Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Model Cooperative Learning Tipe Cooperative Integrated Reading And Composition Terhadap Kemampuan Siswa Dalam Menulis Paragraf Deskripsi di Sekolah Dasar Haifa Fatin Fauziyyah; Hodidjah Hodidjah; Yusuf Suryana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.84 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i3.12641

Abstract

Kurangnya kemampuan menulis siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini, khususnya dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Kurangnya ide atau gagasan, sulit mengungkapkan pikiran, sering mengalami kesulitan-kesulitan seperti dalam menyusun kalimat di tengah proses menulis. Dilakukannya penelitian adalah dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model Cooperative Learning Tipe Cooperative Integrated Reading And Composition terhadap kemampuan siswa dalam menulis paragraf deskripsi di sekolah dasar. Untuk mengatasi masalah-masalah peneliti menganggap bahwa model tersebut dapat dijadikan suatu alternatif dalam pembelajaran menulis siswa. Karena pembelajaran kooperatif ini siswa akan belajar merencanakan, menyusun, merevisi dan menyunting karangan yang dibuatnya berupa paragraf deskripsi. Penelitian ini dilakukan di satu Sekolah Dasar, yaitu SDN 1 Kalangsari sebagai populasi penelitian, untuk sampel penelitian adalah 15 siswa kelas IV A sebagai kelas kontrol dan 15 siswa sebagai kelas eksperimen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan bentuk quasi eksperimental design. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan cara dilakukan kegiatan pretest dan posttest berupa tes unjuk kerja menulis sebuah paragraph deskripsi yang dilakukan di kelas kontrol dan kelas eksperimen. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil uji t menggunakan Independen sample T-test dan Paired Sample T Test, dapat disimpulkan bahwa kemampuan awal siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen adalah sama, karena tidak terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan diantara kedua kelas tersebut.  Sedangkan untuk hasil akhir atau posttest, kedua kelas tersebut menunjukkan peningkatan setelah diberikan treatment, dengan perolehan rata-rata posttest 27,40 untuk kelas eksperimen dan 19,13 untuk kelas kontrol. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Cooperative Learning Tipe Cooperative Integrated Reading And Composition baik dibandingkan dengan pembelajaran yang tidak menggunakan model tersebut.
Pengaruh Pendekatan Pemecahan Masalah terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Penyelesaian Soal Cerita Matematika Rida Yanti; Sumardi Sumardi; Yusuf Suryana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7154

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa pada penyelesaian soal cerita matematika di Sekolah Dasar. Salah satu alternatif untuk mengatasi hal tersebut adalah menerapkan pendekatan yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa yaitu pendekatan pemecahan masalah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menjelaskan: 1) Kemampuan berpikir kritis siswa sebelum pembelajaran; 2) proses pembelajaran menerapkan pendekatan pemecahan masalah; 3) kemampuan berpikir kritis siswa setelah pembelajaran; 4) peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa; 5) pengaruh pendekatan pemecahan masalah terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen bentuk nonequivalent control group design. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh meliputi: 1) Kemampuan awal berpikir kritis siswa berada pada kategori sedang. Skor rata-rata kelas eksperimen 64,45 dan kelas kontrol 66,32; 2) proses pembelajaran menerapkan pendekatan pemecahan masalah melatih kemampuan berpikir kritis siswa melalui langkah-langkah pemecahan masalah; 3) kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen setelah pembelajaran lebih baik dari pada kelas kontrol. Skor rata-rata kelas eksperimen 93,36 dengan kategori sangat tinggi dan kelas kontrol 76,36 dengan kategori tinggi; 4) peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen lebih baik dari pada peningkatan kemampuan berpikir kritis kelas kontrol. Nilai gain kelas eksperimen 0,54 dengan kategori sedang dan kelas kontrol 0,17 dengan kategori rendah; 5) ada pengaruh pendekatan pemecahan masalah terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.
Analisis Pembelajaran Online Matematika di masa Pandemi Covid-19 Dina Salamah; Yusuf Suryana; Oyon Haki Pranata
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 2 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i2.35336

Abstract

Penelitian ini berjudul “Analisis Pembelajaran Online Matematika di masa Pandemi Covid-19”. Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil observasi yang dilakukan di Sekolah Dasar. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pembelajaran yang terjadi dimasa pandemi covid-19, perasaaan dan tanggapan peserta didik mengenai pembelajaran secara online yang sedang dilaksanakannya. Adapun tujuan yang hendak dicapainya adalah mengetahui bagaimana proses yang dilakukan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran online matematika di masa pandemi covid-19, dan mengetahui perasaan serta tanggapan peserta didik mengenai proses pembelajaran yang dilakukannya. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu penelitian Deskriptif Kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan angket. Hasil dari wawancara yang dilakukan kepada guru di Sekolah Dasar tersebut menghasilkan jawaban proses pembelajaran yang dilakukan yaitu dengan menggunakan bantuan aplikasi whatsaap dengan memberikan informasi apa-apa saja yang harus dikerjakan lalu dikumpulkan keesokkan harinya oleh orang tua ke sekolah. Sedangkan untuk menjawab pertanyaan perasaan dan tanggapan peserta didik mengenai pembelajaran online yang telah dilakukannya dapat di simpulkan bahwasanyya peserta didik tidak senang dengan pembelajaran yang dilakukan secara online, dan tanggapan yang diberikan peserta didik yaitu peserta didik mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik dan guru tidak senang dengan proses pembelajaran secara daring ataupun belajar online di rumah masing-masing.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa isnayati bahagiani; yusuf suryana; nana ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.178 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i1.7281

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan daya pikir siswa pada kemampuan berpikir kreatif siswa. Salah satu alternative untuk mengatasi hal tersebut dengan memilih dan menggunakan model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournaments (TGT). Alasan penggunaan model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournaments (TGT ) ada tiga alasan mendasar dipilihnya tipe tersebut sebagai alternative solusinya. Pertama, didasarkan pada pendapat bahwa siswa sekolah dasar sangat menyenangi berbagai bentuk permainan. Kedua menurut keterangan dari guru kelas IV SD Negeri 1 Sindangrasa Ciamis, model ini belum pernah digunakan,  khususnya dalam membelajarkan siswa pada materi pelajaran matematika tentang menyelesaikan soal cerita materi bilangan pecahan. Ketiga,  perlunya solusi untuk mengatasi kesulitan siswa kelas IV SD Negeri 1 Sindangrasa Ciamis dalam rangka mencapai tingkat berpikir kreatif siswa yang lancar (fluency), luwes (flexibility), original (originality), dan terperinci (elaboration), termasuk dalam memecahkan persoalan-persoalan yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan materi pelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen yaitu Nonequivalent Control Group Design yaitu pemilihan kelompok eksperimen maupun kelompok control tidak dipilih secara random. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, dan pengamatan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: 1) Sebelum pembelajaran, kelas eksperimen memperoleh rata-rata 10,2, sedangkan kelas control memperoleh rata-rata 9,64. Setelah diterapkan, perlakuan pada kelas eksperimen memperoleh rata-rata 19,88, sedangkan kelas control 16,68. Jadi setelah pembelajaran, kemampuan berpikir kreatif siswa kelas eksperimen cenderung tinggi, sedangkan kelas control cenderung sedang; 2) Pelaksanaan pembelajaran membutuhkan waktu yang relatif lama serta kemandirian dan kerjasama siswa. Secara umum siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran.
Asesmen Kompetensi Minimum Numerasi di Sekolah Dasar Roebi Abdoeloh; Yusuf Suryana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 10, No 1 (2023): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v10i1.53685

Abstract

Pengaruh Media Video Siklus Hidup Hewan Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Mugarsari Sovia Elsani; Akhmad Nugraha; Yusuf Suryana
EduBasic Journal: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 1, No 2 (2019): EduBasic Journal: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ebj.v1i2.26823

Abstract

Video media can help students in effectively understanding to abstract concepts. Many students did not perform their work and difficult to understand the abstract concept of the animals’ life cycle. The lack of understanding was caused by the lack interactive and conventional material delivery by the teacher. Teacher tried to improve students’ learning outcomes by developing strategies in learning science through videos. Therefore, this study aimed to describe the use of video media on the animals’ life cycle material on fourth grade learning outcomes. This quantitative research used quasi experimental design with pre-test and post-test by using a written test as instrument. The subjects of this study were students of class A and B of fourth grade of Mugarsari Elementary School. Based on the findings, the implementations of learning through videos positively enhance learning outcomes. By well-designed research plan and implementation of activities through learning videos, the students’ learning outcomes of experimental class improved. The the average score of experimental class learning outcomes by using video media is higher than the control class without using video media. Based on testing the hypothesis using the SPSS program version 20.0, t obtained 2.127 was higher than table of 2.034 with a significant level (α = 0.05). It concluded that there is a significant different on students’ understanding before and after learning by using video
ANALISIS PENERAPAN PROFIL PELAJAR PANCASILA KAITANNYA DENGAN PEMBENTUKAN WARGA NEGARA YANG BAIK Andrea Gunawan; Ahmad Mulyadiprana; Yusuf Suryana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 10, No 2 (2023): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v10i2.62780

Abstract

Peningkatan Keterampilan Menulis Ringkasan Teks Eksplanasi Melalui Penerapan Model Contextual Teaching and Learning (Penelitian Pra-Eksperimental di Kelas V SD Kristen Harapan Bagi Bangsa Jakarta) Salwa Nur Albania; Dian Indihadi; Yusuf Suryana
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 10 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i10.2346

Abstract

Penelitian skripsi ini dilatar belakangi dengan adanya permasalahan dimana kondisi pembelajaran Bahasa Indonesia dalam materi meringkas teks eksplanasi di sekolah SD Kristen Harapan Bagi Bangsa dengan menggunakan model pembelajaran konvensional atau yang tidak sesuai sehingga banyak peserta didik di sekolah tersebut yang dalam proses pembelajarannya kurang aktif dan kurang mengerti dalam memahami materi pembelajaran sehingga membuat hasil belajar yang kurang memuaskan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning terhadap peningkatan hasil belajar keterampilan menulis ringkasan teks eksplanasi pada peserta didik kelas V di SD Kristen Harapan Bagi Bangsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Pre-Experimental Design bentuk One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini kelas V dengan jumlah 27 peserta didik yang mengikuti Pretest dan posttest. Hasil analisis yang diperoleh dengan program IBM SPSS statistics versi 25 menunjukkan skor rata-rata posttest peserta didik pada saat Pretest 10,62 dan pada saat posttest 17,37. Hasil pengujian menggunakan regresi linear sederhana diperoleh sig. (2-tailed) sebesar 0,00 < ?=0,05 dan pengaruh sebesar 26,9% dengan kesimpulan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima sehingga menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap peningkatan keterampilan menulis ringkasan teks eksplanasi kelas V di SD Kristen Harapan Bagi Bangsa.
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Kreativitas Gerak Tari Siswa melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Seni Tari Dena Fadila; Yusuf Suryana; Rosarina Giyartini
Indonesian Journal of Primary Education Vol 3, No 1 (2019): Indonesian Journal of Primary Education: June 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v3i1.17978

Abstract

Penerapan model pembelajaran adalah suatu hal yang penting untuk merangsang siswa mengikuti pembelajaran serta berpengaruh dalam keberhasilan pembelajaran. Tapi jika dalam pelaksanaan pembelajaran dikelas khususnya seni tari sangat terbatas waktunya, maka ekstrakurikuler seni tari berfungsi untuk memfasilitasi  minat, bakat, serta potensi siswa dalam bidang seni tari secara inti dan khusus. Pendidikan seni tari berfungsi untuk mengembangkan kecerdasan dan perkembangan siswa, yaitu perkembangan motorik, perkembangan kognitif,  perkembangan afektif, dan perkembangan sosial emosional. Namun, berdasarkan fakta di lapangan (SDN Mugarsari Kota Tasikmalaya) kegiatan ekstrakurikuler seni tari kurang variatif dan waktunya terbatas, serta siswa kurang diberi kebebasan untuk bereksplorasi dan berkreasi, sehingga kreativitas gerak tari siswa belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas gerak tari siswa dengan menggunakan model Project Based Learning pada kegiatan ekstrakurikuler seni tari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain Pre-eksperimental tipe One-group Pretest-Posttest. Dalam pengumpulan data, instrumen yang digunakan yaitu tes unjuk kerja pre-test dan post-test. Analisis data yang digunakan berupa analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan nilai asymp sig sebesar 0,000 0,05 sehingga diterimanya Ha (hipotesis alternatif) dan ditolaknya H0 (hipotesis nol). Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan terhadap kreativitas gerak tari kreasi daerah siswa, setelah menerapkan model Project Based Learning, pada kegiatan ekstrakurikuler seni tari.
Peningkatan Pemahaman Konsep Bangun Datar Segitiga melalui Pendekatan Realistic Mathematics Education di Kelas II SD Aldi Purnama; Yusuf Suryana; Elan Elan
Indonesian Journal of Primary Education Vol 2, No 1 (2018): Indonesian Journal of Primary Education: June 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v2i1.13751

Abstract

Pemahaman konsep siswa dalam bangun datar segitiga di kelas II SD dinilai masih perlu ditingkatkan. Permasalahan ditunjukkan dengan miskonsepsi banyak sisi yang dijadikan unsur segitiga. Terdapat beberapa siswa belum mampu memahami konsep segitiga dari jumlah sisi segitiga. Menindaklanjuti permasalahan tersebut, peneliti menemukan alternatif peningkatan pemahaman konsep segitiga melalui pendekatan Realistic Mathematics Education. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pemahaman konsep segitiga siswa sebelum dan sesudah pembelajaran; 2) Proses pembelajaran menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education dalam pembelajaran konsep segitiga; 3) Peningkatan pemahaman konsep segitiga setelah proses pembelajaran Realistic Mathematics Education; dan 4) Perbandingan peningkatan pemahaman konsep segitiga siswa setelah mendapatkan pembelajaran Realistic Mathematics Education dan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Data diambil berdasarkan instrumen tes uraian dengan menggunakan metode kuasi eksperimen bentuk Nonequivalent Control Group Design di SD yang ada di wilayah Manonjaya. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik sampling purvosive. Temuan yang diperoleh terdiri atas: 1) Pemahaman awal konsep segitiga siswa berada pada kategori sedang dengan rata-rata 52,95 kelas eksperimen dan 49,85 kelas kontrol; 2) Proses pembelajaran menggunakan RME mempermudah siswa memahami konsep segitiga; 3) Pemahaman setelah pembelajaran di kelas eksperimen tergolong sangat tinggi dengan presentase 90% lebih unggul dibanding kelas kontrol; 4) Pemahaman konsep segitiga kelas eksperimen mengalami peningkatan tinggi dengan nilai gain 0,87. Peningkatan tersebut lebih baik dibandingkan peningkatan pemahaman konsep segitiga kelas eksperimen.
Co-Authors Aan Kusdiana Ahmad Mulyadiprana Ajeng Noerjannah Akhmad Nugaraha Akhmad Nugraha Aldi Prasetyo Aldi Purnama Amir Prihartono Andrea Gunawan Annisa Dahlia Anri Barkah Apriliya, Seni Asphar, Fahmi Qodrul Atik Sartika Azis Muslim Azis Muslim, Azis Chintia Faradila Putri Dede Romi Saepul Rohmat dedi kurniawan Della Rosaline Dena Fadila Desi Fitriani Desi Fitriani Dewi, Vivi Fitria Dian Indihadi Dian Indrihadi Dina Salamah Dindin Abdul Muiz Lidinillah Diniar Martiana Diniar Elan Elan, Elan Elsani, Sovia Enok, Enok Epin Nuraeni L Epon Nur&#039;aeni Epon Nur&#039;aeni L Epon Nur’aeni Epon Nur’aeni L Ervina Hafidah Ervina, Hafidah Fahmi Qodrul Asphar Febriani, Winarti Dwi Fikri Alamsyah Nugraha Firda Oktafia Fitri Nur Yanti Fitria Puspitasari Geri Syahril Sidik Ghullam Hamdu Gina Oktaviani Haifa Fatin Fauziyyah Hardianti, Dewi Hari Ahmad Zulfikar Hema Halimatusyadiah Herna Nurfadilah Hidayat, Syarip Hj. Epon Nur’aeni L. Hodidjah Hodidjah Ika Fitri A Ika Fitri Apriani Ima Rahmawati Imas Purnamasari Intan Dewi Agustin Irwan Faisal Rahman isnayati bahagiani Italyani Nurhaifa Jamaludin Jamaludin Julia, Cheri Jurinih Jurinih Karlimah Karlimah Lukman Nurdin Luthfiyya Nabilaputri Mardiyani, Anisa Mita Miftahur Rohmah Mita Safitri Muhammad Rijal Wahid Muharram Muhammad Rizal Wahid Muharram Muslihin, Heri Yusuf Nana Ganda nasihudin pono Niken Larasati Novita Dwi Lestari Nur, Lutfi Nur, Lutfi Nurtika Risyida Nurul Hasanah Nur’aeni L., Epon Oyon Haki P Oyon Haki Pranata Oyon Haki Pranata Prima Silmi Selvyanti Rayindha Melya Arrum Respati, Resa Rida Yanti Rina Lestari Rina Suprihatin Riza Fatimah Zahrah Rizqi Abdul Majid Roebi Abdoeloh Rosarina Giyartini Salwa Nur Albania Sindi Karmelia Siti Yunia Sovia Elsani Sri Fuji Lestari Sri Mulyani Sri Rahayu Sri Wulandari Sumardi . Sumardi Sumardi Sumardi Sumardi Susilawati, Lilis Syarip Hidayat Taufik Wibi Aonillah Tita Tita Titing Sulastri Titing Sulastri Titing Sulastri Vina Sundari Fitri Wahyu Aziz Widia Febrianti Sazida Winarti Dwi Febriani Wiwi Alawiyah Yunia, Siti Yusuf Khoerul Rizal