p-Index From 2021 - 2026
10.151
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNIK MODUL Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan IMAJI NALARs Jurnal Pengembangan Kota Tesa Arsitektur SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur Jurnal Sejarah Citra Lekha Jurnal Tataloka Nature: National Academic Journal of Architecture Jurnal Akuatika Indonesia Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan, dan Lingkungan Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Jurnal Arsitektur ARCADE Journal of Architectural Research and Design Studies Jurnal Arsir Journal of Architectural Design and Urbanism TAJDID Border: Jurnal Arsitektur Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Journal of Education Research DIMENSI: Journal of Architecture and Built Environment Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) International Journal of Architecture and Urbanism Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur Jurnal Riset Rumpun Ilmu Hewani (JURRIH) Eduvest - Journal of Universal Studies International Journal of Nursing and Midwifery Research Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal MAIYAH International Journal of Health Sciences Journal of Advanced Health Informatics Research Proceeding Seminar Nasional IPA The Eastasouth Journal of Information System and Computer Science Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran Jurnal Arsitektur ARCADE Genbinesia Journal of Biology Jurnal Pelita Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI PENGEMBANGAN KAMPUNG WISATA ROTAN GALMANTRO YANG BERKELANJUTAN Wardani, Ivien Aryo Puspita; Rukayah, R. Siti; Dwiyanto, Agung
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Galmantro Rattan Tourism Village has attractions such as rattan handicrafts, rattan production houses with traditional and modern architecture, friendly residents and easy access from the city center. Tourism activities with the craft industry becoming a tourist village can create job opportunities, reduce proverty levels and encourage economic development. Galmantro Rattan Tourism Village has potential to develop into a sustainable tourism village. The development of sustainable tourism village is a form of environmental, nature, culture and welfare of the local community. This study intended to provide a strategy formulation about sustainable development of Galmantro Rattan Tourism Village. The method used in this study is mixed method that combines quantitative and qualitative. Strategy formulation will be analyzed using SWOT analysis. There are four strategies, namely optimizing the management of tangible and intangible cultural tourism, utilizing open space as a tourist attraction facility, optimize the potential of home-based enterprises by processing waste and using efficient energy as well as improving accessibility and transportation system.Abstrak: Kampung Wisata Rotan Galmantro memiliki daya tarik seperti kerajinan rotan, rumah produksi kerajinan rotan dengan arsitektur tradisional dan modern, keramahan warga dan mudah dijangkau dari pusat kota. Kegiatan pariwisata dengan industri kerajinan menjadi kampung wisata dapat menciptakan peluang kerja, menurunkan tingkat kemiskinan dan mendorong pengembangan ekonomi. Kampung Wisata Rotan Galmantro berpotensi untuk berkembang menjadi kampung wisata yang berkelanjutan. Pengembangan kampung wisata berkelanjutan merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan, alam, budaya dan  kesejahteraan masyarakat setempat. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan perumusan strategi mengenai pengembangan kampung wisata rotan Galmantro yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah mix method yang menggabungan teknik kuantitatif dan kualitatif. Perumusan strategi akan di analisis menggunakan analisis SWOT. Penelitian ini menghasilkan empat strategi yaitu mengoptimalkan pengelolaan wisata budaya tangible dan intangible, pemanfataan ruang terbuka sebagai fasilitas atraksi wisata, mengoptimalkan potensi HBE dengan pengolahan limbah dan penggunaan energi yang efisien serta meningkatkan kemudahan aksesibilitas dan sistem transportasi.
PENERAPAN KONSEP SUSTAINABLE ARCHITECTURE PADA BANGUNAN GEDUNG KANTOR BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS I SEMARANG Saputra, Satria Helly; Rukayah, Siti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Global warming causes environmental damage which is a threat and challenge for the whole world. Environmentally friendly building design is one of the concrete steps in an effort to reduce excessive energy consumption. This concept encourages people not to carelessly use natural resources excessively and can improve the quality of life now and in the future. The Semarang Class 1 Agricultural Quarantine Office Building was designed to prioritize energy saving and environmental friendliness, which are the principles of the sustainable architectural concept. This building was chosen as a research subject to determine the extent to which the concept of Sustainable Architecture is implemented in this building. The aim of this research is to analyze the application of the principles of sustainable architecture concepts in the Semarang Class 1 Agricultural Quarantine Office Building. The results of this research are to analyze the principles of sustainable architecture in the Semarang Class 1 Agricultural Quarantine Office Building.Keyword: sustainable architecture, buildings, environmentally friendly Abstrak: Pemanasan global menyebabkan kerusakan lingkungan yang menjadi sebuah ancaman sekaligus tantangan bagi seluruh dunia. Rancangan bangunan yang ramah lingkungan merupakan salah satu langkah kongkrit dalam upaya mengurangi komsumsi energi secara berlebihan. Dimana konsep ini mendorong untuk tidak sembarangan dalam memakai sumber daya alam secara berlebihan dan dapat meningkatkan kualitas hidup di masa kini dan di masa yang akan datang. Gedung Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Semarang dirancang dengan mengedepankan penghematan energi dan ramah lingkungan yang merupakan prinsip-prinsip dari konsep arsitektur berkelanjutan. Bangunan ini dipilih sebagai subyek penelitian untuk mengetahui sejauh mana penerapan konsep Arsitektur Berkelanjutan (Sustainable Architecture) pada bangunan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa penerapan prinsip-prinsip konsep arsitektur berkelanjutan pada bangunan Gedung Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Semarang. Hasil dari penelitian ini adalah menganalisa prinsip-prinsip sustainable architecture pada bangunan Gedung Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Semarang.Kata Kunci: arsitektur berkelanjutan, bangunan gedung, ramah lingkungan
KARAKTER ARSITEKTUR KOLONIAL KANTOR POS GARUT DALAM PERSPEKTIF PERKEMBANGAN ARSITEKTUR KOTA Juwono, Sudarmawan; Rukayah, Siti; Wibowo, Heru; Ali, Abdullah
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Post Office building on Jalan Jenderal Ahmad Yani Garut has been recognized as a cultural heritage object which has become the architectural identity and landmark of the city. Architectural character that forms identity and contributes to regional values is an element that must be maintained in preserving urban areas. This research aims to explore the character of architecture as a basis for conservation and its meaning from a city architecture perspective. This research uses descriptive qualitative methods, especially field observations, previous research studies, history and interpretation of relevant map documents and images. The research results show that the architectural character of the post office is the result of a process of adapting the roof, building body and floor plan. Through studies of city development, it is known that the meaning of these characters provides information regarding the influence of tourism activities on the formation of identity and the physical development of urban architecture that has occurred.Keywords  : architectural character, meaning, development of urban architectureAbstrak: Bangunan Kantor Pos di jalan Jenderal Ahmad Yani Garut selama ini telah diakui sebagai obyek cagar budaya yang menjadi identitas arsitektur dan penanda kota. Karakter arsitektur yang membentuk identitas dan memberikan kontribusi nilai-nilai kawasan adalah unsur yang harus dipertahankan dalam pelestarian kawasan kota. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi karakter arsitektur sebagai dasar konservasi dan maknanya dari perspektif arsitektur kota. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif terutama pengamatan lapangan, studi penelitian terdahulu, sejarah dan interpretasi atas dokumen peta dan gambar yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter arsitektur kantor pos merupakan hasil suatu proses adaptasi atap, badan bangunan dan denah. Melalui studi terhadap perkembangan kota, diketahui bahwa makna karakter tersebut memberikan informasi mengenai pengaruh aktivitas pariwisata pada pembentukan identitas dan perkembangan kota yang telah terjadi.Kata Kunci: karakter arsitektur, makna, perkembangan arsitektur kota
PENGARUH PERMUKIMAN KUMUH PINGGIR SUNGAI TERHADAP KUALITAS VISUAL KOTA (STUDI KASUS SUNGAI SEMAGUNG WONOSOBO) Effendi, Setyo; Sari, Suzanna Ratih; Rukayah, Siti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : The population increase that occurred in urban areas resulted in inadequate housing for people, especially people with lower middle class economies. This happens because of the lack of job opportunities and uncertain economic conditions so that people decide to build a residence in an inappropriate place, one of which is on the river bank.  Some of the houses and buildings that stand around the river are uninhabitable and rundown, apart from that, other buildings do not have an organized concept so that the buildings around the river have irregular patterns and layouts. This research was conducted using a qualitative descriptive method by collecting data through observing buildings around the river and extracting information from informants. The aim of this research is to find out the influence of the Semagung river on the visual quality of the city so that the research results show that the Semagung river has a significant impact on the beauty of the city due to the appearance of slum and disorganized buildings.Keywords: slum settlements, quality, city visualsAbstrak: Lonjakan penduduk yang terjadi di perkotaan mengakibatkan tidak terpenuhinya hunian bagi masyarakat khususnya masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah. hal ini terjadi karena kurangnya lapangan pekerjaan dan kondisi ekonomi yang tidak menentu sehingga masyarakat memutuskan untuk membuat suatu hunian di tempat yang tidak semestinya salah satunya adalah di pinggir sungai.  Rumah-rumah dan bangunan yang berdiri di sekitar sungai ini  beberapa tidak layak huni dan kumuh, selain itu bangunan lain tidak memiliki konsep yangb tertata sehingga bangunan-bangunan di sekitar sungai memiliki pola dan tata letak nyang tidak beraturan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptip kualitatif dengan cara pengumpulan data melalui pengamatan terhadap bangunan-bangunan sekitar sungai dan penggalian informasi kepada informan. Tujuan penelitian ini untuk menemukan pangaruh suangi Semagung terhadap kualitas visual Kota sehingga diperoleh hasil penelitian bahwa sungai Semagung memberikan dampak yang buruk pada keindahan kota yang diakibatkan oleh munculnya bangunan-bangunan kumuh dan tidak tertata.Kata Kunci: Permukiman Kumuh, Kualitas , Visual kota
MEMAHAMI CITRA KOTA MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMAHAMAN BENTUK KOGNISI SPASIAL DAN PERSEPSI PENGAMATAN (STUDI KASUS: KOTA SURABAYA) Prabarini, Hanifah Fairuza; Rukayah, R. Siti; Wijayanti, Wijayanti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identitas kota selayaknya sarat dengan nilai sejarah dari kota itu sendiri. Identitas kota yang dibentuk dengan terburu-buru hanya menghadirkan kepalsuan karena dipenuhi oleh manipulasi saja. Citra kota akan dapat mudah dipahami apabila disampaikan dalam bentuk spasial jika dibandingkan secara visual. Kota Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia, yang masuk administratif Provinsi Jawa Timur, dengan memiliki luas 374,1 km². Lanskap yang ditampilkan oleh Kota Surabaya cukup beragam. Beberapa objek-objek yang menjadi representatif dari citra Kota Surabaya di antaranya adalah Kawasan Patung Suro-Boyo, Kawasan Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember, Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Taman Bungkul, Kampung Bulak, Jalan Kembang Jepun, Kawasan Monumen Bambu Runcing, Food Junction Grand Pakuwon serta Hotel Majapahit. Identitas kota seharusnya berakar kuat pada nilai sejarahnya. Studi ini mengeksplorasi kognisi spasial dan persepsi citra kota Surabaya melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Elemen-elemen kota, seperti landmark, path, node, edge, dan district yang membentuk citra kota secara kognitif akan diidentifikasi. Observasi lapangan mengungkapkan elemen-elemen ikonik seperti Patung Suro-Boyo, Tugu Pahlawan, dan Taman Bungkul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen-elemen ini berperan penting dalam mempertahankan identitas unik kota Surabaya di tengah modernisasi.
PENERAPAN BUDAYA LOKAL TANJAK PADA FASAD BANGUNAN (STUDI KASUS : BANGUNAN INSTANSI PEMERINTAH KOTA PALEMBANG) Primanisa, Qoyyimah; Rukayah, R Siti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The application of local cultural elements in architecture is one way to strengthen regional identity and preserve cultural heritage. This research focuses on the use of tanjak, one of the proud symbols of Palembang culture, as the main element in the design of building facades of government agencies in Palembang City. Tanjak, a traditional headdress, was chosen for its strong symbolism in reflecting social status, honor, and local wisdom. This study analyzes how the form and meaning of tanjak are translated into architectural elements on public building facades. The results show that the motifs and forms of tanjak are applied through modern materials such as aluminum and concrete composite panels, with paste and high print techniques resembling reliefs. The application of tanjak not only strengthens the visual character of the building, but also reinforces local cultural identity in harmony with the development of contemporary architecture. The use of this element is expected to be an inspiration in designing public buildings that integrate local cultural symbols more broadly.
Expression of Neo-Vernacular Architectural Concept in Recreational Commercial Building (Study Case: Tip, Hotel And Resort, Actic) Heriyanto, Adi; Hardiman, Gagoek; Rukayah, R. Siti
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 3 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i3.33263

Abstract

Neo-vernacular architecture is a postmodern architectural style that is a combination of two different concepts, namely modern and vernacular architecture to express a more contemporary vernacular architecture. Recreational commercial buildings are buildings used for business or recreational commercial activities that are usually uniquely designed to be attractive and comfortable for visitors who apply the expression of neo-vernacular architectural concepts in their design. This research aims to find out the character of neo-vernacular architecture in recreational commercial buildings and how it is applied so that it can be used as a reference for the community or the government in designing recreational commercial buildings with this concept. This study uses a qualitative descriptive method that is expected to describe the character of neo-vernacular architecture and its application to buildings. The research locations include the Semarang-Surabaya toll road, namely Pendopo kilometers four, five, six, Salatiga, ono joglo and Jepara resorts, as well as the Asasuka Japan Tourist Information Center. The analysis in this study uses neo-vernacular architectural theory. The results of this study conclude that the expression of the neo-vernacular architectural concept in the three case studies of recreational commercial buildings appears to be very strong in the design of the roof shape that adopts local icons (vernacular) of ridge roof types such as joglo, limasan, saddle, baked pe.
KAJIAN KOMPARATIF KONFIGURASI RUANG Studi Kasus : Museum Nasional Indonesia, Museum MACAN, ART1:New Museum: Studi Kasus: Museum Nasional Indonesia, Museum MACAN, ART1:New Museum maharani saputra, nabila; Rukayah, R Siti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i2.4055

Abstract

Abstract: As a key cultural institution, the museum plays a vital role in education and recreation. However, its appeal and engagement among diverse visitor demographics remain uneven. While the fundamental function of museums persists, there is a growing need for advancement in the presentation of collections, spatial organization, and the provision of visitor-oriented facilities. This study seeks to examine the relationships, comparisons, and contrasts in architectural design and spatial organization within museums featuring diverse collection typologies. The primary objective is to assess spatial planning standards through the analysis of form, spatial arrangements, and the interplay between spaces and exhibited collections. A comparative methodology is employed, utilizing an analytical approach to three museums located in Jakarta: Museum Nasional Indonesia, Museum MACAN, and ART1: New Museum. Descriptive analysis focuses on spatial patterns, interrelationships between spaces, and the characteristics of the collections. Data is gathered through literature review and online observations. The findings of this research are anticipated to provide a comprehensive understanding of the similarities and divergences in museum spatial planning and offer architectural design recommendations that can enhance both the visitor experience and the functionality of museum spaces. Keyword: Museum, Architectural Design, Spatial Organization Abstrak: Museum sebagai institusi publik memiliki peran penting dalam pendidikan dan rekreasi, namun pemahaman dan daya tariknya terhadap pengunjung, khususnya dari berbagai kalangan usia, masih belum merata. Fungsi utama museum tetap konsisten, namun perkembangan dalam penyajian koleksi, pengaturan ruang, dan fasilitas yang mendukung pengalaman pengunjung sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan, perbandingan, dan perbedaan desain arsitektural dan organisasi ruang pada museum dengan tipologi koleksi yang beragam. Fokus utama penelitian adalah untuk mengevaluasi standar perencanaan tata ruang museum melalui studi bentuk, organisasi ruang, dan interaksi ruang dengan koleksi yang dipamerkan. Studi ini menggunakan metode komparasi dengan pendekatan analitis terhadap tiga museum yang ada di Jakarta, yakni Museum Nasional Indonesia, Museum MACAN, dan ART1: New Museum. Analisis dilakukan secara deskriptif terhadap pola tata ruang, hubungan antar ruang, dan karakteristik koleksi. Data diperoleh melalui studi literatur dan survey lapangan. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman yang mendalam tentang perbedaan dan kesamaan dalam perencanaan ruang museum, serta memberikan rekomendasi desain arsitektural yang dapat meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung dan fungsionalitas ruang dalam museum. Kata Kunci: Museum, Desain Arsitektural, Organisasi Ruang  
PERAN GURU PAI DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA KELAS X BISNIS RITAIL SMK NEGERI 1 KOTABUMI Rukayah, Siti; Setyoningsih , Sri; Patimah, Siti; Afifatun , Siti; Arung Arafah, Latief
Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT al Urwatul Wutsqo Bulurejo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/ilmuna.v6i2.2081

Abstract

This research is motivated by the number of delinquency among students. The purpose of this study is to look at the role of PAI teachers as educators in shaping student character. This research uses qualitative methods of field study research. With the subject of 6 respondents. Data collection techniques in this study used observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques use data reduction, data presentation and conclusion drawing.The results showed that the role of PAI teachers in the formation of student character is needed by students because the presence of PAI teachers who act as parents of students certainly has a very large role in order to educate students to become ihsani humans. The role of PAI teachers in the formation of student character includes: Empowerment, exemplary, intervention, integrated, sekrening. The strategies carried out by PAI teachers in the formation of student character include: Habituation of 3S (Greetings, greetings, smiles), Habituation of dhuha and dzuhur prayers in congregation, Habituation of reading short letters, recitation of prayers, Habituation of being disciplined, Habituation of being honest. The supporting factors come from external factors, namely good pedagogical and professional competence of teachers, creativity in the implementation of learning. Inhibiting factors consist of internal factors, namely from the person of each learner due to the lack of education and parental guidance given to children since childhood and external factors external factors are one of the inhibiting factors from outside the city community environment which is acu acu to various kinds of problems that exist in students, even though society is a continued education from the school level, because the community environment is usually called non-formal education is also very influential on student life, especially in the formation of student character.
IMPLEMENTASI SONGKET PADA BANGUNAN PEMERINTAHAN KOTA PALEMBANG: WUJUD PENERAPAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Primanisa, Qoyyimah; Rukayah, R Siti; Indrosaptono, Djoko
NALARs Vol. 24 No. 2 (2025): NALARs Vol 24 No 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.24.2.123-130

Abstract

Sebagai salah satu bentuk warisan budaya lokal, Songket Palembang memiliki nilai estetika tinggi untuk diadaptasi ke dalam desain arsitektur kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis wujud penerapan motif Songket Palembang pada fasad bangunan sebagai bentuk penerapan arsitektur neo-vernakular. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan observasi lapangan, serta studi literatur mengenai pola-pola songket. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan motif songket pada bangunan pemerintahan di Kota Palembang dalam mendukung konsep arsitektur neo-vernakular. Analisis dilakukan untuk menilai sejauh mana motif songket berkontribusi terhadap estetika, identitas budaya, serta fungsionalitas bangunan dalam konteks modern. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan desain arsitektur yang mengedepankan integrasi antara tradisi dan arsitektur kontemporer, serta menjadi referensi bagi arsitek dan desainer yang ingin memadukan unsur budaya ke dalam karya mereka. As a form of local cultural heritage, the Palembang Songket has high aesthetic value and can be effectively adapted into contemporary architectural design. This research aims to identify and analyze the application of Palembang Songket motifs on building facades as a form of neo-vernacular architecture. Through a qualitative approach, this research employs a case study method, incorporating field observations and a literature review on songket patterns. This research aims to evaluate the effectiveness of songket motif application on government buildings in Palembang City in supporting the concept of neo-vernacular architecture. The analysis was conducted to assess the extent to which songket motifs contribute to the aesthetics, cultural identity, and functionality of buildings in a modern context. The results of this research are expected to contribute to the development of architectural design that emphasizes the integration of tradition and contemporary architecture, as well as serve as a reference for architects and designers who wish to incorporate cultural elements into their work
Co-Authors Abdullah Ali Abdurrahman Ibnu Auf, Abdurrahman Ibnu Abdurrohman Ibnu Auf, Abdurrohman Ibnu Achmad, Fathi Khalidi Adriyani Adam Ady Purwoto Affani, Ririn Afifatun , Siti Agung Budi Sardjono Agung Dwiyanto Agung Nugroho Agus Nuryanto Agusfiana, Ega Dwi Ajeng Sarinastiti, Ajeng Al-Hakim, Rosyid Ali Alsharef Khlil Khalifah, Ali Alsharef Khlil Ali Rachman, Ali Ali, Abdullah Alin Pradita Agustin Andi Asrul Sani, Andi Asrul Anggararatri, Yasinta Annica Etenia Annica Etenia Annica Etenia Aribowo, Muhamad Wisnu Arief Satya Wijaya Arief Satya Wijaya Arung Arafah, Latief Ashri Amalia Hadi, Ashri Amalia Asrul Sahri Siregar Atiek Suprapti Atiek Suprapti Budiarto atik suprapti Aziz, A. Malik Abdul Bagus Wahono, Bagus Bambang Setioko Bambang Supriadi Bambang Supriadi Bambang Suprijadi Bambang Supriyadi Basalamah, Huda Muhammad berliana narimala Budi Sudarwanto Budiarto, Atiek Suprapti Cahya, Mochamad Robby Fajar Dardi, Satriana Dargayana, Glandisepa Chahyanita Deni Wahyu Setiawan deni wibawanto Dewi Astuti Diana Susilowati disa ceria Diwangkara, Naufal Kresna Djoko Indrasaptono Djoko Indrosaptono Dunggio, Abdul Rivai Saleh Dwi Nugroho Wibowo Edi Purwanto Edward E. Pandelaki Edward E. Pandelaki, Edward E. Edward Endrianto Pandelaki Effendi, Setyo Eka Sarofah Erie Kolya Nasution Etenia, Annica Fahmi Syarif Hidayat Fahmi Syarif Hidayat Fajar Cahya, Mochamad Robby Farida Nur Rachmawati fathulia fatmatina Firanti, Aulia Maya FITRI NURCAHYANI Fitria N, Revie Fitriyanstanti, Devi Fredy, Khalid Frisca Ajengtirani Ardiniken Fristy Sulistiani Gagoek Hardiman Gbran, Hassan Giovano, Fariz Addo Glandisepa Chahyanita Dargayana Harsritanto, Bangun Indrakusumo Radityo Hassan Gbran Hazmi, Muhammad Zikri Heriyanto, Adi Heru Wibowo Hexa Apriliana Hidayah Huda Muhammad Basalamah Iin Maryati, Iin Ikegwu, Chukwudi Michael Indrasaptono, Djoko Iriani, Restu Isdy Sulistyo Iskandar, Iskandar Iskandar Iskandar, Iskandar Iskandar Iskandar, Puteri Joesron Alisyahbana, Joesron Koko Pradityo, Koko Kristiani Budi Lestari Kusuma, Tegar Lestari, Kristiani Budi Lestari, W Lia Rosmala Schiffer Lilik Kartika Sari, Lilik Kartika Loretta Ernadia Lutfiana, Nuraini luthfan alfarizi, luthfan maharani saputra, nabila Mahmoud, Hanan Hassan Alsheikh Malaha, Naomi Meirta, Arnia Iga Mira Fitriana Moh. Husein Sastranegara Mohammad Sahid Indraswara Motoh, Denny Bayuaji Mudhofar Muffid Muhammad Abdullah Muhammad Abdullah Muhammad Abdullah Muhammad Haramain Muhammad Qadaruddin Mujiono, Untung Musi, Muhammad Akil Muslih Muslih Muslih Nasution, Erie Nasution, Revie Fitria Nasution, Titi Anggraeni Naufal Kresna Diwangkara Ningsih, Warti Novika, Puke Rizkiana Novitawati Novitawati Nuning Vita Hidayati Nunuk Juli Sufiati Nurmadiah Nurnainah, Nurnainah nurul kusumaningrum Pancawati Dewi Pannyiwi, Rahmat Paramtopo, Dewanggo Haryo Pariaribo, Konstantina M Pella, Yosin Herloheti Permata Widianingrum Permata Widianingrum PRABARINI, HANIFAH FAIRUZA Prabu Aji, Sulistyani Primanisa, Qoyyimah Priyo Susatyo Purbanova, Reni Puteri Iskandar Putri, Esa Putri, Esa Rinjani Cantika Qamarya, Nurul R. Rusli Rachmayanie, Arieska Avianda Rahmatiah Rahmatiah Rany, Azhar Hasna Reangga Perkasa, Reangga Rohayah, Nur Rohman Eko Santoso Rosyid Ridlo Al-Hakim Safira, Aulia Saputra, M. Khalid Fredy Saputra, Satria Helly Sari, Suzana Ratih Sastranegara, Moh. Husien Septana Bagus Pribadi Setijanto Setyoningsih , Sri Setyowati, Endang Ariyani Shofie, Athia Maulida Tsania Sigit Ashar Setyoaji, Sigit Ashar Siti Patimah Soraya, Dhita Rasyida Sri Ariyanti Sri Riani, Sri Stella Prita Anugeraheni Sudarmawan Juwono Sudarmawan Juwono Sufiati, Nunuk Juli Sugiono Sutomo, Sugiono Suhargo Tri H. Suminar, Saka Surya, Sara SURYANI Suzana Ratih Sari Suzanna Ratih Sari Suzanna Ratih Sari Suzzana Ratih Sari titien murtini Titien Woro Murtini Titien Woro Murtini Titien Woro Murtini Titien Woro Murtini Titien Woro Murtini, Titien titin murtini, titin Titin Woro Murtini Tondok, Santalia Banne Tri H., Suhargo Untung Mujiono Vivi Kurnia Putri W. Lestari Wahyuti, Wahyuti Wardani, Ivien Aryo Puspita Wijayanti . Wijayanti Wijayanti Windiariani Lestari Windiarini Lestari Wuriani, Wuriani Yermi, Yermi Yudi Nugraha Bahar Yunita Kristina YUUSHIINA DINI HAPSARI, YUUSHIINA DINI