Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PELATIHAN TATA CARA PENYELENGGARAAN JENAZAH Anita Indria; Elvi Rahmi; Yosi Aryanti; M. Yemmardotillah; Beni Firdaus
Jurnal Pema Tarbiyah Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/pema.v4i1.4414

Abstract

Kegiatan ini merupakan pelatihan tata cara penyelenggaran jenazah yang diadakan dengan tujuan menyatukan pendapat sehingga tidak ada lagi perselisihan yang terjadi di tengah-tengah Masyarakat. Penyelenggaraan jenazah hukumnya fardhu kifayah yang merupakan kewajiban bagi kaum muslimin yang apabila dilakukan oleh Sebagian kecil muslimin itu sudah menyelamatkan kaum muslimin yang lainnya. Banyak Masyarakat yang meragukan tata cara penyelenggaraan jenazah terutama pada bagian memandikan. Kenagarian Panampuang mengadakan pelatihan tata cara penyelenggaraan jenazah untuk menyatukan pendapat tersebut. Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen STIT Ahlussunnah Bukittinggi yang bertempat di Aula Wali Nagari Panampuang Kecamatan Ampek Angkek. Pelatihan ini diawali dengan pembukaan dari wali nagari dan pemuka Masyarakat, kemudian penjelasan dari narasumber secara teori dan praktek. Setelah penjelasan secara teori, saat sesi tanya jawab banyak bermunculan pertanyaan yang berkaitan dengan memandikan jenazah. Setelah memberikan penjelasan secara teori, lanjut dengan mempraktekkan cara mengafani jenazah yang diselingi oleh pertanyaan peserta. Peserta yang hadir merupakan Ibu-ibu majlis ta’lim yang masih aktif di tengah-tengah Masyarakat Nagari Panampuang. Setelah pelatihan tata cara penyelenggaraan jenazah ini, para peserta menyadari bahwa perbedaan selama ini tidak melanggar syari’at. Selanjutnya setiap menyelenggarakan jenazah sudah bisa memaklumi hal-hal yang berkaitan dengan adat budaya yang tidak mempengaruhi aturan syari’at dalam pelaksanaannya.
Portrait of Regional Regulations for Public Order and Tranquility in a Tolerant and Inclusive Society in West Sumatra Deri Rizal; Alfurqan; M. Yemmardotillah; Rahmi Wiza; Edi Saputra; Syuhood B. Kooria
El-Mashlahah Vol 15 No 2 (2025)
Publisher : Sharia Faculty of State Islamic Institute (IAIN) Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/el-mashlahah.v15i2.7826

Abstract

The study addressed the gap in understanding how local wisdom and religious moderation are integrated into regional regulations in West Sumatra, a region with rich customary and religious traditions but ranked low on the national tolerance index. Despite having a strong philosophical foundation in Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah, current legal instruments may not adequately reflect these values to foster a tolerant and inclusive society. The study aimed to examine the portrait of regional regulations on public order and public tranquility in West Sumatra from 2009 to 2023, to realize a tolerant and inclusive society. The method used an empirical legal research with a socio-legal approach drawn from primary data in West Sumatra. The findings showed that the Regional Regulations (Perda) in West Sumatra have not yet embodied the principles of public order and social tranquility based on tolerance and inclusivity. Of the 634 Perdas analyzed from 2009 to 2023, only 2.2% addressed issues related to public order. Moreover, they narrowly focused on nuisance permits, alcoholic beverage control, and public morality. Therefore, this indicated a significant gap in incorporating local wisdom and religious values rooted in the Minangkabau philosophy of Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah, into regulatory frameworks that promote harmony in a pluralistic society.