Claim Missing Document
Check
Articles

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN INTEGRITAS KULIT MELALUI PEMBERIAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO): STUDI KASUS Hafidz, Ikhsan; Setyorini, Dyah; Fitria, Nita
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v10i1.731

Abstract

Pruritus merupakan gejala umum dari penyakit gagal ginjal kronik pada stadium lanjut atau stadium akhir. Upaya yang dapat dilakukan dalam penangan pruritus salah satunya dengan Virgin Coconut Oil (VCO). VCO ini dapat mengurangi rasa gatal dan meningkatkan rasa aman bagi pasien. Studi kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan intervensi perawatan integritas kulit menggunakan Virgin Coconut Oil (VCO) pada perkembangan skor gatal pada klien gagal ginjal kronis dengan pruritus. Metode kasus yang digunakan dalam penulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus. Setelah dilakukan tindakan keperawatan berupa perawatan integritas kulit yang dilakukan dengan intervensi terapi Virgin Coconut Oil (VCO) didapatkan hasil bahwa masalah keperawatan utama gangguan intergritas kulit teratasi sebagian dengan didukung oleh data berupa klien mengatakan menjadi lebih nyaman dan keluhan gatal sudah semakin berkurang. Setelah dilakukan intervensi selama 2 minggu, didapatkan bahwa masalah keperawatan gangguan integritas kulit teratasi sebagian dengan didukung data subjektif klien mengatakan gatal semakin berkurang dan data objektif berupa tanda-tanda vital klien dalam batas normal dan terdapat penurunan skor gatal.
Gambaran Karakteristik dan Angka Kejadian Postpartum Blues pada Ibu Postpartum di Wilayah Puskesmas Jatinangor Kusumah, Lidya Nazhifa; Hermayanti, Yanti; Setyorini, Dyah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i7.14721

Abstract

ABSTRACT Postpartum blues occurs in 1 up to 2 out of 1.000 mothers in Indonesia. The mothers with postpartum blues can give a bad impact for both mothers and babies. Nurses play an important role in intend to prevent the worst impact can possibly happen caused by postpartum blues by identifying the risk factors and do assessment as an early detection of the symptoms in the mothers after childbirth.  Early detection was conducted to figure out the development of mothers’s psychological adaptation and also to detect any psychological disorders that occurred to the postpartum mothers. The purpose of this study was to identify the characteristics and the incidence of postpartum blues in Jatinangor Health Care Service Area. A descriptive study design using a quantitative approach was used for this study by reviewing the characteristics of the postpartum mother and identify the incidence of postpartum blues. The population of this study was a postpartum mother who gave birth in Jatinangor Health Care Service and midwife practice in Jatinangor Health Care Service work area in February 2024 with the nonprobability sampling technique that applied purposive samplings methods and obtained 38 respondents. This study used primary data, collected with the standardized instrument, Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) questionnaire. Data analysed by used univariate analysis of frequency distribution. The findings of the research showed that the incidence of postpartum blues occurred in 21 respondents (55%). With the characteristics of the vast majority of respondents are aged 20-30 years (81.6%), are multipara mothers (78.9%), are household mothers (86.8%), have a high middle school education (50%), have a very high income (>3.5k) (31.6%), have a spontaneous birth (86.8%), are a planned pregnancy (86.8) and have good social support (89.5%). As from the result of this study, it can be concluded that in Jatinangor Health Care Service Area there is a high incidence of postpartum blues in postpartum mothers before discharge, with an incidence rate of 21 respondents (55%). Accordingly, it is hoped that the incidence rate of postpartum blues in Jatinangor Health Care Service Area is expected to decrease by improving a program of maternal psychological health education from pre-pregnancy, pregnancy and postpartum in order to increase maternal knowledge about the risk factors and symptoms of postpartum blues. Keywords: EPDS, Postpartum, Postpartum Blues ABSTRAK Postpartum blues terjadi pada 1 hingga 2 dari 1000 ibu di Indonesia. Kondisi ibu dengan postpartum blues dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi ibu dan bayi. Perawat memiliki peranan penting dalam upaya pencegahan terjadinya dampak terburuk akibat postpartum blues dengan upaya mengidentifikasi faktor risiko dan deteksi dini gejala postpartum blues pada ibu setelah melahirkan. Deteksi dini dilakukan untuk mengetahui perkembangan adaptasi psikologis ibu postpartum serta mendeteksi gejala postpartum blues. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran karakteristik dan angka kejadian postpartum blues di wilayah Puskesmas Jatinangor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melihat gambaran karakteristik ibu postpartum dan angka kejadian postpartum blues. Populasi penelitian merupakan ibu postpartum yang melahirkan di Puskemas Jatinangor dan praktik bidan di wilayah kerja Puskesmas Jatinangor pada bulan Februari 2024 menggunakan teknik sampling nonprobability sampling dengan metode purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 38 responden. Penelitian ini menggunakan data primer dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner baku Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Data dianalisis secara univariat disajikan dalam distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kejadian postpartum blues terjadi pada 21 responden (55%). Dengan karakteristik mayoritas responden berusia 20-30 tahun (81.6%), merupakan ibu multipara (78.9%), menjadi ibu rumah tangga (86.8%), berpendidikan SMA (50%), memiliki pendapatan sangat tinggi (>3.5jt) (31.6%), mengalami persalinan spontan (86.8%), merupakan kehamilan yang direncanakan (86.8%) dan memiliki dukungan sosial yang baik (89.5%). Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa di wilayah Puskesmas Jatinangor terjadi angka kejadian postpartum blues yang tinggi pada ibu postpartum sebelum dipulangkan, dengan angka kejadian mencapai 21 responden (55%). Maka dari itu diharapkan angka kejadian postpartum blues di wilayah Puskesmas Jatinangor dapat menurun dengan upaya mengembangkan program penyuluhan kesehatan psikologis ibu dari semenjak sebelum kehamilan, masa kehamilan dan setelah persalinan yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan pada ibu tentang faktor risiko dan gejala postpartum blues. Kata Kunci: EPDS, Postpartum, Postpartum Blues
Self-Efficacy of Padjadjaran University Students in Utilizing Guava Leaf Decoction Water for Diarrhea Lantang, Rica Nur Aprilia; Setyorini, Dyah; Hernawaty, Taty
Basic and Applied Nursing Research Journal Vol 6 No 1 (2025): Basic and Applied Nursing Research Journal (BANRJ)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/banrj.06.01.03

Abstract

Introduction: Diarrhea remains a global health issue, particularly in vulnerable groups. Guava leaf (Psidium guajava) decoction is widely recognized in traditional medicine for treating diarrhea. Self-efficacy refers to belief in one's ability to apply knowledge in practice, crucial in health contexts. College students were selected as the population due to their potential as future health change agents who can integrate traditional practices into modern healthcare. Objective: This study aimed to assess the self-efficacy of Padjadjaran University students in using guava leaf decoction to manage diarrhea. Method: A descriptive quantitative study with a cross-sectional design was conducted. The sample included 113 students selected through purposive sampling. The General Self-Efficacy Scale (GSES), a standardized tool for measuring belief in one's ability to manage various situations, assessed students' confidence in traditional treatments. Data were collected via Google Forms and analyzed using univariate descriptive statistics. Results: Most students (54.9%) showed low self-efficacy in using guava leaf decoction for diarrhea treatment. Conclusions: The findings highlight the need for educational institutions to strengthen health education by incorporating evidence-based traditional medicine into academic curricula. This can be achieved through complementary nursing courses and awareness initiatives that promote informed, safe use of natural remedies like guava leaf decoction
Self-Efficacy of Padjadjaran University Students in Utilizing Guava Leaf Decoction Water for Diarrhea Lantang, Rica Nur Aprilia; Setyorini, Dyah; Hernawaty, Taty
Basic and Applied Nursing Research Journal Vol. 6 No. 1 (2025): Basic and Applied Nursing Research Journal (BANRJ)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/banrj.06.01.03

Abstract

Introduction: Diarrhea remains a global health issue, particularly in vulnerable groups. Guava leaf (Psidium guajava) decoction is widely recognized in traditional medicine for treating diarrhea. Self-efficacy refers to belief in one's ability to apply knowledge in practice, crucial in health contexts. College students were selected as the population due to their potential as future health change agents who can integrate traditional practices into modern healthcare. Objective: This study aimed to assess the self-efficacy of Padjadjaran University students in using guava leaf decoction to manage diarrhea. Method: A descriptive quantitative study with a cross-sectional design was conducted. The sample included 113 students selected through purposive sampling. The General Self-Efficacy Scale (GSES), a standardized tool for measuring belief in one's ability to manage various situations, assessed students' confidence in traditional treatments. Data were collected via Google Forms and analyzed using univariate descriptive statistics. Results: Most students (54.9%) showed low self-efficacy in using guava leaf decoction for diarrhea treatment. Conclusions: The findings highlight the need for educational institutions to strengthen health education by incorporating evidence-based traditional medicine into academic curricula. This can be achieved through complementary nursing courses and awareness initiatives that promote informed, safe use of natural remedies like guava leaf decoction
Correlation between oral health and the quality of life of children with disabilities using healthy-dis: an observational study Prihatiningrum, Berlian; Budirahardjo, Roedy; Probosari, Niken; Sulistiyani, Sulistiyani; Setyorini, Dyah
Padjadjaran Journal of Dentistry Vol 37, No 3 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjd.vol37no3.61078

Abstract

Introduction: Children with disabilities require special attention due to various limitations, such as difficulty in maintaining oral hygiene, communication barriers, and behavioral challenges. This study aimed to investigate the impact of oral health on the quality of life of children with disabilities in Jember, using the Healthy-Dis software. Methods: This analytical observational study employed a cross-sectional design. The study population consisted of 180 students enrolled at SLB C TPA Jember and SLB N 1 Patrang Jember. Caries severity was assessed using the DMF-t/def-t index, oral hygiene using the OHI-S index, and oral health-related quality of life (OHRQoL) using the COHIP-SF 19 questionnaire. Dental care needs were evaluated using the Required Treatment Index (RTI). The COHIP-SF 19 and RTI instruments were modified and integrated into the Android-based Healthy-Dis application. Results: A significant correlation was found between gender, caries severity, oral hygiene status, and the quality of life of children with disabilities (p < 0.05). A strong positive correlation was observed between oral hygiene status and quality of life (r = 0.446), while caries severity and gender showed negative correlations. These findings highlight the importance of maintaining good oral hygiene to improve the overall well-being of children with disabilities. Conclusion: Oral health status—including caries severity and oral hygiene level—is significantly associated with the quality of life of children with disabilities. Efforts to promote better oral hygiene may enhance their daily functioning and overall well-being.
GAMBARAN KEPUASAN KEBUTUHAN SEKSUAL WANITA DENGAN MASA KLIMAKTERIUM Tetti Solehati; Zakia Nurul Jannah; Dyah Setyorini
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v10i2.557

Abstract

Abstract: Description of sexual neeeded satisfaction of women with climacteric. The satisfaction of sexual needs is one of the basic human needs that ideally can always be fulfilled by someone. But normally women will experience problems in satisfying satisfactory sexual needs due to the completion of the reproductive period of women or so-called climacterium. This study aims to determine how the satisfaction of sexual needs of women with climacterium in women employee of Universitas Padjadjaran. The research uses quantitative descriptive with sampling inclusion-exclusion criteria technique on 138 Unpad education staffs who are entering the age of climacterium with age above 40 years. The research instrument used questionnaire Sexual Satisfaction Scale-Women where the questionnaire was using the likert scale 1-5. Data were analyzed using frequency distribution.The results showed that communication variables have the lowest average value that is equal to 21.25. While the the highest average value of sub-variable is personal concern, that is equal to 24.62. While for sub variable of contentment, compatibility, and relational concern each have average value equal to 23,01; 22.85; and 23.58. Based on this research got the result that most of the respondents showed the total value of satisfaction of sexual requirement very high. It is possible to expose information about the satisfaction of sexual needs in the climacterium at the employees of Universitas Padjadjaran. It is recommended that women undergoing a climacteric age maintain this positive attitude until they actually enter the menopause phase. Keywords: Sexual Satisfaction, Sexual Needs, Climacterium      Abstrak:Gambaran Kepuasan Kebutuhan Seksual Wanita Dengan Masa Klimakterium. Kepuasan kebutuhan seksual merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang idealnya dapat selalu terpenuhi oleh seseorang. Namun secara normal wanita akan mengalami masalah dalam pemenuhan kebutuhan seksual yang memuaskan akibat selesainya masa reproduktif wanita atau yang disebut juga dengan klimakterium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah kepuasan kebutuhan seksual wanita dengan klimakterium pada tenaga kependidikan wanita Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan teknik kriteria inklusi-eksklusi sampling pada 138 tenaga kependidikan Unpad yang tengah memasuki masa klimakterium dengan usia diatas 40 tahun. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Sexual Satisfaction Scale-Women dimana kuesioner ini menggunakan skala likert 1-5. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sub variabel komunikasi memiliki nilai rata-rata yang paling rendah yaitu sebesar 21,25. Sedangkan nilai rata-rata sub variabel yang paling tinggi adalah concern personal, yaitu sebesar 24,62. Sedangkan untuk sub variabel kepuasan, kecocokan, dan concern relational masing-masing memiliki nilai rata-rata sebesar 23,01; 22,85; dan 23,58. Berdasarkan penelitian ini didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden menunjukan total nilai kepuasan kebutuhan seksual yang sangat tinggi. Hal ini terjadi kemungkinan baiknya paparan informasi mengenai kepuasan kebutuhan seksual dimasa klimakterium pada karyawan Universitas Padjadjaran. Disarankan agar wanita yang tengah mengalami masa klimakterium mempertahankan sikap positif ini hingga mereka benar-benar memasuki fase menopause. Kata kunci: Kepuasan Seksual, Kebutuhan Seksual, Klimakterium   
ASPEK HUKUM TUMPANG TINDIH PEMILIKAN TANAH (Studi Putusan Nomor 12/G/2023/PTUN.PBR) Defanny, Aurel; Setyorini, Dyah
AMICUS CURIAE Vol. 3 No. 1 (2026): Amicus Curiae
Publisher : Faculty of Law, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/amicus.v3i1.25966

Abstract

Permasalahan tumpang tindih sertipikat tanah mencerminkan lemahnya sistem administrasi pertanahan di Indonesia, khususnya dalam aspek verifikasi data fisik dan yuridis sebelum penerbitan sertipikat baru. Penelitian ini membahas akibat hukum atas penerbitan sertipikat yang tumpang tindih dalam Putusan Nomor 12/G/2023/PTUN.PBR antara ahli waris almarhum AS dan para pemilik SHM baru. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan data sekunder dari peraturan, doktrin, dan putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan BPN Kota Pekanbaru yang menerbitkan sertipikat di atas bidang tanah yang telah memiliki SHM lebih dahulu merupakan pelanggaran asas kepastian hukum dan asas kecermatan dalam administrasi pemerintahan. Sertipikat tersebut dianggap cacat hukum baik secara prosedural maupun substansial, dan berujung pada pembatalan oleh pengadilan. Penelitian ini menegaskan pentingnya reformasi sistem informasi pertanahan melalui integrasi data nasional, penggunaan teknologi GIS, serta penguatan mekanisme keberatan administratif dan mediasi. Tanpa pembenahan menyeluruh, sengketa pertanahan berisiko terus terjadi dan mengakibatkan minimnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi pertanahan.
Co-Authors - Setiawan, - A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adam Rizky Hidayat Afif Amir Amrullah Afif Amrullah Akhmad Syahrul Mubarok Alifiyanti, Devita Anisa Nur Syabila Anthony, Osunwoke Emeka Aprilia, Saphira Eka Ari Tri Wanodyo Handayani Armada Eka Fredian Aulia Atasya Hidayat Berlian Prihatiningrum Beta Widya Oktiani Budi Rahardjo, Roedy Budi Yuwono Daniel Happy Putra Defanny, Aurel Depi Praharani Dewi Purwati Dina Febryan Dinda Ayu Apriliani Dwi Prijatmoko Elyda Akhya Afida Misrohmasari Endang Pandamdari Erawati Wulandari Eri H. Jubhari Erryska Wira Triandiani Farah Firdha Abadhia Hafidz, Ikhsan Handian E Kurniawati Handian E Kurniawati, Handian E Hanifah Syifa Hasna Hendrawati Hendrawati Henny Yulianita Hens Saputra Hermawan, Syipa Izzati Hestieyonini Hadnyanawati I Dewa Ayu Ratna Dewanti I Dewa Ayu Susilawati I Wayan Arya K. Firdaus I-Dewa A.R. Dewanti I. D. A. Ratna Dewanti Ignatius Pradipa Probondaru Iin Eliana Triwahyuni Ikeu Nurhidayah Ilham Nur Iman Baihaqi Iqbal Pramukti Irman Somantri Jannah, Zakia Nurul Kusman Ibrahim Kusumah, Lidya Nazhifa Laili Rahayuwati Lantang, Rica Nur Aprilia Leliana Sandra Devi Leni Rokhma Dewi Leni Rokhma Dewi Maria komariah Masniari Novita Mega Tamara Melok Aris Wahyukundari Melok Aris Wahyukundari Miftah Dewi Masyitoh Muhammad Alvaro Syahputra Murti, Aisha Chaerani Murwanenda, Rachel Nenden Nur Asriyani Maryam Nibras Syauqi Ilham Niken Probosari Nita Fitria Novia Dyah Rahma Dhani P. Purwanto Pebriana, Tika Rifa Luthfiyah Prihatiningrum, Berlian Priladani , Dhea Shobriana Pujiana E. Lestari Pujiana Endah Lestari Putri Taghna, Zahradena Shafira Rahadrjo, Roedy Budi Rahardjo, Roedy Budi Ratna Indah Cahyani Risma Nur Baiti Ristya Widi Endah Lestari Ristya Widi Endah Yani Roedy Budi Rahardjo Roedy Budirahardjo Rosjidi, Mochamad Rosjidi, Mochamad Rozana, Taqiya Faza Samuel Yanandre Butar Butar Selviana Selviana Sendi Marsela Sendi Marsela, Sendi Sita Amelia Sonny Subiantoro Sri Lestari Sugiharto, Firman Sukanto Sukanto Sulistiyani Sulistiyani Sulistiyani Sulistiyani SULISTIYANI SULISTIYANI Sulistiyani Sulistiyani Sulistiyani Sulistiyani SULISTIYANI SULISTIYANI Sunlip Wibisono Surartono Dwiatmoko Swasthi Prasetyarini Syifa, Nur ‘Aini Taty Hernawaty Tetti Solehati Theresia Eriyani Tia Novianti Tia Novianti, Tia Tita Sistyaningrum Titin Sutini Vanda Ayu Kartika Hediana Vanda Ramadhani Widodo, Syifa Esthiningtyas Putri Widowati, Ladiyani Widowati, Ladiyani Yani C. Rahayu Yani Corvianindya Rahayu Yanti Hermayanti Yasmine, Hanna Alya Yulianita, Henny Zainul Cholid Zakia Nurul Jannah