Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluation of the Effectiveness of Groin Buildings Against Erosion on Ujong Blang Beach Fran Cahya; Teuku Mudi Hafli; Fasdarsyah; Fadhliani; Nanda Savira Ersa; Yulia Prestika
Proceedings of International Conference on Multidisciplinary Engineering (ICOMDEN) Vol. 2 (2024): Proceedings of International Conference on Multidisciplinary Engineering (ICOMDEN)
Publisher : Faculty of Engineering, Malikussaleh University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ujong Blang Beach is a dynamic area characterized by a variety of ecosystems. It serves a variety of purposes, including housing, tourism, and fishing. However, the coastline at Ujong Blang Beach, Lhokseumawe, is experiencing changes due to natural factors such as waves and sediment transport, causing erosion. This research aims to evaluate the erosivity and effectiveness of groyne structures in preventing erosion at Ujong Blang Beach. The methodology used involves 3D Delft numerical simulation using a grid size of 10 m x 10 m and a time period of 0.4 minutes. Input data for the Delft 3D simulation includes topography, bathymetry, tidal patterns, wave action, morphological factors, and sediment data. The simulation results show that Ujong Blang Beach experienced erosion, specifically, Region I Segment experienced erosion of around -40,277 meters, Segment II experienced erosion of around -29,122 meters, and Segment III experienced erosion of around -18,403 meters.
Pemodelan Dampak Perubahan Iklim terhadap Pergerakan dan Dinamika Garis Pantai di Susoh, Aceh Teuku Mudi Hafli; Fasdarsyah Fasdarsyah; Syibral Malasyi; David Sarana; Mukhlis Mukhlis; Muhammad Fauzan
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1357

Abstract

Abstrak   Wilayah pesisir memiliki potensi besar bagi pembangunan ekonomi, sosial, dan ekologi, namun pemanfaatannya masih terbatas dan menghadapi tekanan lingkungan yang meningkat. Di Provinsi Aceh, kawasan pesisir semakin rentan akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia yang memicu kenaikan muka air laut, peningkatan frekuensi badai, abrasi, serta banjir rob. Salah satu wilayah yang terdampak adalah Pantai Susoh di Kabupaten Aceh Barat Daya yang memiliki fungsi penting sebagai kawasan wisata dan religius. Namun, abrasi terjadi hampir setiap tahun dan pada Oktober 2023 gelombang pasang akibat anomali iklim merusak lebih dari selusin rumah penduduk. Kondisi ini diperparah oleh banjir rob yang dipengaruhi penurunan muka tanah pasca gempa 2004. Penelitian ini menggunakan pemodelan numerik dengan metode morphological scale factor (morfac) untuk menganalisis kondisi eksisting dan memprediksi dinamika morfologi pantai jangka panjang. Hasil simulasi menunjukkan tren erosi berkelanjutan hingga 50 tahun mendatang dengan kemunduran garis pantai rata-rata ±200,19 m. Oleh karena itu, strategi mitigasi berbasis struktur pantai dan rehabilitasi ekosistem diperlukan untuk mengurangi risiko abrasi dan mendukung pengelolaan pesisir yang berkelanjutan.   Kata kunci: erosi pantai, mitigasi pesisir, morfac, pemodelan numerik, perubahan iklim   Abstrack   Coastal areas have significant potential for economic, social, and ecological development; however, their utilization remains limited and increasingly pressured by environmental changes. In Aceh Province, coastal regions are becoming more vulnerable due to climate change and human activities that contribute to sea level rise, increased storm frequency, coastal erosion, and tidal flooding. One of the affected areas is Susoh Beach in Southwest Aceh Regency, which plays an important role as a tourism and religious area. However, coastal erosion occurs almost every year, and in October 2023 storm surges triggered by climate anomalies damaged more than a dozen houses. This condition is further exacerbated by tidal flooding influenced by land subsidence following the 2004 earthquake. This study employs numerical modeling using the morphological scale factor (morfac) method to analyze existing conditions and predict long-term coastal morphological dynamics. The simulation results indicate a continuous erosion trend over the next 50 years, with an average shoreline retreat of approximately ±200.19 m. Therefore, mitigation strategies based on coastal protection structures and ecosystem rehabilitation are necessary to reduce erosion risk and support sustainable coastal management.   Keywords: Coastal erosion, coastal mitigation, morfac, numerical modeling, climate change
Performance Analysis Of Simpang Empat Matang Seulimeng Roundabout, West Langsa District, Langsa City Azkia Salsabila; Lis Ayu Widari; Teuku Mudi Hafli; Said Jalalul Akbar; Muthmainnah
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v4i1.907

Abstract

In West Langsa District, Langsa City, you can find Gampong Matang Seulimeng. Langsa is now home to a sizable urban population. Obviously, this will lead to daily traffic congestion in Langsa City, which in turn will result in delays, long queues, and congestion at intersections and highways. Many cars, each with its own agenda, starting point and end destination, collide at the roundabout. There are many roads leading to the Simpang Matang Seulimeng Roundabout in Langsa City, including Jalan Prof. A Madjid Ibrahim and Jalan Jendral Sudirman. The research team in Matang Seulimeng wanted to know how well the roundabout at the intersection worked and what kind of side obstacles it encountered. The results of this study, which uses PKJI 2014, suggest a new approach to improve the functionality of roundabouts. The medium class score of 494 was obtained from the data of side obstacles. The saturation degree value is 0.37 (LOS B) on Jl Prof. A. Majid AB. The intersection, 0.53 (LOS B) on Jl. Jenderal Sudirman BC, 0.87 (LOS D) on Jl. Prof. A. Majid CD, and 0.53 (LOS B) on Jl. Jenderal Sudirman DA were determined through roundabout performance analysis. These values indicate stable traffic, unstable traffic, unstable traffic, and stable traffic, respectively.
Spatial Analysis Of Road Demage Levels On The Bayu - Geudong Road, Syamtalira District, North Aceh Regency Using GIS Based SDI Method Hafli, Teuku Mudi; Burhanuddin; Fasdarsyah; Syibral Malaysi; Nura Usrina; Muhammad Reza
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v4i2.1010

Abstract

Jalan Bayu–Geudong yang terletak di Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, merupakan jalan nasional di wilayah utara Provinsi Aceh. Jalan ini berfungsi sebagai penghubung strategis antara Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara. Pemilihan ruas jalan ini sebagai objek penelitian didasarkan pada fungsinya sebagai jalan kolektor serta kerusakan yang terlihat jelas di permukaannya. Berbagai jenis kendaraan, mulai dari ringan, menengah, hingga berat, sering melintasi jalan ini, sehingga menyebabkan penurunan kualitas perkerasan. Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan untuk mengumpulkan data langsung dari lokasi jalan. Permukaan jalan dibagi menjadi segmen-segmen sepanjang 100 meter dengan lebar penuh jalan, di mana setiap segmen menjadi unit sampel penelitian. Kondisi permukaan jalan dinilai dengan berjalan menyusuri seluruh panjang jalan Bayu–Geudong sejauh 2,5 km. Untuk setiap segmen, jenis dan tingkat kerusakan diidentifikasi, diukur, dan dicatat, termasuk luas dan kedalaman kerusakan untuk setiap jenis kerusakan, menggunakan formulir standar. Berdasarkan perhitungan Surface Distress Index (SDI), nilai rata-rata SDI pada semua segmen adalah 34,9, yang menunjukkan bahwa jalan tersebut berada dalam kondisi baik dan termasuk dalam kategori pemeliharaan rutin. Data SDI kemudian diintegrasikan ke dalam ArcMap untuk menghasilkan peta analisis spasial yang mencakup atribut seperti nomor segmen, STA (stationing), koordinat, jenis kerusakan, dan tingkat kerusakan. Berdasarkan data kondisi dan analisis spasial, disusun rencana anggaran dan program kerja untuk mendukung upaya pemeliharaan dan perbaikan Jalan Syamtalira Bayu–Geudong, mencakup STA 0+000 hingga STA 2+500 di Aceh Utara.
Analysis Probability Of Public Transportation Mode Choice Between Bus And Hiace Minibus On The Lhokseumawe - Banda Aceh Route Said Jalalul Akbar; Hafli, Teuku Mudi; M. Fauzan; Muthmainnah; Nura Usrina; Ikhsan Maulana
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v4i2.1011

Abstract

Transportasi memegang peran penting dalam mendukung pembangunan nasional, berfungsi sebagai penggerak, fasilitator, dan penghubung antarwilayah. Dalam perencanaan transportasi, pemodelan pemilihan moda menjadi aspek krusial mengingat peran strategis angkutan umum dalam membentuk kebijakan transportasi. Pada rute Lhokseumawe–Banda Aceh, penumpang dihadapkan pada pilihan antara dua jenis transportasi umum berbasis jalan: bus antar kota Putra Pelangi dan minibus HiAce. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pengguna transportasi umum, faktor yang memengaruhi pemilihan moda, serta probabilitas pemilihan bus Putra Pelangi atau minibus HiAce pada rute tersebut. Metode stated preference digunakan, dengan analisis data mengacu pada model binary logit melalui perangkat lunak SPSS. Hasil survei menunjukkan kecenderungan responden: 38 orang memilih bus Putra Pelangi, sedangkan 62 orang memilih minibus HiAce. Mayoritas penumpang berusia 20–30 tahun. Responden laki-laki cenderung memilih bus, sementara perempuan lebih memilih minibus HiAce. Dari segi pendapatan, penumpang dengan penghasilan Rp500.000–Rp1.000.000 per bulan cenderung memilih bus, sedangkan yang berpenghasilan di atas Rp3.000.000 lebih memilih minibus HiAce. Faktor-faktor tersebut terbukti signifikan memengaruhi pemilihan moda, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,963 atau 96,3%, menunjukkan kekuatan penjelas model yang tinggi. Fungsi utilitas yang diperoleh dari model binary logit adalah: Ubus-UHiace = 0.569 + 0.022X₁ + 0.108X₂ + 0.019X₃ + 0.129X₄ + 0.018X₅ Analisis probabilitas menunjukkan bahwa jika kedua moda transportasi ditawarkan dengan tarif yang sama, kemungkinan pemilihan bus Putra Pelangi hanya 4%, sedangkan minibus HiAce dipilih oleh 96% responden. Namun, jika tarif bus Putra Pelangi diturunkan sekitar Rp90.000, probabilitas pemilihan kedua moda akan setara, masing-masing dipilih oleh 50% penumpang.
Pengaruh Penggunaan Abu Cangkang Kelapa Sawit Pada Batako Terhadap Nilai Kuat Tekan Dan Penyerapan Air David Sarana; Sofyan; Farhan Wini Sara; Syibral Malasyi; Hafli, Teuku Mudi; M Fauzan
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v4i2.1012

Abstract

Concrete block is a building element made from a mixture of Portland cement or pozzolan, sand, water, and other additives. This study aims to evaluate the effect of adding palm shell ash as a partial cement substitution material on the compressive strength and water absorption of concrete block according to SNI 03-0349-1989. The variations of palm shell ash substitution used were 5%, 10%, 15%, and 20% of the cement weight. The test results showed that the average compressive strength values for the BN (normal), BA-5, BA-10, BA-15, and BA-20 variations were 8.88 MPa, 12.2 MPa, 7.9 MPa, 7.2 MPa, and 6.7 MPa, respectively. The optimum compressive strength value was achieved in the BA-5 variation with a value of 12.2 MPa and was included in the classification of quality I concrete block. A decrease in compressive strength occurred in variations above 5%, but still met quality standards I and II. The water absorption test showed consecutive values of 10%, 10.5%, 13.4%, 13.2%, and 15.3%, where all variations were still below the maximum limit of 25% according to SNI and categorized as quality I. Thus, palm shell ash has the potential to be a cement substitute in making bricks, especially at a content of 5%, which provides the best mechanical and physical performance.
Pemodelan Pemilihan Moda Transportasi Udara Dan Darat Rute Lhokseumawe-Medan Syibral Malasyi; Suci Desna; Herman Fithra; Hafli, Teuku Mudi; David Sarana; Mukhlis
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v4i2.1013

Abstract

The choice of transportation mode is influenced by various travel characteristics and individuals’ socio-economic factors. This study employed an observational method followed by multiple linear regression analysis to identify the factors affecting mode choice, as well as a binary logit model to estimate the probability of selecting each mode. Data were collected through a questionnaire survey of 296 respondents. The results indicate that land transportation modes (public buses and minibuses) were more commonly chosen by female respondents, aged ≤30 years, with a high school education, who were students, had a monthly income of ≤Rp3,000,000, travel costs of ≤Rp300,000, and travel times of ≥3 hours. In contrast, air transportation tended to be chosen by male respondents, aged >30 years, holding a bachelor's degree, employed as civil servants, and earning more than Rp3,000,000, with the main reason being comfort despite the higher travel cost (>Rp300,000). The regression analysis showed that gender, education level, monthly income, travel cost, and travel time significantly influenced transportation mode choice. The binary logit model estimated a 60% probability for choosing air transportation and 40% for land transportation. These findings provide valuable input for transportation planners in formulating policies to improve accessibility and the quality of transportation services.
Pengaruh Debit Limpasan Banjir Terhadap Kawasan Matangkuli Pada Subdas Krueng Keureuto Fadhliani Fadhliani; Nanda Savira Ersa; Teuku Mudi Hafli
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i2.667

Abstract

Abstrak Banjir merupakan salah satu bencana alam di mana air yang berlebihan tidak mampu dialirkan ke sungai maupun saluran saluran yang ada (drainase). Kecamatan Matangkuli merupakan salah satu daerah terdampak banjir dari Krueng Keureuto. Hampir setiap tahun terjadi banjir yang merugikan aspek sosial ekonomi masyarakat. Oleh karena itusebagai studi awal terlebih dahulu perlu dilakukanperlu dilakukan analisa dampak banjir terhadap kawasan Matangkuli di sepanjang sungai Keureuto. Curah hujan rencana dianalisis dengan periode ulang 20, 50 dan 100 tahun. Analisis hidrograf banjir menggunakan persamaan Nakayasu. Untuk melakukan simulasi aliran sungai menggunakan software HEC-RAS Mapper. Hasil yang diperoleh pada lokasi tinjauan, sungai tidak dapat menampung debit banjir rencana. Selain itu, diprediksi genangan banjir sedalam 1-2 meter dengan klasifikasi bahaya banjir menengah hingga berat. Kata kunci: banjir, HEC-RAS, debit rencana Abstract Flood is one of the natural disasters where excessive water is not able to collected by existing channels (drainage). Kecamatan Matangkuli is one of the flood-prone areas around Krueng Keureuto. Almost every year there are floods that harm the community. Therefore, as a prior study, it is necessary to analyze the impact of Krueng Keureuto flood on the Matangkuli area. Planned rainfall was analyzed with return periods of 20, 50 and 100 years. Flood hydrograph analysis using the Nakayasu equation. HEC-RAS Mapper is used to perform river flow simulation. Results show that the river section cannot accommodate the planned flood discharge. In addition, hazard flood is classified medium to high with depth flood 1-2 meters. Keywords: flood, HEC-RAS, planned rainfall
Pemodelan Dampak Perubahan Iklim terhadap Pergerakan dan Dinamika Garis Pantai di Susoh, Aceh Teuku Mudi Hafli; Fasdarsyah Fasdarsyah; Syibral Malasyi; David Sarana; Mukhlis Mukhlis; Muhammad Fauzan
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1357

Abstract

Abstrak   Wilayah pesisir memiliki potensi besar bagi pembangunan ekonomi, sosial, dan ekologi, namun pemanfaatannya masih terbatas dan menghadapi tekanan lingkungan yang meningkat. Di Provinsi Aceh, kawasan pesisir semakin rentan akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia yang memicu kenaikan muka air laut, peningkatan frekuensi badai, abrasi, serta banjir rob. Salah satu wilayah yang terdampak adalah Pantai Susoh di Kabupaten Aceh Barat Daya yang memiliki fungsi penting sebagai kawasan wisata dan religius. Namun, abrasi terjadi hampir setiap tahun dan pada Oktober 2023 gelombang pasang akibat anomali iklim merusak lebih dari selusin rumah penduduk. Kondisi ini diperparah oleh banjir rob yang dipengaruhi penurunan muka tanah pasca gempa 2004. Penelitian ini menggunakan pemodelan numerik dengan metode morphological scale factor (morfac) untuk menganalisis kondisi eksisting dan memprediksi dinamika morfologi pantai jangka panjang. Hasil simulasi menunjukkan tren erosi berkelanjutan hingga 50 tahun mendatang dengan kemunduran garis pantai rata-rata ±200,19 m. Oleh karena itu, strategi mitigasi berbasis struktur pantai dan rehabilitasi ekosistem diperlukan untuk mengurangi risiko abrasi dan mendukung pengelolaan pesisir yang berkelanjutan.   Kata kunci: erosi pantai, mitigasi pesisir, morfac, pemodelan numerik, perubahan iklim   Abstrack   Coastal areas have significant potential for economic, social, and ecological development; however, their utilization remains limited and increasingly pressured by environmental changes. In Aceh Province, coastal regions are becoming more vulnerable due to climate change and human activities that contribute to sea level rise, increased storm frequency, coastal erosion, and tidal flooding. One of the affected areas is Susoh Beach in Southwest Aceh Regency, which plays an important role as a tourism and religious area. However, coastal erosion occurs almost every year, and in October 2023 storm surges triggered by climate anomalies damaged more than a dozen houses. This condition is further exacerbated by tidal flooding influenced by land subsidence following the 2004 earthquake. This study employs numerical modeling using the morphological scale factor (morfac) method to analyze existing conditions and predict long-term coastal morphological dynamics. The simulation results indicate a continuous erosion trend over the next 50 years, with an average shoreline retreat of approximately ±200.19 m. Therefore, mitigation strategies based on coastal protection structures and ecosystem rehabilitation are necessary to reduce erosion risk and support sustainable coastal management.   Keywords: Coastal erosion, coastal mitigation, morfac, numerical modeling, climate change
Analisis Spasial Bahaya dan Risiko Banjir Menggunakan Software HEC-RAS dan InaSAFE pada Wilayah DAS Sungai Bingei Adrian Adi Hidayat; Fadhliani; Teuku Mudi Hafli; Fasdarsyah; Nura Usrina
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i2.1425

Abstract

Abstrak   DAS Sungai Bingei berada di Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara merupakan wilayah yang sering mengalami kejadian banjir yang berdampak pada permukiman dan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan genangan banjir menggunakan HEC-RAS 2D serta menganalisis tingkat bahaya dan risiko banjir terhadap bangunan menggunakan InaSAFE. Debit banjir dihitung menggunakan HSS Nakayasu berdasarkan data curah hujan NASA Power periode 2006–2025 untuk kala ulang 25, 50, 100, 200, dan 1000 tahun, dengan debit maksimum sebesar 877,84 m³/detik. Hasil simulasi menunjukkan luas genangan berturut-turut sebesar 224,47 Ha, 246,06 Ha, 270,77 Ha, 288,13 Ha, dan 331,21 Ha. Hasil validasi model menunjukkan kesesuaian terbaik pada Q100 dengan nilai NSE sebesar 0,872 dan PBIAS sebesar -1,161. Analisis InaSAFE pada skenario Q100 mengidentifikasi 2744 bangunan berisiko tinggi, 1139 bangunan berisiko sedang, dan 1027 bangunan berisiko rendah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam mitigasi serta perencanaan penanganan banjir di Sungai Sei Bingei, Kota Binjai, Sumatera Utara. Kata kunci: banjir, HSS Nakayasu, penilaian risiko banjir, HEC-RAS 2D, InaSAFE   Abstract   The Bingei River watershed (DAS Sungai Bingei), located in Binjai City, North Sumatra Province, Indonesia, is an area frequently affected by flooding that impacts settlements and infrastructure. This study aims to map flood inundation using the HEC-RAS 2D model and to analyze flood hazard and risk to buildings using InaSAFE.Flood discharge was estimated using the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph (SUH) based on NASA Power rainfall data for the period 2006–2025 for return periods of 25, 50, 100, 200, and 1000 years, with a maximum discharge of 877.84 m³/s. The simulation results show inundation areas of 224,47 ha, 246,06 ha, 270,77 ha, 288,13 ha, and 331,21 ha, respectively. Model validation indicates the best performance at the 100-year return period (Q100), with an NSE value of 0,872 and a PBIAS of -1,161. InaSAFE analysis for the Q100 scenario identifies 2744 buildings at high risk, 1139 at medium risk, and 1027 at low risk. The findings are expected to serve as a basis for flood mitigation and future flood management planning in the Bingei River basin Binjai City, North Sumatera.   Keywords: flood, Nakayasu SUH, flood risk assessment, HEC-RAS 2D, InaSAFE
Co-Authors . Zulfan Abdan Syakura Abubakar Dabet Adrian Adi Hidayat Adzuha Desmi Ahmad Nayan Ali Nur Muhammad Zaidin Balatif Aljufri Aljufri Almahibi, Saif Amir, Fachrurozi Anjani, Mira Anjella, Eva Asnawi Azi Maulana Ikbal Azkia Salsabila Batari Putri Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Bustami Bustami Cut Aulia Nebirizki Dahlan Abdullah David Sarana David Sarana David Sarana Erniati Ersa, Nanda Savira F Fahmi Fadhil Risky Ramadhana Fadhliani Fadhliani Fadhliani, Fadhliani Farhan Wini Sara Fasdarsyah Fasdarsyah Fasdarsyah Fazil, M Febriza, Fira Fran Cahya Hamzani Hamzani Harahap, Usnia Puada Hasibuan, Rani Adinda Melani Helmy, Iqbal Adinata Setia Helmy, Wesli Herman Fithra Ikhsan Maulana Imanullah Imanullah, Imanullah Indra Indra K Khairina Khairullah, K Khatami, Syahril Lis Ayu widari Lis Ayu Widari Lis Ayu Widari, Lis Ayu M Fauzan M Fauzan M FAUZAN M Muhammad M Mukhlis M, Mukhlis M. Fauzan Maizuar Maizuar Malaysi, Syibral Mira Anjani Mirza Fahmi Mirza Fahmi Mirza Fahmi Mirza Fahmi Mirza, Ichsan Muhammad Muhammad Fauzan Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Reza Mukhlis Mukhlis Mukhlis Mukhlish Muhammad Nur Musa Al'ala MUTHMAINNAH Noviyansyah, Bagas Nur Azura Lubis Nura Usrina Nurlaila, Rizka Nurul Islami, Nurul Putra, M. Afif Tri Putri, Batari Reza Putra Said Jalalul Akbar Sari Rama Indah Shadiqin, Imam Siti Ramadani Sofyan Sofyan Sofyan Suci Desna Suryati Suryati Syahri Ramadhan, Syahri Syamsiar, Syamsiar Syamsul Bahri Syibral Malasyi Syibral Malasyi Syibral Malasyi Syibral Malasyi, Syibral Syibral Malaysi Wesli Wesli Yudho Andika Yulia Prestika