p-Index From 2021 - 2026
9.381
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH ELEMEN PEMBENTUK RUANG UNIT RUMAH SUSUN TERHADAP KENYAMAN FISIK STUDI KASUS: RUMAH SUSUN DI KABUPATEN SEMARANG Muhamad Wisnu Aribowo; Siti Rukayah; Edward Endrianto Pandelaki
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v7i3.3092

Abstract

Abstract: This research aims to analyze whether the architectural design of flat residential units in Semarang Regency is in accordance with the residents' expectations, namely flats that are livable, of high quality, and able to accommodate all the needs and activities of flat residents. The object of this research is flats in Semarang Regency, namely Ambarawa flats, Ungaran A and Ungaran B flats. (Karyono, 2013) states that 4 comforts are influenced by building design, namely spatial, thermal, audio and visual comfort which should be present to meet resident demands. The sample method in this research is random sampling, the sample results obtained were 131 people consisting of 52 residents of Ambarawa flats, 48 respondents of flats A and 31 respondents of flats B. The data analysis techniques used are factor analysis, hypothesis testing, chi-square test and regression.Keyword: architecture, space elements, flats house, perception, comfortAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah desain arsitektur unit hunian rumah susun di Kabupaten Semarang sudah sesuai dengan harapan penghuninya yaitu rumah susun yang layak ditinggali,     berkualitas     tinggi,     dan     mampu     mewadahi     segala kebutuhan dan kegiatan warga rusun. Objek   penelitian ini adalah rumah susun di Kabupaten Semarang yaitu rumah susun Ambarawa, rumah susun Ungaran A dan Ungaran B. (Karyono, 2013) menyatakan bahwa 4 kenyamanan yang dipengaruhi desain bangunan yaitu kenyamanan ruang, termal, audio, dan visual yang sebaiknya ada agar memenuhi tuntuan penghuni. Metode sampel dalam penelitian ini yaitu sample random sampling, hasil sampel yang didapatkan  sebesar 131 orang  terdiri dari penghuni rumah susun Ambarawa sebanyak 52 responden, rumah susun  A sebanyak 48 responden dan  B sebanyak 31 responden. Teknik analisis data yang digunakan berupa analisis faktor, uji hipotesis, uji chi-square dan regresi.Kata Kunci: arsitektur, elemen ruang, rumah susun, persepsi, kenyamanan
EVALUASI PENERAPAN DESAIN INKLUSIF DAN BERKELANJUTAN PADA MUSEUM KOTA LAMA SEMARANG Arnia Iga Meirta; Gagoek Hardiman; Siti Rukayah
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v7i4.3807

Abstract

Abstract: Semarang Old Town Museum is one of the revitalization programs of Semarang Old City, which in its development plan realizes the 11th sustainable development goal of "Sustainable Cities and Settlements" which in this goal applies an inclusive design concept. The application of inclusive design to museum as public spaces is very important to pay attention to as the adoption of the needs of various categories of users. The purpose of the study was to evaluate the application of exclusive design at the Semarang Old City Museum to find out whether the applied design met the standards and rules of user needs. The research method used is descriptive qualitative, with an etic knowledge approach as a design parameter and emic knowledge obtained from the results of the questionnaire to visitors. The results showed that the Semarang Old City Museum has implemented an inclusive design based on parameters, but some are not in accordance with the parameter standards, namely the width of the inner room corridor. Inclusive application of digital and immersive technology systems provides flexible design for visitors so that it supports as a sustainable designKeyword: Museums, Inclusive Design, SustainableAbstrak: Museum Kota Lama Semarang merupakan salah satu program revitalisasi Kota Lama Semarang, yang dalam rencana pengembangannya mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan ke 11 “Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan” yang di dalam tujuan ini menerapkan sebuah konsep desain inklusif. Penerapan desain inklusif pada museum sebagai ruang publik sangat penting untuk diperhatikan sebagai adopsi kebutuhan dari berbagai kategori penggunanya. Tujuan penelitian yaitu mengevaluasi penerapan desain inklusif pada Museum Kota Lama Semarang untuk mengetahui apakah desain yang diterapkan telah memenuhi standar dan kaidah kebutuhan penggunanya. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif, dengan pendekatan etic knowledge sebagai parameter desain dan emic knowledge yang didapat dari hasil kuesioner terhadap pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan Museum Kota Lama Semarang telah menerapkan desain inklusif berdasarkan parameter, namun adapula yang tidak sesuai dengan standar parameter yaitu pada lebar koridor ruang dalam. Penerapan inklusif pada sistem teknologi digital dan imersif memberikan desain yang fleksibel bagi pengunjung sehingga mendukung sebagai desain yang berkelanjutan.Kata Kunci: Museum, Desain Inklusif, Berkelanjutan
INTEGRASI PKL DAN TAMAN LINGKUNGAN R. Siti Rukayah; Athia Maulida Tsania Shofie
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v7i4.3820

Abstract

Abstract: This paper reveals the integration of street vendors into residential neighbourhood parks. Three street vendors operating day and night. Their existence visually reduces the comfort of neighbourhood parks and housing. Previously, designs had been carried out using containers, but shop buildings were chosen because they were cheaper. The residents formalized the street vendors into three small shops. The setback of the building is further back into the garden, so it has parking. This research aims to reveal visual comfort based on survey methods, Google Street View observations and interviews. The findings are an improvement in the visual quality of the residential environment and comfort for buyers.Keyword: Street vendors, park, visualAbstrak: Paper ini menguak integrasi PKL ke dalam taman lingkungan perumahan. Tiga buah PKL yang beroperasi siang dan malam secara visual mengurangi kenyamanan taman lingkungan dan perumahan. Sebelumnya telah dilakukan desain dengan menggunakan kontainer tetapi bangunan toko menjadi pilihan karena lebih murah. Warga melakukan formalisasi PKL menjadi tiga buah toko kecil. Setback bangunan lebih mundur ke dalam taman sehingga memiliki ruang parkir yang cukup. Tujuan penelitian ini adalah menguak kenyamanan visual berdasarkan metode survei, pengamatan google street view dan wawancara. Hasil temuan adalah  peningkatan kualitas visual lingkungan perumahan dan kenyamanan bagi  pembeli.Kata Kunci: PKL, Taman, Visual
STRATEGI PENGEMBANGAN KAMPUNG WISATA ROTAN GALMANTRO YANG BERKELANJUTAN Ivien Aryo Puspita Wardani; R. Siti Rukayah; Agung Dwiyanto
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v8i1.3821

Abstract

Abstract: Galmantro Rattan Tourism Village has attractions such as rattan handicrafts, rattan production houses with traditional and modern architecture, friendly residents and easy access from the city center. Tourism activities with the craft industry becoming a tourist village can create job opportunities, reduce proverty levels and encourage economic development. Galmantro Rattan Tourism Village has potential to develop into a sustainable tourism village. The development of sustainable tourism village is a form of environmental, nature, culture and welfare of the local community. This study intended to provide a strategy formulation about sustainable development of Galmantro Rattan Tourism Village. The method used in this study is mixed method that combines quantitative and qualitative. Strategy formulation will be analyzed using SWOT analysis. There are four strategies, namely optimizing the management of tangible and intangible cultural tourism, utilizing open space as a tourist attraction facility, optimize the potential of home-based enterprises by processing waste and using efficient energy as well as improving accessibility and transportation system.Abstrak: Kampung Wisata Rotan Galmantro memiliki daya tarik seperti kerajinan rotan, rumah produksi kerajinan rotan dengan arsitektur tradisional dan modern, keramahan warga dan mudah dijangkau dari pusat kota. Kegiatan pariwisata dengan industri kerajinan menjadi kampung wisata dapat menciptakan peluang kerja, menurunkan tingkat kemiskinan dan mendorong pengembangan ekonomi. Kampung Wisata Rotan Galmantro berpotensi untuk berkembang menjadi kampung wisata yang berkelanjutan. Pengembangan kampung wisata berkelanjutan merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan, alam, budaya dan  kesejahteraan masyarakat setempat. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan perumusan strategi mengenai pengembangan kampung wisata rotan Galmantro yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah mix method yang menggabungan teknik kuantitatif dan kualitatif. Perumusan strategi akan di analisis menggunakan analisis SWOT. Penelitian ini menghasilkan empat strategi yaitu mengoptimalkan pengelolaan wisata budaya tangible dan intangible, pemanfataan ruang terbuka sebagai fasilitas atraksi wisata, mengoptimalkan potensi HBE dengan pengolahan limbah dan penggunaan energi yang efisien serta meningkatkan kemudahan aksesibilitas dan sistem transportasi.
KARAKTER ARSITEKTUR KOLONIAL KANTOR POS GARUT DALAM PERSPEKTIF PERKEMBANGAN ARSITEKTUR KOTA Sudarmawan Juwono; Siti Rukayah; Heru Wibowo; Abdullah Ali
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v8i1.3834

Abstract

Abstract: The Post Office building on Jalan Jenderal Ahmad Yani Garut has been recognized as a cultural heritage object which has become the architectural identity and landmark of the city. Architectural character that forms identity and contributes to regional values is an element that must be maintained in preserving urban areas. This research aims to explore the character of architecture as a basis for conservation and its meaning from a city architecture perspective. This research uses descriptive qualitative methods, especially field observations, previous research studies, history and interpretation of relevant map documents and images. The research results show that the architectural character of the post office is the result of a process of adapting the roof, building body and floor plan. Through studies of city development, it is known that the meaning of these characters provides information regarding the influence of tourism activities on the formation of identity and the physical development of urban architecture that has occurred.Keywords  : architectural character, meaning, development of urban architectureAbstrak: Bangunan Kantor Pos di jalan Jenderal Ahmad Yani Garut selama ini telah diakui sebagai obyek cagar budaya yang menjadi identitas arsitektur dan penanda kota. Karakter arsitektur yang membentuk identitas dan memberikan kontribusi nilai-nilai kawasan adalah unsur yang harus dipertahankan dalam pelestarian kawasan kota. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi karakter arsitektur sebagai dasar konservasi dan maknanya dari perspektif arsitektur kota. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif terutama pengamatan lapangan, studi penelitian terdahulu, sejarah dan interpretasi atas dokumen peta dan gambar yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter arsitektur kantor pos merupakan hasil suatu proses adaptasi atap, badan bangunan dan denah. Melalui studi terhadap perkembangan kota, diketahui bahwa makna karakter tersebut memberikan informasi mengenai pengaruh aktivitas pariwisata pada pembentukan identitas dan perkembangan kota yang telah terjadi.Kata Kunci: karakter arsitektur, makna, perkembangan arsitektur kota
PENGARUH PERMUKIMAN KUMUH PINGGIR SUNGAI TERHADAP KUALITAS VISUAL KOTA (STUDI KASUS SUNGAI SEMAGUNG WONOSOBO) Setyo Effendi; Suzanna Ratih Sari; Siti Rukayah
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v8i3.3859

Abstract

Abstract : The population increase that occurred in urban areas resulted in inadequate housing for people, especially people with lower middle class economies. This happens because of the lack of job opportunities and uncertain economic conditions so that people decide to build a residence in an inappropriate place, one of which is on the river bank.  Some of the houses and buildings that stand around the river are uninhabitable and rundown, apart from that, other buildings do not have an organized concept so that the buildings around the river have irregular patterns and layouts. This research was conducted using a qualitative descriptive method by collecting data through observing buildings around the river and extracting information from informants. The aim of this research is to find out the influence of the Semagung river on the visual quality of the city so that the research results show that the Semagung river has a significant impact on the beauty of the city due to the appearance of slum and disorganized buildings.Keywords: slum settlements, quality, city visualsAbstrak: Lonjakan penduduk yang terjadi di perkotaan mengakibatkan tidak terpenuhinya hunian bagi masyarakat khususnya masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah. hal ini terjadi karena kurangnya lapangan pekerjaan dan kondisi ekonomi yang tidak menentu sehingga masyarakat memutuskan untuk membuat suatu hunian di tempat yang tidak semestinya salah satunya adalah di pinggir sungai.  Rumah-rumah dan bangunan yang berdiri di sekitar sungai ini  beberapa tidak layak huni dan kumuh, selain itu bangunan lain tidak memiliki konsep yangb tertata sehingga bangunan-bangunan di sekitar sungai memiliki pola dan tata letak nyang tidak beraturan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptip kualitatif dengan cara pengumpulan data melalui pengamatan terhadap bangunan-bangunan sekitar sungai dan penggalian informasi kepada informan. Tujuan penelitian ini untuk menemukan pangaruh suangi Semagung terhadap kualitas visual Kota sehingga diperoleh hasil penelitian bahwa sungai Semagung memberikan dampak yang buruk pada keindahan kota yang diakibatkan oleh munculnya bangunan-bangunan kumuh dan tidak tertata.Kata Kunci: Permukiman Kumuh, Kualitas , Visual kota
EVALUASI SETTING PERILAKU PADA KAFE DI SEMARANG R. Siti Rukayah; Luqman Nashirudin Nafiq
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v8i4.3877

Abstract

Kafe di Kota Semarang, khususnya di kawasan Tembalang, telah mengalami transformasi menjadi lebih dari sekadar tempat untuk menikmati minuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi atribut-atribut yang mempengaruhi perilaku pengunjung kafe di Tembalang serta menganalisis hubungan antara desain interior, suasana sosial, dan perilaku pengunjung. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode behavioral mapping, penelitian ini berusaha memetakan aktivitas pengunjung di dalam kafe. Behavioral mapping memungkinkan visualisasi pola perilaku pengunjung terkait dengan desain interior dan suasana sosial kafe. Konsep behavior setting menjadi kerangka teoritis dalam memahami interaksi antara individu dan lingkungan fisik kafe. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi desain interior dan pengelolaan kafe yang lebih efektif, sehingga dapat meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pengunjung. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang arsitektur dan desain interior, khususnya dalam konteks ruang publik seperti kafe.
MEMAHAMI CITRA KOTA MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMAHAMAN BENTUK KOGNISI SPASIAL DAN PERSEPSI PENGAMATAN (STUDI KASUS: KOTA SURABAYA) Hanifah Fairuza Prabarini; R. Siti Rukayah; Wijayanti Wijayanti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v8i4.3879

Abstract

Identitas kota selayaknya sarat dengan nilai sejarah dari kota itu sendiri. Identitas kota yang dibentuk dengan terburu-buru hanya menghadirkan kepalsuan karena dipenuhi oleh manipulasi saja. Citra kota akan dapat mudah dipahami apabila disampaikan dalam bentuk spasial jika dibandingkan secara visual. Kota Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia, yang masuk administratif Provinsi Jawa Timur, dengan memiliki luas 374,1 km². Lanskap yang ditampilkan oleh Kota Surabaya cukup beragam. Beberapa objek-objek yang menjadi representatif dari citra Kota Surabaya di antaranya adalah Kawasan Patung Suro-Boyo, Kawasan Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember, Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Taman Bungkul, Kampung Bulak, Jalan Kembang Jepun, Kawasan Monumen Bambu Runcing, Food Junction Grand Pakuwon serta Hotel Majapahit. Identitas kota seharusnya berakar kuat pada nilai sejarahnya. Studi ini mengeksplorasi kognisi spasial dan persepsi citra kota Surabaya melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Elemen-elemen kota, seperti landmark, path, node, edge, dan district yang membentuk citra kota secara kognitif akan diidentifikasi. Observasi lapangan mengungkapkan elemen-elemen ikonik seperti Patung Suro-Boyo, Tugu Pahlawan, dan Taman Bungkul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen-elemen ini berperan penting dalam mempertahankan identitas unik kota Surabaya di tengah modernisasi.
KAJIAN KOMPARATIF KONFIGURASI RUANG Studi Kasus : Museum Nasional Indonesia, Museum MACAN, ART1:New Museum: Studi Kasus: Museum Nasional Indonesia, Museum MACAN, ART1:New Museum nabila maharani saputra; R Siti Rukayah
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i2.4055

Abstract

Abstract: As a key cultural institution, the museum plays a vital role in education and recreation. However, its appeal and engagement among diverse visitor demographics remain uneven. While the fundamental function of museums persists, there is a growing need for advancement in the presentation of collections, spatial organization, and the provision of visitor-oriented facilities. This study seeks to examine the relationships, comparisons, and contrasts in architectural design and spatial organization within museums featuring diverse collection typologies. The primary objective is to assess spatial planning standards through the analysis of form, spatial arrangements, and the interplay between spaces and exhibited collections. A comparative methodology is employed, utilizing an analytical approach to three museums located in Jakarta: Museum Nasional Indonesia, Museum MACAN, and ART1: New Museum. Descriptive analysis focuses on spatial patterns, interrelationships between spaces, and the characteristics of the collections. Data is gathered through literature review and online observations. The findings of this research are anticipated to provide a comprehensive understanding of the similarities and divergences in museum spatial planning and offer architectural design recommendations that can enhance both the visitor experience and the functionality of museum spaces. Keyword: Museum, Architectural Design, Spatial Organization Abstrak: Museum sebagai institusi publik memiliki peran penting dalam pendidikan dan rekreasi, namun pemahaman dan daya tariknya terhadap pengunjung, khususnya dari berbagai kalangan usia, masih belum merata. Fungsi utama museum tetap konsisten, namun perkembangan dalam penyajian koleksi, pengaturan ruang, dan fasilitas yang mendukung pengalaman pengunjung sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan, perbandingan, dan perbedaan desain arsitektural dan organisasi ruang pada museum dengan tipologi koleksi yang beragam. Fokus utama penelitian adalah untuk mengevaluasi standar perencanaan tata ruang museum melalui studi bentuk, organisasi ruang, dan interaksi ruang dengan koleksi yang dipamerkan. Studi ini menggunakan metode komparasi dengan pendekatan analitis terhadap tiga museum yang ada di Jakarta, yakni Museum Nasional Indonesia, Museum MACAN, dan ART1: New Museum. Analisis dilakukan secara deskriptif terhadap pola tata ruang, hubungan antar ruang, dan karakteristik koleksi. Data diperoleh melalui studi literatur dan survey lapangan. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman yang mendalam tentang perbedaan dan kesamaan dalam perencanaan ruang museum, serta memberikan rekomendasi desain arsitektural yang dapat meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung dan fungsionalitas ruang dalam museum. Kata Kunci: Museum, Desain Arsitektural, Organisasi Ruang  
RUMAH ADAT SEBAGAI PUSAT DALAM POLA RUANG LUHUR KAMPUNG ADAT KRANGGAN Di KOTA BEKASI Abdullah Ali; R. Siti Rukayah; Agung Budi Sardjono; Sudarmawan Juwono
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 4 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i4.4354

Abstract

Abstract: Kampung Kranggan is one of the traditional villages in Bekasi City that has the strength to maintain its cultural tradition space amidst the dynamics of urban space development. The factors that make Kranggan Village exist are historical aspects, ancestral knowledge, traditional houses, and heirs, or actors of its space called Kokolot. The Kranggan traditional community adheres to the philosophy of Opat Mandahap Kalima Pancer which is an understanding of spatial order that starts from human existence in their environment. This study aims to determine how spatial patterns, traditional houses as the center of customary order, and village spatial order are in the philosophy of Opat Mandahap Kalima Pancer. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach, which emphasizes observation, the essence behind existence, the reality behind appearance, and the noema behind visible phenomena. Based on inductive analysis, the results of this study found local genius, namely the noble space typical of Kampung Kranggan. Where the noble variant is a spatial pattern of Kampung Kranggan which consists of a hierarchy between the center or pancer, namely the area of the traditional house of the Sepuh Agung, and sub-centers, namely the traditional houses of the Kokolot. This spatial pattern intersects with the spatial behavior of the kokolot as pancer in traditional rituals and daily activities. Therefore, local knowledge of the noble space is the soul of the space that contains values-meanings, obedience, agreement and kinship which are the capital of the cultural space of the Kampung Kranggan. Keyword: Traditional House, Center, Luhur, Kampung  Abstrak: Kampung Adat Kranggan merupakan salah satu kampung adat di Kota Bekasi yang memiliki kekuatan dalam mempertahankan ruang tradisi budayanya di tengah dinamika perkembangan ruang kota. Faktor-faktor yang membuat Kampung Kranggan eksis adalah aspek kesejarahan, pengetahuan warisan leluhur, rumah adat, dan pewaris, atau aktor pelaku ruangnya yang disebut Kokolot. Masyarakat adat Kranggan berpegang pada filosofi Opat Mandahap Kalima Pancer yang merupakan pemahaman tatanan ruang yang bertitik tolak dari keberadaan manusia terhadap lingkungan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola keruangan, rumah adat sebagai pusat tata adat, dan tata ruang kampung dalam filosofis Opat Mandahap Kalima Pancer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang menekankan pada pengamatan, esensi di balik eksistensi, realitas di balik kenampakan, dan noema di balik fenomena yang nampak. Berdasarkan pada analisis induktif, hasil penelitian ini  menemukan kegeniusan lokal yaitu ruang luhur khas Kampung Kranggan. Dimana varian luhur,  merupakan  pola ruang Kampung Kranggan yang terdiri dari hirarkis antara pusat atau pancer yaitu wilayah rumah adat Sepuh Agung, dan sub-sub pusat yaitu rumah-rumah adat Para Kokolot. Pola Keruangan ini, beririsan dengan perilaku keruangan oleh para kokolot sebagai pancer dalam ritual adat dan aktivitas keseharian. Oleh sebab itu  pengetahuan lokal ruang luhur merupakan jiwa ruang yang terkandung nilai-makna, kepatuhan, kesepakatan dan kekerabatan yang merupakan modal ruang budaya Kampung Adat Kranggan. Kata Kunci: Rumah Adat, Pusat, Luhur, Kampung
Co-Authors Abdullah Ali Abdurrahman Ibnu Auf, Abdurrahman Ibnu Abdurrohman Ibnu Auf, Abdurrohman Ibnu Achmad, Fathi Khalidi Adriyani Adam Ady Purwoto Affani, Ririn Afifatun , Siti Agung Budi Sardjono Agung Dwiyanto Agung Nugroho Agusfiana, Ega Dwi Airin Dian Nagari Ali Rachman, Ali Alin Pradita Agustin Andi Asrul Sani, Andi Asrul Anggararatri, Yasinta Annica Etenia Annica Etenia Annica Etenia Arief Satya Wijaya Arief Satya Wijaya Arnia Iga Meirta Arung Arafah, Latief Ashri Amalia Hadi, Ashri Amalia Asrul Sahri Siregar Athia Maulida Tsania Shofie Athia Maulida Tsania Shofie Atiek Suprapti Atiek Suprapti Budiarto atik suprapti Aulia Safira Aziz, A. Malik Abdul Bagus Wahono, Bagus Bambang Supriadi Bambang Suprijadi Bambang Supriyadi Basalamah, Huda Muhammad berliana narimala Budi Sudarwanto Cahya, Mochamad Robby Fajar Daffa Maulana Rifli Daffa Maulana Rifli Dardi, Satriana Dargayana, Glandisepa Chahyanita Deni Wahyu Setiawan deni wibawanto Dewi Astuti Diana Susilowati disa ceria Diwangkara, Naufal Kresna Djoko Indrasaptono Dunggio, Abdul Rivai Saleh Edi Purwanto Edi Purwanto Edward E. Pandelaki Edward Endrianto Pandelaki Eka Sarofah Erie Kolya Nasution Etenia, Annica Fahmi Syarif Hidayat Fahmi Syarif Hidayat Fajar Cahya, Mochamad Robby Farida Nur Rachmawati Fariz Addo Giovano fathulia fatmatina Fitria N, Revie Fitriyanstanti, Devi Fredy, Khalid Frisca Ajengtirani Ardiniken Fristy Sulistiani Gagoek Hardiman Gbran, Hassan Giovano, Fariz Addo Glandisepa Chahyanita Dargayana Hanifah Fairuza Prabarini Harsritanto, Bangun Indrakusumo Radityo Hassan Gbran Heru Wibowo Hexa Apriliana Hidayah Huda Muhammad Basalamah Indrasaptono, Djoko Iriani, Restu Isdy Sulistyo Iskandar, Iskandar Iskandar Iskandar, Iskandar Iskandar Iskandar, Puteri Ivien Aryo Puspita Wardani Joesron Alisyahbana, Joesron Koko Pradityo, Koko Kristiani Budi Lestari Kusuma, Tegar Lestari, Kristiani Budi Lia Rosmala Schiffer Lilik Kartika Sari, Lilik Kartika Loretta Ernadia Luqman Nashirudin Nafiq Lutfiana, Nuraini luthfan alfarizi, luthfan Malaha, Naomi Mira Fitriana Mohammad Sahid Indraswara Mudhofar Muffid Muhamad Wisnu Aribowo Muhammad Abdullah Muhammad Abdullah Muhammad Abdullah Muhammad Haramain Muhammad Qadaruddin Mujiono, Untung Musi, Muhammad Akil Muslih nabila maharani saputra Nasution, Revie Fitria Nasution, Titi Anggraeni Naufal Kresna Diwangkara Ningsih, Warti Novika, Puke Rizkiana Novitawati Novitawati Nuning Vita Hidayati Nunuk Juli Sufiati Nurmadiah Nurnainah, Nurnainah nurul kusumaningrum Pancawati Dewi Pannyiwi, Rahmat Paramtopo, Dewanggo Haryo Pariaribo, Konstantina M Pella, Yosin Herloheti Permata Widianingrum Permata Widianingrum Prabu Aji, Sulistyani Priyo Susatyo Puji Hadianti Ardhana Reswari Purbanova, Reni Puteri Iskandar Putri, Esa Rinjani Cantika Qamarya, Nurul R. Rusli Rachmayanie, Arieska Avianda Rahmatiah Rahmatiah Rany, Azhar Hasna Reangga Perkasa, Reangga Rohayah, Nur Rohman Eko Santoso Rosyid Ridlo Al-Hakim Saputra, M. Khalid Fredy Sari, Suzana Ratih Septana Bagus Pribadi Setijanto Setyo Effendi Setyoningsih , Sri Setyowati, Endang Ariyani Siti Patimah Soraya, Dhita Rasyida Sri Ariyanti Sudarmawan Juwono Sudarmawan Juwono Sufiati, Nunuk Juli Sugiono Sutomo, Sugiono Suhargo Tri H. Suminar, Saka Surya, Sara SURYANI Suzana Ratih Sari Suzanna Ratih Sari Suzanna Ratih Sari Suzzana Ratih Sari titien murtini Titien Woro Murtini Titien Woro Murtini Titien Woro Murtini Titien Woro Murtini Titien Woro Murtini, Titien titin murtini, titin Titin Woro Murtini Tondok, Santalia Banne Tri H., Suhargo Untung Mujiono Vivi Kurnia Putri Vivi Kurnia Putri W. Lestari Wahyuti, Wahyuti Wijayanti . Wijayanti Wijayanti Wijayanti Wijayanti Windiariani Lestari Wulasty Digda Yumnahanin Wuriani, Wuriani Yermi, Yermi Yudi Nugraha Bahar Yunita Kristina YUUSHIINA DINI HAPSARI, YUUSHIINA DINI