Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH ABU KAYU DAN PUPUK PHONSKA TERHADAP HASIL TANAMAN MENTIMUN DI TANAH GAMBUT Wijaya, Tri Indra; Listiawati, Agustina; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 2 No. 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2574

Abstract

Tanah gambut dalam pemanfaatannya sebagai lahan pertanian banyak dijumpai kendala dan hambatan, salah satunya seperti pH dan ketersediaan unsur hara yang rendah. Abu kayu dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan pH dan memperbaiki kesuburan tanah, sedangkan pupuk phonska mengandung unsur N, P, K dan S yang bermanfaat untuk hasil tanaman. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh interaksi abu kayu dan pupuk phonska serta dosis yang terbaik terhadap hasil mentimun di tanah gambut. Metode yang digunakan dalam penetitian ini adalah dengan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 2 faktor yaitu faktor abu kayu (a) dan faktor pupuk phonska (p). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan, faktor pertama adalah abu kayu terdiri dari 3 taraf yaitu a1 = 6,82 ton/ha abu kayu, a2 = 11,12 ton/ha abu kayu, a3 = 15,35 ton/ha abu kayu, Faktor kedua pupuk phonska terdiri dari 3 taraf yaitu p1 = 300 kg phonska/ha, p2 = 400 kg phonska/ha, p3 = 500 kg phonska/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat rata-rata buah per tanaman, diameter buah per tanaman, produksi per petak dan pengamatan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian abu kayu 6,82 ton/ha, 11,12 ton/ha, 15,35 ton/ha dan pupuk phonska 300 kg/ha, 500kg/ha memberikan pengaruh yang sama pada tanaman mentimun yang ditunjukan dengan berpengaruh tidak nyata pada variabel jumlah buah, berat buah, berat rata-rata, diameter buah dan berat per petak. Pemberian abu kayu dengan dosis 11,12 ton/ha dan pupuk phonska 400 kg/ha memberikan rerata tertinggi pada variabel jumlah buah, berat buah, berat rata-rata buah per tanaman, pemberian abu kayu dengan dosis 11,12 ton/ha dan pupuk phonska 500 kg/ha memberikan rerata tertinggi pada variabel diameter buah pertanaman, sedangkan abu kayu dengan dosis 15,35 ton/ha dan 400 kg/ha memberikan rerata tertinggi pada variabel berat per petak. Kata kunci : Abu Kayu, Mentimun, Pupuk Phonska, Tanah Gambut.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KAILAN TERHADAP PENGGUNAAN PUPUK KASCING PADA TANAH ALUVIAL tikno, su; Hadijah, Siti; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.4437

Abstract

Kailan merupakan salah satu jenis sayuran yang digemari konsumen dan mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi. Penanaman kailan pada tanah aluvial dihadapkan pada sejumlah kendala, yaitu tingkat kemasaman tanah tinggi, struktur tanah yang kurang baik, dan kandungan bahan organik rendah. Salah satu jenis pupuk organik untuk mengatasi masalah ini adalah pupuk kascing. Pupuk kascing adalah pupuk yang berasal dari bahan organik yang telah divermi kompos oleh cacing tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik pupuk kascing terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kailan pada tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor, terdiri dari 6 taraf perlakuan, dan 4 kali ulangan. Penelitian dilakukan pada bedengan berukuran 100cm x 100 cm, sehingga terdapat 24 bedengan. Setiap bedengan terdiri dari 16 tanaman, sehingga jumlah tanaman keseluruhan adalah 384 tanaman kailan. Perlakuan pupuk kascing yang digunakan adalah pada dosis 0 ton/ha, 5 ton/ha, 10 ton/ha, 15 ton/ha, 20 ton/ha, dan 25 ton/ha. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tanaman, volume akar, bobot kering tanaman, dan produksi per bedengan. Pemberian pupuk kascing pada tanah aluvial berpengaruh nyata pada variabel bobot segar tanaman, volume akar, dan bobot kering tanaman, namun berpengaruh tidak nyata terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun, dan produksi per bedengan. Pemberian kascing pada tanah aluvial dengan dosis 20 ton/ha adalah dosis terbaik pada penelitian ini. Kata kunci : Aluvial, Kailan, Kascing
RESPON TOMAT TERHADAP PEMBERIAN ABU KAYU DAN PUPUK KANDANG AYAM PADA TANAH GAMBUT Din, Wahyu; Susana, Rini; Budi, Setia
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 2: Agustus 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i2.5197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik pemberian abu kayu dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat di tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di Kota Pontianak, mulai bulan Juli sampai Oktober 2013. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Perlakuan pertama adalah abu kayu yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 10,44 ton/ha, 16,60 ton/ha, dan 22,70 ton/ha. Perlakuan kedua, pupuk kandang ayam juga terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 10 ton/ha, 15 ton/ha, dan 20 ton/ha. Ada 9 kombinasi perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, bobot kering tanaman, jumlah tandan bunga per tanaman, jumlah buah per tandan, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, dan bobot per buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian abu kayu dengan dosis 16,60 ton/ha memberikan hasil terbaik terhadap volume akar, jumlah buah per tandan, jumlah buah per tanaman, dan bobot buah per tanaman. Pemberian pupuk kandang ayam dengan dosis 10 ton/ha, 15 ton/ha, dan 20 ton/ha pada media tanah gambut menghasilkan pertumbuhan dan hasil tomat yang relatif sama terhadap semua variabel pengamatan. Kata kunci : Tomat, abu kayu, pupuk kandang ayam, tanah gambut.
PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT DI TANAH GAMBUT Tiana, Titin; -, Patriani; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 2: Agustus 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i2.5369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat di tanah gambut. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan acak lengkap (RAL), dengan lima perlakuan dan lima ulangan dan terdiri dari 3 sampel tanaman sehingga jumlah tanaman 75 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah a0 = Kontrol (Tanpa pemberian pupuk kandang kotoran ayam), a1 = 10 ton/ha (pupuk kandang kotoran ayam 245 gram/polybag), a2 = 20 ton/ha (pupuk kandang kotoran ayam 488 gram/polybag), a3 = 30 ton/ha (pupuk kandang kotoran ayam 733 gram/polybag), a4 = 40 ton/ha (pupuk kandang kotoran ayam sebanyak 977 gram/polybag). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pupuk kandang kotoran ayam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman minggu ke-4, jumlah cabang produktif, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman, tetapi pemberian pupuk kandang kotoran ayam berpengaruh tidak nyata terhadap variabel tinggi tanaman pada minggu ke-2, ke -6 dan ke-8. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang kotoran ayam pada media berpengaruh baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Pemberian pupuk kandang kotoran ayam dengan dosis 40 ton/ha (977 gr/polybag) merupakan dosis terbaik untuk hasil tanaman tomat di tanah gambut. Kata kunci : Gambut, Tomat , Pupuk Kandang Kotoran Ayam
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG KOTORAN SAPI TERHADAP HASIL TANAMAN MENTIMUN PADA TANAH GAMBUT Hazlinda, Hazlinda; Susana, Rini; Mulyadi, Achmad
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang kotoran sapi terhadap hasil tanaman mentimun pada tanah gambut.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 taraf perlakuan tiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali setiap ulangan terdiri dari 3 sampel. Perlakuan tersebut meliputi tanpa perlakuan (p0), 375 g / polybag berisi 10 kg tanah (p1), 500 g / polybag berisi 10 kg tanah (p2), 625 g / polybag berisi 10 kg tanah (p3), 750 g / polybag berisi 10 kg tanah (p4). Variabel yang diamati meliputi Jumlah buah per tanaman (buah), Berat buah per tanaman (kg), Berat rerata buah per tanaman (g), Diameter buah per tanaman (cm), dan Panjang buah per tanaman (cm).Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian pupuk kandang sapi pada tanaman mentimun pada kisaran dosis 375g, 500g, 625g, dan 750g/polybag memberikan pertumbuhan dan hasil yang sama dengan tanaman mentimun yang tidak diberi pupuk kandang sapi dan Semakin. tinggi dosis pupuk kandang yang diberikan terdapat kecendrungan pertumbuhan dan hasil mentimun menjadi lebih baik. Kata kunci : pupuk kandang sapi, mentimun, tanah gambut.
Sumber bahan organik untuk perbaikan tanah alluvial sebagai media tanam cabai merah dapat menggunakan bokashi Pueraria javanica. Penggunaan tanaman Pueraria javanica sebagai bokashi karena tanaman ini memiliki unsur nitrogen yang tinggi, sebab tanaman ini RAJIMIN, RAJIMIN; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9037

Abstract

Air adalah sumber daya alam yang sangat mendasar bagi kehidupan manusia dalam aktivitas manusia itu sendiri. Kegiatan kehidupan manusia menggunakan air baik untuk kebutuhan minum, mandi dan rumah tangga. Air yang digunakan untuk kebutuhan manusia tersebut bersumber dari air sungai, air tanah dan air hujan. Masyarakat di desa Sungai paduan Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara memanfaatkan air sungai sebagai sumber air baku untuk PDAM sehingga diperlukan pengujian untuk mengetahui kualitas air berdasarkan parameter tertentu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisika, kimia dan biologi air sungai sebagai air baku untuk PDAM di Desa Sungai Paduan Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara.Pengukuran kualitas air sebagai sumber air baku untuk PDAM yaitu pengukuran karakteristik fisik, pengukuran karakteristik kimia dan karakteristik biologi air. Karakteristik fisik air meliputi debit aliran, temperatur, residu terlarut dan residu tersuspensi, sedangkan karakteristik kimia air meliputi pH, nitrat, kadmium, besi, sianida, fluorida, nitrit, dan belerang sedangkan karakteristik biologi meliputi fecal coliform.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air Sungai di Desa Sungai Paduan Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara layak sebagai sumber air baku untuk PDAM. Beberapa parameter yang kandungannya melebihi batas kriteria air kelas I, diantaranya rendahnya pH diolah dengan penambahan kapur, tingginya kandungan besi dapat dikurangi dengan pemberian alumunium sulfat, dan tingginya Fecal Coliform dapat dihilangkan dengan penambahan kaporit atau kalsium hipoklorit.
Pengaruh Kompos Limbah Kecambah Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi Putih Pada Tanah Aluvial Pramono, Arif; Susana, Rini; Patriani, Patriani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9702

Abstract

Penggunaan bahan organik sebagai alternatif dalam peningkatan produktivitas tanah aluvial ditujukan terutama untuk memperbaiki sifat fisik tanah. Salah satu jenis pupuk organik yang dapat digunakan adalah kompos limbah kecambah. Limbah dari sisa olahan pabrik kecambah memiliki manfaat bagi tanah untuk penambahan bahan organik serta nutrisi tanah dengan melakukan pengolahan limbah tersebut menjadi kompos.Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui dosis terbaik kompos limbah kecambah terhadap pertumbuhan dan hasil sawi putih pada tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan AcakLengkap (RAL)terdiri dari 6 taraf perlakuan, 4 kali ulangan dan 3 sampel tanaman pada setiap ulangan, sehingga jumlah unit pengamatan 72 tanaman. Media tanam berupa tanah aluvial ditambah dengan kompos limbah kecambah dengan berbagai dosis perlakuan yaitu k0 (tanpa penambahan kompos limbah kecambah), k1 (83,32 g/polybag kompos limbah kecambah setara dengan 6,9% bahan organik), k2 (274,43 g/polybag kompos limbah kecambah setara dengan 9,08% bahan organik), k3 (465,54g/polybag kompos limbah kecambah setara dengan 11,13% bahan organik), k4 (656,64g/polybag kompos limbah kecambah setara dengan 13,06% bahan organik), k5 (847,75 g/polybag kompos limbah kecambah setara dengan 14,89% bahan organik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos limbah kecambah dengan dosis perlakuan 13,06% bahan organik menunjukkan hasil terbaik pada variabel luas daun, bobot kering, bobot segar bagian atas tanaman dan volume akar tanaman. Kata kunci : Aluvial, Kompos, Sawi Putih.
respon pertumbuhan dan hasil buncis akibat pemberian bokasi kulit pisang dan fosfat pada tanah aluvial nopebrianti, yati; susana, rini; abdurrahman, tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.22263

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the dose of banana skin and phosphate fertilizers as well as their interactions that provide the best growth and yield of cammon bean on alluvial. Research was conducted at Swadaya Street, Kubu Raya Regency, West Kalimantan Province, from February 18th, 2017 to April 20, 2017. This research uses Factorial Complete Random Design. The first factor of banana skin boashi (10,20,and 30 ton/ha) and the second factor was the dose of P (230,280 and 330)kg/ha). The variables observed in this study were flowering age, root volume, dry weight of plants, number of pods per plant and weight of pods per plant. The results showed that bokashi made of banana skin with dose of 30 tons /ha showed the best result on flowering age, root volume, and dry weight of plant. Phosphate application has not been able to increase the growth and yield of ccammon beans. There is no interaction between bokashi made of banana skin and phosphate in all observation variables. Keywords: alluvial, bokashi, phosphate, cammon bean.
pengaruh lumpur kering hasil pengolahan air bersih terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy pada tanah gambut Sari, Utin Kusmala; darussalam, darussalam; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23013

Abstract

The Effect of Dry Sludge Water Treatment Plant To Growth and Yield of Pakcoy on Peat Soil
PENGARUH PUPUK KOTORAN PUYUH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAHE PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING wadi, reva; hadijah, siti; susana, rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.54 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23641

Abstract

ABSTRAKJahe merupakan salah satu jenis tanaman obat yang berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai bumbu, bahan obat tradisional dan bahan baku minuman serta makanan. Tanaman jahe dapat di tanam pada berbagai jenis tanah, salah satunya adalah tanah podsolik merah kuning. Pemanfaatan tanah podsolik merah kuning sebagai media tanam dihadapkan pada berbagai masalah, diantaranya sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang kurang baik. Salah satu usaha untuk mengatasi masalah pada tanah podsolik merah kuning adalah dengan pemberian pupuk kotoran puyuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kotoran puyuh yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jahe gajah pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Jalan A. Yani Pontianak dan dimulai pada tanggal 9 April sampai 30 Juli 2017. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari lima perlakuan, lima ulangan dan tiga tanaman sampel. Perlakuan yang diberikan yaitu : p1 = 581 g/polibag, p2 = 902 g/polibag, p3 = 1223 g/polibag, p4 = 1543 g/polibag dan p5 = 1864 g/polibag. Variabel pengamatan adalah pertambahan tinggi tanaman, jumlah anakan, berat rimpang segar, berat kering bagian atas tanaman dan berat kering rimpang. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tanaman jahe memberikan respon yang sama terhadap pemberian pupuk kotoran puyuh pada variabel pertambahan tinggi tanaman, berat rimpang segar dan berat kering rimpang dan memberikan respon yang berbeda pada variabel jumlah anakan dan berat kering bagian atas tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis pupuk kotoran puyuh 1864 g memberikan rerata tertinggi untuk pertumbuhan dan hasil tanaman dibandingkan dengan dosis lainnya. Berat rimpang segar yang dihasilkan masih belum sesuai dengan deskripsi tanaman jahe gajah.Kata kunci : Jahe Gajah, Kotoran Puyuh, Podsolik Merah Kuning
Co-Authors ., Astina Achmad Mulyadi Adzani, M. Ardies Rama agus ruliyansyah Agustina Listiawati ahmad mulyadi sirojul munir, ahmad mulyadi Ali Djamhuri Ali Imron Anisa Rahmawati aponius aponius, aponius Apriani, Resti Arif Pramono, Arif Ashari, Asri Mulya Asnawati Asnawati Astina Astina, Astina Ayu Puspita Azhari Azhari Basuni, Basuni Benget Tambunan, Benget Candra candra Credo, Owen Saputra Michael Darussalam Darussalam, Darussalam Delvi, Ainun Demero, Alexander Frengky Denah Suswati Din, Wahyu Dini Anggorowati Dwi Zulfita Eddy Santoso Eka Wardhana, Muhammad Khafidzan Eko Eko, Eko Elly Mustamir Fadjar Rianto Fenandra, Adara Fendi Fendi Fitria Sari Fitrianto, Bimo Satrio Godefridus Delanova Panthera Boy Gunawan Gunawan Habiburrahman Habiburrahman, Habiburrahman Hariyanti, Agus Hazlinda Hazlinda, Hazlinda Hopit, Mohammad Indri Hendarti Insani, Sa'diyyah Nur Iwan Sasli Jaky, Jaky Jamilah Janoldi, Florentinus Jayanti, Meylani Dwi Josmara Juwita Juwita, Juwita Lestari, Lisa Listri Listiawti, Agustina Ma'ruf, Rizky Mardiansyah Magdalena Magdalena Maulidi Maulidi Muflih, Muhammad Iqbal Muhammad Huda Mustawa Mulyadi Safwan Mutini, Mutini Nadia Nadia nopebrianti, yati Nuraini, Eka Nurjani Nyemas Elistianti odotian, angelo Patriani - Patriani Patriani, Patriani Prayoga, Egie Priyanto, Muhammad Ridwan Purnama, Zulfian Purwaningsih - Putra, Rama Tri Putri, Irma Sasmita Adi Putri, Ulfa Naely Dianti Putu Dupa Bandem Rahayu, Lidia Negata Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani RAJIMIN RAJIMIN, RAJIMIN Ramadan, Galuh razibullah, razibullah Reski, Silvanus RISTIYONO, BAYU Rita Hayati Rita Kurnia Apindiati Riten, Arif Rahman Robertus Suryadinata, Robertus Rosdiana Rosdiana Sabarudin Sabarudin Sabtia, Desi Saeri Sagiman, Saeri Sagita, Devia Rahma Sakdan, Sakdan Saputra, Hengki Saputra, Rio SAPUTRA, ROLIS Sari, Utin Kusmala Setia Budi Shelda, Priscila Shelda Siti Hadijah SRI RAHAYU Su tikno, Su Subekti, Bagus Cahyo Sukardi, Viktor Sulan, Ilumanita Surachman Surachman Susilawati, Dwi Nur Sutrisno, Said Aji Tantri Palupi Tarumpu, Kristoforus Sarabu Sarang Tatang Abdurrahman, Tatang Tera Maritha, Tera thristianty suci marata, thristianty suci Tiana, Titin Tijar, Grigorius Tri Indra Wijaya Tri Rahayuni TRIS HARIS RAMADHAN VITCO, RAIMUNDUS wadi, reva Warganda Warganda WASI'AN, WASI'AN Wasian Syafiuddin, Wasian Wasi’an, Wasi’an Wijaya, Indra WINDRA, WINDRA Yayat, Yopianus Yenni Yenni Yeti Rohayeti Yulianingsih, Eka Yuniarti, Fitria