Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Sif Kerja, Masa Kerja, dan Budaya K3 dengan Fungsi Paru Pekerja Tambang Batu Bara Sholihah, Qomariyatus; Hanafi, Aprizal Satria; Wanti, Wanti; Bachri, Ahmad Alim; Hadi, Sutarto
Kesmas Vol. 10, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambangan batu bara merupakan salah satu sumber pencemaran udara berupa partikel debu batu bara yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan bila terhirup manusia. Risiko kerja yang sering terjadi dapat berasal dari faktor pekerjaan atau perilaku pekerja sendiri, di antaranya sif kerja dan masa kerja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan sif kerja, masa kerja, dan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan fungsi paru pekerja tambang batu bara. Penelitian ini merupakan desain kasus kontrol dengan jumlah masing-masing sampel untuk kasus dan kontrol sebesar 178 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober November 2014 di PT. X Kalimantan Selatan. Hasil penelitian berdasarkan uji kai kuadrat, didapatkan nilai p = 0,044 untuk sif kerja, 0,028 untuk masa kerja, dan 0,013 untuk budaya K3. Berdasarkan hasil uji regresi logistik, didapatkan nilai p sif kerja 0,01 dengan OR = 3,934. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara sif kerja dengan fungsi paru, dan tidak terdapat hubungan antara masa kerja dan budaya K3 dengan fungsi paru. Sif kerja merupakan variabel independen yang paling dominan memengaruhi fungsi paru. Coal mining is one source of air pollution caused in form of coal dust particle that may interfere with health of breathing if inhaled by human. Occupational risks often occurred may come from occupational factor or worker’s behavior itself, ones of which are work shift and work period. This study aimed to determine relations of work shift, work period and occupational health and safety (OHS) culture with lung function of coal mining worker. This study was control case design with each amount of sample for case and control was 178 respondents. The study was conducted on October – November 2014 at PT X in South Borneo. Results based on chisquare test showed p value = 0.044 for work shift, 0.028 for work period and 0.013 for OHS culture. Based on logistic regression test results, p value for work shift was 0.01 with OR = 3.934. As conclusion, there is a relation between work shift with lung function, then there is no relation found between work period and OHS culture with lung function. Work shift is an independent variable most dominantly influencing the lung function.
Tempat Penampungan Air dan Kepadatan Jentik Aedes sp. di Daerah Endemis dan Bebas Demam Berdarah Dengue Wanti, Wanti; Darman, Menofeltus
Kesmas Vol. 9, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat kepadatan jentik merupakan indikasi diketahuinya kepadatan nyamuk Aedes sp yang akan menularkan virus dengue sebagai penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan juga sebagai salah satu indikator keberhasilan kegiatan pengendalian vektor. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik tempat penampungan air (TPA) dan perbedaan kepadatan jentik House Index, Container Index, Breatau Index (HI, CI, BI) di Kelurahan Alak sebagai daerah endemis dan Kelurahan Belo sebagai daerah bebas DBD di Kota Kupang Tahun 2011. Penelitian observasional analitik ini menggunakan rancangan studi potong lintang. Variabel penelitian adalah jenis, kondisi, letak, bahan TPA dan kepadatan jentik Aedes sp. Data dikumpulkan dengan observasi langsung pada TPA dan rumah terpilih. Data disajikan dalam bentuk tabel kemudian dianalisis dengan uji-t. Penelitian ini menemukan TPA positif jentik paling banyak adalah TPA untuk kebutuhan sehari-hari, kondisi TPA tidak tertutup rapat, letak TPA di luar rumah, bahan TPA adalah bahan keramik, dan warna TPA adalah warna putih. Hasil penelitian menunjukkan nilai dari HI 0,887, CI 0,146 dan BI 0,080, yang artinya tidak ada perbedaan kepadatan jentik antara Kelurahan Alak (daerah endemis) dengan Kelurahan Belo (daerah bebas). Disimpulkan tidak ada perbedaan kepadatan jentik (HI, CI, dan BI) antara daerah endemis dan daerah bebas DBD. Kedua daerah sama-sama memiliki tingkat kepadatan jentik yang tinggi, sehingga disarankan pemberantasan sarang nyamuk tidak hanya diprioritaskan pada daerah endemis DBD tetapi juga daerah daerah bebas DBD. The larva density is an indication of the density of Aedes sp known to be capable of transmitting the dengue virus as the cause of dengue haemorrhagic fever (DHF) and also as one of the indicators of the success of vector control activities. This study aimed to determine the difference of the water container container characteristics and the larvae density (HI, CI, BI) in Alak village as an endemic area and in Belo Village as a free area of dengue in Kupang Municipality. This analytic observational study using cross sectional study design. Observed variables were the type, the condition, the location, the material of water container and also the larvae density. Data collected by direct observation in water container and house. Data presented in tables were analyzed by t-test. This study found positive larvae at most container is for everyday need, on not sealed condition, in outside the home, and in a ceramic material. The study also found the value of HI is 0.887, CI is 0.146 and BI is 0.080. It means that larvae density between Alak and Belo Village is not different. The conclusion is that there is no difference in the larvae density (HI, CI, and BI) between endemic area and free area of DHF. The two regions have the same high level of larvae density, so it is advisable that mosquito eradication is not only priority in endemic areas but also in dengue-free areas.
Praimago Density of Aedes Sp and Its Relationship with the Incidence of DHF in Kupang City Wanti, Wanti; Sila, Oktofianus; Irfan, Irfan; Rahmawati, Ety; Sadukh, Johanes Pitreyadi
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 2 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i2.4511

Abstract

Mosquito density may represent the bionomic of Aedes sp and the risk of spreading the disease. The Indonesian Ministry of Health has been using ABJ, HI, CI, BI and Pupa Index (PI) to calculate the density of Aedes sp praimago and assess the risk of dengue transmission in an area, so it is necessary to look for an index that describes the individual risk of dengue transmission. The research objective was to analyze the relationship between praimago density of Aedes sp on the incidence of dengue fever in Kupang City, where in Kupang City. The research was conducted in 25 urban villages. Samples were taken from 20 people per sub-district obtained by cluster sampling, namely the center point is the DHF sufferer, then the nearest house was searched within a radius of 100 meters until a total of 20 houses were reached or 500 houses for Kupang City. The independent variables were larvae / pupa density (HP, PC, CPP, LH, PH, LCIH, PCIH, LPCIH, PPCIH, LPH, PPH) and egg density (TE, EDH, OIH), while the dependent variable was the incidence of DHF. Praimago density was determined by conducting an entomological survey in the form of a survey of eggs and larvae of Aedes sp. The data were processed to see the density of larvae and eggs per house, then statistically analyzed using independent t test, Chi Square, and Pearson Correlation. The study found that there was a relationship between larvae / pupa density (HP, PC, CPP, LH, LCIH, LPCIH, LPH) and egg density (TE, EDH, OIH) with the incidence of DHF. It concluded that the density of egg density and larvae / pupa density in a house can be used to estimate the risk of dengue fever from family members in the house.
Pendampingan Kader Berbasis Pemberdayaan dan OTA2S di Kelurahan LILIBA Yurissetiowati, Yurissetiowati; Wanti, Wanti; Baso, Namsyah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13170

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah kegagalan tumbuh kembang pada anak  di bawah usia 5 tahun dan diakibatkan kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan di bawah normal. Jika panjang atau tinggi badan anak kurang dari minus 2 dari standar deviasi (2SD) panjang atau tinggi anak seusianya, maka anak tersebut tergolong stunting. Pada tahun 2021 di Indonesia prevalensi kejadian stunting adalah sekitar 7,9%. Angka tersebut termasuk di dalamnya adalah Propinsi Nusa Tenggara Timur yang menduduki angka stunting 22,6%. Penanganan stunting bisa dilakukan dengan membuat suatu kegiatan Orangtua Asuh Anak Stunting/ OTA2S. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melakukan penanganan stunting melalui pemberdayaan kader dan OTA2S di Kelurahan Liliba Kota Kupang. Pelaksanaan kegiatan pengabmas dilakukan dengan metode :  Sosialisasi, Pelaksanaan pengabmas pembekalan materi (Konsep stunting, Pemeriksaan Antropometri, Pemberian Makanan Tambahan, penilaian tumbuh kembang dengan KPSP, pijat bayi, pemberian makanan tambahan dengan gizi seimbang selama 90 hari), dan Evaluasi kegiatan. Hasil pengabmas terdapat kenaikan berat badan, tinggi badan dan juga LILA yang cukup signifikan. Kesimpulan terdapat peningkatan pengetahuan orangtua dan kader tentang pemberian makanan tambahan yang bergizi seimbang, dan cara mengukur tumbuh kembang anak, stimulasi dengan pijat bayi. Kata Kunci: Kader, OTA2S, Stunting  ABSTRACT Stunting is failure to grow and develop in children under 5 years of age and is caused by chronic malnutrition which is characterized by body length or height below normal. If a child's length or height is less than minus 2 of the standard deviation (2SD) of the length or height of children of his age, then the child is classified as stunted. In 2021 in Indonesia, the prevalence of stunting is around 7.9%. This figure includes East Nusa Tenggara Province which has a stunting rate of 22.6%. Handling stunting can be done by creating an activity for Foster Parents of Stunting Children/ OTA2S. The aim of this community service activity is to handle stunting through empowering cadres and OTA2S in Liliba Village, Kupang City. Implementation of community service activities is carried out using the following methods: Socialization, Implementation of community service material provision (Stunting concept, Anthropometric examination, Provision of additional food, assessment of growth and development with KPSP, baby massage, provision of additional food with balanced nutrition for 90 days), and Evaluation of activities. The results of the community service showed significant increases in weight, height and LILA. The conclusion is that there is an increase in parents' and cadres' knowledge about providing nutritionally balanced supplementary food, and how to measure children's growth and development, stimulation with baby massage. Keywords: Cadres, OTA2S, Stunting
Pemberdayaan Kader dan Orangtua Balita dalam Pencegahan Stunting dan Pembuatan Menu Lokal Tinggi Protein di Posyandu Kelurahan Babau Wanti, Wanti; Irfan, Irfan; Sine, Gresilda Louisa
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.481

Abstract

Data pada tahun 2024 masih ditemukan stunting pada 14 anak berumur kurang dari 5 tahun yang tersebar di 6 RW dari 10 RW yang ada di Kelurahan Babau. Tujuan kegiatan ini untuk melakukan pemberdayaan kader dalam peningkatan pengetahuan orangtua anak balita dan pendampingan tentang cara pencegahan stunting dan pemberian makanan tambahan pada balita; juga untuk melakukan pemberdayaan kader dalam peningkatan pengetahuan masyarakat dalam perilaku cuci tangan pakai sabun. Lokasi kegiatan adalah di Kelurahan Babau Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Mitra pelaksanaan kegiatan ini adalah kelurahan Babau/Puskesmas Oesao, serta mitra sasaran adalah kader posyandu dan orangtua balita. Metode kegiatan yang dipakai dalam kegiatan ini adalah: sosialisasi dan penyuluhan pembuatan menu sehat tinggi protein bagi anak balita dan anak stunting bagi kader dan orangtua balita dalam pemberian makanan tmbahan pada anak, serta pemberian PMT. Selain itu dilakukan pemberian makanan tambahan berupa snack tinggi protein berbahan local bagi balita. Evaluasi dilakukan terhadap komitmen kelurahan, komitmen kader dan orang tua balita, peningkatan pengetahuan dan pemahaman kader dan orangtua anak tentang stunting dan cara pembuatan menu makanan local tinggi protein. Diharapkan orangtua balita bisa mengadopsi dan mempraktekkan dalam kesehariannya pemberian menu yang sudah diajarkan untuk meningkatkan status gizi dan pencegahan staunting pada balita.
Co-Authors , Muhammad Satria Mandala Pua Upa Adedo, Eki Adi, Anak Agung Mirah Agustina Agustina Agustina Ahmad Alim Bachri Akhyaruddin, Akhyaruddin Aprizal Satria Hanafi Aprizal Satria Hanafi, Aprizal Satria B Widyaningrum Bare Telan, Albina Baso, Namsyah Belarminus, Petrus Boa, Grasiana Florida Budiana, Irwan Christina Rosanty Nenotek Christine J K Ekawati Cicit Mahmut Demsa Simbolon Dukabain, Olga Dwirahmadi, Feby Enni Rosida Sinaga Erika Maria Resi Ety Rahmawati Ety Rahmawati Fantiana Suryanti Feby Dwirahmadi Ferry WF Waangsir Fitri Handayani G. Suluh, Debora GUNAWAN, YOSEPHINA ELIZABETH SUMARTINI Hari Basuki Notobroto Indhira Shagti Inggrita Deanisa lawi Irfan Irfan Isnawati Isnawati Johanis Jusuf Pitreyadi Sadukh Kapa Kado, Yeremias Kapitan, Lely A.V. Karolus Ngambut Kleden, Simon Sani Kusmiyati Kusmiyati Lende, Julianus LIUNOKAS, OKLAN BT Makoil, Samuel David Imenuel Maria Goreti Pantaleon Maria Hilaria Mariana Ngundju Awang Menofeltus Darman Menofeltus Darman, Menofeltus Mitrawati Ganggar Mitrawati Ganggar MMSI Irfan ,S. Kom Nadia Nadia Nindrea, Ricvan Dana Ningsih, Arum Gati Nurjannah Nurjannah Oktofianus Sila Oktofianus Sila Oktovianus Sila Pua Upa, Muhamad Satria Mandala Pua Upa, Muhammad Satria Mandala Qomariyatus Sholihah Ragu Harming Kristina Ragu Harming Kristina Ragu Theodolfi RESI, ERIKA MARIA Rifa fakhriyah Ririh Yudhastuti Ririh Yudhastuti Ririn Widyastuti, Ririn Sadukh, Johanes Pitreyadi Saghu, Maria Mencyana Pati Savtari, Akbal Sila, Oktofianus Sine, Gresilda Louisa Sine, Juni Gressilda L Siprianus Singga Siprianus Singga Sri Subekti Stephani Mangi Subagyo, Arief Suluh, Debora G Sutarto Hadi Tahir, Muhammad Arul Titik Respati Uly Agustine, Uly VARIANI, RATIH Windari, Aulia Choiri YUANITA CLARA LUHI ROGALELI Yurissetiowati, Yurissetiowati