Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Karakteristik Penderita Lepra (kusta) yang Menjalani Pengobatan Rawat Jalan di Puskesmas Tamalate Makassar Periode 2017 - 2022 Mahfud, Multazam Pratama; Yuniati, Lisa; Adharia, Adharia; Vitayani, Sri; Frisa, Selis
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14525

Abstract

Kusta adalah salah satu penyakit menular paling umum di seluruh dunia. Di beberapa negara, terutama negara berkembang, angka kusta masih tinggi, yang erat kaitannya dengan tingkat kemiskinan dan kepadatan penduduk. Minimnya pengetahuan tentang kusta dan tingginya stigma negatif yang melekat di masyarakat membuat penderita enggan berobat dan merahasiakan kondisinya. Hal ini menyebabkan penularan infeksi yang konstan dan tingkat kecacatan yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik karakteristik penderita Lepra (Kusta) yang menjalani pengobatan rawat jalan di puskesmas Tamalate Makassar periode 2017 – 2022. Metode pada penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional berdasarkan data di bagian rekam medis Puskesmas Tamalate Makassar . Penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan klasifikasi terbanyak pada kusta tipe Multibasiller yaitu 41 orang (82%), usia terbanyak pada kelompok usia 26-45 tahun (34%),jenis kelamin lebih banyak pada kelompok laki-laki sebanyak 39 orang (78%) dan pasien kusta yang sedang tidak bekerja yaitu 24 orang (48%). Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa ditemukan penderita kusta yang menjalani pengobatan rawat jalan terbanyak pada tipe kusta Multibasiller, kelompok usia 26-45 tahun, jenis kelamin laki-laki serta pasien yang tidak memiliki pekerjaan.
Hubungan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Keluarga terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita di Puskesmas Mandai Kabupaten Maros Aprilia, Salsabila Tirta; Rijal, Syamsu; Wiriansya, Edward Pandu; Vitayani, Sri; Nasruddin, Hermiaty
Wal'afiat Hospital Journal Vol 5 No 1 (2024): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v5i1.135

Abstract

This study aims to explore the relationship between the implementation of clean and healthy living behaviors (PHBS) in the family with the incidence of Acute Respiratory Infections (ARI) in toddlers at Puskesmas Mandai, Maros Regency. Using a quantitative approach with a correlation analytic method, this study involved 58 toddlers aged 0-5 years who were diagnosed with ARI. The results showed that 58.6% of respondents were male, with the largest age group 0-12 months (25.9%). 74.1% of the toddlers were not exclusively breastfed, and 80.9% were underweight. In addition, 75.7% of respondents did not have the habit of washing hands with soap, and 94.8% lived in an environment with active smokers. Bivariate analysis showed a significant association between the PHBS variables and the incidence of ARI, with P values less than 0.05 for all variables. These results suggest that the implementation of exclusive breastfeeding, routine weighing of toddlers, hand washing with soap, and not smoking in the house play an important role in reducing the incidence of ARI. Therefore, health centers are advised to increase the socialization of PHBS and education about the dangers of smoking, as well as encourage the community to apply clean living behavior in everyday life. This study is expected to be the basis for improving health programs at Puskesmas Mandai and increasing public awareness about the importance of PHBS in preventing ARI.
Hubungan Penggunaan Masker Terhadap Kejadian Akne Vulgaris Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2021 Ali, Yaumil Mutmainnah; Dahliah, Dahliah; Idrus, Hasta Handayani; Vitayani, Sri; Nasruddin, Hermiaty
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Memakai masker telah menjadi kebiasaan baru dalam kehidupan sehari-hari bahkan di periode pasca-pandemi. Penggunaan masker dalam waktu yang lama memiliki efek negatif terhadap kulit waja, salah satunya adalah timbulnya akne vulgaris. Penggunan masker secara terus menerus dapat menyebabkan iritasi pada kulit wajah akibat dari gesekan dan tekanan berulang dari masker. Akne yang dicetuskan akibat penggunaan masker dikenal dengan maskne atau mask induced acne. Maskne merupakan timbulnya akne pada bagian wajah yang tertutup masker yaitu dagu, pipi dan hidung. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan penggunaan masker dengan kejadian akne vulgaris. Metode: Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Hasil: Hasil penelitian diperoleh yakni penggunaan masker rutin (p=0,266) terhadap kejadian akne pertama kali dan (p=0,407) terhadap kondisi akne yang memberat, durasi penggunaan masker (p=0,504) terhadap kejadian akne pertama kali dan (p=0,140) terhadap kondisi akne yang memberat, jenis masker (p=0,496) terhadap kejadian akne pertama kali dan (p= 0,760) terhadap kondisi akne yang memberat, frekuensi mengganti masker (p=0,648) terhadap kejadian akne pertama kali dan (p=0,769) terhadap kondisi akne yang memberat. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan masker dengan kejadian akne vulagaris
Karakteristik Penderita Varicella Pada Anak di Puskesmas Layang dan RS Ibnu Sina Kota Makassar Tahun 2021-2023 Anwar, Mentari Maqfira; Vitayani, Sri; Eva, Floria; Frisa, Selis; Samosir, Abdi Dwiyanto Putra
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik penderita varicella pada anak di Puskesmas Layang dan RS Ibnu Sina Kota Makassar pada tahun 2021-2023. Dari 36 pasien yang terdiagnosis varicella, kelompok usia remaja (11-19 tahun) menunjukkan distribusi tertinggi dengan 15 pasien (41,7%), diikuti anak pra-sekolah (6-10 tahun) sebanyak 13 pasien (36,1%) dan balita (1-5 tahun) sebanyak 8 pasien (22,2%). Jenis kelamin penderita menunjukkan bahwa varicella lebih banyak ditemukan pada perempuan, yaitu 21 pasien (58,3%), dibandingkan laki-laki yang berjumlah 15 pasien (41,7%). Gejala klinis yang paling sering ditemukan adalah sakit ringan dan sedang, masing-masing pada 17 pasien (47,2%), sedangkan sakit berat hanya dialami oleh 2 pasien (5,6%). Terapi antivirus diberikan kepada 30 pasien (83,3%), sementara 6 pasien (16,7%) tidak mendapatkan terapi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi varicella di Kota Makassar cukup tinggi, dengan distribusi karakteristik yang bervariasi berdasarkan usia, jenis kelamin, gejala klinis, dan terapi yang diberikan. Dengan demikian, penting untuk meningkatkan kesadaran akan varicella, terutama di kalangan remaja dan anak pra-sekolah, serta memperhatikan terapi yang tepat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Penelitian ini juga menyoroti perlunya peningkatan akses dan pengawasan terhadap pengobatan varicella di fasilitas kesehatan guna mengurangi angka infeksi yang lebih luas.
KORELASI USIA DENGAN SKOR KEPARAHAN DERMATITIS ATOPIK PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT IBNU SINA MAKASSAR TAHUN 2022-2024 Dian Febriyanti Nur; Berry Erida Hasbi; Sri Vitayani; Dian Amelia Abdi; Dahliah
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 03 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i03.377

Abstract

ABSTRAK Dermatitis atopik merupakan penyakit kulit inflamasi kronis yang prevalensinya terus meningkat dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi usia dengan skor keparahan dermatitis atopik pada pasien di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar periode 2022–2024. Penelitian dilakukan dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah seluruh pasien dengan diagnosis dermatitis atopik yang tercatat dalam rekam medis, dengan penilaian tingkat keparahan menggunakan skor SCORAD. Data dianalisis secara univariat untuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test karena ukuran sampel kecil. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi dermatitis atopik sebesar 4,05% dari total kunjungan, dengan mayoritas penderita berada pada kelompok usia dewasa 17 sampel (81%) dan berjenis kelamin perempuan 13 sampel (61,9%). Tingkat keparahan sebagian besar berada pada kategori sedang 13 sampel (61,9%). Uji statistik menghasilkan p-value 0,253 sehingga tidak ditemukan hubungan signifikan antara usia dengan skor keparahan dermatitis atopik. Simpulan penelitian ini adalah bahwa usia bukan merupakan faktor yang berhubungan langsung dengan tingkat keparahan dermatitis atopik pada populasi penelitian, meskipun distribusi kasus lebih banyak ditemukan pada kelompok usia dewasa. ABSTRACT Atopic dermatitis is a chronic inflammatory skin disease with increasing prevalence that significantly impacts patients’ quality of life. This study aimed to determine the correlation between age and the severity score of atopic dermatitis among patients at Ibnu Sina Hospital Makassar during 2022–2024. The research employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. The study population consisted of all patients diagnosed with atopic dermatitis recorded in medical records, while disease severity was assessed using the SCORAD index. Data were analyzed univariately for frequency distribution and bivariately using Fisher’s Exact Test due to the small sample size. The results showed that the prevalence of atopic dermatitis was 4.05% of total outpatient visits, with the majority of patients being adults (81%) and females (61.9%). Most patients had moderate severity (61.9%). Statistical analysis revealed a p-value of 0.253, indicating no significant correlation between age and the severity score of atopic dermatitis. In conclusion, age was not directly associated with disease severity in this study population, although the majority of cases were found in adults.
KARAKTERISTIK PASIEN PSORIASIS VULGARIS DI RUMAH SAKIT IBNU SINA PERIODE TAHUN 2022-2024 Ameliah, Nabila; Vitayani, Sri; Adharia, Adharia; Abdi, Dian Amelia; Latief, Rachmat
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54205

Abstract

Psoriasis vulgaris merupakan penyakit inflamasi kronis pada kulit yang ditandai dengan plak eritematosa bersisik dan dapat berlangsung seumur hidup. Penyakit ini tidak hanya menimbulkan keluhan fisik, tetapi juga berdampak pada kualitas hidup dan kondisi psikososial pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien psoriasis vulgaris di RS Ibnu Sina Makassar periode tahun 2022–2024. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang terdiagnosis psoriasis vulgaris di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2022–2024 dengan teknik total sampling. Data diperoleh dari rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, status pernikahan, lama perawatan, serta tingkat keparahan atau rekurensi penyakit. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 pasien psoriasis vulgaris, sebagian besar berada pada kelompok usia 45–64 tahun (46,7%), berjenis kelamin laki-laki (53,3%), dan berstatus menikah (83,3%). Mayoritas pasien menjalani perawatan kurang dari enam bulan (80%) dan memiliki tingkat keparahan sedang (50%), diikuti oleh kategori berat (40%). Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pasien psoriasis vulgaris di RS Ibnu Sina Makassar didominasi oleh usia dewasa akhir dengan derajat penyakit sedang hingga berat, sehingga diperlukan deteksi dini dan penatalaksanaan yang komprehensif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Factors Related To The Incidence Of Pityrasis Capitis In Students Of The Faculty Of Medicine, Muslim University Of Indonesia, Class 2021 Agriani, Resti; Yuniati, Lisa; Surdam, Zulfiyah; Vitayani, Sri; Arsal, Andi Sitti Fahirah
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10301

Abstract

Ketombe, atau Pityriasis Capitis, merupakan masalah kulit yang umum terjadi di kalangan wanita, terutama pada wanita yang mengenakan jilbab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan jilbab, durasi pemakaian jilbab, bahan jilbab, warna jilbab, serta perawatan rambut dengan pertumbuhan ketombe pada wanita yang menggunakan jilbab. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional dengan pengumpulan data melalui kuisioner yang diisi secara offline dan online. Sampel penelitian terdiri dari 199 mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, dengan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square two-tailed. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi pemakaian jilbab, bahan jilbab tipis, warna jilbab gelap, serta kebiasaan perawatan rambut yang tidak teratur berhubungan signifikan dengan peningkatan kejadian ketombe (p-value < 0,001). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebiasaan perawatan rambut dan pemilihan jilbab yang tepat memiliki pengaruh penting dalam mencegah ketombe. Diperlukan edukasi lebih lanjut mengenai kebersihan kulit kepala dan pemilihan jilbab yang mendukung kesehatan kulit kepala untuk wanita.
THE EFFECT OF LIFESTYLE ON SKIN AGING Sandewa, Ele; Vitayani, Sri; Namirah, Hanna Aulia; Waspodo, Nurelly Noro; Safei, Imran
International Journal of Health Science & Medical Research Vol 5, No 2 (2026): August 2026
Publisher : UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ijhsmr.v5i2.37307

Abstract

Skin aging is a natural process influenced by intrinsic and extrinsic factors, with lifestyle-related exposures such as ultraviolet radiation, pollution, poor diet, smoking, alcohol consumption, and inadequate sleep contributing to its acceleration. However, research examining the comprehensive impact of lifestyle on objectively measured skin aging parameters in rural Indonesian populations remains limited. The novelty of this study lies in its focus on a rural community in Eastern Indonesia, combining a validated lifestyle assessment with objective clinical skin analysis to generate context-specific evidence. This study aimed to determine the influence of lifestyle on skin aging among individuals aged 30–40 years in Lipulalongo Village, Banggai Laut Regency, Central Sulawesi. An observational analytic study with a cross-sectional design was conducted on 60 respondents selected through simple random sampling. Lifestyle was assessed using the Lifestyle Assessment Questionnaire 2025, while skin aging was measured using the Vision Skin Analyzer based on hydration, elasticity, wrinkles, and pigmentation parameters. Data were analyzed using univariate and bivariate methods, with the Spearman rank correlation test applied due to the ordinal nature of lifestyle data. The results showed that most respondents had lifestyles requiring improvement (61.7%) or were at high risk (38.3%), with skin conditions predominantly classified as normal (28.3%) and slightly moist (21.7%). A significant moderate correlation was found between lifestyle and skin aging (P-value 0.001; r = 0.514). In conclusion, lifestyle significantly influences skin aging, highlighting the importance of targeted health education to promote healthier behaviors in similar rural populations
Overview of the Characteristics of Geriatric Patients with Skin Diseases at the Outpatient Polyclinic of RSP Ibnu Sina Makassar in 2022-2024 Nurul Fadilah; Lisa Yuniati; Hanna Aulia Namirah; Sri Vitayani; Arina Fathiyyah Arifin
Saintika Medika : Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol. 21 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.Vol21.SMUMM2.42488

Abstract

The skin is the largest organ and plays an important role as a protector of the body. In geriatric populations, physiological changes in the skin due to aging increase susceptibility to various skin diseases. Local data on the characteristics of geriatric patients with skin diseases are still limited, especially in Makassar. This study aims to provide an overview of the characteristics of geriatric patients with skin diseases at Ibnu Sina Makassar Hospital. The research design was a cross-sectional descriptive study with a total sampling of 54 geriatric patients (≥60 years) who were treated at the Skin and Venerean Outpatient Polyclinic of RSP Ibnu Sina Makassar for the 2022–2024 period. Data was obtained through medical records, then analyzed descriptively using SPSS and Excel.   Most patients were aged 60–74 years (74.1%), male (51.9%), and civil servant/retired (57.4%). As many as 74.1% of patients did not have comorbidities; Diabetes mellitus was the most comorbid (13%). Non-infectious skin diseases dominated (50%), followed by fungal infections (25.9%), bacterial (16.7%), and viral (7.4%). The most common diagnoses were senilic pruritus (20.4%), followed by tinea corporis (13%), as well as seborrheic dermatitis, lichen simplex, and shingles at 7.4% each. Geriatric patients with skin diseases at the Ibnu Sina Makassar Hospital Outpatient Polyclinic for the 2022–2024 period are dominated by 60–74 years old, male, and most of the jobs are civil servants/retirees. Non-infectious skin diseases, especially pruritus senilis, are the most common diagnoses. Education about elderly skin care and preventive approaches are needed to improve the quality of life of geriatric patients. 
Co-Authors A. Nadia sulistia ningsih Abbas, Hasriwiyani Habo Abdi, Dian Amelia Abrar, Muhammad Edwin Raihan Adharia, Adharia Agriani, Resti Ali, Yaumil Mutmainnah Ameliah, Nabila Andi Sitti Fahirah Arsal Anwar, Mentari Maqfira Aprilia, Salsabila Tirta Arina Fathiyyah Arifin Arnie Isnaini Arfah Asra, Nurhuda Aulia, Aulia Bamahry, Aryanti Berry Erida Hasbi Dahlia Dahliah Dahliah, Dahliah Darariani Iskandar Darma, Sidrah Daud, Nur Ramahdani Dian Amelia Abdi Dian Febriyanti Nur Fadhilah, Andi Sausan Floria Eva, Floria Frisa, Selis Gani, Azis Beru Habo, Hasriwiani Habo, Hsriwiani Hadi, Santriani Handayani, Dewi Sri Hanna Aulia Namirah Harahap, Muhammad Wirawan Imran Safei, Imran Irmayanti Irmayanti, Irmayanti Karim, Marzelina Khaeruddin HA Khairuddin Djawad Khomeny, Imran Al Mu’min Latief, Rachmat Lisa Yuniati Lukman, Moudyana Maha Umami Putri Qulzum Mahfud, Multazam Pratama Makmun, Armanto Mohammad Reza Zainal Abidin Muh. Nasrum Massi Muhammad Syabilal Alfat Al Buyani Munsir Ahyar Namirah, Hanna Aulia Nasruddin, Hermiaty Nasrudin Andi Mappaware natasya widiyana putri Nelcy, Yuliana Nita Ramdhani Nur, Muh Jabal Nurelly Noro Waspodo, Nurelly Noro Nurmadilla, Nesyana Nurul Fadilah Pramono, Sigit Dwi Purnama, Indah Dian Rachmat Faisal Syamsu Rasfayanah, Rasfayanah Samosir, Abdi Dwiyanto Putra Sandewa, Ele Shulhana Mokhtar Siti Aisyah Karina HB Solecha setiawati Sri Wahyu Surdam, Zulfiyah Syakir Syamsu Rijal Syamsu Rijal Syarifuddin Rauf Widjoyo Wiriansya, Edward Pandu Yuniarti, Lisa Yuniati, Lisa