Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Peternak melalui Pelatihan Budidaya Unggas Ternak Itik di Kota Makassar Jasmal A Syamsu; Hasrin Hasrin; Abdul Alim Yamin; Andi Muh. Fuad AW; Mita Arifah Hakim; Ilham Syarif; Sahiruddin Sahiruddin; Sri Purwanti; Hikmah M. Ali
Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 6, No 2 (2023): Jurnal PkM: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v6i2.16445

Abstract

Ternak unggas yaitu ternak itik merupakan ternak yang populer dipelihara oleh masyarakat Indonesia untuk menghasikan telur konsumsi yang mensuplai kebutuhan protein hewani yang potensial dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Para peternak banyak yang memelihara itik baik dalam sekala kecil (rumah tangga) atau pun dalam skala industri. Ternak ini mempunyai peran yang cukup penting dalam mendukung ketersediaan protein hewani. Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan dengan melakukan kegiatan pelatihan teknis budidaya ternak unggas khususnya ternak itik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat peternak dalam budidaya unggas khususnya itik petelur dalam mendukung pengembangan kelembagaan melalui kelompok usaha peternakan. Peserta pelatihan diikuti oleh peternak itik di Kota Makassar sebanyak 25 orang. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dengan menggunakan metode tatap muka di kelas lewat ceramah, tanya jawab, diskusi, dan uji sertifikasi kompetensi. Hasil kegiatan telah menetapkan peserta pelatihan telah memiliki sertifikat kompetensi mandor farm unggas petelur dengan unit kompetensi adalah menerapkan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja mampu melakukan biosekuriti, penyiapan kandang, pengelolaan itik fase starter dan grower, serta pengelolaan itik fase layer.
Potensi Kombinasi Maggot, Kunyit dan Indigofera Sebagai Antioksidan Alternatif Imbuhan Pakan Sri Purwanti; Nurhasmiati Nurhasmiati; Nancy Lahay; Jasmal A. Syamsu
Wahana Peternakan Vol. 6 No. 2 (2022): Wahana Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v6i2.616

Abstract

Abstract The purpose of this study is to find out how much antioxidant content combination maggot (Hermetia illucens), turmeric (Curcuma domestica) and Indigofera zollingeriana to be used as an alternative feed additive for poultry. This study used a complete randomized design with 6 treatments 3 replays using DPPH method with treatment P0 vitamin C (positive control), P1 (2,5% turmeric + 5% Indigofera + 25% larva BSF), P2 (2,5% turmeric+ 10% Indigofera + 20% larva BSF), P3 (2,5% turmeric + 15% Indigofera + 15% larva BSF), P4 (2,5% turmeric + 20% Indigofera + 10% larva BSF), P5 (2.5% turmeric + 25% Indigofera + 5% larva BSF). The observed parameters are antioxidant activity using orthogonal contrast tests and orthogonal polynomial tests. The results showed that the treatment had a very real effect (P<0.01) on antioxidant activity. Orthogonal contrast test results showed that the treatment of P0 (control) with the treatment of P1, P2, P3, P4 and P5 had a very noticeable effect (P<0.01) on antioxidant activity. Further tests of orthogonal polynomials showed that the highest antioxidant was in the P5 treatment (2,5% turmeric + 25% Indigofera + 5% larva BSF) 115.67%. It was concluded that a combination of  25% larva BSF (Hermetia illucens), 2,5% turmeric (Curcuma domestica) and 5% Indigofera zollingeriana can be used as an alternative feed additive source of antioxidants for poultry livestock. Keywords: Antioxidants, larva BSF, turmeric, Indigofera zollingeriana.
POTENSI KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL.) DAN INDIGOFERA ZOLLINGERIANA SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN UNTUK PAKAN UNGGAS Ilahude, Meygi Caesarika Putri; Purwanti, Sri; Syamsu, Jasmal A.
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 4 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v4i2.1270

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi, dengan mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif. Beberapa jenis bahan pakan yang dapat digunakan sebagai antioksidan yaitu daun Indigofera dan kunyit. Tepung pucuk Indigofera zollingeriana memiliki kandungan bahan aktif berupa β-karoten yang bermanfaat sebagai antioksidan serta pada kunyit kandungan kurkumin dan minyak atsiri yang bermanfaat sebagai antioksidan, keduanya memiliki bahan aktif yang bermanfaat sebagai antioksidan namun belum diketahui kemampuan aktivitas antioksidan kedua tanaman jika dikombinasikan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui seberapa besar aktivitas antioksidan yang terkandung dalam tepung Indigofera zollingeriana, kunyit dan kombinasi keduanya untuk dimanfaatkan sebagai alternatif feed additive pada unggas. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 3 ulangan perlakuan yang terdiri dari : P0 : Vitamin C, P1 : Tepung Indigofera 100%, P2 : Kunyit 100%, P3 : Tepung Indigofera 25% + Kunyit 75%, P4 : Tepung Indigofera 50% + Kunyit 50%, P5 : Tepung Indigofera 75% + Kunyit 25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap aktivitas antioksidan dengan nilai aktivitas antioksidan P0 : 97,12%, P1 : 26,34%, P2: 79,27%, P3 : 78,60%, P4 : 75,5%, P5 : 58,10%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan 100% tepung kunyit memiliki aktivitas antioksidan yang tertinggi, sedangkan penggunaan tepung Indigofera zollingeriana (100%) tidak direkomendasikan karena memiliki aktivitas antioksidan yang rendah. Kombinasi tepung Indigofera zollingeriana 25% + kunyit 75% dapat digunakan sebagai alternatif feed additive pada unggas dan memiliki nilai aktivitas antioksidan yang tinggi dibandingkan dengan kombinasi lainnya. Kata Kunci : Antioksidan, Feed additive, Indigofera zollingeriana, Kunyit
Edukasi Peternak Budidaya Maggot Sebagai Bahan Pakan Sumber Protein di Kabupaten Sidenreng Rappang (Program Bina Desa Mahasiswa Fakultas Vokasi Univeristas Hasanuddin) Yamin, Abdul Alim; Purwanti, Sri; Zulkharnaim, Zulkharnaim; Hasrin, Hasrin; Latief, M. Fadhlirrahman; Syamsu, Jasmal Ahmari
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v3i2.2642

Abstract

The implementation of community service through the Students Village Empowerment Program aims to disseminate and educate on the cultivation and processing of maggot as a protein source for poultry and increase the knowledge of farmers in using maggot as an alternative feed in poultry rations. The benefits of community service activities were to provide skills and knowledge about maggot utilization as a source of poultry feed so that it can be applied in poultry feed by the target audience or farmers. The village empowerment activity of the students was carried out in Kanie Village, Maritengngae District, Sidenreng Rappang Regency. The object of farmer groups were native chicken farmers, domestic chicken traders, and layer chicken farmers who were the part of Prima Karya Sentosa Livestock Farmer Group (35 people). The stages of implementing the activity are preparation including coordination, team and participants preparation including the 25-student engagement of the Animal Production Technology study program (DIV), and preparation of extension materials. The extension method was carried out in the form of a lecture and discussion with all members of the group. Training infrastructure and other facilities were provided by the farmer group partner. All the participants were expected to have knowledge and skills in cultivating maggots including the BSF maggot life cycle, maggot nutrient content, and maggot application in the feed after attending the training. Therefore, assistance should be conducted for the sustainable program of poultry management, especially applying maggots as poultry feed ingredients.
Pemberdayaan Peternak melalui Bimbingan Teknis Formulasi Ransum Ayam Buras Purwanti, Sri; Yamin, Abdul Alim; AW, Andi Muh Fuad; Hakim, Mita Arifa; Amal, Ichlasul; Herni, Herni; Syamsu, Jasmal Ahmari
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v5i1.4029

Abstract

Salah satu permasalahan yang dihadapi Kelompok Tani Batara Deceng dalam memproduksi pakan ayam buras adalah rendahnya kemampuan anggota kelompok dalam teknik formulasi ransum ayam buras. Untuk itu diperlukan upaya meningkatkan pengetahuan peternak dalam formulasi ransum dengan melakukan bimbingan teknis sebagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Bimbingan teknis formulasi ransum ayam buras dilaksanakan dengan tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi, dengan metode pembelajaran orang dewasa dengan penyajian materi dalam bentuk ceramah, tanya jawab/diskusi. Materi yang disampaikan dalam bimbingan teknis adalah bahan pakan dan kandungan nutrisinya, teknik formulasi ransum, feed additive, produksi pakan, serta praktik penyusunan ransum menggunakan komputer dengan Microsoft Excel. Beberapa hal yang menjadi topik pembahasan dalam diskusi antara lain pengaruh kualitas nutrisi bahan pakan terhadap kualitas ransum ayam buras, manfaat penggunaan feed additive dalam ransum dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan ayam buras, serta cara menghitung formulasi ransum. Tingkat pengetahuan peserta secara signifikan terjadi peningkatan dengan skor 54.28 sebelum bimbingan teknis, menjadi 68.67 setelah bimbingan teknis. Dengan demikian, bimbingan teknis formulasi ransum ayam buras yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan peserta.
Potensi Pen gembangan Sapi Sumba Ongole berdasarkan Pemanfaatan Limbah Pertanian: Studi Kasus Kabupaten Sumba Timur Watuwaya, Bogarth Kalikitnggamu; Syamsu, Jasmal Ahmari
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 8, No 3 (2021): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.793 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v8i3.15167

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji populasi dan struktur populasi sapi potong Sumba Ongole, potensi daya dukung limbah tanaman pangan guna pengembangan industri sapi potong serta menghitung kapasitas penambahan populasi ternak ruminansia (KPPTR). Data sekunder dianalisa menggunakan model analisis deskriptif, dan analisis kapasitas penambahan populasi ternak ruminansia (KPPTR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur populasi ternak di Kabupaten Sumba Timur sebesar 38.006 ST. Potensi limbah tanaman pangan berupa jerami diseluruh wilayah Kabupaten Sumba Timur sebesar 221.892 ton BK/ ha dengan produksi limbah terbesar berasal dari jerami jagung (38,62%), diikuti secara berturut-turut oleh jerami padi sawah (37.88%), jerami padi ladang (15,93%), jerami kacang tanah (3,13%), jerami ubi jalar (1,59%), jerami kacang hijau (0,57%) dan kacang kedelai (0,19%). Potensi limbah tanaman pangan ini mampu menampung ternak sejumlah 97.321 ST dan masih mampu menampung ternak sejumlah 59.315 ST. Nilai KPPTR tertinggi terdapat pada Kecamatan Lewa, yaitu sebesar 7.349 ST dengan pemanfaatan jerami limbah tanaman pangan sebesar 77,8 %, sementara Kecamatan Rindi memiliki nilai KPPTR terendah yaitu sebesar -1.309 ST, dengan pemanfaatan jerami limbah tanaman pangan sebesar -29,7%. Kata kunci: sapi potong, limbah tanaman pangan, kpptr Potential Development of Sumba Ongole Cattle based on Agricultural Waste Utilization:  A Case Study of East Sumba RegencyABSTRACTThe research aimed to study the population and population structure of Sumba Ongole beef cattle, the potential carrying capacity of food crop byproduct for the development of the beef cattle industry and to calculate the capacity of ruminant animal addition. The secondary data were analyzed using descriptive analysis models, and analysis of capacity of ruminant animal addition. The results showed that the structure of livestock population in East Sumba Regency was 38,006 AU. Potential food crop byproduct in the form of straw in the entire area of East Sumba Regency amounted to 221,892 tons DM/ha with the largest byproduct production coming from corn straw (38.62%), followed respectively by rice straw (37.88%), dryland rice straw (37.88%) 15.93%), peanut straw (3.13%), sweet potato straw (1.59%), green bean straw (0.57%) and soybean straw (0.19%). Potential food crop byproduct is able to accommodate a number of livestock 97,321 AU and still able to accommodate livestock as many as 59,315 AU. The highest Capacity of Ruminant Animal Addition value is in Lewa District, which is 7,349 AU with utilization of food crop byproduct straw at 77.8%, while Rindi District has the lowest capacity of ruminant animal addition value of -1.309 AU with utilization of food crop byproduct straw at -29.7%.Keywords: beef cattle, food crop byproduct, capacity of ruminant animal addition
Crop Residue as Beef Cattle Feed Resources for the Development of Integrated Crop-Livestock Systems Syamsu, Jasmal Ahmari; Yamin, Abdul Alim
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 10, No 2 (2023): JITRO, May
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jitro.v10i2.30035

Abstract

In Indonesia, livestock development is crucial in improving human resources and determining the future of a nation. The quality of human resources is influenced by the level of food consumption, especially animal-sourced protein consumption obtained from livestock. The consumption of animal protein is 16.67 grams per capita per day and contributes 25.8% to total protein consumption. Consumption of animal-based food such as meat is 4.46 grams, and eggs and milk are 3.43 grams per capita per day. The contribution of animal protein consumption is 0.76 grams per capita per day. Beef demand has rapidly grown over the past few years in Indonesia, but it is not matched by a significant increase in domestic beef production. One of the problems is the availability and continuity of the feed. Therefore, crop residue is a potential feed resource that can be used as an alternative feed. The integrated crop-livestock system can be a solution to overcome feed availability for beef cattle. For this reason, crop residue identification and mapping should be conducted in each region (province, regions/cities) to generate the database for development planning policy involved in the development area of a crop-livestock system based on the specific location for the appropriate crop. Keywords: beef cattle, crop residue, integrated farming, rice straw, corn
PELATIHAN PENGOLAHAN SILASE JERAMI JAGUNG SEBAGAI SUMBER PAKAN SAPI POTONG DI KECAMATAN PATAMPANUA KABUPATEN PINRANG Syamsu, Jasmal Ahmari; Purwanti, Sri; Adzima, Ahmad Fauzan; Munir, Munir; Fuad AW, Andi Muhammad; Amal, Ichlasul
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.17697

Abstract

Pelatihan teknologi pengolahan silase jerami jagung dilaksanakan sebagai bagian kegiatan pengabdian kepada masyarakat Program Pemberdayaan Wilayah Kecamatan Patampanua Kabupaten Pinrang. Pelatihan pengolahan silase jerami jagung sebagai pakan sapi potong bertujuan untuk meningkatkan  keterampilan dan penguasaan teknologi petani peternak dalam hal pakan ternak. Tahapan kegiatan pelatihan pengolahan silase jerami jagung meliputi tahapan persiapan dan  pelaksanaan, dan pendampingan kegiatan. Dalam pelaksanaan pelatihan, respon peternak sangat tinggi. Peternak memahami dengan baik pengolahan silase jerami jagung sehingga terjadi peningkatan pengetahuan peternak dalam usaha penyediaan pakan untuk sapi potong. Pelatihan silase jerami jagung berhasil meningkatkan pengetahuan peserta secara signifikan di semua aspek, terutama pada bahan fermentasi dan alat pengolahan, berkat pendekatan yang terstruktur.
PELATIHAN PENGOLAHAN SILASE JERAMI JAGUNG SEBAGAI SUMBER PAKAN SAPI POTONG DI KECAMATAN PATAMPANUA KABUPATEN PINRANG Jasmal Ahmari Syamsu; Sri Purwanti; Ahmad Fauzan Adzima; Munir Munir; Andi Muhammad Fuad AW; Ichlasul Amal
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.17697

Abstract

Pelatihan teknologi pengolahan silase jerami jagung dilaksanakan sebagai bagian kegiatan pengabdian kepada masyarakat Program Pemberdayaan Wilayah Kecamatan Patampanua Kabupaten Pinrang. Pelatihan pengolahan silase jerami jagung sebagai pakan sapi potong bertujuan untuk meningkatkan  keterampilan dan penguasaan teknologi petani peternak dalam hal pakan ternak. Tahapan kegiatan pelatihan pengolahan silase jerami jagung meliputi tahapan persiapan dan  pelaksanaan, dan pendampingan kegiatan. Dalam pelaksanaan pelatihan, respon peternak sangat tinggi. Peternak memahami dengan baik pengolahan silase jerami jagung sehingga terjadi peningkatan pengetahuan peternak dalam usaha penyediaan pakan untuk sapi potong. Pelatihan silase jerami jagung berhasil meningkatkan pengetahuan peserta secara signifikan di semua aspek, terutama pada bahan fermentasi dan alat pengolahan, berkat pendekatan yang terstruktur.
Penerapan Teknologi Pakan Lengkap Ternak Itik dalam Program Pemberdayaan Wilayah Kecamatan Patampanua Kabupaten Pinrang Syamsu, Jasmal Ahmari; Purwanti, Sri; Adzima, Ahmad Fauzan; Munir; Walinono, Andi Muh.Fuad Al Kautsar; Amal, Ichlasul
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v5i1.1247

Abstract

The application of complete feed technology to ducks is part of the Empowerment activities of Patampanua District, Pinrang Regency, in 2024. This activity increases productivity and efficiency in duck farming by demonstrating complete duck feed processing, at the Cenrana Farmers Group, Patampanua District, Pinrang Regency. The purpose of community service is to improve the skills of farmer group members in understanding and implementing complete feed technology, including feed raw materials, ration formulation techniques, duck feed nutritional quality, and complete duck feed processing techniques. The results of the implementation of community service show that the application of complete duck feed technology through a demonstration of feed processing based on local raw materials has been proven to increase the knowledge and skills of farmers. This can be seen from the increase in the average pre-test score (59.00 ± 6.05) to the post-test (70.76 ± 8.02), with significant differences in all aspects of the assessment. The active participation of farmers during the demonstration process, from grinding materials and mixing to storing feed, shows that the method of applying technology through practice-based accuracy, effective in improving technical skills and understanding in processing complete feed for ducks.
Co-Authors . jamila . Jamila . Jamila, . . Jamilah A. Mujnisa, A. Mujnisa Abd Latief Toleng Abd. Rasyid Syamsuri Abdul Alim Yamin Abdul Alim Yamin Yamin Adzima, Ahmad Fauzan Agustina Abdullah Ahmad Fauzan Adzima Ahmad Muchlis Aisyah Bauw Akbar, Andi Muh Ali, Hikmah M. Alnita Baaka AM Fuad Al Kautsar Walinon Amal, Ichlasul Amas, Akmal Fikri Andi Muh Fuad Al Kautsar Walinono Andi Muh. Fuad AW Andi Muhammad Fuad AW Andi Muhammad Rusyidi Anie Asriany, Anie Anugra Nursamsami Asma Bio Kimestri Asmuddin, Asmuddin AW, Andi Muh Fuad Bahrun, Abd. Haris Budiman Nohong, Budiman Chrysostomus, H. Y. Deny Anjelus Iyai Desni Saragih Doma, Jamilah Dwi Nurhayati E Gumbira Sa’id E Gumbira Sa’id Elfira Kariane Suawa Fadhlirrahman Latief, M Farida Nur Yuliati Fransiska, Yuliana Fuad AW, Andi Muh. Fuad AW, Andi Muhammad Fuji Astuty Auza Hairuddin Hairuddin Hans Mamboai Haruna, Sulistiawati Hasrin Hasrin Hasrin Hasrin Hasrin Hasrin Hasrin, Hasrin Hasrul, Muhammad HERNI, HERNI Hikmah M Ali Hikmah M. Ali Hirdan, A. Nurul Izzah Ichlasul Amal Ichlasul Amal Ilahude, Meygi Caesarika Putri Ilham Rasyid Ilham Syarif Indrawirawan Indrawirawan Jamil, Muhammad Hatta Jamila Jamila Jamila Jamila John Arnold Palulungan K Mudikdjo K Mudikdjo Kumandari Indah Prahesti Lahay, Nancy Latief, M. Fadhlirrahman Lily A Sofyan Lisa Nasfati Muhammad M. Fadhlirrahman Latief M. Fadlirrahman Latief M. Rusdy, M. Rusdy Maharani, Nur Fadilah Maharani, Nur Fadillah Makarius Bajari Maria Arim Marzuki, Dian Saputra Maya Novi Mita Arifa Hakim Mita Arifah Hakim Mohammad Al-Tawaha, Abdel Razzaq Muh. Hatta Muh. Ridwan B Muhammad Arsyad Muhammad Hatta Muhammad Ihsan A Dagong Muhammad Ihsan A. Dagong Muhammad Ilham Tajuddin Tajuddin Munir Munir Munir Munir Munir, Munir Musran Munizu Mutalib, Abd. Nancy Lahay Nurhasmiati Nurhasmiati Nurlaelah, Siti Nursyam A Syarifuddin Putu Nara Kusuma Prasanjaya Rahim, Lellah Rahmadani, A. Rahmadani, Andi Raisa, Daeva Mubarika Raita Humaira Junawan Rinduwati, Rinduwati Rohmiyatul Islamiyati, Rohmiyatul Rusyidi, Andi Muhammad Sahiruddin Sabile Sahiruddin Sahiruddin Sahiruddin Sahiruddin Sa’id, E Gumbira Sema, Sema Sientje D. Rumetor Siti Halimatus Saadiyah Sitti Nurani Sirajuddin Sri Purwanti Sri Purwanti Stepanus R. Pakage dan B.W. Irianti Survidia Nur Syamsuddin Hasan, Syamsuddin Syamsuddin Nompo, Syamsuddin Syatrawati W. Nurmayani Wahyu Darsono Wahyu Jaelani Supriadi Walinono, Andi Muh.Fuad Al Kautsar Walinono, Andi Muhammad Fuad Watuwaya, Bogarth Kalikitnggamu Wijaya, Andis Yafed Muyan Yafed Syufi Yamin, Abdul Alim Zulkharnaim Zulkharnaim