p-Index From 2021 - 2026
3.167
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humaniora PROSIDING SEMINAR NASIONAL Ganendra: Majalah IPTEK Nuklir Jurnal Anestesi Perioperatif Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Wacana, Jurnal Sosial dan Humaniora JURNAL MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN (JMMP) Jurnal Peternakan Indonesia Majalah Kulit, Karet, dan Plastik JIP: Jurnal Ilmiah PGMI DERIVATIF Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Jurnal Pendidikan Olah Raga PROCEEDING ICTESS (Internasional Conference on Technology, Education and Social Sciences) PENDIPA Journal of Science Education Jurnal Ilmiah KORPUS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing Pernik : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Cakrawala Dini : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Majalah Ilmiah Pengkajian Industri JSHP (Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan) Komputasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer dan Matematika IMPROVEMENT: Jurnal Ilmiah untuk peningkatan mutu manajemen pendidikan Jurnal Karinov Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Jurnal Ketenagakerjaan Jurnal Agriculture Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Education and Counseling Journal IRAMA JURNAL SENI DESAIN DAN PEMBELAJARANNYA Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Mahasiswa Agribisnis Jurnal Sadewa: Publikasi Ilmu Pendidikan, Pembelajaran dan Ilmu Sosial Jurnal Pendidikan Anak Warta Penelitian Perhubungan Teknodimas: Teknologi Pengabdian Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Kenaikan Harga Tiket Pesawat Serta Peramalan Pertumbuhan Angkutan Udara Suryadi Suryadi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 8 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v26i8.933

Abstract

Angkutan udara memegang peranan yang sangat penting bagi masyarakat dalam berbagai kegiatan, agar lebih cepat sampai ketujuan. Pada tahun 2014, maskapai penerbangan mengajukan usulan kenaikan tarif tiket pesawat batas atas sebesar 10 persen berkaitan dengan harga avtur yang sudah naik di atas 10% sejak regulator menetapkan kebijakan tarif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) besarnya dampak kenaikan harga tiket pesawat sebesar 10% terhadap inflasi nasional, (2) besarnya dampak kenaikan harga tiket pesawat sebesar 10% terhadap kenaikan harga pada sektor-sektor ekonomi lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dan (3) pertumbuhan angkutan udara pada periode 2015-2017. Metodologi penelitian dengan menggunakan Model Input-Output dan Model Sarima. Hasil penelitian menunjukkan kenaikan harga tiket pesawat sebesar 10 persen, akan meningkatkan inflasi total sebesar 0,77 persen. Dampak langsung yang terjadi 0,76 persen dan dampak tak langsung 0,01 persen. Kenaikan harga tertinggi pada sektor-sektor ekonomi lainnya terjadi pada angkutan udara itu sendiri dengan dampak total sebesar 14,44 persen, sektor pemerintahan umum dengan dampak total 5,90 persen, sektor jasa perusahaan 5,63 persen serta jasa penunjang angkutan 2,09 persen. Laju pertumbuhan angkutan udara tahun 2015-2017 berdasarkan skenario moderat secara berturut-turut sebesar 6,12 persen tahun 2015, 6,38 persen tahun 2016 dan 5,99 persen tahun 2017. Berdasarkan skenario optimistik, laju pertumbuhan angkutan udara sebesar 10,93 persen tahun 2015, 10,00 persen tahun 2016 dan 9,27 persen tahun 2017.Kata kunci : input-output, sarima, skenario moderat dan skenario optimistik
Fungsi Produksi dan Dampak Ekonomi Industri Perkapalan Beserta Jasa Perbaikannya Suryadi Suryadi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 5 (2012): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v24i5.1025

Abstract

This study aimed to determine the effect of input variables on the production of the shipping industry and its service improvement. Input variables to be tested, namely labor, raw materials and capital. To determine the economic impact of the shipping industry and its service improvement, is used the inverse matrix in updating the Input-Output Tables of 2010. The research results revealed that wage labor (Xl) has a positive and significant impact on the shipping industry output value and repair services to the value of coefficient of 0.536. Feedstock production factor (X2) making a positive impact on the shipping industry output and services improvement, amounting to 0.490. Production factor of capital (X3) does not significantly influence industrial production and ship repair services. The scale of the shipping industry and the results of operations improvement services show increasing returns to scale for all three variables when added together, will result in the value of 1.086. Increasing growth of the shipping industry and improvement services, able to spur other economic sectors to grow through multiplier is created. In the event of an increase in demand in the shipping industry and repair services for one unit, the economic sectors affected most of it coming in the shipping industry and repair services for 1.744 unit; Other electrical equipment industry by 0.077 unit; industrial machinery and equipment amounted to 0.056 units; electricity sector amounted to 0.049 unit; goods industries of iron and steel amounted to 0.042 unit and industrial goods of oil refinery by 0.037 unit.Keywords: Increasing return to scale, multiplier, input and output Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel input terhadap produksi industri perkapalan beserta jasa perbaikannya. V ariabel input yang akan diuji yaitu upah tenaga ketja, bahan baku dan modal. Untuk mengetahui dampak ekonomi industri perkapalan beserta jasa perbaikannya, digunakan matriks invers dalam Tabel InputOutput updating tahun 2010. Dari hasil penelitian diketahui bahwa upah tenaga ketja (Xl) mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap nilai output industri perkapalan dan jasa perbaikannya dengan nilai koefisien sebesar 0,536. Faktor produksi bahan baku (X2) memberikan pengaruh yang positif terhadap output industri perkapalan dan jasa perbaikannya, yaitu sebesar 0,490. Sedang faktor produksi modal (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi industri kapal dan jasa perbaikannya. Skala hasil usaha industri perkapalan dan jasa perbaikannya  menunjukkan increasing return to scale karena bila dijumlahkan ketiga variabel bebas, akan menghasilkan nilai 1,086. Peningkatan pertumbuhan industri perkapalan dan jasa perbaikannya, mampu memacu sektor-sektor ekonomi lainnya untuk berkembang lewat multipler (pengganda) yang diciptakannya. Apabila terjadi peningkatan permintaan pada industri perkapalan dan jasa perbaikannya sebesar satu satuan, maka sektor-sektor ekonomi yang terkena dampak paling besar terjadi pada industri perkapalan dan jasa perbaikannya sebesar 1,744 satuan; sektor industri perlengkapan listrik lainnya sebesar 0,077 satuan; sektor industri mesin dan perlengkapannya sebesar 0,056 satuan; sektor ketenagalistrikan sebesar 0,049 satuan; sektor industri barang-barang dari besi dan baja sebesar 0,042 satuan serta sektor industri barang-barang hasil kilang minyak sebesar 0,037 satuan. Kata Kunci : skala hasil yang semakin meningkat, pengganda, masukan dan keluaran
Dampak Ekonomi Dan Positioning Pada Beberapa Maskapai Penerbangan Dalam Negeri Suryadi Suryadi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 6 (2012): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v24i6.1042

Abstract

The problem often encountered in the development planning is the difficulty of measuring on the economic impact that occurs in other sectors, as a result of the growth of air transport. On the other hand, the policy of deregulation in the airline business makes no more barriers for new airlines to enter the aviation industry making competition more competitive. The method of research used was the data of Input-Output Tables of Indonesia in 2008 and biplot analysis. The results showed that an increase in the growth of air transport, the impact on growth in air transport itself with multiplier (1.71), the oil refining industry with multiplier (0.11), the services sector with multiplier (0.10), the other industries sector with multiplier (0.08), the transport sector industries with multiplier (0.07) as well as trade sector with multiplier (0.06). Through biplot analysis is known that Lion Air forms a cluster. The cluster is characterized by a variable of passenger transported (pnp_diak), the plane departed (pes_brk) and load-factor of passenger (lf_pnp). A cluster that has the advantage of variable of km-plane (km_pes) is Garuda Indonesia Airline and Batavia Air in 2010. A cluster that has the advantage of variable of load/actor of goods transported (lf_brg) is Merpati Nusantara Airline and Sriwijaya Air.Keywords: Multiplier, passengers transported, miles-plane, the plane left and aircraft flight hours Masalah yang sering dihadapi dalam perencanaan pembangunan yaitu sulitnya mengukur dampak ekonomi yang terjadi pada sektor-sektor lainnya, sebagai akibat pertumbuhan angkutan udara. Pada sisi lain, kebijakan deregulasi pada bisnis penerbangan membuat tidak ada lagi hambatan bagi maskapai penerbangan baru untuk masuk ke industri penerbangan sehingga persaingan usaha semakin kompetitif. Metode penelitian menggunakan data Tabel Input-Output Indonesia tahun 2008 dan biplot analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pertumbuhan angkutan udara, berdampak pada peningkatan pertumbuhan angkutan udara itu sendiri dengan multiplier (1,71), sektor industri pengilangan minyak dengan multiplier (0,11), sektor jasa-jasa dengan multiplier (0,10), sektor industri lainnya dengan multiplier (0,08), sektor industri angkutan dengan multiplier (0,07) serta sektor perdagangan dengan multiplier (0,06). Melalui biplot analisis diketahui bahwa maskapai penerbangan Lion Air membentuk satu klaster. Klaster tersebut dicirikan oleh variabel penumpang diangkut (pnp_diak), pesawat berangkat (pes_brk) dan load faktor penumpang (lf_pnp). Anggota kluster yang memiliki keunggulan pada variabel km-pesawat (km_pes) adalah Garuda Indonesia Airline dan Batavia Air tahun 2010. Anggota klaster yang memiliki_keunggulan pada variabel load faktor barang yang diangkut (lf_brg) adalah Merpah Nusantara Airline dan Sriwijaya Air. Kata kunci : Multiplier, penumpang diangkut, km-pesawat, pesawat berangkat dan jam terbang pesawat
Sosialisasi Dan Penerapan Perilaku Pola Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Di Sekolah MIN 17 Aceh Tengah Desa Blang Mancung Bawah Sebagai Upaya Penurunan Angka Stunting murhaban murhaban; Muhammad Syakyuni; Raja Muda; Mera Fitria; Mersi Handayani; Elvi Munzila; Mukhlizar Mukhlizar; Muzakkir Muzakkir; Al Munawir; Maskur Maskur; Alisman Alisman; Maidi Saputra; T. M. Azis Pandria; Bambang Tripoli; Suryadi Suryadi; Mirna Ria Andini
-
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/tpm.v1i1.8476

Abstract

Stunting merupakan suatu permasalahan yang diakibatkan oleh tidak tercukupinya gizi dan nutrisi secara akut, yang dapat dilihat dari kondisi anak yang memiliki tinggi badan lebih pendek daripada anak-anak seusianya yang normal. Kondisi ini dianalisis secara menyeluruh berdasarkan skala utama, kepentingan, kemampuan mahasiswa, kebutuhan masyarakat dan dilakukan sosialisasi mengenai PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) sebagai salah satu penanganan masalah stunting. Pendekatan penelitian ini digunakan model studi kasus yang merupakan pendekatan metode kualitatif dengan melakukan obsevasi, analisis situasi, perencanaan, sosialisasi dan evaluasi mandiri, yang dilakukan di Madrasah Ibditiyah Negeri 17 Takengon didesa Blang Mancung Bawah Kecamatan Ketol Aceh Tengah. observasi yang dilakukan dengan cara interaksi langsung (wawancara), sosialisasi dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, membantu guru dalam memaparkan dan menjelaskan PHBS kepada siswa/i untuk melatih anak secara mandiri dalam memperhatikan kebersihan tubuhnya. Melalui beberapa tahapan yang harus dilakukan diantaranya analisis, perencanaan dan evaluasi, dimana stunting harus bisa di minimalisir engan berprilaku hidup sehat semenjak dini.
Peningkatan Kemampuan Berbahasa Ekspresif Anak Usia 4-5 Tahun dengan Menggunakan Media Pop-Up Abjad Wasilatul Jannah; I Wayan Sutama; Wasilatul Jannah; I Wayan Sutama; Suryadi Suryadi
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.885 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i32021p178-184

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to improve children's expressive language skills using alphabetical pop-up media. The method used in this study is classroom action research that refers to the Kemmis and McTaggart model. The data taken in this study are qualitative data and quantitative data. This research can improve expressive language skills of children aged 4-5 years. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbahasa ekspresif anak dengan menggunakan media pop-up abjad. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada model Kemmis dan McTaggart. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Penelitian ini mampu meningkatkan kemampuan berbahasa ekspresif anak usia 4-5 tahun.
Pengembangan Alat Permainan Edukatif Busy Bag untuk Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 3-4 tahun Elis Safitri; Usep Kustiawan; Elis Safitri; Usep Kustiawan; Suryadi Suryadi
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.62 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i42021p295-301

Abstract

Abstract: The background of this research and development is the underutilization of learning facilities and infrastructure such as game media. The aim of this research and development is to produce busy bag educational toys for fine motor skills of children aged 3-4 years. The research methods used through the Borg and Gall procedures are selected and adjusted to field conditions through 6 steps. Based on formative testing for early childhood material experts obtained a percentage of 92,5 percent, early childhood game experts obtained a percentage of 85 percent. From small group trials the percentage of user data was obtained 95,3 percent, 96 percent convenience, 92 percent attractiveness, 98 percent security. The result showed that this busy bag educational game is very easy, interesting, and safe so it is suitable to be used to stimulate fine motor skills of children aged 3-4 years. Abstrak: Latar belakang penelitian dan pengembangan ini adalah kurang dimanfaatkannya sarana dan prasarana pembelajaran seperti media permainan. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan alat permainan edukatif busy bag untuk kemampuan motorik halus anak usia 3-4 tahun. Metode penelitian yang digunakan melalui prosedur Borg and Gall yang dipilih dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan melalui 6 langkah. Berdasarkan uji formatif kepada ahli materi anak usia dini diperoleh persentase 92,5 persen, ahli permainan anak usia dini diperoleh persentase 85 persen. Dari hasil uji coba kelompok kecil diperoleh data pengguna 95,3 persen, kemudahan 96 persen, kemenarikan 92 persen, keamanan 98 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat permainan edukatif busy bag ini sangat mudah, menarik, dan aman sehingga layak digunakan untuk menstimulasi kemampuan motorik halus anak usia 3-4 tahun.
Peningkatan Motorik Halus Melalui Menjahit Jenis-Jenis Pola Baju pada TK Kelompok A Kholifatur Rohmah; Usep Kustiawan; Kholifatur Rohmah; Usep Kustiawan; Suryadi Suryadi
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 7 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.604 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i72021p516-524

Abstract

Abstract: The results of observations made by researchers in group A kindergarten Plus wahidiyah Sukun. there are 12 children who get the BB and MB criteria, 3 children get BSH criteria, and 2 children get BSB criteria. Sewing activities are only done once so that the results obtained are not optimal. This research is a class action research, aims to determine the application and improvement of fine motor skills through sewing activities. The scope of this research is fine motor children aged 4-5 years, patterns in sewing are limited to the types of clothing patterns made from duplex paper, the indicators used in this study are: 1) eye and hand coordination for complex movements and 2) controlling hand movements using smooth muscles. Analysis of the data used are: Quantitative is used to look at classical and qualitative child development achievements to describe data from observations, interviews, and documentation. The research was conducted in 3 stages: pre-action, cycle I, and cycle II. The results of mastery learning in pre-action is 17.6 percent. These results are still very low so there is a need for further stimulus. Researchers prepare RPPH, assessments, and make media. The implementation of sewing activities consists of initial, core and closing activities. Observations were made during sewing activities. After the activity, a reflection is carried out. The results of mastery learning in the first cycle of the first meeting were 23.5 percent. The second meeting is 70.5 percent. Cycle II of the first meeting was 82.3 percent. The second meeting was 88.2 percent. The results of the second cycle of the second meeting had exceeded the specified criteria greater than or equal to 85 percent. Based on these data sewing activities of the types of clothing patterns can improve fine motor children in group A TK Plus Wahidiyah Sukun. Suggestions in this study the teacher can implement sewing activities to improve fine motor group A, especially when the sub-theme of clothing. Abstrak: Hasil observasi yang dilakukan peneliti pada kelompok A TK Plus wahidiyah Sukun terdapat 12 anak yang mendapatkan kriteria BB dan MB, 3 anak mendapatkan kriteria BSH dan 2 anak mendapatkan kriteria BSB. Kegiatan menjahit hanya dilakukan 1 kali sehingga hasil yang diperoleh belum maksimal. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, bertujuan untuk mengetahui penerapan dan peningkatan motorik halus melalui kegiatan menjahit. Ruang lingkup penelitian ini yaitu motorik halus anak usia 4-5 tahun, pola dalam kegiatan menjahit dibatasi pada jenis-jenis pola baju yang terbuat dari kertas duplex, indikator yang digunakan pada penelitian ini yaitu: 1) koordinasi mata dan tangan untuk melakukan gerakan yang rumit dan 2) mengontrol Gerakan tangan yang menggunakan otot halus. Analisis data yang digunakan yaitu: kuantitatif digunakan untuk melihat capaian perkembangan anak secara klasikal dan kualitatif untuk mendeskripsikan data hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian dilakukan dalam 3 tahap: pra tindakan, siklus I, dan siklus II. Hasil ketuntasan belajar pada pra tindakan yaitu 17,6 persen. Hasil tersebut masih sangat rendah sehingga perlu adanya stimulus lebih lanjut. Peneliti menyusun RPPH, penilaian, dan pembuatan media. Pelaksanaan kegiatan menjahit terdapat kegiatan awal, inti dan penutup. Observasi dilakukan saat kegiatan menjahit. Selesai kegiatan maka dilakukan refleksi. Hasil ketuntasan belajar pada siklus I pertemuan pertama yaitu 23.5 persen. Pertemuan kedua 70.5 persen. Siklus II pertemuan pertama mendapatkan hasil 82.3 persen. Pertemuan kedua 88.2 persen. hasil pada siklus II pertemuan kedua sudah melebihi kriteria yang ditentukan sama dengan lebih dari 85 persen. Berdasarkan data tersebut kegiatan menjahit jenis-jenis pola baju dapat meningkatkan motorik halus anak kelompok A TK Plus Wahidiyah Sukun. Saran pada penelitian ini guru dapat menerapkan kegiatan menjahit untuk meningkatkan motorik halus kelompok A, terutama pada saat sub tema pakaian.
Co-Authors . Pramono A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Hakim Abdul Latief Adhiana Adhiana Agus Purwadi Agus Subagya Agus Wijaksono Al Munawir ALISMAN ALISMAN Amelia Rosalina Anang Dwi Ujianto Andi Suryadi Andy Fefta Wijaya Ardiah Juita Asdani, Andi Asthiani Kholida Astri Wijayanti Bambang Djunaidi Bambang Tripoli Budiyanto Budiyanto Bujang Rahman Choirul Saleh Darsono Wisadirana Diah Fournalika Didin Sirojudin Dina Noventin Maghdalena Edi Winarto Edi Winarto Elis Safitri Elis Safitri Elsi Yunarti Elvi Munzila Emiliana Kasmudjiastuti Emy Sulistyo Astuti eva oktavidiati Fuad Faizi Galih Galih Gumono Gumono Gusmita Rusadi Hardi Syafria Hardiyanti Fitria Rukmana Harry Wibowo Sampurno Hendri Marhadi Herli Salim I Wayan Sutama Imam Hanafi Irma Diani Irvan Satrya Prana Isyuniarto Isyuniarto Iwan Setyadi Jafrizal Jafrizal Jaka Susila Jamhari Jamhari Joko Susilo Jon Kenedi Kholifatur Rohmah Kholifatur Rohmah Kirman Kirman Kuwatno Kuwatno Lisda Amalia Ludfi Djajanto Ludfi Djajanto Lutvi Yanti Maemonah, Maemonah Maidi Saputra Maskur Maskur Mega Fitria Herdiati Melan Hermawati Melan Hermawati Meli Lutpiah Mera Fitria Mersi Handayani Mintolo Mintolo Mirna Ria Andini Mirza Wibisono Moh Amin Mori Dianto Muhammad Aprian Jailani Muhammad Syakyuni Mukhlizar Mukhlizar murhaban murhaban Muzakkir Muzakkir Neti Kesumawati, Neti Ngudining Rahayu Nurhamidah Nurhamidah Nurma Yuwita P Purwanto Putri Juliastuti R. Irma Rachmawati, R. Irma R. Setiawan R. Setiawan Rahma Wira Nita Raja Muda Ramadi Ramadi Retno Tri Vulandari Rita Yuli Utami Rokhmat Basuki Ruli Herman Sitanggang Ryan Aditya Rezky Sakalia Wirma Sakral Hasby Puarada Siti Zulaikha Sitti Hajija Subhan Elewarin Suci Boru Kembaren Sudjatmoko Sudjatmoko Suharjono Supadi Supadi Suyani Suyani T. M. Azis Pandria Tamaulina Br Sembiring Tessa Wandia Putri Tjahjanulin Domai Tono Wibowo Tri Rusmanto Triswanto Triswanto Turmudi Usep Kustiawan Usman Usman Usman, Citra Imelda Wahyudi Hasbi Wasilatul Jannah Wasilatul Jannah Widdi Usada Widhiati Widhiati Wike Silfia Wiryoadi Wiryoadi Wukir Ragil Yon Yuan Marain Yukiman Armadi yulia puspita Yuvi Erfiana Taznidaturrohmah Zetra Hainul Putra Zuriani Zuriani