Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Konsentrasi POC Limbah Batang Pisang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis pada Tanah Gambut Candra, Candra; Mustamir, Elly; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48796

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi POC limbah batang pisang yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis pada tanah gambut. Penelitian ini dilakukan di lahan gambut dengan tingkat kematangan saprik yang terletak di Jl. Reformasi Kecamatan Pontianak Tenggara. Waktu penelitian berlangsung dari 10 Februari s/d 2 Mei. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 5 perlakuan pemberian POC batang pisang dengan taraf konsentrasi berbeda yaitu P1= 20 ml/ liter air, P2= 40 ml/ liter air, P3= 60 ml/ liter air, P4= 80 ml/ liter air, P5= 100 ml/ liter air. Variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering, berat tongkol dengan kelobot per petak, berat tongkol dengan kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan konsentrasi terbaik dari POC batang pisang dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis pada tanah gambut, tetapi konsentrasi POC batang pisang yang efektif ditunjukkan dengan perlakuan POC batang pisang konsentrasi 40 ml/liter air.Kata kunci : Gambut, Jagung Manis, POC
PENGARUH PEMBERIAN DOLOMIT DAN BERBAGAI DOSIS PUPUK FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH PADA TANAH GAMBUT Hopit, Mohammad; Susana, Rini; ., Astina
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49050

Abstract

Penggunaan dolomit dan pupuk fosfat dalam budidaya tanaman kacang tanah pada tanah gambut dapat meningkatkan pH tanah sehingga dapat menyerap unsur hara salah satunya fosfat, dimana fosfat dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. Tujuan penelitian untuk mendapatkan dosis dolomit dan pupuk fosfat yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah pada tanah gambut. Lokasi penelitian terletak di Jalan Khatulistiwa Gang Karya Usaha, Kelurahan Batulayang, Kecamatan Pontianak Utara. Waktu penelitian mulai dari tanggal 26 Maret - 3 Juli 2020. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dengan kombinasi dosis dolomit dan pupuk fosfat yang terdiri dari 9 perlakuan yaitu a1b1 (10 ton/ha + 100 kg/ha); a1b2 (10 ton/ha + 200 kg/ha); a1b3 (10 ton/ha + 300 kg/ha); a2b1 (15 ton/ha + 100 kg/ha); a2b2 (15 ton/ha + 200 kg/ha); a2b3 (15 ton/ha + 300 kg/ha); a3b1 (20 ton/ha + 100 kg/ha); a3b2 (20 ton/ha + 200 kg/ha); dan a3b3 (20 ton/ha + 300 kg/ha). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 25 tanaman per petak. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, berat polong kering, berat biji kering per tanaman, berat 100 butir biji kering, dan berat biji kering per petak. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis dolomit dan pupuk fosfat yang diberikan akan meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Dosis yang efektif ditunjukkan pada pemberian 15 ton/ha dolomit dan 200 kg/ha fosfat berdasarkan potensi hasil tanaman kacang tanah yaitu berat biji kering 4,4 ton/ha. Kata Kunci : dolomit, fosfat, gambut, kacang tanah.
Pengaruh Pupuk Kandang Sapi dan Pupuk P Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Lobak pada Tanah Aluvial RISTIYONO, BAYU; Bandem, Putu Dupa; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50680

Abstract

Lobak merupakan jenis tanaman sayuran umbi yang potensial dikembangkan pembudidayaannya. Namun, sampai saat ini produktivitas lobak di Kalimantan barat masih tergolong rendah. Usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi lobak yaitu dengan pemberian pupuk kandang sapi dan pupuk P. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis kombinasi pupuk kandang sapi dan pupuk P terhadap pertumbuhan dan hasil lobak yang terbaik pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya selama 12 minggu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen lapangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam taraf perlakuan kombinasi pupuk kandang sapi dan pupuk P. masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali, setiap ulangan terdiri dari empat tanaman sampel. Kombinasi pupuk kandang sapi (ton) dan pupuk P (kg) diberikan yaitu p1 = 0 ton/ha pukan sapi + 350 kg/ha pupuk P; p2 = 10 ton/ha pukan sapi + 300 kg/ha pupuk P; p3 = 15 ton/ha pukan sapi + 250 kg/ha pupuk P; p4 = 20 ton/ha pukan sapi + 200 kg/ha pupuk P; p5 = 25 ton/ha pukan sapi + 150 kg/ha pupuk P; dan p6 = 30 ton/ha pukan sapi + 100 kg/ha pupuk P. Variabel yang diamati meliputi jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar tanaman, berat segar umbi, berat kering bagian atas tanaman, berat kering umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi 30 ton/ha pupuk kandang sapi + 100 kg/ha pupuk SP-36 atau setara 450 g/tanaman pupuk kandang sapi + 1,5 g/tanaman SP-36 memberikan hasil yang terbaik untuk meningkatkan panjang umbi, berat segar tanaman, berat kering bagian atas tanaman dan berat kering umbi lobak pada tanah aluvial.Kata kunci : aluvial, lobak, pupuk kandang sapi, pupuk P
PENGARUH BOKASI BERANGKASAN TEBU DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI PADA TANAH ALUVIAL Sulan, Ilumanita; Sasli, Iwan; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57696

Abstract

Pemanfaatan tanah aluvial sebagai media tumbuh kedelai dihadapkan pada beberapa kendala seperti struktur tanah yang pejal dan ketersediaan unsur hara yang rendah. Kendala tersebut dapat diatas dengan pemberian bokasi berangkasan tebu dan pupuk NPK. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dosis bokasi berangkasan tebu yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai pada tanah aluvial, untuk mendapatkan dosis pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai pada tanah aluvial, dan untuk mendapatkan interaksi bokasi berangkasan tebu dan pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil kedelai yang terbaik pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Parit Buluh, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian berlangsung dari Tanggal 28 Desember 2021 "“ 30 April 2022. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan dan diperoleh 9 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Faktor pertama bokasi berangkasan tebu terdiri dari 3 taraf yaitu t1=10 ton/ha, t2=15 ton/ha, dan t3=20 ton/ha. Faktor kedua pupuk NPK terdiri dari 3 taraf yaitu n1=250 kg/ha, n2=450 kg/ha, dan n3=650 kg/ha. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, klorofil daun, bintil akar, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, berat biji kering per tanaman, dan berat 100 biji. Hasil penelitian menunjukkan bokasi berangkasan tebu dengan dosis 15 ton/ha merupakan dosis yang paling efektif terhadap variabel berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman dan berat biji kering per tanaman kedelai pada tanah aluvial. Dosis pupuk NPK 650 kg/ha merupakan dosis yang paling efektif terhadap tinggi tanaman kedelai terhadap 2 MST dan 4 MST pada tanah aluvial. Dosis bokasi berangkasan tebu 10 ton/ha dan pupuk NPK 650 kg/ha memberikan interaksi yang efektif terhadap tinggi tanaman kedelai 3 MST pada tanah aluvial.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK DAN PGPR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG PULUT PADA TANAH ALUVIAL Putri, Irma Sasmita Adi; Darussalam, Darussalam; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57921

Abstract

Budidaya tanaman jagung pulut di tanah aluvial memiliki beberapa kendala, salah satunya kurangnya unsur hara makro dan mikro, sehingga untuk mengatasi hal tersebut diperlukan pupuk NPK dan PGPR untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung pulut pada tanah aluvial. Penelitian ini bertujuan mengetahui interaksi pemberian dosis pupuk NPK dan konsentrasi PGPR yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pulut pada tanah aluvial. Penelitian ini berlangsung sejak 25 Februari sampai 28 Mei 2022, dilaksanakan di Jl. Raya Kalimas Hulu, Kec. Sungai Kakap, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan faktorial dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah NPK (P) sebanyak 3 taraf perlakuan dan faktor kedua adalah PGPR (R) sebanyak 3 taraf perlakuan sehingga jumlah total kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan diulang sebanyak 3 kali. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Jumlah tanaman setiap bedengan yang diamati 108 dan total tanaman sebanyak 432 tanaman. Faktor pertama yaitu NPK (P) yang meliputi, p1 : NPK 200 kg/ha ≈ dengan 3,6 g/tanaman; p2 : NPK 300 kg/ha ≈ dengan 5,4 g/tanaman; p3 : NPK 400 kg/ha ≈ dengan 7,2 g/tanaman. Faktor Kedua yaitu PGPR (R) yang meliputi, r1 : Konsentrasi PGPR 2% ≈ dengan 20 ml/l; r2 : Konsentrasi PGPR 3% ≈ dengan 30 ml/l; r3 : Konsentrasi PGPR 4% ≈ dengan 40 ml/l. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, umur berbunga jantan, umur berbunga betina, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, diameter tongkol, jumlah tongkol per petak dan berat tongkol per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pupuk NPK dengan dosis 1,2 g/tanaman ≈ 200 kg/ha dan konsentrasi PGPR 3% ≈ 30 ml/l dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman 6 MST dan berat tongkol berkelobot. Dosis NPK 1,2 g/tanaman ≈ 200 kg/ha merupakan dosis yang efektif untuk pengukuran diameter tongkol, sedangkan konsentrasi PGPR 3% ≈ 30 ml/l merupakan konsentrasi yang efektif untuk tinggi tanaman 6 MST. Kata kunci: Jagung Pulut, PGPR, Pupuk NPK, Tanah Aluvial
RESPON PEMBERIAN PUPUK KCL DAN PEMANGKASAN BUAH TERHADAP HASIL SEMANGKA Saputra, Hengki; Hadijah, Siti; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.58064

Abstract

Peningkatan produktivitas semangka dapat dilakukan dengan pemberian pupuk KCL dan diikuti dengan pemangkasan buah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis KCl dan jumlah buah per tanaman terbaik dalam meningkatkan berat buah per tanaman semangka. Penelitian ini dilaksanakan di lahan aluvial yang terletak di Dusun Sedau Desa Suah Api Kecamatan Jawai Selatan Kabupaten Sambas, dimulai dari tanggal 1 Maret sampai 5 Juni 2022. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan faktor perlakuan kombinasi antara dosis KCl dan pemangkasan buah dengan 6 taraf perlakuan (K1 = KCl 50 g/tanaman dengan menyisakan 2 buah/tanaman, K2 = KCl 50 g/tanaman dengan menyisakan 3 buah/tanaman, K3 = KCl 70 g/tanaman dengan menyisakan 2 buah/tanaman, K4 = KCl 70 g/tanaman dengan menyisakan 3 buah/tanaman, K5 = KCl 90 g/tanaman dengan menyisakan 2 buah/tanaman, dan K6 = KCl 90 g/tanaman dengan menyisakan 3 buah/tanaman). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 24 satuan/plot percobaan. Setiap plot ada 5 tanaman, 3 di antaranya ialah tanaman sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya yaitu 120 tanaman. Pemangkasan buah dilakukan pada umur tanaman 37 HST dengan menyisakan 2 buah atau 3 buah per tanaman (sesuai perlakuan). Pemupukan KCl dilakukan dengan 4 tahap aplikasi yaitu tahap ke-1 dilakukan 2 minggu sebelum tanam, tahap ke-2 pada umur tanaman 15 HST, tahap ke-3 pada umur tanaman 25 HST, tahap ke-4 pada umur tanaman 35 HST. Variabel yang diamati yaitu berat per buah, diameter buah, berat buah per tanaman, berat buah per plot dan kadar sukrosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berbagai dosis pupuk KCl dan pemangkasan buah dapat meningkatkan jumlah berat per buah, diameter buah, berat per tanaman dan berat buah per plot, tetapi tidak berpengaruh terhadap kadar sukrosa buah semangka. pemberian dosis pupuk KCl 70 g/tanaman dengan menyisakan 2 buah/tanaman merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan berat per buah dan diameter per buah. Sedangkan perlakuan pemberian dosis pupuk KCl 70 g/tanaman dengan menyisakan 3 buah/tanaman merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan berat buah per tanaman dan berat buah per plot. Kata Kunci : Pemangkasan buah, Pupuk KCl, Semangka
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH GAMBUT Tijar, Grigorius; Darussalam, Darussalam; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.58141

Abstract

Edamame (Glycine max (L.) Merill) adalah jenis kedelai kategori sayuran yang memiliki ukuran biji lebih besar, memiliki nilai gizi yang baik untuk kesehatan dan memiliki peluang pasar yang besar. Pemanfaatan tanah gambut sebagai lahan budidaya dihadapkan dengan faktor penghambat yaitu tingkat C-organik yang tinggi dan kandungan hara yang rendah. Masalah tersebut perlu diatasi dengan memberikan pupuk hayati dan pupuk NPK. Mikroba yang terkandung dalam pupuk hayati dapat mempercepat proses perombakan bahan organik tanah gambut, dapat menyediakan hara bagi tanaman dan menghasilkan hormon pertumbuhan. Pupuk NPK merupakan unsur hara makro yang dapat diserap tanaman secara cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi pupuk hayati dan dosis pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah gambut. Penelitian ini berlangsung sejak tanggal 14 Februari sampai 8 Juli 2022, di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu pupuk hayati (p) sebanyak 3 taraf dan faktor kedua yaitu pupuk NPK (n) sebanyak 3 taraf sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan memiliki 3 ulangan dan 4 tanaman sampel sehingga terdapat 108 unit tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu p1 = pupuk hayati 5 ml/l, p2 = pupuk hayati 10 ml/l, p3 = pupuk hayati 15 ml/l, n1 = pupuk NPK 200 kg/ha, n2 = pupuk NPK 300 kg/ha, n3 = pupuk NPK 400 kg/ha. Variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman, umur berbunga, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong segar, jumlah polong isi, bobot polong segar dan jumlah bintil akar. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi pupuk hayati dan dosis pupuk NPK memberikan interaksi terhadap variabel volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong segar dan jumlah polong isi. Pupuk hayati dengan konsentrasi 15 ml/l dan dosis NPK 200 kg/ha merupakan perlakuan paling efektif meningkatkan hasil tanaman yaitu jumlah polong segar per tanaman dan jumlah polong isi kedelai edamame yang ditanam pada tanah gambut.
PENGARUH PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS PADA TANAH GAMBUT Putra, Rama Tri; Susana, Rini; Santoso, Eddy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58199

Abstract

Jagung manis dapat berproduksi dengan baik dilahan gambut apabila dilakukan perbaikan terhadap sifat-sifat kimia, fisika, dan biologi seperti peningkatan pH, pemupukan untuk meningkatkan ketersediaan hara, meningkatkan bobot isi, serta memperbaiki tingkat dekomposisi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan menggunakan pemupukan pupuk hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk hayati yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manispada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pontianak Tenggara dari tanggal 08 Mei-17 Juli 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan konsentrasi pupuk hayati dan diulang sebanyak 5 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman maka jumlah tanaman adalah 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah p0 = tanpa pemberian pupuk hayati, p1 = konsentrasi 2,5 ml/l, p2 = konsentrasi 5 ml/l, p3 = konsentrasi 7,5 ml/l, p4 = konsentrasi 10 ml/l. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, klorofil daun, volume akar, hasil per petak, berat tongkol dengan kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, dan diameter tongkol. Hasil analisis keragaman pengaruh pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah gambut berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman 4, 6, 8, mst, jumlah daun 4, 6, 8, mst klorofil daun, volume akar, hasil per petak, berat tongkol dengan kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, dan diameter tongkol. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan maka dapat disimpulkan tidak ditemukan konsentrasi pupuk hayati yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah gambut.
PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PUTIH TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI PUPUK NPK DAN POC KULIT PISANG PADA TANAH ALUVUAL Mutini, Mutini; Susana, Rini; Wasi'an, Wasi'an
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58422

Abstract

Tanaman lobak putih adalah salah satu tanaman sayuran yang dikonsumsi bagian daun dan umbinya. Produksi lobak di Kalimantan Barat tahun 2020 sebesar 2,8 ton/ha sedangkan pada tahun yang sama produktifitas hanya 16 ton/ha. Rendahnya produktivitas tanaman lobak salah satunya disebabkan masih kurang tepatnya teknik budidaya yang digunakan. Peningkatan produktifitas dapat dilakukan dengan memperbaiki kesuburan media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk NPK dan konsentrasi POC kulit pisang yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak putih pada tanah aluvial. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan yaitu kombinasi dosis pupuk NPK dan POC kulit pisang, terdiri dari 5 taraf perlakuan dan 5 ulangan, sehingga terdapat 25 satuan percobaan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman, sehingga jumlah tanaman yaitu 100 tanaman. Taraf perlakuan yang diberikan adalah sebagai berikut: P1= 100 kg/ha NPK Setara dengan 0,4 g/polybag + 500 ml/l POC Kulit Pisang, P2 = 250 kg/ha NPK Setara dengan 1 g/polybag + 400 ml/l POC Kulit Pisang, P3= 400 kg/ha NPK Setara dengan 1,6 g/polybag + 300 ml/l POC Kulit Pisang, P4= 550 kg/ha NPK Setara dengan 2,2 g/polybag + 200 ml/l POC Kulit, Pisang P5= 700 kg/ha NPK Setara dengan 2,8 g/polybag + 100 ml/l POC Kulit Pisang. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah : Panjang umbi, Diameter umbi, luas daun, Berat segar tanaman, Berat segar umbi, Berat kering bagian atas, Berat kering umbi. Berdasarkan hasil penelitian kombinasi pupuk NPK dan POC kulit pisang berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan yaitu berat segar tanaman, berat kering bagian atas, berat kering umbi, berat segar umbi, luas daun, panjang umbi dan diameter umbi. Kombinasi 700 kg/ha pupuk NPK + 100 ml/l POC merupakan perlakuan hasil lobak tertinggi pada tanah alluvial. Kata Kunci : Lobak Putih, Pupuk NPK, POC Kulit Pisang, Tanah Aluvial.
PENGARUH LIMBAH BAGLOG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG UNGU PADA TANAH ALUVIAL VITCO, RAIMUNDUS; SUSANA, RINI; MAULIDI, MAULIDI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58640

Abstract

Terung ungu merupakan tanaman sayuran yang memiliki rasa yang enak dikonsumsi dalam berbagai macam jenis olahan dan masakan serta mengandung gizi yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan interaksi terbaik antara limbah baglog dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil terung ungu pada tanah aluvial. Lokasi penelitian berada di Desa Kuala Ambawang, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian dimulai pada 22 November 2021 sampai dengan 02 Maret 2022. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih terung ungu varietas Laguna F1, tanah aluvial, polybag, limbah baglog, NPK dan pestisida. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayakan tanah, cangkul, parang, timbangan, pH meter, kamera, mistar, alat tulis, terpal, ember, gembor, pisau,cutter, kertas label, karung, meteran, termohigrometer digital dan alat-alat lainnya yang dapat menunjang penelitian ini. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah limbah baglog dengan 3 taraf perlakuan dan faktor kedua adalah pupuk NPK dengan 3 taraf perlakuan. Faktor pertama adalah Limbah Baglog (B) terdiri dari 3 taraf yaitu: b1=20 ton/ha setara dengan 1260 g/polybag, b2=30 ton/ha setara dengan 1680 g/polybag dan b3=40 ton/ha setara dengan 2100 g/polybag. Faktor kedua adalah pupuk NPK majemuk (P) terdiri dari 3 taraf yaitu: p1=300 kg/ha setara dengan 12,6 g/polybag, p2=400kg/ha setara dengan 16,8 g/polybag dan p3=500kg/ha setara dengan 21,00 g/polybag. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman, berat perbuah, diameter buah dan panjang buah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dosis optimal dan efisien adalah interaksi 20 ton/ha limbah baglog dan 400 kg/ha NPK dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil terung ungu pada tanah aluvial.Kata Kunci : Limbah Baglog, Pupuk NPK, Tanah Aluvial, Terung Ungu
Co-Authors ., Astina Achmad Mulyadi Adzani, M. Ardies Rama agus ruliyansyah Agustina Listiawati ahmad mulyadi sirojul munir, ahmad mulyadi Ali Djamhuri Ali Imron Anisa Rahmawati aponius aponius, aponius Apriani, Resti Arif Pramono, Arif Ashari, Asri Mulya Asnawati Asnawati Astina Astina, Astina Ayu Puspita Azhari Azhari Basuni, Basuni Benget Tambunan, Benget Candra candra Credo, Owen Saputra Michael Darussalam Darussalam, Darussalam Delvi, Ainun Demero, Alexander Frengky Denah Suswati Din, Wahyu Dini Anggorowati Dwi Zulfita Eddy Santoso Eka Wardhana, Muhammad Khafidzan Eko Eko, Eko Elly Mustamir Fadjar Rianto Fenandra, Adara Fendi Fendi Fitria Sari Fitrianto, Bimo Satrio Godefridus Delanova Panthera Boy Gunawan Gunawan Habiburrahman Habiburrahman, Habiburrahman Hariyanti, Agus Hazlinda Hazlinda, Hazlinda Hopit, Mohammad Indri Hendarti Insani, Sa'diyyah Nur Iwan Sasli Jaky, Jaky Jamilah Janoldi, Florentinus Jayanti, Meylani Dwi Josmara Juwita Juwita, Juwita Lestari, Lisa Listri Listiawti, Agustina Ma'ruf, Rizky Mardiansyah Magdalena Magdalena Maulidi Maulidi Muflih, Muhammad Iqbal Muhammad Huda Mustawa Mulyadi Safwan Mutini, Mutini Nadia Nadia nopebrianti, yati Nuraini, Eka Nurjani Nyemas Elistianti odotian, angelo Patriani - Patriani Patriani, Patriani Prayoga, Egie Priyanto, Muhammad Ridwan Purnama, Zulfian Purwaningsih - Putra, Rama Tri Putri, Irma Sasmita Adi Putri, Ulfa Naely Dianti Putu Dupa Bandem Rahayu, Lidia Negata Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani RAJIMIN RAJIMIN, RAJIMIN Ramadan, Galuh razibullah, razibullah Reski, Silvanus RISTIYONO, BAYU Rita Hayati Rita Kurnia Apindiati Riten, Arif Rahman Robertus Suryadinata, Robertus Rosdiana Rosdiana Sabarudin Sabarudin Sabtia, Desi Saeri Sagiman, Saeri Sagita, Devia Rahma Sakdan, Sakdan Saputra, Hengki Saputra, Rio SAPUTRA, ROLIS Sari, Utin Kusmala Setia Budi Shelda, Priscila Shelda Siti Hadijah SRI RAHAYU Su tikno, Su Subekti, Bagus Cahyo Sukardi, Viktor Sulan, Ilumanita Surachman Surachman Susilawati, Dwi Nur Sutrisno, Said Aji Tantri Palupi Tarumpu, Kristoforus Sarabu Sarang Tatang Abdurrahman, Tatang Tera Maritha, Tera thristianty suci marata, thristianty suci Tiana, Titin Tijar, Grigorius Tri Indra Wijaya Tri Rahayuni TRIS HARIS RAMADHAN VITCO, RAIMUNDUS wadi, reva Warganda Warganda WASI'AN, WASI'AN Wasian Syafiuddin, Wasian Wasi’an, Wasi’an Wijaya, Indra WINDRA, WINDRA Yayat, Yopianus Yenni Yenni Yeti Rohayeti Yulianingsih, Eka Yuniarti, Fitria