Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Implementasi TPACK Dalam Peningkatan Keaktifan Siswa Pada Pembelajaran Pai di SMKN 5 dan MAN 2 Mataram Rizal, Saiful; Yakin, Nurul; Saparudin, Saparudin
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 9, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Mandala Education (April)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v9i2.5049

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi atas pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan dibidang teknologi. Kemajuan di bidang tehnologi ini bisa dijadikan salah satu cara untuk meningkatkan keaktifan belajar dan kualitas pembelajaran yang bisa dilakukan oleh seorang guru. Untuk bisa mewujudkan hal tersebut, seorang guru perlu memahami dan mimiliki kemampuan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). TPACK merupakan perpaduan tiga komponen dasar yaitu: Technological Knowledge (TK), Pedagogical Knowledge (PK) dan Content Knowledge (CK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru PAI di SMKN 5 dan MAN 2 Mataram dalam aspek penerapan TPACK. Sedangkan penelitian ini berfokus pada persoalan bagaimana implementasi TPACK dalam pembelajran PAI, dan tingkat keaktifan siswa dalam pembelajran PAI dengan model TPACK di SMK 5 dan MAN 2 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriftip dan komparatif. Metode deskriftif ialah sebuah metode penelitian untuk membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian, sedangkan komparatif adalah penelitian yang menggunakan teknik membandingkan suatu objek dengan objek lain. Dalam penelitian ini diketahui bahwa SMK 5 dan MAN 2 Mataram telah menerapkan pembelajaran berbasis TPACK namun memiliki beberapa perbedan yaitu, 1. Perbedaan dalam penerapan TPACK, di SMK 5 Mataram masih terbatas dalam akses LCD sedangkan MAN 2 Mataram memiliki LCD di masing-masing kelas, 2. MAN 2 Mataram pembelajaranya lebih pariatif akan tetapi sama-sama telah menggunakan media dalam pembelajaran seperti HP dan Internet.  Dengan demikian pembelajaran berbasis TPACK tergantung kemampuan guru dalam mengintegrasikan tiga komponen yaitu TK, PK dan CK.
IDEOLOGICAL TRAP IN EDUCATION: Rivalry Discourse on Islamic Literatures in NW and Salafi Schools in Lombok Saparudin, Saparudin
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 9 NO. 1 2022
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v9i1.24837

Abstract

AbstractThis study aimed to analyze the ideological contestation between the Nahdlatul Wathan (NW) as a local Islamic group and Salafis as a transnational Islamic group in the Islamic literature, which is utilized as teaching materials in NW and Salafi schools. The rivalry between these two religious groups become a novel phenomenon in Lombok together with the increasing influence of the Salafi group. The success of Salafis in promoting the manhaj salaf, which in many ways contradicts the Aswaja promoted by NW in Islamic practice, has implications for the strengthening of the ideological content in Islamic textbooks in their respective schools. Acoording to the data characteristic this study is library research sourced from several Islamic works of literature utilized as teaching materials in NW and Salafi schools. Based on the identification of literature books utilized as teaching materials, as analyzed based on the contestation theory by Antje Wiener and apparatuses of ideology theory by Louis Althusser, this study argues that religious literature used as teaching materials in Islamic schools is an instrument of ideological trapping of religious groups to generate apparatuses of ideology to win the contestation. The teaching materials contain negation of one another, mono-interpretation, and misleading one another. Finally, students only accept particular religious understandings indoctrination without being taught to think critically regarding different religious perspectives. In this context, a state polyce is needed to makesure that the higher order thinking skills of students have been developing, rather than ideological traping of certain Islamic group.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis persaingan ideologis antara NW sebagai kelompok Islam Lokal, dan Salafi sebagai kelompok Islam transnasional dalam literatur keislaman yang dijadikan bahan ajar di sekolah NW dan Salafi. Persaingan kedua kelompok keagamaan ini menjadi fenomena baru di Lombok bersamaan dengan semakin berkembangnya pengaruh kelompok Salafi. Keberhasilan Salafi mempromosikan manhaj salaf yang dalam banyak hal bertentangan dengan Aswaja yang diusung NW dalam praktik keislaman, berimplikasi terhadap semakin menguatnya muatan ideologis dalam buku teks keislaman pada sekolah masing-masing. Sesuai karakteristik data, studi ini merupakan penelitian kepustakaan yang bersumber dari berbagai literature keislaman yang digunakan di sekolah NW dan Salafi. Berdasarkan identifikasi terhadap buku-buku literatur yang digunakan sebagai bahan ajar, yang dianalisis berdasarkan teori kontestasi oleh Antje Winner, dan teori apparatus ideology oleh Louis Althrusser, studi ini berargumen bahwa literatur keagamaan yang digunakan sebagai bahan ajar di sekolah Islam merupakan instrumen perangkap ideologis kelompok keagamaan untuk melahirkan apparatus ideologi demi memenangkan persaingan. Bahan ajar tersebut memuat penegasian satu dengan yang lain, mono-intrepretasi, dan saling menyesatkan satu dengan yang lain. Akhirnya, siswa hanya menerima indoktrinasi paham keagamaan tertentu, tanpa diajarkan berpikir kritis terhadap perbedaan pandangan keagamaan. Maka dibutuhkan intervensi Negara untuk memastikan berpikir kritis siswa harus tumbuh dalam dunia pendidikan Islam, tanpa dikukung oleh ideology kelompok tertentu.How to Cite: Saparudin. (2022). Ideological Trap in Education: Rivalry Discourse on Islamic Literatures in NW and Salafi Schools in Lombok. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 9(2), 20-35. doi:10.15408/tjems.v9i1. 24837.
Tahfiẓ Al-Qur'an as Brand Image of Modern Islamic Education in Lombok Hilmi, Muhamad; Nasir, Mohamad Abdun; Saparudin, Saparudin; Dahlan, Fathurrozi; Saharudin, Saharudin
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 15 No. 2 (2023): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v15i2.2389

Abstract

This research explores the widespread and trending phenomenon of al-Qur'an memorization (tahfiẓ) programs in Islamic education, encompassing traditional and modern settings such as Islamic boarding schools and public schools. Using a qualitative approach and drawing on Kotler's (2002) and Keller's (2001) brand image theory, data is collected through observation, interviews (with key figures in educational institutions, including leaders, teachers, parents, students, alumni, and government agencies in West Nusa Tenggara), and documentation. The findings highlight distinct types of tahfiẓ programs in the three selected educational institutions: Al-Aziziyah Islamic Boarding School requires the precise memorization of the entire Qur'an (30 chapters), Abu Hurairah Islamic Boarding School integrates the program within the formal curriculum, covering 13 chapters, and SDIT Anak Sholeh Mataram includes the program in the formal curriculum, completing two chapters (30 and 29). Theological, pragmatic, and sociological factors influence public responses to these institutions. The study suggests that the theological aspects play a significant role in shaping the perception of the Qur'an tahfiẓ program as an Islamic educational brand, which extends beyond the attributes, benefits, values, culture, personality, and users emphasized in existing brand image theories.
Pengembangan Kreativitas Masyarakat Desa Talang Tangsi Melalui Inovasi Pengolahan Bayam Menjadi Makanan Ringan Hasanah, Titi; Hartini, Indra; Markus, Markus; Saparudin, Saparudin
DEDIKASI PKM Vol. 5 No. 3 (2024): DEDIKASI PKM UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dkp.v5i2.44121

Abstract

Salah satu penggerak kegiatan pengembangan kreativitas masyarakat desa talang tangsi adalah UMKM dan ibu PKK yang merupakan salah satu jenis usaha kreatif yang memerlukan keterampilan, bakat, kreatifitas, pengetahuan sebagai salah satu mesin penggerak untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Talang tangsi, Kecamatan Pajar Bulan ,Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan UMKM Desa Talang Tangsi dalam memajukan perekonomian dengan memanfaatkan potensi lokal, meningkatkan kreativitas dan motivasi agar masyarakat dan ibu rumah tangga giat dalam membuka usaha rumahan serta berinovasi melakukan pendampingan atau pelatihan langsung mengenai pengolahan bayam menjadi makanan stik bayam,keripik bayam dan mie bayam. Metode pelaksanaan pada kegiatan pengabdian kepada masyarkaat meliputi: sosialisasi, demonstrasi, evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dari 31 orang peserta terdapat 20 orang sangat paham dan 11 orang paham serta pengetahuan dan wawasan masyarakat mengenai UMKM dan pengolahan bayam meningkat.
Religious moderation without context: critical analysis of Islamic Education textbooks junior high school in Indonesia Saparudin, Saparudin; Emawati, Emawati
Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol. 8 No. 2 (2023): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v8i2.24920

Abstract

This study aims to analyze the value of religious moderation articulated in the textbooks on Islamic Education (PAI) and Morals for Junior High School. A qualitative approach was used using content analysis techniques which carried out by unitizing, sampling, recording/coding, reducing, abductively inferring, and narrating the samples. Furthermore, data validity was conducted through a focus group discussion technique involving experts in the field of moderation and teachers using textbooks. The results found that the content of religious moderation values has not been given proper space in PAI textbooks, although it is considered to be one of the gateways for the spread of radicalism in schools. This tendency is evidently seen in the following, first, the value of anti-violence being surpassed by normatively based dominance of personal morals and fiqh of worship. Second, national values are still neglected, meaning that the concept of islah and deliberation in the arguments cited for this theme has not been further elaborated. Third, the narrative of tolerance presented is very limited. Fourth, the description of local culture is almost forgotten. For example, the Walisongo's contextualization of local culture with Islam, has not been used to elaborate the value of moderation. Therefore, these findings indicate that there is an urgent need to strengthen the values of religious moderation in PAI textbooks used at Junior High School level in Indonesia. Studi ini bertujuan untuk menganalisis nilai moderasi beragama yang diartikulasikan dalam buku teks PAI dan Budi Pekerti SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik content analysis terhadap buku teks yang digunakan di SMP. Tahapan analisis dilakukan melalui unitizing, sampling, recording/coding, reducing, abductively inferring, dan narrating. Keabsahan data dilakukan dengan teknik focus group discussion dengan melibatkan pakar bidang moderasi dan guru pengguna buku teks. Penelitian ini menemukan bahwa meski mengutip ayat-ayat al-Qurán yang relevan, namun muatan nilai-nilai moderasi beragama dalam buku teks PAI belum memperoleh ruang yang memadai, bahkan diasumsikan sebagai salah satu pintu masuk penyebaran paham radikal di sekolah. Kecenderungan ini nampak pada: pertama, nilai anti kekerasan terungguli oleh dominasi akhlak personal dan fikih ibadah yang dijelaskan secara normative; Kedua, nilai kebangsaan masih terabaikan. Konsep ishlah dan musyawarah dalam dalil yang dikutip untuk tema ini belum diperdalam penjelasannya; Ketiga, narasi toleransi disajikan sangat terbatas; dan keempat, deskripsi kebudayaan lokal nyaris terlupakan. Kontekstualisasi kebudayaan lokal dengan Islam yang dilakukan Walisongo misalnya tidak dimanfaatkan untuk mengelaborasi nilai moderasi. Implikasi penelitian menunjukkan adanya kebutuhan mendesak penguatan nilai-nilai moderasi beragama dalam buku-buku teks PAI yang digunakan pada tingkat SMP di Indonesia. 
PERAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DALAM MENANAMKAN KEDISIPLINAN SISWA SMP BINONG PERMAI AN-NURMANIYAH Maemunah Maemunah; Desi Aneka Putri; Dio Andika Putra; Fitria Raudhatul Zannah; Gufron Gufron; Nadila Aziz; Saparudin Saparudin
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, mememahami, mengimani, bertakwa, berakhalak mulia, mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya kitab suci Al-Qur`an dan Al-Hadits, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman. Adapun bimbingan konseling merupakan bantuan yang diberikan oleh seorang konselor terhadap setiap individu (klien) yang mengalami atau yang memiliki masalah baik yang bersifat pribadi, sosisal, masalah dalam belajar, maupun karier dengan harapan klien mampu membuat sebuah keputusan atau pilihan dalam menjalani kehidupannya. Masalah kedisiplinan siswa memiliki signifikansi besar dalam kemajuan sebuah sekolah. Suasana belajar yang kondusif dan mendukung proses pembelajaran efektif hanya akan hadir pada sekolah yang tertib dan teratur. Di sisi lain kondisi di sekolah yang tidak tertib jauh berbeda. Untuk meningkatkan kedisiplinan siswa sangatlah penting karena sekolah merupakan tempat bagi generasi calon pemimpin bangsa untuk menimba ilmu pengetahuan dan berinteraksi dalam dunia keilmuan. Dalam penelitian ini kami menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mengungkap fenomena secara menyeluruh dan sesuai dengan keadaan yang ada melalui pengumpulan data dari lingkungan alami sebagai sumber utama dengan instrumen utama penelitian itu sendiri. Penelitian kualitatif berlandaskan pola pikir induktif yang didasarkan pada pengamatan objektif dan partisipatif terhadap suatu fenomena sosial
Identifikasi lalat buah (Drosophila sp.) tangkapan di pasar TAC dan Aur Duri 1 Jambi Defina, Azzira Welmi; Atmanda, Aulia; Rustina, Desi; Br Munthe, Winda; Tentia, Ine; Siburian, Jodion; Saparudin, Saparudin
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v7i2.63

Abstract

Drosophila merupakan organisme model yang mengalami metamorfosis dengan distribusi populasi sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi spesies Drosophila serta menganalisis perbedaan morfologi dan faktor lingkungan yang memengaruhi distribusinya di Aur Duri 1 dan Pasar TAC. Hasil menunjukkan perbedaan morfologi memisahkan jantan dan betina, di mana betina berukuran lebih besar dengan abdomen melengkung, sementara jantan memiliki abdomen lebih pendek, lebih gelap, dan ditandai oleh sisir kelamin (sex comb). Perbedaan komposisi spesies di kedua lokasi ini dipengaruhi secara signifikan oleh intensitas cahaya dan ketersediaan makanan; populasi Drosophila lebih banyak ditemukan di Pasar TAC karena kondisi cahaya redup dan melimpahnya buah matang atau busuk. Selain itu, suhu ideal antara 18-30 OC turut memengaruhi siklus hidup dan ukuran populasi. Kesimpulannya, faktor lingkungan, terutama ketersediaan sumber makanan dan intensitas cahaya, berperan krusial dalam menentukan distribusi dan komposisi spesies Drosophila.
Peran Komunikasi Interpersonal Guru dalam Menumbuhkan Minat Menghafal Al-Qur’an Siswa Kelas III SDIT Jannatul Ma’wa Desa Terantang Kampar Riau Royan, M.; Saparudin, Saparudin
Bashirah Vol 6 No 2 (2025): Bashirah
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/bashirah.v6i2.1149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi interpersonal guru dalam memotivasi siswa kelas III di SDIT Jannatul Ma’wa, Desa Terantang, Kabupaten Kampar, Riau, dalam menghafal Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru, siswa, serta wali kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal guru memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan motivasi dan minat siswa dalam menghafal Al-Qur’an. Guru menerapkan berbagai strategi komunikasi, seperti pendekatan persuasif, pendekatan emosional, serta keteladanan, guna membangun kedekatan emosional dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Selain itu, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai motivator dan pembimbing dalam proses pembelajaran Al-Qur’an. Faktor pendukung dalam penelitian ini meliputi efisiensi waktu belajar, dukungan keluarga, lingkungan sekolah yang kondusif, serta motivasi siswa yang tinggi. Sementara itu, faktor penghambat yang ditemukan antara lain hambatan psikologis, kurangnya empati, serta karakter siswa yang terlalu aktif secara fisik, mental, dan perilaku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi interpersonal guru berkontribusi positif terhadap keberhasilan siswa dalam menghafal Al-Qur’an.
Strategi Digital Marketing untuk Meningkatkan Promosi dan Penjualan Produk Kopi Lokal Karang Sidemen, Lombok Tengah Nur Afni; Elya Antariksana Bachmida; Baiq Rien Handayani; Yuhendra AP; Hary Kurniawan; Amuddin Amuddin; Sukmawaty Sukmawaty; Ince Siti Wardatullatifah S; Isnaini Puspitasari; Hanifah Ayu; Fakhrul Irfan Khalil; Fuad Sauqi Isnain; Murad, Murad; Joko Sumarsono; Satrijo Saloko; Reza Kusuma Nurrohman; Diah Ajeng Setiawati; Rahmat Sabani; Wayan Sweca Yasa; Firman Fajar Perdana; M.Azhar Mustafid; Mi’raj Fuadi; Tri Isti Rahayu; Neyla Vista Maramy; Wiwin Apriyanditra; Zulfiana Jayanti; Saparudin Saparudin
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Februari: NUSANTARA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v6i1.7880

Abstract

Local coffee micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Karang Sidemen Village, Central Lombok Regency, have significant development potential; however, they still face challenges related to marketing practices and limited value addition. Conventional marketing systems restrict market reach and reduce product competitiveness. In the context of the Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0, digital marketing offers a strategic opportunity for MSMEs to enhance product promotion and sales performance. This community service program aimed to strengthen the capacity of local coffee MSMEs through the implementation of social media–based digital marketing strategies. A participatory approach was employed, actively involving MSME actors and students through stages of problem identification, program planning, training and hands-on digital marketing practices, and evaluation. The results demonstrated an improvement in participants’ understanding and skills in utilizing social media as a promotional tool, as reflected by the initiative to develop and publish promotional video content for local coffee products, including the flagship Versilia coffee variant. The use of visual content and storytelling facilitated the practical adoption of digital marketing strategies. Overall, this program contributed to shifting marketing behavior from conventional to digital approaches and strengthening the sustainable competitiveness of local coffee MSMEs.
The use of basalt scoria as a geopolymer cement to increase soil bearing capacity Saparudin, Saparudin; Alisjahbana, Sofia W; Rajiman, Rajiman; Sadad, Ilyas; Amin, Muhammad; Hendronursito, Yusup
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2023.111.5085

Abstract

One method that can be used to improve soil properties is the addition of geopolymer cement to the soil to become more stable. This study aimed to determine the effect of geopolymer cement on soil stability. The raw materials for geopolymer cement include clay and basalt rock, with variations in the composition of 0%, 20%, 30%, 40%, and 50%. The levels of temperature variance used were 40 oC, 60 oC, and 80 oC, with variations in 4 and 6 hours. Characterization includes X-ray fluorescence (XRF), X-ray diffraction (XRD), and scanning electron microscope (SEM) tests of raw materials and products. The highest compressive strength was obtained on a mixture of 40% basalt, 200 mesh, and a heating temperature of 80 °C for 6 hours, 56.32 MPa. The California Bearing Ratio (CBR) test showed a significant increase in the heat treatment geopolymer products. The CBR value on y1 during the 10x collision was 16.67%; in the 30x crash, it increased to 63.33%, while in the 65x collision, it increased to 78.33%. Whereas in the Y2 measurement, at 10x collisions, it was 21.11%; at 30x collisions, the CBR value increased to 82.22%; and at 65x collisions, the CBR value increased to 100.00%.