Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pengembangan Booklet Keanekaragaman Jenis Amphibia Geosite Silahisabungan sebagai Sumber Belajar Keanekaragaman Hayati Situmorang, Berri; Manurung, Binari; Silitonga, Melva
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 4 (2025): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i4.19063

Abstract

This study aims to examine the feasibility and effectiveness of a booklet on amphibian species diversity in the Silahisabungan Geosite as a teaching material for biodiversity topics. The research employed a Research and Development (R&D) method using the 4D model, which consists of the Define, Design, Develop, and Disseminate stages. The feasibility of the booklet was evaluated based on expert validation, teacher responses, and student responses, while its effectiveness was assessed through improvements in students’ learning outcomes. Data were collected through interviews, needs analysis questionnaires, booklet validation questionnaires, teacher and student response questionnaires, and cognitive learning achievement tests. The results of the study indicate that: (1) the booklet validation results were categorized as good to very good, with scores of 79.4 from the content expert, 96 from the instructional design expert, and 94 from the graphic design expert; (2) teacher responses were very positive with a score of 96.8, while student responses in individual, small-group, and large-group trials obtained scores of 97.2, 96.2, and 93.75, respectively; (3) the effectiveness test conducted on 27 students showed an N-Gain value of 0.74, classified as high; and (4) the t-test revealed a significant difference between pretest and posttest scores (t = 6.213; p < 0.05). Therefore, the developed booklet is effective in improving students’ cognitive knowledge and is feasible for use as a supplementary teaching material in biodiversity learning.
Respons Fisiologis Manusia terhadap Penurunan Suhu Inti pada Kejadian Hipotermia: Suatu Studi Literatur Ujung, Siti Nuraisah A; Azhari, Muhammad; Tambunan, Diana Putri K; Amanda, Putri; Pribadi, Koko; Apriliani, Indah Rizka; Silitonga, Melva
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13219

Abstract

Hipotermia merupakan kondisi penurunan suhu inti tubuh yang dapat menimbulkan risiko fisiologis serius. Pemahaman tentang respons fisiologis manusia terhadap hipotermia penting untuk pencegahan dan manajemen klinis. Artikel ini bertujuan untuk meninjau literatur mengenai mekanisme fisiologis yang terjadi pada tubuh manusia akibat penurunan suhu inti. Penelitian ini menggunakan metode, dengan meninjau publikasi ilmiah terbaru terkait respons fisiologis terhadap hipotermia, termasuk mekanisme termoregulasi, metabolisme energi, habituasi terhadap dingin, dan adaptasi jaringan adiposa. Berdasarkan studi literatur, tubuh manusia merespons penurunan suhu inti melalui mekanisme vasokonstriksi perifer, menggigil, peningkatan kapasitas non-shivering thermogenesis melalui adiposit cokelat dan beige, serta habituasi terhadap paparan dingin berulang. Mekanisme ini membantu mempertahankan homeostasis internal dan melindungi organ vital. Namun, paparan dingin yang ekstrem atau tidak terkontrol dapat memicu respons maladaptif, termasuk gangguan koagulasi, infeksi luka, dan inflamasi berlebihan setelah pemanasan ulang.literatur menunjukkan bahwa respons fisiologis manusia terhadap hipotermia bersifat kompleks dan melibatkan berbagai mekanisme adaptif. Pemahaman mendalam terhadap mekanisme ini penting untuk strategi pencegahan dan manajemen klinis pada individu yang mengalami hipotermia.
Pengaruh Jenis Tanah pada Percepatan Perkecambahan Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Amanda, Putri; Tambunan, Diana Putri Kamila; Harahap, Fauziyah; Silitonga, Melva; Edi, Syahmi
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i1.4831

Abstract

Pertumbuhan awal tanaman, khususnya fase perkecambahan, sangat dipengaruhi oleh media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis tanah (humus, liat, dan pasir) terhadap percepatan perkecambahan dan pertumbuhan vegetatif awal kacang hijau (Vigna radiata L.). Desain yang digunakan adalah eksperimental sederhana dengan satu faktor perlakuan, dan pengamatan dilakukan selama tujuh hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah humus memberikan waktu muncul radikula tercepat (24 jam) dan plumula tercepat (48 jam). Keunggulan ini karena humus memiliki aerasi, bahan organik, dan kapasitas menahan air yang seimbang. Sebaliknya, tanah pasir menunjukkan waktu muncul paling lambat (radikula 48 jam; plumula 72 jam) karena retensi air dan hara yang rendah. Selain itu, tanah humus juga menghasilkan pertumbuhan awal terbaik, dengan tinggi rata-rata 11 cm dan 3 helai daun sejati pada hari ke-7, jauh melampaui tanah liat (7,5 cm) dan pasir (4,2 cm). Kesimpulan menunjukkan bahwa jenis tanah memengaruhi secara signifikan laju perkecambahan dan pertumbuhan awal; tanah humus adalah media tanam yang paling optimal untuk budidaya kacang hijau.
Pengaruh Jenis Air (Air Sumur, Air Mineral, Air EcoEnzim) terhadap Pertumbuhan Daun Tanaman Kacang Hijau Azhari, Muhammad; Pribadi, Koko; Harahap, Fauziyah; Silitonga, Melva; Edi, Syahmi
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i1.4869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis air terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau (Phaseolus radiatus). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya ketersediaan air sebagai jenis aktifator enzim dan hormon yang berperan dalam proses perkecambahan dan pertumbuhan tanaman. Metode eksperimen digunakan dengan membandingkan tiga jenis air, yaitu air eco-enzyme, air mineral (air galon), dan air sumur. Sebanyak dua belas polybag kacang hijau, masing-masing berisi enam benih, diberikan perlakuan dengan jenis air yang berbeda dan diletakkan pada tempat yang mendapat sinar matahari secara merata selama tujuh hari pengamatan. Parameter yang diukur meliputi tinggi tanaman, ukuran daun, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air eco-enzyme memberikan hasil pertumbuhan terbaik, diikuti air mineral, dan terakhir air sumur. Tinggi tanaman dan ukuran daun terbesar diperoleh pada perlakuan air eco-enzyme. Kesimpulannya, jenis air yang digunakan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau, dan eco-enzyme dapat direkomendasikan sebagai alternatif jenis irigasi ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas tanaman ini.
Perbandingan Morfologi Pertumbuhan Kecambah Kacang Hijau (Vigna radiata) pada Kondisi Terang dan Gelap Ujung, Siti Nuraisah Asma; Apriliani, Indah Rizka; Harahap, Fauziyah; Silitonga, Melva; Edi, Syahmi
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i1.4883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perbedaan morfologi pertumbuhan awal kecambah kacang hijau (Vigna radiata L.) saat diletakkan di tempat terang dan di tempat gelap total. Peneliti fokus mengamati empat ciri utama: panjang batang, jumlah daun sejati, vigoritas, dan perubahan warna daun. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menempatkan benih kacang hijau dalam dua kondisi berbeda selama 6 hari: tiga polybag di tempat terang (terkena matahari) dan tiga polybag di tempat gelap total (dimasukkan dalam kardus). Data pertumbuhan, seperti tinggi batang dan jumlah daun, dicatat setiap hari melalui pengamatan langsung dan pengukuran fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cahaya adalah faktor yang sangat penting dalam mengatur pertumbuhan kacang hijau. Awalnya, kecambah di tempat gelap mengalami pemanjangan batang yang sangat cepat (etiolasi) sebagai usaha untuk mencari cahaya, tetapi pertumbuhan ini terhambat dan terhenti karena kehabisan cadangan makanan biji dan tidak bisa berfotosintesis. Sebaliknya, kecambah di tempat terang tumbuh lebih lambat di awal, tetapi kemudian menghasilkan batang yang lebih kokoh dan lebih panjang pada akhir pengamatan karena memiliki energi berkelanjutan dari fotosintesis. Selain itu, ada perbedaan warna daun yang mencolok: daun di tempat terang berwarna hijau tua karena produksi klorofil yang optimal, sedangkan daun di tempat gelap tampak kuning pucat dan layu karena gagal membentuk klorofil, meskipun jumlah daun yang muncul sama.
Hubungan Kadar Mioglobin Otot dengan Kemampuan Menyelam pada Beberapa Jenis Ikan Air Tawar Selvia, Selvia; Harahap, Fauziyah; Silitonga, Melva; Edi, Syahmi
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i1.5055

Abstract

Kajian literatur ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kadar mioglobin pada beberapa spesies ikan air tawar, (2) menjelaskan hubungan antara kadar mioglobin otot dengan kemampuan menyelam atau bertahan pada kondisi hipoksia, serta (3) mengidentifikasi spesies yang memiliki kadar mioglobin tinggi dan ketahanan menyelam paling lama. Hasil analisis literatur menunjukkan adanya perbedaan karakter struktural mioglobin antarspesies, yang memengaruhi kapasitas penyimpanan oksigen. Ikan gabus dan lele memiliki kadar mioglobin tinggi serta struktur mioglobin dengan afinitas oksigen kuat, memungkinkan keduanya menyimpan oksigen lebih banyak di jaringan otot dan bertahan lama saat hipoksia. Sebaliknya, ikan nila, gurame, dan ikan mas memiliki kadar mioglobin rendah–sedang sehingga daya tahan menyelam lebih rendah. Temuan ini memperkuat konsep bahwa mioglobin berperan penting dalam adaptasi fisiologis ikan air tawar terhadap kondisi oksigen rendah, dipengaruhi habitat, kebutuhan metabolik, dan struktur respirasi.
Pengaruh Pemberian Monosodium Glutamate (MSG) terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau Berdasarkan Panjang Batang dan Warna Daun Selvia, Selvia; Hasibuan, Hasni Periadi; Harahap, Fauziyah; Silitonga, Melva; Edi, Syahmi
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i1.5158

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan tanaman legum penting sebagai sumber karbohidrat dan protein. Peningkatan pertumbuhan tanaman dapat dilakukan melalui intensifikasi budidaya, salah satunya dengan penggunaan Monosodium Glutamat (MSG) sebagai biostimulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyiraman air dan larutan MSG terhadap pertumbuhan awal kacang hijau. Metode yang digunakan adalah percobaan dengan dua perlakuan, yaitu penyiraman air dan MSG, menggunakan media tanah dalam polybag. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang daun selama tujuh hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyiraman air menghasilkan pertumbuhan yang lebih stabil, sedangkan pemberian MSG mampu mempercepat pertumbuhan awal tetapi bersifat fluktuatif pada hari berikutnya. Oleh karena itu, penggunaan MSG perlu dikontrol agar tidak menghambat pertumbuhan tanaman. Rendahnya produktivitas ini disebabkan oleh penggunaan benih non-unggul, pemupukan yang kurang tepat, serta kondisi tanah yang kurang subur. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi kacang hijau melalui penerapan teknologi budidaya yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Namun, kajian mengenai pengaruh MSG terhadap pertumbuhan awal kacang hijau dalam skala polybag dan pengamatan harian masih terbatas.
Penentuan Jenis Kelamin Ayam Kampung dan Ayam Pama (Gallus gallus) melalui Pendekatan Kualitatif Deskriptif Berdasarkan Karakter Morfologi dan Perilaku Apriliani, Indah Rizka; Pribadi, Koko; Harahap, Fauziah; Edi, Syahmi; Silitonga, Melva
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i1.5555

Abstract

Ayam kampung dan ayam pama (Gallus gallus) merupakan unggas lokal yang banyak dipelihara masyarakat karena memiliki nilai ekonomi serta potensi sebagai sumber pangan hewani. Dalam pemeliharaan unggas, penentuan jenis kelamin sering menjadi kendala karena tidak selalu dapat dilakukan secara cepat tanpa metode khusus, padahal informasi tersebut penting untuk manajemen reproduksi dan seleksi indukan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penentuan jenis kelamin ayam kampung dan ayam Pama melalui pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan pengamatan karakter morfologi dan perilaku. Penelitian dilakukan melalui observasi langsung terhadap ayam jantan dan betina yang dipelihara secara tradisional dengan mengamati ukuran dan bentuk tubuh, perkembangan jengger, warna dan struktur bulu, bentuk ekor, serta perilaku harian. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan morfologi dan perilaku yang jelas antara ayam jantan dan betina. Ayam jantan umumnya memiliki tubuh lebih besar dan tegap, jengger lebih menonjol, warna bulu lebih kontras, ekor lebih panjang dan melengkung, serta perilaku lebih agresif. Sebaliknya, ayam betina memiliki tubuh lebih kecil, jengger lebih kecil, warna bulu lebih sederhana, ekor lebih pendek, dan perilaku lebih tenang. Selain itu, ayam Pama jantan menunjukkan karakter fisik dan agresivitas yang lebih dominan dibandingkan ayam kampung jantan. Perbedaan tersebut menunjukkan adanya dimorfisme seksual yang dipengaruhi faktor genetik dan hormonal. Penentuan jenis kelamin ayam dapat dilakukan secara praktis melalui pengamatan morfologi eksternal dan perilaku sehingga dapat membantu peternak dalam mengidentifikasi jenis kelamin ayam secara lebih mudah.
Co-Authors Abdila, Alya Nur Afdhannisa, Daffa Amanda, Putri anliana Apriliani, Indah Rizka Arda, Gladys Mutia Ashar Hasairin Ayu Putri Ningsih Ayu Wulandari Azhari, Nabilah Syahirah Batubara, Astrida J.A Binari Manurung, Binari Br Barus, Sari Apriani Daulae, Abdul Hakim Fauziah Harahap Fauziyah Harahap Fitriyani, Dina Frisillia, Unikhe Ginting, Aminata Gultom, Febry Yeni Gultom, Novayanti Hariyadi, Itra Hasibuan, Hasni Periadi Hasruddin Hutapea, Helen Veronita Karinanta Sembiring, Surya Kurniawan, Rizal Eko Limbong, Forentina Manalu, Mentari Marpaung, Mieky Grasiaella Martina Restuati Matanari, Ninta Dumaria Mufti Sudibyo, Mufti Muhammad Azhari Nababan, Novia Christy Nainggolan, Junister Nasution, Irma Riavael Nasution, Marina Azzahra Naura Kamila, Aryediutami Niswatun Hasanah Nora, Putri Panguhutan Sitorus, Henry Pardede, Lastiar H Pasar Maulim Silitonga Pasaribu, Tania Valentina Patresia, Indri Pehulisa, Rensiva Ray Pranoto, Hendro Pribadi, Koko Purba, Greace Enita Rajagukguk, Nia Anggelina RISKA WAHYUNI Rosmanta Aritonang, Frince Winda Rumapea, Lusiana Ruth Susanty, Revi Saif, Annisa Hazrina Saragi, Shela Estica Selvia Dewi Pohan Selvia Selvia Sembiring, Gres Anjelia Sianturi, Stephanie Agustin Sidabutar, Efimah Sihite, Judika Adventist Maleakhi Sihotang, Wahyu Frans Sinaga, Erlintan Sinaga, Odor Debora Pita Uli Siregar, Suci Asda Mutia Sitohang, Mohonia Sabarito Sitohang, Odelia Nova Maria Br. Situmeang, Juwita Cristina Situmorang, Berri Situmorang, Elisa Rauli Situmorang, Imelda Situmorang, Rany Solin, Naomi Putri Chelsea Sumbayak, Mika Canthika Amelia Suriwahyuni Suryani, Cicik Syahmi Edi Tambunan, Diana Putri K Tambunan, Diana Putri Kamila Tarigan, Cania Yekholia Ujung, Siti Nuraisah A Ujung, Siti Nuraisah Asma Windah, Putri Witin, Theresia Adhellia