Claim Missing Document
Check
Articles

Representasi Nilai-Nilai Maskulinitas dalam Tokoh Anime Jepang (Studi Semiotika Ferdinand De Saussure pada Tokoh Sesshomaru Dalam Film Anime Inuyasha The Movie 3 Swords Of An Honorable Ruler) Sarah Shafira; Hadi Artomo; Septia Winduwati
Koneksi Vol 2, No 1 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i1.2448

Abstract

Jepang dikenal sebagai negara maju yang tetap mempertahankan dan memelihara nilai kebudayaan. Berbagai bentuk kebudayaan tradisional masih bertahan di Jepang. Selain memelihara kebudayaan tradisioanl, Jepang juga memperkenalkan kebudayaan populer melalui media film. Salah satu budaya populer yang dimiliki oleh Jepang adalah film animasi atau dalam bahasa Jepang disebut anime. Dalam film anime “Inuyasha The Movie 3 Swords Of An Honorable Ruler” terdapat pesan nilai maskulinitas kebudayaan pria Jepang pada tokoh Sesshomaru. Melalui aspek pembacaan maskulinitas dari buku John Beynon yang berjudul “Masculinities and Culture”, penulis dapat mengkategorikan aspek maskulinitas yang sesuai dengan sifat yang dimiliki karakter Sesshomaru. Sedangkan metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan analisis Semiotika Ferdinand De Saussure. Hasil dari penelitian ini yaitu nilai maskulinitas yang terdapat pada tokoh Sesshomaru tidak ditampilkan melalui fisik melainkan melalui kata-kata serta tindakan yang ia lakukan baik secara langsung maupun tidak langsung. 
Analisis Motif Penggunaan Aplikasi Media Sosial LINE (Studi Kasus terhadap Remaja Jakarta berusia 16-19 tahun) Linsye Linori Tanama; Farid Rusdi; Septia Winduwati
Koneksi Vol 1, No 1 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i1.1365

Abstract

Pada penelitian ini, penulis membahas tentang media komunikasi sosial, yakni media baru, khususnya dalam konteks motif penggunaannya. Dari berbagai media komunikasi sosial yang ada, penulis fokus pada aplikasi pesan instan LINE. Penelitian ini menggunakan kerangka pemikiran teori komunikasi, jenis komunikasi, new media, Uses and Gratification Theory, media sosial dan remaja. Penelitian ini menggunakan mixed-methods dengan sifat penelitian deskriptif. Data diperoleh dengan menyebarkan kuisioner kepada 30 responden dan melakukan wawancara mendalam dengan informan, yakni remaja Jakarta 16-19 tahun yang aktif menggunakan LINE. Hasil data kuantitatif menunjukkan bahwa remaja menggunakan LINE didasari oleh motif hiburan, yaitu penggunaan sticker. Kemudian dari data kualitatif menunjukkan bahwa remaja yang aktif menggunakan LINE didasari atas empat motif McQuail, yakni motif informasi (karena informan dapat mengakses berita LINE update), motif identitas pribadi (karena informan dapat menemukan penunjang nilai-nilai yang berkaitan dengan pribadi mereka sendiri), motif integrasi dan interaksi sosial (karena informan dapat berkomunikasi secara personal maupun grup melalui via chat, call, maupun video call), motif hiburan (karena informan merasa terhibur saat menggunakan aplikasi tersebut).
Persepsi Khalayak pada Tayangan Konten Gaya Hidup Sehat oleh Influencer Sekar Mayang Setyo Riani; Septia Winduwati
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i2.8136

Abstract

Communication is a way of communicate a message or information so it would change or create a new perception. Nowadays the internet has grown so rapidly that Youtube has become one of the new media channels to do to change and create perception. One perception that can be created through Youtube is about healthy lifestyle. The purpose of this study was to determine the perceptions that arose after watching Yulia Baltschun's healthy lifestyle content based on theories about the process of perception formation. The author uses a qualitative approach and is  descriptive qualitative. The results of this study are changes in perception of a healthy lifestyle before and after watching content. So that proves that Yulia Baltschun's Youtube content is able to change the perception previously owned by the audience.Komunikasi merupakan cara dalam menyampaikan pesan atau informasi sehingga mampu mengubah atau menciptakan persepsi. Saat ini internet telah berkembang dengan pesat sehingga Youtube menjadi salah satu media baru yang menjadi saluran untuk melakukan untuk mengubah dan menciptakan persepsi. Persepsi yang mampu diciptakan melalui Youtube salah satunya tentang gaya hidup sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi yang timbul setelah menonton konten gaya hidup sehat Yulia Baltschun berdasarkan teori tentang proses terbentuknya persepsi. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dan bersifat deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah terjadi perubahan persepsi gaya hidup sehat ketika sebelum dan setelah menonton konten. Sehingga membuktikan bahwa konten Youtube Yulia Baltschun mampu mengubah persepsi yang dimiliki sebelumnya oleh penonton.
Strategi Komunikasi Dosen Perguruan Tinggi Swasta dalam Perkuliahan Daring Saat Pandemi Covid-19 Michelle Levine; Septia Winduwati
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i1.10220

Abstract

Covid-19 pandemic had brought significant changes in the education sector. Social distancing to suppress the spread of this virus is a main reason to arrange online learning activities using new media virtual meeting. This changes makes lecturers need to adapting in ability to convey learning material properly so that lecturers need to have a new strategies in online learning activities. This thesis aims to know how the communication strategies of lecturers on teaching and learning in online process during the Covid-19 pandemic. The main theoretical concepts are used strategy of communication, new media, educational communication, and distance learning. The main concept in this thesis is strategy of communication, new media, educational communication, and distance learning. The methods of data collection in this thesis were used interviews and literature study. Interviews were conducted with four informants who works as lectures at Jakarta. This thesis shows that the lecturer analyzes the media who used for online learning, online learning is also filled with problem-based learning methods, adding or subtracting substance.Pandemi Covid-19 membawa perubahan yang signifikan dalam sektor Pendidikan. Pembatasan jarak untuk menekan penyebarluasan virus menjadi alasan utama diadakannya perkuliahan daring. Perubahan ini membuat dosen harus beradaptasi agar proses perkuliahan dapat berjalan dengan baik. Dosen harus memiliki strategi baru dalam perkuliahan daring. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu strategic komunikasi dosen perguruan tinggi swasta dalam perkuliahan daring di masa pandemi covid-19. Konsep utama yang digunakan adalah strategi komunikasi, media baru, komunikasi pendidikan, dan pembelajaran jarak jauh. Penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara dan studi pustaka. Wawancara dilakukan kepada empat orang narasumber yang berprofesi sebagai dosen di perguruan tinggi swasta yang terletak di Jakarta. Penelitian ini menunjukkan bahwa dosen melakukan analisa terhadap media-media yang digunakan untuk pembelajaran daring, pembelajaran daring juga dipenuhi oleh metode problem based learning, memanfaatkan fitur-fitur yang tersedia, melakukan pengurangan atau penambahan substansi atau bobot tugas dan materi, serta bermain dengan tempo dan intonasi saat berbicara.
ANALISA MEDIA SOSIAL DAN KOMUNIKASI PROMOSI PADA PEMENGARUH MAKRO DI MEDIA SOSIAL Wulan Purnama Sari; Septia Winduwati
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v7i1.22804

Abstract

Tren media sosial memunculkan beragam dampak di berbagai ranah kehidupan. Berbagai manfaat yang disuguhkan oleh media sosial ini dimanfaatkan oleh para pemengaruh atau yang kerap disapa influencer. Pemengaruh mikro dan makro pun dianggap paling efektif dalam kegiatan komunikasi promosi produk dan merek, karena jumlah pengikut mereka yang tidak terlalu besar sehingga semua unggahan dapat diterima dan dipahami oleh khalayak. Tingkat kepercayaan terhadap mereka juga tinggi sebab mereka tampak seperti "orang biasa", bukan selebriti, serta memiliki target yang segmented dan interaksi dengan pengikutnya lebih intens. Dalam penelitian ini, peneliti bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan komunikasi promosi yang dilakukan oleh pemengaruh makro di media sosial, serta mengekspolarasi dan mendeskripsikan pemetaan engagement media sosial yang dimiliki oleh pemengaruh makro. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode social network analysis dengan menggunakan bantuan dari perangkat lunak social media analytics yaitu analisa.io. Subjek penelitian ini adalah akun media sosial pemengaruh @fellexandro pada media sosial Instagram. Objek penelitian ini adalah komunikasi promosi pemengaruh di media sosial Instagram. Penelitian ini menemukan bahwa pemengaruh makro @fellexandro efektif dalam melakukan komunikasi promosi produk, di mana unggahannya memperoleh engagement yang tinggi karena mengandung storytelling yang relevansinya besar dengan audiens. Kemudian juga ditemukan bahwa tidak hanya promosi atas sebuah produk atau merek, konten dengan relevansi yang tinggi dengan audiens juga secara nyata efektif "mempromosikan" sebuah gagasan atau nilai tertentu.   Social media trends have had a variety of effects in all facets of life. Influencers, or those who are frequently referred to as influencers, make use of the different advantages that social media offers. The public can accept and understand all uploads since micro and macro influences are seen to be the most effective in product and brand promotion communication efforts due to their followers' numbers. They have segmented audiences, more extensive connections with their followers, and they appear to be "regular people," not celebrities, all of which contribute to their high level of trustworthiness. In this study, the researcher seeks to examine and describe the mapping of social media engagement owned by macro influencers, as well as evaluate and describe promotional communications made by macro influencers on social media. The social network analysis method was employed by researchers in a quantitative manner with the aid of the social media analytics tool Anali.io. The Instagram social media influencer account @fellexandro is the focus of this study. This study's focus is on Instagram social media influence promotion communication. This study discovered that the macro influencer @fellexandro was successful at promoting products, as seen by the strong interaction his uploads received due to the audience-relevant storytelling they featured. Then it was discovered that content with high audience relevance is also highly effective at "promoting" a concept or a particular value. This is in addition to product or brand promotion.
Minat Beli di Kalangan Anak Muda sebagai Dampak Terpaan Konten YouTube Battle YouTube Tasyi Athasyia Septia Winduwati; Safira Amelia
Inter Script : Journal of Creative Communication Vol 5, No 2 (2023): Inter Script : Journal of Creative Communication
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Inter Studi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33376/is.v5i2.2294

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan mendasar dalam pola perilaku konsumen, terutama di kalangan anak muda. Dengan lebih dari 2 miliar pengguna aktif bulanan pada tahun 2021, YouTube merupakan salah satu platform paling populer di dunia. Di tengah laju kemajuan teknologi ini, YouTube telah menjadi salah satu platform media sosial terkemuka yang berperan penting dalam membentuk preferensi konsumen dan perilaku pembelian. Salah satu jenis konten yang memiliki pengaruh besar dalam mempengaruhi minat beli adalah video review produk karena dapat memberikan pandangan mendalam tentang kelebihan dan kelemahan suatu produk, dan dapat menjadi pertimbangan penting bagi anak muda sebelum memutuskan untuk membeli. Tasyi Athasyia merupakan seorang YouTuber yang selalu membuat konten tentang kuliner, mulai dari berbagi resep, jajan kuliner hingga review sebuah makanan dan minuman. Salah satu kontennya yang fenomenal dan viral di kalangan masyarakat adalah konten battle. Yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah mengukur seberapa besar pengaruh terpaan konten battle terhadap minat beli para subscribers YouTube Tasyi Athasyia di kalangan anak muda. Pendekatan penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian survei dengan cara menyebarkan kuesioner secara tertutup. Jumlah sampel sebanyak 100 responden. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan konten battle YouTube Tasyi Athasyia berpengaruh positif signifikan terhadap minat beli. Koefisien sebesar 6,446 yang menunjukan artinya tanpa adanya pengaruh dari terpaan media (X), maka dapat diperoleh nilai prediksi nilai minat beli (Y) adalah 6,446. Lalu untuk koefisien regresi dari variabel terpaan media sebesar 0,432, sehingga dinyatakan bahwa “terdapat pengaruh positif signifikan”, artinya semakin baik terpaan media (X) akan berpengaruh signifikan terhadap semakin baik minat beli (Y).Kata kunci: minat beli, Tasyi Athasyia, terpaan media, YouTube
Peran Brand Ambassador Arya Saloka dan Amanda Manopo dalam Membangun Brand Awareness Randy Wijaya; Septia Winduwati
Kiwari Vol. 1 No. 1 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v1i1.15687

Abstract

This Research is trying to examine the role of brand ambassadors in increasing brand awareness. The researcher took the case study of Arya saloka and Amanda Manopo who became Shopee's Brand ambassadors. Researchers interviewed three informants and one expert of marketing communications. The purpose of this study was to determine the role of Brand ambassadors Arya Saloka and Amanda Manopo in building Brand Awareness. The researcher uses Kotler & Keller marketing communication theory and brand awareness theory with qualitative case study methods which data is taken from interviews, literature study and documentation study. The results that the authors get are that the brand ambassadors is one of factor in building brand awareness. Brand ambassador must have five attributes, namely suitability, transparency, attractiveness, power, and credibility. Brand ambassadors are important because they are a bridge between the community and the company. The three informants have reached the highest level in the brand awareness pyramid, namely the Top of Mind. The three informants know the elements of Shopee and Shopee users.Kajian ini meneliti peran brand ambassador dalam meningkatkan brand awareness. peneliti mengambil studi kasus Arya Saloka dan Amanda Manopo yang menjadi Brand ambassador Shopee. Peneliti mewawancarai tiga informan dan satu narasumber ahli di bidang komunikasi pemasaran. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui peran Brand ambassador Arya Saloka dan Amanda Manopo dalam membangun Brand Awareness. Peneliti menggunakan teori komunikasi pemasaran Kotler&Keller dan teori brand awareness dengan metode kualitatif dengan metode studi kasus yang datanya diambil dari wawancara, studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Hasil yang penulis dapatkan yaitu brand ambassador merupakan salah satu faktor dalam membangun brand awareness. Brand ambassador harus memiliki lima atribut yaitu kesesuaian, transparansi, daya Tarik, power, dan kredibilitas. Brand ambassador menjadi penting karena merupakan jembatan antara masyarakat dan perusahaan. Ketiga informan sudah mencapai tingkat tertinggi dalam piramida kesadaran merek yaitu puncak pemikiran (top of mind). Ketiga informan mengetahui elemen-elemen Shopee dan pengguna Shopee.
Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Sarana Komunikasi Publik Terkait dengan Penanggulangan COVID-19 (Studi Deskriptif Kualitatif pada Akun Instagram @ikpdinaskominfobabel) Sofian Arissaputra; Septia Winduwati
Kiwari Vol. 1 No. 1 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v1i1.15780

Abstract

This study aims to provide information and education related to the Covid-19 pandemic in the Bangka Belitung Islands, Pangkalpinang City through Instagram social media, especially on the @ikpdinaskominfobabel account. The information and education provided by the city government on the account is expected to protect Bangka Belitung so that it is free from the Covid-19 virus and there is no increase in cases of transmission. Where was the beginning of the typical Covid-19 began to appear, until it spread throughout the world and then entered Indonesia, especially Bangka Belitung. This research is a qualitative descriptive study. In collecting data, this research uses methods, such as interviews, documentation and literature study. The theory used is the theory of new media, Instagram as social media and public communication. The results of this study indicate that the information and education provided by the Bangka Belitung City Government regarding the prevention of Covid-19 distributed through Instagram with the @ikpdinaskominfobabel account is very useful for the people of Bangka Belitung. In addition, the results of this study provide an utilization of the Covid-19 countermeasures in Bangka Belitung by the government to the public through Instagram social media in overcoming Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi dan edukasi terkait pandemi Covid-19 yang ada di Kepulauan Bangka Belitung, Kota Pangkalpinang melalui media sosial Instagram khususnya pada akun @ikpdinaskominfobabel. Adanya informasi dan edukasi yang diberikan pemerintah kota pada akun tersebut, diharapkan dapat melindungi Bangka Belitung agar terbebas dari virus Covid-19 dan tidak ada peningkatan dalam kasus penularannya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan datanya, penelitian ini menggunakan metode, seperti wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Teori yang digunakan adalah teori new media, instagram sebagai media sosial dan komunikasi publik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa informasi serta edukasi yang diberikan oleh Pemerintah Kota Bangka Belitung terkait penanggulangan Covid-19 yang disebarkan melalui Instagram dengan akun @ikpdinaskominfobabel sangat bermanfaat bagi masyarakat Bangka Belitung. Selain itu hasil dari penelitian ini memberikan sebuah pemanfaatan penanggulangan Covid-19 di Bangka Belitung oleh pemerintah kepada masyarakat melalui media sosial Instagram.
Gaydar: Komunikasi Nonverbal dalam Mengidentifikasi Orientasi Seksual di Kalangan Gay Jocelin Citra Tanjaya; Septia Winduwati
Kiwari Vol. 1 No. 4 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v1i4.16027

Abstract

Some gay people choose to walk underground, most of them also appear as heterosexuals to avoid discrimination and rejection from society. It is difficult for gay people to show their true selves, so they use the term gay-dar (gay radar). This study aims to determine the use of nonverbal communication in identifying sexual orientation among gay people. In this study, the author uses relevant theories and concepts, namely the theory of interpersonal communication, verbal, and non-verbal communication. This study uses a qualitative research approach and uses phenomenological research methods. Data was collected using interview and documentation methods. Non-verbal communication that exists in the gaydar phenomenon can also include kinesic messages, facial messages, gestural messages, and postural messages that are different from men in general and look more feminine, gentle, and graceful. In addition, in terms of proxemic messages, gay people prefer to stay away from the public because they realize that they have not been accepted by the wider community. The use of nonverbal communication in the form of artifactual messages, paralinguistic messages, tactile messages, and messages in the form of smells become nonverbal communication messages used in identifying gay sexual orientation.   Sebagian kaum gay memilih berjalan secara underground (sembunyi-sembunyi), kebanyakan dari mereka juga muncul seolah-olah sebagai kaum heteroseksual untuk menghindari diskriminasi dan penolakan dari masyarakat. Sulitnya kaum gay menunjukan diri mereka yang sesungguhnya, sehingga menggunakan istilah gay-dar (gay radar). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan komunikasi nonverbal dalam mengidentifikasi orientasi seksual di kalangan gay. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori dan konsep yang relevan, yaitu teori komunikasi interpersonal, komunikasi verbal dan non-verbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan menggunakan metode penelitian fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Komunikasi non verbal yang ada pada fenomena gaydar juga dapat meliputi pesan kinesik, pesan fasial, pesan gestural dan pesan postural yang berbeda dengan laki-laki pada umumnya serta lebih terlihat feminim, lemah lembut dan gemulai. Selain itu, secara pesan proksemik, kalangan gay lebih memilih untuk menjauh dari masyarakat umum karena menyadari bahwa mereka belum bisa diterima oleh masyarakat luas. Penggunaan komunikasi nonverbal berupa pesan artifaktual, pesan paralinguistik, pesan sentuhan serta pesan yang berupa bau-bauan menjadi pesan komunikasi nonverbal yang digunakan dalam mengidentifikasi orientasi seksual kaum gay.
Kritik Sosial dalam Lagu (Studi Semiotika Lagu ‘Tiba-Tiba Batu’ Oleh Efek Rumah Kaca) Alfira Dittya Raihan; Septia Winduwati
Kiwari Vol. 2 No. 1 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i1.23043

Abstract

Efek Rumah Kaca is one of the bands who often voice their opinions through the songs they compose, ERK represents the title and lyrics, they describe "rock" in the video clip, but the real rock that ERK wants to talk about is not a rock but a form of toughness head during an argumen that is not matched by a definite background of knowledge on social media. By using the semiotic analysis method proposed by Ferdinanad De Saussure using the Parole and Langue concepts, the author determines the final result, namely, that the song "Suddenly Batu" has social criticism in it. The social criticism that is focused on this song is moral criticism, namely criticism that aims to reveal truth values and criticize bad habits in society. Efek Rumah Kaca expresses its criticism through songs and this confirms the function of the song as an outpouring of creativity, emotion, and reality. Therefore, it can be said that social criticism in the song "Suddenly Batu" is an expression of feelings that the poet pours into the lyrics and tone to become a song. Efek Rumah Kaca merupakan salah satu band yang kerap kali menyuarakan pendapat lewat lagu yang dibuat, ERK merepresentasikan judul dan liriknya, mereka menggambarkan “batu” di video klip-nya, namun batu sesungguhnya yang ingin dibicarakan oleh ERK bukan batu benda melainkan bentuk sikap keras kepala pada saat berargumen yang tidak diimbangi dengan latar belakang pengetahuan yang pasti di media sosial. Dengan menggunakan metode analisis semiotika yang dikemukakan oleh Ferdinanad De Saussure menggunakan konsep Parole dan Langue, penulis menenukan hasil akhir yaitu, bahwa lagu “Tiba – Tiba Batu” memiliki kritik sosial di dalamnya. Kritik sosial yang tertuju pada lagu ini adalah kritik moral, yaitu kritik yang bertujuan untuk mengungkapkan nilai – nilai kebenaran dan mengkritik kebiasaan buruk pada masyarakat. Efek Rumah Kaca menuangkan kritiknya melalui lagu dan ini membenarkan akan fungsi dari lagu sebagai bentuk curahan dari kreativitas, emosional, dan realitas. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa kritik sosial dalam lagu “Tiba – Tiba Batu” adalah sebuah ungkapan perasaan yang dicurahkan oleh penyair ke dalam lirik dan nada hingga menjadi sebuah lagu.
Co-Authors Abdul Rijwan Adiwinata, Arcelia Emmanuella Agatha Christy Adriani Aletheia Imanuel Alfira Dittya Raihan Ananta, Della Angel, Valentina Kyrie Angelyn, Felycia Angie Lavenia Aprilia, Elvira Arvin Stephensius Ayu Reni Anisa Buche Christian Sapulette Caroline Caroline Chandra, Surya Charenina, Putri Chery, Nabila Aurellia Christianto, Ivania Ariella Christina Cynthia Dora Moudy Daniel Dwi Fabian Deka Marcella Dhiya Fauziani Hediana Eko Harry Susanto Eldiani Febyola Elvan Eunike Tania Evelyn Natasha Ezra Krisna Farid Rusdi Fasa Bikati Sabka Fauziek, Catherine Febriana Agatha Flavia Veilieta Frank Marco Frans Carlos Yosephin Garcia, Giorgiana Hadi Artomo Hidayatullah, Bagas Syarip Ika Widyani, Agustina Iren Chienita Irena, Lydia Ivan Setiawan Japutra, Josephine Patricia Jaya, Daniel Putra Jesselin Rahardja Jesslyn Jesslyn Jocelin Citra Tanjaya Kusmayani, Zakia Syahlail Kyra, Ancilla Lie, Daniel Lie, David Sugianto Linsye Linori Tanama Lisa Harsono Liu, Hansen Marvhieno Ardhian Dumalang Michelle Angela Michelle Levine Muhammad Fauzan Azhar Muhammad Rakha Rizky Pratama Natalia Natalia Natalia, Dinda Nathali, Gisela Anastasia Paramita, Sinta Pasanea, Debora Natalia Pertiwan, Indah Pinckey Triputra Pinckey Triputra Putri, Cahaya R. Putri, Cahaya Rizka Putri, Edsa Estella Amrikasari Queentania Suherman Randy Wijaya Rani Febriyani Reszki, Ananias Rika Mandasari, Rika Riris Loisa Rodhiah, Rodhiah Roswita Oktavianti Ryan Refael Zabdi Safira Amelia Salsabila, Salsabila Samsunuwiyati Mar’at Sarah Shafira Saraswati, Kiky Dwi Hapsari Sekar Mayang Setyo Riani Setyanto, Yugih Shania, Shania Sharka, Yoliandra Nur Shinta Darmawaty Sofian Arissaputra Tan, Stephanie Tandres, Herliany Tanjaya, Aldrich Tanuja, Vico Tasya Thio Audrey Fransisca Gunawan Valentika Valentika Wahyutristama, Biyan Nugraha Wangi Puspitaningrahayu Wanli Wanli Widyani, Augustina Ika Wijaya, Calvin William William Wulan Purnama Sari Yolanda Octha Verren Young, Cindy