Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Hukum terhadap Pelanggaran HAM dalam Penanganan Demonstrasi Mahasiswa Dyah Rahmawati; Fajar Wijayanto; Vidya Nirmala Sari; Rr. Rina Antasari
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.7594

Abstract

Penelitian ini membahas analisis hukum terhadap pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dalam penanganan demonstrasi mahasiswa di Indonesia. Demonstrasi mahasiswa merupakan wujud kebebasan berekspresi dan berkumpul yang dilindungi oleh konstitusi dan instrumen HAM internasional. Meskipun demikian, praktik di lapangan menunjukkan adanya penggunaan kekuatan berlebihan, kriminalisasi, intimidasi, dan penyempitan ruang sipil. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis-normatif dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, regulasi, putusan pengadilan, dan laporan lembaga HAM. Hasil analisis menunjukkan bahwa defisit pemahaman aparat mengenai HAM, celah regulasi, serta kurangnya mekanisme pengawasan berkontribusi terhadap pelanggaran. Strategi penanganan demonstrasi yang mengintegrasikan pelatihan berbasis HAM, SOP yang jelas, kolaborasi lintas lembaga, dan mekanisme akuntabilitas efektif dalam melindungi hak mahasiswa serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum
A Hybrid Model of Women’s Da’wah through Cultural and Digital Integration Siti Nasikhah; Rina Antasari; Achmad Syaifudin; Rodin, Imam
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 9 No. 1 (2026): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/muharrik.v9i1.9424

Abstract

This study examines the innovative da’wah   strategies of Muslimat Nahdlatul Ulama in integrating Ahlussunnah Wal Jama'ah (Aswaja) values amid ongoing social transformation in East OKU Regency, Indonesia. Using a field-based qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, non-participant observations, and document analysis involving Muslimat NU leaders, religious figures, and community members. The findings indicate that Muslimat NU adopts a culturally grounded and digitally integrated da’wah   model that combines social media engagement with community-based religious activities. This approach enhances the relevance of da’wah   in contemporary society while strengthening women’s participation in both religious and social spheres. In addition, da’wah   bil-hal (action-based preaching) is implemented through socio-economic empowerment programs, enabling women to develop economic independence and active social roles. The study further reveals that Aswaja values moderation, balance, and tolerance are systematically internalized through participatory religious forums and community activities, transforming traditional gatherings into spaces for social learning and problem-solving. These strategies contribute to strengthening social cohesion and expanding the role of women as active agents in community development. This study contributes to the literature by demonstrating how local Islamic organizations adapt da’wah   practices through the integration of cultural and digital approaches to address contemporary social challenges.