p-Index From 2021 - 2026
8.655
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat VISIKES Journal of Education and Learning (EduLearn) Jurnal Kesehatan Masyarakat Abdimas Jurnal Penelitian Pendidikan PALASTREN HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Journal of Health Education Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Abdimas Dewantara Unnes Journal of Public Health Public Health Perspective Journal Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Kebidanan Indonesia Pena Medika : Jurnal Kesehatan Jurnal Health Sains Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPPKMI) Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Jurnal Puruhita Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Berita Kedokteran Masyarakat Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Jurnal Riptek Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Proceeding of International Conference on Science, Education, and Technology Journal of Safety Education Antigen: Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Periodicals of Occupational Safety and Health Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Jurnal Penelitian Pendidikan Jurnal Abdimas Unnes Journal of Public Health JHE (Journal of Health Education) Jurnal Kesehatan Masyarakat Journal of Creativity Student Jurnal Panjar : Pengabdian Bidang Pembelajaran Jurnal Puruhita
Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR BALITA DI DESA PERON KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL Evi Widowati; Sri Ratna Rahayu
Jurnal Abdimas Vol 15, No 1 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v15i1.1213

Abstract

Balita adalah anak bangsa yang  merupakan generasi penerus bangsa yang harus disiapkan baik dari segi pengetahuan, keterampilan maupun kesehatan. Pada Indikator “Indonesia Sehat 2010” yang menginginkan mencapai darajat kesehatan yang salah satu indikatornya adalah morbiditas. Salah satu cara untuk mengurangi tingkat morbiditas adalah dengan imunisasi dasar pada Balita, sehingga pemberian pengetahuan mengenai imunisasi dasar sangat penting untuk diberikan khususnya bagi kader Posyandu dan ibu-ibu yang memiliki Balita. Seluruh peserta yang hadir pada penyuluhan terlihat sangat antusias yang secara aktif mengikuti kegiatan. Dari hasil pre test dan post test dapat diketahui adanya peningkatan pengetahuan ibu-ibu dan kader-kader kesehatan, yang ditandai dengan peningkatan nilai pada hasil post test sebanyak 100 % dari total peserta hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui peningkatan pengetahuan  ibu tentang imunisasi  dasar Balita di Desa Peron Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal ini dapat memberikan kontribusi yang positif dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pengenalan imunisasi, jenis-jenis imunisasi, kapan pemberian imunisasi dasar, kegunaan imunisasi, penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi, dan efek samping imunisasi. Kata Kunci : Imunisasi, Balita, Pengetahuan Ibu
Model Training Intervensi Layanan Kesehatan Reproduksi Pada Penyandang Disabilitas Intelektual: A Systematic Literature Review Arum Lusiana; Bambang Budi Raharjo; Widya Harry Cahyati; Evi Widowati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Program training kelompok penyandang disabilitas intelektual perlu dilakukan guna mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, infeksi menular seksual, dan viktimisasi seksual. Intervensi layanan kesehatan perlu digencarkan dengan fokus penanganan defisit fungsi adaptif meliputi konseptual, sosial, dan domain praktis serta latihan manajemen diri. Akan tetapi, tentunya program layanan kesehatan bagi penyandang disabilitas intelektual memiliki beberapa hambatan. Kajian intervensi layanan kesehatan reproduksi bagi penyandang disabilitas intelektual masih harus dikaji lebih mendalam. Tujuan: Menganalisis program intervensi layanan kesehatan reproduksi pada penyandang disabilitas intelektual yang efisien, edukatif dan komphrehensif. Metode: Sistematik review ini ditulis berdasarkan pada panduan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses (PRISMA) melalui tiga database elektronik yaitu PubMed, ScienceDirect dan Sage. Kata kunci yang digunakan yaitu “Reproductive Health Program” AND “Intellectual Disabilities” NOT “Review” AND “Training”. Sehingga didapatkan sebanyak 5 artikel yang dianalisis. Hasil: Model training intervensi layanan kesehatan reproduksi pada penyandang disabilitas intelektual dapat dilakukan dengan penerapan sesi edukasi dan training selama 1,5 jam untuk anak disabilitas intelektual dan satu sesi untuk orang tua anak di pertengahan program. Penggunaan bahasa dalam edukasi dan traning program harus sederhana, terstruktur, dan konkret. Program konseling kontrasepsi harus mudah diakses serta menekankan pilihan informasi dan mendorong perumusan rencana reproduksi. Layanan intervensi kesehatan reproduksi yang dikembangkan sebaiknya mendengarkan suara pendapat dan pengalaman penyandang disabilitas intelektual untuk digunakan di seluruh program. Kesimpulan: Traning program kesehatan reproduksi bagi penyandang disabilitas intelektual harus sederhana, terstruktur, konkret, dan mudah diakses dengan realisasi metode pedagogik yang jelas.
Faktor Risiko Kekurangan Energi Kronik pada Remaja Putri di Kota Semarang Vilda Ana Veria Setyawati; Ari Yuniastuti; Oktia Woro Kasmini Handayani; Eko Farida; Evi Widowati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Golongan rawan masalah gizi meliputi bayi, balita, ibu hamil dan menyusui, wanita usia subur (15-49 tahun), dan lansia. Remaja putri merupakan salah satunya dan rentan menderita penyakit gizi. Masalah gizi pada remaja putri yang terekam saat ini kekurangan energi kronik (KEK). KEK perlu penanganan sedini mungkin karena merupakan indikasi adanya defisiensi multi mikronutrien. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kasus KEK dan faktor risikonya pada remaja putri di Kota Semarang. Metode : Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada 42 remaja putri madya di SMA Laboratorium UPGRIS Kota Semarang. Status KEK ditentukan dengan menggunakan pita LiLA. Instrument kuesioner digunakan untuk mengetahui faktor risiko KEK meliputi pengetahuan gizi, gaya hidup, dan peran guru serta sekolah pada masalah gizi siswanya. Analisis deskriptif dan bivariate menggunakan SPSS. Uji chi-square digunakan untuk menguji hubungan antara faktor risiko dan status KEK. Hasil : Remaja putri yang mengalami KEK lebih besar dibandingkan yang normal yaitu 52,4%. Sebagian besar pengetahuan remaja putri tinggi (66,7%), gaya hidup sebagian besar baik (50%). Selanjutnya, menurut persepsi remaja putri, sekolah berperan melalui UKS untuk pendidikan kesehatan (54,8%). Pengetahuan memiiki hubungan secara statistik dengan status KEK remaja putri. Gaya Hidup dan peran sekolah tidak memiliki hubungan dengan status KEK remaja putri. 45,2% remaja putri tidak pernah mengkonsumsi tablet penambah darah. Implikasi : Remaja putri memperoleh manfaat dengan peningkatan kepedulian pada kondisi kesehatannya pada kasus kekurangan energi kronik. Melalui UKS, guru BK, Organisasi siswa Ekskul, dan juga kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler lain, sekolah dapat mengambil peran dalam penanganan dan pencegahan KEK bagi remaja.
The Effectiveness of Health Education by Family Planning Development Group (BKR) with Media E Booklet and Module on Parents' Attitudes in Facing Adolescent Reproductive Health Problems Arum Lusiana; Bambang Budi Raharjo; Widya Harry Cahyati; Evi Widowati
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Typical Traits Adolescents have a great sense of curiosity, love adventure and challenge and tend to dare to bear risks for their actions without being preceded by careful consideration. Adolescent problems related to reproductive health often stem from a lack of information and understanding and awareness toachieve reproductive health. Thus, the Indonesian government is working through several programs. One of the programs carried out through the family approach is BKR. Research Objective: To determine the effectivenessof health education by the Family Planning Development (BKR) group with E Booklet and Module on parents' attitudes in dealing with adolescent reproductive health problems Research Method: Themethod used in this study is quasi experiment with desain used in this study Pretest-Postest With Control Group Design. A sample of 40 respondents. Data collection in this study used a closed questionnaire about parental attitudes in dealing with adolescent reproductive health problems. Research Results: The results of the analysis of the Independent T-Test test obtained a p value of 0.000, which means that health education with E Booklet media by BKR members is more effective for parents' attitudes in dealing with adolescent reproductive health problems compared to the media Module by the BKR group Conclusions and Suggestions: Health education with E Booklet media by BKR is effective in dealing with parents' attitudes in dealing with adolescent reproductive health problems. In the community, especially parents of adolescents, to be able to better utilize the BKR services and programs that have been provided as a means of accessing information and discussion in addressing adolescent reproductive health problems.
Microorganisms (Staphylococcus and Fungi) in Radiotherapy Patient Masks before and after Cleaning with Disinfectant Liquid Dartini Dartini; Mahalul Azam; Evi Widowati; Dina Nur Anggraini Ningrum; Fatimah Fatimah; Jeffri Ardiyanto
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Radiotherapy masks patients are a fixation tool in radiotherapy radiation services. The function of the radiotherapy mask is to fix the irradiation area in the patient’s body part for serial radiation therapy, for approximately 1 month. A printed radiotherapy mask is used by the patient from the first session until the final session of radiation is complete. The inner surface of the mask is always in contact with the patient's skin. Practically, the masks are never been cleaned so it is possible to develop infectious Fungi or microorganisms. The research objective was to determine the difference in the number of microorganisms (Staphylococcus and Fungi) before and after cleaning using a 70% alcohol disinfectant Methodology: This is experimental research. The number of microorganisms (Staphylococcus and Fungi) in 16 radiotherapy masks were identified with the Swap method before and after cleaning using 70% alcohol disinfectant. Data were analyzed using the Wilcoxon test to determine the differences in the number of microorganisms before and after cleaning and to identify the reduction percentages. Result: the number of Fungi and Staphylococcus before cleaning were 9,528 and 0.490, while after cleaning were 8228 and 0,194, respectively The amount of percentage reductions before and after cleaning were 43.275% (Staphylococcus ) and 38.529% (Fungi). Based on the Wilcoxon test on Staphylococcus , meaning that. There was a difference in Staphylococcus (ρ value= 0.003) on the radiotherapy patient's mask before and after cleaning using 70% alcohol. There was no difference in Fungi (ρ value= 0.220) before and after being cleaned using 70% alcohol. The research results are very important as material for the revision of standard operational procedures for radiotherapy services.
Assessment of Respiratory Quality among Batik Artisans: as a Safety Education for The Workers Evi Widowati; Khansa Putri Aprilia; Salsa Dilla Amanda Putri; Muthia Muthia; Azradina Fakhira; Yuliati Yuliati; Michelle Seaw Seak Fong
Journal of Safety Education Vol 1 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jse.v1i1.70311

Abstract

As the production and usage of chemicals in workplaces around the world increases, workers are more at risk of toxicant chemical exposures that may be harmful to their health, this includes in the use of paraffin wax in Batik industry. The aim of this research is to analyze the relationship between respiratory quality and toxicant in the process of batik production. The sample of this research consisted of 5 batik workers. The data were collected using an interviewer administered structured questionnaire and the measuring of Peak Expiratory Flow Rate (PEFR) using peak flow meter about toxicant exposure and the application of occupational safety and health related to toxicant. The variable of this study was the respiratory quality of the workers towards toxicant exposure. The results showed that there were both positive and negative correlations between exposure to toxic substances and the workers, depending on their age, sex, and duration of exposure. However, we recommend implementing control measures to improve the quality of work for the workers.
Analysis of the Obedience of Personal Protective Equipment Usage to Prevent Occupational Disease among Cosmetic Workers Dwijaningtyas, Srinata; Widowati, Evi; Pranoto, Pranoto; Saputra, Jumadil; Wintara, Jane Ayu
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 19, No 2 (2023)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v19i2.43861

Abstract

Cosmetic industry has a high risk of occupational diseases such as talcosis or respiratory disorders among the workers at PT X. Based on the preliminary study, respiratory disorders are indicated among the workers because of high level of dust powder from talc powder at the work place. Occupational diseases can be prevented such as by using correct and precise Personal Protective Equipment (PPE). Methods: The study aimed to determine the relationship between respiratory symptoms, knowledge, education, and job tenure with the obedience of PPE usage to prevent occupational disease because of talc powder among cosmetic division workers at PT X. The study used an analytical survey research method with a cross-sectional approach. The sample was 48 people using the Total Sampling technique. Statitiscal test using Chi-Square Test. Results: The result of the test showed there is a relationship between respiratory symptoms (p-value = 0,024) and knowledge (p-value = 0,006) variable with the obedience of PPE usage among workers (p-value = 0,006), to be found there is a respondence who has less knowledge regarding occupational safety and health is considered to have 18.3 times more risk of being disobedient in using PPE, while there is no relationship between education (p-value = 0,161) and job tenure (p-value = 1.000) with the obedience of PPE usage among cosmetic division workers at PT X. Conclusion: There is a relationship between respiratory symptoms and knowledge with the obedience of PPE usage among the workers, and it’s recommended to company owner to provide training for the workers about the importance of PPE usage that mainly corrects and precisely, also doing supervision and daily checking on the workers before, during, and after work.
Analisis Penerapan Sistem Tanggap Darurat Kecelakaan Lalu Lintas Ruas Jalan Tol Semarang-Batang Nuzula, Firda Habibatun; Widowati, Evi
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4 No 1 (2023): JPPKMI: Juni 20223
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v4i1.68770

Abstract

Dalam kurun waktu 2 tahun terakhir dari tahun 2019 hingga tahun 2020 terdapat 287 kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Tol Trans Jawa Ruas Semarang-Batang. Dari kecelakaan tersebut terdapat 529 korban kecelakaan dengan rincian 300 korban luka ringan, 149 korban luka berat, dan 80 korban meninggal dunia. Kecelakaan disebabkan oleh faktor pengemudi, kendaraan, lingkungan dan jalan. Penerapan sistem tanggap darurat kecelakaan lalu lintas di jalan tol dilakukan untuk menekan dampak yang diakibatkan oleh kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan tol. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat penerapan sistem tanggap darurat kecelakaan lalu lintas di ruas jalan tol Semarang-Batang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang melibatkan Manager Traffic, Supervisor Patrol, Koordinator Rescue, Koordinator Medis, dan Koordinator Derek. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: lembar observasi, panduan wawancara, dan lembar studi dokumentasi. Data dianalisis dengan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 19 indikator Sistem Tanggap Darurat Kecelakaan Lalu Lintas di Ruas Jalan Tol Semarang-Batang, terdapat 15 indikator yang sudah diterapkan sebesar 78,94%, 1 indikator yang sudah diterapkan namun belum sesuai dengan standar sebesar 5,27%, dan 3 indikator yang belum diterapkan sebesar 15,79%. Kesimpulan: Penerapan sistem tanggap darurat kecelakaan lalu lintas di jalan tol Semarang-Batang belum sesuai dengan semua poin pada standar peraturan yang digunakan dalam penelitian.
Behavior based Safety Sebagai Upaya Penurunan Unsafe Action Pekerja Tambang di Penambangan X Abdurrahman, Ismail Taqiyuddin; Widowati, Evi
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4 No 2 (2023): JPPKMI: November 2023
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v4i2.73514

Abstract

Menurut International Labour Organization, setidaknya dalam setahun terdapat lebih dari 250 juta kecelakaan kerja dan lebih dari 160 juta penyakit akibat bahaya di tempat kerja. Penyebab kecelakaan kerja didasarkan pada sumber bahaya yang ada di sekitar lingkungan atau area kerja, sumber bahaya tersebut terbagi menjadi dua yaitu Unsafe Action dan Unsafe Conditions. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif. Desain penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif. Terdapat lima indikator yang digunakan dalam penelitian ini disertai persentase penerapan behavior based safety, yaitu komitmen top manajemen mendapati presentase 100%, prosedur K3 mendapati presentase 100%, komunikasi pekerja mendapati presentase 100%, kompetensi pekerja mendapati presentase 82,5%, dan komunikasi pekerja mendapati presentase 100%. Tindakan tidak aman yang ditemukan oleh peneliti selama mengamati kegiatan penambangan, didapatkan bahwa kesalahan atau pelanggaran yang disebabkan individu yang menginginka shortcut dalam bekerja sehingga mengabaikan prosedur yang berlaku dan kebanyakan pekerja tindakan tidak aman berasal dari mitra kerja dan kontraktor yang berada di penambangan X.
Pendidikan dan Pengetahuan Masyarakat terhadap Kesiapsiagaan Bencana Banjir Berliani, Citra Sinta; Widowati, Evi
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4 No 2 (2023): JPPKMI: November 2023
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v4i2.74126

Abstract

Abstrak Berdasarkan Data Informasi Bencana Indonesia yang dikeluarkan oleh BNPB kejadian bencana banjir di Indonesia pada tahun 2017 hingga 2021 bersifat fluktuatif. Pada tahun 2021, Provinsi Jawa Tengah menduduki peringkat 1 kejadian banjir tertinggi di Indonesia. Hampir seluruh wilayah kabupaten/kota di Jawa Tengah dilanda banjir tiap tahunnya, Kabupaten Pemalang mendapat peringkat ke 6 kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan kejadian banjir tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana banjir di Desa Tasikrejo Kabupaten Pemalang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan studi analitik observasional dengan rancangan cross sectional dengan metode purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2022 hingga Januari 2023. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara tingkat pendidikan (p=0,001, PR=2,162; 95% CI=1,263-3,701) dan pengetahuan (p=0,000, PR=2,510; 95% CI=1,704-3,698) dengan kesiapsiagaan masyarakat. Simpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat tehadap kesiapsiagaan bencana banjir di Desa Tasikrejo Kabupaten Pemalang. Abstract Based on Indonesian Disaster Information Data released by BNPB, flood disaster events in Indonesia from 2017 to 2021 are fluctuating. In 2021, Central Java Province was ranked 1st highest flood event in Indonesia. Almost all districts/cities in Central Java are flooded every year, Pemalang Regency is ranked 6th district/city in Central Java with the highest flood incidence. This study aims to determine the relationship between the level of education and community knowledge on flood disaster preparedness in Tasikrejo Village, Pemalang Regency. This type of research is quantitative using observational analytical studies with a cross sectional design with purposive sampling methods. This research was conducted from December 2022 to January 2023. The data was analyzed using the chi square test. The results showed a relationship between education level (p = 0.001, PR = 2.162; 95% CI = 1.263-3.701) and knowledge (p = 0.000, PR = 2.510; 95% CI = 1.704-3.698) with community preparedness. The conclusion in this study is that there is a relationship between the level of education and community knowledge regarding flood disaster preparedness in Tasikrejo Village, Pemalang Regency.
Co-Authors Abdurrahman, Ismail Taqiyuddin Adelia Oktafiani Adi Heru Husodo Agustiani, Nurul Huda Aji Saputra Al-Hanif, Ervando Tommy Alfiana Ainun Nisa Alifah, Rafidha Nur Alvan, Asep Alyarizqina, Hasna Amalia, Elma Nurul Andini, Nabilah Hascariati Ani Nur Fauziah, Ani Nur Ani Suryani Anik Setyo Wahyuningsih Anik Setyo Wahyuningsih Anisa, Aza Putri Anjaviani, Khanalia Annisa Sari Annisa Sekar Sari Apriandi, Korry Aprilliawan, Yohanes Bahar Ardiansyah, Muhammad Zulfikar Arfiyana, Nurida Choirinisa Ari Yuniastuti Arulita Ika Fibriana Arum Lusiana Arum Lusiana Arum Siwiendrayanti As-Syifa, Al Fitra Salim Ayu Fadilah Wahid Ayu Fadilah Wahid Aza Putri Anisa Aza Putri Anisa Azady, Al Asyhar Aahyu Azady, Al Asyhar Aahyu Azradina Fakhira Baeti, Alfi Nur Bambang Budi Raharjo Bambang Budi Raharjo Berliana, Ratih Berliana, Ratih Berliani, Citra Sinta Cahyo Seftyono Chatila Maharani Dartini Dartini Devira Rona Prisnayanti Devyolina Syihnda Nada Reva Dina Nur Anggraini Ningrum Dwi Haryati, Ayu Dwijaningtyas, Srinata Efa Nugroho Eka Safitri Eko Farida Eram Tunggul Pawenang Fafurida Fafurida Fafurida Fafurida Faizah Nur Hasanah Fatimah Fatimah Faza Khilwan Amna, Faza Khilwan Febriananda, Hanif Satria Febrianti, Aulia Fitra Aulia Rahma Fitri Indrawati Galuh Nita Prameswari Galuh Nita Prameswari Hanif Riningrum Hanif Satria Febriananda Hapsari, Roro Retno Sri Harjanto, Eko Haryono Haryono Heni Setyowati Hermawan, Dwi Yunanto Herry Koesyanto Hulinggi, Mawardi Hutasoit, Fitri Evanti Hutasoit, Fitri Evanti Irwan Irwan Jeffri Ardiyanto Khansa Putri Aprilia Laksana, Pungky Indrawan Dwi Liftiah Liftiah Lita Latiana Lutfi Muzaqi Mahalul Azam Mahartiko, Ardheta Heru Mambe, Sherly Mardiana Mardiana Margareta Rahayuningsih Mayasari, R. Alma Dwi Michelle Seaw Seak Fong Miranda, Miranda Mona Indriany Korwa, Viona Muhammad Kurniawan Mulia, Fahrain Radik Murniati . Muthia Muthia Muzaqi, Lutfi Nabila, Salwa Putri Nabila Najib Najib Nisa, Alfiana Ainun Nizam, Muhammad Fakrul Novalita, Dimas Ayu Novalita, Dimas Ayu Nugroho, Rizal Adi Nunuk Safitri, Nunuk Nur Rahmatul Chasanah Nur Rizqi Septiana, Nur Rizqi Nursucilowati, Luvi Lia Nurul Huda Agustiani Nuryanto Nuryanto Nuzula, Firda Habibatun Octavia Rahayu Oktia Woro Kasmini Handayani Pambayun, Galih Pamuji, Mifta Handina Pangesti, Lely Tri Patandung, Lidya Nathalia Permanahadi, Adriansyah Pitaloka, Fitri Rahmawati Dyah Pramusanti, Dyah Ayu Pranoto Pranoto Prasetyo, Rizky Dwi Prasetyo, Silfadhilla Ananda Prisma Winda Aliffia Putri, Ditha Andriyani Putri, Risa Anggita Qin, Axel Lee Wye Qin, Axel Lee Wye Qoidah, Nurul Rahayu, Octavia Rahma, Fitra Aulia Raja Alma Dwi Mayasari Ramadhan, Rizky Fajri Ratna Dewi Kusumaningtyas Riningrum, Hanif Risa Anggita Putri Risa Anggita Putri Rizallihadi, M. Ditra Ro'i Chatul Uyun Romadhoni, Sutianik Romadhoni, Sutianik Roro Hapsari Rr. Sri Ratna Rahayu Rulita Hendriyani Rulita Hendriyani, Rulita Russiska, Russiska S. Sugiharto S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sabriyanti, Firda Aliya Sadza Husnun Nuha Anwar Salsa Dilla Amanda Putri Sanda, Delyanti Pare Saputra, Jumadil Saputra, Wisda Fahmi Sari, Kristiana Wulan Siti Asiah Siti Harnina Bintari Sofwan Indarjo Solihin Solihin Sri Hapsari, Roro Retno Sri Ratna Rahayu Srinata Dwijaningtyas Subroto, Laura Marulia Sugiharto - Sulistyani, Ummi Nur Laila Tandiyo Rahayu Taqi, Fathi Marsa At Tebai, Ferderika Tianisa, Berliana Noor Tiarma Lubis Tutik Lestari Ummi Nur Laila Sulistyani Ummi Nur Laila Sulistyani Utami, Annisa Novanda Maharani Vilda Ana Veria Setyawati Wahid, Ayu Fadilah Wahyu, Imam Santosa Ciptaning Wahyudi Istiono Widhiyanti, Erna Widya Hary Cahyati Wijayanti, Kusuma Wintara, Jane Ayu Yang, Chia En Yoris Adi Maretta Yulia Nur Khayati Yuliati Yuliati