Claim Missing Document
Check
Articles

EKSPERIMEN MODEL PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING BERBASIS SOCIO SCIENTIFIC ISSUE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN Shafira, Riannisa'a; Nurmiyati, Nurmiyati; Saputra, Alanindra
Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 19 No. 1 (2026): Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/biosferjpb.63363

Abstract

Critical thinking is a core 21st-century competency; however, evidence shows that many Indonesian students struggle with higher-order cognitive tasks. In a Surakarta public high school, over 50% of the Grade 10 students answered C3–C6 biology items incorrectly. The average student score represents 62.86, which falls below the minimum passing grade of 75. This significant gap indicates that lecture-based instruction provides insufficient support for student learning. This study examined the effectiveness of integrating Socio-Scientific Issues (SSI) into Process-Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) to improve students' critical thinking on environmental pollution. A quantitative quasi-experimental pretest–posttest design was applied to two homogeneous classes (n=36 each) selected from a total of 324 students: an experimental class receiving SSI-based POGIL and a control class receiving conventional instruction. Critical thinking was measured using a validated 10-item essay test with five indicators, supported by observations, interviews, and document analysis. Analyses were conducted using SPSS and N-gain software. The experimental class achieved a higher mean critical thinking score than the control class (89.4 vs. 56.6), with significant pre–post improvement in the experimental group (p=0.00<0.05) but not in the control group (p=0.20). The SSI-based POGIL implementation strongly correlated with critical thinking gains (r=0.835; p=0.000) and yielded a high N-gain (0.76). Observations showed the strongest performance in concluding with evidence (2.67/3.00) and a weaker performance in interpreting problems using local pollution cases over three 80-minute meetings. These findings indicate that SSI-based POGIL can enhance critical thinking in environmental pollution learning, although generalizability is limited by the small sample size.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEDAGOGI GURU IPA DAN BIOLOGI SEKOLAH MENENGAH MELALUI PELATIHAN PENYUSUNAN BAHAN AJAR BERBASIS GUIDED INQUIRY - TPACK Agustina, Putri; Saputra, Alanindra
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v5i1.1777

Abstract

Pembelajaran di era revolusi 4.0 menuntut kompetensi pendidik yang dapat menguasai teknologi dan pemanfaatannya dalam proses belajar mengajar. Teknologi dalam proses belajar mengajar dapat membantu memvisualisasikan materi serta mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge) merupakan sebuah kerangka kerja dalam mendesain model pembelajaran baru dengan menggabungkan tiga aspek utama yaitu teknologi, pedagogi, dan konten (materi pengetahuan). Pengembangan bahan ajar dengan mengintegrasikan materi, model pembelajaran, dan teknologi menjadi kompetensi yang penting dikuasai oleh pendidik sebagai upaya adaptasi terhadap perkembangan revolusi industri 4.0. Bahan ajar perlu diintegrasikan dengan model pembelajaran tertentu sebagai basis kegiatan siswa. Model pembelajaran guided inquiry menjadi salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan ruh pendekatan saintifik. Berdasarkan hasil observasi awal dan beberapa penelitian terdahulu, masih belum banyak guru yang mengembangkan bahan ajar berbasis guided inquiry–TPACK. Solusi yang ditawarkan adalah dengan mengadakan pelatihan tentang pengembangan modul ajar berbasis guided inquiry-TPACK. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 sampai dengan 19 Juli 2022 dengan peserta sebanyak 21 orang dari berbagai instansi. Kegiatan dilaksanakan secara daring synchronous melalui zoom untuk penyampaian materi dan secara asynchronous melalui Schoology untuk kegiatan praktik penyusunan bahan ajar. Hasil dari kegiatan ini adalah dokumen bahan ajar elektronik yang disusun oleh peserta pelatihan dengan mengintegrasikan TPACK dan kegiatan pembelajarannya berbasis guided inquiry. Kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengembangan kompetensi pedagogi guru.
Identification of Bryophytes in Jumog Waterfall, Karanganyar, Central Java, Indonesia Yasir Sidiq; Alanindra Saputra; Siti Kartika Sari
Biotropic : The Journal of Tropical Biology Vol. 3 No. 2 (2019): Biotropic, Volume 3 Nomor 2, 2019
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/biotropic.2019.3.2.79-85

Abstract

Indonesia, as a mega-biodiversity country, has a high diversity of bryophytes (Liverworts, Hornworts, and Mosses). In addition, a waterfall is one of the most optimum places for bryophytes to life. One of many waterfalls in Indonesia is Jumog Waterfall. It is located in Karanganyar Regency, Central Java. This study aimed to know the diversity of bryophytes in Jumog Waterfall, identify the species, and analyze the genetic relationship through the species based on morphological characters. The explorative method was used to collect the samples. Identification of species was done by comparing samples to the handbook of identification. The results were; (1) there were fifteen species that found in Jumog Waterfall; (2) The highest similarity among species was 90%. They were grouped in genus Fissidentales, Order Dicranales, and Order Hypnobryales. Then, The lowest similarity was 30.8%. They were between Funaria hygrometrica and Riccia fliutans. It distinguished liverwort, hornwort, and mosses
Pelatihan Pemodelan Pembelajaran Berbasis Guided Inquiry untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogi Guru MGMP Biologi Provinsi Jawa Tengah Agustina, Putri; Saputra, Alanindra; Zuhud Abdillah, Fito; Silviana Aringsih, Putri; Setyaningsih, Eko
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i1.1749

Abstract

Pembelajaran merupakan sebuah sistem yang kompleks dengan komponen yang saling berkaitan. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran salah satunya adalah kompetensi guru. Guru diharapkan menguasai setidaknya empat kompetensi yaitu kompetensi profesional, kompetensi pedagogi, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian. Salah satu wujud kompetensi pedagogi adalah kemampuan mengimplementasikan model pembelajaran sesuai dengan karakteristik materi yang diajarkan. Inkuiri terbimbing menjadi salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat digunakan. Berdasarkan hasil observasi awal dan beberapa penelitian terdahulu, masih belum banyak guru yang mampu memahami konsep inkuiri terbimbing, membuat perencanaan pembelajaran menggunakan model inkuiri terbimbing, serta mengimplementasikan model pembelajaran inkuiri terbimbing di kelas. Solusi yang ditawarkan adalah dengan mengadakan pelatihan tentang perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan pelatihan yang terbagi menjadi tiga kegiatan yaitu pemaparan materi, praktik pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing, dan penugasan mandiri. Penugasan mandiri meliputi penyusunan modul ajar dan video pembelajaran dengan menggunakan model inkuiri terbimbing. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 2 sampai dengan 9 November 2024. Kegiatan diikuti oleh 132 guru Biologi SMA seJawa Tengah. Pemaparan materi dan praktik pembelajaran dilaksanakan secara luring sedangkan penugasan mandiri berupa praktik penyusunan modul ajar dengan model inkuiri terbimbing dan diskusi pengembangan pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing dilaksanakan secara daring asynchronous melalui Google Classroom. Hasil pretest dan postest menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kompetensi sebelum dan sesudah pelatihan. Beberapa faktor yang menjadi kendala pelaksanaan kegiatan ini antara lain: (1) beberapa guru masih kurang familiar dengan penggunaan Google Classroom sehingga masih kesulitan dalam pengiriman tugas; (2) beberapa guru masih kesulitan membedakan pembelajaran dengan inkuiri terbimbing dan discovery sehingga beberapa modul ajar yang dikembangkan menggunakan sintaks discovery learning.
Struktur Komunitas Vegetasi dan Kearifan Lokal dalam Konservasi Mata Air Songgobumi, Boyolali, Jawa Tengah Saputra, Alanindra; Herawati Sutanto Putri, Natasha; Rizqy Amalia, Salsabila; Anggraheni, Utik; Agustina, Putri
Konservasi Hayati Vol 22 No 01 (2026): April
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v22i01.44381

Abstract

Krisis air bersih terjadi akibat mengeringnya mata air yang dipicu oleh kerusakan vegetasi di zona penyangga. Fenomena tersebut menuntut upaya konservasi berbasis ekologi dan sosial masyarakat. Penelitian bertujuan untuk (1) menganalisis struktur dan komposisi vegetasi di zona penyangga Mata Air Songgobumi Boyolali, (2) mengevaluasi partisipasi masyarakat dan kearifan lokal dalam menjaga keberlanjutan fungsi hidrologi Mata Air Songgobumi, dan (3) menyusun strategi konservasi berbasis vegetasi dan partisipasi masyarakat untuk menjaga kestabilan ketersediaan air di Desa Mriyan, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode stratified systematic sampling dengan intensitas 1% (34 plot pohon dan 68 plot LCC) pada area seluas 121,2 ha. Data dianalisis secara kuantitatif melalui Indeks Nilai Penting (INP), keanekaragaman Shannon-Wiener (H'), serta observasi partisipatif kearifan lokal. Strata pohon dianalisis menggunakan metode Point Center Quarter (PCQ) dan LCC menggunakan kuadrat plot. Data partisipasi masyarakat dikumpulkan dengan metode wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh 30 spesies strata pohon (722 individu) dengan keanekaragaman sedang (H’=2,45) dan dominansi spesies invasif Acacia decurrens serta Cupressus sempervirens. Spesies asli Schima wallichii, Ficus fistulosa, dan Engelhardia spicata berpotensi dalam konservasi mata air. Spesies LCC terdiri atas 19 spesies (1.453 individu; H’=1,7, kategori sedang) dan didominasi oleh rerumputan Carex sylvatica, Pennisetum purpureum, serta Imperata cylindrica yang berperan menekan erosi dan meningkatkan infiltrasi. Masyarakat memiliki literasi ekologi yang tinggi dan berperan aktif dalam konservasi mata air melalui kegiatan sosial, budaya, dan kearifan lokal. Diperlukan strategi konservasi sosio-ekologis terintegrasi yang memadukan analisis ekologis, khususnya vegetasi, dan modal masyarakat untuk menjaga stabilitas debit dan kualitas air.
ANALISIS KETERAMPILAN MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI PADA PENGEMBANGAN PRAKTIKUM BIOLOGI SEKOLAH Agustina, Putri; Agustina, Lina; Astuti, Rina; Saputra, Alanindra
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.10151

Abstract

Practicum is an important component of Biology learning that plays a role in developing students' science process skills, conceptual understanding, and scientific attitudes. Therefore, prospective Biology teacher students need to be equipped with the ability to develop practicum-based learning. This study aims to analyze the skills of prospective Biology teacher students in developing Biology learning using the practicum method. This study used a descriptive approach, involving 30 students enrolled in the School Biology Practicum Development (PPBS) course in the 2024/2025 academic year. Data were obtained through an assessment of student portfolio documents, including practicum designs, teaching modules, practicum teaching materials, and practicum assessment instruments. Data were analyzed using descriptive percentage techniques. The results showed that the skills of prospective Biology teacher students in developing practicum-based learning were in the good category with an average achievement of 74.90%. In detail, the skills of compiling practicum designs were in the very good category (76.83%), while the skills of compiling teaching modules (75.00%), practicum teaching materials (74.50%), and practicum assessment instruments (73.50%) were in the good category. These results indicate that students have sufficient basic competencies for developing practicum-based learning, but strengthening is still needed in high-level thinking skills, the quality of teaching materials, and authentic assessment. ABSTRAK Praktikum merupakan komponen penting dalam pembelajaran Biologi yang berperan dalam mengembangkan keterampilan proses sains, pemahaman konseptual, serta sikap ilmiah peserta didik. Oleh karena itu, mahasiswa calon guru Biologi perlu dibekali kemampuan dalam mengembangkan pembelajaran berbasis praktikum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan mahasiswa calon guru Biologi dalam mengembangkan pembelajaran Biologi dengan metode praktikum. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan subjek sebanyak 30 mahasiswa yang menempuh mata kuliah Pengembangan Praktikum Biologi Sekolah (PPBS) pada tahun ajaran 2024/2025. Data diperoleh melalui penilaian terhadap dokumen portofolio mahasiswa yang meliputi rancangan praktikum, modul ajar, bahan ajar praktikum, dan instrumen penilaian praktikum. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan mahasiswa calon guru Biologi dalam mengembangkan pembelajaran berbasis praktikum berada pada kategori baik dengan rata-rata capaian sebesar 74,90%. Secara rinci, keterampilan menyusun rancangan praktikum berada pada kategori sangat baik (76,83%), sedangkan keterampilan menyusun modul ajar (75,00%), bahan ajar praktikum (74,50%), dan instrumen penilaian praktikum (73,50%) berada pada kategori baik. Hasil ini menunjukkan bahwa mahasiswa telah memiliki kompetensi dasar yang cukup dalam mengembangkan pembelajaran berbasis praktikum, namun masih diperlukan penguatan pada aspek pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi, kualitas bahan ajar, dan penilaian autentik.    
Analisis Struktur Vegetasi di Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali MARIDI, MARIDI; SAPUTRA, ALANINDRA; AGUSTINA, PUTRI
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 8, No 1 (2015): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v8i1.3258

Abstract

Tujuan penelitian ini antara lain: (1) mengetahui struktur dan komposisi vegetasi baik pohon maupun vegetasi penutup lantai (lower crop community-LCC) di lokasi kajian AMDAL kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali; serta (2) mengetahui pengaruh indeks nilai penting dan indeks diversitas vegetasi terhadap kondisi lingkungan di sekitar lokasi kajian AMDAL kecamatan Ampel kabupaten Boyolali. Penelitian dilaksanakan di lokasi kajian AMDAL kecamatan Ampel kabupaten Boyolali pada bulan Juni sampai Juli 2013. Penelitian dilaksanakan dalam beberapa tahap antara lain: (1) survei (pene-litian pendahuluan; (2) penentuan area kajian (unit sampling); (3) pengambilan data lapangan; serta (4) analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk vegetasi pohon, diperoleh 46 spesies yang termasuk ke dalam 24 famili. Jenis pohon yang pa-ling banyak ditemukan adalah Capsicum frutescens (cabe rawit) yang berjumlah 3655 individu tiap 1600 m2. Kontribusi spesies pohon yang terbesar ditunjukkan oleh indeks nilai penting (INP) tertinggi adalah Capsicum frutescens. Indeks diversitas/keaneka-ragaman vegetasi pohon di lokasi adalah 0,9864 (rendah). Untuk vegetasi penutup lantai (LCC) ditemukan 80 spesies yang termasuk 27 famili. Cacah individu terbanyak adalah Wedelia montana sebanyak 3234608 individu per 400 m2. Indeks diversitas vegetasi LCC adalah 1,144822 (melimpah)
Kemampuan Menentukan Jenis dan Batasan Informasi Mahasiswa Semester III Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (Studi Kasus pada Matakuliah Sistematika Invertebrata T.A 2014/2015) AGUSTINA, PUTRI; SAPUTRA, ALANINDRA
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 8, No 1 (2015): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v8i1.3280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan mahasiswa semester III prodi pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun ajaran 2014/2015 dalam menentukan jenis dan batasan informasi pada matakuliah Sistematika Invertebrata. Kemampuan menentukan jenis dan batasan in-formasi merupakan standar pertama literasi informasi yang dikeluarkan oleh Association of College and Re-search (ACRL). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah mahasiswa prodi Pendidikan Biologi FKIP UMS semester III yang berjumlah 167 orang dari 5 kelas paralel. Sampel diambil secara acak (random sampling) menjadi 78 orang dari 2 kelas paralel yaitu B dan D. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan (observasi), kuesioner, serta studi kepustakaan dan dokumen. Hasil pe-nelitian menunjukkan bahwa: 94.9% mahasiswa telah mampu menentukan langkah yang dilakukan dalam mencari informasi; mahasiswa telah mampu memilih bentuk-bentuk informasi yang dapat digunakan seba-gai sumber referensi baik informasi tercetak (39.7%), digital/elektronik (17.9%), maupun keduanya (42.3%) serta pada umumnya masih jarang menentukan batasan informasi (84.6%) hanya sesuai dengan topik batas-an dan masih jarang mengevaluasi batasan informasi yang telah dibuat (58.6%).
Pengaruh Project Based Learning disertai Know Want Learn Chart terhadap Keterampilan Berpikir Fluency, Flexibility, dan Originality Peserta Didik Biologi SMA Kelas X Laksmi, Gardena Smoro; Probosari, Riezky Maya; Saputra, Alanindra; Widowati, Dewi
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 11, No 2 (2018): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.456 KB) | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v11i2.25348

Abstract

ABSTRACT One of the goals of 21st century education is  forming creative students. Based on a survey of Global Creativity Index in 2015, creative thinking level of Indonesian students is low, which is ranked 86th out of 93 countries. Project Based Learning (PjBL) is learning model that is proven to be able to improve students' creative thinking skills but often requires a long duration. KWL Chart function is controling the learning process to be systematic and effective because the tasks performed by students become focus so that it can cover the shortcomings of PjBL. The distribution of values in the PjBL class with the KWL chart (experiment 1) and the PjBL class only (experiment 2) are more diffuse than the control class, it can be seen that the pretest as a covariate has less significance than the significance level of 0.05 which is equal to 0,000. It is stated that the pretest value and the posttest value are linear. There are other aspects outside of research that influence students' creative thinking skills. The obtained Squared R value is 0.560, it means that the difference in model and media integration given in the control class, experiment 1, and experiment 2 only affects 56% of students' creative thinking skills. Other factors outside of research that affect students' creative thinking skills are as much as 44%, even though the time needed for the experiment 1 class is shorter than the experimental class 2.
Pemberdayaan UKM Puspita Batik melalui Budidaya Marsdenia tinctoria sebagai Sumber Pewarna Alami Indigo Berkelanjutan Muzzazinah, Muzzazinah; Kristiandi, Kristiandi; Saputra, Alanindra; Nurmiyati, Nurmiyati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 22, No 1 (2025): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri batik merupakan sektor ekonomi kreatif yang berperan penting dalam pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, ketergantungan pada pewarna sintetis masih menjadi kendala utama bagi UKM batik karena keterbatasan pasokan pewarna alami yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian UKM Puspita Batik Yogyakarta dalam penyediaan bahan baku pewarna alami melalui penerapan budidaya Marsdenia tinctoria sebagai sumber indigo alami yang adaptif terhadap lahan kering. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tiga tahapan utama: diagnosis partisipatif, implementasi teknologi, dan penguatan kapabilitas mitra. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat keberhasilan hidup tanaman mencapai 87% dengan pertumbuhan vegetatif rata-rata 4,2 cm per minggu. Penerapan sistem irigasi sprinkler hemat air meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 40% dan menekan biaya perawatan lahan. Pelatihan teknis yang diberikan meningkatkan kompetensi mitra dalam pembibitan, perawatan, dan pengolahan daun menjadi pasta indigo dengan kualitas warna biru keunguan stabil. Selain meningkatkan efisiensi dan kemandirian bahan baku, program ini juga memperkuat pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat, terutama keterlibatan perempuan dalam rantai produksi pewarna alami. Implementasi budidaya M. tinctoria terbukti mendukung prinsip produksi berkelanjutan dan menjadi model dalam pengembangan pewarna alami ramah lingkungan bagi UKM batik di wilayah lahan kering.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adilla Nur Azizah Adilla Nur Azizah Adnan, Mazlini Ahmad, Che Nidzam Che Aisyah Nur Safitri Alvyah, W Riza Anggraheni, Utik Annisa Fitri, Annisa Arjunani, Rusmalistia Intan Awanda Elrita Putri Azizah, Adilla Nur Bambang Kusharjanto Chandra Adi Prabowo Che Nidzam Che Ahmad Choirunnisa , Dhiya’ Choirunnisa, Dhiya' Chotimah, Yesi Chusnunia, Chusnunia Dedi Satriawan Defina Anggita Silviani Destama Einstein Shodiq Destama Einstein Shodiq Dewi Puspita Dewi Puspita Dewi Puspita Sari Dewi Puspita Sari Dewi Puspita Sari Dewi Widowati Dhiya&#039; Choirunnisa Diharjo, Dewi Donny Widianto Donny Widianto Dwi Indah Lestari Dwi Rohmahsari Dwi Rohmahsari Eko Setyaningsih, Eko Endah Pratiwi Endang Setyaningsih Enggar Lestari Eva Khusnul Khotimah Eva Khusnul Khotimah Eva Nadya Purba, Juwita Fahma Auliya Dewi Fahma Auliya Dewi Farid Fadhlullah, Muhammad Farisa, Deasy Fatimatuzzahra Fatimatuzzahra Fattahu Husna Nurisma Fianicha Shalihah Fianicha Shalihah H. Harlita Harlita Harlita Harlita Harlita Hasna Azzahra Herawati Sutanto Putri, Natasha Indah Nurlita Trisnawati Indah Purbo Wahyuni Inten Purwoning Dyah Irfan Akbar Istikhomah, Sekar Iyan Sofyan Iyan Sofyan, Iyan Joko Ariyanto Khoirussyihab, Naufal Kristiandi Kristiandi Kristiandi Kristiandi Kristiandi, Kristiandi Laksmi, Gardena Smoro Lina Agustina Lintang Prima Cahyani Maridi Maridi Maridi Maridi Maridi, M Marjono Marjono Marjono Marjono Meidiana, Laily Maudi Muh. Shofi Muhammad Luthfi Hidayat Murni Ramli Murni Ramli Murni Ramli Muzayyinah Muzayyinah Muzzazinah Muzzazinah Muzzazinah Muzzazinah Muzzazinah Muzzazinah Muzzazinah Muzzazinah Muzzazinah Muzzazinah Muzzazinah Muzzazinah Ninik Nihayatul Wahibah Ninik Nihayatul Wahibah Nugraheni, Eka Pratiwi Nunuk Sulistyanti Nunuk Sulistyanti Nuri Isnaini Nurmiyati Nurmiyati Nurmiyati Nurmiyati Nurmiyati Nurmiyati Nurmiyati Nurmiyati Nurmiyati Nurmiyati Nurmiyati Nurmiyati Oktavia, Princes Orinta Pamasti, Annisa Cahyaning Pratiwi, Eka Larasati Zulfa Pratiwi, Endah Prayudani, Yanu Probowati, Annisa Puguh Karyanto PUGUH KARYANTO Putri Agustina Putri Agustina Putri Agustina Rahmawati Rahmawati Ramadhanty, Putri Gayatri Ratna Rahayu Rayana, Anis RETNO PENI SANCAYANINGSIH Riannisa Shafira Ridha Ajeng Aprilia Riezky Maya Probosari Rina Astuti Rinanto, Yudhi Rizqy Amalia, Salsabila Rohmah, Triyan Rifa'i Nur Ruhmani Ruhmani Sania Rahayu Sania Rahayu Sania Rahayu Satiti, Dinar Indriati Setyowati, Yanti Shafira, Riannisa Shafira, Riannisa'a Shafira, Riannisa’a Silviana Aringsih, Putri Silviani, Defina Anggita Sipriyadi Siti Aeniah Siti Kartika Sari Siti Siwi Wulandari Slamet Santosa Slamet Santosa Slamet Santoso Sofyan Anif Sri Astuti, RR Sri Untari Sri Widoretno Sri Widoretno Sri Widoretno Sri Widoretno Sri Widoretno Sri Widoretno Suparti Suparti Suparti Suparti Suparti Suparti SUWARNO HADISUSANTO Suwarno Suwarno Suwarno Suwarno Suwarno Suwarno Triastuti Rahayu Wahyu Nengsih, Anisa Wan Nasriha Wan Mohamed Salleh Winduargo, Bias Yasir Sidiq Yesika Rahmadani Yesika Ramadani Yessy Ratna Siwie Yuningsih, Septi Erma Zuhud Abdillah, Fito