Dedih Surana
Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Bandung

Published : 66 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Kedisiplinan Anak dalam Pengamalan Ibadah Sholat Fardhu Fiska Maharani; Dedih Surana; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.978 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2159

Abstract

Abstract. This research is based on the many phenomena in society about the lack of discipline in children in practicing fardhu prayers, so parents are obliged to provide an ideal parenting pattern to discipline children in their prayers, because parents have a very important role to provide understanding to children as the main provision. This study aims to determine the parenting pattern of parents, the discipline of children in the practice of praying fardhu prayers, and looking for the influence of parenting patterns on children's discipline in the practice of praying fardhu prayers. The method used in this study is a quantitative, descriptive research method. The sample technique taken by the author is purposive sampling, namely respondents for mothers and children aged 10-12 years with a total of 62 people. Based on the results of the study that parenting patterns are in the high category which is at intervals of 3,41-4,20, children's discipline in practicing fardhu prayer is included in the high criteria which is at intervals of 3,41-4,20. parenting style variables have a significant effect on children's discipline in practicing fardhu prayers. This statement is supported by the results of the t-test calculation with the tcount value greater than ttable and the sig value of the parenting style variable for children in the practice of praying fardhu prayer is less than 0.05. This shows that Ho is rejected and Ha is accepted, meaning that the parenting style variable has a significant effect on children in practicing fardhu prayers. Abstrak. Penelitian ini didasari atas banyaknya fenomena di masyarakat tentang kurangnya kedisiplinan anak dalam pengamalan ibadah sholat fardhu, sehingga orang tua wajib memberikan pola asuh yang ideal untuk mendisplinkan anak dalam ibadah sholatnya, karena orang tua memiliki peran yang sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada anak sebagai bekal utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh orang tua, kedisiplinan anak dalam pengamalam ibadah sholat fardhu, dan mencari besar pengaruh pola asuh orang tua terhadap kedisiplinan anak dalam pengamalan ibadah sholat fardhu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif, deskriptif. Teknik sampel yang diambil penulis adalah purposive sampling, yaitu responden untuk ibu dan anak yang memiliki rentan usia 10 hingga 12 tahun dengan jumlah keseluruhan yaitu 62 orang. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pola asuh orang tua berada pada kategori baik yang berada pada interval 3,41-4,20, kedisiplinan anak dalam pengamalan ibadah sholat fardhu masuk pada kriteria baik karena interval 3,41-4,20. variabel pola asuh orang tua berpengaruh signifikan terhadap anak dalam kedisiplinan ibadah sholat fardhu. Pernyataan ini didukung dari hasil perhitungan uji t dengan nilai thitung lebih besar dari ttabel serta nilai sig variabel pola asuh orang tua terhadap anak dalam pengamalan ibadah sholat fardhu lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, artinya variabel pola asuh orang tua berpengaruh signifikan terhadap kedisiplinan anak dalam mengamalan ibadah sholat fardhu.
Implementasi Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam secara Daring di Kelas VIII SMP Alam Bandung Syifa Latifah Amatulloh; Dedih Surana; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.182 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2171

Abstract

Abstract. When the emergence of the Covid-19 outbreak that hit Indonesia today triggered various challenges in terms of life, but no exception for the world of education. Especially in the study of the History of Islamic Culture that must be known and practiced by educators. SMP Alam Bandung is one of the schools that use online learning system as an alternative to this pademi condition. Therefore, the author is encouraged to conduct research that aims to find out the learning process of Islamic Cultural History online in class VIII of Alam Bandung Junior High School which includes planning, implementation, and evaluation in class VIII of Alam Bandung Junior High School. This research is a field study to collect the necessary data on online SKI learning in class VIII of Bandung Alam Junior High School. This research uses a qualitative approach, with a descriptive data approach. The object in this study is the process of learning SKI online in class VII Smp Alam Bandung. The data collection techniques in this study use several techniques, namely observation, interview and documentation. Based on the results of the data analysis obtained, the conclusion that online SKI learning in class VIII of Smp Alam Bandung includes planning, implementation, and evaluation. Learning is done through media that are often used by other educators, namely zoom meeting applications with RPP specifically called lesson plans and using a special curriculum. Educators deliver material with lecture methods, literacy, power points, and video. Supporting factors for online SKI learning can be to know the sophistication of technology, creative in teaching and the unlimited space and time be it factors from educators, learners and parents. While the inhibiting factors of ski learning online include internet access, interference in electronics used, lack of learning exploration, and supervision and assessment of educators to learners. Abstrak. Ketika munculnya wabah Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini memicu berbagai tantangan dalam segi kehidupan, akan tetapi tidak terkecuali untuk dunia pendidikan. Khususnya pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam yang harus diketahui serta diamalkan oleh pendidik. SMP Alam Bandung merupakan salah satu sekolah yang memakai sistem pembelajaran secara daring sebagai alternatif pada kondisi pademi ini. Karena hal itu penulis terdorong melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam secara daring di kelas VIII SMP Alam Bandung yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi di kelas VIII SMP Alam Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan untuk mengumpulkan data- data yang diperlukan mengenai pembelajaran SKI secara daring di kelas VIII Smp Alam Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan pendekatan data deskriptif. Objek dalam penelitian ini yaitu proses pembelajaran SKI secara daring di kelas VII Smp Alam Bandung. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa Teknik, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh, kesimpulannya bahwa pembelajaran SKI secara daring di kelas VIII Smp Alam Bandung meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pembelajaran dilakukan dengan melalui media yang sering digunakan oleh pendidik yang lain yaitu aplikasi zoom meeting dengan RPP yang khusus dinamakan lesson plan serta menggunakan kurikulum yang khusus. Pendidik menyampaikan materi dengan metode ceramah, literasi, power point, dan vidio. Faktor pendukung untuk pembelajaran SKI secara daring dapat mengetahui kecanggihan teknologi, kreatif dalam mengajar dan tidak terbatasnya ruang dan waktu baik itu faktor dari pendidik, peserta didik dan orang tua. Sedangkan faktor penghambat pembelajaran SKI secara daring meliputi akses internet, gangguan dalam elektronik yang dipakai, kurangnya eksplorasi pembelajaran, serta pengawasan dan penilaian pendidik terhadap peserta didik.
Studi Deskriptif terhadap Pembelajaran Ilmu Tajwid Pola K.H. Saefudin Ahmad dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Yulia Annisa; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.963 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2369

Abstract

Abstract. Reading the Quran is the initial capital someone can understand the Quran. However, nowadays there are many studies which state that Muslims in Indonesia have not been able to read the Quran. This study aims to determine the concept of learning tajwid using the K.H. Saefudin Ahmad at Pondok Pesantren Al-Falah Dago Bandung with the formulation of the problem: 1) How is the tajwid learning program using the K.H. Saefudin Ahmad?, 2) How is it implemented?, What is the learning method?, and 4) What are the advantages of learning tajwid using the K.H. Saefuddin Ahmad?. This study uses a qualitative descriptive method. The data analysis technique uses data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions/verification. Researchers as a key instrument. From the results of this study it was found that the learning process of tajwid in improving the ability to read the Qur'an at the Al-Falah Islamic Boarding School Dago Bandung was good, Santri and santriawati better understand and understand the learning of tajwid science and can apply the law of tajwid at the same time. Reciting Al-Qur'an. There are several programs to improve the ability to read the Qur'an of students including tadarus Quran, memorizing nadhom, class division, and evaluation of learning. The method applied is lecture, memorization, nadhom, individual tests and discussions. The advantages are that learning emphasizes the chapter on makharijul letters, varied nadhom and santri and santriawati must know the references to arguments from the law of recitation. Abstrak. Membaca al-Quran adalah modal awal seseorang bisa memahami al-Quran. Namun dewasa ini banyak penelitian yang menyatakan umat muslim di Indonesia belum bisa membaca al-Quran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pembelajaran ilmu tajwid dengan menggunakan pola K.H. Saefudin Ahmad di Pondok Pesantren Al-Falah Dago Bandung dengan rumusan masalah: 1) Bagaimana program pembelajaran ilmu tajwid dengan menggunakan pola K.H. Saefudin Ahmad?; 2) Bagaimana pelaksanaannya?; Bagaimana metode pembelajarannya? dan 4) Apa saja keunggulan dari pembelajaran ilmu tajwid tersebut?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif. Adapun teknik analisis datanya menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Peneliti sebagai instrument kunci. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa proses pembelajaran ilmu tajwid dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di Pondok Pesantren Al-Falah Dago Bandung sudah baik, Santri dan santriawati lebih mengerti dan paham mengenai pembelajaran ilmu tajwid serta dapat menerapkan hukum ilmu tajwid tersebut pada saat membaca Al-Quran. Terdapat beberapa program untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran santri di antaranya yaitu tadarus Al-Qur’an, hafalan nadhom, pembagian kelas, serta evaluasi pembelajaran. Metode yang diterapkan menggunakan metode ceramah, hafalan, nadhom, tes individu dan diskusi. Adapun keunggulannya yaitu pembelajaran menekankan pada bab makharijul huruf, nadhom bervariatif serta santri dan santriawati harus mengetahui rujukan dalil dari hukum tajwid.
Implementasi Pembinaan Karakter Keagamaan pada Anggota Karang Taruna Dusun Cisitu Desa Cisitu Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang tahun 2022 Fadhil Febrian Ependi; Dedih Surana; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.266 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.2681

Abstract

Abstract. Adolescence (the younger generation) is a period of transition from childhood to adulthood, where in the world they are being plagued by a very high sense of ego that really needs direction and guidance. Like those in Dusun Cisitu there are still some young people who spend their time doing things that are less useful, such as starting to try drugs and alcohol, fighting with parents, and lack of concern for others. Thus, through the Karang Taruna organization, it is hoped that they will be able to change the religious character, especially for Karang Taruna Dusun Cisitu members so that they are able to serve the community, and can realize the ideals of the nation and state. This study aims to determine the planning, implementation, evaluation, supporting and inhibiting factors of religious character building in members of Karang Taruna Dusun Cisitu Desa Cisitu Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang in 2022. The method used In this research is descriptive qualitative. Data collection technique; interviews, observations, and documentation. Data analysis technique; data reduction, data presentation, and verification/drawing conclusions. The results showed that the Karang Taruna activities had run optimally and the results obtained were quite satisfactory. This is evidenced by the gradual changes in adolescents. Hoperfully with the existence of Karang Taruna activities, it can change the youth’s personality for the better. Abstrak. Masa remaja (generasi muda) adalah masa peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa, dimana dalam dunia mereka sedang dirundung oleh rasa ego yang sangat tinggi yang sangat membutuhkan arahan dan bimbingan. Seperti yang ada di Dusun Cisitu masih ada sebagian pemuda yang menghabiskan waktunya untuk melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat seperti mulai mencoba narkoba dan minuman keras, pertengkaran melawan orang tua, dan kurangnya kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, melalui organisasi Karang Taruna diharapkan mampu merubah karakter keagamaan, terkhusus pada anggota Karang Taruna Dusun Cisitu sehingga mereka mampu mengabdi kepada masyarakat, serta dapat mewujudkan cita-cita bangsa dan negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, faktor pendukung dan penghambat pembinaan karakter keagamaan pada anggota Karang Taruna Dusun Cisitu tahun 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ialah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data; wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data; reduksi data, sajian data, dan verifikasi/penarikan/ penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan-kegiatan Karang Taruna sudah berjalan secara maksimal dan hasil yang diperoleh sudah cukup memuaskan. Hal ini dibuktikan dengan secara berangsur-angsurnya perubahan-perubahan pada diri remaja ke arah yang lebih baik dan juga rasa keagamaan yang semakin erat dalam diri remaja. Semoga dengan selalu adanya kegiatan-kegiatan Karang Taruna bisa mengubah pribadi remaja lebih baik lagi.
Nilai-Nilai Al-Quran Surat Thaha Ayat 132 terhadap Tanggung Jawab Orang Tua dalam Pendidikan Agama Anak Rofiah; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.531 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3155

Abstract

Abstract. Allah SWT revealed Surah Thaha verse 132. Allah commanded Rasulullah SAW in this verse so that he invites all family members to perform prayers. Based on this, there is a problem formulation, namely (1) What are the opinions of the commentators about the main content of the Al-Quran Surah Thaha verse 132? (2) What is the essence in the Quran? (3) How do experts view parental responsibility? on children's religious education in the Al-Quran Surah Tahaha verse 132? (4) What are the educational values and implications of Al-Quran Surah Thaha verse 132 on the responsibilities of parents in children's religious education? This study uses a descriptive-analytical method of collection technique, namely library research by examining in depth various interpretations. T has been regulated in law no. 1 of 1974 concerning the main points of marriage, article 45 paragraph 1, namely: "both parents are obliged to maintain and educate their children as well as possible". In this research, it was concluded that parents are responsible for the religious education of they children, one of which is to educate and foster children to establish prayers, in educating children to pray requires patience. The peak he achieved was the victory of the soul. The values in Surah Thaha verse 132 are (1) The head of the family is ordered by Allah to educate, foster, guide his family responsibilities in establishing prayer (2) In educating children or families to pray, patience is needed with earnest intentions (3 ) Allah will provide and fulfill all facilities also needs if parents have the intention and sincerity in educating their children. (4) Humans who endeavor with full sincerity in educating their children to pray, Allah will give the best reward.. Abstrak. Allah SWT menurunkan surat Thaha ayat 132. Allah memerintahkan kepada Rasulullah SAW pada ayat ini supaya beliau mengajak seluruh anggota keluarga untuk menunaikan salat. Berdasarkan tersebut maka terdapat rumusan masalah yaitu (1) Bagaiman pendapat para mufasir tentang pokok kandungan Al-Quran surat Thaha ayat 132? (2) Bagaimana esensi dalam Al-Quran? (3) Bagaimana pandangan para ahli tentang tanggung jawab orang tua? terhadap pendidikan agama anak dalam Al-Quran surat Thaha ayat 132? (4) Bagaimana nilai-nilai dan implikasi pendidikan Al-Quran surat Thaha ayat 132 terhadap tanggung jawab orang tua dalam pendidikan agama anak?. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis teknik pengumpulan yaitu kepustakaan (library research) dengan mengkaji secara mendalam berbagai tafsir, buku dan artikel. Telah diatur dalam undang-undang No. 1 tahun 1974 tentang pokok-pokok perkawinan pasal 45 ayat 1, yaitu: “kedua orang tua wajib memelihara dan mendidik anak-anak mereka sebaik-baiknya”. Dari penelitian ini, diperoleh simpulan bahwa orang tua bertanggung jawab dalam pendidikan agama seorang anak, salah satunya yaitu untuk mendidik serta membina anak agar mendirikan sholat. Nilai-nilai dalam surat Thaha ayat 132 adalah (1) Kepala keluarga diperintahkan oleh Allah untuk mendidik, membina, membimbing tanggung jawab keluarga nya dalam mendirikan shalat (2) Dalam mendidik anak atau keluarga untuk shalat diperlukan kesabaran dengan niat yang sungguh-sungguh (3) Allah akan memberikan serta mencukupi segala fasikitas dan kebutuhan apabila orangtua memiliki niat dan kesungguhan dalam mendidik anak (4) Manusia yang berikhtiar dengan penuh kesungguhan dalam mendidik anaknya untuk melaksanakan shalat maka Allah akan memberikan balasan yang terbaik.
Analisis Pendidikan tentang Akhlak Memuliakan Tamu terhadap Al-Quran Surat Adz-Dzariyat Ayat 24-27 Alya Fadhillah Hidayat; Dedih Surana; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.421 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3317

Abstract

Abstract. Nowadays, it results in perceived negative effects. The decline of adab / ethics, moral morals and spirituality of Islamic values. One of them is that is not paid enough attention to adab / ethics, morals to glorify guests. The large number of people around underestimates this adab, such as welcoming guests soberly, not paying respects for their arrival, often discriminating against guests whether rich or poor and so on. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) How do the mufasir think about glorifying QS guests. Adz-Dzariyat (51) : 24-27? (2) What is the essence contained in QS Adz-Dzariyat (51) : 24-27 about glorifying guests? (3) 3.What do experts think about glorifying guests? (4) What are the educational values of QS Adz-Dzariyat (51) : 24-27 about the morals of glorifying guests? . Researchers use descriptive methods using a qualitative approach. This research makes a complex picture, examines words, detailed reports from the views of respondents and conducts studies on natural situations. With the data collection technique used in this study is a literature study by collecting data from books and other literature. The data analysis techniques are descriptive analysis techniques and inferential analysis techniques. The results of this study revealed that glorifying guests is mandatory for every Muslim, saying his legal greetings sunnah and answering them is mandatory, not discriminating against guests and respecting his guests by giving the best dishes. Abstrak. Dewasa ini, mengakibatkan efek negatif yang dirasakan. Terjadinya kemerosotan adab/etika, akhlak moral dan spiritualitas nilai Islam. Salah satunya yang kurang diperhatikan pada adab/etika, akhlak memuliakan tamu. Banyaknya orang-orang sekitar menyepelekan adab ini, seperti menyambut tamu dengan seadaanya, tidak memberikan penghormatan atas kedatangannya, sering membeda-bedakan kepada tamu baik yang kaya atau miskin dan lain sebagainya. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana pendapat para mufasir tentang memuliakan tamu QS. Adz-Dzariyat (51) : 24-27? (2) Bagaimana esensi yang terkandung dalam QS Adz-Dzariyat (51) : 24-27 tentang memuliakan tamu? (3) 3. Bagaimana pendapat para ahli tentang memuliakan tamu? (4) Apa nilai-nilai pendidikan dari QS Adz-Dzariyat (51) : 24-27 tentang akhlak memuliakan tamu?. Peneliti menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden dan melakukan studi pada situasi yang alami. Dengan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan mengumpulkan data-data dari buku-buku dan literatur lainnya. Adapun teknik analisis datanya adalah teknik analisis deskriptif dan teknik analisis inferensial. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa memuliakan tamu adalah wajib bagi setiap umat Islam, mengucapkan salam hukumnya sunnah dan menjawabnya adalah wajib, tidak membeda-bedakan tamu dan menghormati tamunya dengan memberikan hidangan yang terbaik.
Implementasi Metode Talaqqi dalam Meningkatkan Kemampuan Hafalan Al-Qur’an Siswa Kelas 4 di MIS 05 Darussalam Kepahiang Kota Bengkulu Ulfah Annisa Fatiyah; Dedih Surana; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.302 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3820

Abstract

Abstract. Learning activities require an appropriate method so that the desired goals are achieved, as well as learning the Qur'an because memorizing the Qur'an is not as simple as imagined. Therefore, MIS 05 Darussalam Kepahiang Bengkulu chose the talaqqi method in learning the Qur'an. The purpose of this research is to find out how the implementation of the talaqqi method in improving students' ability to memorize the Qur'an of students, to find out what are the success factors and weaknesses of the implementation of the talaqqi method in Al-Qur'an learning activities. In this study the authors of qualitative and descriptive research with data collection techniques of observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that the implementation of the talaqqi method used in learning the Qur'an is carried out privately. But in this way, it still makes the talaqqi method effective in learning the Qur'an, by making students' memorization better and making it easier for students to achieve the specified memorization targets. Some of the success factors in learning the Qur'an for students' memorization are a comfortable memorization atmosphere, there are adequate facilities and infrastructure, and the presence of a professional Al-Qur'an teacher. As for the weakness factor, there are students who are lazy to memorize and memorize murojaah as well as students' difficulties in managing time for muroja'ah and lack of support from parents. Abstrak. Kegiatan pembelajaran dibutuhkan sebuah metode yang tepat agar tujuan yang diinginkan tercapai, begitu juga dengan pembelajaran Al-Qur’an karena menghafal Al-Qur’an tidak sesederhana yang dibayangkan. Maka dari itu MIS 05 Darussalam Kepahiang Bengkulu memilih metode talaqqi dalam pembelajaran Al-Qur’an. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi metode talaqqi dalam meningkatkan kemampuan hafalan Al-Qur’an siswa, untuk mengetahui faktor keberhasilan dan kelemahan implementasi metode talaqqi dalam kegiatan pembelajaran Al-Qur’an. Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kualitatif dan deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Implementasi metode talaqqi yang digunakan dalam pembelajaran Al-Qur’an dilakukan secara privat. Tetapi dengan cara seperti ini tetap menjadikan metode talaqqi efektif dalam pembelajaran Al-Qur’an, dengan ini membuat hafalan siswa menjadi lebih bagus dan memberikan kemudahan bagi siswa dalam mencapai target hafalan yang telah ditentukan. Beberapa faktor keberhasilan dalam pembelajaran Al-Qur’an untuk hafalan siswa adalah suasana tempat menghafal yang nyaman, terdapat sarana dan prasarana yang memadai, dan adanya guru Al-Qur’an yang profesional. Adapun faktor kelemahan ada beberapa siswa yang malas untuk menghafal dan murojaah hafalan serta kesulitan siswa dalam mengatur waktu untuk muroja’ah serta kurangnya dukungan dari orang tua.
Analisis dan Implikasi Nilai-Nilai Pendidikan Moral pada Novel Hafalan Shalat Delisa Karya Tere Liye Shabrina Nur Salsabila; Dedih Surana; Heru Pratikno
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.355 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4248

Abstract

Abstract. The lack of objects of study of morality education is indeed one of the weaknesses in today's society, especially in the world of education. The result of the lack of knowledge of moral education itself often gives rise to moral degradation. Moral education is not only taught through directly through an institution and counseling, but can also be indirectly. Moral education can be done indirectly, one of which is by taking the values listed through media such as novels. By reading novels, readers will add knowledge to the reader, be open-minded, and it is easier to absorb the information conveyed through intrinsic elements that can be interpreted in disguise or not. This study aims to describe the values of moral education contained in the novel Hafalan Shalat Delisa, by describing the analysis of the value of moral education from the novel Hafalan Shalat Delisa, describing the essence of moral value education contained in the novel Hafalan Shalat Delisa, describing the views of educational experts and Islamic education experts on moral education values, and describing the implications of the essence of moral education values of the novel Hafalan Shalat Delisa. In this research, the researcher used a type of descriptive qualitative research analysis, where the objects and subjects taken as problems will be explained by describing or describing according to the situation through analysis. In addition, researchers use library research methods. The results of this study include: 1) the form of moral education values of human relationships to their God, in the form of praying to God, carrying out prayers, and recitation. 2) the form of the moral education value of human relationships to himself, in the form of pain and sadness, and 3) the form of the moral education value of human relationships to others, in the form of advice, affection, and mutual help. Abstrak. Minimnya objek kajian pendidikan moralitas memang menjadi salah satu kelemahan di masyarakat saat ini khususnya dalam dunia pendidikan. Akibat dari kurangnya pengetahuan akan pendidikan moral itu sendiri tak jarang memunculkan degradasi moral. Pendidikan moral ini bukan hanya diajarkan melalui secara langsung melalui suatu lembaga dan penyuluhan, namun bisa juga secara tidak langsung. Pendidikan moral bisa dilakukan secara tidak langsung, salah satunya dengan mengambil nilai-nilai yang tercantum melalui media seperti novel. Dengan membaca novel, para pembaca akan menambah pengetahuan pada pembaca, berpikiran terbuka, dan lebih mudah untuk menyerap informasi yang disampaikan melalui unsur-unsur intrinsik yang dapat dimaknai secara terselubung atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan nilai-nilai pendidikan moral yang terkandung dalam novel Hafalan Shalat Delisa, dengan mendeskripsikan analisis nilai pendidikan moral dari novel Hafalan Shalat Delisa, mendeskripsikan esensi pendidikan nilai moral yang terdapat dalam novel Hafalan Shalat Delisa, mendeskripsikan pandangan ahli pendidikan dan ahli pendidikan islam tentang nilia-nilai pendidikan moral, dan mendeskripsi implikasi dari esensi nilai pendidikan moral novel Hafalan Shalat Delisa. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif analisis, yang dimana objek dan subjek yang diambil sebagai permasalahan akan dijelaskan dengan menggambarkan atau melukiskan sesuai keadaan melalui analisis. Selain itu, peneliti menggunakan metode penelitian library research. Hasil penelitian ini, meliputi : 1) wujud nilai pendikan moral hubungan manusia kepada Tuhannya, berupa berdoa kepada Tuhan, melaksanakan ibadah salat, dan mengaji. 2) wujud nilai pendidikan moral hubungan manusia kepada dirinya sendiri, berupa rasa sakit dan rasa sedih, dan 3) wujud nilai pendidikan moral hubungan manusia kepada sesamanya, berupa nasihat, kasih sayang, dan saling tolong menolong.
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Pembinaan Akhlak Siswa SMP Negeri 9 Cimahi Alia Mirajurrahmah; Dedih Surana; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.234 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4301

Abstract

Abstract. In this modern era, there are many phenomena of student moral decline and the decline in students' morals. The number of brawls between students, free sex, drugs, and so on. Therefore, the importance of moral development strategies given to students so that they are not affected so that they can become a generation that not only excels in academics but also has noble character. The aims of this study were: 1) to find out the moral development program for students at SMP Negeri 9 Cimahi, 2) the strategic steps carried out by PAI teachers in fostering the morals of students at SMP Negeri 9 Cimahi, 3) to know the supporting and inhibiting factors for the morals of students at SMP Negeri 9 Cimahi. The method used in this study uses qualitative research by taking the location at SMP Negeri 9 Cimahi. The researcher's own key instrument and data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out with the meaning of the data that had been collected, and from the meaning drawn conclusions. The results showed that SMP Negeri 9 Cimahi 1) had a program which was an abbreviation of Positive Character Habituation. so that the moral development of students can be carried out with certain positive behaviors in everyday life, 2) the strategic steps taken in the moral development of SMP Negeri 9 Cimahi are routine habits such as applying 5S (Smile, Salim, Greet, Polite, Polite), dzuhur prayer in congregation, women, keep clean and infaq. 3) the supporting factors for this moral development program include good cooperation between teachers. The inhibiting factors are family factors and community/friendship factors. Abstrak. Pada zaman modern ini, banyak fenomena kemerosotan moral pelajar dan menurunnya akhlak yang dimiliki siswa. Banyaknya tawuran antar pelajar, seks bebas, penyalahgunaan narkoba, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, pentingnya strategi pembinaan akhlak diberikan kepada siswa agar tidak terpengaruh sehingga dapat menjadi generasi yang tidak hanya berprestasi akademik tetapi juga akhlak mulia. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui program pembinaan akhlak siswa di SMP Negeri 9 Cimahi, 2) langkah-langkah strategi yang dilakukan oleh guru PAI dalam pembinaan akhlak siswa SMP Negeri 9 Cimahi, 3) mengetahui faktor pendukung dan penghambat akhlak siswa di SMP Negeri 9 Cimahi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan dengan mengambil lokasi di SMP Negeri 9 Cimahi. Instrument kunci adalah peneliti sendiri dan Teknik pengumpulan data digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang berhasil dikumpulkan, dan dari makna itulah ditarik kesimpulan.hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Negeri 9 Cimahi 1) mempunyai program yang dinamakan BINARASI singkatan dari Pembiasaan Penanaman Karakter Positif. sehingga pembinaan akhlak peserta didik dapat dilakukan dengan membiasakan perilaku positif tertentu dalam kehidupan sehari-hari, 2) langkah strategi yang dilakukan dalam pembinaan akhlak SMP Negeri 9 Cimahi yaitu pembiasaan rutin seperti menerapkan 5S (Senyum, Salim, Sapa, Sopan, Santun), sholat dzuhur berjama’ah, keputrian, jaga kebersihan dan infaq. 3) faktor pendukung program pembinaan akhlak ini meliputi kerjasama yang baik antar guru. Faktor penghambatnya yaitu faktor keluarga dan faktor masyarakat/pertemanan.
Analisis Nilai-Nilai Karakter dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Virga Novryansyah; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.151 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4779

Abstract

Abstract. Through his literary work in the form of a novel, Buya Hamka contributed to advancing the education in Indonesia by contributing to his critical thoughts in the novel entitled “The Singking of Van Der Wijck”. The Researcher wants to carry out this research to find out and analyze what character education is contained in the novel “The Singking of Van Der Wijck”. The research method used in this research is descriptive qualitative method, which aims to describe, summarize, phenomena, and situations of social reality that occur in society. Through this method the researcher tries to observe and understand the object of research with the aim and obtaining the meaning of each words, text, sentence and paragraph. The result of this study indicate that Buya Hamka has succeeded in contributing knowledge intelligently and critically inserted into every word, text, sentence and paragraph contained in the novel “The Singking of Van Der Wijck”. It makes the readers have a devout and pious personality and know the values of character education, especially the educational values of teaching Islamic Religious Education. Abstrak. Melalui karya sastra yang berbentuk novel, Buya Hamka, turut berkontribusi dalam memajukan bidang pendidikan di Indonesia. Dengan turut membantu menyumbangkan pemikiran-pemikiran kritisnya dalam novel yang berjudul “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”. Maka dari itu peneliti ingin mengangkat penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pendidikan karakter apa saja yang terkandung dalam novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan, meringkaskan, fenomena dan situasi realita sosial yang terjadi di masyarakat. Melalui metode ini peneliti berusaha mengamati dan memahami objek penelitian dengan tujuan untuk memperoleh dan mendapatkan makna, arti dari setiap kata, teks, kalimat dan paragraf. Hasil penelitian ini menunjukan bahwasannya, Buya Hamka berhasil memberikan sumbangsih ilmu-ilmu pengetahuan yang dengan cerdas dan kritis disisipkan kedalam setiap kata, teks, kalimat dan paragraf yang terdapat dalam novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”. Sehingga menjadikan pembacanya memiliki pribadi yang taat dan bertakwa serta mengetahui nilai-nilai pendidikan karakter terutama nilai-nilai pendidikan pada ajaran agama Islam.
Co-Authors 10030220034, Shalma Muna Nabila Mansyur 10030220036, Geandra Nurfadillah Syahni Fasya Adam Alhafidz Ade Fajar Ananda Al Ghazal, Sobar Alfina Azzahra Alia Mirajurrahmah Alya Fadhillah Hidayat Amar Andewi Suhartini, Andewi Annida Asma Amanina Arif Hakim Arif Hakim Arini, Kaefah Asep Dudi Suhardini Ayi Sobarna Bitari Widia Sari Cintia Sari Kartika Cyka Putri Miryani Davit As'ari Devi, Shalsa Pramitha Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dinar Nur Inten Dwi Nurtifa Eko Surbiantoro Fachrurozi Kamal, Muhamad Faqih Fadhil Febrian Ependi Farida Nahwa Pirdausi Fiska Maharani Fitroh Hayati Haditsa Qur'ani Nurhakim Hamidah Fadlilah Hanafi, Nanda Handri Handri Hasna Afifah Nuraini Helmi Aziz Heru Pratikno Huriah Rachmah Intan Surya Hadiatulloh Irennisa Aulia Firdaus Isna Ayu Nurmaidah Isna Ayu Nurmaidah Isna Iwan Sanusi Khambali Listivia Yunanda Luthfi Nuzul Syahri Masnipal, Masnipal Muhamad Fauzi Muhammad Ridho Abdillah Muhammad, Giantomi Muhardi Muhardi Mumtaz, Amani Muslimah, Nurjanatim Nadri Taja Najla Nashirah Salma Nandang Ihwanuddin Nida Nur Rosiddah Nurul Afrianti Nurul Afrianti, Nurul nurul latifah Pamungkas, Muhamad Imam Putri Aliyya Maulani Reni Risma Nursolihat rizki zakiah Rofiah Sabrina Arfa Andani Santika Dewi Pujianti Shabrina Nur Salsabila Sindi Mulyani Herdi Siti Mariam Sobar Sobar Al Ghazal Sofy Octaviani Sri Wulandari Mazith Sugianti, Riestha Syifa Latifah Amatulloh Tari Rosidah Tri Yugo Ulfah Annisa Fatiyah Virga Novryansyah Yugo, Tri Yulia Annisa Zainab Nurazizah Zidna Zidan