Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Frekuensi Penggunaan Antimikroba Oral pada Tatalaksana Terapi Pasien Acne Vulgaris di RSUD Toto Kabila Gorontalo Tuloli, Teti Sutriyati; Asriastuti, Andi Nabirah; Gubali, Derina Dwifrila Ridhani; Indriatawati, Jihan; Rombe, Nensy Toban; Kahar, Putri Kartika Adhilia; Tolulu, Sri Noviani
Jurnal Sehat Mandiri Vol 19 No 1 (2024): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 19, No.1 Juni 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v19i1.1219

Abstract

Acne vulgaris is a chronic inflammatory disorder that occurs in the polysebaceous unit and is generally caused by infection with the bacterium Propionibacterium acnes. The role of these bacteria in the pathogenesis of acne is the basis for giving antimicrobials or antibiotics in the management of acne vulgaris therapy, both in topical and oral forms. This study aims to describe the frequency of use of oral antimicrobials in the treatment of acne vulgaris and to determine the accuracy of antibiotic selection based on the severity of acne at Toto Kabila General Hospital, Gorontalo. This type of research is an observational study with a descriptive design and data collection was carried out retrospectively using medical record sheets from patients diagnosed with acne vulgaris. The results showed that of the 6 cases, there were 3 types of oral antibiotics used in the management of acne vulgaris, namely clindamycin, doxycycline and amoxicillin. Oral antibiotic therapy was found to be used alone in 5 cases, consisting of clindamycin 33.3%, doxycycline 33.3%, and amoxicillin 16.7%. While the use of a combination of antibiotics was only found in 1 case, namely a combination of clindamycin and gentamicin cream of 16.7%. Based on these results, it concluded that antibiotic therapy given as monotherapy or a combination of antibiotics in this study is not appropriate because it has the potential for resistance and recommended that all health workers and families pay attention to the use of antibiotics.
Tatalaksana Terapi Antibiotik pada Pasien Infeksi Saluran Kemih di Salah Satu Rumah Sakit di Gorontalo: Studi Kasus Papeo, Dizky Ramadani Putr; Tuloli, Teti Sutriyati; Otoluwa, Siti Zahra; Maghfiroh, Adinda Nur; Anggraini, Diva Nur; Yahya, Fiantika Ambadar; AinunSusanto, Iffanda Nur
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 4 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i4.107217

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi nosokomial tersering yang memerlukan tatalaksana antibiotik yang tepat dan individual. Penelitian ini bertujuan untuk menyalakan terapi antibiotik pada pasien wanita usia 58 tahun yang didiagnosis ISK komplikata di salah satu rumah sakit di Gorontalo. Kajian studi kasus ini menggunakan pendekatan SOAP (Subjektif, Objektif, Penilaian, Perencanaan) dan fokus pada evaluasi klinis pasien dari awal hingga akhir perawatan. Pasien awalnya diberi terapi levofloksasin intravena, namun mengalami reaksi alergi sehingga terapi diganti menjadi seftriakson. Gejala klinis membaik setelah penyesuaian terapi, antibiotik dan kemudian dialihkan ke bentuk sefiksim oral untuk perawatan lanjutan di rumah. Pemberian cetirizine dan metilprednisolon efektif mengatasi reaksi alergi. Studi ini menekankan pentingnya penggunaan terapi empiris yang tepat, identifikasi dini terhadap reaksi obat, serta transisi aman dari terapi parenteral ke oral. Tidak dilakukannya kultur urin menjadi keterbatasan dalam evaluasi. Secara keseluruhan, terapi antibiotik yang diberikan sesuai dan memberikan hasil terapi yang baik. 
Ketepatan Penggunaan Obat Antibiotik pada Pasien Rawat Inap Infeksi Saluran Kemih di Rsud Toto Kabila Tahun 2025 Kadullah, Siti Fauziah; Tuloli, Teti Sutriyati; Madania, Madania
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.564

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi bakteri yang sering ditemukan pada pasien rawat inap dan memerlukan penggunaan antibiotik yang tepat untuk mencegah resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap dengan ISK di RSUD Toto Kabila tahun 2025. Penelitian menggunakan desain observasional dengan metode retrospektif berdasarkan data rekam medis pasien periode Januari–Juli 2025. Sampel terdiri dari 38 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pasien terdiagnosis ISK tidak terkomplikasi. Sebagian besar pasien menjalani rawat inap selama 1–4 hari (89,7%). Dari total 369 penggunaan antibiotik, antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu Cefixime (36,9%), diikuti Ceftriaxone (35,4%) dan Levofloxacin (10,8%). Evaluasi ketepatan berdasarkan pedoman tata laksana ISK Kementerian Kesehatan RI tahun 2022 menunjukkan bahwa ketepatan jenis antibiotik mencapai 97,4%, dengan satu kasus penggunaan Metronidazole yang tidak sesuai. Ketepatan indikasi juga mencapai 97,4%, sedangkan ketepatan dosis dan durasi terapi menunjukkan hasil 100%, yang berarti seluruh pasien menerima dosis dan durasi pemberian antibiotik sesuai standar. Kesimpulan dari penelitian ini, penggunaan antibiotik pada pasien ISK rawat inap di RSUD Toto Kabila sudah tergolong tepat dan sesuai pedoman. Meskipun demikian, evaluasi berkala tetap diperlukan untuk mengurangi potensi ketidaktepatan terapi dan mencegah resistensi antibiotik di fasilitas pelayanan kesehatan.
Evaluasi Penggunaan Obat GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) dan Potensi Interaksi Obat pada Pasien Rawat Inap di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Tahun 2024 M. Tantu, Nurtirsya Aprilyani; Abdulkadir, Widy Susanti; Tuloli, Teti Sutriyati
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.569

Abstract

Gaya hidup tidak sehat seperti merokok, konsumsi alkohol, obesitas, pola makan berlebihan, konsumsi kopi, stres, serta kebiasaan berbaring setelah makan dapat memicu terjadinya gangguan sistem pencernaan, salah satunya Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), yaitu kondisi refluks isi lambung ke esofagus secara berulang yang menimbulkan gejala dan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat GERD dan potensi interaksi obat pada pasien rawat inap di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Tahun 2024 dengan desain observasional deskriptif retrospektif terhadap 33 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien didominasi oleh perempuan (70%) dengan rentang usia terbanyak 18–40 tahun (82%), serta penggunaan obat terbanyak berasal dari golongan proton pump inhibitor (PPI), khususnya omeprazole (39%). Evaluasi penggunaan obat menunjukkan ketepatan pasien, obat, indikasi, dan dosis sebesar 100%. Potensi interaksi obat yang ditemukan didominasi oleh interaksi farmakokinetik pada fase absorpsi, terutama melibatkan sucralfat dengan obat oral lain, bersifat moderate, tidak ditemukan interaksi mayor, dan dapat dicegah melalui pengaturan waktu pemberian obat serta pemantauan klinis, sehingga terapi yang diberikan dinilai rasional dan relatif aman. Berdasarkan hasil penelitian di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe tahun 2024, penggunaan obat GERD telah memenuhi kriteria rasionalitas terapi (tepat pasien, obat, indikasi, dan dosis) dengan tingkat kesesuaian 100%, sementara potensi interaksi obat didominasi interaksi farmakokinetik pada fase absorpsi—terutama melibatkan sukralfat dengan obat oral lain—bersifat sedang (moderate), tanpa interaksi mayor, sehingga terapi relatif aman dan dapat dicegah melalui pengaturan waktu pemberian obat serta pemantauan klinis yang tepat.
Evaluasi Waktu Tunggu Pelayanan Resep Obat Pasien Rawat Jalan yang Dilayani di Instalasi Farmasi RSUD. dr. Zainal Umar Sidiki Kab. Gorontalo Utara Alamri, Mutia; Tuloli, Teti Sutriyati; Thomas, Nurain
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.570

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengevaluasi waktu tunggu pelayanan resep obat pasien rawat jalan yang dilayani di Instalasi Farmasi RSUD dr. Zainal Umar Sidiki Kabupaten Gorontalo Utara berdasarkan SPM rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, dilakukan secara prospektif pada periode 15–22 Oktober 2025. Sebanyak 302 resep dianalisis, terdiri atas 13 resep racikan dan 289 resep non-racikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu resep racikan adalah 26 menit, sedangkan rata-rata waktu tunggu resep non-racikan adalah 9,2 menit. Nilai maksimum waktu tunggu tercatat 47 menit untuk racikan dan 57 menit untuk non-racikan, sementara nilai minimum masing-masing adalah 12 menit dan 1 menit. Standar deviasi resep racikan sebesar 1,6 menit menunjukkan variasi waktu tunggu yang stabil, sedangkan non-racikan memiliki standar deviasi lebih tinggi yaitu 17,37 menit karena dipengaruhi jumlah resep dan fluktuasi kunjungan pasien. Kesimpulan penelitian ini yaitu waktu tunggu pelayanan resep racikan dan non-racikan di instalasi farmasi RSUD dr. Zainal Umar Sidiki telah memenuhi standar waktu tunggu pelayanan resep yang ditetapkan oleh SPM rumah sakit, yaitu ≤60 menit untuk racikan dan ≤30 menit untuk non-racikan. Dengan demikian, mutu pelayanan resep di instalasi farmasi dapat dikategorikan baik dan masih perlu dipertahankan serta ditingkatkan melalui optimalisasi alur kerja dan penguatan manajemen pelayanan farmasi.
Gambaran Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Lansia Dengan Diabetes Melitus di RSUD Aloei Saboe Tahun 2024 Lairi, Nurain; Tuloli, Teti Sutriyati; Rasdianah, Nur
-
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jrpi.v3i1.36530

Abstract

Hypertension is recognized as a clinical condition that may lead to various disease-related complications, including diabetes mellitus. Both conditions are commonly observed in the elderly population. Advancing age is associated with physiological changes, such as decreased vascular elasticity and reduced peripheral tissue sensitivity to insulin. This study aimed to describe the pattern of antihypertensive drug utilization among elderly patients with diabetes mellitus at Prof. Dr. Hi. Aloei Saboe Regional General Hospital, Gorontalo City, in 2024. This study employed an observational design with a descriptive retrospective approach. Data were collected from the medical records of 30 patients with hypertension and comorbid diabetes mellitus who met the inclusion criteria. The results indicated that the majority of patients were female (90%), with the highest proportion observed in the 60–63 years age group (56.6%). Based on the analysis of antihypertensive drug classes, calcium channel blockers (CCBs) were the most frequently prescribed, with amlodipine accounting for 56% of prescriptions. Furthermore, in combination therapy involving antihypertensive and antidiabetic agents, the most commonly prescribed regimen was amlodipine combined with Sansulin Log-G (38%).
Implementasi Dots Sebagai Determinan Utama Kepatuhan Pengobatan Fase Intensif Pasien Tbc Ervan Djafar; Margaretha Solang; Vivien Novarina Kasim; Teti Sutriyati Tuloli; Cecy Rahma Karim; Sunarto Kadir
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53634

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi beban kesehatan masyarakat terutama di negara dengan insidensi tinggi seperti Indonesia. Strategi Directly Observed Treatment Short-course (DOTS) yang direkomendasikan WHO berperan penting dalam meningkatkan keberhasilan pengobatan, namun kepatuhan selama fase intensif masih menjadi tantangan. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan implementasi strategi DOTS dengan kepatuhan minum obat anti-TB pada fase intensif pada pasien TBC paru di Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 75 responden diperoleh melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara seluruh komponen DOTS dengan kepatuhan: komitmen pemerintah (p=0.006), pemeriksaan mikroskopis (p=0.003), pengawasan minum obat (p=0.000), ketersediaan obat (p=0.002), serta sistem pencatatan dan pelaporan (p=0.004). Faktor yang paling dominan adalah pengawasan minum obat, dengan p-value 0,001 dan OR = 0,133 (CI: 0.039 – 0.459). Implementasi DOTS sangat berhubungan dengan kepatuhan minum obat fase intensif. Penguatan peran pengawas minum obat, ketersediaan obat, dan sistem pelaporan diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan.
Perbandingan Kadar Glukosa Darah Puasa antara Peserta Prolanis dan Non-Prolanis pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Fachriany, Chindy; Kadir, Sunarto; Tuloli, Teti Sutriyati
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 1 (2026): Februari 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i1.2425

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan pertumbuhan tercepat secara global dan menjadi tantangan besar bagi pelayanan kesehatan primer. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) diharapkan berkontribusi pada pengendalian glukosa darah melalui pendekatan edukasi, pemantauan, dan manajemen berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kadar gula darah puasa (GDP) antara pasien Diabetes Melitus Tipe 2 yang mengikuti Prolanis dan yang tidak mengikuti program tersebut di Puskesmas Ilangata. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan melibatkan 118 responden, terdiri atas 59 peserta Prolanis dan 59 non-Prolanis. Pemeriksaan GDP dilakukan setelah minimal delapan jam puasa. Data dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan kadar GDP antara kelompok Prolanis dan non-Prolanis (p < 0,001), dengan median GDP peserta Prolanis lebih rendah dibandingkan kelompok non-Prolanis. Temuan ini mengindikasikan bahwa keikutsertaan dalam Prolanis berpotensi berperan dalam pengendalian glukosa darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2.
Penerapan Layanan Resep Elektronik Menggunakan Pendekatan Unified Theory Of Acceptance and Use Of Technology (UTAUT) di Rumah Sakit Islam Gorontalo Marhamah, Siti; Tuloli, Teti Sutriyati; Rasdianah, Nur; Madania; Mo’o, Faradila Ratu Cindana
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.583

Abstract

Sistem resep elektronik (E-prescribing) merupakan peresepan yang menggunakan sistem perangkat lunak untuk mempermudah dalam tahapan pelayanan obat mulai dari tahap peresepan, transkripsi yang meliputi pembacaan dan skrining resep, tahapan penyaluran, tahapan penyerahan hingga pada proses pemantauan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan layanan resep elektronik menggunakan pendekatan Unified Theory Of Acceptance And Use Tecnology (UTAUT) di Rumah Sakit Islam Gorontalo. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian survei yang melibatkan pengusmpulan data melalui responden dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur variabelnya. Metode analisis yang digunakan yakni analisis jalur menggunakan softwere Smart PLS 4.0. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa ekspetasi usaha (EE) (t = 3,526; p = 0,000), pengaruh sosial (SI) (t = 2,508; p = 0,012), dan niat pengguna (BI) (t = 9,024; p =0,000) berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat perilaku serta perilaku pengguna E-resep, sedangkan ekspetasi pengguna (PE) (t = 0,436; p = 0,663) dan kondisi fasilitas (FC) (t = 0,876; p = 0,381) tidak berpengaruh signifikan. Dapat disimpulkan penerapan resep elektronik di RS Islam Gorontalo tergolong berjalan cukup baik.
Analysis of the Frequency of Antihypertensive Drug Use at the Outpatient and Inpatient Pharmacy Rauf, Shalwa Azahrah; Tuloli, Teti Sutriyati; Paneo, Mohamad Aprianto; Abdulkadir, Widy Susanti; Makkulawu, Andi
Jambura Nursing Journal Vol 8, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v8i1.34812

Abstract

The use of antihypertensive drugs at Faisal Islamic Hospital, Makassar, wasanalyzed in this study, considering the high prevalence of hypertension in Makassar, which reached 290,247 cases in 2020. Hypertension is a serious condition that requires appropriate management; thus, evaluating patterns of drug use in healthcare facilities is highly important. Specifically, this study focused on identifying the types, calculating the quantities, and analyzing the frequency of antihypertensive drug prescriptions at both outpatient and inpatient pharmacies during the period from February to April. The study employed a quantitative approach with a descriptive observational design and a retrospective case series method. Data were obtained from drug utilization reports and subsequently analyzed. To examine differences in the frequency of drug use across months, the Friedman test was applied using the SPSS statistical software. The findings revealed that 18 types of antihypertensive drugs were available at the hospital. Among them amlodipine 10 mg was the most frequently used, accounting for 27.54% of total prescriptions. Statistical analysis using the Friedman test yielded a significance value (Asymp. Sig) of 0.008. Since this value was lower than 0.05, it indicated a statistically significant difference in the frequency of antihypertensive drug use across different months. In conclusion, although amlodipine 10 mg was the predominant choice, significant variations were observed in the pattern of antihypersensitive drug use at Faisal Islamic Hospital, Makassar, during the study period.
Co-Authors A. Unga, Rani Orelia Abdulkadir, Widi Susanti Adam Mustapa, Muhammad AinunSusanto, Iffanda Nur Akuba, Juliyanti Alamri, fahira rais Alamri, Mutia Andi Makkulawu Anggai, Rifka Anggraini Anggraini, Diva Nur Ariani H. Hutuba Arifin, Lutfia Nurfadila Asriana Basrudin Asriastuti, Andi Nabirah Ayuhastuti, Angreni Bakululu, Lesmiyati bangol, asnia asnia Cecy Rahma Karim Datu, Novanza L.M.N Datu, Yunita Devie Ariany Daud Divia Handayani Mudjidu Djayadi Azis Djuarno, Endah Nurrohwintah dwi pratiwi, susi Endah Nurrohwinta Djuwarno Ervan Djafar Evania P. Tuli Fachriany, Chindy Fika Nuzul Ramadhani Gubali, Derina Dwifrila Ridhani Hamzah, Alifiah Ramawaty Hidayat Ahmad Hiola, Faramita Hutuba, Ariani Igirisa, Fitriwiah Indah Pramesty Gobel Indriatawati, Jihan Julianti, Natasya Melly Julianty Akuba Jumantrin, Nur Fitriah Kadullah, Siti Fauziah Kahar, Putri Kartika Adhilia Kujiman, Kerin Vivian La Ode Aman Lairi, Nurain Lamalani, Alia Nur LATIF, MULTIANI S Latif, Multiani S. M. Tantu, Nurtirsya Aprilyani Madania Madania . Madania, Madania Madania, Madania Maghfiroh, Adinda Nur Mahdalena Sy Pakaya Makkulawu, Andi Manno, Mohamad Reski Margaretha Solang MAYANG, NURUL HANDAYANTI Moh. Rivai Nakoe Mohamad Adam Mustapa Mohamad Aprianto Paneo Mo’o, Faradila Ratu Cindana Muhammad Taupik Multiani S Latif Musawir, Sadam Nur Ain Thomas Nur Rasdianah Nurain Abdullah Nurchamidin Gobel Nurkamiden, Sri Devi Maharani Otoluwa, Siti Zahra Pakaya, Adela pakaya, Handriansyah Pakaya, Lutfiah Pakaya, Nikmasari Palowa, Mohamad Tahir Papeo, Dizky Ramadani Putr Papeo, Dizky Ramadani Putri Paputunngan, Mitha Puhi, Melly Agustin Is Puluhulawa, Lisa Efriani Rahmayani, Siti Farah Rasdiana, Nur Rasdianah, Nur Rasdianah Rauf, Shalwa Azahrah Reski Manno, Mohamad Robert Tungadi Rombe, Nensy Toban Sapiun, Zulfiayu Sarinah Basri K Selong, Siti Ruwaida D. Siti Marhamah, Siti Siti Rakhmatia Paramita Th. Kum Sumaga, Khairunnisa Alya Sunarto Kadir Suswanti Thomas , Nur Ain Tolulu, Sri Noviani Tri Bella Angraini Suwandi Usuli, Tirta Chanisa Vivien Novarina Kasim Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widysusanti Abdulkadir Yahya, Fiantika Ambadar Yusuf, Wahyuni Adrian Zulkifli B. Pomalango