Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BERBASIS PANGAN LOKAL (STUDI KASUS: UMKM SIJARWO) Khalifah, Ishtar; Marwanti, Sri; Riptanti, Erlyna Wida
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 7 No 1 (2024): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v7i1.3478

Abstract

Pangan lokal yaitu pangan yang dikembangkan dari potensi setempat. UMKM Sijarwo bergerak di pengolahan pangan lokal ubi kayu jarak towo. UMKM Sijarwo telah berjalan kurang lebih selama 4 tahun tetapi dalam pelaksanaanya masih terdapat kendala seperti belum maksimalnya dalam melaksanakan manajemen usahanya. Berdasarkan kendala yang dihadapi maka tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kriteria, subkriteria dan aktor yang berpengaruh, merumuskan alternatif strategi yang dapat diterapkan dan menganalisis prioritas strategi yang tepat dalam pengembangan di UMKM. Metode analisis data dengan Analytical Hierarchy Process. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kriteria yang paling berpengaruh yaitu kriteria pasar dan pemasaran (0,322), subkriteria SDM yaitu wawasan (0,419), subkriteria keuangan yaitu pembukuan (0,717), subkriteria produksi dan operasi yaitu ketersediaan bahan baku (0,362), subkriteria pasar dan pemasaran yaitu pelayanan (0,366) aktor yang paling berpengaruh yaitu konsumen (0,456) dan prioritas strategi yaitu memperluas jangkauan pasar 0,447.
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Minyak Goreng Zico pada PT Pradja Agro Indoland Menggunakan Metode Statistical Quality Control (SQC) Utami, Fitriyani Mega; Harisudin, Mohamad; Riptanti, Erlyna Wida
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 4 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Penelitian ini dilakukan di PT Pradja Agro Indoland dan bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas produksi minyak goreng Zico, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kerusakan produk, serta merumuskan rekomendasi solusi perbaikan kualitas. Metode yang digunakan yaitu metode Statistical Quality Control (SQC) yang bertujuan untuk menganalisis apakah pengendalian kualitas yang dilakukan sudah dikatakan layak atau tidak. Metode SQC menggunakan alat bantu analisis yang dikenal dengan seven tools yang meliputi lembar pemeriksaan, histogram, diagram pareto, diagram sebar, diagram sebab-akibat, diagram alir, dan peta kendali. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengendalian kualitas minyak goreng Zico sudah layak namun masih perlu perbaikan kedepannya. Diagram alir menunjukkan proses produksi minyak goreng Zico yang meliputi penerimaan bahan baku, penyabunan, pencucian, pemasakan, dan penyaringan. Berdasarkan peta kendali, tidak ada titik yang melewati garis CL=0,0048; UCL=0,0068; LCL=0,0027 yang berarti kualitas produk masih dapat ditoleransi. Hasil dari histogram dan diagram pareto menunjukkan urutan jenis kerusakan tertinggi hingga terendah yaitu asam lemak bebas dengan nilai 1,754/52,25%, kadar air dengan nilai 1,520/45,28%, dan kadar kotoran 0,083/2,47%. Diagram sebar menunjukkan tidak adanya hubungan antar jenis kerusakan. Diagram sebab-akibat menunjukkan bahwa terdapat empat faktor yang mempengaruhi kerusakan produk yaitu bahan baku, mesin, tenaga kerja, dan metode. Adapun rekomendasi perbaikan yang diusulkan yaitu peningkatan standar kualitas bahan baku, pembagian tugas pekerja sesuai kemampuan dan keahlian, dan lebih rutin melakukan pemeliharaan mesin produksi.
PENGEMBANGAN DESA WISATA JATISARI EDUPARK MELALUI PENINGKATAN KUALITAS SARANA PRASARANA DAN KELEMBAGAAN Sulistyono, If Bambang; Irianto, Heru; Riptanti, Erlyna Wida; Herawati, Aktavia
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.56454

Abstract

Jatisari Edupark is an innovative tourism village situated in Jatisari Village, Jatisrono District, Wonogiri Regency. Jatisari Edupark embodies the principles of ecotourism, agricultural education, outdoor activities, and gastronomic experiences. The objective of this initiative is to transform Jatisari Village into a tourism destination—Jatisari Edupark—by enhancing the level of services, infrastructure, and institutions. Since its debut in 2022, this tourism village has faced numerous challenges, including inadequate facilities and infrastructure for visitors. The identified root problems comprise the absence of shade due to a lack of shade-providing vegetation, limited and homogeneous outbound equipment facilities, unattractive photo opportunities, inadequate promotion of the tourist village, and the nonexistence of a Tourism Awareness Group (TAG) institution. The suggested remedies encompass the planting of shade trees, the introduction of outbound equipment, landscaping with flowering plants, the creation of promotional content for social media dissemination, and the enhancement of the institutional structure. The employed strategy involves active participation and engagement from the Jatisari Edupark managers, along with direct involvement in all activities, monitoring, and assessment of outcomes. The outcomes of the activities indicated that shade plants—namely pule and ketapang kencana trees—were planted, with ten specimens of each type. Landscaping involved the planting of diverse ornamental flora, including golden shower, tapak dara, chrysanthemum, sunflower, asoka, and bougainvillea. Outbound equipment has been supplied, comprising safety helmets and rafts for rafting and outbound activities. Furthermore, training on the development of promotional content for social media has been conducted. Consequently, the site has become increasingly shaded, the amenities for outdoor activities are now sufficient, and members of the Tourism Awareness Group have successfully uploaded promotional content on social media. Jatisari Edupark merupakan rintisan desa wisata yang berada di Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri. Jatisari Edupark mengusung konsep wisata alam, edukasi di bidang pertanian, outbound dan kuliner. Tujuan dari kegiatan ini adalah pengembangan Desa Jatisari menjadi Desa Wisata Jatisari Edupark melalui peningkatan kualitas sarana dan prasarana serta kelembagaan. Berbagai permasalahan dihadapi dalam mengembangkan rintisan desa wisata ini sejak diresmikannya pada tahun 2022, diantaranya minimnya fasilitas sarana prasarana untuk wisatawan. Akar permasalahan yang ditemukan diantaranya kurang teduhnya lokasi karena belum ada tumbuhan peneduh, fasilitas peralatan outbound masih terbatas dan belum variatif, spot foto pemandangan yang kurang menarik, promosi desa wisata belum masif, dan belum adanya kelembagaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Solusi yang ditawarkan meliputi penanaman tanaman peneduh, introduksi peralatan outbound, penataan lansekap dengan tanaman bunga, membuat konten promosi dan melakukan promosi di media sosial, dan penguatan kelembagaan Pokdarwis. Metode yang diterapkan adalah partisipatif aktif dari pengelola Jatisari Edupark dan pelibatan langsung di seluruh kegiatan, monitoring dan evaluasi hasil kegiatan. Hasil kegiatan diperoleh bahwa telah dilakukan penanaman tanaman peneduh yaitu tanaman pule dan ketapang kencana masing-masing sebanyak 10 pohon. Dilakukan penataan lansekap dengan menanam berbagai tanaman hias meliputi bunga jatuh emas, bunga tapak doro, bunga krisan, bunga matahari, bunga asoka dan bunga kertas. Telah dilakukan pemberian peralatan outbond berupa helm pengaman dan ban untuk rafting/outbond. Selain itu juga telah dilakukan pelatihan pembuatan konten promosi untuk diunggah di media sosial. Hasilnya, lokasi menjadi lebih teduh, sarana prasarana untuk outbond memadai, dan anggota kelompok sadar wisata mampu mengunggah konten di media sosial untuk promosi.
Pengaruh Ekuitas Merek dan Atribut Produk terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Gula Pasir di Pasar Swalayan Kota Surakarta Mulyo, Tirto; Rahayu, Endang Siti; Riptanti, Erlyna Wida
Agricultural Socio-Economic Empowerment and Agribusiness Journal Vol 1, No 1 (2022): June
Publisher : Program Studi Magister Agribisnis, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrisema.v1i1.61912

Abstract

White sugar is one of the beverage ingredients with the highest amount of consumption in Indonesia. This is based on drinking habits and processed foods that use granulated sugar. The large selection of brands and product attributes offered by the company gives people the option to buy white sugar products they want. Consumers have to make decisions in every purchase of white sugar products. This study aims to find out the characteristics of white sugar consumers in Surakarta City supermarkets, analyze the influence of brand awareness/associations, perception of quality, and brand loyalty to brand equity in white sugar consumers in Surakarta City supermarkets, and analyze the influence of brand equity and product attributes on purchasing decisions in white sugar consumers in Surakarta City supermarkets. This research used descriptive method of analytics with a non-probability sampling method using 150 respondents. The method of data collection using interview method with questionnaire. Data analysis using structural equation modeling (SEM) methods with SmartPLS 3.3.3 software. The results showed that white sugar consumers in Surakarta City supermarkets were dominated by 17-30 years old, female gender, undergraduate education level, income of Rp1,500,001.00-Rp3,000,000.00 per month, family members 4 people, the amount of consumption 1.1-5 kg per month, with the gulaku white sugar brand. A significant variable affecting brand equity in white sugar consumers in Surakarta supermarkets is the perception of quality and brand loyalty. The brand awareness variable does not have a significant influence.