Claim Missing Document
Check
Articles

Tatalaksana Terapi Antibiotik pada Pasien Infeksi Saluran Kemih di Salah Satu Rumah Sakit di Gorontalo: Studi Kasus Papeo, Dizky Ramadani Putr; Tuloli, Teti Sutriyati; Otoluwa, Siti Zahra; Maghfiroh, Adinda Nur; Anggraini, Diva Nur; Yahya, Fiantika Ambadar; AinunSusanto, Iffanda Nur
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 4 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i4.107217

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi nosokomial tersering yang memerlukan tatalaksana antibiotik yang tepat dan individual. Penelitian ini bertujuan untuk menyalakan terapi antibiotik pada pasien wanita usia 58 tahun yang didiagnosis ISK komplikata di salah satu rumah sakit di Gorontalo. Kajian studi kasus ini menggunakan pendekatan SOAP (Subjektif, Objektif, Penilaian, Perencanaan) dan fokus pada evaluasi klinis pasien dari awal hingga akhir perawatan. Pasien awalnya diberi terapi levofloksasin intravena, namun mengalami reaksi alergi sehingga terapi diganti menjadi seftriakson. Gejala klinis membaik setelah penyesuaian terapi, antibiotik dan kemudian dialihkan ke bentuk sefiksim oral untuk perawatan lanjutan di rumah. Pemberian cetirizine dan metilprednisolon efektif mengatasi reaksi alergi. Studi ini menekankan pentingnya penggunaan terapi empiris yang tepat, identifikasi dini terhadap reaksi obat, serta transisi aman dari terapi parenteral ke oral. Tidak dilakukannya kultur urin menjadi keterbatasan dalam evaluasi. Secara keseluruhan, terapi antibiotik yang diberikan sesuai dan memberikan hasil terapi yang baik. 
Gambaran Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Lansia Dengan Diabetes Melitus di RSUD Aloei Saboe Tahun 2024 Lairi, Nurain; Tuloli, Teti Sutriyati; Rasdianah, Nur
-
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jrpi.v3i1.36530

Abstract

Hypertension is recognized as a clinical condition that may lead to various disease-related complications, including diabetes mellitus. Both conditions are commonly observed in the elderly population. Advancing age is associated with physiological changes, such as decreased vascular elasticity and reduced peripheral tissue sensitivity to insulin. This study aimed to describe the pattern of antihypertensive drug utilization among elderly patients with diabetes mellitus at Prof. Dr. Hi. Aloei Saboe Regional General Hospital, Gorontalo City, in 2024. This study employed an observational design with a descriptive retrospective approach. Data were collected from the medical records of 30 patients with hypertension and comorbid diabetes mellitus who met the inclusion criteria. The results indicated that the majority of patients were female (90%), with the highest proportion observed in the 60–63 years age group (56.6%). Based on the analysis of antihypertensive drug classes, calcium channel blockers (CCBs) were the most frequently prescribed, with amlodipine accounting for 56% of prescriptions. Furthermore, in combination therapy involving antihypertensive and antidiabetic agents, the most commonly prescribed regimen was amlodipine combined with Sansulin Log-G (38%).
Implementasi Dots Sebagai Determinan Utama Kepatuhan Pengobatan Fase Intensif Pasien Tbc Ervan Djafar; Margaretha Solang; Vivien Novarina Kasim; Teti Sutriyati Tuloli; Cecy Rahma Karim; Sunarto Kadir
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53634

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi beban kesehatan masyarakat terutama di negara dengan insidensi tinggi seperti Indonesia. Strategi Directly Observed Treatment Short-course (DOTS) yang direkomendasikan WHO berperan penting dalam meningkatkan keberhasilan pengobatan, namun kepatuhan selama fase intensif masih menjadi tantangan. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan implementasi strategi DOTS dengan kepatuhan minum obat anti-TB pada fase intensif pada pasien TBC paru di Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 75 responden diperoleh melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara seluruh komponen DOTS dengan kepatuhan: komitmen pemerintah (p=0.006), pemeriksaan mikroskopis (p=0.003), pengawasan minum obat (p=0.000), ketersediaan obat (p=0.002), serta sistem pencatatan dan pelaporan (p=0.004). Faktor yang paling dominan adalah pengawasan minum obat, dengan p-value 0,001 dan OR = 0,133 (CI: 0.039 – 0.459). Implementasi DOTS sangat berhubungan dengan kepatuhan minum obat fase intensif. Penguatan peran pengawas minum obat, ketersediaan obat, dan sistem pelaporan diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan.
Analysis of the Frequency of Antihypertensive Drug Use at the Outpatient and Inpatient Pharmacy Rauf, Shalwa Azahrah; Tuloli, Teti Sutriyati; Paneo, Mohamad Aprianto; Abdulkadir, Widy Susanti; Makkulawu, Andi
Jambura Nursing Journal Vol 8, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v8i1.34812

Abstract

The use of antihypertensive drugs at Faisal Islamic Hospital, Makassar, wasanalyzed in this study, considering the high prevalence of hypertension in Makassar, which reached 290,247 cases in 2020. Hypertension is a serious condition that requires appropriate management; thus, evaluating patterns of drug use in healthcare facilities is highly important. Specifically, this study focused on identifying the types, calculating the quantities, and analyzing the frequency of antihypertensive drug prescriptions at both outpatient and inpatient pharmacies during the period from February to April. The study employed a quantitative approach with a descriptive observational design and a retrospective case series method. Data were obtained from drug utilization reports and subsequently analyzed. To examine differences in the frequency of drug use across months, the Friedman test was applied using the SPSS statistical software. The findings revealed that 18 types of antihypertensive drugs were available at the hospital. Among them amlodipine 10 mg was the most frequently used, accounting for 27.54% of total prescriptions. Statistical analysis using the Friedman test yielded a significance value (Asymp. Sig) of 0.008. Since this value was lower than 0.05, it indicated a statistically significant difference in the frequency of antihypertensive drug use across different months. In conclusion, although amlodipine 10 mg was the predominant choice, significant variations were observed in the pattern of antihypersensitive drug use at Faisal Islamic Hospital, Makassar, during the study period.
Penggunaan Insulin dan Tren Berdasarkan Jenis Kelamin pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan di RS Islam Faisal: Insulin Use and Gender Based Trends in Type 2 Diabetes Mellitus Outpatients at Faisal Islamic Hospital Tuloli, Teti Sutriyati; Paneo, Mohamad Aprianto; Palowa, Mohamad Tahir; Abdulkadir, Widi Susanti; Makkulawu, Andi
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pola penggunaan insulin pada pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar selama periode Februari hingga April 2025. Metode yang digunakan adalah desain observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan metode retrospektif, dengan data yang diperoleh dari laporan penggunaan insulin di DEPO rawat inap dan rawat jalan selama tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan insulin Sansulin Rapid pada bulan Februari tercatat 43,75% pada laki-laki dan 56,25% pada perempuan, dengan peningkatan pada bulan Maret dan April (80% pada perempuan dan 20% pada laki-laki). Penggunaan Sansulin Log-G pada Februari adalah 35,29% untuk laki-laki dan 64,71% untuk perempuan, dengan persentase yang lebih seimbang pada bulan Maret dan April (42,85% laki-laki dan 57,15% perempuan). Uji one-sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan antar bulan (p < 0,001), mengindikasikan adanya variasi penggunaan insulin yang signifikan. Kesimpulannya, penggunaan insulin di RS Islam Faisal Makassar didominasi oleh pasien perempuan, dengan jenis insulin yang lebih sering digunakan adalah Sansulin Log-G. Penggunaan insulin tertinggi terjadi pada bulan Februari, menurun pada Maret, dan sedikit meningkat pada April, menunjukkan pola yang rasional dan adaptif dalam terapi insulin, meskipun diperlukan evaluasi lanjutan terhadap efektivitas terapi untuk mencapai kontrol glikemik yang optimal.
Analisis Perbandingan Biaya Riil Dan Tarif INA-CBG’S Pada Pasien Tuberkulosis Di Rumah Sakit Umum Daerah Tombulilato Tahun 2025 Lamalani, Alia Nur; Madania, Madania; Rasdianah, Nur Rasdianah; Tuloli, Teti Sutriyati; Makkulawu, Andi
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.8138

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia yang berdampak terhadap pembiayaan pelayanan kesehatan. Penerapan sistem pembayaran Indonesian Case-Based Groups (INA-CBG’s) bertujuan untuk mengendalikan biaya dan meningkatkan efisiensi pembiayaan. Namun, perbedaan antara biaya riil dan tarif INA-CBG’s berpotensi memengaruhi keberlanjutan pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perbedaan biaya riil dengan tarif INA-CBG’s pada pasien tuberkulosis rawat inap di RSUD Tombulilato tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder pasien TB rawat inap peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sampel sebanyak 137 pasien yang memenuhi kriteria inklusi berdasarkan kelengkapan data rekam medis dan data klaim INA-CBG’s. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk melihat total, rata-rata, dan selisih biaya, serta secara analitik menggunakan uji Wilcoxon melalui program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 137 pasien TB rawat inap, sebanyak 113 kasus mengalami surplus dan 24 kasus mengalami defisit. Total biaya riil pelayanan sebesar Rp393.843.856, sedangkan total tarif INA-CBG’s mencapai Rp572.612.100, sehingga terdapat selisih positif sebesar Rp179.438.533. Secara keseluruhan, nilai klaim INA-CBG’s lebih tinggi dibandingkan biaya riil yang dikeluarkan rumah sakit. Berdasarkan uji Wilcoxon terdapat perbedaan yang bermakna antara biaya riil dan tarif INA-CBG’s (p
Pengaruh Booklet Terhadap Pengetahuan dan Sikap Pasien Asam Urat (Gout Arthritis) Di Puskesmas Biluhu, Kabupaten Gorontalo: Effect of Booklets on Knowledge and Attitudes of Gout Arthritis Patients at Biluhu Community Health Center (Puskesmas), Gorontalo Regency Madania, Madania; Ramadhani, Fika Nuzul; Tuloli, Teti Sutriyati; Uno, Wiwit Zuriati; tuna, nindiyani
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3, No. 1 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v3i1.218

Abstract

Asam urat merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat, terutama di usia lanjut. Rendahnya tingkat pengetahuan dan sikap terhadap penyakit ini dapat memengaruhi perilaku pengelolaan dan pencegahan asam urat. Oleh karena itu, dibutuhkan media edukasi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian booklet terhadap pengetahuan dan sikap pasien asam urat di Puskesmas Biluhu, Kabupaten Gorontalo. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 54 orang yang dipilih menggunakan metode sensus dan diolah melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, hanya 7,4% responden yang memiliki pengetahuan baik dan 53,7% memiliki sikap positif. Setelah pemberian booklet, terjadi peningkatan dengan 27,8% responden memiliki pengetahuan baik dan 74,1% memiliki sikap positif. Uji statistik menunjukkan bahwa pemberian booklet berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan (p = 0,000), namun tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap (p = 0,105). Dengan demikian, media booklet dapat digunakan sebagai sarana edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan pasien tentang asam urat, namun belum mampu membuat perubahan sikap yang signifikan.
Pola Penggunaan Obat Pada Anggota Polri Penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut Di Klinik Polda Gorontalo Tuloli, Teti Sutriyati; Ramadhani, Fika Nuzul; Rasdianah, Nur; Hiola, Faramita; Tudja, Tesalonika
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3, No. 1 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v3i1.221

Abstract

ABSTRAK Tesalonika Tudja, 2025. Pola Penggunaan Obat Pada Anggota Polri Penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut Di Klinik Polda Gorontalo. Skripsi. Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Olahraga Dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo. Pembimbing I Dr. Teti Sutriyati Tuloli, M.Si., Apt. Dan Pembimbing II Fika Nuzul Ramadhani, M.Sc., Apt. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan peradangan akut pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi mikroba, bakteri atau virus tanpa atau dengan parenkim paru. Infeksi ini terbagi berdasarkan wilayahnya yaitu ISPA bagian atas dan ISPA bagian bawah. Infeksi bagian atas meliputi common cold, rhinitis, sinusitis, faringitis, laringitis, epiglotitis, tonsillitis dan otitis. Sedangkan, infeksi bagian bawah meliputi bronkhitis akut, bronkhitis kronis, bronkiolitis, dan pneumonia aspirasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat pada anggota Polri pederita ISPA di Klinik Polda Gorontalo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan secara retrospektif dengan jumlah sampel sebanyak 110 pasien dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian pada anggota Polri dengan diagnosa ISPA di Klinik Polda Gorontalo dominan diderita oleh pasien dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak (89,09%), dan rentang usia yang paling banyak didiagnosa ISPA pada usia 26-35 tahun sebanyak (41,82%). Penggunaan obat ISPA dengan jenis terapi yang paling banyak digunakan yaitu terapi suportif sebanyak (63,64%), dengan penggunaan golongan obat kombinasi sebanyak (29,41%) dan jenis obat yang banyak diresepkan obat Flukadex sebanyak (18,07%). Penggunaan obat ISPA yang sesuai dengan Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama yaitu tepat obat 97,27%, tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, dan tepat dosis 100%. Kata kunci :Pola Penggunaan Obat, ISPA, Klinik Polda Gorontalo
Studi Farmakovigilance Obat Herbal di Kelurahan Dulomo Selatan Kecamatan Kota Utara Kota Gorontalo Dengan Metode Naranjo Tuloli, Teti Sutriyati; Makkulawu, Andi; Madania, Madania; Papeo, Dizky Ramadhani Putri; Bahtiar, Safitri
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3, No. 1 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v3i1.223

Abstract

Obat tradisional adalah bahan atau ramuan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral sediaan cairan dari bahan (galenik) yang secara turun temurun digunakan. Tujuan penelitian ini untuk melihat adanya ADRs terhadap penggunaan obat herbal masyarakat di kelurahan Dulomo Selatan Kecamatan Kota Utara Kota Gorontalo Dengan Metode Naranjo. Metode penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross sectional dengan pengambilan sampel purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data menggunakan Naranjo. Hasil Penelitian dari data karakteristik usia mayoritas umur 31-50 tahun 45 (46,9%), jenis kelamin mayoritas perempuan 53 (55,2%), status pendidikan mayoritas SD/SMP 44 (45,8%), status pekerjaan mayoritas Ibu Rumah Tangga 42 (43,8%), Masyarakat mayoritas menggunakan obat herbal 1-5 tahun 44 (45,8%), sumber informasi obat herbal dari keluarga 74 (77,1%), mayoritas masyarakat meracik sendiri obat herbal 66 (68,8%), mayoritas obat herbal direbus sebanyak 66 (68,8%) dan variasi penggunaan obat herbal 1 kali sehari sebanyak 48 (49,5%). Dari analisis kausalitas menggunakan algoritma Naranjo diketahui bahwa pasien yang menggunakan obat herbal pada kejadian ADRs sebanyak 8 subyek dengan kategori probable sebanyak 5 orang, kategori definite sebanyak 2 orang, dan kategori possible sebanyak 1 orang.
Profil Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Di Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo Madania, Madania; Thomas, Nur Ain; Tuloli, Teti Sutriyati; Djuwarno, Endah Nurrohwinta; manno, mohamad reski; Tahir, Sry Megawaty
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3, No. 1 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v3i1.229

Abstract

Antibiotik adalah obat yang digunakan pada infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik pada pasien di Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo periode April-Juni 2024 dengan fokus pada penyakit, golongan dan jenis antibiotik, dosis dan lama pemberian. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dengan jumlah sampel sebanyak 168 yang diambil serta total sampling. Data diolah menggunakan presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit yang paling banyak pada rawat jalan dan rawat inap yaitu ISPA. Golongan antibiotik yang banyak digunakan yaitu Penisilin jenis Amoxicilin. Dosis paling sering digunakan adalah 3x500 mg untuk antibiotik Amoxicilin, dengan waktu minum yang paling banyak pada pasien rawat jalan adalah 3-4 kali sehari, serta untuk rawat inap dengan waktu minum yang paling banyak adalah 3 kali sehari. Lama pemberian antibiotik tercepat untuk pasien rawat jalan dan pasien rawat inap adalah 3 hari.
Co-Authors Abdulkadir, Widi Susanti Adam Mustapa, Muhammad AinunSusanto, Iffanda Nur Akuba, Juliyanti Alamri, fahira rais Andi Makkulawu Andi Nabirah Asriastuti Anggai, Rifka Anggraini Anggraini, Diva Nur Angreni Ayuhastuti Anwar Ibrahim Ariani H. Hutuba Asriana Basrudin Bahtiar, Safitri Bakululu, Lesmiyati bangol, asnia asnia Cecy Rahma Karim Datu, Novanza L.M.N Datu, Yunita Derina Dwifrila Ridhani Gubali Devie Ariany Daud Divia Handayani Mudjidu Djayadi Azis Djuarno, Endah Nurrohwintah Dwi Eka Putri Nusu dwi pratiwi, susi Endah Nurrohwinta Djuwarno Ervan Djafar Evania P. Tuli Faradila Ratu Cindana Faradila Ratu Cindana Mo'o Fika Nuzul Ramadhani Gledys Puti Hamzah, Alifiah Ramawaty Herlina Jusuf Hidayat Ahmad Hiola, Faramita Hutuba, Ariani Igirisa, Fitriwiah Indah Pramesty Gobel Indah Siti Hardiyanti Jihan Indriatawati Julianti, Natasya Melly Julianty Akuba Jumantrin, Nur Fitriah Kujiman, Kerin Vivian La Ode Aman Lairi, Nurain Lamalani, Alia Nur LATIF, MULTIANI S Latif, Multiani S. Lutfia Nurfadila Arifin Madania Madania Madania . Madania, Madania Madania, Madania Maghfiroh, Adinda Nur Mahdalena Sy Pakaya Makkulawu, Andi Manno, Mohamad Reski Margaretha Solang MAYANG, NURUL HANDAYANTI Mentari Abdul Latif Moh. Rivai Nakoe Mohamad Adam Mustapa Mohamad Aprianto Paneo Mohamad Aprianto Paneo Mohamad Reski Manno Mohamad Tahir Palowa Mo’o, Faradila Ratu Cindana Muhammad Ridho Jasin Muhammad Taupik Multiani S Latif Musawir, Sadam Nanda Putri Israhwati Tuna Nensy Toban Rombe Nur Ain Thomas Nur Rasdianah Nurain Abdullah Nurchamidin Gobel Nurhayati Kadir Nurkamiden, Sri Devi Maharani Nurtirsya Aprilyani M. Tantu Otoluwa, Siti Zahra Pakaya, Adela pakaya, Handriansyah Pakaya, Lutfiah Pakaya, Nikmasari Palowa, Mohamad Tahir Papeo, Dizky Ramadani Putr Papeo, Dizky Ramadani Putri Papeo, Dizky Ramadhani Putri Paputunngan, Mitha Puhi, Melly Agustin Is Puluhulawa, Lisa Efriani Putri Kartika Adhilia Kahar Rahmayani, Siti Farah Rani Orelia A. Unga Rasdiana, Nur Rasdianah, Nur Rasdianah Rathiana K. Abdussamad Rauf, Shalwa Azahrah Reski Manno, Mohamad Ridya Patricia Rivanda Ratoe Rita Bambang Robert Tungadi Sapiun, Zulfiayu Sarinah Basri K Selong, Siti Ruwaida D. Siti Fauziah Kadullah Siti Marhamah Siti Rakhmatia Paramita Th. Kum Siti Ruqaiyah Lakoro Sitti Rahmawaty Sisilia Mursidi Sri Noviani Tolulu Sumaga, Khairunnisa Alya Sunarto Kadir Suswanti Tahir, Sry Megawaty Thomas , Nur Ain Tri Bella Angraini Suwandi Tudja, Tesalonika tuna, nindiyani Usuli, Tirta Chanisa Vivien Novarina Kasim Widi Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widysusanti Abdulkadir Wiwit Zuriati Uno Yahya, Fiantika Ambadar Yusuf, Wahyuni Adrian Zulkifli B. Pomalango