Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI KUALITATIF PENGALAMAN MENYUSUI IBU USIA REMAJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SASI KECAMATAN KOTA KEFAMENANU KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Knaofmone, Pricila Yosepha; Limbu, Ribka; Ndun, Helga J. N; Syamruth, Yendris K.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47756

Abstract

Kehamilan pada usia remaja berdampak pada rendahnya praktik pemberian ASI eksklusif. Ibu usia remaja menghadapi tantangan biologis, emosional dan sosial budaya yang mempengaruhi keputusan ibu remaja dalam menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengalaman menyusui pada ibu usia remaja di wilayah kerja Puskesmas Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi. Informan utama terdiri dari enam ibu remaja yang melahirkan pada usia ≤19 tahun dan memiliki anak usia 0-24 bulan, informan pendukung terdiri dari enam anggota keluarga, satu petugas kesehatan dan satu kader posyandu. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pedoman wawancara semi-terstruktur dan analisis data dilakukan secara tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema utama: niat menyusui, pemikiran dan perasaan selama proses menyusui, referensi menyusui, dukungan sosial, dan norma sosial dan budaya. Ibu remaja tetap menyusui karena menyadari manfaat ASI, meski dihadapkan pada hambatan seperti nyeri payudara, keraguan terhadap produksi ASI, dan tekanan sosial. Pengalaman menyusui ibu usia remaja bersifat kompleks dan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Dukungan emosional dan informasi dari keluarga serta tenaga kesehatan diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan menyusui pada kelompok ibu usia remaja.
HUBUNGAN PERILAKU IBU DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MELOLO KABUPATEN SUMBA TIMUR Kitu, Zadrak Ridolof; Romeo, Petrus; Ndun, Helga J. N.; Takaeb, Afrona E. L.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47794

Abstract

Penggunaan kontrasepsi IUD sebagai metode kontrasepsi jangka panjang masih tergolong rendah di Kabupaten Sumba Timur, meskipun metode ini memiliki efektivitas tinggi dalam mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku ibu dengan penggunaan kontrasepsi IUD di wilayah kerja Puskesmas Melolo, Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan metode analytic survey. Jumlah sampel sebanyak 90 Wanita Usia Subur (WUS) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan aksional sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-square dan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,001), sikap (p = 0,000), akses layanan kesehatan (p = 0,001), serta informasi dan edukasi (p = 0,001) dengan penggunaan kontrasepsi IUD. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE), serta pemerintah memperluas akses dan layanan kontrasepsi IUD di wilayah kerja Puskesmas Melolo. Kata kunci: Perilaku, Pengetahuan, Sikap, Edukasi
GAMBARAN STIGMA DAN DISKRIMINASI PADA REMAJA TERDIAGNOSIS HIV/AIDS DI KOTA KUPANG weni, ima fitriyani; Bunga, Eryc Z. Haba; Ndun, Helga J. N.; Nayoan, Christina R.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48476

Abstract

Remaja terdiagnosis HIV/AIDS berisiko menghadapi stigma dan diskriminasi yang dapat memperburuk kehidupan sosial, psikologis dan kesehatan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stigma dan diskriminasi pada remaja terdiagnosis HIV/AIDS di Kota Kupang. Pendekatan ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan melibatkan 10 informan yang terdiri dari remaja terdiagnosis HIV/AIDS, ibu remaja, dan staf Yayasan Flobamora Jaya Peduli. Data dikumpul melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan  teknik analisis data tematik deduktif. Hasil penelitian menunjukkan remaja terdiagnosis HIV/AIDS mengalami stigma instrumental, stigma simbolis, dan stigma kesopanan, sedangkan diskriminasi yang dialami meliputi penghinaan verbal, penghindaran, dan pengucilan, namun kekerasan fisik tidak dialami oleh remaja. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam pembuatan program kesehatan yang lebih implementatif melalui media video yang mengangkat pengalaman stigma dan diskriminasi pernah dialami ODHA, serta dampaknya terhadap kehidupan ODHA. Melalui program kesehatan dengan media video diharapkan membuat masyarakat melihat dan merasakan dampak stigmadan diskriminasi bagi kehidupan ODHA, sehingga masyarakt bisa mendukung upaya menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA.
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN MELALUI INSTAGRAM TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUK K. S. Toga, Jessica Rambu; Romeo, Petrus; Ndun, Helga J. N.; Marni, Marni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47866

Abstract

Minimnya pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi dapat mengakibatkan pengambilan keputusan yang kurang tepat dalam menghadapi perubahan fisik dan psikososial yang terjadi selama masa perkembangan remaja. Promosi kesehatan melalui Instagram menjadi salah satu alternatif yang efektif karena dekat dengan keseharian remaja dan mampu menyampaikan informasi secara menarik. Fokus dari penelitian ini diarahkan untuk mengkaji dampak promosi kesehatan melalui media Instagram terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja terkait kesehatan reproduksi di SMK Negeri 2 Kupang. Penelitian menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain one group pretest and posttest. Sampel berjumlah 87 siswa yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen berupa kuesioner diberikan sebelum dan sesudah intervensi promosi kesehatan melalui akun Instagram. Data dianalisis menggunakan metode uji Wilcoxon. Hasil penelitian memperlihatkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 13,44 menjadi 18,51 dan skor sikap dari 28,61 menjadi 35,26 setelah intervensi. Uji statistik menghasilkan p-value = 0,001 (p < 0,05), yang memperlihatkan pengaruh signifikan. Dapat disimpulkan bahwa Instagram merupakan media yang efisien untuk memperluas pengetahuan dan membentuk sikap remaja terkait kesehatan reproduksi. Sekolah disarankan untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi yang menarik bagi remaja.
GAMBARAN DUKUNGAN SOSIAL PADA REMAJA TERDIAGNOSIS HIV/AIDS DI KOTA KUPANG Weni, Ima Fitriyani; Bunga, Eryc Z. Haba; Ndun, Helga J. N.; Nayoan, Christina R.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48478

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Deficiency syndrome (AIDS) telah mejadi permasalahan kesehatan dikalangan remaja. HIV/AIDS membawa dampak buruk bagi psikologis, kehidupan sosial dan kesehatan remaja. Menghadapi permasalahan ini membuat remaja terdiagnosis HIV/AIDS membutuhkan dukungan sosial dari lingkungan sekitarnya. Dukungan sosial merupakan aspek penting dalam peningkatan kualitas hidup remaja terdiagnosis HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dukungan sosial pada remaja terdiagnosis HIV/AIDS di Kota Kupang. Dukungan sosial pada remaja terdiagnosis HIV/AIDS yang dikaji dalam penelitian ini terkait dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan penghargaan dan dukungan informasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologi, melibatkan 10 informan yang terdiri dari remaja terdiagnosis HIV/AIDS, anggota keluarga, dan anggota pihak Yayasan Flobamora Jaya Peduli. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, dengan teknik analisis data tematik dari Braun & Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja terdiagnosis HIV/AIDS di Kota Kupang mendapatkan dukungan sosial dari keluarga, tetangga dan Yayasan HIV/AIDS seperti dukungan emosioanal, dukungan instrumental, dukungan penghargaan dan dukungan informasi. Hasil penelitian ini juga menunjukkan jika dukungan sosial membawa dampak terhadap perasaan, perilaku dan pola pikir remaja maupun keluarga. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam menyusun program kesehatan dalam memberikan dukungan sosial yang sesuai dengan kebutuhan remaja terdiagnosis HIV/AIDS.
Pelatihan Peregangan dan Penerapan Teknologi Alat Pemintal Ergonomis pada Penenun Tradisional di Desa Boti: Stretching Training and Application of Ergonomic Spinner Technology in Traditional Weavers in Boti Village Ndun, Helga Jillvera Nathalia; Berek, Noorce Christiani; Littik, Serli K. A.; Dodo, Dominirsep Ovidius; Tarigan, Ben Vasco
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 6 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i6.6729

Abstract

Traditional weavers are prone to musculoskeletal complaints. Yarn spinning, one of the weaving stages, can increase the risk of these complaints due to the bent sitting position, long periods with the hands raised, and repetitive work. Lack of stretching and limited technology for yarn spinning are issues found among weavers at Boti Village. This community service aims to increase knowledge and ability to stretch and apply alternative spinning tools to help weavers in spinning. Activities included stretching-related education and demonstration and assistance in using the tool. The activity results showed an increase in the ability of all weavers to practice stretching (40% in the moderate category and 60% in the good category). A poster containing 14 movements was given to weavers as a reminder to stretch. Weavers have tested the spinning tool but still need further assistance and regular use to improve the spinning efficiency.
Peer Approach in Improving Handwashing Behavior Using Soap in Elementary Students Pau Djaka, Yanty Ariani; Romeo, Petrus; Ndun, Helga J. N.
Media Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Media Kesehatan Masyarakat (Desember)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/mkm.v5i3.6498

Abstract

The behavior of washing hands with soap must be instilled early in school-age children, considering that children are generally more prone to disease. Children from an early age will be more likely to adopt clean and healthy behavior, including washing hands, as they are sensitive to stimuli; therefore, children will be easy to guide and direct. The behavior of handwashing with soap can be introduced through a peer approach. The study aimed to analyze the effect of the peer approach in improving the behavior of washing hands with soap students at SD Negeri Tenau Kupang. The method used in this research was a pre-experimental research design with one group pretest-posttest design. The sample consisted of 39 students from class V. The results showed a mean difference in the knowledge with 80.65 before treatment (pre-test) and 95.81 at post-test. Handwashing behavior also differed from before and after treatment for 22.59% and 64.51%, respectively. The school can use the method to educate and train elementary school children to practice handwashing with soap.
DESCRIPTION OF THE ROLE OF DRUG SWALLOWING (PMO) SUPERVISION ON THE SUCCESS OF TUBERCULOSIS TREATMENT AT THE SIKUMANA PUBLIC HEALTH CENTER IN KUPANG CITY Anin, Yeni Anjelina; Ndun, Helga J. N.; Gustam, Tasalina Y. P.; Limbu, Ribka
HEARTY Vol 14 No 1 (2026): FEBARURI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v14i1.21076

Abstract

Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis and can be fatal if not treated properly. This qualitative study with a phenomenological approach aims to determine the role of Drug Supervisors (PMO) in the success of TB treatment at the Sikumana Community Health Center in Kupang City. This study involved 16 informants selected using a purposive sampling technique. The results of the study indicate that PMOs play an important role in the success of TB treatment through several roles, namely the role of supervision by monitoring the medication schedule, ensuring the availability of drugs and supervising it is important, especially for children, the role of motivation by knowing and addressing the side effects of OAT, motivating patients to comply with taking medication, reaffirming the symptoms and impacts of not taking OAT, the role of reminders by helping and reminding patients to take OAT at the community health center and sputum examination to monitor the progress of treatment, by helping or accompanying PMOs to discuss with health workers and the role of education by providing education about TB, treatment methods, and prevention of transmission.
Gambaran Efikasi Diri pada Anak Usia 6-8 Tahun di Komunitas Children See Children Do (CSCD) Kota Kupang Meylson Adipapa Nassa; Mernon Y. C. Mage; Helga J. N. Ndun
Jurnal Inovasi Global Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v4i6.545

Abstract

Lingkungan yang penuh tekanan, penolakan, atau minim validasi dapat menimbulkan perasaan rendah diri, kecemasan, dan masalah perilaku pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran efikasi diri pada anak usia 6–8 tahun di komunitas Children See Children Do (CSCD) Kota Kupang. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan dengan melibatkan 9 partisipan yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif pasif, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa partisipan secara keseluruhan memiliki dua identifikasi efikasi diri yaitu efikasi diri rendah dan tinggi. Secara keseluruhan, partisipan CSCD memiliki kemauan dan semangat belajar untuk mengembangkan diri dalam lingkungan CSCD.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa gambaran efikasi diri pada anak usia 6-8 tahun di komunitas CSCD Kota Kupang berada dalam fase perkembangan yang positif dan progresif, di mana komunitas CSCD efektif berfungsi sebagai ruang pembelajaran alternatif yang mengintegrasikan keempat sumber efikasi diri Bandura dalam aktivitas sehari-hari. Dimensi magnitude menunjukkan anak mampu melakukan perhitungan risiko realistis, dimensi generality membuktikan transfer efikasi diri dari lingkungan komunitas ke sekolah formal dan rumah, serta dimensi strength mendemonstrasikan resiliensi emosional yang sehat dalam menghadapi tantangan. Komunitas CSCD perlu memastikan, melakukan pengkajian, dan mengevaluasi program secara berkala dengan fokus pada partisipasi anak untuk meningkatkan kapasitas diri menjadi individu yang interaktif dan komunikatif.
Comparison Between Head Village and Midwife as Health Educator of Maternal and Child Health (MCH) in Increasing Husband’s Knowledge of MCH in the Village : Perbandingan Antara Kepala Desa dan Bidan Sebagai Penyuluh Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dalam Meningkatkan Pengetahuan Suami Tentang KIA di Desa Afrona Elisabet Lelan Takaeb; Helga Ndun; Indriati Tedju Hinga
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 5 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.865 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i5.2207

Abstract

Background: Partnership with local head villages to deliver maternal and child health (MCH) education is considered necessary, as the availability of health professional is limited in rural remote area. While the head villages could be viewed as credible, they have rarely been involved as a health communicator in their villages. Objective: This study aimed to analyze the difference of the knowledge level of the heads of family (husband) after attending MCH education delivered by the head village and midwife. Methods: The research method applied was quasi experiment with non-equivalent control design conducted in two remote villages in Timor Tengah Selatan District. The population was all heads of the family (husband) living in two selected villages, with a total of 920. The sample of 60 men was selected purposively. The experiment and control group consisted of 25 and 35 men, respectively. Data were analyzed using t-test dependent and t-test independent. Results: The result showed that 1. Both MCH education delivered by the head village and midwife increased the level of knowledge of husband with the value of (ρ) 0,00 <(ɑ) 0,05; 2. The head village and midwife were equally effective as communicators in increasing the knowledge level of husbands about MCH with the value of (ρ) 0,245 >ɑ (0,05). Conclusion: Both the village head and the midwife can be educators in increasing the knowledge of MCH among husbands. Thus, the village head could also be empowered as an alternative MCH communicator.
Co-Authors Adu, Apris A. Afrona E. L. Takaeb Afrona E. L. Takaeb Afrona Elisabet Lelan Takaeb Afrona Elisabeth Lelan Takaeb Agus Setyobudi Alimuddin, Firmayanti Allo, Ariani Alfonsina Amelya Betsalonia Sir Anin, Yeni Anjelina Antonius Hendrikus Suban Liwu Ariand Miranda Lulu Aspatria, Utma Baun, Aminah H Ben Vasco Tarigan Bernadetha P. Ewang Bosko Dapa Toda Bunga, Eryc Z. Haba Cathlyn Ivanna Salmon Christin Rony Nayoan Christina Rony Nayoan Dadi, Reniwati N. D. Daud Yefkanius Nassa Deviarbi Sakke Tira Dodo, Dominirsep Ovidius Dubu, Amalia Marrybeth Elen A. R. P Ataupah Engelina Nabuasa Engelina Nabuasa Enjelita Mariance Ndoen Eryc Z. Haba Bunga Eryc Z. Haba Bunga Evelyn A. P. Iskandar Filmon Salan Gustam, Tasalina Y. P. Indriati Andolita Tedju Hinga Inri L. A. Sae Junias, Marylin Susanti K. S. Toga, Jessica Rambu Karunia Natalia Manafe Kitu, Zadrak Ridolof Knaofmone, Pricila Yosepha Kono, Maria Roswita Milla Lele, Yumiati Ke Lidya Evangelita Clara Taja Limbu, Ribka Made Utari Anggraeni Made Utari Anggraeni Magho Naga, Disa Clarita Manurung, Imelda Februati Ester Mardianti, Melisa Margareta H. Nurti Marni Marni Marni Marni, Marni Mega O. L. Liufeto Mernon Y. C. Mage Mikael R. E. Nabu Modesta Riani Manis Moeda, Yermia P. T. Nabuasa, Diana Juniati Ndoen, Enjelita M. Ndoen, Enjelita Mariance Ndoen, Honey Ivon Noorce Christiani Berek Norma Aufengo Pau Djaka, Yanty Ariani Pedro P.L. Here Picauly, Intje Purnawan, Sigit Refandro Purumbawa Regina Parley Menthari Tengko Riwu, Yuliana Radja Roberto Istefanus Sesfao Romeo, Petrus Rupang Rampo La'bi' Serlie K.A. Littik Sigit Purnama Sisilia Noviaming Soro, Maria Fransisca Syamruth, Yendris K. Syania Salsabilah Ramadani M. Hasan Takaeb, Afrona E. L. Talahatu, Anna Heny Toy, Sarci M. Triwibowo Saputra Kopong Daten Wahyuni, Chatarina U weni, ima fitriyani Weraman, Pius Yeni Damayanti Yunia Bulu Zaquelino Da Costa Moreira