Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberian Makanan Tambahan dan Edukasi Pemanfaatan Tanaman Obat Tradisional Dalam Upaya Meningkatkan Status Gizi Anak Guna Mencegah Stunting di Kota Kupang Pua Upa, Muhamad Satria Mandala; Kapitan, Lely A.V.; Wanti, Wanti; Irfan, Irfan
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v3i2.453

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi yang disebabkan oleh kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang, yang menyebabkan gagal tumbuh pada anak balita. Indonesia memiliki prevalensi stunting tertinggi di Asia Tenggara, mencapai 37,2%, dan pemerintah menargetkan penurunan angka stunting menjadi 14% pada tahun 2024, dengan upaya konvergensi lintas sektoral di berbagai sektor. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan bantuan kepada keluarga yang membutuhkan penanganan kesehatan anak penderita stunting dan gizi kurang. Metode yang digunakan adalah pemberian PMT selama 90 hari kepada anak asuh dan penyuluhan mengenai pemanfaatan tanaman obat tradisional kepada orang tua anak yang berisiko mengalami stunting. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada perkembangan anak, yang tercermin dari kenaikan berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan atas. Selain itu, terdapat peningkatan pengetahuan orang tua mengenai pemanfaatan tanaman obat tradisional dalam penanganan stunting. Kesimpulannya, pemberian PMT dan edukasi mengenai tanaman obat tradisional terbukti efektif dalam meningkatkan status gizi anak dan mengurangi risiko stunting. Kami menyarankan agar kegiatan serupa dapat diperluas ke wilayah lain dan dilakukan secara berkelanjutan untuk mencapai target penurunan prevalensi stunting yang lebih rendah di masa mendatang.
Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu terhadap Pencegahan dan Deteksi Dini Kasus Tuberkulosis Irfan, Irfan; Wanti, Wanti; Handayani, Fitri; Liunokas, Oklan BT; Kleden, Simon Sani; Widyastuti, Ririn
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Januari 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i1.5755

Abstract

Banyaknya kasus Tuberkulosis (TBC) di TTS dan mengingat peran kader sekarang sangat diperlukan dalam layanan primer terutama dalam preventif dan promotive maka tim Poltekkes Kemenkes Kupang melakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan kader dan masyarakat dalam deteksi dini TBC. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pencegaha dan deteksi dini TBC pada kader dan masyarakat di Desa Oinlasi Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Kegiatan ini dilakukan di Desa Oinlasi Oktober 2024 dengan peserta 30 kader posyandu dan kader TBC serta masyarakat. Kegiatan meliputi 3 tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Metode kegiatan adalah penyuluhan dan demonstrasi skrining TBC pada peserta yang hadir. Evaluasi dilakukan melalui diskusi dan tanya jawab di akhir sesi penyuluhan serta dengan melihat kemauan peserta saat melakukan skrining TBC denagn X-Ray Portable. Penyuluhan untuk peningkatan pengetahuan kader Posyandu dan masyarakat dalam Pencegahan dan Deteksi Dini Kasus TBC dilakukan atas kolaborasi Poltekkes Kemenkes Kupang, Kecamatan Mollo Selatan, Puskesmas Siso, dan Desa Oinlasi. Kegiatan dilakukan di kantor Desa Oinlasi yang dihadiri oleh pihak dari Camat Mollo Selatan, Kepala dan staf Puskesmas Siso, dan Kepala Desa dan staf Desa Oinlasi, serta kader kesehatan dan masyarakat. Sesi penyuluhan disampaikan oleh Kepala Puskesmas, Kepala Desa dan Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Kupang. Tidak lupa juga Camat Mollo Selatan ikut melakukan dukungan dan penguatan kepada kader dan masyarakat dalam pencegahan Tuberkulosis. Kolaborasi kegiatan ini dilakukan untuk pemberdayaan masyarakat dan kader dalam melakukan pencegahan TBC dan skrining awal TBC. Dari evaluasi yang dilakukan yaitu melalui tanya jawab dan diskusi setelah sesi penyuluhan maka didapat bahwa kader dan masyarakat mampu menjawab dengan baik pertanyaan yang disampaikan oleh pemateri, dan lebih terbuka dalam menyampaikan permasalahann yang dihadapi dalam pencegahan dan deteksi awal Tuberkulosis.
Kolaborasi Sektoral Dalam Penyuluhan Pencegahan Stunting Di Gereja Talitakumi Desa Raknamo Kabupaten Kupang Ngambut, Karolus; Wanti, Wanti; Bare Telan, Albina; Resi, Erika Maria; Pua Upa, Muhammad Satria Mandala; Irfan, Irfan; Theodolfi, Ragu; Pantaleon, Maria Goreti; Rogaleli, Yuanita Clara Luhi; Variani, Ratih; Kristina, Ragu Harming; Sila, Oktofianus
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i02.404

Abstract

: Isu kesehatan masyarakat termasuk isu stunting sangat kompleks, dimana diperlukan strategi kolaborasi dalam penyelesaiannya. Untuk meningkatkan kompetensi masyarakat dalam pencegahan dan penanganan stunting perlu adanya pendekatan sectoral dan berbasis program untuk menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat. Berbagai factor pendorong kolaborasi dalam penanganan isu stunting meliputi pengalaman kolaborasi sebelumnya, factor komunikasi dan factor kepemimpinan organisasi. Untuk itu pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan edukasi kepada masyarakat dengan melibatkan lintas sector dan lintas profesi dengan latar belakang kompetensi dan pengalaman kolaborasi yang berbeda namun disatukan untuk tujuan sama yaitu peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam tindakan pencegahan stunting. Kegiatan dilakukan di Gereja Talitakumi Desa Raknamo Kabupaten Kupang dengan sasaran 97 kepala keluarga dan 20 balita dengan gizi kurang. Disarankan para pimpinan organisasi pada berbagai level, baik organisasi publik dan organisasi swasta, institusi Pendidikan dan lain lain perlu memiliki perspektif kolaborasi dalam menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat., perlu membangun komunikasi yang efektif antara para pihak yang terlibat dalam kolaborasi.
KEBIASAAN CUCI TANGAN, KONDISI FASILITAS CUCI TANGAN DAN KEBERADAAN E. COLI PADA TANGAN PENJAMAH MAKANAN DI RUMAH MAKAN DALAM WILAYAH KERJA PUSKESMAS OEBOBO KUPANG TAHUN 2012 KUSMIYATI KUSMIYATI; ENNI ROSIDA SINAGA; WANTI WANTI
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 11 No 2 (2013): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Food is needed for our body as energy source. Food also as source of food borne diseases if it is untreatment well. Here, food handler is important to keep the food higyene. This research aim is to describe the hand washing habit, hand washing facility and the present of E. coli at the food handler’s hands in Oebobo Primary Health Center. This discriptive research use cros sectional study with 50 restorants as samples, and 50 food handler, also 50 hand washing facility as unit sample. This research find only 30% food handler washed their hands more than 10 time a day, and almost always using soap when they did it. Many food handlers wash their hands incorrectly. Many restorant just have 1 hand washing facility, 62% the location separate between staf and consumen, only 58% with run water. This research also find there is E. coli at 16% food handlers’s hand.
Education on Clean and Healthy Lifestyle and Use of Masks in the Praingu Prailiu Tourism Village, East Sumba Wanti, Wanti; Gunawan, Yosephina Elizabeth Sumartini; Yurissetiowati, Yurissetiowati
Indonesian Journal of Community Services Cel Vol. 1 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Services Cel
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.257 KB) | DOI: 10.70110/ijcsc.v1i1.7

Abstract

A tourist village is a rural area that has a variety of tourist attractions. One of the tourism potentials that is the center of attention of tourists is the tourism potential on Sumba Island. One of the tourism potentials in East Sumba is Raja Prailiu Village, which is located in Prailiu Village, Kambera District, East Sumba Regency. Since the Covid-19 pandemic, the number of tourists, both domestic and foreign, has decreased so that the income of people in the area has decreased. The government is currently preparing to develop a strategy to change the status of the Covid-19 pandemic to endemic. This was welcomed by the local community so that preparations were needed to support the government's discourse. The purpose of this activity is to provide education about clean and healthy living behavior (PHBS) and how to use masks as an effort to prepare for the reopening of tourist villages in the area. This community service method involves 35 weavers and is implemented in the Traditional Village of Praingu Prailiu Village. The results of this activity increased the knowledge of respondents about clean and healthy living behavior and how to use masks properly and correctly. In conclusion, after giving lectures / counseling as many as 71.4% of respondents have good knowledge about a clean and healthy lifestyle, and 100% of respondents understand how to use masks properly and correctly.
Pemberdayaan Majelis Gereja Sebagai Kader Sanitasi Mendukung Desa Siaga Di Kabupaten Kupang Wanti, Wanti; Agustina, Agustina; Singga, Siprianus; Irfan, Irfan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i2.4241

Abstract

Peran masyarakat dalam keberhasilan pencegahan penyakit dan penyehatan lingkungan sangat penting, salah satunya adalah menjadi kader sanitasi. Tujuan kegiatan ini adalah pembentukan kader sanitasi dan pelatihan pembuatan jamban leher angsa dimana majelis gereja sebagai fasilitator, dalam rangka mendukung desa siaga. Pelaksanaan kegiatan ini melalui beberapa tahap dan melibatkan beberapa pihak yaitu mahasiswa, dosen, majelis gereja, jemaat gereja dan staf Dinkes Kabupaten Kupang. Kegiatan dilakukan di Gereja Getsemani Desa Oelpuah Kabupaten Kupang, Juni – Oktober 2022. Tahapan kegiatan adalah persiapan dan sosialisasi program kerja, pelatihan pembuatann jamban leher angsa, dan monitoring evaluasi. Koordinasi dan sosialisasi dilakukan pada pendeta, majelis gereja, dan 20 jemaat gereja terpilih. Pelaksanaan kegiatan selanjutnya adalah penyuluhan dan pelatihan jemaat sebagai kader sanitasi dalam pembuatan jamban leher angsa dengan melibatkan majelis gereja, dosen dan Dinas Kabupaten Kupang. Kegiatan menghasilkan 2 kelompok kader sanitasi dari 20 peserta yang hadir. Evaluasi juga dilakukan secara internal oleh majelis dan kader sanitasi dimana mereka akan melakukan pembuatan jamban leher angsa secara mandiri. Luaran kegiatan ini adalah terbentuknya jejaring kerjasama Poltekkes Kemenkes Kupang dengan Gereja GMIT Getsemani Desa Oelpuah, serta terbentuknya 2 kelompok kader sanitasi yang diharapkan dapat memfasilitasi masyarakat dalam masalah kesehatan lingkungan terutama terkait cakupan jamban sehat.
Mapping of Dengue Hemorrhagic Fever in the Kupang City Community Health 2019-2021 Wanti, Wanti; Irfan, Irfan; Fantiana Suryanti; Irwan Budiana; Ety Rahmawati; Oktofianus Sila; , Muhammad Satria Mandala Pua Upa; Maria Hilaria
Journal of Tropical Diseases and Health Science Vol. 3 No. 1 (2023): Journal of Tropical Diseases and Health Science
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jtdhs.v3i1.2217

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito infected with the dengue virus. DHF cases increase annually and are endemic in almost all regions of Indonesia. The purpose of this study was to determine the distribution of DHF cases at Kupang City Community Health Centers (Puskesmas) in 2019-2021 based on village characteristics, gender, and age. The method used in this study was descriptive, with the variables of DHF mapping based on village, gender, and age. The study sample consisted of all DHF patient data registered in the registration book at Kupang City Community Health Centers (Puskesmas) in 2019-2021. The collected DHF patient data is presented in map form. The data show that male patients outnumber female patients, with the highest age group being 5-9 years old. Of the five villages, Merdeka Village had the highest number of cases in 2019-2021
Dengue Haemorrhagic Fever and House Conditions in Kupang City, East Nusa Tenggara Province Wanti, Wanti; Yudhastuti, Ririh; Notobroto, Hari Basuki; Subekti, Sri; Sila, Oktofianus; Kristina, Ragu Harming; Dwirahmadi, Feby
Kesmas Vol. 13, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kupang City has the highest Incidence of DHF in East Nusa Tenggara and also higher than the national figure. This study aims to analyze the relationship between housing conditions and the DHF incidence in the Kupang City. This observational study uses a case-control study in 25 villages with a total sample of 500 people. Data is analyzed using t test and chi square test. The house conditions were significantly related to the DHF incidence (p≤0.05), namely house lighting, water usage, wall construction, ventilation area and ownership of clean water facilities. People are advised to ventilate the house ≥10% of the floor area and often open the house ventilation as a place for air exchange and for entering the light into the house. Construction of the wall is expected to be repaired to be more permanent or close the open part so not as a mosquitoes path into the house. The government is advised to increase access to clean water for the community and promote to always clean water reservoirs and not hold water for a long time.
Kondisi Sarana Air Bersih, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Terhadap Frambusia pada Anak-anak Wanti, Wanti; Sinaga, Enni Rosida; Irfan, Irfan; Ganggar, Mitrawati
Kesmas Vol. 8, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus frambusia yang tercatat di Puskesmas Bondo Kodi Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus meningkat dari 174 kasus tahun 2009 menjadi 327 kasus pada tahun 2010 dan 369 kasus pada tahun 2011. Pada tahun 2012, frambusia tertinggi terjadi di Desa Mali Iha di Kecamatan Bondo Kodi dengan 43 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor lingkungan, perilaku, dan pengetahuan masyarakat yang berhubungan dengan kejadian penyakit frambusia pada anak-anak. Penelitian observasional ini menggunakan rancangan studi kasuskontrol, dengan kondisi sarana air bersih (SAB), perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan pengetahuan masyarakat tentang frambusia sebagai variabel bebas. Sampel penelitian adalah 30 orang anak yang menderita frambusia (kasus) dan 30 orang anak sehat (kontrol) yang diambil dengan metode purposive sampling. Data dan informasi mengenai SAB, praktik PHBS, dan pengetahuan masyarakat tentang frambusia didapatkan dengan observasi dan wawancara, kemudian dianalisis dengan uji kai kuadrat. Ditemukan, secara statistik kejadian frambusia berhubungan bermakna dengan kondisi SAB (OR = 15,16 dan nilai p = 0,035) dan PHBS (OR = 7 dan nilai p = 0,048), tetapi tidak berhubungan dengan pengetahuan masyarakat tentang frambusia (nilai p = 0,283). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kondisi SAB dan PHBS merupakan faktor risiko frambusia. Frambusia cases recorded at Bondo Kodi Primary Health Care in Sumba Barat Daya District, East Nusa Tenggara (NTT) were continously increasing from 174 in 2009 to 327 in 2010 and 369 in 2011. In 2012, the highest frambusia occurred in Mali Iha Village with 43 cases. The present research was to define environmental, behavioural, and knowledge factors associated with the frambusia in children. This observational study employed casecontrol design with condition of clean water source, practices of personal hygiene and health behavior, and community knowledge about frambusia as independent variables. Samples were 30 children with frambusia (cases) and 30 healthy children (control) who were selected using purposive sampling. Data and information on environmental condition, behavioral practices, and community knowledge were collected by interview and direct observation and were analyzed using chi-square test. It was found that statistically the frambusia cases were associated significantly with the condition of clean water source (OR = 15.16, p value = 0.035) and personal hygiene and healthy behavior (OR = 7, p value = 0.048), but were not associated with community knowledge (p value = 0.283). It concludes that condition of clean water sources and personal hygiene and healthy behavior are risk factors of frambusia in children.
Analisis Sif Kerja, Masa Kerja, dan Budaya K3 dengan Fungsi Paru Pekerja Tambang Batu Bara Sholihah, Qomariyatus; Hanafi, Aprizal Satria; Wanti, Wanti; Bachri, Ahmad Alim; Hadi, Sutarto
Kesmas Vol. 10, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambangan batu bara merupakan salah satu sumber pencemaran udara berupa partikel debu batu bara yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan bila terhirup manusia. Risiko kerja yang sering terjadi dapat berasal dari faktor pekerjaan atau perilaku pekerja sendiri, di antaranya sif kerja dan masa kerja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan sif kerja, masa kerja, dan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan fungsi paru pekerja tambang batu bara. Penelitian ini merupakan desain kasus kontrol dengan jumlah masing-masing sampel untuk kasus dan kontrol sebesar 178 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober November 2014 di PT. X Kalimantan Selatan. Hasil penelitian berdasarkan uji kai kuadrat, didapatkan nilai p = 0,044 untuk sif kerja, 0,028 untuk masa kerja, dan 0,013 untuk budaya K3. Berdasarkan hasil uji regresi logistik, didapatkan nilai p sif kerja 0,01 dengan OR = 3,934. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara sif kerja dengan fungsi paru, dan tidak terdapat hubungan antara masa kerja dan budaya K3 dengan fungsi paru. Sif kerja merupakan variabel independen yang paling dominan memengaruhi fungsi paru. Coal mining is one source of air pollution caused in form of coal dust particle that may interfere with health of breathing if inhaled by human. Occupational risks often occurred may come from occupational factor or worker’s behavior itself, ones of which are work shift and work period. This study aimed to determine relations of work shift, work period and occupational health and safety (OHS) culture with lung function of coal mining worker. This study was control case design with each amount of sample for case and control was 178 respondents. The study was conducted on October – November 2014 at PT X in South Borneo. Results based on chisquare test showed p value = 0.044 for work shift, 0.028 for work period and 0.013 for OHS culture. Based on logistic regression test results, p value for work shift was 0.01 with OR = 3.934. As conclusion, there is a relation between work shift with lung function, then there is no relation found between work period and OHS culture with lung function. Work shift is an independent variable most dominantly influencing the lung function.
Co-Authors , Muhammad Satria Mandala Pua Upa Adi, Anak Agung Mirah Aemilianus Mau Agnes Lia Renataa Agussalim Agussalim Agustina Agustina Agustina Agustina Ina Ahmad Alim Bachri Akhmad Fathoni Albina Bare Telan Aprizal Satria Hanafi Aprizal Satria Hanafi, Aprizal Satria B Widyaningrum Bare Telan, Albina Baso, Namsyah Belarminus, Petrus Boa, Grasiana Florida Bringiwatty Batbual Bringiwatty Batbual Budiana, Irwan Christina Rosanty Nenotek Christine J K Ekawati Debora G. Suluh Demsa Simbolon DESTY EMILYANI Dewi Nur Sukma Purqoti Dhea Novita Dukabain, Olga Dwi Pristiany Dwirahmadi, Feby Enni Rosida Sinaga Erika Maria Resi Ety Rahmawati Ety Rahmawati Fantiana Suryanti Fatmawati Blegur Feby Dwirahmadi Felderika Pandie Ferry Kriswandana Ferry WF Waangsir Fitri Handayani Fransiskus Salesius Onggang Fransiskus Salesius Onggang G. Suluh, Debora Grasiana Florida Boa Gresilda Louisa Sine GUNAWAN, YOSEPHINA ELIZABETH SUMARTINI Hari Basuki Notobroto Ina Debora Ratu Ludji Indhira Shagti Inggrita Deanisa lawi Irfan Irfan Irfan Isnawati, Isnawati Johanes Jusuf Pitreyadi Sadukh Johanis Jusuf Pitreyadi Sadukh Juni Gressilda L Sine Kapa Kado, Yeremias Kapitan, Lely A.V. Karolus Ngambut Kleden, Simon Sani Kusmiyati Kusmiyati Lende, Julianus Makoil, Samuel David Imenuel Margareta Teli Maria F Vinsensia D P Kewa Niron Maria Goreti Pantaleon Maria Hilaria Maria Hilaria Maria Mencyana Paty Saghu Mariana Ngundju Awang Marni Tangkelani Matje M. Huru Melinda Rosita Wariyaka Menofeltus Darman Menofeltus Darman, Menofeltus Mitrawati Ganggar Mitrawati Ganggar MMSI Irfan ,S. Kom Muflihah Isnawati Muhamad Satria Mandala Pua Upa Muhammad Ir'fai Muhammad Pahruddin, Muhammad Muhammad Rasyid Ridha Muhammad Satria Mandala Pua Upa Nindrea, Ricvan Dana Oktofianus Sila Oktofianus Sila Oktovianus Sila Petrus Belarminus Pius Selasa Pua Upa, Muhammad Satria Mandala Qomariyatus Sholihah Ragu Harming Kristina Ragu Harming Kristina Ragu Theodolfi RESI, ERIKA MARIA Ririh Yudhastuti Ririh Yudhastuti Ririn Widyastuti Ririn Widyastuti, Ririn Rr. Sri Endang Pujiastuti Rusmini Rusmini Sabinus Bunga Ama Kedang Sadukh, Johanes Pitreyadi Saghu, Maria Mencyana Pati SAMBARA, JEFRIN Sarita Tae Sila, Oktofianus Simon Sani Kleden Sine, Juni Gressilda L Siprianus Singga Siprianus Singga Sri Subekti Sri Widiyati Stephani Mangi Subagyo, Arief Suluh, Debora G Supriyadi Supriyadi Sutarto Hadi Theresia Avila Kurnia Titik Respati Uly Agustine Uly Agustine, Uly VARIANI, RATIH Windari, Aulia Choiri Yanpitherszon Liunokas Yualeny Valensia YUANITA CLARA LUHI ROGALELI Yurissetiowati, Yurissetiowati