Articles
E-Business Initiatives in Indonesian Manufacturing SMEs
Singgih Saptadi;
Iman Sudirman;
TMA Ari Samadhi;
Rajesri Govindaraju
Jurnal Teknik Industri Vol. 16 No. 2 (2014): DECEMBER 2014
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (434.862 KB)
|
DOI: 10.9744/jti.16.2.139-148
The role of information technology (IT) in improving companies’ competitiveness, including small and medium enterprises (SMEs), has been widely accepted. But, the IT investment will be in vain, if SMEs do not align their business and IT. There is a need to develop a framework of business-IT alignment. The framework development requires an understanding of the patterns of IT implementation in supporting SMEs’ business (e-business initiatives). This paper presents an empirical study on e-business initiatives in Indonesian manufacturing SMEs. The study uses 41 business processes that are grouped into three business focuses: supplier side, internal side and customer side. Based on the complexity of IT support to business processes, supplier side score, internal side score, customer side score and global score can be calculated. These scores are used to develop e-business initiative groups by using cluster analysis. After validated using discriminant analysis, the cluster analysis gives five e-business initiatives. First initiative is e-business implementation in three sides of business focuses, although in the early stage. Second initiative is IT implementation with internal side focus. Third initiative is e-business with customer side focus. The fourth is initiative that focuses on internal and customer side. The last is e-business initiative that balances and extends IT implementation on the three sides of business focuses. Then, this paper explains the differences between e-business initiatives.
PERANCANGAN DAN ANALISIS KELAYAKAN TEKNO EKONOMI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA ROOFTOP KAPASITAS 1215 WP DENGAN SISTEM ON GRID SKALA RUMAH TANGGA STUDI KASUS PERUMAHAN SAMBIROTO ASRI KOTA SEMARANG
Dimas Adi Satrio;
Jaka Windarta;
Singgih Saptadi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/transient.v9i4.461-469
Memanfaatkan atap rumah sebagai lahan pembangkit listrik tenaga surya sistem on grid bisa menjadi solusi yang efektif dan efisien untuk mengurangi tagihan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis potensi PLTS rooftop kapasitas 1215 Wp dengan sistem on grid skala rumah tangga dari sisi tekno ekonomi. Menggunakan masing-masing dua alternatif untuk komponen utama panel surya dan inverter maka terdapat 4 variasi rancangan konfigurasi komponen dalam penelitian ini. Variasi 1 menggunakan panel surya canadian solar dengan inverter solax. Variasi 2 menggunakan panel surya canadian solar dengan inverter sofar. Variasi 3 menggunakan panel surya risen dengan inverter solax. Variasi 4 menggunakan panel surya risen dengan inverter sofar. Melalui software PVSyst 6.43, dengan rata rata radiasi sebesar 5,48 kWh/m2/hari, potensi kinerja dari masing-masing variasi perancangan PLTS rooftop kapasitas 1215 Wp skala rumah tangga ini akan menghasilkan energi listrik sebesar 1873 kWh, 1893 kWh, 1865 kWh dan 1885 kWh. Biaya investasi dari perancangan PLTS rooftop kapasitas 1215 Wp adalah Rp25.220.000-Rp27.020.000 dengan nilai Net Present Value berkisar antara Rp15.309.805- Rp17.421.839, Benefit Cost Ratio berkisar antara 1,489-1,588, Payback period berkisar antara 10,38 – 11,02 tahun dan nilai IRR berkisar antara 8,8-9,56%.
WORKSHOP DAN STRATEGI IMPLEMETASI E-COMMERCE PADA UKM MANUFAKTUR MEMANFAATKAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN E-BUSINESS DI MASA PANDEMI COVID-19
Aulia Fashanah Hadining;
Singgih Saptadi;
Ulinnuha Latifa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jpmb.v6i2.7824
ABSTRAKKurang optimalnya penggunaan e-business oleh pelaku UKM dalam pemasaran dan penjualan online karena belum mengoptimalkan peran e-business dan juga membutuhkan tips untuk menggunakannya. Berkembangnya pandemi telah memberikan tantangan supaya tetap bertahan karena adanya pembatasan secara fisik sehingga merubah pola bisnis pelaku usaha. Oleh karena itu, e-business bisa digunakan agar bisnis tetap berkelanjutan. Kegiatan ini bermitra dengan usaha Elbarkah bersama dengan tiga belas pelaku UKM lainnya. Webinar ini bertujuan untuk diharapkan dapat meningkatkan pemahaman para pelaku usaha terkait dengan pemanfaatakn teknologi e-business secara maksimal untuk dapat meningkatkan penjualan pada kondisi pandemi Covid-19. Webinar dilaksanakan menggunakan metode ceramah dan diskusi secara langsung antara para UKM Pelaku Usaha dengan narasumber. Materi yang diberikan berupa peluang saat menggunakan e-business guna menjawab adanya tantangan selama pandemi. Pemateri memberikan pemahaman dari perubahan dunia juga pada teknologi. Hal ini mengubah pola konsumen dalam membeli produk, berawal dari membeli langsung ke toko kemudian konsumen mengubah polanya dengan memanfaatkan smarthphone pada berbagai macam aplikasi yang dibutuhkan. Oleh karena itu, pelaku usaha melakukan transformasi bisnis namun terkendala karena berjualan secara offline, sedangkan platfom e-commerce dapat digunakan. Setelah webinar selesai, peserta mengisi evaluasi yang disediakan. Hasilnya adalah 64% diantaranya merasakan adanya kesesuaian antara pelatihan dengan tujuan peserta dan 50% lainnya merasakan adanya manfaat pada pekerjaannya. Sedangkan 50% lainnya menyatakan penyampaian materi baik dan mudah dipahami. Terakhir, 64% peserta menyatakan pemateri memberikan respon yang baik. Kata kunci: teknologi informasi; e-business; e-commerce ABSTRACTThe less optimal use of e-business by SMEs in online marketing and sales has not optimized the role of e-business and also requires tips for using it. The development of the pandemic has posed a challenge to survive because of physical contact, thus changing the business pattern of business actors. Therefore, e-business can be used to keep the business sustainable. This activity is in conjunction with the efforts of Elbarkah along with thirteen other SME players. This activity aims to increase the understanding of business actors regarding the maximum use of e-business technology to increase sales during the Covid-19 pandemic. The webinar is held using the lecture method and direct discussion between UKM Business Actors and resource persons. The material provided is in the form of opportunities when using e-business to answer challenges during the pandemic. The speaker provided an understanding of the changing world as well as on technology. This changes the pattern of consumers in buying products, starting from going directly to the store and then changing the pattern by using smartphones in various kinds of applications that are needed. Therefore, business actors carry out business transformation but are constrained by selling offline, while e-commerce platforms can be used. After the webinar is over, participants fill out the evaluation provided. The result is that 64% of them feel that there is an adjustment between the training and the participants' goals and the other 50% feel the benefits on the job. While the other 50% stated that the delivery of the material was good and easy to reach. Finally, 64% of participants stated that the speaker gave a good response. Keywords: information technology; e-business; e-commerce
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAYANAN ANTENATAL DI DAERAH PERDESAAN
Mawarni, Dian;
Sulistyani, Rianti;
Adi, Sapto
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19184/ikesma.v17i1.22444
Kematian ibu tetap menjadi masalah yang menakutkan bagi daerah-daerah di Indonesia termasuk Kabupaten Trenggalek. Pelayanan antenatal dapat meningkatkan status kesehatan ibu dan bayi baru lahir, sayangnya tingkat kunjungan antenatal belum mencapai target. Ada berbagai faktor yang menjadi kendala dalam implementasi sehingga mengakibatkan kinerja pelayanan antenatal belum optimal. Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pelayanan antenatal di Puskesmas Kabupaten Trenggalek. Penelitian kualitatif di dua Puskesmas dilakukan dengan wawancara semi terstruktur terhadap kepala puskesmas, penanggungjawab poli kesehatan ibu dan anak, bidan. Terdapat tiga faktor yang mempengaruhi pelayanan antenatal: a) tenaga kesehatan, aspek kualitas telah memadai namun secara kuantitas belum terpenuhi; b) fasilitas penunjang, peralatan sesuai standar namun ada sebagian yang perlu diperbaiki; c) panduan pelayanan, standar operasional telah dibuat namun belum lengkap. Pelayanan antenatal belum sepenuhnya berjalan dengan baik karena kendala dari komponen input pelaksanaan program. Rekomendasi untuk meningkatkan pelayanan antenatal meliputi mempertimbangkan penambahan tenaga bidan melalui sistem kontrak, mengganti peralatan penunjang yang tidak berfungsi, dan memperbaharui panduan pelayanan antenatal.
Economic Feasibility Study of Rooftop Solar Power Plant 32 kWp in PT KPJB Office Building, PLTU Tanjung Jati B, Kabupaten Jepara
Sensa Ritzky Cinicy, Oky;
Windarta, Jaka;
Saptadi, Singgih
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 4, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/jebt.2023.17574
Strategic initiatives in an effort to increase the role of New and Renewable Energy in the energy mix as a supply of power plants, one of which is the development of Solar Power Plants (PLTS) for own use at PLN's existing Power Plants. In 2021, the percentage of self-use power at PLTU Tanjung Jati B reaches 5.25% or the equivalent of 543 GWh, where PT. KPJB office building is one of the loads that receives self-use from the PLTU grid. Rooftop Solar Power Plant (PLTS) has been implemented on to replace the role of supplying electrical energy from the PLTU to several equipment to support the company's operations. After conducting an economic feasibility study with 3 calculation methods, namely Net Present Value (IDR. 210,436,003.12), Benefit Cost Ratio (1.17), and Payback Period (16.90), theoretically implementing a 32 kWp PLTS Rooftop can indeed said worthy. But with the three calculation results that can be considered very low with an estimated return on investment reaching almost 17 years.
Interest of Public Health Science Students of State University of Malang to Work in Remote Areas, Borders, and Islands
Adi, Sapto;
Mawarni, Dian;
Fauzia, Dita Ratna
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um044v8i22023p31-38
The health workforce distribution in Indonesia still needs to be balanced, especially in border areas and islands (DTPK), with no exception for public healthcare workers. This study aimed to determine the interest of public health science students in working in remote areas and the factors associated with the interest of public health science students to work in remote areas. This study design was cross-sectional, and a total sampling method was used. The subjects were final-year students majoring in Public Health Science at the State University of Malang. The dependent variable was the interest of public health science students to work in remote areas. Independent variables included personal input, background environment, and student self-efficacy. Data were analyzed univariate and bivariate using Goodman and Kruskal Tau tests. The result showed that from 79 respondents, 44.3 percent of students were interested in working in remote areas, and 5.1 percent had high self-efficacy to work in remote areas. The factor related to student interest in working in remote areas is the self-efficacy variable (p is 0.000). Most students are not interested in working in rural areas, and self-efficacy is associated with student interest in working in rural areas.
ANALISIS NILAI EFEKTIVITAS MESIN WINDING ACX6 MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (Studi Kasus: PT Apac Inti Corpora – Unit Spinning IV Ring Yarn)
Pandu N., Aditya Satria;
Saptadi, Singgih
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AbstrakDengan adanya ASEAN Economic Community (AEC) 2015 negara-negara ASEAN akan memiliki jangkauan pasar yang lebih luas. Industri tekstil menjadi salah satu andari dari Indonesia dalam persainga di ASEAN dengan diperkirakan jumlah pabrik tekstil di Indonesia sebanyak 2.304 pabrik tekstil. Sehingga dengan pekembangan dunia industri tersebut persaingan antar perusahaan semakin ketat, untuk itu PT. Apac Inti Corpora Sebagai salah satu perusahaan tekstil dan garment mengalami permasalahan pada departemen Spinning dimana pada unit IV Ring Yarn nilai dari efektivitas khusunya pada mesin Winding lebih rendah dari target ang ditentukan yaitu 90%-95%,Tidak tercapainya target tersebut terjadi karena tidak maksimalnya perfomasi (efisiensi) mesin yang digunakan serta terdapat breakdown pada mesin. Untuk itu dilakukan penelitian analisis terhadap nilai efektivitas dan efisiensi dengan metode Overall Equipmrnt Effectiveness (OEE) untuk menggambarkan efektivitas penggunaan fasilitas khususnya mesin winding ACX6, dengan menjabarkannya kedalam tiga faktor yaitu nilai Availibility, Perfomance Rate, dan Quality Rate dengan berdasarkan mesin Winding ACX6 yang masih baru dan mesin yang menjadi mesin uji coba pada unit spinning IV Ring Yarn ini. Serta saran perbaikan dianalisis dengan menggunakan diagram sebab akibat.Kata kunci: Efektivitas mesin, OEE, Winding ACX6, Availibility, Perfomance Rate, Quality rate
EVALUASI PENERAPAN ISO 31000:2018 DENGAN MELAKUKAN IDENTIFIKASI DAN ANALISIS RISIKO TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN DENGAN METODE RISK MATRIX (PT. KERNEL INDONESIA POTENTIAL)
Rajendra, Rafi;
Saptadi, Singgih
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK 1, Dr. Singgih Saptadi, ST.,MT.*2Dalam menjalankan sebuah perusahaan, pasti akan ditemukan risiko-risiko yang dapatditemukan pada keberlangsungannya. Seperti pada risiko supplier, dimana hal yang bisaterjadi adalah perusahaan kekurangan bahan baku dikarenakan keterlambatanpengiriman, perusahaan harus memiliki system manajemen inventori yang baik denganmemantau kondisi yang ada di pasar saat itu. Hal ini bertujuan untuk jika bahan bakusudah menpis di pasaran, persuhaan sudah menyiapkan strategi yang lebih terorganisir,begitu pula untuk risiko-risiko lainnya. Dengan melakukan pengelolaan manajemenrisiko yang dibutuhkan oleh perusahaan, menjadi upaya dalam mengurangi dampak daririsiko yang terjadi. ISO 31000 menjadi standar dalam mengelola risiko secara sistematis,dengan pengelolaan risiko yang diibaratkan sebagai desain dalam mengelola risiko,yang terdiri dari prinsip kerangka kerja dan proses pengolahan risiko. Dalam penelitian ini, penerapan ISO yang digunakan adalah ISO 31000:2018, dengan menggunakan standar ini dianggap bisa memberikan masukan terhadap semua aktivitas pengelolaanrisiko. Dalam melakukan penerapan manajemen risiko diharapkan dapat membantuperusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan dengan menggunakan system yang lebihbaik.Kata Kunci: Manajemen Risiko, ISO 31000
KEBIJAKAN PERSEDIAAN MATERIAL SEMEN PADA PRODUKSI BETON READY MIX MENGGUNAKAN METODE TIME SERIES (STUDI KASUS PT. XYZ)
Dzulhijjah, Berry Rizky;
Saptadi, Singgih
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Pada proyek konstruksi kebutuhan beton dipenuhi dengan dua cara yaitu site mix dan ready mix.Perbedaan kedua metode tersebut didasarkan pada proses pembuatannya. Salah satu cara yang umumdigunakan adalah dengan membuat Batching Plant untuk produksi beton ready mix. Pada perusahaanBatching Plant harus merencanakan stok ketersediaan bahan baku dengan tepat supaya tidak terjadiketerhambatan dalam keberjalanan proyek. Pada penlitian ini berfokus pada peramalaan kebutuhanmaterial semen sebagai bahan baku dari beton ready mix yang diproduksi Batching Plant. Penelitianini dibatasi dengan lingkup tempat yaitu Batching Plant PT XYZ. Penelitian ini menggunakan datahistoris dari demand material semen pada tahun 2022 selama 12 periode. Metode peramalan yangdigunakan adalah metode time series yaitu Single Exponential Smoothing, Double ExponentialSmoothing, dan holt winter. Plot data menghasilkan pola grafik yang fluktuaktif. Setelah dilakukanperamalan selanjutnya adalah memilih metode terbaik menggunakan verifikasi Mean AbsolutePercentage Error (MAPE). MAPE digunakan dikarenakan lebih mudah dipahami oleh pembaca.Setelah mendapat metode terpilih langkah selanjutnya yaitu validasi metode terpilih. Hasil validasimenunjukan tidak ada data yang melewati batas atas maupuh bawah sehingga hasil dapat dinyatakanvalid. Metode terpilih adalah Double Exponential Smoothing dengan nilai MAPE sebesar 42%. Hasilperamalan dari metode terpilih digunakan untuk acuan ketersediaan bahan baku pada enam periodeselanjutnya dalam proses produksi.Kata kunci: peramalan; material; beton ready mixAbstractIn construction projects, concrete requirements can be fulfilled through two methods: site mix and readymix. The difference between these two methods is based on their production processes. One commonmethod used is to establish a Batching Plant for producing ready mix concrete. In a Batching Plantcompany, it is important to plan the availability of raw materials accurately to avoid delays in theproject. This study focuses on forecasting the demand for cement, a raw material for ready mix concreteproduced in a Batching Plant. The study is limited to the scope of the PT XYZ Batching Plant locationand uses historical data from 12 periods of cement material demand in 2022. Time series forecastingmethods, such as Single Exponential Smoothing, Double Exponential Smoothing, and Holt-Winters, were used in this study. The plot of the data generated a fluctuating pattern. After forecasting, the nextstep is to choose the best method using verification through Mean Absolute Percentage Error (MAPE),which is used for its ease of understanding. The chosen method is then validated, and the results indicatethat no data exceeded the upper or lower limits, making the results valid. The selected method is DoubleExponential Smoothing with an MAPE value of 42%. The forecasting results from the selected methodare used as a reference for the availability of raw materials in the next six periods of the productionprocess.Keywords: forecasting; material; concrete
PERBAIKAN METODE SAMPLING BIBIT EUCALYPTUS SP. DENGAN PENDEKATAN MONTE CARLO SIMULATION
Syamra, Farhan;
Saptadi, Singgih
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AbstrakPT ITCI Hutani Manunggal adalah perusahaan swasta yang bergerak di bidang Hutan TanamanIndustri (HTI) yang berfokus pada memproduksi kayu yang akan diolah menjadi pulp sebagai bahanbaku pembuatan kertas. Pada penelitian ini, pengamatan dilakukan pada area pembibitan (Nursery),di mana terdapat proses Premium Seedling Quality Assessment yang akan menyeleksi bibit bibit yangakan di kirimkan ke Plantation untuk ditanam. Setelah dilakukan pengamatan pada proses PremiumSeedling Quality Assessment ini kurang representatif saat melakukan sampling, dikarenakan masihbanyak bibit yang failed pada saat akan ditanam. Masalah ini menyebabkan munculnya kerugian bagiPT ITCI Hutani Manunggal itu sendiri. Sehingga peneliti memberikan saran perbaikan berupaperubahan metode sampling yang nantinya akan dibandingkan jumlah bibit failed metode terbaru inidengan metode sebelumnya dengan pendekatan Monte Carlo Simulation. Nantinya setelahdibandingkan akan terlihat metode mana yang lebih representatif dan akan menjadi saran perbaikanuntuk PT ITCI Hutani Manunggal. Kata Kunci Perbaikan Metode, sampling, Monte Carlo Simulation