Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pemberian Makanan Tambahan dan Edukasi Pemanfaatan Tanaman Obat Tradisional Dalam Upaya Meningkatkan Status Gizi Anak Guna Mencegah Stunting di Kota Kupang Pua Upa, Muhamad Satria Mandala; Kapitan, Lely A.V.; Wanti, Wanti; Irfan, Irfan
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v3i2.453

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi yang disebabkan oleh kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang, yang menyebabkan gagal tumbuh pada anak balita. Indonesia memiliki prevalensi stunting tertinggi di Asia Tenggara, mencapai 37,2%, dan pemerintah menargetkan penurunan angka stunting menjadi 14% pada tahun 2024, dengan upaya konvergensi lintas sektoral di berbagai sektor. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan bantuan kepada keluarga yang membutuhkan penanganan kesehatan anak penderita stunting dan gizi kurang. Metode yang digunakan adalah pemberian PMT selama 90 hari kepada anak asuh dan penyuluhan mengenai pemanfaatan tanaman obat tradisional kepada orang tua anak yang berisiko mengalami stunting. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada perkembangan anak, yang tercermin dari kenaikan berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan atas. Selain itu, terdapat peningkatan pengetahuan orang tua mengenai pemanfaatan tanaman obat tradisional dalam penanganan stunting. Kesimpulannya, pemberian PMT dan edukasi mengenai tanaman obat tradisional terbukti efektif dalam meningkatkan status gizi anak dan mengurangi risiko stunting. Kami menyarankan agar kegiatan serupa dapat diperluas ke wilayah lain dan dilakukan secara berkelanjutan untuk mencapai target penurunan prevalensi stunting yang lebih rendah di masa mendatang.
Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu terhadap Pencegahan dan Deteksi Dini Kasus Tuberkulosis Irfan, Irfan; Wanti, Wanti; Handayani, Fitri; Liunokas, Oklan BT; Kleden, Simon Sani; Widyastuti, Ririn
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Januari 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i1.5755

Abstract

Banyaknya kasus Tuberkulosis (TBC) di TTS dan mengingat peran kader sekarang sangat diperlukan dalam layanan primer terutama dalam preventif dan promotive maka tim Poltekkes Kemenkes Kupang melakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan kader dan masyarakat dalam deteksi dini TBC. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pencegaha dan deteksi dini TBC pada kader dan masyarakat di Desa Oinlasi Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Kegiatan ini dilakukan di Desa Oinlasi Oktober 2024 dengan peserta 30 kader posyandu dan kader TBC serta masyarakat. Kegiatan meliputi 3 tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Metode kegiatan adalah penyuluhan dan demonstrasi skrining TBC pada peserta yang hadir. Evaluasi dilakukan melalui diskusi dan tanya jawab di akhir sesi penyuluhan serta dengan melihat kemauan peserta saat melakukan skrining TBC denagn X-Ray Portable. Penyuluhan untuk peningkatan pengetahuan kader Posyandu dan masyarakat dalam Pencegahan dan Deteksi Dini Kasus TBC dilakukan atas kolaborasi Poltekkes Kemenkes Kupang, Kecamatan Mollo Selatan, Puskesmas Siso, dan Desa Oinlasi. Kegiatan dilakukan di kantor Desa Oinlasi yang dihadiri oleh pihak dari Camat Mollo Selatan, Kepala dan staf Puskesmas Siso, dan Kepala Desa dan staf Desa Oinlasi, serta kader kesehatan dan masyarakat. Sesi penyuluhan disampaikan oleh Kepala Puskesmas, Kepala Desa dan Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Kupang. Tidak lupa juga Camat Mollo Selatan ikut melakukan dukungan dan penguatan kepada kader dan masyarakat dalam pencegahan Tuberkulosis. Kolaborasi kegiatan ini dilakukan untuk pemberdayaan masyarakat dan kader dalam melakukan pencegahan TBC dan skrining awal TBC. Dari evaluasi yang dilakukan yaitu melalui tanya jawab dan diskusi setelah sesi penyuluhan maka didapat bahwa kader dan masyarakat mampu menjawab dengan baik pertanyaan yang disampaikan oleh pemateri, dan lebih terbuka dalam menyampaikan permasalahann yang dihadapi dalam pencegahan dan deteksi awal Tuberkulosis.
Kolaborasi Sektoral Dalam Penyuluhan Pencegahan Stunting Di Gereja Talitakumi Desa Raknamo Kabupaten Kupang Ngambut, Karolus; Wanti, Wanti; Bare Telan, Albina; Resi, Erika Maria; Pua Upa, Muhammad Satria Mandala; Irfan, Irfan; Theodolfi, Ragu; Pantaleon, Maria Goreti; Rogaleli, Yuanita Clara Luhi; Variani, Ratih; Kristina, Ragu Harming; Sila, Oktofianus
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i02.404

Abstract

: Isu kesehatan masyarakat termasuk isu stunting sangat kompleks, dimana diperlukan strategi kolaborasi dalam penyelesaiannya. Untuk meningkatkan kompetensi masyarakat dalam pencegahan dan penanganan stunting perlu adanya pendekatan sectoral dan berbasis program untuk menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat. Berbagai factor pendorong kolaborasi dalam penanganan isu stunting meliputi pengalaman kolaborasi sebelumnya, factor komunikasi dan factor kepemimpinan organisasi. Untuk itu pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan edukasi kepada masyarakat dengan melibatkan lintas sector dan lintas profesi dengan latar belakang kompetensi dan pengalaman kolaborasi yang berbeda namun disatukan untuk tujuan sama yaitu peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam tindakan pencegahan stunting. Kegiatan dilakukan di Gereja Talitakumi Desa Raknamo Kabupaten Kupang dengan sasaran 97 kepala keluarga dan 20 balita dengan gizi kurang. Disarankan para pimpinan organisasi pada berbagai level, baik organisasi publik dan organisasi swasta, institusi Pendidikan dan lain lain perlu memiliki perspektif kolaborasi dalam menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat., perlu membangun komunikasi yang efektif antara para pihak yang terlibat dalam kolaborasi.
Analysis of the Influence of Price, Product Quality, and Brand Image on Consumer Purchase Decisions at Matahari Departement Store in Palopo City Nurjannah, Nurjannah; Mahmut, Cici; Wanti, Wanti; Nadia, Nadia; Tahir, Muhammad Arul
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July, Social Studies, Educational Research and Humanities Research.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.47397

Abstract

This study aims to analyze the influence of price, product quality, and brand image on consumer purchasing decisions at Matahari Department Store in Palopo City. As competition intensifies in the modern retail sector, especially in fashion, understanding the factors that drive consumer choices becomes increasingly vital. The research employed a quantitative method using multiple linear regression analysis to process data collected through observation, interviews, and questionnaires from 50 respondents. The findings reveal that price and brand image have a significant influence on consumer purchase decisions, while product quality does not have a statistically significant effect. This suggests that in this retail context, consumers place greater emphasis on perceived value and brand reputation rather than product quality, which is assumed to meet standard expectations. These results underscore the need for retail businesses to focus on competitive pricing and brand development strategies in order to enhance consumer engagement and purchasing behavior. The study provides valuable insights for marketing practitioners seeking to align business strategies with evolving consumer preferences in mid-sized urban markets.
Education on Clean and Healthy Lifestyle and Use of Masks in the Praingu Prailiu Tourism Village, East Sumba Wanti, Wanti; Gunawan, Yosephina Elizabeth Sumartini; Yurissetiowati, Yurissetiowati
Indonesian Journal of Community Services Cel Vol. 1 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Services Cel
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.257 KB) | DOI: 10.70110/ijcsc.v1i1.7

Abstract

A tourist village is a rural area that has a variety of tourist attractions. One of the tourism potentials that is the center of attention of tourists is the tourism potential on Sumba Island. One of the tourism potentials in East Sumba is Raja Prailiu Village, which is located in Prailiu Village, Kambera District, East Sumba Regency. Since the Covid-19 pandemic, the number of tourists, both domestic and foreign, has decreased so that the income of people in the area has decreased. The government is currently preparing to develop a strategy to change the status of the Covid-19 pandemic to endemic. This was welcomed by the local community so that preparations were needed to support the government's discourse. The purpose of this activity is to provide education about clean and healthy living behavior (PHBS) and how to use masks as an effort to prepare for the reopening of tourist villages in the area. This community service method involves 35 weavers and is implemented in the Traditional Village of Praingu Prailiu Village. The results of this activity increased the knowledge of respondents about clean and healthy living behavior and how to use masks properly and correctly. In conclusion, after giving lectures / counseling as many as 71.4% of respondents have good knowledge about a clean and healthy lifestyle, and 100% of respondents understand how to use masks properly and correctly.
Pemberdayaan Majelis Gereja Sebagai Kader Sanitasi Mendukung Desa Siaga Di Kabupaten Kupang Wanti, Wanti; Agustina, Agustina; Singga, Siprianus; Irfan, Irfan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i2.4241

Abstract

Peran masyarakat dalam keberhasilan pencegahan penyakit dan penyehatan lingkungan sangat penting, salah satunya adalah menjadi kader sanitasi. Tujuan kegiatan ini adalah pembentukan kader sanitasi dan pelatihan pembuatan jamban leher angsa dimana majelis gereja sebagai fasilitator, dalam rangka mendukung desa siaga. Pelaksanaan kegiatan ini melalui beberapa tahap dan melibatkan beberapa pihak yaitu mahasiswa, dosen, majelis gereja, jemaat gereja dan staf Dinkes Kabupaten Kupang. Kegiatan dilakukan di Gereja Getsemani Desa Oelpuah Kabupaten Kupang, Juni – Oktober 2022. Tahapan kegiatan adalah persiapan dan sosialisasi program kerja, pelatihan pembuatann jamban leher angsa, dan monitoring evaluasi. Koordinasi dan sosialisasi dilakukan pada pendeta, majelis gereja, dan 20 jemaat gereja terpilih. Pelaksanaan kegiatan selanjutnya adalah penyuluhan dan pelatihan jemaat sebagai kader sanitasi dalam pembuatan jamban leher angsa dengan melibatkan majelis gereja, dosen dan Dinas Kabupaten Kupang. Kegiatan menghasilkan 2 kelompok kader sanitasi dari 20 peserta yang hadir. Evaluasi juga dilakukan secara internal oleh majelis dan kader sanitasi dimana mereka akan melakukan pembuatan jamban leher angsa secara mandiri. Luaran kegiatan ini adalah terbentuknya jejaring kerjasama Poltekkes Kemenkes Kupang dengan Gereja GMIT Getsemani Desa Oelpuah, serta terbentuknya 2 kelompok kader sanitasi yang diharapkan dapat memfasilitasi masyarakat dalam masalah kesehatan lingkungan terutama terkait cakupan jamban sehat.
Factors Associated with Tuberculosis Disease in Kupang City Wanti, Wanti; Respati, Titik; Irfan, Irfan
Journal of Tropical Diseases and Health Science Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Tropical Diseases and Health Science
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jtdhs.v4i2.1948

Abstract

Tuberculosis (TB) is still a major public health problem in the world.  It is estimated that one-third of the world's population has been infected with TB germs. Factors that cause TB include knowledge, behavior, home environmental conditions and other factors, where all these factors are interrelated, making the TB problem increasingly complex, prevention and intervention steps that must be taken.  For this reason, this study was conducted with the aim of determining the factors that influence the incidence of Tuberculosis in Kupang City.  This analytical observational study was conducted with a case-control study design. Kupang City was chosen because TB cases are still high in NTT Province.  The study period was June–September 2021 with a sample of cases being TB patients undergoing treatment, namely 75 TB patients and 75 non-TB patients as a control group.  Data were collected through direct interviews. Analysis was carried out univariately and bivariately with the chi square test. This study found that factors related to the incidence of tuberculosis were knowledge (p 0.049), smoking behavior and number of cigarettes per day (p 0.000), room density (p 0.035), and room lighting (p 0.0009). Therefore, it is necessary to provide more education to the community about how it is transmitted, how to prevent and how to treat it, as well as counseling about the impact of smoking, especially in relation to the risk of tuberculosis.  It is also important to provide counseling on healthy homes, especially by reducing residential density (or increasing the size of the house) and arranging the house so that sunlight can enter the house directly in the morning. Protection is needed against smoke caused by wood and kerosene, especially for breathing and especially tuberculosis.
Mapping of Dengue Hemorrhagic Fever in the Kupang City Community Health 2019-2021 Wanti, Wanti; Irfan, Irfan; Fantiana Suryanti; Irwan Budiana; Ety Rahmawati; Oktofianus Sila; , Muhammad Satria Mandala Pua Upa; Maria Hilaria
Journal of Tropical Diseases and Health Science Vol. 3 No. 1 (2023): Journal of Tropical Diseases and Health Science
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jtdhs.v3i1.2217

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito infected with the dengue virus. DHF cases increase annually and are endemic in almost all regions of Indonesia. The purpose of this study was to determine the distribution of DHF cases at Kupang City Community Health Centers (Puskesmas) in 2019-2021 based on village characteristics, gender, and age. The method used in this study was descriptive, with the variables of DHF mapping based on village, gender, and age. The study sample consisted of all DHF patient data registered in the registration book at Kupang City Community Health Centers (Puskesmas) in 2019-2021. The collected DHF patient data is presented in map form. The data show that male patients outnumber female patients, with the highest age group being 5-9 years old. Of the five villages, Merdeka Village had the highest number of cases in 2019-2021
Dengue Haemorrhagic Fever and House Conditions in Kupang City, East Nusa Tenggara Province Wanti, Wanti; Yudhastuti, Ririh; Notobroto, Hari Basuki; Subekti, Sri; Sila, Oktofianus; Kristina, Ragu Harming; Dwirahmadi, Feby
Kesmas Vol. 13, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kupang City has the highest Incidence of DHF in East Nusa Tenggara and also higher than the national figure. This study aims to analyze the relationship between housing conditions and the DHF incidence in the Kupang City. This observational study uses a case-control study in 25 villages with a total sample of 500 people. Data is analyzed using t test and chi square test. The house conditions were significantly related to the DHF incidence (p≤0.05), namely house lighting, water usage, wall construction, ventilation area and ownership of clean water facilities. People are advised to ventilate the house ≥10% of the floor area and often open the house ventilation as a place for air exchange and for entering the light into the house. Construction of the wall is expected to be repaired to be more permanent or close the open part so not as a mosquitoes path into the house. The government is advised to increase access to clean water for the community and promote to always clean water reservoirs and not hold water for a long time.
Kondisi Sarana Air Bersih, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Terhadap Frambusia pada Anak-anak Wanti, Wanti; Sinaga, Enni Rosida; Irfan, Irfan; Ganggar, Mitrawati
Kesmas Vol. 8, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus frambusia yang tercatat di Puskesmas Bondo Kodi Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus meningkat dari 174 kasus tahun 2009 menjadi 327 kasus pada tahun 2010 dan 369 kasus pada tahun 2011. Pada tahun 2012, frambusia tertinggi terjadi di Desa Mali Iha di Kecamatan Bondo Kodi dengan 43 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor lingkungan, perilaku, dan pengetahuan masyarakat yang berhubungan dengan kejadian penyakit frambusia pada anak-anak. Penelitian observasional ini menggunakan rancangan studi kasuskontrol, dengan kondisi sarana air bersih (SAB), perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan pengetahuan masyarakat tentang frambusia sebagai variabel bebas. Sampel penelitian adalah 30 orang anak yang menderita frambusia (kasus) dan 30 orang anak sehat (kontrol) yang diambil dengan metode purposive sampling. Data dan informasi mengenai SAB, praktik PHBS, dan pengetahuan masyarakat tentang frambusia didapatkan dengan observasi dan wawancara, kemudian dianalisis dengan uji kai kuadrat. Ditemukan, secara statistik kejadian frambusia berhubungan bermakna dengan kondisi SAB (OR = 15,16 dan nilai p = 0,035) dan PHBS (OR = 7 dan nilai p = 0,048), tetapi tidak berhubungan dengan pengetahuan masyarakat tentang frambusia (nilai p = 0,283). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kondisi SAB dan PHBS merupakan faktor risiko frambusia. Frambusia cases recorded at Bondo Kodi Primary Health Care in Sumba Barat Daya District, East Nusa Tenggara (NTT) were continously increasing from 174 in 2009 to 327 in 2010 and 369 in 2011. In 2012, the highest frambusia occurred in Mali Iha Village with 43 cases. The present research was to define environmental, behavioural, and knowledge factors associated with the frambusia in children. This observational study employed casecontrol design with condition of clean water source, practices of personal hygiene and health behavior, and community knowledge about frambusia as independent variables. Samples were 30 children with frambusia (cases) and 30 healthy children (control) who were selected using purposive sampling. Data and information on environmental condition, behavioral practices, and community knowledge were collected by interview and direct observation and were analyzed using chi-square test. It was found that statistically the frambusia cases were associated significantly with the condition of clean water source (OR = 15.16, p value = 0.035) and personal hygiene and healthy behavior (OR = 7, p value = 0.048), but were not associated with community knowledge (p value = 0.283). It concludes that condition of clean water sources and personal hygiene and healthy behavior are risk factors of frambusia in children.
Co-Authors , Muhammad Satria Mandala Pua Upa Adedo, Eki Adi, Anak Agung Mirah Agustina Agustina Agustina Ahmad Alim Bachri Akhyaruddin, Akhyaruddin Aprizal Satria Hanafi Aprizal Satria Hanafi, Aprizal Satria B Widyaningrum Bare Telan, Albina Baso, Namsyah Belarminus, Petrus Boa, Grasiana Florida Budiana, Irwan Christina Rosanty Nenotek Christine J K Ekawati Cicit Mahmut Demsa Simbolon Dukabain, Olga Dwirahmadi, Feby Enni Rosida Sinaga Erika Maria Resi Ety Rahmawati Ety Rahmawati Fantiana Suryanti Feby Dwirahmadi Ferry WF Waangsir Fitri Handayani G. Suluh, Debora GUNAWAN, YOSEPHINA ELIZABETH SUMARTINI Hari Basuki Notobroto Indhira Shagti Inggrita Deanisa lawi Irfan Irfan Isnawati Isnawati Johanis Jusuf Pitreyadi Sadukh Kapa Kado, Yeremias Kapitan, Lely A.V. Karolus Ngambut Kleden, Simon Sani Kusmiyati Kusmiyati Lende, Julianus LIUNOKAS, OKLAN BT Makoil, Samuel David Imenuel Maria Goreti Pantaleon Maria Hilaria Mariana Ngundju Awang Menofeltus Darman Menofeltus Darman, Menofeltus Mitrawati Ganggar Mitrawati Ganggar MMSI Irfan ,S. Kom Nadia Nadia Nindrea, Ricvan Dana Ningsih, Arum Gati Nurjannah Nurjannah Oktofianus Sila Oktofianus Sila Oktovianus Sila Pua Upa, Muhamad Satria Mandala Pua Upa, Muhammad Satria Mandala Qomariyatus Sholihah Ragu Harming Kristina Ragu Harming Kristina Ragu Theodolfi RESI, ERIKA MARIA Rifa fakhriyah Ririh Yudhastuti Ririh Yudhastuti Ririn Widyastuti, Ririn Sadukh, Johanes Pitreyadi Saghu, Maria Mencyana Pati Savtari, Akbal Sila, Oktofianus Sine, Gresilda Louisa Sine, Juni Gressilda L Siprianus Singga Siprianus Singga Sri Subekti Stephani Mangi Subagyo, Arief Suluh, Debora G Sutarto Hadi Tahir, Muhammad Arul Titik Respati Uly Agustine, Uly VARIANI, RATIH Windari, Aulia Choiri YUANITA CLARA LUHI ROGALELI Yurissetiowati, Yurissetiowati