Dedih Surana
Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Bandung

Published : 69 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti melalui Model Discovery Learning Isna Ayu Nurmaidah Isna; Huriah Rachmah; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.5662

Abstract

Abstract. The research was conducted at SDN Babakan Sukamulya class IV with the aim of knowing whether there was an increase in student learning outcomes through model discovery learning on Islamic Religious Education subjects and Budi Pekerti (PAIBP). This study uses a quantitative approach, method quasi experiment with a design shape Nonequivalent Control Group Design. The results of research in the experimental class (IVB) and control class (IVA) shows 1) The learning process in the experimental class seen from the preparation of the Learning Implementation Plan (RPP) of 92.30% components are complete, while 7.69% sub components are incomplete. Implementation learning results in a percentage of 90.4% in the very category satisfactory out of 19 sub-indicators with a score of 95, while 2 sub-indicatorsothers get a score of 10 with a percentage of 9.52%; 2) Learning outcomes students experienced an increase after being given the model treatment discovery learning including cognitive with an average before (58.23) after (90.77), affective before (71.9) after (92.45), psychomotor before (73.8) after (86.68). Differences in learning outcomes between control classes and experimentally proven by test analysist, cognitive t count (6,874) > t table (2.018), affective t count (10,145) > t table (2.018), psychomotor t count (3,002) > t table (2.018), so it is concluded that the model discovery learning can improve student learning outcomes PAIBP lessons in class IV; 3) Factors supporting the learning process influenced by school factors, RPP, LKPD, assessment instruments, model sused. The inhibiting factor is the need for adaptation regarding the model learning used as well as field conditioning is required separation between the experimental class and the control class. Abastrak. Penelitian dilakukan di SDN Babakan Sukamulya kelas IV bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar siswa melalui model discovery learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode quasi eksperimen dengan bentuk desain Nonequivalent Control Grup Desain. Hasil penelitian di kelas eksperimen (IVB) dan kelas kontrol (IVA) menujukkan 1) Proses pembelajaran di kelas eksperimen dilihat dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebesar 92,30 % komponen sudah lengkap, sedangkan 7,69% sub komponen belum lengkap. Pelaksanaan pembelajaran mengahasilkan persentase sebesar 90,4% dengan kategori sangat memuaskan dari 19 sub indikator dengan skor 95, sedangkan 2 sub indikator lainnya mendapatkan skor 10 dengan peresentase sebesar 9,52%; 2) Hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah diberi perlakuan model discovery learning diantaranya kognitif dengan rata-rata sebelum (58,23) setelah (90,77), afektif sebelum (71,9) setelah (92,45), psikomotor sebelum (73,8) setelah (86,68). Perbedaan hasil belajar antara kelas kontrol dan eksperimen dibuktikan dengan analisis uji t, ranah kognitif t hitung (6,874) > t tabel (2,018), ranah afektif t hitung (10,145) > t tabel (2,018), ranah psikomotor t hitung (3,002) > t tabel (2,018), jadi, disimpulkan bahwa model discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAIBP di kelas IV; 3) Faktor pendukung proses pembelajaran dipengaruhi oleh faktor sekolah yaitu RPP, LKPD, Instrument penilaian, model yang digunakan. Faktor penghambat yaitu perlunya adaptasi mengenai model pembelajaran yang digunakan serta pengkondisian lapangan diharuskan adanya pemisahan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Analisis Mengenai Pembelajaran Akhlak Berbasis Zoom Meeting di Kelas V DTA Al-Barokah rizki zakiah; Dewi Mulyani; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.5717

Abstract

Abstract. Given the very important role of morality in society so that it instills the values of good behavior, but there are still many deficiencies in the teaching process system resulting in low learning outcomes. Seeing the problems that are found, the researcher sees the role of moral education in maintaining environmental harmony, it is necessary to make concrete efforts to instill these values intensively. Researchers chose DTA AL-Barokah as a relevant research location because they saw that this educational institution implements teaching activities using Zoom Meetings as an alternative so that the process of assessing students' morals can continue to be monitored. In this study, the researcher used a qualitative and descriptive approach and used several data collection techniques, namely interviews, observation and documentation studies which emphasized the delivery of research content based on the facts obtained. The aim is to show that before carrying out this online learning, the school and parents must work together in carrying out this online learning activity. Abstrak. Mengingat sangat pentingnya peranan akhlak dalam bermasyarakat supaya menanamkan nilai-nilai perilaku yang baik tetapi masih banyak terdapat kekurangan dalam sistem proses mengajar sehingga mengakibatkan rendahnya hasil belajar. Melihat permasalahan yang didapatkan maka Peneliti melihat adanya peran pendidikan moral dalam menjaga keharmonisan lingkungan, maka perlu adanya usaha konkrit untuk menanamkan nilai itu secara intensif. Peneliti memilih DTA AL-Barokah sebagai tempat penelitian yang relevan karena melihat lembaga pendidikan ini menerapkan kegiatan mengajar dengan menggunakan Zoom Meeting sebagai alternatif sehingga proses penilaian akhlak siswa bisa terus dipantau. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan bersifat deskriptif dan menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan studi dokumentasi yang menekankan penyampaian isi penelitian bedasarkan fakta yang didapatkan. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa sebelum melaksanakan pembelajaran secara Daring ini, pihak sekolah dengan orangtua siswa harus saling bekerja sama dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran Daring ini.
Implikasi Pendidikan Dalam QS. Al-Ahqaf Ayat 15 terhadap Konsep Pendidikan Orang Dewasa Sindi Mulyani Herdi; Dedih Surana; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.5751

Abstract

Abstract. One of the problems revealed by the Qur'an relates to the concept of adult education. This study aims to (1) describe the opinion of the mufassir about QS. Al-Ahqaf verse 15 (2) Describes the essence contained in QS. Al-Ahqaf verse 15 based on the opinion of the mufassir (3) Describes the opinion of experts on adult education (4) Describes the implications of education in QS. Al-Ahqaf verse 15 against the concept of adult education. This study uses a qualitative approach. Data collection techniques used library research, data were analyzed using the tahlili method to analyze Al-Ahqaf verse 15 which relates to the concept of adult education. From this study, several conclusions were obtained, namely: the essence contained in QS. Al-Ahqaf verse 15 (1) A child must be devoted to both parents, more specifically (do good) to the mother (2) A mother has greater rights compared to father's rights because of the heavy duties that are borne (3) Humans have a peak the maturity age of adulthood is forty years (4) Humans should pray and give thanks to Allah for all His blessings, when they have reached forty years of age. The educational implications of QS. Al-Ahqaf verse 15 namely, educational understanding of filial piety to parents, devoted to mothers taking precedence over fathers, understanding of adult education, principles of adult education, differences between adult education and children's education, goals of adult education, methods, materials and adult education learning media, taking advantage of age, giving thanks to Allah SWT, repenting to Allah SWT, praying to Allah SWT, asking for inspiration from good deeds to Allah SWT, educating and praying for children. Abstrak. Salah satu, permasalahan yang diungkapkan Al-Qur’an itu berkenaan dengan konsep pendidikan orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan pendapat para mufassir tentang QS. Al-Ahqaf ayat 15 (2) Mendeskripsikan esensi yang terkandung dalam QS. Al-Ahqaf ayat 15 berdasarkan pendapat para mufassir (3) Mendeskripsikan pendapat para ahli tentang pendidikan orang dewasa (4) Mendeskripsikan implikasi pendidikan dalam QS. Al-Ahqaf ayat 15 terhadap konsep pendidikan orang dewasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan, data dianalisis dengan menggunakan metode tahlili untuk menganalisis surat Al-Ahqaf ayat 15 yang berhubungan dengan konsep pendidikan orang dewasa. Dari penelitian ini, diperoleh beberapa kesimpulan yaitu: esensi yang terkandung dalam QS. Al-Ahqaf ayat 15 (1) Seorang anak wajib berbakti kepada kedua orang tuanya, secara lebih khusus (berbuat baik) kepada ibu (2) Seorang ibu memiliki hak lebih besar dibandingkan dengan hak ayah karena beratnya tugas yang dipikul (3) Manusia memiliki puncak kematangan usia dewasa yaitu empat puluh tahun (4) Manusia hendaknya berdoa dan bersyukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya, bila usianya telah mencapai empat puluh tahun. Implikasi pendidikan dari QS. Al-Ahqaf ayat 15yaitu, pemahaman pendidikan mengenai berbakti kepada orang tua, berbakti kepada ibu didahulukan daripada kepada ayah, pemahaman pendidikan orang dewasa, prinsip pendidikan orang dewasa, perbedaan pendidikan orang dewasa dengan pendidikan anak-anak, tujuan pendidikan orang dewasa, metode, materi dan media pembelajaran pendidikan orang dewasa, memanfaatkan umur, bersyukur kepada Allah SWT, bertobat kepada Allah SWT, berdoa kepada Allah SWT, meminta ilham amal saleh kepada Allah SWT, mendidik dan mendoakan anak.
Pembinaan Karakter Santri Baru Melalui Program MCB (Mimkho Character Building) di Pondok Pesantren Miftahul Khoir Dago Bandung Davit As'ari; Dedih Surana; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6111

Abstract

Abstract. Moral issues have always been a hot topic of discussion in society. In fact the morals of a child, teenager and even adult are not getting better because they are caused by a lack of character development and education in society. So that it has an impact on the world of education and even Islamic boarding schools. During the MCB program at the Miftahul Khoir Dago Islamic Boarding School, Bandung, there were still students who skipped class when learning started, came late during lessons to the mosque to carry out the five daily prayers, were lazy to carry out congregational prayers, lazy to read the Koran and not show politeness or reverence to teachers or people who are older than them. This study aims to determine the planning, implementation, supporting and inhibiting factors of the MCB (Mimkho Character Building) program in fostering the character of new students at the Miftahul Khoir Islamic Boarding School. The method used in this research is descriptive qualitative method. The type of data used is qualitative data. In terms of collecting data, researchers used observation techniques, interviews, and documentation studies. While the data analysis techniques used are through, reduction, data presentation, triangulation and drawing conclusions (verification). The results of this study generally indicate that the MCB program which was carried out when new students entered the Miftahul Khoir Dago Islamic Boarding School in Bandung, had brought significant results to the students. However, there are still students at the Miftahul Khoir Islamic Boarding School who still do not have a sense of awareness in following the rules of the MCB program, only some of them already have the awareness to obey the rules. Abstrak. Permasalahan akhlak selalu menjadi perbincangan yang hangat di lingkungan masyarakat. Nyatanya akhlak yang dimiliki seorang anak, remaja bahkan dewasa tidak semakin membaik karena diakibatkan oleh kurangnya pembinaan dan pendidikan karakter di masyarakat. Sehingga berdampak pada dunia pendidikan bahkan pondok pesantren, pada saat program MCB di Pondok Pesantren Miftahul Khoir Dago Bandung, masih ada santri yang membolos ketika pembelajaran dimulai, datang terlambat pada saat pembelajaran ke masjid untuk melaksanakan solat lima waktu, malas untuk melaksanakan solat berjamaah, malas untuk membaca Al-Qur’an dan kurang menunjukan sikap sopan atau ta’dzim kepada guru maupun orang yang lebih tua darinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, faktor pendukung dan penghambat program MCB (Mimkho Caracter Building) dalam pembinaan karakter santri baru di Pondok Pesantren Miftahul Khoir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif bersifat deskriftif, jenis data yang digunakan yaitu data kualitatif. Dalam hal mengumpulkan data peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu melalui, reduksi, penyajian data, triangulasi dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian ini secara umum menunjukkan bahwa Program MCB yang di laksanakan pada saat santri baru memasuki Pondok Pesantren Miftahul Khoir Dago Bandung, telah membawa hasil yang signifikan pada santri. Akan tetapi masih ada santri Pondok Pesantren Miftahul Khoir masih belum memiliki rasa kesadaran dalam mengikuti tata tertib program MCB hanya sebagian yang sudah memiliki kesadaran untuk mentaati tata tertib.
Implikasi Pendidikan dari Q.S An-Najm Ayat 5-6 tentang Konsep Pengajaran Jibril terhadap Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru Reni Risma Nursolihat; Dedih Surana; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6695

Abstract

Abstract. Indonesian education currently has a fairly poor quality when compared to several countries in the world. One of the problems with Indonesian education today is that there are still incompetent teachers. Because in improving the quality of education and professionalism of teachers, teachers must have competence. So every teacher is required to continue to strive to improve teacher professionalism. The purpose of this study was to analyze: 1) opinion of mufassirin related to Q.s. An-Najm verses 5-6, 2) the essence contained in Q.s. An-Najm verses 5-6, 3) the opinion of education experts about teacher professionalism, 4) the educational implications contained in Q.s. An-Najm verses 5-6 concerning the concept of Jibril's teaching towards efforts to increase teacher professionalism. This study uses a qualitative approach to the type of library research (library research). The method of interpretation uses the tahlili, muqoron and tarbawi methods.The result of this study reveal in the Q.s An-Najm verse 5-6 that teachers, in order to make afforts to educate their professionalism as done bt the angel Jibril a.s. regarding the teaching of revelation to the Prophet Muhammad saw. Are carried out very well and correctly so that he teaching reaches mankind. Professional teachers are teachers who have the competence so that the delivery of learning material is carried out properly and correctly. This is to support the task of professionalism.The educational implications contained in the Qur'an Surah An-Najm verses 5-6 are firstly, the delivery of learning materials properly, correctly and beautiful. Both, understanding and application of teachear competence in depth. Thirdly, a teacher must have spiritual strength. Fourth, a teachers must have physical strength.Abstrak. Pendidikan Indonesia saat ini memiliki mutu yang cukup buruk jika dibandingkan dengan beberapa negara di dunia. Salah satu permasalahan pendidikan Indonesia sekarang, yaitu masih terdapat guru yang belum kompeten. Sebab dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta profesionalitas guru, harus memiliki kompetensi guru. Maka setiap guru dituntut untuk terus berupaya dalam meningkatkan profesionalisme guru. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis: 1) pendapat mufassirin terkait dengan Q.s. An-Najm ayat 5-6, 2) esensi yang terkandung dalam Q.s. An-Najm ayat 5-6, 3) pendapat para ahli pendidikan tentang profesionalisme guru, 4) implikais pendidikan yang terkandung dalam Q.s An-Najm ayat 5-6 tentang konsep pengajaran Jibril terhadap upaya peningkatan profesionalisme guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Adapun metode penafsirannya menggunakan metode tahlili, muqoron dan tarbawi.Hasil dari penelitian ini mengungkapkan di dalam Q.s An-Najm ayat 5-6 bahwa guru, agar melakukan upaya peningkatan profesionalismenya seperti yang dilakukan oleh malaikat Jibril a.s. mengenai pengajaran wahyu kepada Nabi Muhammad saw. dilakukan dengan sangat baik dan benar sehingga pengajaran tersebut sampai kepada umat manusia. Guru yang profesional yaitu guru yang memiliki kompetensi agar penyampaian materi pembelajaran dilakukan dengan baik dan benar. Hal ini untuk menunjang tugas profesionalisnya.Implikasi pendidikan yang terdapat dalam Al-Qur’an surat An-Najm ayat 5-6 adalah pertama, penyampaian materi pembelajaran dengan baik, benar, dan indah. Kedua, pemahaman serta pengaplikasian kompetensi guru secara mendalam. Ketiga, seorang guru harus memiliki kekuatan secara rohani. Keempat, seorang guru harus mempunyai kekuatan secara jasmani.
Pendidikan Akhlak Bagi Anak dalam Keluarga Perspektif Syekh Umar Bin Ahmad Baradja pada Kitab Akhlak Lil Banin Santika Dewi Pujianti; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6706

Abstract

Abstract. This study aims to explore and describe the concept of Syekh Umar Bin Ahmad Baradja's thoughts regarding moral education in the family contained in Lil Banin's Book of Morals. The position of morality is at a very important level. The ups and downs of a nation depend on its morals. Therefore, it is important to know how moral education should be instilled in children from childhood. This study uses a qualitative approach with the bibliographic coupling method while the type of research used is library research. The results of this study are that the concept of moral education for children is to instill noble behavior in the heart of the child and keep away from disgraceful behavior by: the first thing that must be instilled in children is the cultivation of monotheism. Instilling monotheism in children can be started from small things, for example by reading stories that contain the attributes of Allah, introducing procedures for worshiping Allah, getting used to living by involving Allah, also by telling about Allah's greatness. through His creation. Second, namely the introduction and habituation of worship, for example carrying out prayers, reading the Qur'an so that children are accustomed to worship in their big years and a good personality is formed. Third, the cultivation of morals starts from telling children the form of good morals. Fourth, morals in social form are in the form of good morals towards others, for example towards neighbors, friends, servants, and teachers. The method of moral education for children emphasizes habituation. Besides that, the dialogue method, the exemplary method, the story method, the advice method, and the parable method. Whereas in the implementation of moral education for children in the family, that is when children are able to apply the concept of moral education in everyday life. In conclusion, moral education in the family environment is highly recommended because it is the main educational environment known to children. The concept of moral education by Sheikh Umar Bin Ahmad Baradja is in accordance with the contents of the Qur'an and hadith so that readers of this research are expected to apply it in educating children to overcome the problem of moral and moral crises in modern times. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mendeskripsikan konsep pemikiran Syekh Umar Bin Ahmad Baradja mengenai pendidikan akhlak dalam keluarga yang terdapat dalam Kitab Akhlak Lil Banin. Kedudukan akhlak berada pada tingkatan yang sangat penting. Jatuh bangunnya suatu bangsa bergantung pada akhlaknya. Maka dari itu, penting kiranya untuk mengetahui bagaimana pendidikan akhlak yang harus ditanamkan kepada anak sejak kecil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode bibliographic coupling sedangkan jenis penelitian yang digunakan ialah library reseach. Hasil dari penelitian ini bahwa konsep pendidikan akhlak bagi anak yaitu menanamkan tingkah laku yang luhur di lubuk hati anak dan menjauhkan dari tingkah laku yang tercela dengan cara: pertama yang harus ditanamkan kepada anak yaitu penanaman tauhid. Penanaman tauhid terhadap anak dapat dimulai dari hal-hal kecil, misalnya dengan membacakan kisah-kisah yang berisikan tentang sifat-sifat Allah, mengenalkan tata cara ibadah kepada Allah, membiasakan hidup dengan melibatkan kepada Allah, juga bisa dengan memberi tahu tentang kebesaran-kebesaran Allah melalui ciptaanNya. Kedua, yakni pengenalan dan pembiasaan ibadah misalnya melaksanakan sholat, membaca Al-Qur’an agar anak terbiasa dalam beribadah di masa besarnya dan terbentuklah kepribadian yang baik. Ketiga, penanaman akhlak dimulai dari memberitahu kepada anak bentuk akhlak-akhlak yang baik. Keempat yaitu akhlak dalam sosial bentuknya berupa berakhlak baik terhadap orang lain misalnya terhadap tetangga, teman, pelayan, dan guru. Adapun metode pendidikan akhlak bagi anak menekankan pada pembiasaan. Selain itu metode dialog, metode keteladanan, metode kisah, metode nasihat, dan metode perumpamaan. Sedangkan dalam implementasi pendidikan akhlak anak dalam keluarga yakni ketika anak mampu mengaplikasikan konsep pendidikan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulannya pendidikan akhlak dalam lingkungan keluarga sangat disarankan karena merupakan lingkungan utama pendidikan yang dikenal oleh anak. Konsep pendidikan akhlak Syekh Umar Bin Ahmad Baradja sesuai dengan isi Al-Qur’an dan hadits sehingga bagi para pembaca penelitian ini diharapkan untuk menerapkannya dalam mendidik anak untuk mengatasi problem krisis akhlak dan moral pada zaman modern ini.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam melalui Model Discovery Learning Isna Ayu Nurmaidah; Dedih Surana; Huriah Rachmah
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v3i1.1952

Abstract

Abstract. The research was conducted at SDN Babakan Sukamulya class IV with the aim of knowing whether there was an increase in student learning outcomes through model discovery learning on Islamic Religious Education subjects and Budi Pekerti (PAIBP). This study uses a quantitative approach, method quasi experiment with a design shape Nonequivalent Control Group Design. The results of research in the experimental class (IVB) and control class (IVA) shows 1) The learning process in the experimental class seen from the preparation of the Learning Implementation Plan (RPP) of 92.30% components are complete, while 7.69% sub components are incomplete. Implementation learning results in a percentage of 90.4% in the very category satisfactory out of 19 sub-indicators with a score of 95, while 2 sub-indicatorsothers get a score of 10 with a percentage of 9.52%; 2) Learning outcomes students experienced an increase after being given the model treatment discovery learning including cognitive with an average before (58.23) after (90.77), affective before (71.9) after (92.45), psychomotor before (73.8) after (86.68). Differences in learning outcomes between control classes and experimentally proven by test analysist, cognitive t count (6,874) > t table (2.018), affective t count (10,145) > t table (2.018), psychomotor t count (3,002) > t table (2.018), so it is concluded that the model discovery learning can improve student learning outcomes PAIBP lessons in class IV; 3) Factors supporting the learning process influenced by school factors, RPP, LKPD, assessment instruments, model sused. The inhibiting factor is the need for adaptation regarding the model learning used as well as field conditioning is required separation between the experimental class and the control class. Abstrak. Penelitian dilakukan di SDN Babakan Sukamulya kelas IV bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar siswa melalui model discovery learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode quasi eksperimen dengan bentuk desain Nonequivalent Control Grup Desain. Hasil penelitian di kelas eksperimen (IVB) dan kelas kontrol (IVA) menujukkan 1) Proses pembelajaran di kelas eksperimen dilihat dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebesar 92,30 % komponen sudah lengkap, sedangkan 7,69% sub komponen belum lengkap. Pelaksanaan pembelajaran mengahasilkan persentase sebesar 90,4% dengan kategori sangat memuaskan dari 19 sub indikator dengan skor 95, sedangkan 2 sub indikator lainnya mendapatkan skor 10 dengan peresentase sebesar 9,52%; 2) Hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah diberi perlakuan model discovery learning diantaranya kognitif dengan rata-rata sebelum (58,23) setelah (90,77), afektif sebelum (71,9) setelah (92,45), psikomotor sebelum (73,8) setelah (86,68). Perbedaan hasil belajar antara kelas kontrol dan eksperimen dibuktikan dengan analisis uji t, ranah kognitif t hitung (6,874) > t tabel (2,018), ranah afektif t hitung (10,145) > t tabel (2,018), ranah psikomotor t hitung (3,002) > t tabel (2,018), jadi, disimpulkan bahwa model discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAIBP di kelas IV; 3) Faktor pendukung proses pembelajaran dipengaruhi oleh faktor sekolah yaitu RPP, LKPD, Instrument penilaian, model yang digunakan. Faktor penghambat yaitu perlunya adaptasi mengenai model pembelajaran yang digunakan serta pengkondisian lapangan diharuskan adanya pemisahan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Implementasi Kurikulum Merdeka Terkait Profil Pelajar Pancasila pada Mata Pelajaran PAI di SMP Negeri 12 Cimahi NURUL Latifah; Dedih Surana; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i2.8192

Abstract

Abstract. In the independent curriculum related to Pancasila student profiles, there are main dimensions related to Islamic Religious Education. And this is one of the answers to answer the challenges of the times, where even though the times are continuing to occur, religious character education in Indonesia is the main point of all aspects. Because religious character education is the main foundation in Indonesia to create Indonesian citizens who believe, fear God and have noble character. Kemdikbudristek pours character education for the Indonesian people into the independent learning curriculum which has various dimensions in it or commonly known as the Pancasila student profile. The first dimension of the Pancasila student profile has the meaning of character education for students towards their religion which is based on Pancasila which needs to be realized during the learning process. This study aims to determine the program, process, assessment, and supporting factors and obstacles of the independent curriculum related to the profile of Pancasila students in PAI subjects at SMP Negeri 12 Cimahi. The research method used in this research is a case study with a qualitative research approach, and for the process of collecting data using interview techniques, observation and documentation. The results of this study indicate that the implementation of the independent curriculum related to the profile of Pancasila students on the dimension of faith and piety to God Almighty, and having noble character in PAI subjects at SMP Negeri 12 Cimahi has not been realized optimally because activities that apply the profile of Pancasila student dimensions of faith and piety to God Almighty, and Having a noble character has only been realized in intra-curricular activities, extracurricular reading and writing of the Qur'an (BTQ), and the habituation of school culture, while co-curricular activities have not been realized. Even so, educators at SMP Negeri 12 Cimahi continue to maximize the activities that are already in school so that the implementation of the independent curriculum related to the profile of Pancasila students can be realized properly. Keywords: Implementation of the Independent Curriculum Related to Pancasila Student Profiles, Islamic Religious Education. Abstrak. Dalam kurikulum merdeka terkait profil pelajar pancasila terdapat dimensi utama yang berkaitan dengan Pendidikan Agama Islam. Dan inilah salah satu jawaban untuk menjawab tantangan perkembangan zaman, dimana meskipun perkembangan zaman terus terjadi namun pendidikan karakter keagamaan di negara Indonesia menjadi poin utama dari segala aspek. Sebab pendidikan karakter keagamaan menjadi suatu landasan utama di negara Indonesia untuk menciptakan warga Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia. Kemdikbudristek menuangkan pendidikan karakter untuk bangsa Indonesia pada kurikulum merdeka belajar yang memiliki berbagai dimensi didalamnya atau biasa disebut dengan profil pelajar pancasila. Dimensi pertama dari profil pelajar pancasila memiliki makna pendidikan karakter peserta didik terhadap agamanya yang berlandaskan pada Pancasila yang perlu diwujudkan selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program, proses, penilaian, dan faktor pendukung dan hambatan dari kurikulum merdeka terkait profil pelajar pancasila pada mata pelajaran PAI di SMP Negeri 12 Cimahi. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan penelitian kualitatif, dan untuk proses pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kurikulum merdeka terkait profil pelajar pancasila dimensi beriman bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia pada mata pelajaran PAI di SMP Negeri 12 Cimahi belum terealisasi dengan maksimal karena kegiatan yang menerapkan profil pelajar pancasila dimensi beriman bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia baru terealisasikan pada kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler Baca Tulis Al-qur‟an (BTQ), dan pembiasaan budaya sekolah, sedangkan pada kegiatan kokurikuler belum terealisasikan. Meskipun demikian, pendidik di SMP Negeri 12 Cimahi terus memaksimalkan kegiatan yang sudah ada di sekolah agar penerapan kurikulum merdeka terkait profil pelajar pancasila bisa terealisasikan dengan sebagaimana mestinya. Kata Kunci: Implementasi Kurikulum Merdeka Terkait Profil Pelajar Pancasila, Pendidikan Agama Islam.
Implementasi Program Agama Keagamaan dan Pendalaman Kitab-Kitab (AKPK) Siswa di SMPN 1 Darangdan Hanafi, Nanda; Surana, Dedih; Taja, Nadri
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.10275

Abstract

Abstract. This research is motivated by the large number of students who have little or no understanding of religious teachings from original sources according to the religion they adhere to. This condition often gives rise to disagreements and is easily provoked by religious issues without clarifying them first, thus causing arguments just to defend their personal opinions. This can be minimized through efforts to increase their religious knowledge and understanding in accordance with the rules of the religion they adhere to. The objectives of this research are: 1. To determine the concept and implementation of the AKPK program at SMPN 1 Darangdan. 2. To find out what are the supporting and inhibiting factors for the AKPK program. 3. To find out students' religious values in the AKPK program book learning. This research uses descriptive qualitative methods. Data collection used is observation, interviews, documentation. The data obtained will be analyzed by reducing the data, explaining the data and drawing conclusions. The research results show that, 1). Implementation of the design of the Implementation of the Religious Program and Deepening of the Books of the Bible (AKPK) Students at SMPN 1 Darangdan, achieving educational goals through four basic POAC functions including; planning, organizing, actuating, and controlling. 2). supporting factors are the existence of AKPK pdf files, AKPK guidebooks and literature books, AKPK managerial aspect teams, and teacher participation in the implementation of AKPK. Among the inhibiting factors is the number of students who are illiterate in Arabic. The solution taken from the obstacles to the implementation of this activity is the addition of AKPK hours. 3). The religious value obtained by students from the AKPK program is to improve relationships in insaniyyah and illahiyyah, students also know the position of worship in life. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya pelajar yang kurang atau bahkan tidak memahami ajaran agama dari sumber asli sesuai dengan agama yang dianutnya. Kondisi ini sering menimbulkan silang pendapat dan mudah terprovokasi dengan isu-isu keagamaan tanpa melakukan klarifikasi terlebih dahulu, sehingga menyebabkan pertengkaran hanya untuk mempertahankan pendapat pribadinya Hal ini bisa diminimalisir melalui upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman keagamaan mereka sesuai dengan kaidah agama yang dianutnya. Tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui konsep dan pelaksanaan program AKPK di SMPN 1 Darangdan. 2. Untuk Mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat program AKPK ini. 3. Untuk mengetahui nilai religius siswa yang ada di dalam pembelajaran kitab program AKPK.. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan cara mereduksi data, memaparkan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1). Pelaksanaan desain Implementasi Program Agama Keagamaan dan Pendalaman Kitab-Kitab (AKPK) Siswa di SMPN 1 Darangdan, pencapaian tujuan pendidikan melalui empat fungsi dasar POAC diantaranya; planning, organizing, actuating, dan controlling. . 2). faktor pendukung adanya file pdf AKPK, buku panduan dan buku literatur AKPK, tim aspek manajerial AKPK, dan partisipasi guru dalam pelaksanaan AKPK. Diantara faktor penghambatnya adalah banyaknya siswa yang buta huruf Arab. Solusi yang diambil dari penghambat pelaksanaan kegiatan ini yaitu dengan adanya penambahan jam AKPK. 3). Nilai keagamaan yang didapat siswa dari program AKPK yaitu memperbaiki hubungan secara insaniyyah dan illahiyyah, siswa juga mengetahui kedudukan ibadah dalam kehidupan.
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembinaan Akhlakul Karimah Peserta Didik di SMP PGII 2 Bandung Intan Surya Hadiatulloh; Surana, Dedih
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.10494

Abstract

Abstract. The human moral crisis in the post-covid 19 era is increasingly concerning, morals are only limited to entertainment and comedians. Such as showing off the glittering world of the night on social media, not old enough, engaging in alcoholic beverages and much more. The purpose of this study is to find out the program of Islamic education teachers in fostering akhlakul karimah students,to find out the approach and methods of Islamic education teachers in fostering akhlakul karimah and to find out the supporting and inhibiting factors in the development of akhlakul karimah. This study used qualitative research with a descriptive approach. The data collection used is observation, interviews and documentation. The data that has been obtained is analyzed by reducing the data, presenting the data and drawing conclusions. The research results show that (1) the PAI teacher is the morning habituation program, afternoon habituation program, afternoon habituation program, 5S program, routine recitation program, and Islamic holiday commemoration program. (2) PAI teachers' approaches and methods is namely example, habituation, competence, advice, punishment, exercise, correction, advice methods, lectures and stories. (3) Inhibiting and supporting factors is namely supporting factors, foundation and school policies, GDS (Student Discipline Movement) team and religious team, facilities and infrastructure, school community, and students' pocketbooks. Inhibiting factors are students, family environment, community environment, time constraints and poor coordination with SMA PGII 2 Bandung. Abstrak. Krisis moral manusia pada zaman sesudah covid 19 semakin memprihatinkan, moral hanya sebatas hiburan dan komedian semata. Seperti memamerkan dunia gemerlap malam di media sosial belum cukup umur, terlibat minuman beralkohol dan masih banyak lagi. Tujuan penelitian ini yaitu (1) untuk mengetahui program guru pendidikan Agama Islam dalam pembinaan akhlakul karimah peserta didik, (2) untuk mengetahui pendekatan dan metode guru pendidikan Agama Islam dalam pembinaan akhlakul karimah, (3) untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan akhlakul karimah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan mereduksi data, memaparkan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) program guru PAI yaitu program pembiasaan pagi, program pembiasaan siang, program pembiasaan sore, program 5S, program pengajian rutin, dan program peringatan hari besar Islam. (2) Pendekatan dan metode guru PAI yaitu teladan, pembiasaan, kompetensi, anjuran, latihan, hukuman,koreksi, metode nasihat, ceramah dan kisah-kisah. (3) Faktor penghambat dan pendukung yaitu Faktor pendukung, kebijakan yayasan dan sekolah, tim GDS (Gerakan Disiplin Siswa) Dan tim keagamaan, sarana dan prasarana, sivitas sekolah, dan buku saku peserta didik. Faktor penghambat yaitu peserta didik, lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, keterbatasan waktu dan koordinasi kurang baik dengan SMA PGII 2 Bandung.
Co-Authors 10030220034, Shalma Muna Nabila Mansyur 10030220036, Geandra Nurfadillah Syahni Fasya Adam Alhafidz Ade Fajar Ananda Al Ghazal, Sobar Alfina Azzahra Alia Mirajurrahmah Alya Fadhillah Hidayat Amar Andewi Suhartini, Andewi Annida Asma Amanina Arianti, Ipah Arif Hakim Arif Hakim Arini, Kaefah Asep Dudi Suhardini Ayi Sobarna Bitari Widia Sari Cintia Sari Kartika Cyka Putri Miryani Davit As'ari Devi, Shalsa Pramitha Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dinar Nur Inten Dwi Nurtifa Eko Surbiantoro Fachrurozi Kamal, Muhamad Faqih Fadhil Febrian Ependi Farida Nahwa Pirdausi Fiska Maharani Fitroh Hayati Haditsa Qur'ani Nurhakim Hamidah Fadlilah Hanafi, Nanda Handri Handri Hasna Afifah Nuraini Helmi Aziz Heru Pratikno Huriah Rachmah Ibnu Adi Prasetyo Intan Surya Hadiatulloh Irennisa Aulia Firdaus Isna Ayu Nurmaidah Isna Ayu Nurmaidah Isna Iwan Sanusi Khambali Khambali, Khambali Listivia Yunanda Luthfi Nuzul Syahri Masnipal, Masnipal Muhamad Fauzi Muhammad Ridho Abdillah Muhammad, Giantomi Muhardi Muhardi Mumtaz, Amani Muslimah, Nurjanatim Nadri Taja Najla Nashirah Salma Nandang Ihwanuddin Nida Nur Rosiddah Nurul Afrianti Nurul Afrianti, Nurul nurul latifah Pamungkas, Muhamad Imam Putri Aliyya Maulani Reni Risma Nursolihat rizki zakiah Rofiah Sabrina Arfa Andani Santika Dewi Pujianti Shabrina Nur Salsabila Sindi Mulyani Herdi Siti Mariam Sobar Sobar Al Ghazal Sofy Octaviani Sri Wulandari Mazith Sugianti, Riestha Syifa Latifah Amatulloh Tari Rosidah Tri Yugo Ulfah Annisa Fatiyah Virga Novryansyah Yugo, Tri Yulia Annisa Zainab Nurazizah Zidna Zidan