help shape the character of society based on Islamic teachings. The suggestion for further research is to explore more deeply the use of other animal lexicons in Banjar proverbs and their relationship to Islamic educational values.
Balancing Linguistic Goals and Community Relevance: Lessons from Documenting the Baduy dalam Sundanese Language Hernawan; Eri Kurniawan; Retty Isnendes; Rd. Dian Dia-an Muniroh; Haris Santosa Nugraha; Bradley McDonnel; Michael Ewing
Linguistik Indonesia Vol. 43 No. 1 (2025): Linguistik Indonesia
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/li.v43i1.657

Abstract

Language documentation plays a critical role in preserving linguistic diversity and cultural heritage. However, balancing the academic goals of linguists with the practical needs and interests of indigenous communities remains a challenge. This study reports on the first phase of documenting the relatively isolated indigenous language of Baduy Dalam in Banten, Indonesia. Using a linguist-centered approach, the fieldwork involved eliciting language data and recording daily narratives, culminating in the creation of a small Baduy dictionary. While the project succeeded in capturing targeted word forms and sentence structures, local informants expressed concerns about its relevance to their community. These findings highlight the limitations of linguist-driven documentation efforts, suggesting the need for approaches that prioritize community engagement and shared ownership of language preservation initiatives. A shift towards community-based and multidisciplinary methodologies may foster greater participation, ensuring that language documentation aligns with both academic and local community objectives.
Model Window Shopping dalam Pembelajaran Membaca Cerita Pendek (Studi Praeksperimen pada Kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 2 Majalengka Tahun Ajar 2023/2024) Nurhalizah, Atifah; Isnendes, Retty; Nugraha, Haris Santosa
Jurnal IKADBUDI Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v13i2.76525

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman siswa terhadap bahasa sunda, kurangnya minat membaca siswa, kurangnya minat mempelajari bahasa sunda, banyak siswa yang belum mengetahui tentang karya sastra sunda khususnya cerpen, siswa merasa jenuh di dalam kelas, dan kurangnya kreativitas guru dalam menerapkan model pembelajaran. Dengan menerapkan model Window Shopping diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) kemampuan siswa dalam membaca cerpen sebelum menggunakan model pembelajaran Window Shopping, 2) kemampuan siswa dalam membaca cerpen setelah menggunakan model pembelajaran Window Shopping, 3) perbedaan kemampuan membaca carita pondok sebelum dan sesudah menggunakan model Window Shopping. Penelitian ini menggunakan metode kuasi praeksperimen dengan jenis pendekatan kuantitatif dan menggunakan desain one group pre-test and post-test. Sumber datanya adalah kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 2 Majalengka Tahun Ajaran 2023/2024 yang berjumlah 36 siswa, 14 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan dengan menggunakan teknik tes. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) kemampuan membaca cerita pendek sebelum menggunakan Window Shopping, 2) kemampuan membaca cerita pendek siswa setelah menggunakan Window Shopping, 3) perbedaan kemampuan membaca cerita pendek siswa sebelum dan sesudah menggunakan Window Shopping. Penelitian ini diuji parametrik signifikansi sig.(2-tailed) 0,000 < 0,05 berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Oleh karena itu dapat dibuktikan terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan membaca cerpen siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 2 Majalengka Tahun Pelajaran 2023/2024 sebelum dan sesudah menggunakan model Window Shopping. 
Analisis Struktur dan Nilai Budaya Cerita Rakyat di Sekitar Waduk Jatigede Sumedang Sandiana, Dian; Isnendes, Retty; Haerudin, Dingding
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 10 No 1 (2024): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v10i1.3757

Abstract

This research aims to inventory the folklore in the Sabudeureun Jatigede reservoir, Sumedang district. The aim is that all or part of the folklore can be documented, preserved and planned, in development efforts so that it can be utilized optimally to improve the quality of social life of the people in West Java. In addition, it is hoped that it can maintain, preserve and develop the cultural values contained therein which can be utilized optimally to improve the quality of people's social life. This research uses qualitative methods, namely understanding the phenomena experienced by the research subjects. Meanwhile, the research techniques used are library studies and field techniques. The data collection technique uses recording or noting informants' storytelling activities which are directed at being able to answer what and how the stories, local history or myths they have. Meanwhile, interviews are used to answer the meaning or cultural values contained therein. Apart from that, secondary data was also collected related to previous writings regarding descriptions of local history, myths and folklore related to the purpose of the writing. Meanwhile, the theories used in this research are structuralism and functionalism theories. The results of the research are folktales in the Jatigede reservoir, Sumedang Regency, which contain 40 folktales, namely: Endog Sapatalangan, Prabu Adji Putih, Prabu Tungtang Buana, Resi Patangjala Seda, Dewi Nawang Wulan, Dalem Santapura, Aji Putih Sungklanglarang, Babon Kadarmarajaan, Sasakala Weak Sagandu, Sasakala Sumedang Larang, Sasakala Darmaraja, Origins of Cipeueut, Origins of Cipaku, Sasakala Cieunteung, Sasakala Cimanuk, Sasakala Cau Manggala, Sasakala Halu jeung Lisung, Buhaya Putih jeung Keuyeup Bodas, Gunung Surian, Cadasngampar, Pasircalung, Jemah, Mount Jagat, Mount Lingga, Mount Simpay, Mount Cikalingsem, Mount Pamalayan, Mount Sangkan Jaya, Mount Bande, Mount Putri, Kampung Gorowong, Kampung Leuwi Hideung, Kampung Malember, Puncak Damar, Sasakala Paauthor, Sangkuriang version of Paauthor, Larasati Suwung Rasa, Asal -Suggestions for Overtime Pamelangan, Sasakala Kampung Karedok, and Sasakala Lebak Siuh. Furthermore, the content of the story does not focus solely on local history (historiography). Other stories appear as they occur in other areas, for example about sasakala (the origins of a place), cosmological stories, such as the world of spirits and ghosts and stories related to agriculture. Viewed in terms of function, this research aims to show identity which in turn builds the character of the community. Likewise, folklore can provide an understanding of the behavior of people who believe in supernatural beings
Penerapan Media Pembelajaran Aplikasi Canva terhadap Kemampuan Menulis Aksara Sunda Rahmawati, Ira; Nurjanah, Nunuy; Isnendes, Retty
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 10 No 1 (2024): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v10i1.3785

Abstract

This research aims to investigate the effectiveness of implementing technology-based learning media, especially the Canva application, in improving Sundanese writing skills. The research method used was an experiment with a pretest-posttest designone group. The sample for this research was class X students at a high school in Kuningan. The experimental group received learning using the Canva application. Data was collected through a Sundanese writing test before and after the intervention. The results of data analysis showed a significant increase in the ability to write Sundanese script in the experimental group. These findings confirm that the application of the Canva application learning media can be effective in improving the writing skills of Sundanese script in high school students. The pedagogical implications of this research support the integration of technology in regional language learning to improve students' skills in writing Sundanese script.
Language Attitude of Millennial Sundanese Speakers: A Sociolinguistic Perspective Trianto, Ikmal; Muniroh, R. Dian Dia-an; Gunawan, Wawan; Isnendes, Retty; Wirza, Yanty
Jurnal Arbitrer Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ar.12.2.192-209.2025

Abstract

This study aims to identify the language attitude tendencies of the millennial Sundanese-speaking group in the city of Bandung, along with the factors that influence them. A sociolinguistic approach using a mixed-methods design is employed to measure the dominance of language attitudes among millennials within various domains of their daily communication. This can indicate whether this generation is inclined to maintain their mother tongue or shift toward using other languages in their interactions. A total of 97 individuals responded to the distributed questionnaire; however, only 80 met the predetermined criteria. In this context, the researcher utilized a modified version of the instrument developed by Cohn (2013). In addition, interviews and observations were conducted to gain a deeper perspective on the language attitude tendencies of this millennial group. Millennials like Indonesian and international languages better than Sundanese online because they perceive them as more functional and global. However, though Sundanese use declines in everyday life, a significant majority of respondents are also concerned about language conservation and have encouraged electronic means of preserving Sundanese to thrive in new communication spaces. This study determines that while millennials are cognizant of Sundanese’s cultural and identity value, pragmatic limitations such as speech-level complexity and technological influence are contributing factors in its gradual decline. The findings emphasize the need for innovative strategies, including online content creation and policy implementation, to preserve the use and liveliness of Sundanese among the younger generations.
Mengintegrasikan Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Sastra dan Budaya Lokal: Temuan dari FGD Kolaboratif UPI–UNDIKSHA Koswara, Dedi; Darajat, Danan; Alamsyah, Zulfikar; Isnendes, Retty; Suherman, Agus
Dimasatra Vol 5, No 1 (2025): April
Publisher : Faculty of Language and Literature Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dm.v5i1.75630

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru dan dosen pengajar bahasa daerah mengenai implementasi Kurikulum Merdeka dan capaian pembelajarannya, khususnya dalam konteks pembelajaran sastra dan budaya lokal. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Sunda Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan dosen Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Bali. Latar belakang kegiatan ini didasari oleh tantangan dalam dunia pendidikan pascapandemi Covid-19, yang menuntut adanya penyesuaian terhadap kurikulum serta penerapan pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel, adaptif, dan kontekstual terhadap lingkungan budaya peserta didik. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) dengan mengintegrasikan metode ceramah, diskusi, dan simulasi. Subjek kegiatan difokuskan pada guru bahasa daerah dan dosen pengampu mata kuliah bahasa dan budaya daerah di lingkungan UPI dan Undiksha, serta se-Indonesia. Hasil FGD menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap prinsip-prinsip dasar Kurikulum Merdeka, capaian pembelajarannya, serta strategi integrasi nilai-nilai budaya lokal, seperti budaya Sunda dan Bali, ke dalam proses pembelajaran. Selain memberikan dampak langsung dalam peningkatan kompetensi peserta, kegiatan ini juga menghasilkan sejumlah luaran akademik, di antaranya: (1) artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi, (2) buku hasil kegiatan, (3) artikel populer di media massa, serta (4) pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Temuan dan pengalaman dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model implementatif bagi institusi pendidikan lainnya dalam mengembangkan kurikulum berbasis kearifan lokal secara lebih sistematis dan berkelanjutan.
KAJIAN STRUKTURAL DAN PSIKOLOGI HUMANISTIK DALAM NASKAH DRAMA GÉNJLONG KARATON KARYA DIAN HENDRAYANA Nugraha, Asep Suhendar; Koswara, Dedi; Isnendes, Retty; Rahmat, Wahyudi
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 20, No 1 (2025): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v20i1.8402

Abstract

Abstrak Penelitian ini didasari oleh pentingnya meneliti ilmu kejiwaan dalam naskah drama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur cerita drama, struktur naskah drama, dan psikologi humanistik yang terkandung dalam naskah drama Génjlong Karaton karya Dian Hendrayana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif-kualitatif, tekniknya studi pustaka. Hasil dalam penelitian ini yaitu secara struktur cerita terbilang lengkap karena semua aspek tergambar jelas dalam naskah dramanya. Secara struktur naskah terbilang tidak lengkap karena ada beberapa aspek yang tidak tergambar dalam naskah dramanya yaitu prolog, aside, dan epilog. Sedangkan lima tingkatan kebutuhan manusia semuanya tergambar jelas dalam naskah drama “Génjlong Karaton” karya Dian Hendrayana. Kata-kata Kunci: kajian struktural; naskah drama; psikologi humanis Abstract This research is based on the importance of examining psychology in drama scripts. This research aims to find out the structure of the drama story, the structure of the drama script, and the humanistic psychology contained in the drama script “Génjlong Karaton” by Dian Hendrayana. The method used in this research is descriptive-qualitative; the technique is a literature study. The results in this study are that the story structure is fairly complete because all aspects can be found in the script. Structurally, the drama script is incomplete because there are several aspects that are not reflected in the drama script, namely the prologue, the aside, and the epilogue. The five levels of human needs are clearly depicted in the drama script “Génjlong Karaton” by Dian Hendrayana.
Vokal dalam bahasa daerah di Kalimantan Selatan: sebuah kajian tipologi bahasa Mubarok, Ahmad; Isnendes, Retty; Kurniawan, Eri
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v7i2.1007

Abstract

This study aims to examine the vocal system in regional languages in South Kalimantan, focusing on eighteen varieties of local languages, namely Banjar, Sunda, Bakumpai, Lawangan, Dayak Halong, Dusun Deah, Flores, Manyan, Abal, Sasak, Javanese, Bugis, Samihin, Bajau, Madura, Berangas, Bali, and Mandar. The research method used is a qualitative descriptive approach with literature data analysis. The results showed variations in the vocal system between regional languages, with some languages having unique vowels while others showed anomalies in the distribution of vowels. The study found that the vowels /i/, /u/, /e/, and /a/ were found in all of the regional languages studied, while the vowels /ə/ were found in seventeen languages, the vowels /o/ in thirteen languages, and the vowels /ɔ/ in six languages. This research makes an important contribution to the development of language typology in South Kalimantan and can be the basis for further research on vocal anomalies in the regional language.