Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) Ashiva Elsa Fitri; Aulya Ramadhani; Dini Budiana; Fenika Nilza; Nur Riski Farida; Marina Mayang Sari; Siska Widyawati
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): Menulis - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i2.9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ciri-ciri, penyebab, serta treatment yang diberikan kepada anak penyandang ADHD. Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan jenis gangguan perkembangan pada anak yang memengaruhi kemampuan kognitif, perilaku, dan interaksi sosial. Dalam kegiatan ini Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara dan tanya jawab dengan pihak terkait, termasuk orang tua dan pendidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dengan ADHD cenderung mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian, hiperaktif, dan impulsif. Penyebab ADHD dipengaruhi oleh faktor genetik, biologis, serta lingkungan, seperti paparan racun saat kehamilan dan pola asuh yang tidak tepat. Temuan penelitian ini memberikan implikasi bahwa penanganan terhadap anak ADHD pendekatan kolaboratif yang melibatkan dukungan dari keluarga, guru, dan lingkungan sosial. Intervensi dini melalui terapi perilaku, pengelolaan pola asuh, serta akses terhadap pendidikan inklusif yang adaptif dapat membantu anak-anak ini mencapai perkembangan yang optimal. Oleh karena itu, upaya bersama dari keluarga, sekolah, dan pemerintah diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang ramah dan inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)
Pembinaan Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif Bagi Guru SDN 15/III Tanjung Pauh Mudik Kabupaten Kerinci: Pengabdian Nurfazlin Nova; Nurdawani Putri Insyani; Siska Widyawati; Fitriani; Eka Puji Lestari; Berliana Dwi Kenanga; Refalia Bafadal; Ifdil Gibran
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2058

Abstract

One of the teacher competencies that is not yet optimal is interactive teaching skills using the Canva application, due to a lack of mastery of the application. Therefore, interactive learning media training for teachers at SDN 15/III Tanjung Pauh Mudik is necessary. This training aims to improve teachers' abilities in creating Canva-based teaching media and encourage a more effective and innovative teaching and learning process. This media is expected to facilitate teachers and students in learning, resulting in more optimal learning outcomes. The activity was carried out through demonstration methods and independent practice, with four stages: planning, preparation, training and coaching, and evaluation. As a result, the training went well and met expectations, with teachers demonstrating understanding and ability in creating interactive Canva learning media for various subjects at the elementary school level.
Analisis Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Etnis Jawa di Nagari Lubuk Gadang Selatan Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan : Penelitian Siska Widyawati; Nurdawani Putri Insyani; Nurfazlin Nova
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2349

Abstract

This study aims to analyze the socio-economic conditions of the Javanese ethnic community in Nagari Lubuk Gadang Selatan, Sangir District, Solok Selatan Regency, using a descriptive qualitative approach. Data were collected through interviews, observation, documentation, and literature review, and validated with source and theory triangulation. The analysis covered population, households, ethnicity, religion, social interaction, local wisdom, age, education, occupations, commodities, and asset ownership. The findings show variations in socio-economic conditions: harmonious social interaction, preserved local wisdom, low education levels, and the majority working as tea plantation laborers or farmers cultivating commodities such as cinnamon, coffee, rice, corn, and chili. In general, household income is sufficient to meet daily needs.
PENGARUH PEMBERIAN REWARD TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V UPT SD NEGERI 04 BARIANG RAO-RAO KECAMATAN SUNGAI PAGU Iola Amelia Arsanti; Ernawarnelis; Desmaneni; Dian Sarmita; Siska Widyawati
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 3 (2025): JPWI-NOVEMBER
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpwi.v1i3.144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian reward terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V UPT SD Negeri 04 Bariang Rao-Rao. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain posttest only control group design, melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang diberi perlakuan berupa reward dan kelas kontrol tanpa reward. Instrumen penelitian berupa tes esai digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa. Hasil analisis menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen, serta uji t menghasilkan thitung = 12,496 > ttabel = 2,000 pada taraf signifikan 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian reward berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar IPAS siswa.
Pelanggaran Yang Terjadi Pada Penyalahgunaan Dana Boss Sekolah Dela Puja Tri Ditia; Indah Dwi Pebriora; Nabilla Permata Delin; Siska Widyawati
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.705

Abstract

Penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan salah satu permasalahan serius yang menghambat upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Dana BOS yang seharusnya menjadi penopang utama dalam penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pemenuhan kebutuhan operasional sekolah, kerap diselewengkan melalui berbagai praktik seperti laporan fiktif, mark-up anggaran, hingga penggunaan dana yang tidak sesuai ketentuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi kasus dan kajian pustaka untuk menganalisis bentuk pelanggaran, faktor penyebab, serta dampak penyalahgunaan dana BOS terhadap dunia pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyalahgunaan dana BOS dipicu oleh tekanan kebutuhan sekolah akibat keterbatasan anggaran, lemahnya pengawasan internal, serta rendahnya integritas sebagian pengelola sekolah. Dampaknya meliputi menurunnya kualitas pembelajaran, kerugian finansial bagi negara dan masyarakat, erosi kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan, penurunan moral pengelola sekolah, serta terhambatnya pencapaian tujuan pendidikan nasional. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan dalam pengelolaan dana BOS untuk memastikan bahwa dana publik tersebut benar-benar digunakan sesuai tujuan guna mendukung pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan.
Analisis Permasalahan Pelanggaran Nilai Pancasila Dalam Lingkungan Pendidikan Melalui Kasus Ledakan Di SMA 72 Jakarta Nora Audina; Amanda Supriani; Genza Lestari; Sherly Angreselda; Siska Widyawati
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menganalisis pelanggaran nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan pendidikan melalui studi kasus ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta pada November 2025. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah sumber buku, jurnal, serta pemberitaan publik terkait latar belakang psikologis, sosial, dan perilaku pelaku. Hasil analisis menunjukkan bahwa tindakan pelaku dipengaruhi oleh gangguan regulasi emosi, lemahnya empati, tekanan psikososial, serta paparan konten digital yang mengandung unsur kekerasan, sebagaimana dijelaskan dalam teori perkembangan Erikson, teori frustasi–agresi, teori belajar sosial Albert Bandura, teori kontrol sosial Hirschi, dan Cultivation Theory Gerbner. Peristiwa ini mencerminkan pelanggaran nilai Pancasila, khususnya Sila Kedua tentang Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta Sila Kelima mengenai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Selain melanggar nilai moral, kasus tersebut juga bertentangan dengan KUHP Pasal 187, UU Darurat No. 12 Tahun 1951, dan ketentuan hukum dalam Sistem Peradilan Pidana Anak. Temuan penelitian menegaskan pentingnya penguatan pendidikan karakter, pendampingan kesehatan mental remaja, peningkatan literasi digital, serta peran kontrol sosial sekolah dan keluarga untuk mencegah perilaku menyimpang. Kajian ini menekankan urgensi internalisasi nilai-nilai Pancasila secara komprehensif guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, humanis, dan berkeadaban.
Study Kasus Pelanggaran Pancasila: Analisis Deskriminasi Di Lingkungan Sekolah SMA Negeri 1 Cimarga Azifa Monzafanika; Ghofil Irham Joka; Hilya Nabila; Mukhammad Jal Fadil; Siska Widyawati
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.939

Abstract

Penelitian ini menganalisis pelanggaran nilai-nilai Pancasila terhadap kedisiplinan di SMA Negeri 1 Cimarga dengan pendekatan deskriptif analisis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber literatur dan berita terkait peristiwa yang terjadi. Fokus penelitian adalah kasus kekerasan fisik yang dilakukan oleh kepala sekolah terhadap siswa yang kedapatan melanggar aturan, yang melanggar prinsip kemanusiaan dan keadilan sosial sebagaimana terkandung dalam Sila Kedua dan Sila Kelima Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan yang dilakukan oleh kepala sekolah menimbulkan ketidakjujuran siswa, menurunkan kepercayaan orang tua peserta didik terhadap pihak sekolah, serta memicu aksi mogok sebagai bentuk protes, sehingga menciptakan tingkat kedisiplinan siswa menurun. Peneliti menyarankan penerapan sistem pendisiplinan yang adil tanpa kekerasan, pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), implementasi nilai Pancasila dalam kegiatan pembelajaran, serta kerjasama aktif dengan orang tua siswa untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, dan mampu membentuk karakter peserta didik yang berlandaskan etika, moral, dan nilai-nilai Pancasila.
Fenomena Cyberbullying di Media Sosial Sebagai Pelanggaran Sila Kedua Pancasila Muhammad Ziqri; Rahmi; Tiara Analiza; Chintya Zahratu Sinta; Siska Widyawati
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak cyberbullying terhadap kondisi psikologis remaja serta kaitannya dengan pelanggaran nilai kemanusiaan dalam sila kedua Pancasila. Cyberbullying merupakan bentuk perundungan digital yang dapat menimbulkan berbagai gangguan emosional dan psikologis, seperti stres, kecemasan, rasa tidak aman, serta menurunnya kepercayaan diri. Penelitian ini menemukan bahwa cyberbullying tidak hanya mengganggu kestabilan emosi, tetapi juga memengaruhi hubungan sosial dan proses perkembangan karakter remaja. Selain itu, tindakan tersebut jelas bertentangan dengan nilai “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” karena merendahkan martabat dan hak orang lain. Masalah yang muncul tidak hanya berdampak pada stabilitas emosi, tetapi juga memengaruhi hubungan sosial, perkembangan karakter, dan kesejahteraan mental remaja secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menelaah artikel ilmiah, laporan penelitian, serta regulasi yang berkaitan dengan etika digital dan perlindungan terhadap anak dan remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan cyberbullying membutuhkan kerja sama antara orang tua, guru, sekolah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan digital yang aman dan beretika. Edukasi mengenai etika bermedia sosial, literasi digital, serta penguatan karakter remaja juga diperlukan untuk mengurangi risiko perundungan. Dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam aktivitas digital, lingkungan media sosial dapat menjadi ruang yang lebih positif dan mendukung perkembangan remaja.
Tinjauan Hukum Dan Pancasila Dalam Penanganan Ekploitasi Anak Sebagai Pengemis Senci Ridalvia; Azlyn Lananda Putri; Vivian Tri Putri; Zahira Syifa; Siska Widyawati
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bentuk-bentuk eksploitasi anak sebagai pengemis serta mengidentifikasi bagaimana perspektif hukum nasional dan nilai-nilai Pancasila memberikan kerangka perlindungan terhadap anak. Masalah utama yang muncul pada kasus eksploitasi anak adalah pemaksaan aktivitas ekonomi oleh orang dewasa, kurangnya pengawasan, serta lemahnya penegakan hukum sehingga anak berada dalam situasi rentan, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menganalisis undang-undang perlindungan anak, peraturan pemerintah, putusan kasus terkait eksploitasi anak, serta artikel ilmiah yang relevan. Data dianalisis untuk menemukan pola pelanggaran hak anak sekaligus menilai kesesuaiannya dengan nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan penghargaan terhadap martabat manusia dalam Pancasila. Hasil analisis menunjukkan bahwa praktik eksploitasi anak sebagai pengemis merupakan bentuk pelanggaran hak asasi anak serta bertentangan dengan prinsip-prinsip Pancasila, terutama sila Kedua dan Kelima. Faktor penyebabnya meliputi kemiskinan, rendahnya pendidikan orang tua, ketidakstabilan keluarga, dan lemahnya pengawasan pemerintah. Upaya penanganan yang efektif memerlukan sinergi antara aparat hukum, lembaga sosial, dan masyarakat melalui pendekatan hukum yang tegas serta program rehabilitasi yang berkelanjutan.
Pelanggaran Etika Guru: Studi Kasus Tentang Perlakuan Guru Terhadap Siswa Dian Febriani; Shaumi Darno; Winda Putri Zalni; Siska Widyawati
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.948

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pelanggaran etika guru dalam bentuk tindakan menyindir dan mempermalukan siswa yang tidak dapat mengikuti kegiatan perpisahan sekolah akibat keterbatasan ekonomi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus dan studi literatur, penelitian ini menggali pola perilaku guru yang bertentangan dengan profesionalisme dan kode etik pendidik. Data studi kasus menunjukkan adanya ketidakkonsistenan komunikasi guru, yang pada awalnya mengizinkan ketidakhadiran siswa, namun kemudian memberikan sindiran di depan kelas. Tindakan tersebut terbukti menimbulkan dampak psikologis, seperti rasa malu, rendah diri, stres, dan penurunan motivasi belajar. Temuan literatur mendukung hasil studi kasus, bahwa komunikasi negatif dan tidak empatik dapat merusak kepercayaan diri siswa, menghambat partisipasi dalam pembelajaran, serta memperlemah hubungan guru–siswa. Selain itu, minimnya respons kepala sekolah memperlihatkan lemahnya sistem perlindungan terhadap siswa dari keluarga ekonomi lemah. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kompetensi sosial, komunikasi empatik, serta kesadaran profesional guru untuk mencegah pelanggaran etika. Diperlukan upaya perbaikan pola komunikasi di lingkungan sekolah dengan melibatkan guru, siswa, dan orang tua dalam interaksi yang terbuka, nondiskriminatif, dan menghargai martabat peserta didik.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Ade Marlia Afrimon Afrimon, Afrimon Ahmad Al Akbar Amanda Supriani Anggun Mayang Sari Anisa Nusma Ashiva Elsa Fitri AULYA RAMADHANI Azifa Monzafanika Azizah Kurnia Azlyn Lananda Putri Berliana Dwi Kenanga Budron Hidayat Chintya Zahratu Sinta Danil Putra Darussalam Dela Puja Tri Ditia Desmaneni Desri Yet Nofita Dian Febriani Dian Sarmiita Dian Sarmita Diana, Qariy Dina Putri Dini Budiana Eka Puji Lestari Eka Puji Lestari Ernawarnelis Eva Suryani Fenika Nilza Fitri Fitriani Fitriani Fitriani Fitriani Genza Lestari Ghofil Irham Joka Gilang Ramadhan Habil Alansyah Helfia Edial hidayah, Zakiatun Hilya Nabila Ifdil Gibran Indah Dwi Pebriora Insyani, Nurdawani Putri Iola Amelia Arsanti Isra Mabel isyuliardi Jenas Pangestu Lovina Trilenshi M.Daffa Mandra Adrika Putra Marina Mayang Sari Meli Susanti Mesi Engla Mesi ziola Monica Muhammad Ziqri Muhd Radzi, Sumaiyah Binti Mukhammad Jal Fadil Nabilla Permata Delin Nadia Indah Putri Natasya Regina Putri Nora Audina Nova, Nurfazlin Nur Riski Farida Nurdawani Putri Insyani Nurfazlin Nova O.P. Bismark Olifia Maysira Pahrur Rozi Putri Desmaya Natasya Qariy Diana Raffi Ternando Rahmadani, Silfia Rahmi Rangga Deos Pratama Refalia Bafadal Restu Nasletia Riza Eka Putri Rosma Diana Sandi, Peki Fitra Sandra Yoda Sastria Nofrita Senci Ridalvia Shaumi Darno Sherly Angreselda Siska Cantika Putri Siti Nurhaliza Suryani Fadilla Tiara Analiza Tio Martin Tri Yanti Ulfa Rosantia Vivian Tri Putri Winda Putri Zalni Yeliza Yelli Marthaliza Yelly Martaliza Yoga Pernandes Yulimarta, Esa Yunita agusni Yunus, Yeni Sovia Zahira Syifa