p-Index From 2021 - 2026
9.381
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Keragaman Tumbuhan Sebagai Sumber Pakan Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis Raffles) di Kawasan Wisata Cikakak Wangon Nasution, Erie Kolya; Rukayah, Siti
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.257 KB)

Abstract

Monyet ekor panjang merupakan salah satu jenis primata yang sifatnya omnivora yaitu pemakan segala yang dapat ditemukan di hutan dan menyukai buah-buahan , pucuk daun, kulit batang dan insect. Penelitian ini dilaksanakan bulan Oktober sampai Desember 2018.dengan metode survei. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragamaman tumbuhan sebagai sumber pakan dan aktivitas harian monyet ekor panjang di kawasan Wisata Cikakak Wangon.Pengamatan jenis tumbuhan digunakan metode jalur yaitu penjelajahan kawasan hutan kemudian dicatat jenis tumbuhan sebagai sumber pakan, bagian yang dimakan dan aktivitas harian monyet ekor panjang.Dari hasil penelitian diperoleh 45 jenis tumbuhan yang termasuk pohon,perdu, dan herba yang dapat dimanfaatkan monyet ekor panjang sebagai sumber pakan dan aktivitas harian monyet ekor panjangJenis tumbuhan yang dominan adalah Syzigium polyanthum dan Ficus sp. Ficus benjamina , Syzigium polyanthum, Barringtonia spicata dan Schima wallichii, jenis ini dijadikan sebagai tempat tidur dan berlindung karena mempunyai tajuk cukup tebal, cabang banyak dan tumbuhan ini sering digunakan sebagai sumber pakan.
Kontribusi Biologi dalam Ilmu Forensik Hakim, Rosyid Ridlo Al; Putri, Esa Rinjani Cantika; Rukayah, Siti; Nasution, Erie Kolya
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biologi forensik merupakan cabang ilmu forensik yang menggunakan pendekatan biologis dari skala jasad hingga molekuler dalam mengungkap suatu kebenaran bukti hayati. Dalam penerapannya, biologi forensik melibatkan banyak bidang ilmu lain untuk memaksimalkan pengungkapan bukti kebenaran. Biologi forensik dewasa ini telah berkembang menjadi bagian penting dalam ilmu forensik dan kriminologi untuk mengungkap kasus kejahatan kriminal. Studi ini memberikan penjabaran bagaimana ilmu biologi dapat berkontribusi dalam ilmu forensik, dari segi pandangan, fundamental ilmu forensik hayati, dan peran biologi dalam mengungkap kebenaran.
Pengaruh Pola Asuh dan Tingkat Pendidikan Orang Tua melalui Perilaku Sosial Anak terhadap Kesiapan Sekolah Anak Rukayah, Siti; Rachman, Ali; Novitawati, Novitawati
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1266

Abstract

Salah satu faktor yang menjadi penentu kesiapan sekolah anak adalah pola asuh orang tua. Tingkat pendidikan orang tua memberikan dampak yang besar terhadap pola interaksi dengan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pola asuh orang tua dan tingkat pendidikan orang tua melalui perilaku sosial terhadap kesiapan sekolah anak di PAUD Gugus I Kecamatan Martapura Timur, Banjar, Kalimantan Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis jalur. Sampel penelitian sebanyak seratus tiga puluh delapan orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen yang terdiri dari pola asuh orang tua dua puluh item, tingkat pendidikan orang tua empat belas item, perilaku sosial dua puluh tiga item, kesiapan sekolah anak dua puluh dua item yang telah diuji validitas dan realibilitasnya. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pola asuh orang tua terhadap kesiapan sekolah anak, tingkat pendidikan orang tua terhadap kesiapan sekolah anak, perilaku sosial terhadap kesiapan sekolah anak, pola asuh orang tua terhadap perilaku sosial, tingkat pendidikan orang tua terhadap perilaku sosial, pola asuh orang tua terhadap kesiapan sekolah anak melalui perilaku sosial, tingkat pendidikan orang tua terhadap kesiapan sekolah anak melalui perilaku sosial.
Transformasi Ruang Profan Menjadi Sakral: Studi Tradisi Buka Luwur Vivi Kurnia Putri; Purwanto, Edi; Rukayah, R. Siti; Sardjono, Agung Budi
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 12 No 2 (2025): December
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v12i2a2

Abstract

The Buka Luwur tradition is a cultural ritual held annually on the 15th of Muharram in Kaliputu Village. This tradition serves as a form of respect to an ancestor, Mbah Depok Soponyono. The procession involves local community members who carry ritual items such as kain luwur (sacred cloth), offerings (sesajen), jenang (traditional porridge), and tumpeng (cone-shaped rice), all of which are considered cultural symbols. The ritual begins with a procession on foot from the main road of Kaliputu Village to the tomb of Mbah Depok Soponyono. This study aims to examine how the Buka Luwur ritual transforms public space into sacred space through meaningful cultural symbols that shape a temporary cultural space. A qualitative approach with a case study method was used, involving the subjective experiences of the local community. The findings reveal that the interaction between cultural symbols and collective community action can symbolically transform a space into a sacred one. Ritual elements such as kain luwur, offerings, jenang, tumpeng, and the procession route function as markers with deep spiritual, social, and cultural meaning for the community—signifying the construction of a temporary cultural space.
2D Radiometric Mapping of Chromatic Decay in Heritage Façades via Photogrammetric Atlases Hassan Gbran; Siti Rukayah; Atik Suprapti; Edward E. Pandelaki
DIMENSI: Journal of Architecture and Built Environment Vol. 52 No. 2 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/dimensi.52.2.129-144

Abstract

Diagnosing early chromatic decay on tropical heritage façades is challenging because subtle discoloration is often masked by variable illumination and heterogeneous material properties. This study addresses that gap with two objectives: (1) to develop a radiometry-aware hybrid framework for chromatic decay detection, and (2) to validate its robustness across four heritage façades in Semarang, Indonesia. The methodology integrates 2D radiometrically normalized photogrammetric texture atlases, multi-space color and texture descriptors (HSV, CIELAB, GLCM, LBP), hierarchical spectral clustering, and Random Forest refinement with expert annotations. On 2,480 annotated tiles, the hybrid approach achieved aggregate micro-F1 ≈ 0.86 (per-site 0.84–0.87), surpassing cluster-only baselines (0.80) and RF-only models (0.82). Calibration with isotonic regression yielded Brier scores of 0.11–0.13 and Expected Calibration Error (ECE) ≈ 0.05–0.07. Statistical robustness was supported by site-stratified bootstrap and Wilcoxon tests. The resulting calibrated decay maps enable prioritized inspections, evidence-based conservation, and monitoring of tropical heritage assets.
Program Pembentukan Karakter Di MTs Nurul Huda Tasik Raya Kecamatan Batang Tuaka Kabupaten Indragiri Hilir Rukayah, Siti; Suryani; Nurmadiah
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Program Pembentukan Karakter di MTs Nurul Huda Tasik Raya Kecamatan Batang Tuaka Kabupaten Indragiri Hilir dan faktor penghambat dan faktor pendukungnya, adapun metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data Observasi, wawancara dan dokumentasi, Subjek dalam penelitian ini adalah I orang Waka Kurikulum, 1 Orang guru dan 1 orang peserta didik di MTs Nurul Huda Tasik Raya Kecamatan Batang Tuaka Kabupaten Indragiri Hilir, Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Pembentukan Karakter di madrasah ini dilakukan dengan pendekatan yang sangat baik, bersifat kolaboratif dan sistematis. Proses pengembangan melibatkan kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, guru, dan peserta didik. Kepala madrasah berperan dalam mengidentifikasi masalah karakter dan menyusun langkah pemecahan melalui musyawarah dan observasi. Kurikulum yang ada mengintegrasikan nilai-nilai moral seperti kejujuran dan tanggung jawab ke dalam setiap mata pelajaran dan kegiatan sekolah. Pembiasaan, keteladanan dari guru, serta kegiatan religius dan sosial secara rutin menjadi strategi utama dalam pelaksanaan kurikulum ini. Evaluasi dilakukan secara sistematis melalui observasi dan penilaian diri untuk mengukur pencapaian pendidikan karakter. Faktor pendukung utama dalam pengembangan kurikulum pendidikan karakter meliputi kolaborasi antara guru, kepala madrasah, orang tua, dan masyarakat, serta adanya lingkungan sekolah yang religius dan budaya positif di antara siswa. Namun, faktor penghambat yang dihadapi adalah latar belakang keluarga yang kurang mendukung dan pengaruh negatif penggunaan gadget yang berlebihan.
Innovative Strategies for Improving Energy Efficiency and Thermal Comfort in Heritage Buildings: A Case Study of Lawang Sewu Gbran, Hassan; Rukayah, Siti; Suprapti, Atiek; Pandelaki, Edward Endrianto
Journal of Architectural Research and Design Studies Vol. 10 No. 1 (2026): May
Publisher : Departement of Architecture, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jars.vol10.iss1.art2

Abstract

This study introduces a novel integration of dynamic electrochromic glazing and CIGS photovoltaics tailored to the tropical heritage context of Lawang Sewu, aiming to provide a replicable retrofit model for similar Southeast Asian climates, focusing on Lawang Sewu, a colonial-era landmark in Semarang, Indonesia. The research integrates field measurements, simulation analyses, and retrofit modelling to assess indoor environmental quality across four functionally distinct rooms over one year. Retrofit interventions included electrochromic glazing, energy recovery ventilation, and Copper Indium Gallium Selenide (CIGS) photovoltaic systems—a flexible thin-film solar technology suitable for heritage facades. Results revealed that electrochromic glazing reduced heating demands, while PV integration achieved up to 90.46% annual energy savings. Seasonal variation and occupancy patterns were found to significantly influence thermal conditions. The PA_RN package—combining passive and renewable solutions—was identified as the optimal retrofit approach, balancing energy performance, thermal comfort, and heritage aesthetics. The study underscores the potential for achieving sustainability in heritage structures through context-sensitive retrofitting, offering a replicable model for similar buildings in tropical climates.
PENERAPAN ELEMEN KONSEP PLACEMAKING PADA RUANG PUBLIK TAMAN BUDAYA RADEN SALEH Daffa Maulana Rifli; Budi Sudarwanto; Siti Rukayah; Agung Budi Sardjono
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i1.4527

Abstract

Abstract: Public spaces are one of the most important urban elements in improving the quality of life for the community. However, not all public spaces are designed with the comfort of their users in mind. One example is the Raden Saleh Cultural Park, which is often used by the community. The quality of public spaces can be improved by strengthening the relationship between the public space itself and the community. In this case, a public space is designed with elements that can improve comfort in mind. With the Placemaking approach, public spaces can be designed with an emphasis on the four elements within them. Several previous studies have shown that applying the Placemaking concept can increase comfort for users. This study discusses the evaluation of the placemaking elements found in the object. The research method used is a qualitative descriptive analysis of the elements in the concept as a comparative study in identifying objects. This study aims to identify the placemaking elements found in the object of study, namely the Raden Saleh Cultural Park. Public spaces were chosen as the subject of this study because they are the site of many community activities. The results of this study show that there is a close relationship between the components of the object of study and its users. These elements will be very important in creating public spaces that are comfortable for the community in the future. Keyword: Placemaking Concept, Public Space, Raden Saleh Cultural Park Abstrak: Ruang publik, merupakan salah satu elemen perkotaan yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup bagi Masyarakat. Namun, tidak semua ruang publik dirancang dengan memperhatikan kenyamanan bagi penggunanya. Salah sataunya adalah Taman Budaya Raden Saleh yang sering dimanfaatkan masyarakat. Peningkatan kualitas pada ruang publik sendiri dapat dilakukan dengan cara mempererat hubungan yang ada antara ruang publik itu sendiri dengan Masyarakat. Dalam hal ini sebuah ruang publik dirancang dengan memperhatikan elemen yang dapat meningkatkan kenyamanan. Dengan pendekatan Placemaking, ruang public dapat dirancang dengan penekanan terhadap keempat elemen yang ada didalamnya. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa dengan menerapkan konsep Placemaking dapat meningkatkan kenyamanan bagi pengguna. Penelitian ini membahas evaluasi dari elemen placemaking yang terdapat pada objek. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif analisis deskriptif terhadap elemen yang ada pada konsep sebagai studi banding dalam mengidentifikasi objek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui elemen placemaking apa saja yang terdapat pada objek Penelitian yaitu Taman Budaya Raden Saleh. Ruang publik menjadi pilihan penelitian karena banyak terdapat aktivitas masyarakat pada tempat tersebut. Hasil yang didapat dalam penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang erat antara komponen pada objek penelitian dengan pengguna, elemen-elemen ini nantinya sangat penting untuk membuat ruang public yang nyaman kedepannya bagi masyarakat. Kata Kunci: Konsep Placemaking, Ruang Publik, Taman Budaya Raden Saleh
Correlation Between Visual Characters and Sense of Place in Kampung Pelangi Semarang Wulasty Digda Yumnahanin; Siti Rukayah
Journal of Architecture & Environment Vol. 22 No. 2 (2023)
Publisher : Center for Scientific Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2355262x.v22i2.a16873

Abstract

Kampung Pelangi Semarang is in Randusari Village, South Semarang District, Semarang City. Kampung Pelangi, formerly known as Kampung Wonosari, was a slum village, through the Semarang City Government program it has become a thematic tourist village, as an effort to improve the arrangement and increase the economic potential of Kampung Pelangi. After experiencing a change in visual character, the actions of the residents show a change in the sense of place of Kampung Pelangi. This action is reflected in changes in the sense of pride, ownership, identity, positive aspirations, and commitment of residents to Kampung Pelangi. The purpose of this study was to determine the relationship between visual characters and the sense of place in Kampung Pelangi. This research method is quantitative. Data collection using a questionnaire. The research sample is 100 residents of Pelangi village aged 25-60 years. The data analysis method used is correlation inferential statistical analysis using the IBM SPSS Statistics 26 for windows program. The results of this study found that the relationship between visual characters and the sense of place in Kampung Pelangi was positive, so that the more visual characters increased, the sense of place in Kampung Pelangi also increased.
Evaluating Placemaking Elements in Campus Urban Parks: A Case Study of UNDIP Jogging Track, Semarang Daffa Maulana Rifli; Airin Dian Nagari; Budi Sudarwanto; Siti Rukayah; Agung Budi Sardjono
Jurnal Planologi Vol 23, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpsa.v23i1.45760

Abstract

Public space plays a crucial role in improving urban quality of life by supporting social interaction, physical activity, and community engagement. However, many existing public spaces in Indonesian cities are not designed with sufficient attention to user comfort, inclusivity, and long-term spatial sustainability. This study evaluates the implementation of the placemaking concept in UNDIP Jogging Track Park, Semarang, by examining four key elements: Uses and Activities, Comfort and Image, Access and Linkages, and Sociability. A qualitative descriptive approach was employed, supported by systematic field observations, spatial mapping, informal user interviews, and triangulation through spatial plan analysis and activity-based interpretation. Data were analyzed using placemaking indicators as an evaluative framework to assess the relationship between spatial configuration, facility distribution, environmental quality, and user perception. The results demonstrate that only 17 of 33 placemaking subcategories were fulfilled, indicating partial implementation of placemaking principles. Nevertheless, the park exhibits strong sociability, high activity diversity, and continuous daily use, supported by spatial integration, visual openness, and functional facility provision. The findings reveal a structural gap between functional success and comprehensive placemaking performance, particularly in aspects of universal accessibility, passive engagement spaces, micro-scale comfort, and inclusive design. This study uniquely positions campus-based public space as a hybrid socio-spatial environment, integrating academic life, public use, and everyday urban activities within a single placemaking evaluation framework. This study contributes to placemaking literature by providing an integrated user-centered assessment model within a campus-based public space context, offering both theoretical insights and practical implications for inclusive and sustainable urban public space development.Keywords: Placemaking Concept, Placemaking Indicators, Campus Open Space, Public Space.  Ruang publik memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup perkotaan dengan mendukung interaksi sosial, aktivitas fisik, dan keterlibatan komunitas. Namun, banyak ruang publik yang ada di kota-kota Indonesia belum dirancang dengan perhatian yang memadai terhadap kenyamanan pengguna, inklusivitas, dan keberlanjutan spasial jangka panjang. Penelitian ini mengevaluasi penerapan konsep placemaking di Taman Jogging Track UNDIP, Semarang, dengan mengkaji empat elemen kunci, yaitu: penggunaan dan aktivitas, kenyamanan dan citra, akses dan keterhubungan, serta sosiabilitas.   Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan, didukung oleh observasi lapangan sistematis, pemetaan spasial, wawancara informal dengan pengguna, serta triangulasi melalui rencana tata ruang dan interpretasi berbasis aktivitas. Data dianalisis menggunakan indikator placemaking sebagai kerangka evaluatif untuk menilai hubungan antara konfigurasi spasial, distribusi fasilitas, kualitas lingkungan, dan persepsi pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 17 dari 33 subkategori placemaking yang terpenuhi, yang mengindikasikan penerapan prinsip placemaking secara parsial. Meskipun demikian, taman ini menunjukkan sosiabilitas yang kuat, keragaman aktivitas yang tinggi, serta penggunaan harian yang berkelanjutan, yang didukung oleh integrasi spasial, keterbukaan visual, dan penyediaan fasilitas yang fungsional. Temuan ini mengungkap adanya kesenjangan struktural antara keberhasilan fungsional dan kinerja placemaking yang komprehensif, khususnya pada aspek aksesibilitas universal, ruang keterlibatan pasif, kenyamanan skala mikro, dan desain inklusif. Studi ini secara unik memposisikan ruang publik berbasis kampus sebagai lingkungan sosio-spasial hibrida, yang mengintegrasikan kehidupan akademik, penggunaan publik, dan aktivitas perkotaan sehari-hari dalam satu kerangka evaluasi pembentukan ruang. Penelitian ini berkontribusi terhadap literatur placemaking dengan menyediakan model penelitian terintegrasi yang berorientasi pada pengguna dalam konteks ruang publik berbasis kampus, serta menawarkan wawasan teoris dan implikasi praktis bagi pengembangan ruang publik perkotaan yang inklusif dan berkelanjutan.Kata kunci: Konsep Placemaking, Indikator Placemaking, Ruang Terbuka Kampus, Ruang Publik.
Co-Authors Abdullah Ali Abdurrahman Ibnu Auf, Abdurrahman Ibnu Abdurrohman Ibnu Auf, Abdurrohman Ibnu Achmad, Fathi Khalidi Adriyani Adam Ady Purwoto Affani, Ririn Afifatun , Siti Agung Budi Sardjono Agung Dwiyanto Agung Nugroho Agusfiana, Ega Dwi Airin Dian Nagari Ali Rachman, Ali Alin Pradita Agustin Andi Asrul Sani, Andi Asrul Anggararatri, Yasinta Annica Etenia Annica Etenia Annica Etenia Arief Satya Wijaya Arief Satya Wijaya Arnia Iga Meirta Arung Arafah, Latief Ashri Amalia Hadi, Ashri Amalia Asrul Sahri Siregar Athia Maulida Tsania Shofie Athia Maulida Tsania Shofie Atiek Suprapti Atiek Suprapti Budiarto atik suprapti Aulia Safira Aziz, A. Malik Abdul Bagus Wahono, Bagus Bambang Supriadi Bambang Suprijadi Bambang Supriyadi Basalamah, Huda Muhammad berliana narimala Budi Sudarwanto Cahya, Mochamad Robby Fajar Daffa Maulana Rifli Daffa Maulana Rifli Dardi, Satriana Dargayana, Glandisepa Chahyanita Deni Wahyu Setiawan deni wibawanto Dewi Astuti Diana Susilowati disa ceria Diwangkara, Naufal Kresna Djoko Indrasaptono Dunggio, Abdul Rivai Saleh Edi Purwanto Edi Purwanto Edward E. Pandelaki Edward Endrianto Pandelaki Eka Sarofah Erie Kolya Nasution Etenia, Annica Fahmi Syarif Hidayat Fahmi Syarif Hidayat Fajar Cahya, Mochamad Robby Farida Nur Rachmawati Fariz Addo Giovano fathulia fatmatina Fitria N, Revie Fitriyanstanti, Devi Fredy, Khalid Frisca Ajengtirani Ardiniken Fristy Sulistiani Gagoek Hardiman Gbran, Hassan Giovano, Fariz Addo Glandisepa Chahyanita Dargayana Hanifah Fairuza Prabarini Harsritanto, Bangun Indrakusumo Radityo Hassan Gbran Heru Wibowo Hexa Apriliana Hidayah Huda Muhammad Basalamah Indrasaptono, Djoko Iriani, Restu Isdy Sulistyo Iskandar, Iskandar Iskandar Iskandar, Iskandar Iskandar Iskandar, Puteri Ivien Aryo Puspita Wardani Joesron Alisyahbana, Joesron Koko Pradityo, Koko Kristiani Budi Lestari Kusuma, Tegar Lestari, Kristiani Budi Lia Rosmala Schiffer Lilik Kartika Sari, Lilik Kartika Loretta Ernadia Luqman Nashirudin Nafiq Lutfiana, Nuraini luthfan alfarizi, luthfan Malaha, Naomi Mira Fitriana Mohammad Sahid Indraswara Mudhofar Muffid Muhamad Wisnu Aribowo Muhammad Abdullah Muhammad Abdullah Muhammad Abdullah Muhammad Haramain Muhammad Qadaruddin Mujiono, Untung Musi, Muhammad Akil Muslih nabila maharani saputra Nasution, Revie Fitria Nasution, Titi Anggraeni Naufal Kresna Diwangkara Ningsih, Warti Novika, Puke Rizkiana Novitawati Novitawati Nuning Vita Hidayati Nunuk Juli Sufiati Nurmadiah Nurnainah, Nurnainah nurul kusumaningrum Pancawati Dewi Pannyiwi, Rahmat Paramtopo, Dewanggo Haryo Pariaribo, Konstantina M Pella, Yosin Herloheti Permata Widianingrum Permata Widianingrum Prabu Aji, Sulistyani Priyo Susatyo Puji Hadianti Ardhana Reswari Purbanova, Reni Puteri Iskandar Putri, Esa Rinjani Cantika Qamarya, Nurul R. Rusli Rachmayanie, Arieska Avianda Rahmatiah Rahmatiah Rany, Azhar Hasna Reangga Perkasa, Reangga Rohayah, Nur Rohman Eko Santoso Rosyid Ridlo Al-Hakim Saputra, M. Khalid Fredy Sari, Suzana Ratih Septana Bagus Pribadi Setijanto Setyo Effendi Setyoningsih , Sri Setyowati, Endang Ariyani Siti Patimah Soraya, Dhita Rasyida Sri Ariyanti Sudarmawan Juwono Sudarmawan Juwono Sufiati, Nunuk Juli Sugiono Sutomo, Sugiono Suhargo Tri H. Suminar, Saka Surya, Sara SURYANI Suzana Ratih Sari Suzanna Ratih Sari Suzanna Ratih Sari Suzzana Ratih Sari titien murtini Titien Woro Murtini Titien Woro Murtini Titien Woro Murtini Titien Woro Murtini Titien Woro Murtini, Titien titin murtini, titin Titin Woro Murtini Tondok, Santalia Banne Tri H., Suhargo Untung Mujiono Vivi Kurnia Putri Vivi Kurnia Putri W. Lestari Wahyuti, Wahyuti Wijayanti . Wijayanti Wijayanti Wijayanti Wijayanti Windiariani Lestari Wulasty Digda Yumnahanin Wuriani, Wuriani Yermi, Yermi Yudi Nugraha Bahar Yunita Kristina YUUSHIINA DINI HAPSARI, YUUSHIINA DINI