p-Index From 2021 - 2026
5.713
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) TEKNIK J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Jurnal Rekayasa Sistem Industri Industrial and Systems Engineering Assessment Journal (INASEA) Jurnal Teknologi Teknik dan Ilmu Komputer JISI UMJ (Jurnal Integrasi Sistem Industri UMJ) Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Jurnal Transformatika Proceeding SENDI_U Media Teknika Jurnal Sistem dan Manajemen Industri Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Resona : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Kinetik: Game Technology, Information System, Computer Network, Computing, Electronics, and Control Science and Physics Education Journal (SPEJ) JURNAL REKAYASA SISTEM INDUSTRI Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Jurnal Optimalisasi Jurnal Tekno SABDAMAS Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Industrika : Jurnal Ilmiah Teknik Industri International Journal of Robotics and Control Systems International Journal of Multidisciplinary Research and Literature (IJOMRAL) Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Jurnal Pengabdian Masyarakat Charitas International Journal of Application on Economics and Business Jurnal REP (Riset Ekonomi Pembangunan) Metris: Jurnal Sains dan Teknologi LATAR, Jurnal Arsitektur International Journal of Sustainable Building, Infrastructure and Environment Integrasi: Jurnal Ilmiah Teknik Industri
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS DINAMIKA KOMPETISI PLATFORM VIDEO BERDASARKAN TEORI NICHE Sukwadi, Ronald; Inderawati, Wahyuni; Lasiman, Sylvia Christiana
Proceeding SENDI_U 2018: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (999.025 KB)

Abstract

Peningkatan penggunaan televisi modern berbasis internet (IPTV dan OTT) di Indonesia serta sumber penunjang hidup yang sama dan terbatas mengancam keberadaan platform video lama (televisi satelit dan televisi kabel). Teori niche diadaptasi dari studi ekologi digunakan untuk mengukur persaingan dinamis di antara media. Melalui tiga konsep pengukuran teori niche, niche breadth, niceh overlap, dan competitive superiority, hubungan persaingan di antara keempat platform video dapat diketahui.Metode penelitian dilakukan melalui kuesioner dan focus group discussion. Kuesioner mengenai gratifikasi yang diberikan setiap platform disebar secara online dan langsung kepada 502 responden. Focus group discussiondilakukan dalam dua kelompok dengan masing-masing 6 responden. Hasil penelitian juga akan dianalisis berdasarkan siklus hidup media. Terdapat 4 hal yang dapat disimpulkan dari penelitian ini: 1) OTT merupakan platform generalis, IPTV dan televisi kabel tergolong cenderung generalis, dan televisi satelit tergolong spesialis 2) Persaingan paling tinggi terjadi di antara televisikabel dan IPTV, 3) OTT merupakan platform paling kompetitif atau superior sedangkan televisi satelit yang paling tidak komptitif, 4) Televisi satelit berada dalam siklus defensive resistance, televisi kabel dalam siklus defensiveresistance dan adaptation, IPTV dalam siklus growth, dan OTT dalam siklus maturation.
PERANCANGAN SISTEM PENILAIAN KINERJA KARYAWAN (STUDI KASUS : PT. X) Hidayat, Trifenaus Prabu; Sukwadi, Ronald; Ngaditeja, Jeassyca
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 6, No.1, Januari 2011
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.501 KB) | DOI: 10.12777/jati.6.1.57-64

Abstract

PT. X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang coating dan vacuum metalizing. Sistem penilaian prestasi kerja yang dilakukan oleh PT. X berdasarkan pada absensi. Sistem penilaian saat ini menimbulkan ketidakpuasan karyawan karena prestasi kerja karyawan tidak termasuk dalam sistem penilaian prestasi kerja. Hal ini berdampak pada pemberian insentif. Penelitian ini akan merancang sistem penilaian kerja karyawan dengan mempertimbangkan faktor -faktor hasil pekerjaan karyawan dan hasil penilaian tersebut akan digunakan untuk menghitung pemberian insentif karyawan. Tahap awal penelitian dilakukan identifikasi kriteria-kriteria dan sub kriteria. Kriteria yang digunakan adalah kriteria berdasarkan kriteria Spencer. Penentuan bobot masing-masing kriteria dan sub kriteria mengunakan kuisioner pembanding berpasangan, kemudian diolah menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Tahap akhir dari penelitian ini melakukan perhitungan insentif karyawan yang berdasarkan besarnya bonus yang disediakan perusahaan. Sistem penilaian prestasi kerja ini dilakukan oleh 4 orang penilai yang dilakukan secara kolektif, dimana penilaian dilakukan pada akhir tahun. Sistem penilaian usulan ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan sistem saat ini yaitu: kriteria yang digunakan sesuai dengan penilaian performansi operator, membantu perusahaan dalam memonitor aktivitas di lantai produksi. Keuntungan untuk operator adalah mengetahui kelebihan dan kelemahan performansinya sehingga untuk menjadi bahan evaluasi serta dapat meningkatkan insentif dengan bekerja lebih baik lagi. Sistem penilaian prestasi kerja usulan ini diharapkan memotivasi karyawan untuk bekerja lebih baik lagi.Kata kunci: Penilaian Prestasi kerja, Spencer,Analytical Hierarchy, Process, Insentif. PT. X is a company engaged in the field of coating and vacuum metalizing. System of performance appraisal work done by PT. X based on attendance. Rating systems currently generate employee dissatisfaction because employees 'performance is not included in employees' performance appraisal system. This has an impact on the provision of incentives. This study will design the employee appraisal system by considering the factors the employee's job and the assessment results will be used to calculate the employee incentives. The initial phase of research to identify the criteria and sub criteria. The criteria used is based on the criteria of Spencer's criteria. ¬ respective determination of each criteria and sub criteria using paired comparison questionnaire, then processed using the method of Analytical Hierarchy Process (AHP). The final stage of this study do calculations based on the employee incentive bonus provided by the company. Work performance appraisal system is conducted by 4 assessors who carried out collectively, where assessment is carried out at the end of the year. This proposed assessment system has several advantages over current systems, namely: the criteria used in accordance with the assessment of operator performance, helping companies monitor activity on the production floor. The advantage for operators is to know the strengths and weaknesses so as to be a material performance evaluation, and to increase the incentive to work even better. Work performance appraisal system proposal is expected to motivate employees to work better. Key words: Assessment of Achievement of work, Spencer, Analytical Hierarchy, Process, Incentives.
Usulan Pengembangan Komunikasi Pemasaran Melalui Strategi Customer Bonding (Studi Kasus : Supermarket Hero di Jakarta) Sukwadi, Ronald
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 2, No.2, Mei 2007
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.239 KB) | DOI: 10.12777/jati.2.2.1-11

Abstract

The consequence of competition is the decrease of the number of customers which causes Hero Supermarket closed down several of its outlets. This decrease is also caused by the existence of internal issue of marketing communication (promotion) which lacked a strong concept. The ineffective selection of communication channel which in turn fails to conform the activity to the public. For that, the identification in marketing communication activity through Customer Bonding strategy is needed. Through marketing communication program assessment with Customer Bonding (Awareness Bonding, Relationship Bonding, and Advocacy Bonding), intensity of marketing communication problem can be identified, through survey assessment (management and costumer), analyzed with statistical testing like validity and reliability test, Spearman Correlation test and Cross tab test. The questionnaires will be given to 13 respondents from Hero Management by using quota sampling and 100 customers using stratified sampling.               Through marketing communication program assessment using Customer Bonding, marketing communication intensity and correlation analysis between marketing communication program and consumer loyalty are obtained. From this analysis, it is shown that there is noise in marketing communication that influences information sending to customer. Hero must maintain marketing communication program which focuses in marketing program that have competitive advantages. Beside that, evaluation has always to be done in order to improve customer loyalty. Keywords: communication, customer bonding, loyalty  
BEHAVIORAL INTENTION PENUMPANG KRL COMMUTER LINE JABODETABEK Sukwadi, Ronald; Teofilus, Grandee
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 10, No. 2, Mei 2015
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.915 KB) | DOI: 10.12777/jati.10.2.71-76

Abstract

Behavioral intention dipandang sebagai penentu utama kinerja penyedia transportasi umum. Penelitian ini menekankan pada hubungan antara behavioral intention dan variabel-variabel yang mempengaruhinya seperti kualitas layanan, nilai yang dirasakan, keterlibatan, dan kepuasan penumpang. Dengan melakukan survei penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek, teknik model persamaan struktural menggunakan software AMOS 22.0 digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel dalam model konseptual. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kualitas layanan memiliki dampak positif terhadap nilai yang dirasakan. Nilai yang dirasakan dan kepuasan penumpang mempunyai dampak positif terhadap keterlibatan. Kualitas layanan dan keterlibatan memiliki dampak positif terhadap behavioral intention.     Abstract   The behavioral intention of public transportation passengers is seen as a crucial determinant of public transportation provider performance. This research highlights the relationships between passenger behavioral intention and the various variables that affect it such as service quality, perceived value, involvement, and satisfaction of public transportation services. By using passenger survey data from the Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek, the structural equation modeling technique AMOS 22.0 is applied to analyze the conceptualized relationship model. The findings reveal that service quality has positive effect to perceived value. Perceived value and customer satisfaction have positive effect to involvement. Service quality and involvement have positive effect to behavioral intention.
PENERAPAN PERFORMANCE PRISM SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA KEBUN BINATANG Sukwadi, Ronald
Jurnal Teknologi Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketertarikan dalam bidang manajemen pengukuran kinerja telah meningkat beberapa tahun ini. Banyak kerangka kerja digunakan untuk mengatasi masalah pengukuran kinerja suatu organisasi. Penelitian ini menggambarkan penerapan dari kerangka kerja performance prism pada sebuah kebun binatang. Berdasarkan orientasi yang komprehensif terhadap para pemangku kepentingan, kerangka kerja ini mendorong manajer untuk memenuhi dan mempertimbangkan seluruh kebutuhan pemangku kepentingan, dan juga strategi, proses dan kapabilitas yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator kinerja terpenting dari masing-masing pemangku kepentingan adalah kesehatan hewan (pengunjung), area yang tersedia untuk berjualan (pedagang), jumlah pelatihan mengenai promosi (pemerintah), dan jumlah fasilitas yang sudah terotomasi (karyawan). Kata kunci : , a, ,
ANALISIS RETENSI PENGUNJUNG BIOSKOP DI JAKARTA MENGGUNAKAN REGRESI LOGISTIK MULTINOMIAL Sukwadi, Ronald; Gammadita, Margaretha Cindy
Jurnal Teknologi Vol 9 No 2 (2016): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan yang menawarkan program loyalitas percaya bahwa program loyalitas yang ditawarkan memiliki efek positif jangka panjang terhadap retensi pelanggan. Hampir seluruh perusahaan yang bergerak dalam bidang bisnis menerapkan program loyalitas untuk mencegah pelanggan berpindah ke kompetitor. Pada kenyataan, dampak dari pengalaman layanan terhadap retensi pelanggan penting bagi penyedia layanan jasa. Kepuasan pelanggan memiliki peran penting untuk semua perusahaan karena pengaruh terhadap pembelian ulang dan rekomendasi dari mulut ke mulut. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh program loyalitas, pengalaman layanan dan kepuasan konsumen terhadap retensi pengunjung bioskop di Jakarta. Hasil dari penelitian ini menunjukan program loyalitas, pengalaman layanan dan kepuasan konsumen memiliki dampak yang positif dan signifikan terhadap retensi pengunjung bioskop di Jakarta.
Integrated analytic hierarchy process and mixed integer programming for supplier selection in mold and dies industry Silalahi, Agustinus; Sukwadi, Ronald; Pramesjwari, Duhita Al Hayyu; Oktavia, Chendrasari Wahyu; Natalia, Christine
Jurnal Sistem dan Manajemen Industri Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.169 KB) | DOI: 10.30656/jsmi.v3i2.1765

Abstract

PT. GMT has a mission to deliver the products to the customer on time and high-quality products to improve services. Sometimes, the delivery of product delays caused by the raw materials delays or didn't meet specifications. Selection optimal suppliers of raw materials are one of the solutions. There are two factors must be considered for the selection of suppliers, qualitative factors and quantitative factors. In this study, for qualitative factors, based on the criteria needed by PT GMT. This research produces three Linear Programming models, first: a qualitative objective function that will be maximized called the Total Value of Purchase (TVP). TVP is an integration of the Analytical Hierarchy Process (AHP) and Mix Integer Programming Integration. Second, the quantitative objective function for the procurement cost of raw materials, which is called the Total Cost of Purchase (TCP). The third is to optimize qualitative and quantitative simultaneously using the Goal Programming method. The selection of suppliers based on TVP the total value is 97.25, and the total procurement cost is Rp. 36,914,000, based on TCP, the total value is 89.14, and the total of procurement cost is IDR 31,356,000, while based on Goal Programming, the total value is 93.18, and the total of procurement cost is IDR 32,621,000. PT GMT has been able to determine the optimal supplier based on the policies set.
IDENTIFIKASI ATRIBUT-ATRIBUT INOVATIF LAYANAN KARAOKE KELUARGA: INTEGRASI MODEL NSD-EMF-KANO Sukwadi, Ronald; Suprata, Ferdian; Santosa, Sylvia Cahyadi
Jurnal Tekno Vol 17 No 1 (2020): Jurnal Tekno
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/jtekno.v17i1.855

Abstract

Hiburan saat ini telah menjadi kebutuhan masyarakat Jakarta untuk menghilangkan kelelahan dan kebosanan dalam kegiatan pekerjaan sehari-hari. Dengan ketatnya persaingan di industri hiburan, karaoke keluarga dituntut untuk mempunyai strategi dalam berbisnis yang tepat dengan selalu melakukan inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain layanan yang inovatif bisnis karaoke keluarga untuk meningkatkan daya saingnya di industri hiburan. Wawancara, FGD, dan kuesioner dirancang untuk mendapatkan data-data yang diperlukan. Model integrasi NSD-EMF-Kano digunakan sebagai kerangka kerja dalam mengidentifikasi atribut layanan inovatif. Model new service development (NSD) digunakan untuk menggali ide-ide pelanggan untuk mengembangkan atribut-atribut layanan inovatif. Hasilnya digabungkan dengan 5 elemen experiential marketing framework (EMF), yaitu: sense, feel, think, act dan relate yang dikembangkan berdasarkan hasil pengalaman pelanggan. Setelah itu, akan dievaluasi dengan kuesioner Kano untuk menentukan kategori Kano. Hasilnya terdapat 19 atribut layanan inovatif karaoke keluarga yang teridentifikasi untuk dikembangkan lebih lanjut
PENERAPAN MODEL INTEGRASI FUZZY SERVQUAL-IPA-QFD DALAM ANALISIS KUALITAS LAYANAN STASIUN GAMBIR Sukwadi, Ronald; Josua, Priskilla Putri; Tannady, Hendy
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i1.9628

Abstract

Public transportation has been regarded as one of the most sustainable forms of transport in Indonesia. Indonesian Railways serves as one of choice transportation mode and the biggest transportation service company. Gambir Central Station is the busiest railway platform where large number of people spend considerable amount of time, while waiting to board a train, alighting from a train, to receive/ send off a passenger, or to buy a ticket. The passengers must have a satisfactory experience of the amenities available at platforms, irrespective of their duration or purpose of stay at a railway station. This study aims to assess the satisfaction level of the passengers and to improve the existing service quality of the station. The integrated model of fuzzy SERVQUAL, IPA and QFD is applied in this study. The fuzzy SERVQUAL is used to assess the level of passengers’ satisfaction. Furthermore, the Importance Performance Analysis (IPA) method is used to find out the attributes that must be improved. The Quality Function Deployment (QFD) method is used to determine the appropriate efforts/strategies to improve those attributes. To meet the passengers’ needs, Gambir Central Station should install a hygiene signboard, conduct training of officers, and add greening areas. Keywords: Service quality, Fuzzy SERVQUAL, IPA, QFD, Railway station AbstrakAngkutan umum telah dianggap sebagai salah satu bentuk transportasi paling berkelanjutan di Indonesia. Kereta Api Indonesia menjadi salah satu moda transportasi pilihan dan perusahaan transportasi terbesar. Stasiun Gambir adalah stasiun tersibuk di mana banyak orang menghabiskan banyak waktu, menunggu untuk naik kereta, turun dari kereta, keluar/masuk penumpang, atau membeli tiket. Penumpang harus memiliki pengalaman yang memuaskan tentang fasilitas yang tersedia di stasiun, terlepas dari durasi atau tujuan mereka tinggal di stasiun kereta api. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kepuasan penumpang dan meningkatkan kualitas pelayanan stasiun yang ada. Model terintegrasi fuzzy SERVQUAL, IPA dan QFD diterapkan dalam penelitian ini. Fuzzy SERVQUAL digunakan untuk menilai tingkat kepuasan penumpang. Selanjutnya, Importance Performance Analysis (IPA) digunakan untuk mengetahui atribut-atribut yang harus ditingkatkan. Metode Quality Function Deployment (QFD) digunakan untuk menentukan upaya/strategi yang tepat untuk memperbaiki atribut tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan penumpang, Stasiun Gambir harus memasang papan tanda kebersihan, melakukan pelatihan petugas stasiun, dan melakukan penambahan area penghijauan.
Pengembangan Model Penerimaan Teknologi Sukwadi, Ronald; Ambarita, Kevin Reinhard; Nguyen, Thi Bich Thu
Jurnal Tekno Vol 18 No 1 (2021): Jurnal Tekno
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/jtekno.v18i1.1163

Abstract

The world is developing exponentially and rapid. Industrial 4.0 is a milestone of industrial digitalization. Hence, the change of B2C business interaction with consumer. Annual growth of internet and smartphone users force industries such as creative industries to develop mobile application, This industry contributes 7.44% to national GDP in 2018 and is projected to be bigger each year. The growth of theatre count in Indonesia triggers film industries as part of creative industries to grow. TIX ID as an electronic ticketing keen on serving the best service quality to consumer through online purchases. From this phenomenon, researcher decided to identify the factors that will affect the adoption of TIX ID. This research employs an extended TAM which are Self-Efficacy and Subjective Norm. Questionnaires were distributed and a sample of 647 respondents was taken for analysis using SEM with AMOS. Findings of this study reveal that Self-Efficacy affects Perceived Ease of Use and Perceived Usefulness. Perceived Ease of Use affects Perceived Usefulness but doesn’t affect Attitude. Perceived Usefulness affects attitude and behaviour intention. Attitude and Subjective Norm affects behaviour intention.
Co-Authors , Benny ., Yonathan Adiguna, Brian Agus Wahyudin Airlangga, Gregorius Alfatiyah, Rini Ali, Puti Retno Ambarita, Kevin Reinhard Anastasia Tatik Hartanti, Anastasia Tatik Antoni Hutahaean, Hotma Asmaralda, Naftalia Bachtiar Wahju, Marsellinus Bachtiar, Marsellinus Bangnga, Hedwig Eryn Sua Bastuti, Sofian Basudewa, Salomon Quarum Basuki, Widodo Widjaja Bellachintya Reira Christata Budi Cahyono Chandra, Philip Chendrasari Wahyu Oktavia Ching Chow Yang Ching-Chow Yang Christina Christina Christine Natalia Damasputra, Albertus Nugi Prasetya Dian, Agustin Diana Lestari, Diana Enny Widawati Fendy, Su Ferdian Suprata Franky Gerald Gammadita, Margaretha Cindy Goenawan, Stephanus Ivan Grandee Teofilus Gunshleina, Maria Cicilia Hadi Fitriansyah Halim, Williem Hendy Tannady Hotma A. Hutahean, Hotma A. Hotma Antoni Hutahaean Hutahaean, Hotma A. Inderawati, M.M. Wahyuni Inderawati, Maria Magdalena Wahyuni Inderawati, Wahyuni Inderawati, Wahyuni Inna Kholidasari Jayawarsa, A.A. Ketut Jeassyca Ngaditeja Josua, Priskilla Putri Jou, Yung-Tsan Kartadinata, Budi Kartawidjaya, Maria Angela Kartika Suhada Kristian, Yoel Kristiana, Stefani Prima Dias Kukuh Kurniawan Dwi Sungkono Kurniawan Kurniawan Lasiman, Sylvia Christiana Lasiman, Sylvia Christiana Livia Oktevany, Livia Lucky, Novryan M Tirtana Siregar, M Tirtana Magdalena Silitonga, Riana Maharsayani, Derdya Marco, Nico Maria Angela Kartawidjaja Maria Magdalena Wahyuni Melina Hermawan Michelle P.P., Yolenta Milkha Meiliana MM Wahyuni Inderawati Mokh. Suef Nasihardani, Dana Nguyen Thi Bich , Thu Nguyen, Thi Bich Thu Nugroho, Oskar Ika Adi Octavian, Filbert Octaviani B.W., Sandra Pramesjwari, Duhita Al Hayyu Pratama, Ferdian Aditya Pujianto, Hendri Rahmananta, Radyan Rahmawati, Sinta Rahmawati Rainisa Maini Heryanto Rexivio, Derys Christian Riana Magdalena Rippun G.M., Ferry Rizani, Miftahul Fahriyyah Sahatma, Yehezkiel Bierhoff Guzma Santosa, Sylvia Cahyadi SANTOSO SANTOSO Siagian, Vebryna Shaputri Silalahi, Agustinus Sugianto, Lai Ferry Sugioko, Andre Sunarsa, Kevin Alfonsi Susanto, Iwan Daniel Sutarno, Herman Yosef Thi Bich Thu, Nguyen Thu, Nguyen Thi Bich TIrtaulima, Chelsea Naomi TIUAJ, Yanto Tresna Dewi Trifenaus Prabu Hidayat Uyanto, Stanislaus Suryadi Vivi Arisandhy Vivi Triyanti Wahju, Marsellinus Bachtiar Wahyudin, Cucu Wenehenubun, Frederikus Wenehenubun, Tarsina Wati Wibawa Prasetya Wibowo, Alfian Adhi Setyo Widawati, Enny Wong, Denny Yosef Norbertus Tembu Muda Yunita, Ika Yurni Oktarina ~ Jufina, ~