Dedih Surana
Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Bandung

Published : 73 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pola Asuh Orang Tua Bekerja dalam Menumbuhkembangkan Aspek Sosial Emosional Anak Annida Asma Amanina; Dedih Surana; Nurul Afrianti
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i1.6476

Abstract

Abstrak. Saat ini terdapat anak-anak yang mengalami hambatan dalam aspek perkembangan sosial emosionalnya seperti rasa takut atau malu ketika berinteraksi atau bermain dengan teman sebayanya maupun orang lain, tidak dapat terbuka kepada orang tua, tidak dapat mengekspresikan perasaan yang sedang dirasakan. Hal ini terjadi karena salah satu faktornya yaitu pola asuh orang tua bekerja. Orang tua bekerja harus lebih mengetahui jenis pola asuh terbaik untuk memeberikan pengasuhan kepada anak agar perkembangan sosial emosional anak berkembang dengan baik. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat perkembangan sosial emosional anak usia 4-6 tahun yang orang tuanya bekerja di Jalan Babakan Tarogong Gang Laksana Kota Bandung. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua bekerja yaitu menerapkan pola asuh demokratis dan permisif. Pola asuh demokratis memberikan dampak yang baik sehingga membuat perkembangan sosial emosional anak usia 4-6 tahun berkembang. Sedangkan pola asuh permisif memberikan dampak yang kurang baik sehingga membuat perkembangan sosial emosional anak usia 4-6 tahun kurang berkembang. Abstract. Currently there are children who experience obstacles in aspects of their social emotional development such as fear or embarrassment when interacting or playing with peers or other people, unable to open up to parents, unable to express the feelings that are being felt. This happens because one of the factors is the parenting style of working parents. Working parents should be more aware of the best type of parenting to provide care to children so that children's social emotional development develops well. The purpose of this study was to look at the social-emotional development of children aged 4-6 years whose parents work on Jalan Babakan Tarogong Gang Laksana Bandung City. This type of research is a qualitative approach with descriptive methods. The results showed that parenting patterns of working parents are applying democratic and permissive parenting. Democratic parenting has a good impact so that the social emotional development of children aged 4-6 years develops. While permissive parenting has a less favorable impact, making the social emotional development of children aged 4-6 years less developed.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN TERPADU SEBAGAI MODEL DEEP LEARNING DI SDIT IBNU KHALDUN LEMBANG Arianti, Ipah; Surana, Dedih; Hayati, Fitroh
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 9 No. 01 (2026): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/im.v9i01.9368

Abstract

Pendidikan Islam kontemporer menghadapi tantangan mengintegrasikan nilai-nilai religius dengan tuntutan pembelajaran abad 21 yang menekankan pemikiran kritis dan pemecahan masalah. SDIT Ibnu Khaldun Lembang mengembangkan model pembelajaran TERPADU (Telaah, Eksplorasi, Rumuskan, Presentasikan, Aplikasikan, Duniawi, Ukhrawi) sebagai pendekatan deep learning yang mengintegrasikan dimensi duniawi dan ukhrawi. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen pembelajaran TERPADU dalam pembentukan karakter religius peserta didik di SDIT Ibnu Khaldun Lembang. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap kepala sekolah, kabag diniyah, wali kelas, guru PAI dan IPAS, peserta didik, analisis dokumen SKL dan perangkat pembelajaran, serta observasi pembelajaran selama 12 pertemuan. Hasil: Penelitian menemukan bahwa manajemen pembelajaran TERPADU diimplementasikan secara sistematis melalui perencanaan yang terintegrasi dengan SKL khas SIT, pelaksanaan dengan sintak tujuh tahapan, dan evaluasi berkelanjutan melalui observasi, buku penghubung, dan home visit. Dari perilaku yang diamati, model ini efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan membentuk karakter religius melalui integrasi nilai-nilai Islam dalam seluruh mata pelajaran. Kesimpulan: Model pembelajaran TERPADU merupakan inovasi pendidikan yang berhasil mengintegrasikan deep learning dengan pembentukan karakter religius, meskipun menghadapi tantangan dalam konsistensi implementasi dan keterbatasan penilaian objektif karakter.
EFEKTIVITAS P5 BANGUNLAH JIWA DAN RAGANYA DALAM KARAKTER PESERTA DIDIK KELAS VIII SMPN 9 KOTA BANDUNG: EFEKTIVITAS P5 BANGUNLAH JIWA DAN RAGANYA DALAM KARAKTER PESERTA DIDIK KELAS VIII SMPN 9 KOTA BANDUNG Riestha Sugianti; Dedih Surana; Huriah Rachmah
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 2 No 1 (2025): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v2i1.5505

Abstract

Pentingnya pembentukan karakter pada saat ini menjadi upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kepribadian bangsa. Karakter baik sebagai komponen penting yang harus dimiliki oleh setiap orang dalam mewujudkan moralitas bangsa yang baik. Perilaku beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan kemandirian peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 9 Kota Bandung akan menjadi fokus penelitian ini untuk melihat pengaruh proyek "Bangunlah Jiwa dan Raganya". Pendekatan penelitian kuantitatif dengan memanfaatkan metode korelasi. Informasi diperoleh menggunakan angket berupa pengisian formulir kuesioner dan wawancara dengan desain penelitian lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek ini mencirikan sikap keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, akhlak mulia pada kalangan pelajar Pancasila (X) dan kemandirian. Hal ini menegaskan adanya hubungan linier yang signifikan terhadap penguatan sikap (Y). Penemuan dari penelitian ini memperkuat korelasi linier yang siginifan bahwa proyek penguatan profil pelajar Pancasila (X) dengan sikap beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlaq mulia, serta sikap mandiri dari peserta didik kelas VIII SMP Negeri 9 Kota Bandung.
Komparasi Metode Belajar Membaca Al-Qur'an Antara Metode Iqro dengan Metode Al-Barqy Yeni Ernia; Willy Fratama; Dedih Surana
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 3 No 1 (2026): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v3i1.8860

Abstract

Banyak sekali metode pembelajaran Al-Qur’an yang bisa diterapkan kepada peserta didik sehingga memberikan alternatif agar peserta didik dapat lebih cepat memiliki kemampuan dalam membaca Al-Qur’an. Penelitian yang dilakukan oleh Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta menunjukan angka 72,25% dari 3.111 responden masuk dalam kategori belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif Metode Iqro’ dan Metode Al-Barqy dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an. Kedua metode ini merupakan pendekatan yang paling banyak digunakan di Indonesia dan memiliki karakteristik pedagogis yang berbeda. Penelitian menggunakan pendekatan  kualitatif dengan desain metode studi kepustakaan (library research), yaitu menelaah buku, artikel jurnal, dan sumber ilmiah lain yang relevan dengan kedua metode. Hasil analisis menunjukkan bahwa Metode Iqro’ memiliki keunggulan pada penyajian materi yang sistematis, bertahap, dan sesuai untuk anak usia dini maupun pembelajaran klasikal di TPA/TPQ. Sementara itu, Metode Al-Barqy mengutamakan kecepatan melalui pendekatan Struktur Analitik Sintetik (SAS) dan penggunaan mnemonic, sehingga efektif untuk remaja dan dewasa pemula yang membutuhkan hasil cepat. Perbandingan menunjukkan bahwa pemilihan metode harus mempertimbangkan usia, tujuan pembelajaran, dan kompetensi guru. Hasil dari penelitian ini melahirkan kesimpulan yang secara keseluruhan, kedua metode ini dapat saling melengkapi apabila digunakan secara adaptif sesuai kebutuhan peserta didik. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran membaca Al-Qur’an yang lebih efektif, fleksibel, dan kontekstual.
Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama melalui Pembelajaran Al Qur’an dan Hadits tentang Toleransi di Madrasah Tsanawiyah Eva Puswani; Dedih Surana
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 3 No 1 (2026): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v3i1.9501

Abstract

Di tengah meningkatnya tantangan keberagaman dan potensi berkembangnya narasi ekstremisme di lingkungan pendidikan, internalisasi nilai-nilai moderasi beragama menjadi kebutuhan yang mendesak dalam sistem pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual bagaimana pembelajaran Al-Qur’an dan Hadis bertema toleransi dapat dijadikan sebagai media internalisasi nilai-nilai moderasi beragama di Madrasah Tsanawiyah (MTs). Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan teknik analisis isi terhadap literatur akademik, dokumen kurikulum, serta kebijakan moderasi beragama. Hasil kajian menunjukkan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis yang mengajarkan keadilan, penghormatan terhadap perbedaan, perlindungan hak non-Muslim, serta penolakan terhadap sikap ekstrem memiliki relevansi kuat sebagai dasar pendidikan karakter moderat. Pembelajaran akan efektif sebagai media internalisasi nilai apabila dirancang melalui pendekatan tematik, kontekstual, dialogis, dan reflektif, serta didukung oleh keteladanan guru dan penguatan budaya sekolah yang inklusif. Dengan demikian, pembelajaran Al-Qur’an dan Hadis tidak hanya berfungsi sebagai transmisi pengetahuan normatif, tetapi juga sebagai instrumen transformasi nilai dalam membentuk generasi yang religius, toleran, dan berorientasi pada harmoni sosial.
Strategi Orangtua dalam Membentuk Karakter Islami Anak Remaja Awal Ibnu Adi Prasetyo; Dedih Surana; Khambali
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v5i2.8554

Abstract

Abstract. This research is motivated by the decline in adolescent character due to the influence of modern times and free social interaction, which poses a serious challenge for parents in developing their children’s Islamic character. This study aims to describe the strategies used by parents in instilling Islamic character in early adolescents, identify the values being instilled, and examine the supporting and inhibiting factors in the process. A qualitative case study method was employed, with data collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis followed the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of the study show that: (1) Parents employ four main strategies in shaping their children's Islamic character: role modeling, habituation, supervision, and mutual agreements; (2) The values instilled include faith, piety, honesty, responsibility, discipline, politeness, patience, forgiveness, and social care; (3) Supporting factors include a religious family and school environment, the presence of a Quran teacher at home, and good communication between parents and schools. Inhibiting factors include parents’ limited time, the negative impact of technology, and peer influence. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya karakter remaja akibat perkembangan zaman dan pergaulan bebas, yang menjadi tantangan serius bagi orangtua dalam membentuk karakter Islami anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi orangtua dalam menanamkan karakter Islami pada anak usia remaja awal, mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang ditanamkan, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut. Peneliti menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data mencakup observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Strategi orangtua dalam membentuk karakter Islami anak meliputi keteladanan, pembiasaan, pengawasan, dan kesepakatan; (2) Nilai-nilai yang ditanamkan mencakup keimanan, ketakwaan, kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, sopan santun, kesabaran, pemaaf, dan kepedulian; (3) Faktor pendukung meliputi lingkungan keluarga dan sekolah yang religius, kehadiran guru ngaji, serta komunikasi orangtua dan sekolah; sedangkan faktor penghambat antara lain keterbatasan waktu orangtua, pengaruh negatif teknologi, dan lingkungan pergaulan yang kurang baik.
Pengaruh Pembelajaran Fiqh Thaharah Berbasis Media Digital Interaktif terhadap Hasil Belajar Siswa Alya Detya Setiani; Alhamuddin Alhamuddin; Dedih Surana
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v6i1.10425

Abstract

Abstrak.  Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pembelajaran fiqh berbasis media digital interaktif terhadap kemampuan thaharah siswa. Pembelajaran fiqh di lembaga pendidikan Islam dasar masih didominasi metode ceramah sehingga keterlibatan siswa dan keterampilan praktik thaharah belum berkembang optimal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-eksperimen dan desain one-group pretest–posttest. Subjek penelitian adalah 15 siswa kelas I DTA Al-Mukarromah Cicaheum. Instrumen penelitian meliputi tes pretest, posttest, dan penilaian praktik thaharah pada aspek kognitif, afektif, serta psikomotor. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kemampuan thaharah siswa meningkat dari 43,22 sebelum perlakuan menjadi 67,44 setelah pembelajaran menggunakan media digital interaktif berbasis Canva. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan yang signifikan (Sig. < 0,05). Dengan demikian, pembelajaran fiqh berbasis media digital interaktif efektif meningkatkan kemampuan thaharah siswa dan layak diterapkan dalam pembelajaran fiqh. Abstract. This study aimed to examine the effect of interactive digital media-based fiqh learning on students' thaharah (Islamic purification) skills. Fiqh instruction in Islamic elementary education is still predominantly lecture-based, resulting in limited student engagement and underdeveloped practical thaharah skills. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a one-group pretest–posttest design. The participants were 15 first-grade students at DTA Al-Mukarromah Cicaheum. The research instruments consisted of pretest and posttest assessments and thaharah practice evaluations covering cognitive, affective, and psychomotor domains. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test with SPSS version 25. The results showed that the mean thaharah skill score increased from 43.22 before the treatment to 67.44 after implementing interactive digital media-based learning using Canva. The Wilcoxon signed-rank test indicated a statistically significant improvement (Sig. < 0.05). Therefore, interactive digital media-based fiqh learning is effective in improving students' thaharah skills and is recommended for fiqh instruction.
Pola Pembiasaan Berbasis Kasih Sayang untuk Meningkatkan Semangat Ibadah Peserta Didik Sekolah Dasar Giantomi Muhammad; Dedih Surana
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2025.16(2).228-241

Abstract

Visi Indonesia Emas 2045 diproyeksikan menjadikan bangsa Indonesia unggul dalam  berbagaiaspek termasuk peningkatan kualitas dan kompetensi manusia. Perlu diingat, bahwa hal tersebut memerlukan optimisme dan usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan bangsa Indonesia. Pembiasaan baik yang dilakukan di sekolah dan lingkungan sekitar salah satu bagian mewujudkan Indonesia Emas 2024. Perlu dilakukannya pembiasaan baik sedari kecil atau dasar sebagai masa penting dalam pembentukan karakter. Jenjang sekolah dasar merupakan bagian dari komponen dasar kiranya efektif melakukan pembiasaan kebaikan yang dilakukan oleh sekolah. Sekolah layaknya memberikan pola pembiasaan yang baik dengan kasih sayang utamanya dalam meningkatkan semangat ibadah peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pola pembiasaan berbasis kasih sayang dalam meningkatkan semangat ibadah peserta didik di sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Sumber data dari direktur sekolah, kepala sekolah, dua orang guru kelas, dan empat orang tua peserta didik. Dilakukan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya dianalisis dengan mereduksi data, tafsiran data, triangulasi data dan penyimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa pola pembiasaan kasih sayang yang diterapkan di SDIT Zakia memiliki tujuan dalam meningkatkan semangat ibadah peserta didik. Ada enam pola pembiasaan yang diterapkan yaitu interaksi tatap muka, sentuhan kasih sayang, kalimat penyemangat, perilaku teladan, perhargaan dan hukuman, serta komunikasi bersama orang tua. Pola tersebut rutin diterapkan guru kepada peserta didik. Terdapat juga faktor pendukungnya yakni komitmen pengajaran guru dan peran orang tua yang berkolaborasi satu sama lain. Juga faktor yang menghambatnya di antaranya minat dan potensi peserta didik dalam konsisten beribadah dan lingkungan yang berpengaruh.
Pengaruh Program ODOA (One Day One Ayat) Terhadap Kompetensi Tahfidz Al-Qur'an Siswa SMP Ibnu Sina Bandung Ibrahim Nurrasyid Faruqi; Dedih Surana; Nabilah Nuraini
Bandung Conference Series: Islamic Education 539-546
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24677

Abstract

Abstract. This study examines the influence of the ODOA (One Day One Ayat) Program-a daily Qur'anic memorization habit integrated with the Ummi Method-on students' Qur'anic memorization competence at SMP Ibnu Sina Bandung. Although the program has been implemented routinely, its measurable contribution to memorization outcomes at the junior-secondary level had not previously been evaluated empirically. A quantitative ex post facto design was used, strengthened by data triangulation from a Likert-scale questionnaire, direct memorization tests, non-participatory observation, and semi-structured interviews. Ninety-two students were selected through proportionate stratified random sampling from a population of 120. Data were analyzed using descriptive statistics, the Kolmogorov-Smirnov normality test, a linearity test, Pearson product-moment correlation, simple linear regression, and Cohen's f² effect size. Results indicate that the ODOA Program falls into the moderate category (mean = 34.07 of an ideal 80, or 42.59%), while memorization competence falls into the moderate-to-high category (mean = 66.36 of an ideal 120, or 55.30%). A strong, positive, and statistically significant relationship was found between the two variables (r = 0.6453; t = 8.0146 > t-table; Ŷ = 25.18 + 1.21X), with the program explaining 41.65% of the variance in memorization competence (r² = 0.4165) and yielding a large practical effect (Cohen's f² = 0.7137). Triangulated data confirmed these findings: students at the Tajwid-Turjuman level retained 89.50% of their memorization after one month, compared with 73.25% among the Jilid-Ghorib group. These findings suggest that consistency-based memorization habits, when paired with a structured reading-quality framework, meaningfully strengthen students' Qur'anic memorization competence. Abstrak. Penelitian ini mengkaji pengaruh Program ODOA (One Day One Ayat)-pembiasaan menghafal Al-Qur'an harian yang diintegrasikan dengan Metode Ummi-terhadap kompetensi tahfidz Al-Qur'an siswa SMP Ibnu Sina Bandung. Meskipun program ini telah berjalan secara rutin, kontribusinya terhadap capaian hafalan siswa belum pernah dievaluasi secara empiris dan terukur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto, diperkuat triangulasi data dari angket skala Likert, tes hafalan langsung, observasi non-partisipatif, dan wawancara semi-terstruktur. Sebanyak 92 siswa dipilih melalui proportionate stratified random sampling dari populasi 120 siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, uji linearitas, korelasi Product Moment Pearson, regresi linier sederhana, dan effect size Cohen's f². Hasil menunjukkan Program ODOA berada pada kategori sedang (rata-rata 34,07 dari skor ideal 80 atau 42,59%), sedangkan kompetensi tahfidz siswa berada pada kategori sedang hingga tinggi (rata-rata 66,36 dari skor ideal 120 atau 55,30%). Ditemukan hubungan yang kuat, positif, dan signifikan antara kedua variabel (r = 0,6453; t = 8,0146 > t-tabel; Ŷ = 25,18 + 1,21X), dengan Program ODOA menjelaskan 41,65% variansi kompetensi tahfidz (r² = 0,4165) serta memberikan efek praktis yang besar (Cohen's f² = 0,7137). Verifikasi triangulasi mengonfirmasi temuan ini: siswa level Tajwid-Turjuman mempertahankan 89,50% hafalannya setelah satu bulan, dibandingkan 73,25% pada kelompok Jilid-Ghorib. Temuan ini menunjukkan bahwa kebiasaan menghafal berbasis konsistensi, jika dipadukan dengan kerangka mutu bacaan yang terstruktur, secara bermakna memperkuat kompetensi tahfidz Al-Qur'an siswa.
Implementasi Program Al-Qur'an Isyarat dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur'an Siswa Tunarungu di SLB Negeri Cicendo Fathu Rabbaniyah Al-Haq; Huriah Rachmah; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Islamic Education 612-619
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24998

Abstract

Abstract. Conventional Qur'an learning is often ineffective for deaf students due to significant hearing and communication barriers. This study focuses on the implementation of the Sign Language Qur'an Program at SLB Negeri Cicendo as an adaptive effort to fulfill the religious needs of these students. The problems in this research are formulated as follows: (1) How is the teacher's planning for the program? (2) How is the implementation process to improve reading ability? (3) What are the challenges and strategies encountered? (4) What is the success level of the program? This research employs a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques used were participatory observation, semi-structured interviews, and documentation studies. Data analysis involves data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that program planning was carried out by preparing specialized human resources and adaptive modules. Program implementation applies visual and kinesthetic approaches through the Maternal Reflective Method (MMR) with circular seating formations to optimize visual contact. Main challenges encountered include students' "language poverty" and time constraints, addressed through routine habituation strategies every Wednesday. The program demonstrates a positive success level, marked by improved recognition of hijaiyah letters and independent signing. Notably, three students have reached the stage of reading the Qur'an, representing the elementary, junior high, and senior high school levels. Keywords: Sign Language Qur'an Program, Qur'an Reading Ability, Deaf Students. Abstrak. Pembelajaran Al-Qur’an secara konvensional sering kali tidak efektif bagi siswa tunarungu karena adanya hambatan komunikasi dan keterbatasan pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Program Al-Qur’an Isyarat di SLB Negeri Cicendo sebagai upaya memenuhi kebutuhan religius siswa. Masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana perencanaan guru dalam program tersebut? (2) Bagaimana proses pelaksanaannya untuk meningkatkan kemampuan membaca? (3) Apa saja tantangan dan strategi yang dihadapi? (4) Bagaimana tingkat keberhasilan program tersebut? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program dilakukan dengan menyiapkan sumber daya guru melalui pelatihan khusus dan penggunaan modul Al-Qur'an Isyarat yang adaptif. Pelaksanaan program menerapkan pendekatan visual, demonstrasi, dan pembiasaan menggunakan Metode Maternal Reflektif (MMR) dengan formasi duduk melingkar. Tantangan utama yang dihadapi meliputi hambatan komunikasi dan keterbatasan waktu, yang diatasi melalui strategi pembiasaan rutin setiap hari Rabu. Program ini menunjukkan tingkat keberhasilan yang positif, ditandai dengan meningkatnya kemampuan siswa dalam mengenal huruf hijaiyah dan memperagakan isyarat secara mandiri. Tercatat tiga siswa telah mencapai tahap membaca Al-Qur’an, yang masing-masing mewakili jenjang SD, SMP, dan SMA. Kata Kunci: Program Al-Qur’an Isyarat, Kemampuan Membaca Al-Qur’an, Siswa Tunarungu
Co-Authors 10030220034, Shalma Muna Nabila Mansyur 10030220036, Geandra Nurfadillah Syahni Fasya Adam Alhafidz Ade Fajar Ananda Al Ghazal, Sobar Alfina Azzahra Alhamuddin Alhamuddin Alia Mirajurrahmah Alya Detya Setiani Alya Fadhillah Hidayat Amar Andewi Suhartini, Andewi Annida Asma Amanina Arianti, Ipah Arif Hakim Arif Hakim Arini, Kaefah Asep Dudi Suhardini Ayi Sobarna Bitari Widia Sari Cintia Sari Kartika Cyka Putri Miryani Davit As'ari Devi, Shalsa Pramitha Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dinar Nur Inten Dwi Nurtifa Eko Surbiantor Eko Surbiantoro Eva Puswani Fachrurozi Kamal, Muhamad Faqih Fadhil Febrian Ependi Farida Nahwa Pirdausi Fathu Rabbaniyah Al-Haq Fiska Maharani Fitroh Hayati Haditsa Qur'ani Nurhakim Hamidah Fadlilah Hanafi, Nanda Handri Handri Hasna Afifah Nuraini Helmi Aziz Heru Pratikno Huriah Rachmah Ibnu Adi Prasetyo Ibrahim Nurrasyid Faruqi Intan Surya Hadiatulloh Irennisa Aulia Firdaus Isna Ayu Nurmaidah Isna Ayu Nurmaidah Isna Iwan Sanusi Iwan Sanusi Khambali Khambali Listivia Yunanda Luthfi Nuzul Syahri Masnipal, Masnipal Mochammad Rochmat Muhamad Fauzi Muhamad Imam Pamungkas Muhammad Ikhsan Rizky Fadilla Muhammad Ridho Abdillah Muhammad, Giantomi Muhardi Muhardi Muslimah, Nurjanatim Nabilah Nuraini Nadri Taja Najla Nashirah Salma Nandang Ihwanuddin Nida Nur Rosiddah Nurul Afrianti Nurul Afrianti, Nurul nurul latifah Putri Aliyya Maulani Reni Risma Nursolihat Riestha Sugianti rizki zakiah Rofiah Sabrina Arfa Andani Santika Dewi Pujianti Shabrina Nur Salsabila Sindi Mulyani Herdi Sobar Sobar Al Ghazal Sofy Octaviani Sri Wulandari Mazith Syifa Latifah Amatulloh Tari Rosidah Tri Yugo Tri Yugo Ulfah Annisa Fatiyah Virga Novryansyah Willy Fratama Yeni Ernia Yugo, Tri Yulia Annisa Zainab Nurazizah Zidna Zidan