Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Untuk Solusi Permasalahan Limbah Cair Keju PT Mazaraat Lokanatura Indonesia Pangastuti, Artini; Setyaningsih, Ratna; Susilowati, Ari; Arum Sari, Siti Lusi; Purwoko, Tjahjadi
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 2 (2024): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i2.80100

Abstract

Keju merupakan salah satu produk olahan susu dengan nilai gizi yang lengkap serta memiliki cita rasa yang khas, sehingga digemari oleh masyarakat. Pada proses pembuatannya, keju menghasilkan limbah cair (whey) saat protein keju diendapkan dan dipadatkan.  Whey yang dibuang begitu saja tanpa diolah akan menimbulkan dampak bagi lingkungan dan dapat menimbulkan protes masyarakat sekitar. Di sisi lain, limbah cair keju masih memiliki kandungan nutrisi yang cukup untuk menjadi bahan baku pembuatan produk fermentasi seperti minuman atau produk lainnya yang memiliki manfaat bagi kesehatan. Minuman sinbiotik berisi probiotik, bakteri yang baik, serta prebiotik, yang merupakan nutrisi selektif untuk bakteri baik.  Pada jangka panjang, pengolahan lebih lanjut limbah cair keju ini dapat memberikan tambahan penghasilan bagi pemilik usaha melalui diversifikasi produk, serta berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan fungsional, juga meningkatkan perekonomian di lingkungan usaha mitra. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan solusi pengelolaan limbah produksi keju di PT. Mazaraat Lokanatura Indonesia menjadi produk berupa minuman sinbiotik dengan menerapkan hasil riset di Grup Riset Biomateri Mikroba.  Selain itu, kegiatan ini juga akan ditautkan dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di prodi Biologi FMIPA UNS.   Luaran kegiatan ini berupa ide pemanfaatan whey serta penerapan teknologi pembuatan produk dari whey yang bisa dipasarkan untuk  mengurangi dampak limbah cair, serta rancangan kegiatan MBKM berupa magang industri di institusi mitra yang dapat direkognisi sampai 21 SKS untuk mahasiswa. Dari kegiatan ini dihasilkan produk minuman sinbiotik menggunakan bakteri probiotik Lactobacillus acidophilus serta prebiotik biji nangka, dengan penambahan ekstrak kunyit dan ekstrak kulit naga sebagai pewarna dan antioksidan.  Produk sinbiotik ini juga dijadikan sebagai bahan pembuatan produk perawatan diri berupa sabun serta lulur.  
Diversifikasi Tanaman Pekarangan Dengan Tanaman Alpukat Untuk Meningkatkan Gizi Keluarga Hartati, Sri; Yunus, Ahmad; Nandariyah, Nandariyah; Yuniastuti, Endang; Pujiasmanto, Bambang; Purwanto, Edi; Samanhudi, Samanhudi; Sulandjari, Sulandjari; Ratriyanto, Adi; Prastowo, Sigit; Manurung, Ida Rumia; Suryanti, Venty; Susilowati, Ari; Artanti, Anif Nur; Mulyani, Sri; Dirgahayu, Paramasari
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 11, No 2 (2022): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v11i2.61199

Abstract

Alpukat (Persea americana) merupakan buah yang sudah sangat dikenal dan digemari oleh masyarakat. Alpukat diketahui memiliki khasiat sebagai antioksidan, antidiabetik dan efek hipolipidemik. Nutrisi yang terkandung dalam buah alpukat mampu membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian tubuh. Namun, cara budidaya tanaman Alpukat  sangat berpengaruh pada khasiat atau kualitas dan kuantitas dari produk yang dihasilkan. Sehingga diperlukan pemahaman tentang cara budidaya tanaman Alpukat kepada masyarakat. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah agar masyarakat lebih memahami cara budidaya tanaman alpukat sebagai tanaman pekarangan dan mengetahui manfaat buah Alpukat dalam meningkatkan gizi keluarga. Kegiatan pengabdian sudah dilaksanakan dengan metode penyuluhan dengan penyampaian materi tentang budidaya tanaman Alpukat, manfaat Alpukat, serta berbagai olahan Alpukat sedangkan pada akhir sesi dilakukan pemberian bibit Alpukat serta pupuk pada masing-masing peserta. Kegiatan yang sudah terlaksana ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat khususnya masyarakat Kelurahan Wonokarto tentang budidaya tanaman Alpukat dan keanekaragaman manfaat Alpukat untuk kesehatan.Kata Kunci: alpukat; budidaya; penyuluhan; pupuk
Antibacterial Activity and Tlc-Biotography Profile of the Ethyl Acetat Fraction of Asian Pigeonwings Flower (Clitoria ternatea) against Escherichia coli Susilowati, Ari; Putri, Rizkya Suhardo; Mudyantini, Widya
Journal of Biodiversity and Biotechnology Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Biodiversitas (P3BB) LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jbb.v2i2.66769

Abstract

Infectious diseases are diseases caused by the presence of microorganisms that enter and develop in the body, causing several clinical symptoms and signs. One of the infectious diseases is diarrhea caused by Escherichia coli. There are many potential herbal plants as alternative antibacterial antibiotics, one of which comes from the Asian pigeonwings flower (Clitoria ternatea). This study aims to determine the antibacterial activity of the ethyl acetate fraction of pigeonwings flower, phytochemical compounds and its TLC-bioautography profile. The antibacterial compound of pigeonwings flower was extracted by maceration using ethanol and then fractionated by ethyl acetate and made solutions with concentrations of 5, 10, 20, and 40%, respectively. The experiment was carried out with 3 replications using the well diffusion method and followed by TLC-bioautography to determine the TLC-bioautography profile. Phytochemical compounds of pigeonwings flower were determined by thin layer chromatography (TLC). Antibacterial activity data were analyzed using the One Way ANOVA and continued with the Tukey HSD 5% through SPSS. The ethyl acetate fraction of pigeonwings flower had the best antibacterial activity at a concentration of 40% with an inhibition zone diameter of 11.54 mm. The diameter of the inhibition zone showed significantly different in each concentration and it can be said that the ethyl acetate fraction of pigeonwings flower was able to inhibit the growth of E. coli. The phytochemical compounds contained in the ethyl acetate fraction of pigeonwings flower are flavonoids and alkaloids with flavonoids being the most active compounds in inhibiting the growth of E. coli.
Isolation of Lactic Acid Bacteria from Soil and Its Antifungal Activity Against Aspergillus flavus Tifani, Athiyyah Jihan; Purwoko, Tjahjadi; Susilowati, Ari
Journal of Biodiversity and Biotechnology Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Biodiversitas (P3BB) LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jbb.v5i1.109898

Abstract

Food stocks, such as grains, fruits, and vegetables are vulnerable to spoilage by Aspergillus flavus, which typically controlled using chemical preservatives. Concerns about the health impact of these chemicals highlight the need for safer alternatives, such as biopreservatives. Lactic acid bacteria (LAB) are Generally Recognized as Safe (GRAS) microorganisms and have potential application as biopreservative agent, because LAB produced various metabolites with antifungal activities. LAB could be found in nutrient-rich environments, including rhizosphere soil and poultry house soil due to the nutrient residues for growth. The aims of this study were to isolate LAB from soils and to evaluate their antifungal activity with a focus on potential applications as biopreservatives. The LAB isolates from soil were characterized and screened for antifungal activity using the dual culture method. The LAB isolates inhibited A. flavus growth with the largest growth inhibition was showed by LAB isolate 1 that isolated from poultry house soil (17.65%). However, statistics analysis showed that fungal growth inhibition by LAB isolates were not significantly difference (p>0,05). Although the result was not statistically significant, all  LAB isolates significantly inhibited conidia development. This showed potential application of LAB isolates as biopreservative agent. Keywords: antifungal, Aspergillus flavus, biopreservative, food stock, lactic acid bacteria