Claim Missing Document
Check
Articles

Asesmen Produktivitas Ternak dan Kesesuaian Potensi Tanaman Pertanian Sebagai Hijauan Pakan: Sebuah Potret Kawasan Agro-Ekologi Dataran Rendah Selatan Merauke, Papua Elfira Kariane Suawa; Hieronymus Yohanes; Yafed Muyan; Sientje Rumetor; Jhon Arnold Palulungan; Alnita Baaka; Dwi Nurhayati; Siti Halimatus Saadiyah; Hans Mamboai; Maria Arim; Desni Saragih; Aisyah Bauw; Stepanus Pakage; Makarius Bajari; Yafed Syufi; Maya Novi; Jasmal Syamsu; Deny Anjelus Iyai
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 27 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.27.3.429

Abstract

The study aimed to descriptively capture livestock production and food waste and the suitability of border farms in the lowland Merauke region. Data were analyzed on livestock population structure (individual/ST), food crop waste production (dry weight, DW), capacity, and location quotient (LQ), and SWOT. Food crop waste production is 350 thousand tons of DW and so far only provided for ruminant cattle about 11%. Food crop straw waste is still dominated by rice straw (97%), followed by corn waste (2%), sweet potatoes, and peanuts. The capacity to increase the cattle population is close to 315 thousand ST. The LQ value of both livestock and food crops in Merauke is still in the range of 0 -<1 and is still a prospective sector to be optimized. The results of SWOT analysis conclude that the S-O strategy is the intensification and expansion of livestock commodities. Keywords: livestock population structure, location quotient, KPPTR, crop residues, Merauke
UPAYA MEMPERTAHANKAN KUALITAS DEDAK PADI SEBAGAI BAHAN PAKAN DENGAN PENAMBAHAN BUTYLATED HYDROXYTOLUENE DAN KALSIUM PROPIONAT SELAMA PENYIMPANAN ENAM MINGGU Abdul Alim Yamin; Jasmal A Syamsu
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 3 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i3.2227

Abstract

Dedak padi merupakan salah satu bahan pakan ternak yang umum digunakan sebagai sumber energi dan serat bagi ternak. Selain itu dedak padi juga mengandung asam lemak tak jenuh sehingga sangat bermanfaat bagi ternak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan Butylated Hydroxytoluene (BHT) dan Kalsium Propionat sebagai upaya mempertahankan kualitas dedak padi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi dan Industri Pakan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. Penelitian  disusun berdasarkan rancangan acak lengkap pola faktorial  2x4, dengan faktor pertama adalah waktu penyimpanan yaitu W1 = 0 minggu, W2 = 6 minggu, faktor kedua adalah  jenis pengawet yaitu P1 = tanpa pengawet, P2 = BHT 0,01 %, P3 = kalsium propionat 0,3 %, dan P4 = kombinasi BHT 0,01 % + kalsium propionat 0,3 %, dengan dua ulangan. Penggunaan BHT 0,01% (P2) sebagai antioksidan dalam pakan berpengaruh nyata terhadap penurunan kandungan bilangan peroksida dan asam lemak bebas sedangkan penggunaan kalsium propionat 0,3 % (P3) berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan koloni jamur. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan BHT dan kalsium propionat sebagai aditif dalam pakan maupun bahan pakan dapat digunakan untuk mencegah ketengikan hidrolisis dan menghambat pertumbuhan jamur selama penyimpanan.
KUALITAS FISIK HASIL PENGERINGAN JAGUNG SEBAGAI BAHAN PAKAN MENGGUNAKAN MESIN VERTICAL DRYER Survidia Nur; M Fadhlirrahman Latief; Abdul Alim Yamin; Jasmal Ahmari Syamsu
AGRIBIOS Vol 20 No 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v20i2.2280

Abstract

Pengeringan merupakan proses penurunan kadar air sampai batas tertentu sehingga dapat menghambat laju kerusakan biji jagung. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kualitas jagung pipil serta standar sebagai bahan pakan yang terdapat di pabrik pengering pakan. Tahapan penelitian yaitu pengambilan sampel awal, penimbangan sampel, pemeriksaan kadar air dan karakteristik fisik (biji berjamur, biji rusak, biji pecah, biji berlubang dan benda asing) dan proses pengeringan. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, Uji T dua sampel berpasangan dan Analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik fisik jagung pipil dengan waktu pengeringan sampai dengan 330 menit menghasilkan rata-rata persentase biji berjamur sebesar 1,5% biji rusak 1,94%, biji pecah 1,67%, biji lubang 0,08% dan benda asing 0,39%. Hasil Uji T menunjukkan bahwa terdapat pengaruh waktu pengeringan terhadapat karakteristik fisik jagung pipil yang dikeringkan. Proses pengeringan memiliki pengaruh yang yang tidak signifikan terhadap biji berjamur, biji rusak, biji pecah, biji lubang dan benda asing, tetapi berpengaruh terhadap kadar air.
Analisis Ketersediaan Jerami Padi Sebagai Sumber Pakan Sapi Potong pada Kelompok Tani Penerima Bantuan Peralatan Pengolahan Pakan di Kabupaten Sidenreng Rappang Hairuddin Hairuddin; Andi Muhammad Rusyidi; Abdul Alim Yamin; Ichlasul Amal; Hasrin Hasrin; Jasmal Ahmari Syamsu
Peternakan Lokal Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Peternakan Lokal
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/peternakan.v5i1.1690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ketersediaan jerami padi sebagai sumber pakan sapi potong di kelompok tani penerima bantuan alat pengolahan pakan di kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini dilaksanakan pada kelompok tani dengan metode pengumpulan data melalui data profil kelompok tani untuk memperoleh data populasi ternak dan luas panen tanaman padi kepada peternak yang tergabung dalam enam kelompok tani penerima bantuan pengolahan pakan. Data dianalisis untuk menghitung populasi ternak berdasarkan satuan ternak, produksi dan daya dukung jerami padi sebagai sumber pakan sapi potong. Data populasi, struktur populasi, produksi dan daya dukung jerami padi dianalisis menggunakan rancangan acak lengkap untuk mengetahui perbedaan potensi di setiap kelompok tani. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05) di antara kelompok terhadap struktur populasi, produksi dan daya dukung jerami padi. Populasi sapi potong tertinggi berdasarkan satuan ternak berada pada kelompok tani Pitu Walie (59,13 ST) dan terendah pada kelompok Pada Idi (22,18 ST). Produksi dan daya dukung jerami padi tertinggi berada di kelompok Pada Idi (238,79 ton BK/104, 73 ST) dan terendah pada kelomok tani Mandiri (83,16 ton BK/36,47 ST). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jerami padi berpeluang sebagai sumber pakan sapi potong di kelompok tani di kabupaten Sidenreng Rappang.
KINERJA MESIN VERTICAL DRYER DALAM PROSES PENGERINGAN JAGUNG SEBAGAI BAHAN PAKAN Raita Humaira Junawan; M. Fadlirrahman Latief; Abdul Alim Yamin; Jasmal A. Syamsu
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 7, No 2 (2022): AGROVITAL VOLUME 7, NOMOR 2, NOVEMBER 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v7i2.3674

Abstract

Pengeringan merupakan suatu cara untuk menghilangkan sebagian besar air dari bahan dengan menggunakan energi panas. Penggunaan alat pengering buatan digunakan untuk menghindari kelemahan yang diakibatkan oleh metode pengeringan alami (penjemuran). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja mesin vertical dryer dalam proses pengeringan jagung sebagai bahan pakan. Tahapan penelitian yaitu pengambilan sampel, pengukuran kadar air awal, kerapatan tumptukan awal, proses pengeringan dan kerapatan tumpukan akhir. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jagung yang mengandung kadar air 18.9% dibutuhkan waktu 97 menit dalam pengeringan dengan persentase penurunan kadar air sebesar  1.3% setiap 30 menit dan efiseinsi kinerja mesin sebesar 33%. Pada kadar air 22.1%  waktu yang dibutuhkan adalah 170 menit dengan persentase penurunan kadar air sebanyak 1.4% setiap 30 menit dan efisiensi mesin sebanyak 36%. Kadar air awal 28.2% waktu yang butuhkan adalah 305 menit dengan persentase penurunan kadar air sebanyak 1.3% setiap 30 menit dan efisiensi mesin sebanyak 24%. Kesimpulan bahwa pengaruh kinerja mesin vertical dryer dalam proses pengeringan jagung sangat berpengaruh dengan persentase sebesar 94% hubungannya dengan waktu pengeringan dan kadar air, sedangkan total rata-rata penurunan setiap 30 menit yaitu 1,3% dengan efisiensi mesin yaitu 31%.
TEKNOLOGI SILASE RANSUM KOMPLIT SEBAGAI PAKAN TERNAK ITIK DI DESA BARANA KECAMATAN BANGKALA BARAT KABUPATEN JENEPONTO Sri Purwanti; Muhammad Ihsan A. Dagong; Ilham Syarif; Kumandari Indah Prahesti; Jasmal A. Syamsu
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 8, No 3 (2023): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v8i3.9124

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Hasanuddin-Program Kemitraan Masyarakat (PPMU-PK-M) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam manajemen pemeliharaan ternak itik khususnya pengembangan teknologi silase ransum komplit dalam memanfaatkan potensi sumber daya pakan lokal yang ada sebagai pakan alternatif untuk unggas khususnya itik. Target khusus yang ingin dicapai adalah terpenuhinya kebutuhan nutrisi ternak, khususnya ternak itik, dengan memanfaatkan sumber daya lokal dengan introduksi teknologi pengolahan pakan silase ransum. Permasalahan mitra yang menjadi fokus kegiatan adalah belum mengenal teknologi pakan alternatif dan pakan tidak tersedia secara kontinyu, serta manajemen pemeliharaan ternak itik  masih tradisional. Solusi yang ditawarkan adalah melaksanakan penyuluhan dan demostrasi pengolahan silase ransum komplit, serta pendampingan manajemen pemeliharaan ternak itik. Hasil pelaksanaan kegiatan penyuluhan menunjukkan tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan dapat dimengerti ditunjukkan dengan keaktifan peserta dalam diskusi dan interaksi selama berlangsungnya penyuluhan. Demonstrasi pembuatan silase ransum komplit mendapat respon yang sangat tinggi dari anggota kelompok ternak. Hal ini terlihat tingkat partisipasi dalam melibatkan diri dari setiap tahapan pembuatan silase ransum komplit dan peternak dapat melakukan sendiri. Kegiatan pendampingan dapat merubah pola pikir peternak dalam manajemen budidaya ternak itik bahwa memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi skala bisnis, dan mengharapkan kegiatan pendampingan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan.
DISEMINASI MINI FARM LAYER DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN PROTEIN HEWANI UNTUK MENCEGAH STUNTING DI DESA TOMPOBULU KECAMATAN TOMPOBULU KABUPATEN MAROS Sri Purwanti; Dian Saputra Marzuki; Abdul Alim Yamin; Hasrin Hasrin; Mita Arifa Hakim; Lisa Nasfati Muhammad; Jasmal A Syamsu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1612-1618

Abstract

Kabupaten Maros merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan memiliki angka stunting tahun 2022 mencapai 4.434 atau 14 persen dari 29.684 balita yang diperiksa. Tahun 2021 yakni 2.892 atau 9.47 persen dari 30.584 balita yang diperiksa. Untuk itu perlu upaya untuk mencegah terjadinya stunting sedini mungkin dengan penyediaan sumber protein hewani seperti telur untuk kebutuhan gizi keluarga dengan melakukan pemeliharaan ternak ayam petelur dalam bentuk mini farm. Pengabdian kepada masyarakat telah dilakukan di Desa Tompobulu Kecamatan Tompobulu dengan kelompok sasaran adalah kelompok tani Tompo Limbua. Tahapan kegiatan adalah persiapan dan pelaksanaan meliputi pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi. Hasil pelaksanaan pelatihan berdasarkan uji perbandingan nilai pre-test dan post-test menunjukkan perbedaan sangat nyata (P<0.01) pengetahuan peserta yaitu nilai post-test lebih tinggi dibanding nilai pres-test. Peningkatan pengetahuan peserta terkait dengan lingkup materi yaitu pengetahuan tentang mini farm layer, stunting dan pakan ayam petelur. Dalam tahapan pendampingan dilakukan bimbingan manajemen pemeliharaan ayam petelur, dan melakukan recording tentang pemberian pakan, produksi telur, dan penyakit. Recording dilakukan dengan mengisi cacatan harian (log book). Pelaksanaan monitoring dan evaluasi dilakukan selama program pengabdian kepada masyarakat.
DEMONSTRASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN SILASE JERAMI JAGUNG SEBAGAI SUMBER PAKAN SAPI POTONG DI KECAMATAN SUPPA KABUPATEN PINRANG Jasmal A Syamsu; Abdul Alim Yamin; Muhammad Hatta; Munir Munir; AM Fuad Al Kautsar Walinon; Ichlasul Amal
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 6 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i6.2247-2251

Abstract

Demonstrasi teknologi pengolahan silase jerami jagung dilaksanakan sebagai bagian kegiatan pengabdian kepada masyarakat Program Kemitraan Masyarakat Universitas Hasanuddin Tahun 2023 di Kelompok Tani Bulu Suda Kecamatan Suppa Kebupaten Pinrang. Demonstrasi pengolahan silase jerami jagung sebagai pakan sapi potong bertujuan untuk meningkatkan  keterampilan dan penguasaan teknologi petani peternak dalam hal pakan ternak. Tahapan kegiatan demonstrasi pengolahan silase jerami jagung meliputi tahapan persiapan dan  pelaksanaan, dan pendampingan kegiatan. Dalam pelaksanaan demonstrasi, respon peternak sangat tinggi. Hal ini ditunjukkan tingkat partisipasi dalam melibatkan diri dalam setiap tahapan pembuatan silase jerami jagung. Peternak memahami dengan baik pengolahan silase jerami jagung sehingga terjadi peningkatan keterampilan peternak dalam usaha penyediaan pakan untuk sapi potong.
PENINGKATAN MUTU GENETIK INDUK DAN CALON INDUK KAMBING PE PROLIFIK MELALUI PEMANFAATAN PAKAN KULIT BUAH KAKAO Zulkharnaim -; Jasmal A Syamsu; Muhammad Ihsan A Dagong; Sahiruddin Sabile
AVES: Jurnal Ilmu Peternakan Vol. 10 No. 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/aves.v10i2.185

Abstract

Pod husks from waste cocoa crops used as alternative feed goats Peranakan Etawah. This study aims to determine the impact of the pod husks as a feed supplement to increase body size of adult female and parent in preparing for pregnancy. A total of 30 goats were divided into 16 tails dara and 14 breeding, reared intensively for 60 days. Pod husks were feeding as many as 1000-1500 g / head / day. The analysis used the PCR RFLP. The results showed the average growth of Body Lenght for the adult female, the prolific parent and single parent respectively by 1.75, 2:18 and 1:59 cm, while the average increase respectively Shoulder Height 1:49, and 1:12 1.97 cm. The results of the analysis of PCR RFLP GH MspI produced three genotypes, namely TT; TC and CC. Obtained genotype frequencies of TT (0091); TC (0409) and CC (0500). GH MspI gene polymorphism is not associated with the prolific nature, but related with the average increase in body size. It can be seen in the TT genotype showed the average increase Body Lenght (2.26 cm) and Shoulder Height (1.80), while TC and CC is almost the same (not different). Program selection on the growth potential of goats can use TT genotype.
KETENGIKAN HIDROLISIS TEPUNG IKAN SEBAGAI BAHAN PAKAN PADA BERBAGAI WAKTU PENYIMPANAN Muhammad Ilham Tajuddin Tajuddin; M. Fadhlirrahman Latief Latief; Abdul Alim Yamin Yamin; Ichlasul Amal Amal; Jasmal A Syamsu Syamsu
AVES: Jurnal Ilmu Peternakan Vol. 16 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/aves.v16i1.2250

Abstract

The study aims to observe the effect of storage time on the hydrolytic rancidity of fish meal as source of protein in animal feed. This study used a completely randomized design with four treatments and four replications. The arrangement of the fish meal storage time treatments were T0: 0 weeks, T1: 2 weeks, T2: 4 weeks and T3: 6 weeks. Temperature and humidity were measured during storage in warehouse. Parameters measured were moisture and free fatty acid. The results showed that fish meal which has been stored at different times was significantly affecting (P<0.05) on moisture and free fatty acids. The average of temperature and humidity during storage (0 - 6 weeks) were 29-30oC and 60-76%. The highest moisture was 17.38% obtained in the T3 and the highest free fatty acid content was obtained at 4.30%.
Co-Authors . jamila . Jamila . Jamila, . . Jamilah A. Mujnisa, A. Mujnisa Abd Latief Toleng Abd. Rasyid Syamsuri Abdul Alim Yamin Abdul Alim Yamin Yamin Adzima, Ahmad Fauzan Agustina Abdullah Ahmad Fauzan Adzima Ahmad Muchlis Aisyah Bauw Akbar, Andi Muh Ali, Hikmah M. Alnita Baaka AM Fuad Al Kautsar Walinon Amal, Ichlasul Amas, Akmal Fikri Andi Muh Fuad Al Kautsar Walinono Andi Muh. Fuad AW Andi Muhammad Fuad AW Andi Muhammad Rusyidi Anie Asriany, Anie Anugra Nursamsami Asma Bio Kimestri Asmuddin, Asmuddin AW, Andi Muh Fuad Bahrun, Abd. Haris Budiman Nohong, Budiman Chrysostomus, H. Y. Deny Anjelus Iyai Desni Saragih Doma, Jamilah Dwi Nurhayati E Gumbira Sa’id E Gumbira Sa’id Elfira Kariane Suawa Fadhlirrahman Latief, M Farida Nur Yuliati Fransiska, Yuliana Fuad AW, Andi Muh. Fuad AW, Andi Muhammad Fuji Astuty Auza Hairuddin Hairuddin Hans Mamboai Haruna, Sulistiawati Hasrin Hasrin Hasrin Hasrin Hasrin Hasrin Hasrin, Hasrin Hasrul, Muhammad HERNI, HERNI Hikmah M Ali Hikmah M. Ali Hirdan, A. Nurul Izzah Ichlasul Amal Ichlasul Amal Ilahude, Meygi Caesarika Putri Ilham Rasyid Ilham Syarif Indrawirawan Indrawirawan Jamil, Muhammad Hatta Jamila Jamila Jamila Jamila John Arnold Palulungan K Mudikdjo K Mudikdjo Kumandari Indah Prahesti Lahay, Nancy Latief, M. Fadhlirrahman Lily A Sofyan Lisa Nasfati Muhammad M. Fadhlirrahman Latief M. Fadlirrahman Latief M. Rusdy, M. Rusdy Maharani, Nur Fadilah Maharani, Nur Fadillah Makarius Bajari Maria Arim Marzuki, Dian Saputra Maya Novi Mita Arifa Hakim Mita Arifah Hakim Mohammad Al-Tawaha, Abdel Razzaq Muh. Hatta Muh. Ridwan B Muhammad Arsyad Muhammad Hatta Muhammad Ihsan A Dagong Muhammad Ihsan A. Dagong Muhammad Ilham Tajuddin Tajuddin Munir Munir Munir Munir Munir, Munir Musran Munizu Mutalib, Abd. Nancy Lahay Nurhasmiati Nurhasmiati Nurlaelah, Siti Nursyam A Syarifuddin Putu Nara Kusuma Prasanjaya Rahim, Lellah Rahmadani, A. Rahmadani, Andi Raisa, Daeva Mubarika Raita Humaira Junawan Rinduwati, Rinduwati Rohmiyatul Islamiyati, Rohmiyatul Rusyidi, Andi Muhammad Sahiruddin Sabile Sahiruddin Sahiruddin Sahiruddin Sahiruddin Sa’id, E Gumbira Sema, Sema Sientje D. Rumetor Siti Halimatus Saadiyah Sitti Nurani Sirajuddin Sri Purwanti Sri Purwanti Stepanus R. Pakage dan B.W. Irianti Survidia Nur Syamsuddin Hasan, Syamsuddin Syamsuddin Nompo, Syamsuddin Syatrawati W. Nurmayani Wahyu Darsono Wahyu Jaelani Supriadi Walinono, Andi Muh.Fuad Al Kautsar Walinono, Andi Muhammad Fuad Watuwaya, Bogarth Kalikitnggamu Wijaya, Andis Yafed Muyan Yafed Syufi Yamin, Abdul Alim Zulkharnaim Zulkharnaim