p-Index From 2021 - 2026
8.655
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat VISIKES Journal of Education and Learning (EduLearn) Jurnal Kesehatan Masyarakat Abdimas Jurnal Penelitian Pendidikan PALASTREN HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Journal of Health Education Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Abdimas Dewantara Unnes Journal of Public Health Public Health Perspective Journal Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Kebidanan Indonesia Pena Medika : Jurnal Kesehatan Jurnal Health Sains Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPPKMI) Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Jurnal Puruhita Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Berita Kedokteran Masyarakat Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Jurnal Riptek Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Proceeding of International Conference on Science, Education, and Technology Journal of Safety Education Antigen: Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Periodicals of Occupational Safety and Health Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Jurnal Penelitian Pendidikan Jurnal Abdimas Unnes Journal of Public Health JHE (Journal of Health Education) Jurnal Kesehatan Masyarakat Journal of Creativity Student Jurnal Panjar : Pengabdian Bidang Pembelajaran Jurnal Puruhita
Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Standar K3 Di Ketinggian Sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja Di Proyek Pembangunan Gedung X (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung X Kota Semarang) Prasetyo, Rizky Dwi; Widowati, Evi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 6 No 4 (2022): October 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v6i4.58444

Abstract

Abstrak Proyek gedung sangat berkaitan dengan pekerjaan di ketinggian. Pekerjaan ketinggian pada pekerjaan struktur diketahui bahwa memiliki tingkat risiko yang tinggi. Berdasarkan data Canadian Centre for Occupational Health and Safety tahun 2021, lebih dari 42.000 pekerja cedera setiap tahun karena jatuh. Sekitar 67% jatuh terjadi pada tingkat yang sama akibat terpeleset dan tersandung. 33% sisanya jatuh dari ketinggian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi standar K3 di ketinggian sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja di Proyek Pembangunan Gedung X Kota Semarang. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada bulan Februari 2022 sampai bulan Maret 2022. Hasil Penelitian ini diketahui bahwa dari 22 poin indikator, presentase indikator yang sesuai sejumlah 9,09% (2 indikator), tidak sesuai sejumlah 59,09% (13 indikator), dan tidak dilakukan sejumlah 31,81% (7 indikator). Simpulan dari penelitian ini yaitu implementasi standar K3 di ketinggian sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja di Proyek Pembangunan Gedung X Kota Semarang Belum Maksimal. Saran dari penelitian ini yaitu manajemen proyek Pembangunan Gedung X, melaksanakan indikator yang tidak sesuai dan tidak dilaksanakan. Abstract The building project is closely related to the work at height. Work at height on structural work is known to have a high level of risk. Based on 2021 Canadian Centre for Occupational Health and Safety data, more than 42,000 workers are injured each year from falls. About 67% of falls occur at the same rate as a result of slipping and tripping. The remaining 33% fell from a height. The purpose of this study is to determine the implementation of the K3 standard at high altitudes to prevent work accidents in the Semarang City Building X Construction Project. This type of research is descriptive and qualitative and will be carried out from February 2022 to March 2022. The results of this study are known that from 22 indicator points, the percentage of corresponding indicators amounted to 9.09% (2 indicators), did not match the number of 59.09% (13 indicators), and did not do 31.81% (7 indicators). This study concludes that the implementation of the K3 standard at high altitudes as an effort to prevent work accidents in the Semarang City Building X Construction Project has not been maximized. The advice from this study is the project management of Building X Construction, implementing indicators that are not appropriate and not implemented.
Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sebagai Upaya Meningkatkan Zero Accident Di Lingkungan Pendidikan Sekolah Dasar (Studi Kasus di SD Negeri 01 Sastrodirjan) Alyarizqina, Hasna; Widowati, Evi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 3 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i3.60986

Abstract

Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia tahun 2021 mencapai 5.953 kasus, dengan rincian kasus pemenuhan hak anak 2971 kasus, dan perlindungan khusus anak 2982 kasus. Berdasarkan data kekerasan anak dari Kementrian Pemeberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang menurut kategori usia korban pada tahun 2021 sebanyak 238 kasus kekerasan anak di Jawa Tengah sedangkan di Kota Semarang terjadi sebanyak 22 kasus kekerasan anak. Sehingga dari kasus tersebut diperlukan adanya penerapan sekolah aman yang komprehensif. Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan K3 sekolah dasar di SD Negeri 01 Sastrodirjan Kabupaten Pekalongan.Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Analisis data dengan reduksi data, penyajian data kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 10 indikator, SD Negeri 01 Sastrodirjan Kabupaten Pekalongan sebanyak 1 indikator (10%) sudah sesuai, 8 indikator (80%) ada tidak sesuai, 1 indikator (10%) tidak ada di sekolah. Simpulan dari penelitian ini adalah implementasi K3 sekolah dasar pada operasional di SD Negeri 01 Sastrodirjan Kabupaten Pekalongan belum siap. Saran yang diberikan meliputi dari standar bangunan yang dilengkapi sistem keselamatan, perencanaan dan peningkatan fasilitas pendukung K3 Sekolah aman. Kata kunci: K3 Sekolah Dasar, Sekolah Siaga Bencana, Zero Accident Abstract Based on data from the Indonesian Child Protection Commission in 2021 it reached 5,953 cases, with details of cases of fulfilling children's rights 2971 cases, and special protection for children 2982 cases. Based on data on child abuse from the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection, Central Java Province and Semarang City, according to the victim's age category, in 2021 there were 238 cases of child violence in Central Java, while in Semarang City there were 22 cases of child violence. So from this case it is necessary to implement a comprehensive safe school. The purpose of the study was to determine the application of K3 in elementary schools at SD Negeri 01 Sastrodirjan, Pekalongan Regency. The type of research used in this study was descriptive qualitative research. Data analysis with data reduction, presentation of conclusion data and verification. The results showed that of the 10 indicators, SD Negeri 01 Sastrodirjan Pekalongan Regency as many as 1 indicator (10%) was appropriate, 8 indicators (80%) were not appropriate, 1 indicator (10%) was not in school. The conclusion of this research is that the implementation of K3 in elementary school operations at SD Negeri 01 Sastrodirjan, Pekalongan Regency is not yet ready. The suggestions given include building standards equipped with a safety system, planning and improving K3 support facilities for safe schools. Keywords: K3 Elementary School, Disaster Preparedness School, Zero Accident
Pengetahuan dan Sikap dengan Kepatuhan Penggunaan APD pada Pekerja Instalasi dan Teknik Prasetyo, Silfadhilla Ananda; Widowati, Evi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 4 (2023): October 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i4.70963

Abstract

Abstrak Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak terduga sehingga menyebabkan adanya korban jiwa dan atau harta benda. Hampir 50% kecelakaan kerja di Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor terjadi pada bagian instalasi, 45% pada bagian teknik, dan 5% pada bagian lainnya. Oleh sebab itu, penggunaan APD sangatlah penting bagi pekerja bagian instalasi dan bagian teknik sebagai salah satu upaya mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan penggunaan APD dilaksanakan pada tahun 2022. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yang berjumlah 35 pekerja bagian instalasi dan bagian teknik. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitian yang diolah menggunakan uji fisher menunjukkan bahwa variabel pengetahuan (p=0,105) dan sikap (p=0,181) tidak ada hubungan dengan kepatuhan penggunaan APD. Simpulan penelitian ini, yaitu tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan penggunaan APD. Abstract Work accidents are unwanted and unexpected events that cause loss of life and property. Nearly 50% of work accidents at Water Supply Company X happened in the installation section, 45% in the engineering section, and 5% in other sections. Therefore, the use of PPE is very important for workers in the installation and engineering sections as an effort to reduce the risk of work accidents. The research which aims to determine the relation between knowledge and attitude of PPE use compliance. It was done in 2022. This research method was quantitative with cross sectional study. The sampling technique used was total sampling on 35 workers in the installation and engineering sections. The instruments used were questionnaires. Based on the fisher test, the p-value are p=0,105 (knowledge) and p=0,181 (attitude). The conclusion of this study is there was no significant relation between knowledge and attitude with PPE use compliance.
Hubungan Kebisingan dan Karakteristik Individu dengan Kejadian Hipertensi pada Pekerja Rigid Packaging Ardiansyah, Muhammad Zulfikar; Widowati, Evi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i1.75362

Abstract

Abstrak Kebisingan merupakan salah satu bahaya paling umum yang ada di lingkungan kerja. Di Indonesia, prevalensi pajanan bising yang diterima pekerja diperkirakan mencapai 30-50%. Pekerja yang terpapar bising lebih dari NAB selama 5 tahun atau lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan, diantaranya ialah hipertensi. Berdasarkan laporan medical check-up PT. X tahun 2022, prevalensi kejadian hipertensi pada pekerja mencapai 39%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan antara kebisingan dan karakteristik individu dengan kejadian hipertensi. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 1725 pekerja. Analisis yang dipakai ialah analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara intensitas kebisingan (p<0.001), masa kerja (p<0.001), usia (p<0.001), riwayat keluarga (p<0.001), konsumsi kopi (p=0.031), kebiasaan merokok (p<0.001), kebiasaan olahraga (p=0.004), dan IMT (p<0.001) dengan kejadian hipertensi pada pekerja PT. X. Disarankan bagi perusahaan untuk melakukan kontrol terhadap intensitas kebisingan dan sosialisasi terkait PAK dan peningkatan gaya hidup sehat. Abstract Noise is one of the most common occupational health hazards. In Indonesia, the prevalence of noise exposure among workers estimated at 30-50%. Workers who exposed noise exceeds the treshold limit for more than 5 years have a risk of noise-related disorders, one of which is hypertension. Medical check-up reports showed that the prevalence of hypertension at PT. X in 2022 was 39%. The objective of this study was to identify relationship between noise intensity and individual characteristics with hypertension among workers. This research is a quantitative study with an observational analytic design using a cross-sectional approach. This study used purposive sampling with 1725 samples. Data were analyzed using univariate and bivariate. Research analysis showed that there was relationship between noise intensity (p<0.001), work years (p<0.001), age (p<0.001), family history (p<0.001), coffee consumption (p=0.031), smoking habit (p<0.001), exercise inactivity (p=0.004), and BMI (p<0.001) with prevalence of hypertension among workers. Suggestion for company is to control noise intensity dan provide health education related to occupational disease and improving healthy lifestyles.
Occupational Safety and Health Education for Indonesian Migrant Workers (PMI) Evi Widowati; Margareta Rahayuningsih; Risa Anggita Putri; Hanif Satria Febriananda; Aza Putri Anisa; Ayu Fadilah Wahid; Yoris Adi Maretta
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 8 No. 2 (2024): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v8i2.7427

Abstract

The large number of Indonesian Migrant Workers (PMI) requires protection of Occupational Safety and Health (OSH) which is the human right of every worker. However, in practice there are still many OSH problems among PMI in South Korea, including: work accidents, violence, problems related to work legality, and PMI's knowledge regarding OSH implementation and norms is still very minimal, therefore the aim of this activity is to provide education through training and discussions related to aspects of OSH which include efforts to prevent work accidents and implementation of work norms. The method for implementing this activity includes: 1) preparation stage, 2) implementation stage and 3) evaluation stage. This activity has received an ethical certificate no. 315/KEPK/FK/KLE/2024 from the Health Research Ethics Commission, Faculty of Medicine, UNNES. The results of this activity can be seen that PMI is very enthusiastic about participating in this activity and states that this activity is very beneficial for them, especially in increasing their knowledge regarding the application of OSH aspects in the workplace which is not only useful for preventing work accidents but also improving their work productivity.
Correlation between the factors of unsafe acts and unsafe conditions and the occurrence of work accidents among construction workers (a case study of PT X at Hospital Y project) Nabila, Salwa Putri Nabila; Widowati, Evi
Periodicals of Occupational Safety and Health Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/posh.v1i2.6650

Abstract

Backgrounds: Generally speaking, unsafe acts and unsafe conditions are the causes of work accidents. Based on the HSE reports, the cases of occupational accidents in the Hospital Y project in the last 7 months until October 2021 had amounted to 20. The correlation between the unsafe acts as well as unsafe conditions and the occurrence of work accidents constitutes the basis and objectives of this study. Methods: This study is quantitative in nature, with analytical observation implementing cross sectional approach. It involved 63 out of 130 workers (consisting of staff, supervisors, and subcontractor workers) who were selected using purposive sampling technique. Instruments in the forms of questionnaires, observations, and documentary studies were implemented. The data were further analyzed using chi-square test, fisher test, and cell pooling. Results: It was shown from the statistics that the Occupational Safety and Health (OSH) Knowledge gained the score of (p=0,066; PR=1,368; 95%CI=0,995-1,879), Load of Work (p=0,010; PR=0,647; 95%CI=0,457-0,916), OSH Training (p=0,029; PR=1,833; 95%CI=0,873-3,848), Equipment Safety Gear (p=0,005; PR=1,682; 95%CI=1,102-2,567), and Operational Procedures (p=<0,0001; PR=1,934; 95% CI=1,251-2,991). Conclusions: It is found that no correlation was existent between OHS Knowledge occurrence of work accidents. However, there was a correlation between work load, OSH training, and equipment safety gear and the occurrence of work accidents.
Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT X Devira Rona Prisnayanti; Evi Widowati
Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus : Antigen: Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/antigen.v2i3.330

Abstract

Industry is a form of all economic activities in the form of processing raw materials and utilizing resources that aim to produce goods that have benefits and more value. In Indonesia, the manufacturing industry sector experienced a rapid increase of 5.1%. Correspondingly, in 2017 around 13.7% or 380,000 deaths were caused by work accidents, while 86% or around 2.4 million deaths were due to occupational diseases. Based on the company's accident data, at PT Surya Mandiri Jaya Sakti, it increased in 2020 by 11%. In 2021, work accident cases increased to 12 cases. Meanwhile, the latest data from July 2022 to June 2023 has recorded 10 cases of work accidents. The implementation of the Occupational Safety and Health Management System (SMK3), is one of the important efforts in reducing the number of work accidents based on Government Regulation Number 50 of 2012. The type and design of this research is descriptive qualitative. The data collection technique uses observation by conducting semi-structured interviews, where the results will be tested for data validity using data triangulation techniques. The results showed that the implementation of the Occupational Safety and Health Management System (SMK3) at PT Surya Mandiri Jaya Sakti based on Government Regulation Number 50 of 2012 at the initial level as many as 40 indicators out of a total of 64 indicators have been fulfilled, so that the percentage is 63% and those that have not been fulfilled are as follows.
Pengembangan dan Validasi Early Language Scale (ELS) terhadap Keterlambatan Bicara dan Bahasa pada Anak Usia 1-6 Tahun Russiska, Russiska; Budiono, Irwan; Widowati, Evi
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 15 No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v15i3.3761

Abstract

Keterlambatan bicara dan bahasa pada anak usia dini merupakan permasalahan perkembangan yang dapat memengaruhi aspek sosial, emosional, dan akademik anak. Upaya deteksi dini menjadi sangat penting, namun ketersediaan alat skrining yang valid, andal, dan sesuai dengan konteks budaya Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan melakukan validasi konten terhadap Early Language Scale (ELS) versi Bahasa Indonesia sebagai alat skrining keterlambatan bicara dan bahasa pada anak usia 1–6 tahun. Penelitian ini merupakan studi non-eksperimental yang menilai karakteristik psikometrik ELS. Proses validasi terdiri atas penerjemahan dengan metode forward-backward translation, adaptasi budaya, dan validasi konten oleh tujuh panel ahli multidisipliner. Validitas konten dianalisis menggunakan indeks I-CVI dan S-CVI/UA. Seluruh 26 item dalam ELS versi Bahasa Indonesia menunjukkan tingkat validitas konten yang tinggi, dengan nilai I-CVI sebesar 1.00 dan S-CVI/UA sebesar 0.907. Hal ini menunjukkan bahwa setiap item dinilai relevan oleh panel ahli dan instrumen memiliki kesesuaian dengan konstruk yang diukur. ELS versi Bahasa Indonesia merupakan alat skrining yang valid secara konten dan layak digunakan untuk deteksi dini keterlambatan bicara dan bahasa pada anak usia 1–6 tahun.
Eksplorasi Faktor Penyebab Keterlambatan Berbicara pada anak usia dini: Sistematik Literatur Review Russiska, Russiska; Budiono, Irwan; Widowati, Evi
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 16, No 2 (2025): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v16i2.1473

Abstract

Latar Belakang: Keterlambatan berbicara pada anak usia dini adalah satu masalah perkembangan yang sering menjadi perhatian orang tua. Proses perkembangan bicara anak awal kehidupan sangat penting bagi perkembangan bahasa mereka, berbagai penelitian penting untuk memahami faktor penyebabnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara komprehensif literatur yang membahas faktor apa saja yang menyebabkan keterlambatan bicara pada anak usia dini. Metode: Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis terhadap studi empiris dan teoritis yang membahas faktor penyebab keterlambatan bicara pada anak usia dini. Pencarian dilakukan melalui lima basis data utama (SpringerLink, SAGE, ICE, PubMed, dan ScienceDirect) dengan kata kunci “Speech delay” OR “Language development disorders”; “In early childhood” OR “children” OR “toddlers”; “Factors of speech delay” OR “Causes”. Artikel yang dipilih merupakan publikasi 10 tahun terakhir (2013–2023), dengan fokus eksplisit pada faktor penyebab keterlambatan bicara dan metode penelitian yang jelas. Seleksi artikel mengikuti panduan PRISMA, menghasilkan enam artikel yang layak untuk sintesis kualitatif.. Hasil: Hanya 6 dari 170 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan penelitian yang dikaji faktor utama yang menyebabkan keterlambatan bicara dan bahasa pada anak yaitu peran orang tua dalam memberikan stimulus pada anak. Kesimpulan: Perkembangan bicara dan bahasa anak usia dini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi medis, lingkungan keluarga, dan paparan gedget. Deteksi dini dan intervensi yang tepat sangat penting untuk mengoptimalkan kemampuan komunikasi anak, dengan melibatkan peran aktif orangtua, pendidik dan tenaga kesehatan.
Determinant Factors of Medication Compliance in DM2 Patients: A Systematic Review Amna, Faza Khilwan; Maharani, Chatila; Yuniastuti, Ari; Rahayu, Sri Ratna; Widowati, Evi
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 5 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i5.6587

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (DM2) is a chronic disease that requires high compliance in treatment to prevent complications. However, many DM2 patients are not compliant in undergoing drug therapy, which can hinder the effectiveness of treatment. Various factors have been identified as determinants of patient compliance, including demographic factors, knowledge, social support, and technology utilization.This study aims to analyze factors that influence medication adherence in DM2 patients based on a systematic review of several studies that have been conducted. The method used in writing this article is a literature review study with a systematic review method. The articles reviewed were obtained through searches on Google Scholar, Pubmed, Proquest, and ScienceDirect in the period 2015-2025 with the search keywords being Type 2 Diabetes Mellitus, Medication Compliance, Compliance Factors, Medication Supervisors . By using PRISMA, from 10,697 articles found, 10 journal articles were obtained to be reviewed. Based on the analysis of several studies, factors that have a significant influence on patient compliance in taking medication are the level of knowledge (p = 0.002), family support (p = 0.000; PR = 8.17 ) , and support from health workers (p = 0.000; PR = 6.10). Social Marketing, Frailty Syndrome and Age were also found to have a relationship with DM medication compliance. In addition, the use of technology such as medication reminder applications (PMO) has been shown to help improve patient compliance in undergoing DM2 therapy. Compliance of DM2 patients in undergoing drug therapy is influenced by various factors, including level of knowledge, social support, social marketing, age , frailty syndrome, and use of technology. Therefore, strategies to improve compliance must involve an educational approach, strengthening the role of families and health workers, and utilizing digital-based technology to increase the effectiveness of DM2 therapy.
Co-Authors Abdurrahman, Ismail Taqiyuddin Adelia Oktafiani Adi Heru Husodo Agustiani, Nurul Huda Aji Saputra Al-Hanif, Ervando Tommy Alfiana Ainun Nisa Alifah, Rafidha Nur Alvan, Asep Alyarizqina, Hasna Amalia, Elma Nurul Andini, Nabilah Hascariati Ani Nur Fauziah, Ani Nur Ani Suryani Anik Setyo Wahyuningsih Anik Setyo Wahyuningsih Anisa, Aza Putri Anjaviani, Khanalia Annisa Sari Annisa Sekar Sari Apriandi, Korry Aprilliawan, Yohanes Bahar Ardiansyah, Muhammad Zulfikar Arfiyana, Nurida Choirinisa Ari Yuniastuti Arulita Ika Fibriana Arum Lusiana Arum Lusiana Arum Siwiendrayanti As-Syifa, Al Fitra Salim Ayu Fadilah Wahid Ayu Fadilah Wahid Aza Putri Anisa Aza Putri Anisa Azady, Al Asyhar Aahyu Azady, Al Asyhar Aahyu Azradina Fakhira Baeti, Alfi Nur Bambang Budi Raharjo Bambang Budi Raharjo Berliana, Ratih Berliana, Ratih Berliani, Citra Sinta Cahyo Seftyono Chatila Maharani Dartini Dartini Devira Rona Prisnayanti Devyolina Syihnda Nada Reva Dina Nur Anggraini Ningrum Dwi Haryati, Ayu Dwijaningtyas, Srinata Efa Nugroho Eka Safitri Eko Farida Eram Tunggul Pawenang Fafurida Fafurida Fafurida Fafurida Faizah Nur Hasanah Fatimah Fatimah Faza Khilwan Amna, Faza Khilwan Febriananda, Hanif Satria Febrianti, Aulia Fitra Aulia Rahma Fitri Indrawati Galuh Nita Prameswari Galuh Nita Prameswari Hanif Riningrum Hanif Satria Febriananda Hapsari, Roro Retno Sri Harjanto, Eko Haryono Haryono Heni Setyowati Hermawan, Dwi Yunanto Herry Koesyanto Hulinggi, Mawardi Hutasoit, Fitri Evanti Hutasoit, Fitri Evanti Irwan Irwan Jeffri Ardiyanto Khansa Putri Aprilia Laksana, Pungky Indrawan Dwi Liftiah Liftiah Lita Latiana Lutfi Muzaqi Mahalul Azam Mahartiko, Ardheta Heru Mambe, Sherly Mardiana Mardiana Margareta Rahayuningsih Mayasari, R. Alma Dwi Michelle Seaw Seak Fong Miranda, Miranda Mona Indriany Korwa, Viona Muhammad Kurniawan Mulia, Fahrain Radik Murniati . Muthia Muthia Muzaqi, Lutfi Nabila, Salwa Putri Nabila Najib Najib Nisa, Alfiana Ainun Nizam, Muhammad Fakrul Novalita, Dimas Ayu Novalita, Dimas Ayu Nugroho, Rizal Adi Nunuk Safitri, Nunuk Nur Rahmatul Chasanah Nur Rizqi Septiana, Nur Rizqi Nursucilowati, Luvi Lia Nurul Huda Agustiani Nuryanto Nuryanto Nuzula, Firda Habibatun Octavia Rahayu Oktia Woro Kasmini Handayani Pambayun, Galih Pamuji, Mifta Handina Pangesti, Lely Tri Patandung, Lidya Nathalia Permanahadi, Adriansyah Pitaloka, Fitri Rahmawati Dyah Pramusanti, Dyah Ayu Pranoto Pranoto Prasetyo, Rizky Dwi Prasetyo, Silfadhilla Ananda Prisma Winda Aliffia Putri, Ditha Andriyani Putri, Risa Anggita Qin, Axel Lee Wye Qin, Axel Lee Wye Qoidah, Nurul Rahayu, Octavia Rahma, Fitra Aulia Raja Alma Dwi Mayasari Ramadhan, Rizky Fajri Ratna Dewi Kusumaningtyas Riningrum, Hanif Risa Anggita Putri Risa Anggita Putri Rizallihadi, M. Ditra Ro&#039;i Chatul Uyun Romadhoni, Sutianik Romadhoni, Sutianik Roro Hapsari Rr. Sri Ratna Rahayu Rulita Hendriyani Rulita Hendriyani, Rulita Russiska, Russiska S. Sugiharto S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sabriyanti, Firda Aliya Sadza Husnun Nuha Anwar Salsa Dilla Amanda Putri Sanda, Delyanti Pare Saputra, Jumadil Saputra, Wisda Fahmi Sari, Kristiana Wulan Siti Asiah Siti Harnina Bintari Sofwan Indarjo Solihin Solihin Sri Hapsari, Roro Retno Sri Ratna Rahayu Srinata Dwijaningtyas Subroto, Laura Marulia Sugiharto - Sulistyani, Ummi Nur Laila Tandiyo Rahayu Taqi, Fathi Marsa At Tebai, Ferderika Tianisa, Berliana Noor Tiarma Lubis Tutik Lestari Ummi Nur Laila Sulistyani Ummi Nur Laila Sulistyani Utami, Annisa Novanda Maharani Vilda Ana Veria Setyawati Wahid, Ayu Fadilah Wahyu, Imam Santosa Ciptaning Wahyudi Istiono Widhiyanti, Erna Widya Hary Cahyati Wijayanti, Kusuma Wintara, Jane Ayu Yang, Chia En Yoris Adi Maretta Yulia Nur Khayati Yuliati Yuliati