Dedih Surana
Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Bandung

Published : 69 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengelolaan Program Pembiasaan Keagamaan dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa di MA YTI Sukamerang Sofy Octaviani; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15538

Abstract

Abstract. This study aims to determine how the management of religious habituation programs in shaping the religious character of students at MA YTI Sukamerang. This research uses a qualitative approach and this type of research is descriptive. Then in collecting data, it is done by using observation, interview and documentation methods and by using triangulation techniques to test the validity of information. The results of the research conducted by researchers are as follows: (1) the planning of the religious habituation program has several stages, namely observation, compiling an activity program, determining the place and time, determining resources, and the people involved. (2) the process of implementing the religious habituation program has several stages, namely integration, acculturation, and exemplary (3) the monitoring process is direct and the evaluation of the religious habituation program goes through several stages, namely preparing an evaluation plan, monitoring, processing data, and improvement meetings, (4) inhibiting factors: lack of motivation to learn students, and inadequate infrastructure. Supporting factors: support from various parties, the existence of various religious activities to support students' religious character, and teacher exemplary. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan program pembiasaan keagamaan dalam membentuk karakter religius siswa di MA YTI Sukamerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini adalah deskriptif. Kemudian dalam mengumpulkan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi serta dengan menggunakan teknik triangulasi untuk menguji keabsahan suatu informasi. Hasil dari penelitian yang peneliti lakukan adalah sebagai berikut: (1) perencanaan program pembiasaan keagamaan memiliki beberapa tahapan yaitu observasi, menyusun program kegiatan, penentuan tempat dan waktu, menetukan sumber daya, dan orang yang terlibat. (2) proses pelaksanaan program pembiasaan keagamaan memiliki beberapa tahapan yaitu pengintegrasian, pembudayaan, dan keteladanan (3) proses monitoring bersifat lansung dan evaluasi program pembiasaan keagamaan melalui beberapa tahapan yaitu menyusun rencana evaluasi, mengawasi, mengolah data, dan rapat perbaikan, (4) Faktor penghambat: kurangnya motivasi belajar siswa, dan sarana prasana yang kurang memadai. Faktor pendukung: adanya dukungan dari berbagai pihak, adanya berbagai macam kegiatan keagamaan sebagai penunjang karakter religius siswa, dan keteladanan guru.
Pendidikan Agama Islam Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa melalui Masa Bimbingan Terpadu Siswa Kelas X di SMA PGII 1 Kota Bandung Adam Alhafidz; Dedih Surana; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15586

Abstract

Abstract. The background to this research problem is that the increasing cases of behavior of the current generation of young people indicate a decline in moral and moral quality so that real efforts are needed to instill religious values ​​as a solution to the problems that occur. Therefore, SMA PGII 1 Bandung City implements the Mabit program in forming religious character. This research aims to determine the guidance period program, the role of PAI teachers and PAI teacher strategies in forming religious character at SMA PGII 1 Bandung City. The research results show that 1). This Mabit program can shape religious character through integrated guidance (MABIT) in forming religious character 2). The role of PAI teachers has the role of informer, motivator, and inspirer in forming religious character 3). The PAI teacher's strategy for implementing it in groups is to make the program easier to have a religious character. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data was collected through observation, in-depth interviews and documentation. The research results show that PAI teachers at SMA PGII 1 have a need to strengthen students' religious character education amidst increasingly complex moral and social challenges. The main aim of this program is to instill the values ​​of faith and devotion in students' daily lives and to form characters with noble morals. And the main role of PAI teachers in the Mabit program is as a guide and facilitator. PAI teachers are involved in the planning process by compiling teaching materials and activities that are relevant to the program objectives. In implementation, PAI teachers lead Islamic studies, provide lectures, and ensure that each activity goes according to plan and has a positive impact on students. Apart from that, the main strategy that I use in forming students' religious character through the Mabit program is through an approach that combines Islamic values ​​in all aspects of activities. We combine theoretical education with real practice so that students can understand and apply Islamic teachings in everyday life. Apart from that, activities such as recitations of the Koran, Islamic studies, and mentoring are also designed to build an environment that supports the development of students' religious character. It can be concluded that PAI teachers act as guides and facilitators, active in planning and implementing activities. They focus on Islamic teaching material and activities such as recitations and Islamic studies to shape students' character. Abstrak. Latar belakang masalah penelitian ini yaitu Maraknya kasus-kasus perilaku generasi muda saat ini mengindikasikan penurunan kualitas moral dan akhlak sehingga perlu upaya nyata untuk menanamkan nilai agama sebagai salah satu solusi dari permasalahan yang terjadi. Maka dari itu sekolah SMA PGII 1 Kota Bandung menerapkan program mabit dalam membentuk karakter religius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program masa bimbingan, peran guru PAI dan strategi guru PAI dalam pembentukan karakter religius Di SMA PGII 1 Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1). program mabit ini dapat membentuk karakter religius melalui bimbingan terpadu (MABIT) dalam membentuk karakter religius 2). Peran guru PAI mempunyai peran sebagai informator,motivator,inspirator dalam membentuk karakter religius 3). Strategi guru PAI dalam pelaksanaan dengan berkelompok agar mempermudah program tersebut dalam karakter religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru PAI di SMA PGII 1 memiliki kebutuhan untuk memperkuat Pendidikan karakter religius siswa di tengah tantangan moral dan sosial yang semakin kompleks. Tujuan utama dari program ini adalah untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan dalam kehidupan sehari-hari siswa serta membentuk karakter yang berakhlak mulia. Dan adapun peran utama guru PAI dalam program mabit adalah sebagai pembimbing dan fasilitator. Guru PAI terlibat dalam proses perencanaan dengan menyusun materi ajaran dan kegiatan yang relevan dengan tujuan program. Dalam pelaksanaan, guru PAI memimpin kajian keislaman, memberikan pematerian, serta memastikan bahwa setiap kegiatan berlangsung sesuai rencana dan memberikan dampak yang positif terhadap siswa. Selain itu, strategi utama yang saya gunakan dalam membentuk karakter religius siswa melalui program mabit adalah melalui pendekatan yang menggabungkan nilai-nilai keislaman dalam semua aspek kegiatan. Kami mengkombinasikan Pendidikan teoritis dengan praktik nyata sehingga siswa dapat memahami dan mengaplikasikan ajaran islam dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan-kegiatan seperti tilawah al-qur’an, kajian keislaman, dan mentoring juga dirancang untuk membangun lingkungan yang mendukung perkembangan karakter religius siswa. Dapat disimpulkan bahwa guru PAI bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator, aktif dalam merancanakan dalam melaksanakan kegiatan. Mereka fokus pada materi ajaran islam dan kegiatan seperti tilawah serta kajian keislaman untuk membentuk karakter siswa.
Peran Orang Tua dalam Mendidik Akhlak Remaja di Masyarakat Sekeloa Tengah Sabrina Arfa Andani; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15635

Abstract

Abstract The role of parents in educating adolescent morals is an important foundation for the development of character and morals of the younger generation. In Sekeloa Tengah, the challenges of daily life require parents to be more active and creative in educating their children. This study aims to: 1) determine parents' efforts in fostering adolescents at home; 2) describe parents' strategies in shaping adolescents' morals; and 3) identify supporting and inhibiting factors in the cultivation of morals by parents. This research uses a qualitative approach with observation, interview, and documentation methods. Data were analyzed through reduction, presentation, and conclusion drawing. The results showed that: 1) educating adolescent morals requires open communication and emotional support that makes children feel valued and confident, and fosters responsibility and discipline; 2) parents who use a holistic approach combine role modeling, open dialogue, and positive reinforcement to instill moral values; and 3) family, social environment, and school have a significant role in shaping adolescent morals. Abstrak Peran orang tua dalam mendidik akhlak remaja menjadi fondasi penting bagi perkembangan karakter dan moral generasi muda. Di Sekeloa Tengah, tantangan kehidupan sehari-hari menuntut orang tua untuk semakin aktif dan kreatif dalam mendidik anak-anak mereka. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui upaya orang tua dalam membina remaja di rumah; 2) mendeskripsikan strategi orang tua dalam membentuk akhlak remaja; dan 3) mengidentifikasi faktor pendukung serta penghambat dalam penanaman akhlak oleh orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) mendidik akhlak remaja membutuhkan komunikasi terbuka dan dukungan emosional yang membuat anak merasa dihargai dan percaya diri, serta menumbuhkan tanggung jawab dan disiplin; 2) orang tua yang menggunakan pendekatan holistik menggabungkan keteladanan, dialog terbuka, dan penguatan positif untuk menanamkan nilai moral; dan 3) keluarga, lingkungan sosial, dan sekolah memiliki peran signifikan dalam pembentukan akhlak remaja.
Program Intrakurikuler Tahfidz Al-Qur’an dalam Peningkatan Hafalan Santri di Mu’allimin Persatuan Islam 27 Situ Aksan Bandung Alfina Azzahra; Dedih Surana; Haditsa Qur’ani Nurhakim
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15656

Abstract

Abstract. Qur'an-based education aims to preserve the purity of the Qur'an through memorization. The Tahfidz program is typically included in the curriculum for one hour per week. This research at Mu'allimin Persatuan Islam 27 Situ Aksan Bandung integrates Qur'an memorization into its intramural program to enhance students' memorization skills. Using a qualitative approach and descriptive-analytical methods, the findings reveal that the Tahfidz program at Mu'allimin Persatuan Islam 27 revives the tradition of Qur'an memorization, improves students' memorization skills, and integrates Qur'anic teachings into daily activities. The program includes daily lessons, recitation sessions, memorization exams, and Tasmi' for every five Juz memorized. Support from parents, teachers, and a conducive pesantren environment is crucial, despite challenges such as limited teacher resources and internal student factors. Abstrak. Pendidikan berbasis Al-Qur'anbertujuan menjaga kemurnian Al-Qur'an melalui hafalan. Program Tahfidz biasanya dimasukkan dalam kurikulum selama satu jam per minggu. Penelitian di Mu'allimin Persatuan Islam 27 Situ Aksan Bandung ini mengintegrasikan hafalan Al-Qur'an ke dalam program intrakurikuler untuk meningkatkan hafalan siswa. Dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-analitis, temuan menunjukkan bahwa program Tahfidz di Mu'allimin Persatuan Islam 27 menghidupkan kembali tradisi hafalan Al-Qur'an, meningkatkan keterampilan hafalan siswa, dan mengintegrasikan ajaran Al-Qur'an dalam kegiatan sehari-hari. Program ini mencakup pelajaran harian, sesi tilawah, ujian hafalan, dan Tasmi' setiap lima Juz. Dukungan dari orang tua, guru, dan lingkungan pesantren yang kondusif sangat penting, meskipun ada tantangan seperti keterbatasan guru dan faktor internal siswa.
Penguatan Pribadi Muslim Melalui Kegiatan Ekstrakulikuler Tahfidz Di Smp Telkom Bandung Nida Nur Rosiddah; Dedih Surana; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15672

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengarah pada empat rumusan permasalahan yang meliputi: 1) perencanaan kegiatan ekstrakurikuler tahfidz 2) proses pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler tahfidz 3) pentingnya kegiatan ekstrakurikuler tahfidz dalam penguatan kepribadian muslim dan 4) hambatan dan pendukung kegiatan ekstrakurikuler tahfidz untuk memperkuat kepribadian muslim. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dari bulan Mei-Juni 2024. Ruang lingkup subjek dalam penelitian adalah siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tahfidz, sedangkan pembicara pendukung lainnya antara lain kepala sekolah, pelatih ekstrakurikuler tahfidz, dan pelatih ekstrakurikuler tahfidz. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini terkait penguatan kepribadian muslim melalui kegiatan ekstrakurikuler tahfidz menunjukkan bahwa: 1) perencanaan kegiatan ekstrakurikuler tahfidz dilakukan dengan mencocokkan jadwal hari efektif dan seleksi hafalan siswa 2) Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler tahfidz yaitu kegiatan pembukaan, Kegiatan Inti dan Kegiatan Penutupan 3) Pentingnya kegiatan ekstrakurikuler tahfidz untuk memperkuat kepribadian muslim adalah kontrol dari sekolah yaitu kemahasiswaan dan kepala bidang prestasi dan ekstrakurikuler yang dilaksanakan setiap kali 4) Faktor pendukung kegiatan ekstrakurikuler tahfidz untuk penguatan kepribadian muslim adalah apresiasi dari sekolah bagi siswa yang telah mencapai target menghafal dengan memberikan piagam dan uang pembinaan serta sarana prasarana. Sementara itu, faktor penghambat adalah ada mahasiswa yang minatnya kurang optimal, dan antusiasme dan fokus yang tidak stabil membuat konsentrasi menurun.
Eksplorasi Penggunaan Gawai sebagai Media Pembelajaran terhadap Proses Pembelajaran Kognitif pada Mata Pelajaran PAI di Kelas VIII SMP PGII 2 Bandung Cyka Putri Miryani; dedih surana; iwan sanusi
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15678

Abstract

Abstract. The background of this study is the low interest and motivation of students towards learning PAI. This is reflected in boredom when the teacher teaches, sleepiness during lessons, difficulty maintaining concentration, and the tendency of students to chat that can disturb other friends. All these factors have a negative impact on the learning process and outcomes. This study aims to understand the effect of using gadgets as PAI learning media on the cognitive learning outcomes of VIII grade students of SMP PGII 2 Bandung. This study assumes that the use of devices can increase the effectiveness and efficiency of learning, make students more interactive, and encourage teachers to be more innovative in creating flexible and internet-based learning media. It is expected that the use of devices can affect cognitive learning outcomes which include the ability to remember, understand, apply, analyze, assess, and create. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques include observation, in-depth interviews, documentation, and literature study. The research participants were VIII grade students of PGII 2 Bandung Junior High School and teachers who taught PAI. Data analysis was conducted by interpreting and understanding data obtained from various sources. The research findings show that the use of gadgets as learning media has a positive impact on students' cognitive learning outcomes. Abstrak. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat dan motivasi peserta didik terhadap pembelajaran PAI. Hal ini tercermin dari rasa bosan saat guru mengajar, rasa mengantuk selama pelajaran, kesulitan menjaga konsentrasi, serta kecenderungan peserta didik untuk mengobrol yang dapat mengganggu teman-teman lainnya. Semua faktor ini memberikan dampak negatif pada proses dan hasil pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh penggunaan gawai sebagai media pembelajaran PAI terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas VIII SMP PGII 2 Bandung. Penelitian ini berasumsi bahwa penggunaan gawai dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran, membuat siswa lebih interaktif, serta mendorong guru untuk lebih inovatif dalam menciptakan media pembelajaran yang fleksibel dan berbasis internet. Diharapkan penggunaan gawai dapat memengaruhi hasil belajar kognitif yang meliputi kemampuan mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, menilai, dan mencipta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Partisipan penelitian adalah siswa kelas VIII SMP PGII 2 Bandung serta guru-guru yang mengajar PAI. Analisis data dilakukan dengan menafsirkan dan memahami data yang diperoleh dari berbagai sumber. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gawai sebagai media pembelajaran memberikan dampak positif terhadap hasil belajar kognitif siswa. Siswa merasa lebih mudah mengakses dan memahami materi yang diberikan oleh guru melalui internet, serta dapat menonton video terkait mata pelajaran PAI, sehingga materi lebih mudah dipahami. Selain itu, penggunaan gawai mendorong guru untuk lebih inovatif dalam menyampaikan materi, menciptakan suasana kelas yang lebih menyenangkan dan penuh antusiasme, serta meningkatkan interaktivitas siswa dalam proses pembelajaran.
The Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Rohani Islam terhadap Perkembangan Keterampilan Sosial (Social Skill) Siswa SMK Taruna Bhakti Cikarang Selatan Muhammad Ridho Abdillah; Dedih Surana; Helmi Aziz
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15697

Abstract

Abstract. The Rohis extracurricular activities are non-academic activities conducted outside of school hours, designed to develop students' talents and interests across cognitive, affective, and psychomotor aspects. Through these activities, students can enhance their social skills, such as communication, interaction, information management, and effective information delivery. This study aims to determine the impact of Rohis extracurricular activities on the development of social skills among students at SMK Taruna Bhakti Cikarang. The hypothesis proposed is that Rohis activities have a significant influence on students' social skills. Data collection was conducted using questionnaires to gather information about the Rohis activities and the students' social skills. The validation of the instruments was done using the Pearson Product Moment formula, while reliability was tested using the Spearman-Brown formula. The impact of Rohis activities on social skills was analyzed using the Pearson Product Moment after meeting the requirements of normality and linearity tests. The strength of the relationship between the two variables was measured using the coefficient of determination. The results showed a correlation of 0,505, indicating a moderate relationship between Rohis activities and students' social skills. Based on the coefficient of determination, Rohis activities contribute 25,5% to the development of social skills, while the remaining 74,5% is influenced by other factors, such as family, school, and community environments. Abstrak. Kegiatan ekstrakurikuler Rohis adalah aktivitas non-akademis yang diadakan di luar jam pelajaran untuk mengembangkan bakat dan minat siswa, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Melalui kegiatan ini, siswa dapat mengasah keterampilan sosial, seperti kemampuan berkomunikasi, berinteraksi, mengelola informasi, dan menyampaikannya dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan ekstrakurikuler Rohis terhadap perkembangan keterampilan sosial siswa di SMK Taruna Bhakti Cikarang. Hipotesis yang diajukan adalah adanya pengaruh kegiatan Rohis terhadap keterampilan sosial siswa. Metode pengumpulan data menggunakan angket untuk memperoleh informasi mengenai kegiatan Rohis dan keterampilan sosial siswa. Validasi instrumen dilakukan dengan rumus Pearson Product Moment, dan reliabilitas diuji menggunakan rumus Spearman-Brown. Pengaruh kegiatan Rohis terhadap keterampilan sosial dianalisis dengan Pearson Product Moment, setelah memenuhi persyaratan uji normalitas dan linearitas. Besarnya hubungan antara dua variabel diukur dengan koefisien determinasi. Hasil perhitungan menunjukkan korelasi sebesar 0,505, yang mengindikasikan hubungan sedang antara kegiatan Rohis dan keterampilan sosial siswa. Berdasarkan koefisien determinasi, kegiatan Rohis berkontribusi sebesar 25,5% terhadap perkembangan keterampilan sosial, sedangkan 74,5% dipengaruhi oleh faktor lain, seperti lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Manajemen Program Tahfidz dan Peran Lingkungan Keluarga dalam Keberhasilan Menghafal Al-Qur'an Siswa SDIT Raudhatul Auliya Soreang Tari Rosidah; Dedih Surana; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15719

Abstract

Abstract. This research is motivated by the excellence of students in tahfidz Al-Qur'an and exceeds the target of the tahfidz program set by the school. The superiority of students in tahfidz is inseparable from the support of their environment, namely school and home. Therefore, this study aims to find out (a) the planning of the tahfidz program, (b) the organization of the tahfidz program, (c) the implementation of the tahfidz program, (d) the evaluation of the tahfidz program, (e) the role of the family environment in the success of tahfidz of SDIT Raudhatul Auliya students. This study uses a descriptive qualitative research method with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of this study are (a) The planning of the tahfidz program is carried out by setting goals, budgets, quality human resources and strategies for the success of tahfidz. (b) Organizing is carried out by appointing a Tahfidz Coordinator, directing teachers before teaching and dividing tasks. (c) The implementation of the tahfidz program is carried out every day for one and a half hours using the talaqqi and muroja'ah methods. (d) Program evaluation is carried out by making alternative actions, teacher performance evaluations and student evaluations through various exams. (e) The role of the family environment in students who exceed the target receives full support by imitating children through the recitation of the Qur'an, getting children used to repeating and increasing memorization at home, guiding children to memorize the Qur'an, monitoring the progress of children's memorization, facilitating children's needs in memorizing the Qur'an, providing advice and motivation on the importance of memorizing the Qur'an. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keunggulan siswa dalam tahfidz Al-Qur’an dan melampaui target program tahfidz yang ditetapkan sekolah. Unggulnya siswa dalam tahfidz ini tidak terlepas dari dukungan lingkungannya, yaitu sekolah dan rumah. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (a) perencanaan program tahfidz (b) pengorganisasian program tahfidz (c) pelaksanaan program tahfidz (d) evaluasi program tahfidz (e) peran lingkungan keluarga dalam keberhasilan tahfidz siswa SDIT Raudhatul Auliya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu (a) Perencanaan program tahfidz dilakukan dengan penetapan tujuan, anggaran, SDM berkualitas dan strategi keberhasilan tahfidz. (b) Pengorganisasian dilakukan dengan menunjuk Koordinator Tahfidz, pengarahan guru sebelum mengajar dan pembagian tugas. (c) Pelaksanaan program tahfidz dilakukan setiap hari selama satu setengah jam dengan metode talaqqi dan muroja’ah. (d) Evaluasi program dilakukan dengan membuat alternatif tindakan, evaluasi kinerja guru dan evaluasi siswa melalui berbagai ujian. (e) Peran lingkungan keluarga pada siswa yang melampaui target mendapat dukungan penuh dengan meneladani anak melalui tadarus Al-Qur’an, membiasakan anak mengulang dan menambah hafalan di rumah, membimbing anak menghafal Al-Qur’an, memantau kemajuan hafalan anak, memfasilitasi kebutuhan anak dalam menghafal Al-Qur’an, memberikan nasihat dan motivasi pentingnya menghafal Al-Qur’an.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture and Picture untuk Mengembangkan Kognitif melalui Kegiatan Sains pada Anak Usia Dini Kelompok B di TK Islam Minhajul Muslim Devi, Shalsa Pramitha; Dedih Surana; Afrianti, Nurul
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.8085

Abstract

Abstract. Cognitive ability problems (logical thinking) such as looking for differences, analyzing, solving problems, and recognizing cause and effect in material are also found in group B children in Minhajul Muslim Islamic Kindergarten Subang Reality shows that the ability is still known with children not understanding in observing a simple action in their environmentthis study aims to determine the cognitive development of group B children in Minhajul Muslim Islamic Kindergarten (logical thinking) in the model This research is a quasi-experimental quantitative research The research design used is randomized pre-test, post test control group design, data collection techniques used in testing, namely converting raw scores into z and t scores, conducting statistical tests, and hypothesis testing. The cognitive ability of group B children in Minhajul Muslim Subang Islamic Kindergarten after the application of the picture and picture type cooperative learning model showed an increase based on the results of the study showed that the average score of the pretest control group was 36.69 and the experimental group posttest was 41.19 meaning that there was an increase in children's logical thinking after getting the Picture and picture Type Cooperative Learning Model treatment. Thus, it can be concluded that the provision of Picture and Picture Type Cooperative Learning Model provides a significant improvement to the development of logical thinking in experimental group children. Based on the results of the researchers, the picture and picture type cooperative learning model is effective to become one of the models used in improving cognitive abilities (logical thinking). Abstrak. Permasalahan kemampuan kognitif (berfikir logis) seperti mencari perbedaan, menganalisa, memecahkan masalah, dan mengenal sebab-akibat dalam materi juga ditemukan pada anak kelompok B di TK Islam Minhajul Muslim Subang Realitas menunjukkan kemam puan masih diketahui dengan anak tidak mengerti dalam mengamati suatu tindakan sederhana yang ada di lingkungannya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kognitif anak kelompok B di TK Islam Minhajul Muslim (berpikir logis) dalam model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif quasi eksperimen desain penelitian yang digunakan adalah randomized pre-test, post test control group design, Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam pengujian yaitu mengubah skor mentah ke dalam z dan t skor, melakukan uji statistik, dan pengujian hipotesis. Kemampuan kognitif anak kelompok B di TK Islam Minhajul Muslim subang setelah diterapkannya model pembelajaraan kooperatif tipe picture and picture menunjukkan ada nya peningkatan berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelompok kontrol pretest 36.69 dan posttest kelompok eksperimen 41.19 artinya terjadi peningkatan berpikir logis anak setelah mendapatkan perlakuan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture and picture. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture and picture memberikan peningkatan secara signifikan terhadap perkembangan berpikir logis pada anak kelompok eksperimen. Berdasarkan hasil peneliti maka model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture efektif untuk menjadi salah satu model yang digunakan dalam meningkatkan kemampuan kognitif (berpikir logis).
Pembelajaran Sains dalam Pemulihan Learning Loss pada Anak Usia 5-6 Tahun di PG/TK Dunia Anak Cerdas Bandung Hasna Afifah Nuraini; Dedih Surana; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.8260

Abstract

Abstract. During the post-Covid-19 learning period, all educational institutions reviewed and redesigned the process of providing education from univertisy to early childhood education during the Covid-19 pandemic. The emergence of difficulties in the online learning process that takes too long can cause learning loss. Learning loss is a phenomenon where generetions lose the opportunity to acquire knowledge due to delays in the education and learninf process. This study used a qualitative approach with a descriptive study method using triangulation data collection techniques or combining several techniques, namely interviews, observation, and documentation. The research was conducted to find out the description of science learning in the recovery of learning loss in children aged 5-6 years at PG/TK World Smart Children Bandung. Based on the findings of the research data, it was concluded that the science learning plan in Smart Childrems World PG/Kindergarten includes the Semester Program, Weekly Learning Implementation Plan (RPPM), and Daily Implementation Plan (RPPH). Science learning is carried out 1 time in 1 week. The impact of the Application od science learning on the recovery if learning loss is found in children’s learning outcomes. Science learning activites that require large funds are an inhibiting factor in the implementation of science learning in the Smart Children’s World PG/Kindergarten because they need to wait for funds from the government, namely BOP funds. Abstrak. Pada masa pembelajaran pasca Covid-19, seluruh lembaga pendidikan mengkaji dan mendesain ulang proses penyelenggaraan pendidikan mulai dari universitas hingga pendidikan anak usia dini selama pandemic Covid-19. Munculnya kesulitan dalam proses pembelajaran daring yang terlalu lama dapat menyebabkan learning loss. Learning loss merupakan fenomena dimana generasi kehilangan kesempatan untuk memperoleh pengetahuan karena penundaan dalam proses pendidikan dan pebelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data triangulasi atau menggabungkan beberapa teknik, yaitu wawancara, observasi, serta dokumentasi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran pembelajaran sains dalam pemulihan learning loss pada anak usia 5-6 tahun di PG/TK Dunia Anak Cerdas Bandung. Berdasarkan hasil temuan data penelitian, didapatkan kesimpulan bahwa perencanaan pembelajaran sains di PG/TK Dunia Anak Cerdas meliputi Program Semester, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM), dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPPH). Pembelajara sains dilakukan sebanyak 1 kali dalam 1 minggu. Dampak dari penerapan pembelajaran sains terhadap pemulihan learning loss terdapat pada hasil capaian belajar anak. Kegiatan pembelajaran sains yang membutuhkan dana besar menjadi faktor pemhambat dalam pelaksanaan pembelajaran sains di PG/TK Dunia Anak Cerdas dikarenakan perlu menunggu dana dari pemerintah yaitu dana BOP.
Co-Authors 10030220034, Shalma Muna Nabila Mansyur 10030220036, Geandra Nurfadillah Syahni Fasya Adam Alhafidz Ade Fajar Ananda Al Ghazal, Sobar Alfina Azzahra Alia Mirajurrahmah Alya Fadhillah Hidayat Amar Andewi Suhartini, Andewi Annida Asma Amanina Arianti, Ipah Arif Hakim Arif Hakim Arini, Kaefah Asep Dudi Suhardini Ayi Sobarna Bitari Widia Sari Cintia Sari Kartika Cyka Putri Miryani Davit As'ari Devi, Shalsa Pramitha Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dinar Nur Inten Dwi Nurtifa Eko Surbiantoro Fachrurozi Kamal, Muhamad Faqih Fadhil Febrian Ependi Farida Nahwa Pirdausi Fiska Maharani Fitroh Hayati Haditsa Qur'ani Nurhakim Hamidah Fadlilah Hanafi, Nanda Handri Handri Hasna Afifah Nuraini Helmi Aziz Heru Pratikno Huriah Rachmah Ibnu Adi Prasetyo Intan Surya Hadiatulloh Irennisa Aulia Firdaus Isna Ayu Nurmaidah Isna Ayu Nurmaidah Isna Iwan Sanusi Khambali Khambali, Khambali Listivia Yunanda Luthfi Nuzul Syahri Masnipal, Masnipal Muhamad Fauzi Muhammad Ridho Abdillah Muhammad, Giantomi Muhardi Muhardi Mumtaz, Amani Muslimah, Nurjanatim Nadri Taja Najla Nashirah Salma Nandang Ihwanuddin Nida Nur Rosiddah Nurul Afrianti Nurul Afrianti, Nurul nurul latifah Pamungkas, Muhamad Imam Putri Aliyya Maulani Reni Risma Nursolihat rizki zakiah Rofiah Sabrina Arfa Andani Santika Dewi Pujianti Shabrina Nur Salsabila Sindi Mulyani Herdi Siti Mariam Sobar Sobar Al Ghazal Sofy Octaviani Sri Wulandari Mazith Sugianti, Riestha Syifa Latifah Amatulloh Tari Rosidah Tri Yugo Ulfah Annisa Fatiyah Virga Novryansyah Yugo, Tri Yulia Annisa Zainab Nurazizah Zidna Zidan